Skip to main content

Full text of "Laporan SDKI 2017 Kesehatan Reproduksi Remaja"

See other formats


Indonesia 



Survei Demografi 
dan Kesehatan : 


2017 


Kesehatan Reproduksi Remaja 


Survei Demografi dan 
Kesehatan Indonesia 

2017 


BUKU REMAJA 


Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 
Badan Pusat Statistik 
Kementerian Kesehatan 


September 2018 



USA|D 



KEMENTERIAN 

KESEHATAN 

REPUBLIK 

INDONESIA 


Laporan ini memuat temuan utama Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 khusus 
remaja. SDKI adalah bagian dari program internasional Demograpic and Health Survey ( DHS ), yang 
dirancang untuk mengumpulkan data fertilitas, keluarga berencana, dan kesehatan ibu dan anak. 

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) 
bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian 
Kesehatan. Pembiayaan survei disediakan oleh Pemerintah Indonesia. ICF International menyediakan 
bantuan teknis melalui proyek MEASURE DHS, sebuah program yang didanai oleh U.S. Agency for 
International Development (USAID). 

Informasi tambahan tentang survei dapat diperoleh dari Direktorat Statistik Kependudukan dan 
Ketenagakerjaan BPS, Jalan Dr. Sutomo No. 6-8, Jakarta 10710, Indonesia (Telepon/fax 345-6285, e-mail: 
demografi@bps.go.id) atau Puslitbang Kependudukan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana 
Nasional (BKKBN), Jalan Permata 1, Halim Perdanakusumah, Jakarta 13650, Indonesia (Telepon/fax 800- 
8557, email: pusdu@bkkbn.go.id), atau Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian 
Kesehatan, Jalan Percetakan Negara 29, Jakarta 10560, Indonesia (Telepon 4261088, fax 4243935, email: 
sesban@litbang.depkes.go.id). 

Informasi mengenai program DHS dapat diperoleh dari: MEASURE DHS, ICF International, 11785 
Beltsville Drive, Suite 300, Calverton, MD 20705, USA; Telephone 301-572-0200; Fax 301-572-0999; E- 
mail: reports@measuredhs.com; Internet: www.measuredhs.com. 



DAFTAR ISI 


TABEL DAN GAMBAR .vi 

KATA PENGANTAR (BKKBN) .xiii 

KATA SAMBUTAN (BPS) .xv 

KATA SAMBUTAN (Kementerian Kesehatan) .xvii 

SINGKATAN DAN AKRONIM .xix 

CARA MEMBACA DAN MEMAHAMI TABEL SDKI 2017 .xv 

PETA INDONESIA . XXV 

BAB 1 PENDAHULUAN DAN METODOLOGI SURVEI 

1.1 Tujuan Survei.1 

1.2 Rancangan Sampel .1 

1.3 Kuesioner .2 

1.4 Uji Coba .2 

1.5 Pelatihan Petugas .3 

1.6 Pelaksanaan Lapangan .3 

1.7 Pengolahan Data.3 

1.8 Hasil Kunjungan .4 

BAB 2 PROFIL REMAJA 

2.1 Karakteristik Responden .7 

2.2 Tempat Tinggal .8 

2.3 Kegiatan Remaja Saat Ini.9 

2.4 Pendidikan.10 

2.4.1 Jenjang Pendidikan.10 

2.4.2 Alasan Tidak Sekolah.11 

2.4.3 Dimensi E konomi .12 

BAB 3 KETERPAJANAN MEDIA MASSA 

3.1 Keterpajanan Media Massa .21 

3.2 Informasi Melalui Media Cetak .22 

3.3 Informasi Melalui Radio .23 

3.4 Informasi Melalui Televisi.24 


BAB 4 PENGETAHUAN TENTANG SISTEM REPRODUKSI DAN 

PENGALAMAN PUBERTAS 

4.1 Pengetahuan Wanita dan Pria Belum Kawin Tentang Perubahan Fisik Pada 

Masa Pubertas .32 


Daftar Isi- iii 






























4.2 Pengetahuan Masa Subur dan Resiko Kehamilan.33 

4.3 Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah .34 

4.4 Pengetahuan Anemia.34 

4.5 Diskusi Tentang Kesehatan Reproduksi .36 

4.6 Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi yang Diterima Pertama Kali.38 

BAB 5 KELUARGA BERENCANA 

5.1 Pengetahuan Mengenai Alat/Cara KB .56 

5.2 Pendapat Tentang Penyediaan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) .58 

5.3 Keinginan untuk Memakai Alat/Cara KB di Masa Mendatang .59 

5.4 Pendapat Tentang Pemakaian Kondom .60 

BAB 6 PERKAWINAN DAN KEINGINAN MEMILIKI ANAK 

6.1 Umur Ideal Kawin Pertama.67 

6.2 Pembuat Keputusan Untuk Menikah Dengan Siapa.69 

6.3 Umur Ideal Mempunyai Anak Pertama .69 

6.4 Jumlah Anak Ideal.70 

6.5 Keputusan Atas Jumlah Anak .71 

BAB 7 MEROKOK, MINUM-MINUMAN BERALKOHOL, DAN 

PENGGUNAAN OBAT TERLARANG 

7.1 Merokok .81 

7.2 Minum-Minuman Beralkohol .83 

7.3 Penggunaan Obat-obatan Terlarang.85 

7.4 Pengetahuan Tentang Instansi Penerima Wajib Lapor .85 

7.5 Perilaku Berisiko .86 

BAB 8 PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU TENTANG HIV/AIDS 

8.1 Pengetahuan Tentang HIV AIDS dan Sumber Informasi .100 

8.1.1 Pengetahuan Tentang HIV AIDS .100 

8.1.2 Sumber Informasi Tentang HIV AIDS.101 

8.2 Pengetahuan Tentang Penularan HIV dari Ibu ke Anak .101 

8.3 Pengetahuan Tentang Voluntary HIV Counseling and Testing (VCT) .102 

8.4 Aspek Sosial HIV AIDS . 103 

8.5 Pengetahuan Tentang Metode Pencegahan HIV AIDS .104 

8.6 Penolakan Terhadap Pemahaman yang Salah Tentang HIV AIDS .105 

8.7 Pengetahuan Tentang IMS Lain dan Sumber Informasi .105 

8.8 Pengetahuan Tentang Gejala IMS .107 

BAB 9 PACARAN DAN PENGALAMAN SEKSUAL 

9.1 Pacaran .120 


iv • Daftar Isi 

































9.2 Perilaku Berpacaran .120 

9.3 Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pranikah .121 

9.4 Sikap Terhadap Keperawanan.123 

9.5 Pengalaman Seksual.123 

9.6 Umur Pertama Kali Berhubungan Seksual .125 

9.7 Penggunaan Kondom Pada Saat Berhubungan Seksual.125 

9.8 Kehamilan yang Tidak Diinginkan .126 

9.9 Pengalaman Aborsi Diantara Teman .127 

DAFTAR PUSTAKA .141 

LAMPIRAN A TABEL-TABEL PROVINSI .143 

LAMPIRAN B DESAIN SURVEI .177 

LAMPIRAN C KESALAHAN SAMPLING .181 

LAMPIRAN D STAF SURVEI .203 

LAMPIRAN E DAFTAR PERTANYAAN .229 


Daftar Isi’ v 

















TABEL DAN GAMBAR 


BAB 1 PENDAHULUAN DAN METODOLOGI SURVEI 

Tabel 1 Hasil wawancara rumah tangga dan perseorangan.5 

BAB 2 PROFIL REMAJA 

Tabel 2.1 Karakteristik latar belakang responden .14 

Tabel 2.2 Keberadaan wanita dan pria belum kawin dalam rumah tangga.15 

Tabel 2.3 Hubungan dengan kepala rumah tangga .15 

Tabel 2.4 Kegiatan saat ini.16 

Tabel 2.5 Jenjang pendidikan menurut karakteristik latar belakang .17 

Tabel 2.6 Alasan tidak sekolah .18 

Tabel 2.7 Status kekayaan .19 

Gambar 2.1 Keberadaan remaja.8 

Gambar 2.2 Hubungan dengan kepala rumah tangga .9 

Gambar 2.3 Kegiatan saat ini.9 

Gambar 2.4 Pendidikan.10 

Gambar 2.5 Alasan tidak sekolah .11 

Gambar 2.6 Status kekayaan .12 

BAB 3 KETERPAJANAN MEDIA MASSA 

Tabel 3.1 Keterpajanan media massa.27 

Tabel 3.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak.28 

Tabel 3.3 Terpajan informasi tertentu melalui radio.29 

Tabel 3.4 Terpajan informasi tertentu melalui televisi .30 

Gambar 3.1 Keterpajanan media massa.22 

Gambar 3.2 Informasi melalui media cetak .22 

Gambar 3.3 Informasi melalui radio .23 

Gambar 3.4 Informasi melalui televisi.24 

BAB 4 PENGETAHUAN TENTANG SISTEM REPRODUKSI DAN 

PENGALAMAN PUBERTAS 

Tabel 4.1 Pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas .41 

Tabel 4.2 Sumber pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas .42 

Tabel 4.3 Umur saat pertama kali mendapat haid .43 

Tabel 4.4 Diskusi sebelum haid pertama: Wanita.44 

Tabel 4.5 Umur saat pertama kali mengalami mimpi basah: Pria .44 

Tabel 4.6 Diskusi mimpi basah sebelum mimpi basah pertama: Pria.45 

Tabel 4.7 Pengetahuan tentang masa subur seorang wanita .46 

Tabel 4.8 Pengetahuan tentang risiko kehamilan.46 


vi • Tabel dan Gambar 

































Tabel 4.9 Pemeriksaan kesehatan sebelum men ik ah .47 

Tabel 4.10 Pengetahuan tentang anemia .47 

Tabel 4.11 Pengetahuan tentang penyebab anemia.47 

Tabel 4.12 Pengetahuan tentang cara mengatasi anemia .48 

Tabel 4.13 Diskusi kesehatan reproduksi.48 

Tabel 4.14 Pengetahuan sumber informasi dan konseling tentang kesehatan 

reproduksi.49 

Tabel 4.15 Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan 

reproduksi.50 

Tabel 4.16 Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi manusia .51 

Tabel 4.17 Pengetahuan tentang keluarga berencana.52 

Tabel 4.18 Pengetahuan tentang HIV AIDS .53 

Gambar 4.1 Sumber informasi perubahan fisik masa pubertas dari guru .32 

Gambar 4.2 Sumber informasi perubahan fisik masa pubertas dari internet .32 

Gambar 4.3 Pengetahuan masa subur wanita .33 

Gambar 4.4 Pengetahuan masa subur pria .33 

Gambar 4.5 Pengetahuan tentang anemia .35 

Gambar 4.6 Diskusi kesehatan reproduksi.36 

Gambar 4.7 Pengetahuan sumber informasi dan konseling .37 

Gambar 4.8 Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut.38 

BAB 5 KELUARGA BERENCANA 

Tabel 5.1 Pengetahuan tentang alat/cara KB .63 

Tabel 5.2 Pendapat tentang penyediaan pelayanan keluarga berencana.64 

Tabel 5.3 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa yang akan datang .65 

Tabel 5.4 Pendapat terhadap penggunaan kondom.66 

Gambar 5.1 Pengetahuan metode kontrasepsi jangka panjang .56 

Gambar 5.2 Pengetahuan tentang alat/cara KB modem pada wanita .57 

Gambar 5.3 Pengetahuan tentang alat/cara KB modren pada pria.57 

Gambar 5.4 Pendapat wanita tentang pelayanan KB .59 

Gambar 5.5 Pendapat pria tentang pelayanan KB .59 

Gambar 5.6 Keinginan memakai alat/cara KB di masa akan datang pada remaja 

wanita .60 

Gambar 5.7 Keinginan memakai alat/cara KB di masa akan datang pada remaja 

pria.60 

Gambar 5.8 Pendapat wanita tentang kondom .61 

Gambar 5.9 Pendapat pria tentang kondom.61 

BAB 6 PERKAWINAN DAN KEINGINAN MEMILIKI ANAK 

Tabel 6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita .73 

Tabel 6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria.74 

Tabel 6.2 Pembuat keputusan akan menikah dengan siapa .75 

Tabel 6.3.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita.76 

Tabel 6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria .77 


Tabel dan Gambar» vii 







































Tabel 6.4 Jumlah anak ideal.78 

Tabel 6.5 Keputusan atas jumlah anak.79 

Gambar 6.1 Median umur ideal kawin pertama bagi wanita dan pria menurut 

wanita dan pria .68 

Gambar 6.2 Median umur ideal punya anak pertama bagi wanita dan pria 

menurut wanita dan pria.70 

Gambar 6.3 Jumlah anak ideal.71 

BAB 7 MEROKOK, MINUM-MINUMAN BERAUKOHOU, DAN 

PENGGUNAAN OBAT TERLARANG 

Tabel 7.1 Merokok .88 

Tabel 7.2 Umur mulai merokok .89 

Tabel 7.3 Jumlah rokok yang dihisap.90 

Tabel 7.4 Minum-minuman beralkohol.91 

Tabel 7.5a Kelompok umur mulai minum-minuman beralkohol .92 

Tabel 7.5b Umur mulai minum-minuman beralkohol .93 

Tabel 7.6 Perilaku minum .94 

Tabel 7.7 Penggunaan obat-obatan terlarang: Wanita belum kawin.95 

Tabel 7.8 Penggunaan obat-obatan terlarang: Pria belum kawin.96 

Tabel 7.9 Penggunaan obat-obatan terlarang dengan injeksi: Pria belum kawin 

...96 

Tabel 7.10 Pengetahuan tentang instansi penerima wajib lapor .97 

Tabel 7.11 Merokok, Minum-minuman beralkohol, penggunaan obat terlarang 

(perilaku beresiko) .98 

Gambar 7.1 Perokok saat ini dan mantan perokok .82 

Gambar 7.2 Umur wanita dan pria merokok pertama kali.82 

Gambar 7.3 Jumlah rokok yang dihisap .83 

Gambar 7.4 Umur mulai minum alkohol (tahun) .83 

Gambar 7.5 Umur pertama minum alkohol .84 

Gambar 7.6 Penggunaan obat terlarang .86 

Gambar 7.7 Perilaku berisiko.86 

BAB 8 PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU TENTANG HIV/AIDS 

Tabel 8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS .109 

Tabel 8.2 Sumber Informasi HIV AIDS .110 

Tabel 8.3 Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke anak.111 

Tabel 8.4 Pengetahuan tentang VCT dan fasilitas VCT .112 

Tabel 8.5 Aspek sosial HIV AIDS .113 

Tabel 8.6 Pengetahuan tentang cara pencegahan HIV .114 

Tabel 8.7 Pengetahuan komprehensif mengenai HIV.115 

Tabel 8.8 Pengetahuan mengenai infeksi menular seksual (IMS) .116 

Tabel 8.9 Sumber informasi mengenai IMS .117 

Tabel 8.10 Pengetahuan tentang gejala IMS .118 


viii • Tabel dan Gambar 





































Gambar 8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS .100 

Gambar 8.2 Sumber Informasi HIV AI D S .101 

Gambar 8.3 Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke anak.102 

Gambar 8.4 Wanita dan pria dengan pengetahuan komprehensif tentang HIV 

AIDS .105 

Gambar 8.5.1 Wanita pernah mendengar IMS .106 

Gambar 8.5.2 Pria pernah mendengar tentang IMS .106 

BAB 9 PACARAN DAN PENGALAMAN SEKSUAL 

Tabel 9.1 Umur pertama kali pacaran .130 

Tabel 9.2 Pengalaman pacaran.131 

Tabel 9.3 Sikap terhadap perilaku seksual pranikah .132 

Tabel 9.4.1 Alasan wanita menyetujui perilaku seksual pranikah .133 

Tabel 9.4.2 Alasan pria menyetujui perilaku seksual pranikah.134 

Tabel 9.5 Sikap terhadap keperawanan.135 

Tabel 9.6 Pengalaman seksual pranikah .136 

Tabel 9.7 Alasan melakukan hubungan seksual pertama kali.136 

Tabel 9.8 Umur pertama kali kali berhubungan seksual .137 

Tabel 9.9 Penggunaan kondom .138 

Tabel 9.10 Pengalaman kehamilan tidak diinginkan .139 

Tabel 9.11 Pengalaman aborsi diantara teman.140 

Gambar 9.1 Perilaku pacaran .121 

Gambar 9.2 Sikap terhadap perilaku seksual pranikah .122 

Gambar 9.3 Alasan setuju perilaku seksual pranikah .122 

Gambar 9.4 Sikap terhadap keperawanan perlu dipertahankan sampai menikah.123 

Gambar 9.5 Pengalaman hubungan seksual.124 

Gambar 9.6 Alasan hubungan seksual pertama kali .124 

Gambar 9.7 Umur pertama kali berhubungan seksual.125 

Gambar 9.8 Penggunaan kondom saat berhubungan seksual .126 

Gambar 9.9 Kehamilan tidak diinginkan .127 

Gambar 9.10 Pengalaman aborsi diantara teman.128 

LAMPIRAN A TABEL-TABEL PROVINSI 

Tabel A.3.1.1 Keterpajanan media massa : Wanita .143 

Tabel A.3.1.2 Keterpajanan media massa : Pria .144 

Tabel A.3.2.1 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak : Wanita .145 

Tabel A.3.2.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak : Pria .146 

Tabel A.3.3.1 Terpajan informasi tertentu melalui media radio : Wanita .147 

Tabel A.3.3.2 Terpajan informasi tertentu melalui media radio : Pria.148 

Tabel A.3.4.1 Terpajan informasi tertentu melalui media televisi: Wanita.149 

Tabel A.3.4.2 Terpajan informasi tertentu melalui media televisi: Pria.150 

Tabel A.4.1 Pengetahuan tentang masa subur seorang wanita.151 

Tabel A.4.2 Pengetahuan tentang risiko kehamilan.152 

Tabel A.4.3 Pengetahuan tentang anemia.153 

Tabel A.4.4.1 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Wanita.154 


Tabel dan Gambar • ix 











































Tabel A.4.4.2 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Pria.155 

Tabel A.4.4.2 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Pria.155 

Tabel A.4.5.1 Pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi 

remaja : Wanita.156 

Tabel A.4.5.2 Pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi 

remaja : Pria.157 

Tabel A.4.6.1 Sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang 

kesehatan reproduksi: Wanita.158 

Tabel A.4.6.2 Sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang 

kesehatan reproduksi: Pria.159 

Tabel A.5.1 Pengetahuan tentang alat/cara KB.160 

Tabel A.5.2.1 Pendapat tentang penyediaan pelayanan KB bagi remaja yang 

belum menikah : Wanita.161 

Tabel A.5.2.2 Pendapat tentang penyediaan pelayanan KB bagi remaja yang 

belum menikah : Pria.162 

Tabel A.5.3.1 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa akan datang : 

Wanita.163 

Tabel A.5.3.2 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa akan datang : Pria.164 

Tabel A.6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita : Wanita.165 

Tabel A.6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk wanita : Pria.166 

Tabel A.6.2.1 Umur ideal kawin pertama untuk pria : Wanita.167 

Tabel A.6.2.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria : Pria.168 

Tabel A.6.3.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita : Wanita.169 

Tabel A.6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita : Pria.170 

Tabel A.6.4.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria : Wanita.171 

Tabel A.6.4.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria : Pria.172 

Tabel A.6.5.1 Jumlah anak ideal: Wanita.173 

Tabel A.6.5.2 Jumlah anak ideal: Pria.174 

Tabel A.8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS.175 

Tabel A.8.2 Pengetahuan tentang penyakit menular lain.176 

LAMPIRAN B DESAIN SURVEI 

Tabel B.1.1 Alokasi sampel per provinsi.178 

T abel B. 1.2 T arget responden menurut provinsi .180 

LAMPIRAN C KESALAHAN SAMPLING 

Tabel C. 1 Daftar variabel untuk kesalahan sampling .182 

Tabel C.2 Kesalahan sampling .183 

Tabel C.3 Kesalahan sampling : sampel daerah perkotaan.183 

Tabel C.4 Kesalahan sampling : sampel daerah perdesaan.184 

Tabel C.5 Kesalahan sampling : sampel Aceh.184 

Tabel C.6 Kesalahan sampling : sampel Sumatera Utara.185 

Tabel C.7 Kesalahan sampling : sampel Sumatera Barat.185 

Tabel C.8 Kesalahan sampling : sampel Riau.186 

Tabel C.9 Kesalahan sampling : sampel Jambi.186 

Tabel C. 10 Kesalahan sampling : sampel Sumatera Selatan.187 

Tabel C. 11 Kesalahan sampling : sampel Bengkulu.187 


x • Tabel dan Gambar 







































Tabel C. 12 
Tabel C. 13 
Tabel C. 14 
Tabel C. 15 
Tabel C. 16 
Tabel C. 17 
Tabel C. 18 
Tabel C. 19 
Tabel C.20 
Tabel C.21 
Tabel C.22 
Tabel C.23 
Tabel C.24 
Tabel C.25 
Tabel C.26 
Tabel C.27 
Tabel C.28 
Tabel C.29 
Tabel C.30 
Tabel C.31 
Tabel C.32 
Tabel C.33 
Tabel C.34 
Tabel C.35 
Tabel C.36 
Tabel C.37 
Tabel C.38 


Kesalahan sampling : sampel Lampung.188 

Kesalahan sampling : sampel Kep.Bangka Belitung.188 

Kesalahan sampling : sampel Kep. Riau.189 

Kesalahan sampling : sampel Jakarta.189 

Kesalahan sampling : sampel Jawa Barat.190 

Kesalahan sampling : sampel Jawa Tengah.190 

Kesalahan sampling : sampel Yogyakarta.191 

Kesalahan sampling : sampel Jawa Timur.191 

Kesalahan sampling : sampel Banten.192 

Kesalahan sampling : sampel Bali.192 

Kesalahan sampling : sampel Nusa Tenggara Barat.193 

Kesalahan sampling : sampel Nusa Tenggara Timur.193 

Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Barat.194 

Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Tengah.194 

Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Selatan.195 

Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Timur.195 

Kesalahan sampling : sampel Kalimantan Utara.196 

Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Utara.196 

Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Tengah.197 

Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Selatan.197 

Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Tenggara.198 

Kesalahan sampling : sampel Gorontalo.198 

Kesalahan sampling : sampel Sulawesi Barat.199 

Kesalahan sampling : sampel Maluku.199 

Kesalahan sampling : sampel Maluku Utara.200 

Kesalahan sampling : sampel Papua Barat.200 

Kesalahan sampling : sampel Papua.201 


Tabel dan Gambar • xi 































xii • Tabel dan Gambar 



KATA PENGANTAR 

BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL 


Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) merupakan 
salah satu bagian dari Program Kependudukan, Keluarga Berencana 
dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia. Program ini 
fokus pada peningkatan pengetahuan remaja serta pihak terkait 
mengenai pentingnya kesehatan reproduksi bagi kehidupan remaja. 
Secara khusus, program KRR ini ditujukan untuk mencegah 
pernikahan usia dini, kehamilan yang tidak diinginkan, merokok, 
konsumsi alkohol, dan HIV-AIDS. 

BKKBN sebagai bagian dari pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk 
mengembangkan program bagi remaja di bawah payung GenRe atau Generasi Berencana. 
Program KRR dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan 
berkeluarga bagi remaja, dengan memfasilitasi remaja untuk memahami dan mempraktekkan 
perilaku hidup sehat yang berakhlak mulia untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar 
mewujudkan Generasi Berencana. Disamping perencanaan jenjang pendidikan, berkarir dalam 
pekerjaan, sampai saatnya menikah sesuai dengan siklus kesehatan reproduksi. 

Publikasi ini berisi indikator lengkap terkait KRR yang merupakan bagian dari kegiatan 
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Dengan harapan publikasi ini 
akan dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan evaluasi program KKBPK serta sebagai 
rujukan dalam mengembangkan program pelayanan kesehatan reproduksi remaja oleh berbagai 
sektor di seluruh Indonesia. 

Saya mengucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada BPS dan 
Kementerian Kesehatan atas kerjasamanya dalam penyusunan laporan indikator utama 
komponen KRR pada SDKI 2017 ini. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada USAID 
yang telah memberikan fasilitasi teknis melalui ICF International. 



Jakarta, September 2018 



Dr. Sigit Priohutomo, MPH 

Plt. Kepala Badan Kependudukan dan 
Keluarga Berencana Nasional 


Kata Pengantar. xiii 



Kata Pengantar. xiv 



KATA PENGANTAR 
BADAN PUSAT STATISTIK 


Dalam rangka mewujudkan kebijakan "Satu Data Indonesia" yang 
dicetuskan oleh Presiden Republik Indonesia, kerja sama yang baik antar 
instansi pemenntah dalam menyediakan data untuk pemhongurun 
sangatlah diperlukan kena sama ini sudah mulai diwujudkan dalam 
pelaksanaan Survei Demografi dan kesehatan Indonesia (SDkl) 2017 
yang rangkaian kegiatannya dilaksanakan beruma-sanu oleh Badan Pusat 
Statistik (BPS). Badan kependudukan dan kchiarga Berencana Nasional 
(BkkBNk. dan kementenan kesehatan (kemenkes). 

SDkl 2017 merupakan survei ke-delapan yang dilakukan di Indonesia, 
dimana sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 1987. 1991. 1994. 
1997. 2002*2003. 2007. dan 2012. kegiatan SDkl 2017 dibiasai oleh Pemenntah Indonesia Dalam 
teknis pelaksanaannya. Pemenntah Indonesia dibantu oleh Inner City FunJ (ICF) Intemattoml melalui proyek 
Demograph* and Health Sun m (DI IS i Program, yaitu program l'mtcJ States Agerny for International 
fVv rlopmenl (L'SAID) sang menyedukan dana dan bantuan teknis dalam pelaksanaan survei kependudukan 
dan kesehatan di banyak negara 

SDkl 2017 menyediakan gambaran menyeluruh tentang kondisi terkmi tentang kependudukan. keluarga 
berencana (KB), kesehatan reproduksi, dan iri kesehatan Lainnya Salah satu isu penting vang dikumpulkan 
dalam SDkl 2017 adilah informasi kesehatan Reproduksi Remaja (kRR) Informasi kRR mencakup antara 
lain data pengetahuan, sikap, penlaku. dan praktek remaja terhadap sistem reproduksi manusia, penggunaan 
rokok dan obat terlarang, konsumsi alkohol. huHingan seksual. HIV AIDS, dan penyakit menular seksual 
lainnya 

Dengan terbitnya Laporan Survei Demografi dan kesehatan Indonesia 2017 kesehatan Reproduksi Remaja. 
Saya mengucapkan tenma kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh Tim Penulis dan BPS. BkkBN. 
dan kemenkes serta kepuda K F International atas asistensiny a dalam penulisan laporan mi Saya berharap 
laporan mi dapat digunakan sebagai bahan untuk memonitor dan mengevaluasi program nasional di bidang 
kependudukan. kesehatan. kB. dan bidang lainnya yang relevan, serta dapat memenuhi kebutuhan peneliti 
dalam mengeksplorasi data untuk keperluan analisis lanjutan 



Jakarta. September 2018 



kepala Badan Pusat Statistik 


Kata Pengantar. xv 






Kata Pengantar. xvi 



KATA PENGANTAR 
KEMENTERIAN KESEHATAN 



Populasi remaja 15-24 tahun sekitar 17 persen dan populasi 
penduduk di Indonesia dan hasil proyeksi penduduk jumlah 
mereka akan terus bertambah Remaja merupakan harapan 
bangsa, mereka merupakan salah satu sasaran pembangunan 
kesehatan yang harus diperhatikan status kesehatannya, salah 
satunya adalah kesehatan reproduksi. Remaja yang merupakan 
masa transisi perkembangan mental, fisik dan reproduksi 
manusia dapat berdampak pada status kesehatan kesehatan 
secara umum Perkembangan informasi dan teknologi dapat 
mempengaruhi perilaku remaja sehat termasuk penlaku berisiko 
seperti merokok atau penggunaan obat terlarang dan penlaku 
seksual yang kurang bertanggung jawab berperan dalam status 


kesehatan mereka 


Kebiasaan merokok, mmum-mmuman beralkohol dan penggunaan obat terlarang 
merupakan gaya hidup yang tidak sehat dan berisiko terhadap penyakit tidak menular 
pada penode kehidupan mereka selanjutnya Penlaku seksual yang tidak bertanggung 
jawab benstko terhadap penyakit menular seksual seperti H IV AIDS dan dapat 
berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan Kehamilan remaja ini dikhawatirkan 
terjadi tindakan aborsi yang tidak aman sehingga akan mempengaruhi tingkat kematian 
ibu di Indonesia 

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 selam mengumpulkan informasi 
terkait KB. kesehatan ibu dan kesehatan anak, juga mengumpulkan informasi dan remaja 
perempuan belum kawin 10-24 tahun serta remaja pria pada umur yang sama tentang 
pengetahuan kesehatan reproduksi seperti KB dan pubertas, penlaku merokok 
konsumsi minuman beralkohol penggunaan obat terterang dan pengalaman berpacaran 
serta seksual pramkah Laporan Kesehatan Reproduksi Remaja 2017 mi merupakan 
laporan khusus tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR) yang bertujuan untuk 
menyediakan informasi terkait kesehatan reproduksi remaja tersebut di atas 


Kata Pengantar. xvii 




Laporan Kesehatan Reproduksi Remaja SOKI2017 ini. menyajikan laporan survei secara 
komprehensif dan menyoroti temuan utama untuk setiap pokok bahasan Saya 
mengharapkan informasi ini dapat digunakan sebagai panduan untuk para pembuat 
kebijakan dan program dalam mengembangkan dan mengevaluasi strategi serta 
program pelayanan kesehatan remaja di seluruh Indonesia Laporan KRR SDKI 2017 ini 
sangat bermanfaat bagi Kementenan Kesehatan Hasil dan KRR SOKI 2017 im bersama 
dengan hasil survei lainnya telah digunakan dan terus menjadi rujukan penting 
mendukung perencanaan berbasis bukti untuk memberikan pelayanan yang efektif pada 
kelompok remaja dan dewasa muda 

Saya berterima kasih kepada tim SOKI 2017 dan BPS. BKKBN. Kementerian 
Kesehatan juga apresiasi kepada tim analisis data dan penulis laporan SDKI 2017. 
sehingga laporan ini bisa diselesaikan 


Menten Kesehatan. 


Prof. I Farid Moeloek, Sp.M (K) 



Kata Pengantar. xviii 


SINGKATAN DAN AKRONIM 


AIDS 

Acquired Immune Deficiency 

ART 

Anti Retroviral Theraphy 

BKKBN 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional 

BPS 

Badan Pusat Statistik 

CSPro 

Census and Survey Processing System 

DHS 

Demographic and Health Surveys 

HB 

Hemoglobin 

HIV 

Hunian Immunodeficiency Virus 

ICF 

Inner City Fund 

IMS 

Infeksi Menular Seksual 

INTAMA 

Instruktur Utama 

IPWL 

Instansi Penerima Wajib Lapor 

IUD 

[nira Uterne Device 

KEMENKES 

Kementerian Kesehatan 

KKBPK 

Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga 

KORLAP 

Koordinator Lapangan 

KRR 

Kesehatan Reproduksi Remaja 

KTR 

Kawasan Tanpa Rokok 

MKJP 

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang 

NAPZA 

Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif 

PIK-R/M 

Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi 
Remaja/Mahasiswa 

PK 

Pria Kawin 

PKRR-PIKER 

Pusat Konsultasi Reproduksi Remaja Pusat Informasi Kesehatan 
Reproduksi Remaja 

PMS 

Penyakit Menular Seksual 

PPS 

Probability Proportional to Size 

RP 

Remaja Pria 

RT 

Rumah Tangga 

SDKI 

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 

TPB 

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 


Singkatan dan Akronim 



USAID 

VCT 

WUS 


United States Agency for International Development 
Voluntary HIV Conseling and Testing 
Wanita Usia Subur 


Singkatan dan Akronim • XX 



CARA MEMBACA DAN MEMAHAMI TABEL 
SDKI 2017 




• ■ 

I 


A tiM Uli tm liMUIJ 


Dtlaa pmrnm tmm 



Laporan akhir SDKI 2017 Kesehatan 
Reproduksi Remaja memuat sekitar 70 tabel. 

Tabel-tabel tersebut diletakkan di akhir bab 
untuk mempermudah pembaca. Selain itu, 
format laporan ini lebih mudah untuk dibaca 
karena menampilkan sekitar 5 gambar yang 
secara jelas menampilkan tren, pola nasional 
dan, dan karakteristik latar belakang. 

Laporan disederhanakan menjadi poin-poin 
penting dan terdapat kotak yang berisi 
definisi indikator. 

Teks dan gambar yang ditampilkan disetiap 
bab menyoroti beberapa temuan paling 
penting dari tabel, namun tidak setiap 
temuan dibahas atau ditampilkan secara 
grafis dalam laporan ini. Oleh karena itu, 
pengguna data SDKI diharapkan lebih 
mudah dalam membaca dan 
menginterpretasi tabel. 

Halaman-halaman dalam laporan ini 
memberikan pengantar untuk tabel-tabel 
SDKI, karakteristik latar belakang, dan 
ringkasan singkat mengenai penarikan 

sampel SDKI dan pemahaman mengenai pembagi untuk membuat angka persentase dalam tabel. Selain itu, 
bagian ini menyediakan beberapa latihan untuk pembaca agar mendapatkan pemahaman dalam 
menginterpretasikan tabel-tabel SDKI. 


Cara Membaca dan Memahami Tabel • xxi 


















Contoh 1: Keterpajanan terhadap media massa 

Pertanyaan ini ditanyakan kepada semua responden wanita dan pria belum kawin umur 15- 

24 


Tabel 3.4.1 Akses terhadap media massa 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang biasa membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, dan 


mengakses internet paling sedikit sekal 

seminggu dalam 12 bulan terakhir, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 








Mengakses 

Mengakses 



Membaca 





internet dalam 

internet dalam 


Karakteristik latar 

surat Mendengarkan 


Ketiga media Tidak terpajan 

12 bulan 

satu bulan 


belakang 

kabar/majalah 

radio 

Menonton TV 

massa 

media massa 

terakhir 

terakhir 

Jumlah 


Umur 









15-19 

12,5 

14,3 

81,9 

3,1 

14,2 

86,5 

85,9 

6.750 

20-24 

19,9 

19,3 

78,9 

5,6 

15,4 

93,7 

93,4 

3.221 

Daerah tempat 
tinggal 









Perkotaan 

16,8 

17,4 

80,9 

4,5 

14,0 

94,0 

93,7 

5.890 

Perdesaan 

12,1 

13,8 

81,0 

3,1 

15,6 

81,3 

80,5 

4.081 

Pendidikan 









Tidak Sekolah 

(0,0) 

(8,0) 

(52,8) 

(0,0) 

(47,2) 

(13,1) 

(13,1) 

28 

Tidak tamat SD 

1,0 

13,2 

72,1 

0,4 

27,3 

40,3 

40,0 

119 

Tamat SD 

8,1 

15,0 

78,1 

4,8 

20,8 

50,3 

50,2 

223 

Tidak tamat SLTA 

11,5 

13,9 

81,7 

2,7 

14,4 

85,4 

84,8 

4.928 

Tamat SLTA 

12,5 

16,7 

83,3 


13,3 

93,0 

92,4 

2.296 

Perguruan tinggi 

25,8 

19,8 

78,1 

O 

M,8 

98,7 

98,4 

2.378 

Kuintil kekayaan 





O 




Terbawah 

8,3 

13,2 

70,2 

2,0 

25,6 

62,2 

61,2 

1.409 

Menengah bawah 

11,0 

14,4 

84,1 

2,6 

12,3 

85,3 

84,0 

1.760 

Menengah 

14,1 

15,1 

85,1 

3,5 

11,1 

92,3 

91,9 

1.971 

Menengah atas 

15,4 

15,2 

84,3 

4,0 

11,7 

95,5 

95,3 

2.172 

Teratas 

21,1 

k9 J 

19,5 

i£a_J) 

78,6 

f -"S 

6,0 

15,3 

97,2 

97,2 

2.659 

Jumlah 

sb J 

3,9 

14,6 

88,8 

88,3 

9.971 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 









15-19 

12,1 

13,8 

78,9 

3,3 

18,1 

86,0 

84,3 

7.713 

20-24 

17,2 

17,2 

73,3 

4,3 

22,1 

89,7 

88,2 

4.899 

Daerah tempat 
tinggal 









Perkotaan 

16,7 

15,1 

76,9 

3,9 

18,7 

92,6 

91,5 

6.869 

Perdesaan 

11,0 

15,1 

76,6 

3,4 

20,7 

81,2 

79,1 

5.743 

Pendidikan 









Tidak Sekolah 

10,0 

7,8 

51,6 

0,0 

45,4 

37,0 

32,9 

63 

Tidak tamat SD 

4,7 

11,2 

63,8 

0,7 

33,1 

50,8 

48,3 

505 

Tamat SD 

6,0 

15,1 

64,0 

2,6 

32,8 

63,9 

61,6 

690 

Tidak tamat SLTA 

10,8 

14,3 

79,7 

3,0 

17,6 

86,7 

84,9 

6.426 

Tamat SLTA 

15,8 

15,6 

77,1 

4,0 

19,3 

94,6 

93,2 

3.301 

Perguruan tinggi 

30,2 

18,9 

74,6 

7,1 

17,7 

98,9 

98,5 

1.627 

Kuintil kekayaan 









Terbawah 

7,5 

12,6 

63,9 

2,5 

33,2 

64,3 

61,7 

2.314 

Menengah bawah 

11,4 

14,9 

76,3 

3,3 

20,5 

85,2 

82,3 

2.560 

Menengah 

11,0 

15,8 

79,8 

3,2 

16,7 

91,8 

90,2 

2.534 

Menengah atas 

16,9 

14,9 

81,6 

3,8 

14,5 

95,2 

94,6 

2.607 

Teratas 

22,8 

17,0 

80,8 

5,5 

14,8 

98,2 

97,8 

2.596 

Jumlah 

14,1 

15,1 

76,8 

3,7 

19,6 

87,4 

85,8 

12.612 


Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


Tahap 1 Baca judul dan subjudul area yang berwarna oranye pada contoh 1. Tahap ini menginformasikan 
mengenai topik dan kelompok populasi yang digambarkan. Pada tabel di atas berisi tentang wanita dan pria 
belum kawin umur 15-24 tahun dan frekuensi keterpajanan terhadap media massa. Pertanyaan ini 
ditanyakan untuk semua responden wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun. 


xxii • 


Cara Membaca dan Memahami Tabel 


















Tahap 2: Lihat judul kolom yang diberi warna hijau pada contoh 1. Tahap ini menggambarkan bagaimana 
informasi dikelompokkan. Pada tabel ini, tiga kolom pertama dari data menunjukkan perbedaan jenis media 
yang diakses wanita dan pria selama paling sedikit sekali seminggu. Kolom keempat menunjukkan wanita 
dan pria yang mengakses semua jenis media, sedangkan kolom kelima menunjukkan wanita dan pria yang 
tidak mengakses satu pun media paling sedikit sekali seminggu. Kolom terakhir menunjukkan jumlah wanita 
dan pria umur 15 - 24 tahun yang diwawancarai. 

Tahap 3: Lihat judul kolom yang berwarna merah pada contoh 1. Tahap ini menginformasikan mengenai 
kelompok sub-populasi yang digambarkan, yaitu responden wanita belum kawin umur 15-24 tahun 

Tahap 4: Lihat judul baris pada kolom pertama yang diberi warna biru pada contoh 1. Tahap ini 
menunjukkan perbedaan data yang dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan karakteristik populasi. 
Tabel ini menampilkan keterpajanan media massa dari wanita dan pria berdasarkan umur, daerah tempat 
tinggal, pendidikan, dan kuintil kekayaan. Sebagian besar tabel-tabel yang ada dilaporan SDKI pun dibagi 
kedalam kategori yang sama seperti katergori pada tabel ini. 

Tahap 5: Lihat baris paling bawah yang diberi warna merah muda. Persentase-persentase tersebut mewakili 
jumlah seluruh wanita belum kawin umur 15-24 tahun dan akses terhadap berbagai jenis media. Pada tabel 
diatas, 14,9 persen wanita belum kawin umur 15-24 tahun membaca surat kabar/majalah paling sedikit 
sekali seminggu, 15,9 persen mendengarkan radio paling sedikit sekali seminggu, dan 80,9 persen menonton 
TV paling sedikit seminggu. 

Tahap 6: Untuk mengetahui berapa persen wanita dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi yang 
mengakses ketiga media tersebut paling sedikit sekali seminggu, digambarkan dengan dengan garis yang 
berwarna ungu. Ini menunjukkan bahwa 7 persen wanita belum kawin umur 15-24 tahun yang 
berpendidikan perguruan tinggi mengakses ketiga jenis media paling sedikit sekali seminggu. 

Dengan melihat pola berdasarkan karakteristik latar belakang, kita dapat melihat bagaimana variasi dari 
keterpajanan media massa di Indonesia. Media massa sering digunakan untuk mengkomunikasikan 
informasi kesehatan. Dengan mengetahui bagaimana keterpajanan media massa pada kelompok-kelompok 
tersebut dapat membantu perencanaan program dan pembuat kebijakan dalam menentukan bagaimana cara 
yang paling efektif untuk menjangkau populasi target. 

* Untuk keperluan data, dokumen ini disajikan persis seperti yang muncul di tabel termasuk desimal. Namun, dalam 
penyajian penulisan persentase dari tabel, dibulatkan ke suatu bilangan bulat 


Latihan: Gunakan tabel pada contoh 1 untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut: 

a) Berapa persentase wanita belum kawin di Indonesia yang tidak mengakses ketiga media paling sedikit sekali 
seminggu? 

b) Kelompok umur mana pada wanita belum kawin yang paling mungkin mendengarkan radio paling sedikit 
sekali seminggu? 

c) Bandingkan wanita belum kawin yang tinggal di perkotaan dengan di perdesaan, kelompok mana yang lebih 
mungkin membaca surat kabar/majalah paling sedikit seminggu sekali? 

d) Adakah pola yang jelas dalam keterpajanan terhadap surat kabar/majalah paling sedikit sekali seminggu 
berdasarkan tingkat pendidikan? 

e) Adakah pola yang jelas dalam keterpajanan terhadap surat kabar/majalah paling sedikit sekali seminggu 
berdasarkan tingkat kuintil kekayaan? 


Cara Membaca dan Memahami Tabel • 





xxiv 


nSSuimss 

i]B5[3s jpppss Suipjd qcp?[ tjui/JB qB5[ jmns B3Bqui3ui 2\rei sejejai qoduiop)[ urepjp ejiueav ussjdd %‘zz UEq§uipireqip nSSuiuias 
T[B3f3S jpppas Suipjd qiqefeui/.reqE:>[ jbjiis B3^qui3ui qEMEq.i3j qoduiopq urejEp qnsEui %wzfi uime^ uinpq eiiuem ussjsd g‘£ 

tUEBXE5[3}[ JIJUinq BjfolB^SumdUI §UUI9S }Bq§UIU3UI tl§§UIUI3S ipD[9S }D{ip3S Suipjd qBJBfelU/.reqBq JBJtlS dBp^qJ3J UBUBfBdj3J35[ l U\ (3 

■nSSuiuiss q^3S jpppss Suipkl qEjBfeiii/.reqEq 
lejns B3Bqui3in SueA iSSup iretun&iad ireqipipu3di9q SueA uime^ uinpq ejiuem uasjsd g‘g£ Lreq§uipireqip nSSuiuias 
ipnps ipjipas 8uqed qEp3feui/.reqE)[ jmns B3Bqui3iu q§ jbuibj 5jepp ireqipipu3(ii3q SueA uimb^ uinpq ejiuem uasjad \ iire^ipipusd 

jmfSup bAujb^Suiusui Suuias jb^Suiusui nSSuiuias ipnps jpppas §inp?d qiqefeui/.reqE:>[ jbjtis d^pBqjaj ireirefe&rap}! vx (p 

•ireesapjad ip jeSSuij SiieA uiave>[ uinpq bjiubm uasjsd j‘£j uqB§uipireqip 
nSSuiuias ipnps jpppas §uqBd qEjefEiu/.reqEq jEjns B3Bqui3ui ussjad g‘ 9 j ‘irecjo^jad ip je§§up SireA uiMeq uinpq BJiire^ (° 

•nSSuiuias ipnps jpppss §uqed oipm u^^aBSuapuaui iui jnuin qoduiopq ep^d bjiuem ussjsd £‘6j :unqEj pz - 03 -inuin bjiuem (q 

uasjsd ()‘p\ (b 

:ireqeMBf 


Cara Membaca dan Memahami Tabel 




INDONESIA 









«-« r»i m 



•v m 



<x> 


3 

S 


a 


r*. 


Peta Indonesia • xxv 


8 LAMPUNG 18 NUSA TENGGARA BARAT 28 SULAWESI TENGG 

9 KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 19 NUSA TENGGARA TIMUR 29 GORONTALO 

10 KEPULAUAN RIAU 20 KAliMANTAN BARAT 30 SULAWESI BARAT 






xxvi 



PENDAHULUAN DAN METODOLOGI SURVEI 


1 


S urvei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik 
(BPS) bekeija sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan 
Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pengumpulan data berlangsung dari tanggal 24 Juli hingga 30 
September 2017. Pendanaan survei disediakan oleh Pemerintah Indonesia. Dalam teknis/pelaksanaannya, 
Indonesia mendapat bantuan dari Inner City Fund (ICF) International melalui proyek Demographic and 
Health Surveys (DHS) Program, yaitu program United States Agency for International Development 
(USAID) yang menyediakan dana dan bantuan teknis dalam pelaksanaan survei kependudukan dan 
kesehatan di banyak negara. 

1.1 Tujuan Survei 

Dalam SDKI, pembahasan tentang wanita belum kawin dan pria belum kawin umur 15-24 disebut komponen 
Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) SDKI 2017. Lebih lanjut, KRR SDKI 2017 dirancang khusus untuk 
mencapai beberapa tujuan sebagai berikut: 

• Mengetahui latar belakang responden, yang meliputi keterangan migrasi, pendidikan, akses ke media, 
dan pekerjaan; 

• Memperoleh informasi mengenai pengetahuan remaja terhadap isu kesehatan reproduksi; 

• Mengetahui sikap dan perilaku remaja terhadap berbagai isu kesehatan reproduksi; 

• Mengetahui penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang oleh 
remaja; 

• Mengetahui perilaku seksual remaja; dan 

• Menggali kesadaran remaja terhadap HIV AIDS dan penyakit menular seksual lainnya. 

Informasi yang dikumpulkan melalui KRR SDKI 2017 membantu pembuat kebijakan dan pengelola 
program dalam mengevaluasi serta merancang program dan strategi guna meningkatkan kesehatan 
reproduksi remaja. 

1.2 Rancangan Sampel 

Desain sampling SDKI 2017 dirancang untuk dapat menyajikan estimasi level nasional dan provinsi. Sampel 
SDKI 2017 mencakup 1.970 blok sensus yang meliputi daerah perkotaan dan perdesaan. Dari jumlah blok 
sensus tersebut, perkiraan jumlah sampel rumah tangga yang akan didata sebanyak 49.250 rumah tangga. 
Dari seluruh sampel rumah tangga tersebut diharapkan akan dapat diperoleh sekitar 59.100 responden wanita 
usia subur umur 15-49, 24.625 responden pria belum kawin umur 15-24, dan 14.193 responden pria kawin 
umur 15-54. Kerangka sampel SDKI 2017 menggunakan Master Sampel Blok Sensus dari hasil Sensus 
Penduduk 2010 (SP2010). Kerangka sampel pemilihan rumah tangga menggunakan daftar rumah tangga 
biasa hasil pemutakhiran rumah tangga dari blok sensus terpilih. Daftar ini mencakup rumah tangga biasa, 
tidak termasuk rumah tangga khusus seperti panti asuhan, barak polisi/militer, penjara, dan indekos dimana 
di dalamnnya terdapat minimal 10 orang yang kos dengan makan. 

Desain sampling yang digunakan dalam SDKI 2017 adalah sampling dua tahap berstrata, yaitu: 

Tahap 1: Memilih sejumlah blok sensus secara probability proportional to size (PPS) sistematik 

dengan size jumlah rumah tangga hasil listing SP2010. Dalam hal ini, sistematik dilakukan 
dengan proses implisit stratifikasi menurut perkotaan dan perdesaan serta dengan 
mengurutkan blok sensus berdasarkan kategori Wealth Index dari hasil SP2010. 


Pendahuluan dan Metodologi Survei • 1 



Tahap 2: Memilih 25 rumah tangga biasa di setiap blok sensus terpilih secara sistematik dari hasil 

pemutakhiran rumah tangga di setiap blok sensus tersebut. Sampel pria kawin (PK) akan 
dipilih 8 rumah tangga secara sistematik dari 25 rumah tangga tersebut. 

Keterangan lebih lanjut mengenai desain survei dapat dilihat pada Lampiran B. 

1.3 Kuesioner 

Pelaksanaan SDKI2017 menggunakan 4 (empat) jenis kuesioner yaitu kuesioner rumah tangga (RT), wanita 
usia subur (WUS), pria kawin (PK), dan remaja pria (RP). Informasi mengenai wanita belum kawin umur 
15-24 ditanyakan di bagian terakhir kuesioner WUS. Kuesioner untuk rumah tangga dan wanita usia subur 
umur 15-49 mengacu pada kuesioner DHS Phase 7 tahun 2015 yang sudah mengakomodasi beberapa isu 
terbaru sesuai keterbandingan internasional. Sedangkan kuesioner RP mengacu pada kuesioner SDKI 
sebelumnya. Namun demikian, ada beberapa pertanyaan yang tidak diadopsi dalam SDKI 2017 karena 
kurang sesuai dengan kondisi di Indonesia. Selain itu juga ada penambahan pertanyaan yang disesuaikan 
dengan muatan lokal/spesifik Indonesia yang terkait program kesehatan dan keluarga berencana, serta 
penyesuaian kategori jawaban pada kuesioner. 

Kuesioner rumah tangga digunakan untuk mencatat seluruh anggota rumah tangga dan tamu yang menginap 
semalam sebelum wawancara di rumah tangga terpilih, serta mencatat keadaan tempat tinggal rumah tangga 
terpilih. Pertanyaan pokok anggota rumah tangga mencakup umur, jenis kelamin, status perkawinan, 
pendidikan, dan hubungan dengan kepala rumah tangga. Keterangan mengenai tempat tinggal meliputi 
sumber air minum, jenis kakus, jenis lantai, jenis atap, jenis dinding, dan kepemilikan aset rumah tangga. 
Informasi mengenai kepemilikan aset menggambarkan status sosial-ekonomi rumah tangga tersebut. 
Kegunaan utama kuesioner rumah tangga adalah menentukan responden wanita dan pria yang memenuhi 
syarat untuk diwawancara secara perseorangan (eligible respondent). 

Kuesioner WUS digunakan untuk mengumpulkan informasi wanita umur 15-49. Termasuk dalam kategori 
ini adalah wanita belum kawin umur 15-24. 

Kuesioner Remaja Pria (RP) digunakan untuk mencatat seluruh pria belum kawin umur 15-24 di 25 rumah 
tangga terpilih sampel SDKI 2017. Beberapa daftar pertanyaan yang secara khusus diajukan kepada pria dan 
wanita belum kawin umur 15-24 adalah: 

1. Latar belakang responden; 

2. Pengetahuan dan pengalaman mengenai sistem reproduksi manusia; 

3. Perkawinan dan anak; 

4. Peran keluarga, sekolah, masyarakat, dan media; 

5. Rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang; 

6. HIV AIDS; dan 

7. Pacaran dan perilaku seksual. 

1.4 Uji Coba 

Sebelum memulai kegiatan pengumpulan data di lapangan, kuesioner diuji cobakan terlebih dahulu pada 
bulan Juli sampai dengan Agustus 2016. Tujuan uji coba adalah menguji apakah semua pertanyaan sudah 
jelas dan dapat dimengerti dengan mudah oleh responden. Semua materi survei dan prosedur pelaksanaan 
survei juga diuji. 

Uji coba dilaksanakan di Kabupaten Pidie dan Kota Banda Aceh di Provinsi Aceh; Kabupaten Gunung Kidul 
dan Sleman di Provinsi DI Yogyakarta; dan di Kabupaten Maluku Tengah dan Ambon di Provinsi Maluku. 
Di setiap kabupaten dipilih satu blok sensus perkotaan atau perdesaan. Di setiap kabupaten dibentuk satu tim 
untuk pencacahan lapangan. Berdasarkan temuan hasil uji coba, dilakukan penyempurnaan kuesioner rumah 
tangga dan kuesioner individu. 


2 • Pendahuluan dan Metodologi Survei 


1.5 Pelatihan Petugas 


Pelatihan petugas merupakan bagian penting dalam pelaksanaan SDKI 2017. Pelatihan petugas bertujuan 
menyamakan persepsi petugas terhadap konsep dan definisi operasional dari variabel-variabel yang 
ditanyakan dalam SDKI 2017. Pelatihan SDKI 2017 dimulai dengan pelatihan Instruktur Utama (Intama), 
pelatihan Koordinator Lapangan (Korlap), pelatihan Instruktur Nasional (Innas), dan pelatihan petugas 
lapangan. Tiga hal penting yang harus dicapai pada setiap proses pelatihan meliputi: 

1. Setiap peserta pelatihan harus membaca dan memahami isi kuesioner yang akan digunakan; 

2. Setiap peserta pelatihan harus membaca dan memahami konsep definisi yang terdapat dalam buku 
pedoman; dan 

3. Setiap peserta pelatihan harus memahami cara wawancara dan cara mengisikan jawaban responden 
hasil wawancara ke dalam kuesioner. 

Jumlah peserta pelatihan petugas SDKI 2017 sebanyak 1.160 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 
pewawancara, pemeriksa (editor), dan pengawas. Pelatihan berlangsung pada awal bulan Juli 2017 di 
sembilan pusat pelatihan yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan 
Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk diskusi untuk 
memudahkan proses belajar mengajar. Materi pelatihan meliputi konsep dan definisi, pengetahuan, 
pengalaman, alur pertanyaan, dan konsistensi antar pertanyaan terkait dengan rumah tangga, WUS, PK, RP, 
pengawasan, dan editor lapangan. Selain itu juga dilakukan latihan wawancara dengan mendatangkan 
responden ( role playing) dan ujicoba di lapangan (try out). Hal ini dilakukan agar seluruh petugas dapat 
melakukan wawancara dengan baik dan dapat mengisi kuesioner dengan benar sesuai buku pedoman. 

Dalam kegiatan uji coba di lapangan, setiap pewawancara mencari responden yang memenuhi syarat untuk 
diwawancarai. Setelah wawancara selesai, kuesioner diserahkan kepada editor untuk diperiksa. 

1.6 Pelaksanaan Lapangan 

Dalam pelaksanaannya, SDKI 2017 melibatkan 145 tim yang turun ke lapangan. Secara umum, satu tim 
terdiri dari delapan orang yaitu 1 orang pengawas, 1 orang editor untuk WUS dan PK, 4 orang wanita 
pewawancara WUS, 1 orang pria pewawancara PK (yang merangkap sebagai editor RP), dan 1 orang pria 
pewawancara RP. Kegiatan lapangan berlangsung dari tanggal 24 Juli sampai 30 September 2017. Di daerah 
sulit seperti Papua dan Papua Barat, komposisi tim dimodifikasi sedikit, dengan jumlah anggota sekitar 5 
sampai 6 orang per tim yang terdiri dari 1 orang pengawas, 1 orang editor WUS dan PK, 2 orang petugas 
WUS, 1 orang petugas RP/PK. 

Keterangan lebih lanjut mengenai pelaksanaan lapangan dapat dilihat pada Lampiran B. Lampiran D 
menyajikan daftar orang-orang yang ikut berpartisipasi dalam survei, dan Lampiran E menyajikan daftar 
pertanyaan survei. 

1.7 Pengolahan Data 

Seluruh kuesioner SDKI 2017 yang sudah diisi termasuk lembar pengawasan dikirim ke BPS pusat di 
Jakarta untuk diolah. Pengolahan terdiri dari pemeriksaan isian, pemberian kode pada jawaban pertanyaan 
terbuka, perekaman data, verifikasi, dan pengecekan kesalahan di komputer. Tim pengolahan terdiri dari 34 
orang editor, 112 orang perekam data, 33 orang petugas compare, 19 orang secondary editor, dan 6 orang 
pengawas perekaman data. Perekaman data dilakukan sebanyak dua kali ( double entry) oleh dua orang 
perekam data yang berbeda untuk menjaga kualitas data. Selanjutnya kedua hasil perekaman data 
dibandingkan oleh petugas compare, untuk kemudian dilakukan perbaikan data pada hasil perekaman yang 
tidak konsisten. Perekaman dan pemeriksaan data dilakukan dengan menggunakan program komputer 
Census and Sur\’ey Processing System (CSPro) yang khusus dirancang untuk mengolah data semacam SDKI. 


Pendahuluan dan Metodologi Survei • 3 


1.8 Hasil Kunjungan 


Hasil SDKI 2017 disajikan dalam dua laporan terpisah. Laporan dari hasil wawancara dengan wanita dan 
pria belum kawin umur 15-24 yang disajikan khusus mengenai kesehatan reproduksi remaja (KRR), serta 
laporan hasil wawancara dengan wanita umur 15-49 dan semua pria kawin umur 15-54. 

Secara umum, hasil kunjungan rumah tangga dan perseorangan relatif tinggi (Tabel 1 ). Dari 49.261 rumah 
tangga terpilih SDKI 2017, sebanyak 48.216 rumah tangga berhasil ditemukan, dan dari jumlah tersebut 
sebanyak 47.963 atau 99,5 persen berhasil diwawancarai. 

Dari seluruh rumah tangga yang berhasil diwawancarai oleh tim, diperoleh 11.302 wanita belum kawin umur 
15-24 yang memenuhi syarat untuk diwawancarai dan 10.691 wanita belum kawin yang berhasil 
diwawancarai oleh petugas. Hal ini menunjukkan tingkat respon yang cukup tinggi 97 persen. Sementara 
itu, diperoleh 13.860 pria belum kawin umur 15-24 yang memenuhi syarat untuk diwawancarai dan 13.079 
pria belum kawin yang berhasil diwawancarai dengan tingkat respon sebesar 94 persen. Rendahnya tingkat 
respon remaja pria karena mereka lebih sering tidak dapat dijumpai saat dikunjungi oleh tim. Secara umum, 
tingkat respon kunjungan di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan dengan di daerah perkotaan. 

Informasi lebih lanjut mengenai hasil wawancara rumah tangga dan perseorangan dapat dilihat pada tabel 
berikut ini: 


4 • Pendahuluan dan Metodologi Survei 


Tabel 1 Hasil wawancara rumah tangga dan perseorangan 

Jumlah rumah tangga, jumlah kunjungan dan hasil kunjungan, 
tertimbang), Indonesia 2017 

menurut tempat 

tinggal (tidak 

Hasil wawancara 

Daerah tempat tinggal 
Perkotaan Perdesaan 

Jumlah 

Wawancara rumah tangga 

Rumah tangga sampel 

25.306 

23.955 

49.261 

Rumah tangga ditemui 

24.707 

23.509 

48.216 

Rumah tangga diwawancarai 

24.560 

23.403 

47.963 

Hasil kunjungan 1 

99,4 

99,5 

99,5 

Wawancara dengan wanita belum kawin 
umur 15-24 

Wanita yang memenuhi syarat 

6.605 

4.427 

11.032 

Wanita yang diwawancarai 

6.391 

4.300 

10.691 

Hasil kunjungan 2 

96,8 

97,1 

96,9 

Wawancara dengan pria belum kawin umur 

15-24 

Pria yang memenuhi syarat 

7.699 

6.161 

13.860 

Pria yang diwawancarai 

7.237 

5.842 

13.079 

Hasil kunjungan 2 

94,0 

94,8 

94,4 

1 Rumah tangga yang diwawancarai/rumah tangga yang ditemui 

2 Responden yang diwawancarai/responden yang memenuhi syarat 




Pendahuluan dan Metodologi Survei 


5 




6 • Pendahuluan dan Metodologi Survei 



PROFIL REMAJA 


2 


Temuan Utama 


■ Komposisi: Di antara wanita belum kawin, 68 persen 
berumur 15-19 dan 32 persen berumur 20-24. 

■ Daerah tempat tinggal: Sebagian besar wanita dan 
pria tinggal di perkotaan, yaitu 59 persen wanita dan 55 
persen pria. 

• Hubungan dengan kepala rumah tangga: Tujuh 
puluh tujuh persen wanita dan 80 persen pria tinggal 
bersama orang tua. 

■ Kegiatan saat ini: Lebih dari separuh (52%) wanita dan 
35 persen pria hanya bersekolah. Dua puluh empat 
persen wanita dan 38 persen pria hanya bekerja. 

■ Pendidikan: Wanita memiliki pendidikan yang lebih 
tinggi dibandingkan pria, 47 persen wanita tamat SLTA 
atau sekolah lebih tinggi, dibandingkan 39 persen pria. 


B ab ini menyajikan informasi mengenai karakteristik demografi dan sosio-ekonomi responden wanita 
dan pria belum kawin umur 15-24 yang merupakan komponen Kesehatan Reproduksi Remaja 
(KRR) dalam SDKI2017. Informasi tentang karakteristik latar belakang responden mencakup umur, 
daerah tempat tinggal, tingkat pendidikan, hubungan dengan kepala rumah tangga, kegiatan seminggu yang 
lalu, alasan tidak sekolah, dan status kekayaan. Karakteristik latar belakang utama yang digunakan dalam 
bab-bab selanjutnya adalah pengetahuan, sikap, dan perilaku di bidang kesehatan reproduksi yang 
membedakan wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut umur, daerah tempat tinggal (perkotaan dan 
perdesaan), dan tingkat pendidikan. 

2.1 Karakteristik Responden 

Dari seluruh rumah tangga yang dikunjungi, 9.971 responden wanita dan 12.612 pria berhasil diwawancarai. 
Responden wanita dan pria belum kawin umur 15-24 dalam tulisan ini selanjutnya disebut sebagai wanita 
dan pria. Enam puluh delapan persen wanita berumur 15-19 tahun dan 36 persen berumur 20-24 tahun. 
Sementara, 61 persen pria berumur 15-19 tahun dan 39 persen berumur 20-24 tahun. Wanita dan pria lebih 
banyak yang tinggal di perkotaan (masing-masing 59% dan 55%) dibandingkan di perdesaan (Tabel 2.1). 

Lebih dari separuh wanita dan pria bersekolah hingga tingkat menengah, yaitu 76 persen dan 87 persen. Di 
antara yang tamat SLTA, 24 persen wanita dan 13 persen pria melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 
Kurang dari satu persen wanita dan satu persen pria tidak pernah sekolah. 


Profil Remaja • 7 






Pola menurut karakteristik latar belakang 


Persentase wanita dan pria yang berpendidikan tidak tamat SLTA lebih tinggi dibandingkan kategori 
pendidikan lainnya, masing-masing 49 persen dan 51 persen. 

Berdasarkan kuintil kekayaan, lebih dari separuh wanita dan pria berada pada kelompok menengah ke 
atas (Tabel 2.1). 


Gambar 2.1 Keberadaan remaja 

Distribusi persentase keberadaan wanita dan pria 
belum kawin umur 15-24 dalam rumah tangga 


Perkotaan 


Perdesaan 


Total 


2.2 Tempat Tinggal 

Di sebagian besar rumah tangga yang 
tidak memiliki wanita dan pria (65%), 
sehingga wawancara dengan wanita 
dan pria dilakukan hanya di 35 persen 
rumah tangga. Di 27 persen rumah 
tangga hanya ada satu orang wanita 
atau pria, dan 9 persen rumah tangga 
ada 2 orang atau lebih wanita atau pria. 

Wanita dan pria lebih banyak ditemui 
di perkotaan dibandingkan di 
perdesaan, masing-masing 40 persen 
dan 31 persen (Gambar 2.1). 

Pada sebagian besar rumah tangga, 
responden adalah anak dari kepala 
rumah tangga (77% wanita dan 80% 
pria). Delapan dari sepuluh wanita dan 
pria berumur 15-19 tinggal dengan 
orang tua mereka dibandingkan yang 

berumur 20-24. Ini merupakan kebiasaan di Indonesia, wanita dan pria yang belum kawin tinggal bersama 
orang tua sampai menikah atau menyelesaikan SLTA. Tiga persen wanita dan pria hidup sendiri sebagai 
kepala rumah tangga. Hanya sebagian kecil wanita dan pria yang tinggal di rumah tangga yang kepala rumah 
tangganya adalah saudara kandung sendiri yaitu 2 persen (Gambar 2.2). 



11 


0 


2 + 


8 • Profil Remaja 




Gambar 2.2 Hubungan dengan kepala rumah tangga 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut hubungan dengan 

kepala rumah tangga 



■ Kepala rumah tangga «Saudara kandung *Anak ■ Famili lain Tidak ada hubungan 


Tren: Persentase wanita yang menjadi kepala rumah tangga sedikit menurun selama 5 tahun terakhir, dari 
4 persen pada SDKI 2012 menjadi 3 persen pada SDKI 2017. Persentase pria yang menjadi kepala rumah 
tangga tetap, yaitu 3 persen sejak tahun 2012. Proporsi responden wanita yang tinggal bersama dengan orang 
tua meningkat dari 74 persen (SDKI 2012) menjadi 77 persen (SDKI 2017). Sementara itu, persentase pria, 
masing-masing adalah 78 persen (SDKI 2012) dan 80 persen (SDKI 2017) (Tabel 2.3). 

2.3 Kegiatan Remaja Saat Ini 

Gambar 2.3 menyajikan kegiatan wanita dan pria umur 15-24 selama tujuh hari sebelum survei, bersekolah, 
bekeija, bersekolah dan bekerja, atau tidak bersekolah maupun bekerja. 

Lebih dari separuh wanita yang 
kegiatannya hanya bersekolah 
dibandingkan dengan 35 persen pria. 

Pria lebih besar kemungkinannya 
untuk bekerja saja dibanding wanita 
(masing-masing 38% dan 24%). 

Proporsi wanita dan pria yang 
bekeija dan juga bersekolah hampir 
sama, masing-masing 10 persen dan 
11 persen. Empat belas persen 
wanita dan 15 persen pria tidak 
sekolah dan tidak bekerja (Gambar 
2.3). 

Tren: Persentase wanita yang hanya 
bersekolah meningkat dari 46 persen 
(SDKI 2012) menjadi 52 persen 
(SDKI 2017), untuk pria masing- 
masing adalah 33 persen (SDKI 
2012) dan 35 persen (SDKI 2017). 

Sebaliknya, proporsi wanita yang bekerja turun dari 27 persen (SDKI 2012)menjadi 24 persen (SDKI 2017) 
dan pria dari 42 persen (SDKI 2012) menjadi 38 persen (SDKI 2017). 


Gambar 2.3 Kegiatan saat ini 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 
15-24 menurut kegiatan saat ini 


14 


15 

10 

11 

24 

38 

52 



35 


Lainnya 

i Tidak sekolah/ 
bekerja 

Sekolah dan bekerja 
£ Hanya bekerja 
Hanya sekolah 


Wanita 


Pria 


Profil Remaja • 9 

































Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria umur 15-19 lebih tinggi yang bersekolah saja dibandingkan dengan kelompok 
umur 20-24. Sebaliknya, kelompok umur 20-24 tahun tiga kali lebih banyak yang hanya bekerja 
dibandingkan dengan umur 15-19 tahun. 

■ Wanita dan pria yang belum tamat SLTA, lebih banyak yang bersekolah saja masing-masing 77% dan 
57%. Persentase wanita yang hanya bekerja, tertinggi pada wanita yang tamat SLTA (60%). Sedangkan 
persentase pria yang hanya bekerja, tertinggi pada pria yang tamat SD (75%). 

■ Berdasarkan kuintil kekayaan, persentase pria yang hanya bersekolah saja naik seiring dengan kuintil 
kekayaan, sebagai contoh 26 persen pria pada kuintil terbawah sampai dengan 48 persen pria pada kuintil 
teratas. Sebaliknya, persentase wanita dan pria yang tidak bersekolah dan tidak bekerja turun sejalan 
dengan meningkatnya kuintil kekayaan, sebagai contoh 23 persen wanita pada kuintil terbawah sampai 
7 persen pada kuintil teratas (Tabel 2.4). 

2.4 Pendidikan 

Pendidikan 

Pendidikan digolongkan menjadi: 

• Tidak sekolah: responden tidak pernah sekolah. 

• Tidak tamat SD: responden pernah/sedang menduduki SD. 

• Tamat SD: responden sudah menamatkan SD. 

• Tidak tamat SLTA: responden yang belum menamatkan SLTA 
termasuk yang pernah/sedang bersekolah di SMP, tamat SMP, 
maupun yang pernah/sedang bersekolah di SLTA. 

• Tamat SLTA: responden sudah menamatkan SLTA. 

• Perguruan tinggi: responden dengan tingkat pendidikan SLTA ke atas. 

Sampel: Wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 


2.4.1 Jenjang Pendidikan 


Gambar 2.4 Pendidikan 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 
15-24 menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan 


Pendidikan merupakan faktor 
utama yang memengaruhi individu 
dalam hal pengetahuan, sikap 
maupun perilaku. Dengan memiliki 
kemampuan membaca seseorang 
akan memperoleh informasi yang 
akan berdampak pada dirinya 
sendiri. Sehingga pendidikan 
adalah faktor penentu utama dari 
gaya hidup dan status seseorang 
dalam masyarakat. 

Gambar 2.4 menunjukkan bahwa 
hampir semua responden pernah 
mengikuti pendidikan formal. 

Kurang dari satu persen wanita atau 
pria yang tidak bersekolah. 

Proporsi wanita dan pria terbesar adalah pendidikan tidak tamat SLTA, yaitu 49 persen wanita dan 51 persen 
pria. Wanita memiliki pendidikan yang lebih baik dibandingkan pria, 96 persen wanita berpendidikan 
sekolah menengah atau lebih tinggi, dibandingkan 90 persen pria. 



□ Perguruan tinggi 

□ Tamat SLTA 

□ Tidak tamat SLTA 

□ Tamat SD 

□ Tidak tamat SD 
■ Tidak sekolah 


10 • Profil Remaja 
















Tren: Dalam 5 tahun terakhir terjadi peningkatan pendidikan. Wanita yang tamat SLTA atau lebih 
meningkat dari 43 persen pada SDKI 2012 menjadi 47 persen pada SDKI2017. Sedangkan pria yang tamat 
SLTA atau lebih meningkat dari 35 persen menjadi 39 persen. Dalam kurun yang sama, persentase wanita 
dan pria yang tidak sekolah menurun. Tiga persen wanita dan 5 persen pria tidak sekolah pada SDKI 2012, 
turun menjadi kurang dari satu persen wanita dan satu persen pria pada SDKI 2017. 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Wanita maupun pria di daerah perkotaan memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan 
dengan di perdesaan. Lima puluh dua persen wanita di perkotaan berpendidikan tamat SLTA atau 
perguruan tinggi dibandingkan 39 persen wanita di perdesaan. Sementara 47 persen pria di perkotaan 
berpendidikan tamat SLTA atau perguruan tinggi dibandingkan 29 persen pria di perdesaan. 

■ Persentase wanita dan pria yang berpendidikan perguruan tinggi cenderung meningkat seiring dengan 
meningkatnya kuintil kekayaan (Tabel 2.5). 

2.4.2 Alasan Tidak Sekolah 

Alasan Tidak Sekolah 

Responden komponen KRR dalam 
SDKI 2017 yang tidak sedang 
bersekolah ditanya alasan mengapa 
mereka tidak sekolah. Tiga puluh 
lima persen wanita dan 18 persen 
pria mengatakan bahwa mereka 
berhenti sekolah karena merasa 
sudah memiliki pendidikan yang 
cukup. Persentase pria yang 
berhenti sekolah karena mencari 
uang 2 kali lebih tinggi dari pada 
wanita, yaitu 34 persen dan 17 
persen. Serupa dengan itu, 
persentase pria yang tidak sekolah 
karena tidak ingin bersekolah lebih 
dari 2 kali wanita, yaitu 9 persen dan 
4 persen (Gambar 2.5). 

Tren: Alasan wanita berhenti 

sekolah karena tidak ada biaya turun 
dari 37 persen (SDKI 2012) menjadi 
34 persen (SDKI 2017), dan 43 
persen pria (SDKI 2012) menjadi 
26 persen (SDKI 2017). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase alasan berhenti sekolah karena tidak ada biaya di perdesaan lebih tinggi dibandingkan di 
perkotaan. Tetapi persentase yang tidak bersekolah karena mencari uang lebih tinggi di perkotaan 
dibandingkan di perdesaan. 

■ Alasan yang diberikan oleh wanita dan pria dari kuintil kekayaan teratas untuk berhenti sekolah adalah 
karena sudah merasa cukup, yaitu 47 persen wanita dan 27 persen pria. Persentase wanita yang tidak 
sekolah dengan alasan tidak ada biaya cenderung semakin rendah dengan meningkatnya kuintil 
kekayaan (Tabel 2.6). 


Gambar 2.5 Alasan tidak sekolah 

Distribusi persentase distribusi wanita dan pria belum 
kawin umur 15-24 menurut alasan tidak bersekolah lagi 



Lainnya 

i Tidak suka/tidak ingin 
sekolah 

Perlu mencari uang 
i Tidak ada biaya 


Sudah selesai/merasa 
cukup 


Profil Remaja • 11 












2.4.3 Dimensi Ekonomi 


Di perkotaan, persentase terbesar wanita dan pria berada pada kuintil teratas, masing-masing 38 persen dan 
31 persen pria. Sebaliknya, persentase terbesar wanita dan pria yang berada pada kuintil terbawah, masing- 
masing 27 persen wanita dan 3 1 persen tingal di perdesaan (Gambar 2.6). 


Gambar 2.6 Status Kekayaan 


Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut kuintil 

kekayaan 



Perkotaan 

Perdesaan 

Perkotaan 


Perdesaan 


Wanita 


Pria 



■ Terbawah ■ Menengah bawah «Menengah ■ Menengah atas aTeratas 


Secara keseluruhan, 14 persen wanita dan 18 persen pria berada di kuintil terbawah, sedangkan 27 persen 
wanita dan 21 persen pria berada di kuintil kekayaan teratas. Sebagian besar responden wanita maupun pria 
umur 15-19 tahun dan 20-24 tahun berada pada kuintil menengah ke atas, yaitu masing-masing 64 persen 
dan 77 persen. Untuk pria angkanya adalah 60 persen dan 63 persen. Mayoritas remaja di perkotaan (83% 
wanita dan 78% pria) berada di 3 kuintil kekayaan teratas. Sebaliknya, 73 persen wanita dan 78 persen pria 
di daerah perdesaan berada pada kuintil menengah ke bawah (Tabel 2.7). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria pada kuintil teratas cenderung lebih tinggi di perkotaan dibandingkan di 
perdesaan. Sebaliknya, persentase wanita dan pria dari kuintil terbawah yang tinggal di perdesaan lebih 
tinggi dibandingkan di perkotaan. 

■ Persentase wanita yang berada pada kuintil kekayaan teratas tertinggi pada wanita yang berpendidikan 
perguruan tinggi (47%). Sementara itu, persentase pria yang berada pada kuintil kekayaan teratas 
cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan mereka mulai dari tidak tamat SD (2%) 
menjadi (48%) pada mereka yang berpendidikan perguruan tinggi (Tabel 2.7). 


12 • Profil Remaja 



Daftar Tabel 


Informasi lebih lanjut mengenai karakteristik responden dapat dilihat pada tabel berikut ini. 


• Tabel 2.1 

• Tabel 2.2 

• Tabel 2.3 

• Tabel 2.4 

• Tabel 2.5 

• Tabel 2.6 

• Tabel 2.7 


Karakteristik latar belakang responden 
Keberadaan remaja dalam rumah tangga 
Hubungan dengan kepala rumah tangga 
Kegiatan saat ini 

Jenjang pendidikan menurut karekteristik latar belakang 
Alasan tidak sekolah 
Status kekayaan 


Profil Remaja • 13 



Tabel 2.1 Karakteristik latar belakang responden 

Persentase distribusi pria dan wanita belum kawin umur 15-24 menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Wanita belum kawin _ _ Pria belum kawin 


Karakteristik latar belakang 

Persentase 

Tertimbang 

Jumlah 

Tertimbang 

Jumlah Tak 
Tertimbang 

Persentase 

Tertimbang 

Jumlah 

Tertimbang 

Jumlah Tak 
Tertimbang 

Umur 

15 

15,3 

1.523 

1.655 

13,6 

1.715 

1.755 

16 

15,1 

1.507 

1.625 

13,1 

1.648 

1.715 

17 

16,2 

1.614 

1.663 

14,6 

1.840 

1.840 

18 

11,2 

1.115 

1.207 

10,3 

1.304 

1.398 

19 

9,9 

992 

1.056 

9,6 

1.206 

1.310 

15-19 

67,7 

6.750 

7.206 

61,2 

7.713 

8.018 

20 

9,7 

972 

958 

9,1 

1.153 

1.223 

21 

8,0 

793 

861 

7,9 

998 

1.048 

22 

6,1 

607 

669 

8,6 

1.084 

1.084 

23 

4,9 

492 

549 

7,1 

901 

917 

24 

3,6 

357 

448 

6,0 

763 

789 

20-24 

32,3 

3.221 

3.485 

38,8 

4.899 

5.061 

Daerah Tempat tinggal 

Perkotaan 

59,1 

5.890 

6.391 

54,5 

6.869 

7.237 

Perdesaan 

40,9 

4.081 

4.300 

45,5 

5.743 

5.842 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

0,3 

28 

33 

0,5 

63 

74 

Tidak tamat SD 

1,2 

119 

151 

4,0 

505 

600 

Tamat SD 

2,2 

223 

232 

5,5 

690 

599 

Tidak tamat SLTA 

49,4 

4.928 

5.189 

50,9 

6.426 

6.469 

Tamat SLTA 

23,0 

2.296 

2.301 

26,2 

3.301 

3.328 

Perguruan Tinggi 

23,8 

2.378 

2.785 

12,9 

1.627 

2.009 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

14,1 

1.409 

2.031 

18,4 

2.314 

3.097 

Menengah bawah 

17,6 

1.760 

1.983 

20,3 

2.560 

2.623 

Menengah 

19,8 

1.971 

2.009 

20,1 

2.534 

2.451 

Menengah atas 

21,8 

2.172 

2.165 

20,7 

2.607 

2.473 

Teratas 

26,7 

2.659 

2.503 

20,6 

2.596 

2.435 

Jumlah 

100,0 

9.971 

10.691 

100,0 

12.612 

13.079 


Profil Remaja 





Tabel 2.2 Keberadaan wanita dan pria belum kawin dalam rumah tangga 

Distribusi persentase rumah tangga menurut keberadaan wanita belum kawin umur 
15-24 dan pria belum kawin umur 15-24, menurut daerah tempat tinggal, Indonesia 
2017 


Daerah Tempat Tinggal 

Jumlah remaja (orang) _ Perkotaan Perdesaan Jumlah 


0 

60,1 

68,6 

64,5 

1 

29,0 

24,8 

26,8 

2 

8,8 

5,5 

7,1 

3 

1,7 

0,9 

1,3 

4+ 

0,4 

0,2 

0,3 

Jumlah 

100,0 

100,0 

100,0 

Jumlah rumah tangga 

23.458 

24.505 

47.963 


Tabel 2.3 Hubunaan denaan keDala rumah tanaaa 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 menurut hubungan 
dengan kepala rumah tangga dan umur, Indonesia 2017 

Hubungan dengan 
kepala rumah tangga 

Wanita belum kawin 

Pria belum kawin 

15-19 

20-24 

Jumlah 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Kepala rumah tangga 

0,9 

6,1 

2,6 

0,9 

6,3 

3,0 

Saudara kandung 

1,3 

2,4 

1,7 

1,2 

2,2 

1,6 

Anak 

79,3 

72,7 

77,2 

81,4 

77,2 

79,7 

Famili lain 

13,6 

10,8 

12,7 

13,1 

9,9 

11,9 

Tidak ada hubungan 

4,9 

7,9 

5,8 

3,4 

4,4 

3,8 

Tidak terjawab 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

Jumlah 

100,0 

100,0 

100,0 

100,0 

100,0 

100,0 

Jumlah remaja 

6.750 

3.221 

9.971 

7.713 

4.899 

12.612 


Profil Remaja • 15 



Tabel 2.4 Kegiatan saat ini 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 menurut kegiatan saat ini dan 
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Kegiatan saat in i_ 

Tidak 


Karakteristik latar 
belakang 

Hanya 

sekolah 

Hanya 

bekerja 

Sekolah dan 
bekerja 

sekolah/ 

bekerja 

Lainnya 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 



WANITA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

64,7 

13,9 

8,5 

12,8 

0,1 

100,0 

6.750 

20-24 

23,7 

45,7 

12,6 

17,8 

0,2 

100,0 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

50,5 

27,7 

10,3 

11,4 

0,1 

100,0 

5.890 

Perdesaan 

52,9 

19,0 

9,2 

18,7 

0,2 

100,0 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(0,0) 

(43,1) 

(0,0) 

(53,8) 

(3,1) 

100,0 

28 

Tidak tamat SD 

5,5 

44,9 

2,4 

47,2 

0,0 

100,0 

119 

Tamat SD 

1,1 

52,2 

1,4 

44,2 

1,1 

100,0 

223 

Tidak tamat SLTA 

76,5 

8,6 

8,5 

6,4 

0,1 

100,0 

4.928 

Tamat SLTA 

2,9 

59,6 

2,5 

34,9 

0,1 

100,0 

2.296 

Perguruan Tinggi 

54,2 

18,4 

21,0 

6,3 

0,1 

100,0 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

47,8 

19,7 

8,9 

23,4 

0,2 

100,0 

1.409 

Menengah bawah 

53,6 

20,6 

6,8 

18,8 

0,2 

100,0 

1.760 

Menengah 

50,4 

25,2 

9,4 

14,8 

0,2 

100,0 

1.971 

Menengah atas 

49,7 

27,4 

9,5 

13,4 

0,0 

100,0 

2.172 

Teratas 

54,2 

25,4 

13,0 

7,3 

0,0 

100,0 

2.659 

Jumlah 

51,5 

24,2 

9,8 

14,4 

0,1 

100,0 

9.971 




PRIA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

51,6 

22,4 

12,6 

12,9 

0,5 

100,0 

7.713 

20-24 

9,6 

62,8 

9,1 

17,9 

0,6 

100,0 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

38,3 

36,3 

10,5 

14,2 

0,6 

100,0 

6.869 

Perdesaan 

31,6 

40,1 

12,1 

15,6 

0,5 

100,0 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

100,0 

100,0 

63 

Tidak tamat SD 

2,9 

70,8 

1,7 

24,6 

0,0 

100,0 

505 

Tamat SD 

0,2 

74,7 

1,8 

23,4 

0,0 

100,0 

690 

Tidak tamat SLTA 

56,8 

21,1 

13,5 

8,5 

0,0 

100,0 

6.426 

Tamat SLTA 

1,5 

69,1 

1,4 

27,9 

0,0 

100,0 

3.301 

Perguruan Tinggi 

44,9 

17,9 

29,6 

7,4 

0,3 

100,0 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

25,9 

45,0 

10,4 

17,6 

1,2 

100,0 

2.314 

Menengah bawah 

31,1 

42,5 

10,1 

15,9 

0,4 

100,0 

2.560 

Menengah 

33,3 

41,0 

9,5 

15,4 

0,7 

100,0 

2.534 

Menengah atas 

37,4 

36,3 

11,8 

14,3 

0,1 

100,0 

2.607 

Teratas 

47,5 

26,4 

14,2 

11,4 

0,5 

100,0 

2.596 

Jumlah 

35,3 

38,1 

11,2 

14,9 

0,6 

100,0 

12.612 


Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


Profil Remaja 


Tabel 2.5 Jeniana pendidikan menurut karekteristik latar belakana 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15 -24 dan pria belum kawin umur 15-24 menurut jenjang pendidikan tertinggi yang pernah 
diduduki, berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 




Pendidikan 





Karakteristik latar belakang 

Tidak Tidak tamat Tamat 

bersekolah SD SD 

Tidak tamat 
SLTA 

Tamat 

SLTA 

Perguruan 

Tinggi 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 




WANITA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

0,2 

1,2 

2,3 

69,5 

16,5 

10,3 

100,0 

6.750 

20-24 

0,4 

1,2 

2,2 

7,4 

36,6 

52,3 

100,0 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

0,1 

0,8 

1,8 

45,1 

24,5 

27,7 

100,0 

5.890 

Perdesaan 

0,5 

1,8 

2,9 

55,7 

20,8 

18,2 

100,0 

4.081 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

1,2 

3,7 

6,4 

62,6 

19,7 

6,3 

100,0 

1.409 

Menengah bawah 

0,2 

1,2 

2,8 

56,8 

24,3 

14,7 

100,0 

1.760 

Menengah 

0,2 

1,3 

1,5 

52,4 

26,0 

18,6 

100,0 

1.971 

Menengah atas 

0,0 

0,6 

0,7 

43,2 

30,2 

25,4 

100,0 

2.172 

Teratas 

0,1 

0,3 

1,4 

40,4 

15,9 

41,9 

100,0 

2.659 

Jumlah 

0,3 

1,2 

2,2 

49,4 

23,0 

23,8 

100,0 

9.971 




PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

0,5 

3,6 

4,5 

70,9 

15,3 

5,2 

100,0 

7.713 

20-24 

0,6 

4,6 

7,1 

19,5 

43,2 

25,0 

100,0 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

0,5 

2,6 

4,0 

45,6 

29,8 

17,5 

100,0 

6.869 

Perdesaan 

0,5 

5,7 

7,3 

57,4 

21,8 

7,4 

100,0 

5.743 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

1,2 

12,1 

12,9 

54,8 

16,2 

2,8 

100,0 

2.314 

Menengah bawah 

0,4 

4,6 

8,0 

56,7 

23,0 

7,3 

100,0 

2.560 

Menengah 

0,6 

2,5 

4,2 

54,6 

30,4 

7,7 

100,0 

2.534 

Menengah atas 

0,1 

1,3 

2,3 

47,1 

34,0 

15,2 

100,0 

2.607 

Teratas 

0,3 

0,4 

0,7 

42,2 

26,2 

30,2 

100,0 

2.596 

Jumlah 

0,5 

4,0 

5,5 

50,9 

26,2 

12,9 

100,0 

12.612 


Profil Remaja 


17 






Tabel 2.6 Alasan tidak sekolah 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 yang tidak bersekolah lagi, menurut alasan tidak sekolah, 
umur dan daerah tempat tinggal, berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Alasan tidak sekoIah 


Karakteristik 

latar 

belakang 


Sudah 

selesai/ 

merasa 

cukup 






Tidak 




Hamil Mengurus 
Hami ' ART lain 

Membantu 

Tidak 

Perlu 

suka/ 

Tidak 

Sekolah 

Tidak , , , 

Lainnya terjawab Jumlah 

usaha 

keluarga 

ada 

biaya 

cari 

uang 

tidak 

ingin 

lulus 

ujian 

terlalu 

jauh 





sekolah 





Jumlah 

remaja 


WANITA BELUM KAWIN 


Umur 


15-19 

25,3 

0,5 

1,0 

1,7 

39,6 

15,5 

5,5 

1,1 

1,2 

8,4 

0,3 

100,0 

1.803 

20-24 

42,8 

0,1 

0,9 

1,3 

29,5 

18,0 

2,4 

0,5 

0,8 

3,5 

0,2 

100,0 

2.044 

Daerah 

tempat 

tinggal 

Perkotaan 

38,4 

0,1 

0,4 

1,8 

28,6 

20,7 

3,1 

0,6 

0,5 

5,4 

0,3 

100,0 

2.306 

Perdesaan 

29,0 

0,5 

1,7 

1,0 

42,6 

11,1 

5,0 

1,0 

1,6 

6,4 

0,2 

100,0 

1.541 

Kuintll 

kekayaan 

Terbawah 

18,9 

0,6 

1,9 

0,6 

54,9 

8,2 

6,1 

0,4 

2,8 

5,3 

0,3 

100,0 

608 

Menengah 

bawah 

22,6 

0,6 

0,8 

1,2 

47,5 

12,6 

6,5 

0,4 

0,7 

6,8 

0,1 

100,0 

694 

Menengah 

36,0 

0,3 

0,8 

2,0 

34,1 

16,9 

3,1 

0,8 

0,7 

5,1 

0,2 

100,0 

789 

Menengah 

atas 

41,2 

0,0 

0,6 

0,9 

24,5 

22,3 

2,6 

1,0 

0,4 

6,0 

0,4 

100,0 

886 

Teratas 

47,2 

0,0 

0,8 

2,5 

19,2 

20,7 

2,0 

1,1 

0,6 

5,7 

0,2 

100,0 

870 

Jumlah 

34,6 

0,3 

0,9 

1,5 

34,2 

16,9 

3,8 

0,8 

1,0 

5,8 

0,3 

100,0 

3874 


PRIA BELUM KAWIN 


Umur 


15-19 

14,1 

0,0 

0,5 

3,7 

26,1 

30,0 

20-24 

20,3 

0,0 

0,5 

2,5 

25,7 

36,9 

Daerah 

tempat 

tinggal 

Perkotaan 

21,2 

0,0 

0,6 

2,9 

20,6 

38,6 

Perdesaan 

14,1 

0,0 

0,3 

3,0 

31,6 

29,2 

Kuintll 

kekayaan 

Terbawah 

9,9 

0,0 

0,6 

3,7 

37,4 

23,5 

Menengah 

bawah 

14,8 

0,0 

0,3 

3,1 

30,0 

32,4 

Menengah 

17,8 

0,0 

0,4 

2,8 

25,8 

36,4 

Menengah 

atas 

22,8 

0,0 

0,9 

2,4 

18,5 

39,1 

Teratas 

27,2 

0,0 

0,3 

2,6 

12,6 

41,9 

Jumlah 

17,8 

0,0 

0,5 

2,9 

25,9 

34,1 


12,7 

0,6 

1,2 

9,3 

1,8 

100,0 

2.720 

6,2 

0,4 

0,6 

4,3 

2,6 

100,0 

3.954 


6,1 

0,6 

0,2 

6,5 

2,8 

100,0 

3.473 

11,9 

0,3 

1,6 

6,2 

1,8 

100,0 

3.201 


11,1 

0,3 

2,2 

9,7 

1,6 

100,0 

1.448 

10,2 

0,3 

1,1 

5,1 

2,7 

100,0 

1.495 

8,6 

0,2 

0,5 

5,4 

2,1 

100,0 

1.430 

8,0 

1,1 

0,2 

5,1 

1,9 

100,0 

1.321 

5,1 

0,6 

0,1 

6,3 

3,4 

100,0 

980 

8,8 

0,5 

0,9 

6,3 

2,3 

100,0 

6.674 


18 • Profil Remaja 




Tabel 2.7 Status kekayaan 


Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 menurut kuintil kekayaan dan karakteristik latar 
belakang, Indonesia 2017 





Kuintil kekayaan 





Karakteristik 
latar belakang 

Terbawah 

Menengah 

bawah 

Menengah 

Menenah 

Atas 

Teratas 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 



WANITA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

16,5 

19,3 

20,3 

20,4 

23,5 

100,0 

6.750 

20-24 

9,2 

14,3 

18,6 

24,6 

33,3 

100,0 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

5,3 

12,3 

18,9 

26,0 

37,6 

100,0 

5.890 

Perdesaan 

26,9 

25,4 

21,1 

15,7 

10,9 

100,0 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(62,5) 

(14,1) 

(13,6) 

(0,0) 

(9,8) 

100,0 

28 

Tidak tamat SD 

43,9 

18,1 

20,8 

10,7 

6,4 

100,0 

119 

Tamat SD 

40,8 

22,0 

13,6 

6,6 

17,0 

100,0 

223 

Tidak tamat SLTA 

17,9 

20,3 

21,0 

19,0 

21,8 

100,0 

4.928 

Tamat SLTA 

12,1 

18,6 

22,3 

28,6 

18,4 

100,0 

2.296 

Perguruan Tinggi 

3,7 

10,9 

15,4 

23,2 

46,8 

100,0 

2.378 

Jumlah 

14,1 

17,6 

19,8 

21,8 

26,7 

100,0 

9.971 



PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

19,5 

20,5 

20,1 

19,5 

20,4 

100,0 

7.713 

20-24 

16,6 

20,0 

20,0 

22,5 

20,9 

100,0 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

7,7 

14,6 

20,5 

26,0 

31,2 

100,0 

6.869 

Perdesaan 

31,1 

27,1 

19,6 

14,3 

7,9 

100,0 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

43,9 

15,6 

26,0 

3,5 

11,0 

100,0 

63 

Tidak tamat SD 

55,3 

23,4 

12,3 

6,9 

2,1 

100,0 

505 

Tamat SD 

43,4 

29,6 

15,5 

8,8 

2,8 

100,0 

690 

Tidak tamat SLTA 

19,7 

22,6 

21,5 

19,1 

17,0 

100,0 

6.426 

Tamat SLTA 

11,3 

17,8 

23,3 

26,9 

20,6 

100,0 

3.301 

Perguruan Tinggi 

4,0 

11,5 

12,0 

24,3 

48,2 

100,0 

1.627 

Jumlah 

18,4 

20,3 

20,1 

20,7 

20,6 

100,0 

12.612 


Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


Profil Remaja • 19 




20 • Profil Remaja 



KETERPAJANAN MEDIA MASSA 


3 


Temuan Utama 


• J enis media massa: Delapan puluh satu persen wanita 
belum kawin umur 15-24 dan 77 persen pria belum 
kawin umur 15-24 menonton televisi setidaknya 
seminggu sekali. Hanya 15 persen wanita dan 14 
persen pria yang membaca koran atau majalah. 

• Mengakses internet: Delapan puluh delapan persen 
wanita dan 86 persen pria menggunakan internet dalam 
satu bulan terakhir. 

• J enis informasi: Informasi yang paling sering dijumpai 
oleh wanita dan pria baik di media cetak, televisi, 
maupun radio adalah mengenai penyalahgunaan obat- 
obatan terlarang (narkoba) dan konsumsi alkohol 
(minuman keras). 


B ab ini berisi informasi tentang keterpajanan media massa pada wanita dan pria serta pesan yang 
terkait dengan pencegahan kehamilan, HIV AIDS, kesehatan reproduksi, konsumsi alkohol 
(minuman keras), dan penggunaan obat-obatan terlarang (narkoba). 

3.1 Keterpajanan Media Massa 

Media massa, terutama televisi, memiliki peran penting dalam kehidupan anak-anak dan remaja (Strasburger 
et al. 2013). Media massa seperti media cetak, radio, dan televisi masih dianggap sebagai saluran yang efektif 
untuk menyebarluaskan informasi dan memberikan edukasi terkait program-program pemerintah. Dalam 
beberapa tahun terakhir, informasi semakin mudah diakses seiring dengan perkembangan media digital 
seperti internet, layanan pesan instan, media sosial, dan lainnya. Media digital juga menawarkan pola 
komunikasi yang lebih interaktif dibandingkan dengan media konvensional, dan dalam dasawarsa terakhir 
penggunaan media digital telah menjadi bagian dari gaya hidup (Guse et al. 2012; Levine 2011; Westerman, 
Spence 2014). 

Tabel 3.1 menunjukkan bahwa televisi adalah media massa yang lebih populer dibandingkan dengan koran 
atau majalah dan radio. Setidaknya seminggu sekali 81 persen wanita dan 77 persen pria menonton televisi 
dibandingkan dengan 15 persen wanita dan 14 persen pria yang membaca koran atau majalah. Selain ketiga 
media tersebut, SDKI 2017 juga mengumpulkan informasi mengenai keterpajanan internet. Hasil survei 
menunjukkan 89 persen wanita dan 87 persen pria menggunakan internet dalam periode 1 tahun sebelum 
survei. 


Keterpajanan Media Massa • 21 






Tren: Persentase wanita dan pria yang terpajan tiga 
media massa, yaitu televisi, radio, serta surat kabar dan 
majalah, selama sepuluh tahun terakhir mengalami 
penurunan (Gambar 3.1). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita yang membaca surat 
kabar/majalah, radio, dan internet baik dalam 12 
bulan maupun satu bulan terakhir cenderung lebih 
tinggi pada kelompok umur 20-24 tahun 
dibandingkan yang berumur 15-19 tahun. 

* Persentase wanita dan pria yang terpajan ketiga 
media massa lebih tinggi pada mereka yang tinggal 
di perkotaan dibandingkan perdesaan. 

■ Persentase wanita dan pria yang mengakses internet 
baik dalam 12 bulan maupun satu bulan terakhir 
cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya 
pendidikan dan kuintil kekayaan (Tabel 3.1). 


Gambar 3.1 Keterpajanan media massa 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 
menurut keterpajanan ketiga media massa paling 
sedikit sekali seminggu dalam 12 bulan terakhir 


14 



2007 2012 2017 


Keterpajanan media massa menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.3.1.1 dan Tabel 
A.3.1.2, 


3.2 Informasi Melalui Media Cetak 

Dalam periode 6 bulan sebelum wawancara, 40 persen 
wanita membaca informasi tentang penggunaan 
narkoba di media cetak. Persentase wanita yang 
membaca informasi tentang minuman keras, HIV 
AIDS, pencegahan kehamilan, dan penundaan usia 
kawin lebih rendah, masing-masing adalah 31 persen, 
25 persen, 14 persen, dan 13 persen. Persentase pria 
menunjukkan pola yang sama, 33 persen pria 
membaca tentang narkoba, 28 persen membaca 
tentang minuman keras, 22 persen membaca tentang 
HIV AIDS, 7 persen membaca topik tentang 
pencegahan kehamilan, dan 6 persen membaca 
tentang penundaan usia kawin (Tabel 3.2). 

Tren: Secara umum persentase wanita dan pria yang 
membaca informasi mengenai pencegahan kehamilan, 
HIV AIDS, narkoba, minuman keras dan penundaan 
usia kawin di media cetak mengalami penurunan 
dibanding 5 tahun lalu. Sebagai contoh, 26 persen 
wanita membaca informasi tentang pencegahan 
kehamilan pada SDKI 2012 dibanding 14 persen 
wanita pada SDKI 2017 (Gambar 3.2). 


Gambar 3.2 Informasi melalui media cetak 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang 
membaca informasi mengenai pencegahan kehamilan, minuman 
keras, HIV AIDS, penggunaan obat-obatan terlarang, dan 
penundaan perkawinan melalui media cetak 






22 • Keterpajanan Media Massa 





Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria yang membaca informasi mengenai pencegahan kehamilan, HIV AIDS, 
narkoba, minuman keras, dan penundaan usia kawin di media cetak lebih tinggi pada wanita dan pria 
umur 20-24 tahun dibanding yang berumur 15-19 tahun. Sebagai contoh, 30 persen wanita umur 20-24 
tahun membaca informasi tentang HIV AIDS dibanding 22 persen wanita umur 15-19 tahun. 

■ Persentase wanita dan pria yang membaca informasi mengenai pencegahan kehamilan, HIV AIDS, 
narkoba, minuman keras, dan penundaan usia kawin di media cetak lebih tinggi pada mereka yang 
tinggal di perkotaan dibanding di perdesaan. Sebagai contoh, 28 persen wanita di perkotaan membaca 
informasi HIV AIDS dibanding 20 persen wanita di perdesaan. 

■ Persentase wanita yang membaca informasi tentang penundaan usia kawin, HIV AIDS, dan pencegahan 
kehamilan cenderung meningkat sejalan dengan meningkatnya pendidikan. Persentase wanita yang 
membaca informasi tentang HIV AIDS, narkoba, minuman keras, dan mencegah kehamilan cenderung 
meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan. 

■ Persentase pria yang membaca informasi tentang penundaan usia kawin, HIV AIDS, narkoba, minuman 
keras dan pencegahan kehamilan cenderung meningkat mulai dari pendidikan tidak tamat SD sampai 
dengan perguruan tinggi. Persentase pria yang mendapat informasi tentang penundaan usia kawin, HIV 
AIDS, narkoba, minuman keras dan pencegahan kehamilan cenderung meningkat seiring dengan 
meningkatnya kuintil kekayaan. 

Variasi informasi melalui media cetak menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.3.2.1 dan 
Tabel A.3.2.2, 

3.3 Informasi Melalui Radio 

Dua puluh empat persen wanita dan 21 persen pria mendengar informasi mengenai narkoba, 16 persen wanita 
dan 17 persen pria mendengar informasi mengenai minuman keras, 13 persen wanita dan 12 persen pria 
mendengar informasi tentang HIV AIDS melalui radio. Sedangkan persentase wanita dan pria yang 
mendengar informasi lain seperti pencegahan kehamilan, kondom, IMS, dan penundaan usia kawin tidak 
ada yang mencapai angka 10 persen (Tabel 3.3). 

Tren: Secara umum persentase wanita dan pria 
yang mendengarkan informasi mengenai 
pencegahan kehamilan, HIV AIDS, infeksi 
menular seksual (IMS), dan kondom melalui 
radio mengalami penurunan sejak sepuluh tahun 
terakhir. Sebagai contoh, 19 persen wanita dan 
pria pada SDKI 2012 mendengar informasi 
tentang kondom melalui radio, kemudian pada 
SDKI 2017 turun menjadi 6 persen (Gambar 
3.3). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria yang mendengar 
informasi mengenai pencegahan 
kehamilan, HIV AIDS, narkoba, penundaan 
usia kawin, IMS, kondom, dan minuman 
keras melalui radio tertinggi pada mereka yang berumur 20-24 tahun dibandingkan dengan mereka yang 
berumur 15-19 tahun. Sebagai contoh, 28 persen wanita umur 20-24 tahun mendengar informasi tentang 
narkoba lebih tinggi dibandingkan 22 persen wanita umur 15-19 tahun. 


Gambar 3.3 Informasi melalui radio 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 
15-24 yang mendengar informasi mengenai 
pencegahan kehamilan, HIV AIDS, IMS, dan 
kondom melalui radio 

h Pencegahan kehamilan ■ HIV/AIDS ■ IMS ■ Kondom 



Keterpajanan Media Massa • 23 

















■ Persentase wanita dan pria yang mendengar informasi mengenai pencegahan kehamilan, HIV AIDS, 
narkoba, penundaan usia kawin, IMS, kondom, dan minuman keras melalui radio lebih tinggi pada 
mereka yang tinggal di perkotaan dibanding yang tinggal di perdesaan. Sebagai contoh, 26 persen wanita 
yang tinggal di perkotaan mendengar informasi tentang narkoba lebih tinggi dibandingkan 21 persen 
wanita yang tinggal di perdesaan. 

■ Persentase wanita mendengar informasi melalui radio mengenai penundaan usia kawin, HIV AIDS, 
IMS, narkoba, minuman keras dan pencegahan kehamilan meningkat sejalan dengan meningkatnya 
pendidikan sejak tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. Sebagai contoh, 13 persen wanita 
mendengar informasi mengenai narkoba berpendidikan tidak tamat SD dan 29 persen berpendidikan 
perguruan tinggi. Sedangkan, persentase pria yang mendengar informasi melalui radio meningkat 
sejalan dengan meningkatnya pendidikan sejak tidak tamat SD sampai dengan perguran tinggi. Sebagai 
contoh, 13 persen pria mendengar informasi mengenai narkoba berpendidikan tidak tamat SD dan 30 
persen berpendidikan perguruan tinggi. 

■ Persentase wanita yang mendengar narkoba melalui radio meningkat seiring dengan meningkatnya 
kuintil kekayaan. Sementara itu, persentase pria yang mendengar penundaan usia kawin dan HIV AIDS 
meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan. 

Variasi informasi melalui radio menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.3.3.1 dan Tabel 
A.3.3.2, 

3.4 Informasi Melalui Televisi 

Informasi mengenai narkoba merupakan informasi yang paling banyak dilihat melalui televisi baik oleh 
wanita 84 persen maupun pria 83 persen. Informasi mengenai pencegahan kehamilan hanya dilihat oleh 36 
persen wanita dan 22 persen pria, sedangkan informasi mengenai infeksi menular seksual (IMS) dilihat oleh 
16 persen wanita dan 25 persen pria (Tabel 3.4). 

Tren: Dalam 10 tahun terakhir terdapat penurunan 
persentase wanita dan pria yang melihat informasi 
mengenai HIV AIDS, IMS, dan kondom melalui 
siaran televisi. Sebagai contoh, 55 persen pria pada 
SDKI 2012 melihat informasi tentang kondom 
dibandingkan dengan 53 persen pria pada SDKI 
2017 (Gambar 3.4). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria yang mendapat 
informasi melalui televisi mengenai 
pencegahan kehamilan, HIV AIDS, narkoba, 
penundaan usia kawin, IMS, kondom, dan 
minuman keras melalui televise tertinggi pada 
mereka yang berumur 20-24 tahun 
dibandingkan dengan mereka yang berumur 
15-19 tahun. Sebagai contoh, 62 persen wanita 
umur 20-24 tahun mendapat informasi tentang HIV AIDS lebih tingi dibandingkan 42 persen wanita 
umur 15-19 tahun. 

■ Persentase wanita dan pria yang mendapat informasi mengenai pencegahan kehamilan, HIV AIDS, 
narkoba, penundaan usia kawin, IMS, kondom, dan minuman keras melalui televisi lebih tinggi pada 
mereka yang tinggal di perkotaan dibanding yang tinggal di perdesaan. Sebagai contoh, 57 persen wanita 


Gambar 3.4 Informasi melalui 
televisi 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 
15-24 yang melihat informasi mengenai 
pencegahan kehamilan, HIV/AIDS, IMS, dan 
kondom melalui televisi 


■ Pencegahan kehamilan ■ HIV/AIDS i IMS ■ Kondom 



24 • Keterpajanan Media Massa 















yang tinggal di perkotaan mendapat informasi tentang HIV AIDS lebih tinggi dibandingkan 47 persen 
wanita yang tinggal di perdesaan. 

■ Persentase wanita dan pria mendapat informasi melalui televisi mengenai penundaan usia kawin, HIV 
AIDS, IMS, narkoba, kondom, dan pencegahan kehamilan meningkat sejalan dengan meningkatnya 
pendidikan sejak tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. Sebagai contoh, 10 persen wanita 
mendapat informasi mengenai HIV AIDS berpendidikan tidak tamat SD dan 66 persen berpendidikan 
perguruan tinggi. 

■ Persentase wanita dan pria yang mendapat informasi melalui televisi mengenai penundaan usia kawin, 
HIV AIDS, IMS, dan kondom meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan. 

Variasi informasi melalui televisi menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.3.4.1 dan Tabel 

A.3.4.2, 


Keterpajanan Media Massa • 25 


Daftar Tabel 


Untuk informasi lebih lanjut mengenai keterpajanan media massa, dapat dilihat pada tabel berikut ini: 

• Tabel 3.1 Keterpajanan media massa 

• Tabel 3.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak 

• Tabel 3.3 Terpajan informasi tertentu melalui radio 

• Tabel 3.4 Terpajan informasi tertentu melalui televisi 


26 • Keterpajanan Media Massa 


Tabel 3.1 Keterpajanan media massa 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang biasa membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi, dan mengakses 
internet paling sedikit sekali seminggu dalam 12 bulan terakhir, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 



Membaca 

surat 

Mendengarkan 

Menonton 

Ketiga 

media 

Tidak 

terpajan 

media 

Mengakses 
internet 
dalam 12 
bulan 

Mengakses 
internet 
dalam satu 
bulan 

Karakteristik latar belakang 

kabar/majalah 

radio 

TV 

massa 

massa 

terakhir 

terakhir Jumlah 


WANITA BELUM KAWIN 


Umur 


15-19 

12,5 

14,3 

81,9 

3,1 

14,2 

86,5 

85,9 

6.750 

20-24 

19,9 

19,3 

78,9 

5,6 

15,4 

93,7 

93,4 

3.221 

Daerah tempat tinggal 









Perkotaan 

16,8 

17,4 

80,9 

4,5 

14,0 

94,0 

93,7 

5.890 

Perdesaan 

12,1 

13,8 

81,0 

3,1 

15,6 

81,3 

80,5 

4.081 

Pendidikan 









Tidak sekolah 

(0,0) 

(8,0) 

(52,8) 

(0,0) 

(47,2) 

(13,1) 

(13,1) 

28 

Tidak tamat SD 

1,0 

13,2 

72,1 

0,4 

27,3 

40,3 

40,0 

119 

Tamat SD 

8,1 

15,0 

78,1 

4,8 

20,8 

50,3 

50,2 

223 

Tidak tamat SLTA 

11,5 

13,9 

81,7 

2,7 

14,4 

85,4 

84,8 

4.928 

Tamat SLTA 

12,5 

16,7 

83,3 

3,4 

13,3 

93,0 

92,4 

2.296 

Perguruan Tinggi 

25,8 

19,8 

78,1 

7,0 

14,8 

98,7 

98,4 

2.378 

Kuintil kekayaan 









Terbawah 

8,3 

13,2 

70,2 

2,0 

25,6 

62,2 

61,2 

1.409 

Menengah bawah 

11,0 

14,4 

84,1 

2,6 

12,3 

85,3 

84,0 

1.760 

Menengah 

14,1 

15,1 

85,1 

3,5 

11,1 

92,3 

91,9 

1.971 

Menengah atas 

15,4 

15,2 

84,3 

4,0 

11,7 

95,5 

95,3 

2.172 

Teratas 

21,1 

19,5 

78,6 

6,0 

15,3 

97,2 

97,2 

2.659 

Jumlah 

14,9 

15,9 

80,9 

3,9 

14,6 

88,8 

88,3 

9.971 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 









15-19 

12,1 

13,8 

78,9 

3,3 

18,1 

86,0 

84,3 

7.713 

20-24 

17,2 

17,2 

73,3 

4,3 

22,1 

89,7 

88,2 

4.899 

Daerah tempat tinggal 









Perkotaan 

16,7 

15,1 

76,9 

3,9 

18,7 

92,6 

91,5 

6.869 

Perdesaan 

11,0 

15,1 

76,6 

3,4 

20,7 

81,2 

79,1 

5.743 

Pendidikan 









Tidak sekolah 

10,0 

7,8 

51,6 

0,0 

45,4 

37,0 

32,9 

63 

Tidak tamat SD 

4,7 

11,2 

63,8 

0,7 

33,1 

50,8 

48,3 

505 

Tamat SD 

6,0 

15,1 

64,0 

2,6 

32,8 

63,9 

61,6 

690 

Tidak tamat SLTA 

10,8 

14,3 

79,7 

3,0 

17,6 

86,7 

84,9 

6.426 

Tamat SLTA 

15,8 

15,6 

77,1 

4,0 

19,3 

94,6 

93,2 

3.301 

Perguruan Tinggi 

30,2 

18,9 

74,6 

7,1 

17,7 

98,9 

98,5 

1.627 

Kuintil kekayaan 









Terbawah 

7,5 

12,6 

63,9 

2,5 

33,2 

64,3 

61,7 

2.314 

Menengah bawah 

11,4 

14,9 

76,3 

3,3 

20,5 

85,2 

82,3 

2.560 

Menengah 

11,0 

15,8 

79,8 

3,2 

16,7 

91,8 

90,2 

2.534 

Menengah atas 

16,9 

14,9 

81,6 

3,8 

14,5 

95,2 

94,6 

2.607 

Teratas 

22,8 

17,0 

80,8 

5,5 

14,8 

98,2 

97,8 

2.596 

Jumlah 

14,1 

15,1 

76,8 

3,7 

19,6 

87,4 

85,8 

12.612 


Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


Keterpajanan Media Massa 


27 










Tabel 3.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak 


Diantara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang membaca surat kabar/majalah, persentase yang membaca informasi tertentu dalam enam bulan terakhir 
sebelum survei, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Pesan yang dibaca 


Karakteristik latar belakang 

Penundaan 
usia kawin 

HIV AIDS 

IMS Iklan kondom 

Narkoba 

Minuman 

keras 

Mencegah 

kehamilan 

Jumlah 



WANITA BELUM KAWIN 






Umur 

15-19 

11,6 

22,1 

9,0 

10,1 

38,7 

29,3 

11,3 

6.750 

20-24 

16,6 

30,1 

15,4 

20,3 

44,2 

33,9 

19,4 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

14,3 

28,1 

12,8 

16,3 

43,5 

33,6 

15,6 

5.890 

Perdesaan 

11,7 

19,7 

8,6 

9,2 

36,0 

26,9 

11,4 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(0,0) 

(0,0) 

(0,0) 

(0,0) 

(1,1) 

(1,1) 

(1,1) 

28 

Tidak tamat SD 

3,7 

0,0 

0,0 

0,0 

7,3 

4,6 

2,6 

119 

Tamat SD 

3,3 

1,5 

1,7 

4,2 

11,3 

9,0 

3,5 

223 

Tidak tamat SLTA 

10,8 

20,9 

8,5 

9,2 

38,3 

29,4 

10,6 

4.928 

Tamat SLTA 

11,2 

21,8 

9,1 

12,6 

34,0 

25,9 

12,8 

2.296 

Perguruan Tinggi 

21,8 

39,0 

19,8 

24,5 

56,0 

42,1 

23,3 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

7,2 

14,6 

5,3 

5,5 

28,9 

23,1 

8,0 

1.409 

Menengah bawah 

13,0 

19,6 

8,8 

10,3 

36,0 

28,0 

11,3 

1.760 

Menengah 

11,9 

23,6 

10,3 

13,8 

40,8 

30,4 

13,6 

1.971 

Menengah atas 

15,0 

27,6 

12,7 

14,6 

42,9 

32,5 

15,8 

2.172 

Teratas 

16,2 

31,7 

14,8 

18,3 

47,3 

35,7 

17,3 

2.659 

Jumlah 

13,2 

24,7 

11,1 

13,4 

40,4 

30,8 

13,9 

9.971 




PRIA BELUM KAWIN 






Umur 

15-19 

5,1 

19,8 

11,8 

10,3 

31,7 

26,5 

5,9 

7.713 

20-24 

7,3 

24.1 

14,8 

17,0 

34,8 

30,2 

9,2 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

7,7 

25,9 

15,3 

15,5 

37,7 

32,2 

9,0 

6.869 

Perdesaan 

3,9 

16,2 

10,1 

9,8 

27,2 

22,9 

5,1 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

6,0 

11,8 

7,5 

9,2 

19,0 

16,5 

3,1 

63 

Tidak tamat SD 

0,9 

1,3 

0,8 

2,4 

4,9 

4,3 

1,5 

505 

Tamat SD 

1,9 

6,4 

2,2 

6,3 

12,0 

11,0 

2,9 

690 

Tidak tamat SLTA 

4,7 

17,3 

10,1 

9,5 

30,1 

25,5 

5,0 

6.426 

Tamat SLTA 

7,2 

26,0 

15,5 

16,4 

36,2 

30,7 

8,5 

3.301 

Perguruan Tinggi 

11,9 

41,6 

27,5 

25,6 

55,4 

47,0 

16,8 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

3,0 

11,5 

6,1 

6,7 

19,4 

16,7 

3,5 

2.314 

Menengah bawah 

4,5 

17,0 

9,7 

9,6 

27,1 

23,3 

5,0 

2.560 

Menengah 

5,3 

21,0 

12,1 

12,4 

32,9 

28,6 

6,5 

2.534 

Menengah atas 

7,0 

24.1 

14,8 

15,9 

36,9 

31,0 

8,0 

2.607 

Teratas 

9,6 

32,5 

21,1 

19,2 

46,8 

38,8 

12,6 

2.596 

Jumlah 

6,0 

21,5 

12,9 

12,9 

32,9 

27,9 

7,2 

12.612 


Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


28 


Keterpajanan Media Massa 






Tabel 3.3 Terpajan informasi tertentu melalui radio 

Diantara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mendengarkan siaran radio, persentase yang mendengar informasi tertentu dalam enam bulan terakhir 
sebelum survei, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Pesan yang didengar 


Karakteristik latar belakang 

Penundaan 
usia kawin 

HIV AIDS 

IMS Iklan kondom 

Narkoba 

Minuman 

keras 

Mencegah 

kehamilan 

Jumlah 



WANITA BELUM KAWIN 






Umur 

15-19 

5,2 

11,1 

3,6 

4,3 

22,0 

14,7 

5,8 

6.750 

20-24 

7,4 

17,8 

6,6 

8,7 

28,0 

19,2 

10,7 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

6,2 

14,8 

4,9 

6,9 

25,7 

16,5 

7,9 

5.890 

Perdesaan 

5,5 

11,2 

4,0 

3,9 

21,3 

15,7 

6,6 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(0,0) 

(8,6) 

(0,0) 

(8,6) 

(18,7) 

(9,7) 

(8,6) 

28 

Tidak tamat SD 

4,1 

2,1 

0,5 

0,9 

12,6 

11,2 

4,3 

119 

Tamat SD 

4,3 

3,2 

1,4 

5,1 

16,3 

15,0 

4,5 

223 

Tidak tamat SLTA 

5,0 

10,3 

3,1 

3,9 

21,3 

15,1 

5,6 

4.928 

Tamat SLTA 

6,1 

15,0 

5,3 

7,0 

25,6 

16,0 

7,8 

2.296 

Perguruan Tinggi 

8,0 

19,4 

7,3 

8,5 

29,0 

19,0 

11,1 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

3,8 

9,7 

2,8 

3,1 

21,2 

15,3 

6,0 

1.409 

Menengah bawah 

6,4 

11,9 

3,6 

5,0 

21,7 

16,5 

7,9 

1.760 

Menengah 

5,6 

11,5 

4,7 

5,3 

22,7 

15,1 

7,2 

1.971 

Menengah atas 

6,7 

14,7 

4,7 

6,8 

24,5 

16,0 

7,3 

2.172 

Teratas 

6,4 

16,4 

5,9 

6,9 

27,1 

17,4 

8,0 

2.659 

Jumlah 

5,9 

13,3 

4,5 

5,7 

23,9 

16,2 

7,4 

9.971 




PRIA BELUM KAWIN 






Umur 

15-19 

2,9 

9,7 

5,1 

4,8 

19,1 

15,2 

2,9 

7.713 

20-24 

4,9 

16.4 

8,7 

7,9 

24,8 

19,9 

5,6 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

4,2 

14.1 

7,1 

6,9 

22,6 

17,5 

4,4 

6.869 

Perdesaan 

3,0 

10,2 

5,8 

5,0 

19,7 

16,4 

3,4 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

0,9 

9,2 

7,5 

2,3 

13,5 

13,5 

6,0 

63 

Tidak tamat SD 

2,6 

5,0 

0,7 

4,2 

12,2 

10,4 

1,8 

505 

Tamat SD 

3,4 

9,0 

4,0 

5,9 

18,9 

16,6 

3,0 

690 

Tidak tamat SLTA 

2,9 

9,6 

5,2 

4,7 

19,4 

15,4 

3,0 

6.426 

Tamat SLTA 

4,2 

15,3 

7,9 

7,2 

22,9 

18,4 

5,2 

3.301 

Perguruan Tinggi 

6,3 

20,5 

11,6 

9,7 

29,6 

23,0 

6,2 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

3,2 

9,5 

4,7 

4,7 

19,1 

15,6 

3,0 

2.314 

Menengah bawah 

3,3 

11,6 

5,6 

5,2 

21,0 

17,2 

3,4 

2.560 

Menengah 

3,4 

11,5 

6,6 

6,7 

21,4 

17,4 

4,1 

2.534 

Menengah atas 

4,0 

13,8 

7,3 

6,4 

20,8 

16,6 

4,6 

2.607 

Teratas 

4,4 

14,6 

8,1 

7,0 

24,0 

18,2 

4,4 

2.596 

Jumlah 

3,7 

12,3 

6,5 

6,0 

21,3 

17,0 

3,9 

12.612 


Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


Keterpajanan Media Massa 


29 





Tabel 3.4 Terpajan informasi tertentu melalui televisi 


Diantara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang melihat siaran televisi, persentase yang melihat informasi tertentu dalam enam bulan terakhir sebelum 
survei, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Pesan yang dilihat 


Karakteristik latar belakang 

Penundaan 
usia kawin 

HIV AIDS 

IMS 

Iklan kondom 

Narkoba 

Minuman 

keras 

Mencegah 

kehamilan 

Jumlah 



WANITA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

26,3 

48,8 

12,8 

31,6 

83,5 

66,5 

32,6 

6.750 

20-24 

30,5 

61,8 

22,6 

51,1 

85,1 

66,1 

43,2 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

28,0 

57,3 

18,0 

45,3 

85,7 

67,0 

37,2 

5.890 

Perdesaan 

27,1 

46,9 

13,0 

27,2 

81,5 

65,5 

34,3 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(2,9) 

(11.5) 

(1.1) 

(13,0) 

(29,5) 

(28,1) 

(10,5) 

28 

Tidak tamat SD 

14,8 

9,8 

1,2 

13,0 

46,8 

39,5 

12,5 

119 

Tamat SD 

20,1 

25,7 

5,9 

23,4 

62,7 

56,7 

21,1 

223 

Tidak tamat SLTA 

25,7 

46,5 

12,1 

30,0 

83,7 

67,6 

31,4 

4.928 

Tamat SLTA 

27,2 

59,5 

17,1 

44,0 

86,3 

68,2 

38,6 

2.296 

Perguruan Tinggi 

33,7 

65,6 

24,9 

51,2 

86,9 

64,9 

46,1 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

20,5 

35,0 

8,6 

19,6 

71,0 

57,7 

24,1 

1.409 

Menengah bawah 

26,0 

48,8 

12,9 

29,7 

83,6 

67,1 

34,6 

1.760 

Menengah 

28,4 

53,3 

15,6 

36,8 

86,4 

69,4 

37,8 

1.971 

Menengah atas 

29,9 

58,5 

18,2 

44,1 

87,8 

68,8 

37,7 

2.172 

Teratas 

30,1 

60,7 

20,4 

48,7 

86,3 

66,4 

40,6 

2.659 

Jumlah 

27,6 

53,0 

16,0 

37,9 

84,0 

66,4 

36,0 

9.971 




PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

17,7 

45,8 

22,3 

46,9 

82,6 

72,0 

18,9 

7.713 

20-24 

20,3 

55,7 

29,6 

62,5 

84,5 

73,9 

27,4 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

20,6 

54,5 

28,6 

60,5 

85,6 

74,4 

25,0 

6.869 

Perdesaan 

16,5 

43,8 

21,0 

44,0 

80,7 

70,8 

18,8 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

19,3 

25,4 

23,9 

30,0 

50,4 

46,5 

17,0 

63 

Tidak tamat SD 

8,6 

17.4 

7,8 

31,3 

62,1 

53,8 

11,1 

505 

Tamat SD 

12,5 

30,7 

13,2 

40,0 

69,3 

65,0 

13,1 

690 

Tidak tamat SLTA 

17,3 

44.4 

21,4 

46,6 

83,1 

72,5 

18,3 

6.426 

Tamat SLTA 

21,0 

60,5 

30,8 

64,9 

87,3 

76,0 

27,7 

3.301 

Perguruan Tinggi 

25,2 

67,6 

39,3 

67,3 

90,3 

77,5 

33,7 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

12,5 

32,8 

14,2 

32,7 

70,5 

62,2 

13,0 

2.314 

Menengah bawah 

17,2 

45,6 

21,6 

46,8 

81,7 

72,3 

19,0 

2.560 

Menengah 

19,0 

49,0 

24,7 

55,2 

85,7 

74,9 

23,4 

2.534 

Menengah atas 

20,7 

56.4 

29,6 

60,8 

87,7 

76,1 

23,9 

2.607 

Teratas 

23,4 

62,5 

34,5 

67,3 

89,8 

77,2 

30,5 

2.596 

Jumlah 

18,7 

49,6 

25,2 

53,0 

83,3 

72,8 

22,2 

12.612 


Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


30 


Keterpajanan Media Massa 





PENGETAHUAN TENTANG SISTEM REPRODUKSI 
DAN PENGALAMAN PUBERTAS 


4 


Temuan Utama 


• Pengetahuan masa pubertas: Persentase perubahan 
fisik masa pubertas wanita yang paling banyak diketahui 
oleh wanita adalah haid (89%), sedangkan yang diketahui 
oleh pria adalah pertumbuhan buah dada (60%). 
Persentase perubahan fisik masa pubertas pria yang 
paling banyak diketahui oleh wanita dan pria adalah 
perubahan suara, masing-masing 77 persen dan 53 
persen. 

• Umur saat pertama haid dan mimpi basah: Dua puluh 
delapan persen wanita mendapatkan haid untuk pertama 
kalinya ketika berumur 13 tahun dan 27 persen pria 
mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya pada 
umur 14. 

• Pengetahuan masa subur: Persentase wanita dan pria 
yang mengetahui masa subur wanita dengan benar, 
masing-masing 33 persen dan 37 persen. 

• Pengetahuan tentang anemia: Delapan persen wanita 
dan 3 persen pria yang dapat menjelaskan anemia 
dengan benar. 

• Sumber informasi kesehatan reproduksi: Dua belas 
persen wanita dan 6 persen pria mengetahui tempat 
diskusi/informasi kesehatan reproduksi. Di antara remaja 
yang mengetahui tempat diskusi kesehatan reproduksi, 
34 persen wanita dan 33 persen pria menyebutkan 
Puskesmas PKPR; 16 persen wanita dan 11 persen pria 
menyebutkan PIK R/M. 

• Pelajaran kesehatan reproduksi di sekolah: 

Persentase wanita dan pria yang mendapatkan pelajaran 
tentang kesehatan reproduksi manusia (59% dan 55%), 
keluarga berencana (12% dan 11%), dan HIV AIDS (48% 
dan 46%) pertama kali paling banyak pada mereka yang 
berpendidikan SLTP. 


B ab ini membahas tentang pengetahuan mengenai sistem reproduksi dan pengalaman pubertas yang 
terdiri dari pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas, sumber pengetahuan tentang 
perubahan fisik saat pubertas, umur saat pertama kali mendapat haid, pengalaman mimpi basah, 
pengetahuan tentang masa subur, serta pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Selain itu, bab ini juga 
membahas peran masyarakat, sekolah, keluarga, dan media massa sebagai sumber informasi kesehatan 
reproduksi manusia, seksualitas, dan infeksi menular seksual (IMS) termasuk Human Immunodeficiency 
Virus (HFV)/Acquired Immunodeficiency syndrome (AIDS). 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 31 







4.1 Pengetahuan Wanita Dan Pria Belum Kawin Tentang Perubahan Fisik 
Pada Masa Pubertas 

Perubahan pada masa pubertas 

Masa transisi dari anak-anak ke dewasa yang ditandai dengan munculnya 
tanda-tanda seksual sekunder dan kemampuan bereproduksi dengan ditandai 
perubahan hormonal, perubahan fisik, maupun psikologis dan sosial. 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 

Pertumbuhan buah dada dan haid merupakan perubahan fisik masa pubertas pada wanita yang paling banyak 
disebutkan oleh responden pria dan wanita. Perubahan fisik masa pubertas pada pria yang paling banyak 
disebutkan oleh responden adalah perubahan suara, diikuti tumbuhnya jakun, dan tumbuhnya rambut di 
muka, dada, kaki serta sekitar kemaluan. Perubahan fisik masa pubertas pada wanita dan pria yang paling 
sedikit disebutkan oleh wanita dan pria adalah peningkatan gairah seksual (Tabel 4.1). 

Tren: Proporsi wanita dan pria belum kawin yang mengetahui bahwa pertumbuhan buah dada merupakan 
salah satu tanda perubahan fisik wanita pada masa pubertas meningkat dari 72 persen pada SDKI 2012 
menjadi 78 persen pada SDKI 2017 untuk wanita dan dari 58 persen pada SDKI 2012 menjadi 60 persen 
pada SDKI 2017 untuk pria. Hal ini seiring dengan turunnya persentase wanita dari 5 persen pada SDKI 2012 
menjadi 2 persen pada SDKI 2017, dan untuk pria dari 20 persen pada SDKI 2012 menjadi 17 persen pada 
SDKI 2017. 

Sumber Pengetahuan tentang Perubahan Fisik Masa Pubertas 

Sumber informasi tentang perubahan fisik masa pubertas yang paling banyak disebutkan oleh wanita dan 
pria adalah guru (79% dan 63%), teman (25% dan 41%) dan internet (22% dan 19%). Hanya 1 persen wanita 
dan pria yang mengetahuinya dari radio (Tabel 4.2). 

Tren: Persentase wanita dan pria yang mengetahui informasi tentang perubahan fisik masa pubertas dari 
guru naik masing-masing dari 61 persen (SDKI 2012) menjadi 79 persen (SDKI 2017) dan dari 46 persen 
(SDKI 2012) menjadi 63 persen (SDKI 2017). Kenaikan yang cukup tinggi juga terjadi pada pemanfaatan 
internet sebagai sumber informasi mengenai perubahan fisik masa pubertas. Pada SDKI 2012 masing- 
masing hanya 5 persen wanita dan pria belum kawin yang memanfaatkan internet sebagai sumber informasi. 
Pada SDKI 2017 persentase tersebut meningkat menjadi 22 persen untuk wanita dan 19 persen untuk pria 
(Gambar 4.1 dan Gambar 4.2). 


Gambar 4.1 Sumber informasi 
perubahan fisik masa pubertas 
dari guru 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 
15-24 menerima informasi mengenai 
perubahan fisik masa pubertas dari guru 


■ 

79 

L 




Wanita 


Pria 


'2012 2017 


Gambar 4.2 Sumber informasi 
perubahan fisik masa pubertas dari 
internet 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 
15-24 menerima informasi mengenai 
perubahan fisik masa pubertas dari internet 


1 

22 




1 

19 




Wanita Pria 

■ 2012 2017 


32 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 




Haid 


Dua puluh delapan persen wanita mendapat haid pertama pada umur 13 tahun, diikuti oleh umur 12 tahun 
(26%), dan umur 14 tahun (23%). Di antara wanita yang pada saat survei berumur 15 tahun yang mendapat 
haid pertama pada umur 12 tahun (32%) dan 13 tahun (31%), sedangkan wanita yang berumur 24 tahun, 30 
persen mendapat haid pertama kali pada umur 13 tahun dan 25 persen pada umur 14 tahun (Tabel 4.3). 

Sebelum haid pertama, 58 persen wanita mendiskusikan tentang haid dengan teman, 45 persen dengan ibu, 
dan 15 persen dengan guru. Dua puluh satu persen wanita tidak mendikusikannya dengan siapapun (Tabel 
4.4). 

Mimpi Basah 

Dua puluh tujuh persen pria mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya pada umur 14 tahun dan 24 
persen ketika umur 15 tahun (Tabel 4.5). Lebih dari separuh pria tidak pernah mendiskusikan dengan 
siapapun tentang mimpi basah sebelum mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya. Di antara yang 
berdiskusi, 38 persen dengan teman dan 20 persen dengan guru (Tabel 4.6). 

4.2 Pengetahuan Masa Subur dan Risiko Kehamilan 

Semua wanita dan pria ditanya tentang pengetahuan masa subur wanita dalam siklus bulanan. Pertama 
mereka ditanya apakah tahu ada hari-hari tertentu, antara hari pertama haid dengan hari pertama haid 
berikutnya, apakah ada hari-hari tertentu seorang wanita mempunyai kemungkinan lebih besar untuk hamil 
apabila dia berhubungan seksual. Mereka yang menjawab ‘Ya’ atas pertanyaan itu kemudian ditanya kapan 
masa subur tersebut, apakah menjelang haid, selama haid, segera setelah haid berakhir, atau di tengah antara 
dua masa haid. Jawaban yang benar adalah di tengah antara dua masa haid. 


Gambar 4.3 Pengetahuan masa 
subur wanita 

Persentase wanita belum kawin umur 15- 
24 yang mengetahui tentang masa subur 
seorang wanita 



G ambar 4.4 Pengetahuan masa 
subur wanita 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 
yang mengetahui tentang masa subur 
seorang wanita 

Tidak 



Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 33 








Tiga puluh tiga persen wanita menjawab dengan benar tentang masa subur wanita, 61 persen tidak dapat 
menjawab dengan benar, dan 6 persen menjawab tidak tahu (Tabel 4.7 dan Gambar 4.3). 

Tiga puluh tujuh persen pria menjawab dengan benar tentang masa subur wanita, 55 persen tidak dapat 
menjawab dengan benar, dan 8 persen lainnya menjawab tidak tahu (Tabel 4.7 dan Gambar 4.4). 

Lebih dari separuh wanita dan pria berpendapat bahwa wanita dapat menjadi hamil setelah sekali melakukan 
hubungan seksual (Tabel 4.8). 

Pola berdasarkan karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat wanita dapat menjadi hamil setelah sekali melakukan 
hubungan seksual lebih tinggi pada kelompok umur 20-24 dibandingkan kelompok umur 15-19. Sebagai 
contoh, 59% pada wanita umur 20-24 berbanding 51% pada wanita umur 15-19 (Tabel 4.8). 

■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat wanita dapat menjadi hamil setelah sekali melakukan 
hubungan seksual paling tinggi di antara mereka yang berpendidikan perguruan tinggi (64% wanita dan 
66% pria). 

■ Persentase wanita dan pria yang mengetahui risiko kehamilan setelah sekali berhubungan seksual 
meningkat seiring meningkatnya kuintil kekayaan. 

Variasi pengetahuan tentang masa subur wanita dan risiko kehamilan menurut provinsi dapat dilihat pada 

Lampiran A Tabel A.4.1 dan Tabel A.4.2. 

4.3 Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Menikah 

Pemeriksaan kesehatan sebelum kawin diperlukan untuk deteksi dini risiko yang berkaitan dengan kesehatan 
reproduksi, antara lain pencegahan penyakit menular seksual. Jenis pemeriksaan kesehatan termasuk 
pemeriksaan fisik, darah, urin, dan lainnya. 

Tujuh puluh persen wanita belum kawin menjawab pemeriksaan yang dibutuhkan sebelum pernikahan 
adalah pemeriksaan fisik, diikuti dengan pemeriksaan darah (39%) dan urin (13%) Di antara pria, 73 persen 
menjawab pemeriksaan fisik diperlukan sebelum menikah dan diikuti pemeriksaan darah (23%) dan urin 
(7%) (Tabel 4.9). 

4.4 Pengetahuan Anemia 

Anemia karena kekurangan zat besi masih menjadi masalah gizi yang utama di Indonesia. Kekurangan zat 
besi adalah gangguan gizi yang paling umum dan tersebar luas di negara-negara berkembang (WHO dkk, 
2001). Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi anemia di antara anak-anak umur 
5-12 di Indonesia adalah 26 persen, 23 persen pada wanita umur 13-18; 23 persen pada wanita umur 15-49, 
dan 37 persen pada ibu hamil. Prevalensi anemia pada pria lebih rendah dari pada wanita, yaitu 12 persen 
pada pria umur 13-18 dan 17 persen pada pria di atas 15 tahun (Kementerian Kesehatan, 2013). 

Apabila anemia tidak ditangani secara dini pada remaja, maka mungkin terjadi peningkatan risiko anemia 
pada saat hamil. Anemia pada wanita hamil akan meningkatkan risiko kematian bila mengalami pendarahan 
berat, berat bayi lahir rendah (BBLR), bayi dengan kelainan bawaan lahir, serta meningkatnya risiko anak 
pendek ( stunting ). Anemia tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi dapat terjadi juga pada pria. 

Dalam SDKI 2017, pengetahuan anemia ditanyakan dan dirinci ke dalam tiga bagian, yaitu pemahaman 
wanita dan pria akan anemia, penyebab anemia, dan cara mengatasi anemia. 


34 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 



Pemahaman Mengenai Anemia 

Sebagian besar wanita dan pria memiliki pemahaman yang kurang benar tentang anemia. Anemia dipahami 
sebagai kurang darah oleh wanita dan pria (masing-masing 73% dan 63%). Kesalahan pemahaman ini lebih 
membahayakan untuk wanita di kemudian hari dibanding untuk pria. Hanya 8 persen wanita dan 3 persen 
pria yang dapat menjawab dengan benar pertanyaan tentang arti anemia (Tabel 4.10 dan Gambar 4.5). 

Pengetahuan Penyebab Anemia 

Wanita dan pria yang pernah mendengar tentang anemia, ditanya lebih lanjut mengenai penyebab anemia. 
Di antara mereka yang dapat menjawab, 37 persen wanita dan 23 persen pria berpendapat bahwa anemia 
disebabkan oleh kurangnya konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Dua puluh enam persen wanita dan 
20 persen pria mengetahui anemia disebabkan oleh kurang mengonsumsi daging, ikan, dan hati. Delapan 
belas persen wanita dan 13 persen pria menjawab anemia disebabkan oleh kurang gizi (malnutrisi) (Tabel 
4.11). 

Pengetahuan Cara Mengatasi Anemia 

Wanita dan pria yang pernah mendengar tentang anemia kemudian ditanya bagaimana seharusnya anemia 
diobati. Di antara mereka yang dapat menjawab, sebagian besar wanita dan pria menjawab minum pil untuk 
menambah darah (masing-masing 59% dan 48%). Jawaban lainya adalah meningkatkan konsumsi sayur- 
sayuran yang kaya akan zat besi (masing-masing 34% dan 21%), mengonsumsi daging, ikan dan hati 
(masing-masing 22% dan 18%). Tujuh belas persen wanita dan 6 persen pria yang menjawab minum tablet 
besi (Tabel 4.12). 


Gambar 4.5 Pengetahuan tentang anemia 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar anemia dan 

persepsi tentang anemia 

■ Wanita h Pria 



Variasi pengetahuan tentang anemia menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.4.3. 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 35 







4.5 Diskusi Tentang Kesehatan Reproduksi 


Kesehatan reproduksi 

Keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh dalam segala hal 
yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi, dan proses-prosesnya. 

Diskusi tentang kesehatan reproduksi 

Kepada siapa dan di mana wanita dan pria mendiskusikan segala sesuatu 
yang berkaitan tentang kesehatan reproduksi termasuk tentang keluarga 
berencana, HIV AIDS, dan infeksi menular seksual (IMS). 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 

Salah satu informasi yang disajikan pada SDKI2017 komponen kesehatan reproduksi remaja adalah diskusi 
tentang isu yang bekaitan dengan kesehatan reproduksi dan berbagai sumber informasi yang diperoleh 
remaja, sumber informasi kesehatan reproduksi yang disukai remaja, dan pengetahuan remaja tentang pusat 
kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, kapan pertama kali remaja mendapatkan informasi tentang 
kesehatan reproduksi, yang terdiri dari pengetahuan tentang keluarga berencana, HIV AIDS, dan IMS. 

Diskusi tentang Kesehatan Reproduksi 

Mayoritas wanita dan pria yang mengetahui tentang kesehatan reproduksi mendiskusikannya dengan teman, 
masing-masing 62 persen dan 51 persen. Lima puluh tiga persen wanita berdiskusi dengan ibu dan 42 persen 
pria berdiskusi dengan guru. Persentase yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan ayah, 4 persen 
pada wanita dan 8 persen pada pria (Tabel 4.13 dan Gambar 4.6). 

Gambar 4.6 Diskusi Kesehatan Reproduksi 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang diajak diskusi tentang 

kesehatan reproduksi 

■ Wanita «Pria 


62 



Teman Ibu Ayah Saudara Kerabat Guru Petugas Pemuka Tidak ada 

kesehatan agama 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria yang mendiskusikan tentang kesehatan reproduksi dengan teman lebih tinggi 
pada kelompok umur 20-24 dibandingkan umur 15-19, yaitu 68 persen dan 59 persen pada wanita, dan 
55 persen dan 49 persen pada pria (Tabel 4.13). 

■ Persentase wanita dan pria di perkotaan yang mendiskusikan tentang kesehatan reproduksi lebih tinggi 
dari yang tinggal di perdesaan. Sebagai contoh, wanita yang mendiskusikan kesehatan reproduksi 
dengan teman, 64 persen wanita yang tinggal di perkotaan dan 58 persen yang tinggal di perdesaan. 
Sedangkan, pria yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan teman, 56 persen yang tinggal di 
perkotaan dan 46 persen yang tinggal di perdesaan. 


36 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 




■ Persentase wanita dan pria yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan teman, ibu, ayah, saudara 
kandung, dan petugas kesehatan cenderung meningkat mulai dari pendidikan tidak tamat SD sampai 
dengan perguruan tinggi. 

■ Persentase wanita dan pria yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan teman, ibu, ayah, saudara 
kandung, dan guru cenderung meningkat seiiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan. 

Variasi diskusi tentang kesehatan reproduksi menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel 
A.4.4.1 dan Tabel A.4.4.2, 


Diskusi tentang Kesehatan Reproduksi di Pusat Kesehatan Reproduksi Remaja 

Bagian ini menjelaskan tentang tempat yang menjadi sumber informasi wanita dan pria tentang kesehatan 
reproduksi. Pilihan tempat informasi kesehatan reproduksi adalah Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan 
Reproduksi Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M) atau Pusat Konsultasi Reproduksi Remaja-Pusat Informasi 
Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR-PIKER) yang dikelola oleh BKKBN, Puskesmas PKPR yang 
dikelola oleh Kementerian Kesehatan, Youth Center, dan lainnya. 


Gambar 4.7 Pengetahuan sumber informasi dan 
konseling 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 14-24 menurut tempat 
diskusi kesehatan reproduksi 



Tahu tempat PIK R/M Puskesmas Youth Centre Lainnya Tidak tahu/ 

informasi PKPR tidak ingat 

kespro 


■ Wanita »Pria 


Tabel 4.14 dan Gambar 4.7 menunjukkan 12 persen wanita dan 6 persen pria mengetahui tempat sumber 
informasi tentang kesehatan reproduksi. Di antara wanita dan pria yang mengetahui tempat diskusi 
kesehatan reproduksi, Puskesmas PKPR paling banyak disebutkan oleh mereka, yaitu 34 persen wanita dan 
33 persen pria. Selain itu, 16 persen wanita dan 11 persen pria mengetahui PIK R/M sebagai tempat diskusi 
kesehatan reproduksi. 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria yang mengetahui tempat sumber informasi tentang kesehatan reproduksi dari 
PIK R/M lebih tinggi pada kelompok umur 15-19 dibandingkan 20-24 , yaitu 17 persen dan 16 persen 
pada wanita, 13 persen dan 19 persen pada pria. Sementara itu, persentase wanita yang mengetahui 
Puskemas PKPR sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi lebih tinggi pada wanita yang berumur 
20-24 tahun (35%) dibandingkan dengan wanita yang berumur 15-19 (34%). Sebaliknya, persentase 
pria yang mengetahui Puskesmas PKPR sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi lebih tinggi 
pada pria berumur 15-19 (35%) dibandingkan pria berumur 20-24 (31%). 

■ Pengetahuan wanita dan pria tentang PIK R/M dan Puskesmas PKPR sebagai sumber informasi 
kesehatan reproduksi bervariasi antar kelompok tempat tinggal, pendidikan dan kuintil kekayaan (Tabel 
4.14). 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 37 



Variasi pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja menurut provinsi dapat 
dilihat pada Lampiran A Tabel A.4.5.1 dan Tabel A.4.5.2, 

Sumber Pilihan Informasi tentang Kesehatan Reproduksi yang Diinginkan 

Wanita dan pria dalam survei ditanya mengenai sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut tentang 
kesehatan reproduksi. Petugas kesehatan merupakan sumber informasi yang paling banyak disebut, 43 
persen wanita dan 49 persen pria. Persentase wanita yang memilih ibu sebagai sumber informasi tentang 
kesehatan reproduksi adalah 43 persen. Persentase pria yang mengetahui kesehatan reproduksi dari teman 
(26%) dan guru (25%) (Tabel 4.15 dan Gambar 4.8). 

Gambar 4.8 Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut orang yang disukai 
untuk diskusi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi 


49 



Teman Ibu Ayah Saudara Kerabat Guru Petugas Pemuka Lainnya 

kesehatan agama 

■ Wanita *Pria 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Wanita dan pria yang mengatakan sumber informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi dari ibu 
dan guru lebih tinggi pada kelompok umur 15-19 dibandingkan kelompok umur 20-24 . Sebagai contoh, 
33 persen wanita dan pria umur 15-19 mengatakan guru sebagai sumber informasi lebih lanjut tentang 
kesehatan reproduksi dibandingkan 14 persen wanita dan pria umur 20-24 (Tabel 4.15). 

■ Persentase pria yang memilih petugas kesehatan sebagai sumber informasi lebih lanut tentang kesehatan 
reproduksi lebih tinggi pada pria yang tinggal di perkotaan (53%) dibandingkan dengan pria yang 
tinggal di perdesaan (46%). 

Variasi sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi menurut 

provinsi Lampiran A Tabel A.4.6.1 dan Tabel A.4.6.2, 

4.6 Sumber Informasi Kesehatan Reproduksi yang Diterima Pertama Kali 

Sumber informasi kesehatan reproduksi yang pertama diterima di 
sekolah: 

Sumber informasi tentang kesehatan reproduksi dari sekolah yang diterima 
pertama kali oleh wanita dan pria. Pelajaran kesehatan reproduksi meliputi 
sistem reproduksi manusia, cara mengatur kelahiran, dan HIV AIDS. 

Sampel, wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 


38 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 


Lebih dari separuh wanita dan pria menerima pelajaran tentang kesehatan reproduksi manusia pertama kali 
di SLTP, masing-masing 59 persen dan 55 persen (Tabel 4.16). Pengetahuan tentang KB tidak umum 
dibahas di sekolah. Hal ini terlihat dari rendahnya persentase responden yang menjawab bahwa mereka 
menerima pelajaran tentang KB di sekolah. Secara umum, 12 persen wanita dan 11 persen pria pertama kali 
mendapat pelajaran tentang KB di SLTP (Tabel 4.17). Pelajaran tentang HIV AIDS diterima pertama kali 
di SLTP oleh 48 persen wanita dan 46 persen pria (Tabel 4.18). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

Pelajaran tentang kesehatan reproduksi manusia, KB dan HIV AIDS di sekolah memperlihatkan pola yang 
sama (Tabel 4.16, Tabel 4.17, dan Tabel 4.18). Di semua tingkat pendidikan, wanita yang tinggal di 
perkotaan sedikit lebih besar kemungkinannya untuk menerima pelajaran di tiga bidang itu dibandingkan 
dengan yang tinggal di perdesaan. Persentase pria yang menjawab tentang pelajaran kesehatan reproduksi, 
KB dan HIV AIDS di sekolah bervariasi menurut kuintil kekayaan. 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 39 


Daftar Tabel 


Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengetahuan tentang sistem reproduksi dan pengalaman pubertas, 
lihat tabel berikut: 


• Tabel 4.1 

• Tabel 4.2 

• Tabel 4.3 

• Tabel 4.4 

• Tabel 4.5 

• Tabel 4.6 

• Tabel 4.7 

• Tabel 4.8 

• Tabel 4.9 

• Tabel 4.10 

• Tabel 4.11 

• Tabel 4.12 

• Tabel 4.13 

• Tabel 4.14 

• Tabel 4.15 

• Tabel 4.16 

• Tabel 4.17 

• Tabel 4.18 


Pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas 

Sumber pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas 

Umur saat pertama kali mendapat haid 

Diskusi sebelum haid pertama: Wanita 

Umur saat pertama kali mengalami mimpi basah: Pria 

Diskusi mimpi basah sebelum mimpi basah pertama: Pria 

Pengetahuan tentang masa subur seorang wanita 

Pengetahuan tentang risiko kehamilan 

Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah 

Pengetahuan tentang anemia 

Pengetahuan tentang penyebab anemia 

Pengetahuan tentang cara mengatasi anemia 

Diskusi kesehatan reproduksi 

Pengetahuan sumber informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi 
Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi 
Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi manusia 
Pengetahuan tentang keluarga berencana 
Pengetahuan tentang HIV AIDS 


40 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 



Tabel 4.1 Pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas 


Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui tentang perubahan fisik pria dan wanita pada masa pubertas, 
menurut umur dan jenis kelamin, Indonesia 2017 




Wanita belum kawin 



Pria belum kawin 


Indikator perubahan fisik 

15-19 

20-24 

Jumlah 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Remaja pria 

Pertumbuhan otot 

32,1 

34,0 

32,7 

23,4 

23,8 

23,5 

Perubahan suara 

76,1 

77,7 

76,6 

54,3 

50,1 

52,7 

Pertumbuhan rambut di muka, sekitar 
kemaluan, dada, kaki, dan lengan 

49,3 

48,2 

48,9 

52,7 

49,7 

51,5 

Meningkatnya gairah seksual 

4,3 

5,4 

4,6 

6,7 

11,1 

8,4 

Mimpi basah 

36,9 

38,9 

37,6 

49,6 

53,5 

51,1 

Tumbuh jakun 

68,9 

66,2 

68,0 

45,0 

39,5 

42,8 

Pengerasan puting susu 

1,2 

1,8 

1,4 

2,9 

3,5 

3,1 

Lainnya 

1,9 

2,7 

2,1 

7,1 

11,2 

8,7 

Tidak tahu tanda apapun 

5,6 

4,6 

5,3 

7,9 

7,0 

7,5 

Remaja wanita 

Pertumbuhan rambut pada sekitar 
kemaluan dan ketiak 

39,5 

36,5 

38,5 

23,0 

23,0 

23,0 

Pertumbuhan buah dada 

77,5 

80,6 

78,5 

58,1 

62,5 

59,8 

Pertumbuhan paha 

39,7 

32,2 

37,3 

23,2 

19,6 

21,8 

Meningkatnya gairah seksual 

4,2 

5,9 

4,8 

3,1 

5,1 

3,9 

Haid 

87,8 

90,5 

88,7 

55,9 

61,3 

58,0 

Lainnya 

3,5 

4,4 

3,8 

4,4 

6,8 

5,3 

Tidak tahu tanda apapun 

2,4 

2,2 

2,3 

18,3 

15,0 

17,1 

Jumlah 

6.750 

3.221 

9.971 

7.713 

4.899 

12.612 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 


41 






Tabel 4.2 Sumber pengetahuan tentang perubahan fisik masa pubertas 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menerima informasi mengenai perubahan fisik pada pria atau wanita saat pubertas dari 
berbagai sumber, menurut umur, Indonesia 2017 

Sumber informasi mengenai perubahan 
fisik 

Wanita belum kawin 


Pria belum kawin 


15-19 

20-24 

Jumlah 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Teman 

24,4 

26,6 

25,1 

37,1 

46,0 

40,5 

Ibu 

16,8 

18,5 

17,3 

4,1 

3,5 

3,9 

Ayah 

1,6 

1,9 

1,7 

2,8 

2,7 

2,7 

Saudara kandung 

3,6 

4,9 

4,0 

1,2 

1,7 

1,4 

Kerabat 

4,6 

7,3 

5,5 

2,6 

3,0 

2,8 

Guru 

81,4 

73,0 

78,7 

67,7 

56,0 

63,2 

Petugas kesehatan 

3,6 

4,6 

3,9 

2,2 

2,1 

2,1 

Pemuka agama 

1,8 

1,9 

1,8 

4,5 

4,5 

4,5 

Televisi 

5,8 

8,7 

6,8 

8,0 

10,3 

8,9 

Radio 

0,5 

0,8 

0,6 

0,6 

1,0 

0,8 

Buku/majalah/surat kabar 

19,4 

21,6 

20,1 

10,1 

9,4 

9,8 

Internet 

18,5 

27,8 

21,5 

16,3 

24,0 

19,3 

Lainnya 

1,4 

2,0 

1,6 

1,6 

2,8 

2,1 

Tidak menjawab/Tidak tahu 

0,5 

0,7 

0,6 

0,8 

0,9 

0,9 

Jumlah 

6.750 

3.221 

9.971 

7.713 

4.899 

12.612 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 




Tabel 4.3 Umur saat pertama kali mendapat haid 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang mendapat haid pertama kali menurut umur pada saat survei dilakukan, Indonesia 2017 
_ Umur saat mendapat haid pertam a_ 

Tidak 

Tidak pernah 

<10 11 12 13 14 15 16 17+ terjawab haid Jumlah Jumlah wanita 


Umur saat 

survei 

(tahun) 


15 

2,4 

10,5 

32,1 

31,0 

19,3 

2,8 

0,0 

0,0 

0,0 

1,9 

100,0 

1.523 

16 

2,8 

8,1 

25,9 

29,9 

23,3 

8,4 

1,1 

0,0 

0,1 

0,6 

100,0 

1.507 

17 

1,6 

6,3 

28,3 

27,1 

23,0 

11,1 

2,2 

0,1 

0,0 

0,3 

100,0 

1.614 

18 

1,5 

6,5 

26,9 

26,3 

22,3 

13,5 

2,6 

0,2 

0,1 

0,0 

100,0 

1.115 

19 

1,6 

7,8 

22,1 

28,5 

23,2 

11,9 

4,0 

0,8 

0,2 

0,0 

100,0 

992 

20 

1,7 

4,2 

23,5 

27,0 

24,8 

14,3 

2,8 

1,1 

0,3 

0,3 

100,0 

972 

21 

1,0 

6,2 

23,4 

24,1 

24,0 

15,6 

4,5 

1,2 

0,1 

0,0 

100,0 

793 

22 

2,3 

6,0 

22,2 

25,3 

25,0 

12,7 

3,3 

2,8 

0,4 

0,0 

100,0 

607 

23 

3,3 

5,4 

20,7 

22,6 

23,8 

17,4 

4,3 

1,9 

0,5 

0,0 

100,0 

492 

24 

1,4 

3,8 

23,2 

30,0 

25,2 

12,5 

2,0 

1,7 

0,2 

0,0 

100,0 

357 

Jumlah 

2,0 

7,0 

26,0 

27,7 

22,9 

10,9 

2,3 

0,6 

0,1 

0,5 

100,0 

9.971 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 


43 




44 


Tabel 4. 4 Diskusi sebelum haid pertama: Wanita 

Persentase wanita yang belum kawin umur 15-24 yang telah haid, yang 
diskusi haidnya dengan orang-orang tertentu sebelum haid pertama, 
Indonesia 2017 

Umur 


Orang yang diajak diskusi 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Teman 

59,7 

53,1 

57,5 

Ibu 

43,4 

49,1 

45,2 

Ayah 

0,7 

1,3 

0,9 

Saudara 

13,4 

15,1 

13,9 

Keluarga 

7,8 

9,5 

8,3 

Guru 

15,4 

15,4 

15,4 

Petugas kesehatan 

0,7 

0,7 

0,7 

Pemuka agama 

0,6 

1,1 

0,8 

Lainnya 

1,0 

0,5 

0,9 

Tidak satupun 

20,6 

21,5 

20,9 

Jumlah 

6.708 

3.218 

9.925 


Tabel 4.5 Umur saal pertama kali mengalami mimpi basah: Pria 

Distribusi pria belum kawin umur 15-24 yang telah mengalami mimpi basah menurut umur pada saat mengalami mimpi basah pertama kali, 
Indonesia 2017 


Umur saat pertama kali mengalami mimpi basah 


Umur saat survei 
(tahun) 

< 10 

11 

12 

13 

14 

15 

16 

17+ 

Tidak 

terjawab 

Tidak pernah 
mimpi basah 

Jumlah 

Jumlah 

15 

0,9 

1,7 

11,3 

29,0 

31,7 

10,5 

0,0 

0,0 

0,0 

14,8 

100,0 

1.715 

16 

1,0 

1,8 

7,6 

20,8 

31,5 

25,7 

4,7 

0,0 

0,2 

6,7 

100,0 

1.648 

17 

1,0 

1,4 

7,6 

18,9 

26,3 

27,8 

11,4 

2,1 

0,0 

3,4 

100,0 

1.840 

18 

0,7 

1,0 

6,9 

14,9 

24,8 

30,3 

11,4 

6,7 

0,1 

3,1 

100,0 

1.304 

19 

1,2 

1,5 

6,3 

14,0 

22,3 

26,2 

13,7 

10,6 

0,3 

3,9 

100,0 

1.206 

20 

0,2 

2,0 

5,7 

14,6 

26,1 

24,9 

10,3 

15,0 

0,2 

1,0 

100,0 

1.153 

21 

0,2 

0,4 

5,1 

15,9 

24,2 

25,4 

10,9 

16,7 

0,1 

1,1 

100,0 

998 

22 

0,5 

0,9 

6,6 

15,4 

24,2 

23,6 

12,4 

13,8 

0,3 

2,3 

100,0 

1.084 

23 

0,6 

0,6 

7,4 

14,5 

24,3 

25,8 

9,5 

14,9 

0,1 

2,2 

100,0 

901 

24 

1,1 

0,8 

5,6 

15,1 

24,5 

24,6 

11,4 

13,5 

0,5 

3,0 

100,0 

763 

Jumlah 

0,8 

1,3 

7,3 

18,2 

26,6 

24,1 

9,0 

7,8 

0,2 

4,8 

100,0 

12.612 


• Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 






Tabel 4.6 Diskusi mimpi basah sebelum mimpi basah pertama: Pria 

Persentase pria yang belum kawin umur 15-24, yang diskusi dengan orang- 
orang tertentu tentang mimpi basah sebelum mengalami mimpi basah, 
Indonesia 2017 

Umur 


Orang yang diajak diskusi 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Teman 

37,4 

39,0 

38,0 

Ibu 

1,5 

1,6 

1,5 

Ayah 

1,3 

1,6 

1,4 

Saudara 

0,8 

1,0 

0,9 

Keluarga 

1,2 

1,2 

1,2 

Guru 

20,2 

18,5 

19,5 

Petugas kesehatan 

0,4 

0,2 

0,3 

Pemuka agama 

2,8 

4,1 

3,3 

Lainnya 

0,0 

0,1 

0,1 

Tidak satupun 

56,7 

51,3 

54,5 

Jumlah 

7.188 

4.796 

11.984 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas • 45 




Tabel 4.7 Penaetahuan tentana masa subur seorana wanita 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui bahwa ada hari-hari tertentu dalam siklus haid seorang 
wanita ketika dia lebih mungkin bisa hamil menurut kondisi masa subur mereka, menurut umur, Indonesia 2017 

Masa subur 

Wanita belum kawin 

Pria belum kawin 


15-19 

20-24 

Total 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Sebelum masa subur 

10,7 

9,6 

10,3 

11,2 

11,4 

11,3 

Selama masa subur 

2,8 

0,9 

2,1 

2,6 

1,6 

2,1 

Segera setelah masa subur 

50,0 

48,0 

49,2 

39,5 

43,2 

41,2 

Pertengahan masa subur 

29,7 

37,8 

32,8 

37,0 

36,5 

36,8 

Lainnya 

0,0 

0,0 

0,0 

0,2 

0,2 

0,2 

Tidak tahuTTidak terjawab 

6,7 

3,7 

5,6 

9,5 

7,1 

8,3 

Jumlah 

100,0 

100,0 

100,0 

100,0 

100,0 

100,0 

Jumlah 

3.553 

2.256 

5.809 

2.351 

2.125 

4.476 


Tabel 4.8 Pengetahuan tentang risiko kehamilan 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa wanita menjadi hamil setelah 
sekali melakukan hubungan seksual menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Wanita Pria 



Persen 

Jumlah 

Persen 

Jumlah 

Umur 

15-19 

50,5 

6.750 

48,6 

7.713 

20-24 

59,3 

3.221 

56,3 

4.899 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

55,7 

5.890 

53,9 

6.869 

Perdesaan 

49,8 

4.081 

48,9 

5.743 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

26,0 

28 

35,6 

63 

Tidak Tamat SD 

25,7 

119 

32,2 

505 

Tamat SD 

31,5 

223 

43,6 

690 

Tidak Tamat SLTA 

49,5 

4.928 

48,2 

6.426 

Tamat SLTA 

53,8 

2.296 

56,1 

3.301 

Perguruan Tinggi 

64,4 

2.378 

65,8 

1.627 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

43,8 

1.409 

43,9 

2.314 

Menengah Bawah 

51,1 

1.760 

49,4 

2.560 

Menengah 

51,9 

1.971 

51,9 

2.534 

Menengah Atas 

56,5 

2.172 

54,1 

2.607 

Teratas 

58,2 

2.659 

57,9 

2.596 

Jumlah 

53,3 

9.971 

51,6 

12.612 


46 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 






Tabel 4.9 Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan sebelum menikah itu perlu, menurut 
jenis pemeriksaan dan umur, Indonesia 2017 



Wanita belum kawin 



Pria belum kawin 


Jenis pemeriksaan kesehatan 

15-19 

20-24 

Jumlah 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Fisik 

70,0 

68,6 

69,5 

71,0 

75,3 

72,7 

Darah 

34,9 

45,9 

38,5 

21,2 

25,7 

23,0 

Air seni 

11,3 

17,8 

13,4 

6,6 

8,0 

7,2 

Lainnya 

1,2 

1,6 

1,4 

1,5 

2,5 

1,9 

Tidak tahu 

9,7 

5,8 

8,4 

12,3 

7,4 

10,4 

Tidak terjawab 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

Jumlah 

6.062 

3.000 

9.043 

6.091 

4.020 

10.110 


Tabel 4.10 Pengetahuan tentang anemia 


Di antara wanita dan pria yang belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang anemia, dan mempunyai persepsi tentang anemia, 
menurut umur, Indonesia 2017 


Pengetahuan tentang anemia 

Wanita belum kawin 

Pria belum kawin 


15-19 

20-24 

Jumlah 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Hemoglobin (Hb) rendah 

4,0 

7,7 

5,2 

2,5 

3,5 

2,9 

Kurang zat besi 

7,3 

10,5 

8,4 

3,1 

3,0 

3,1 

Kurang sel darah merah 

13,9 

17,4 

15,1 

7,7 

8,3 

8,0 

Kurang darah 

71,5 

75,7 

73,0 

60,1 

67,6 

63,2 

Kurang Vitamin 

4,5 

3,3 

4,1 

2,3 

3,0 

2,6 

Tekanan darah rendah 

3,6 

5,4 

4,2 

2,6 

4,0 

3,1 

Lainnya 

3,4 

4,1 

3,6 

6,7 

6,0 

6,4 

Tidak tahu 

13,2 

6,9 

11,0 

27,4 

19,7 

24,2 

Jumlah 

5.350 

2.791 

8.141 

3.944 

2.790 

6.734 


Tabel 4.11 Pengetahuan tentang penyebab anemia 


Di antara wanita dan pria yang belum kawin 15-24 yang pernah mendengar tentang anemia, persentase yang melaporkan penyebab khusus 
anemia, 2017 


Penyebab anemia 


Wanita belum kawin 



Pria belum kawin 


15-19 

20-24 

Jumlah 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Kurang mengkonsumsi daging, ikan, 
dan hati 

23,8 

30,1 

26,0 

17,3 

22,9 

19,6 

Kurang mengkonsumsi sayur-sayur 
dan buah-buahan 

35,2 

39,8 

36,7 

21,5 

25,5 

23,2 

Perdarahan 

6,6 

8,0 

7,1 

4,1 

4,0 

4,1 

Haid 

11,5 

12,9 

12,0 

1,5 

1,8 

1,6 

Malnutrisi 

17,3 

19,3 

18,0 

11,8 

14,8 

13,1 

Penyakit infeksi 

0,5 

0,6 

0,5 

1,2 

1,3 

1,2 

Lainnya 

8,3 

9,6 

8,8 

9,3 

9,3 

9,3 

Tidak tahu 

23,9 

14,9 

20,8 

40,5 

30,2 

36,2 

Jumlah 

5.350 

2.791 

8.141 

3.944 

2.790 

6.734 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 


47 






Tabel 4.12 Pengetahuan tentang cara mengatasi anemia 


Di antara wanita dan pria yang belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang anemia, persentase yang melaporkan cara 


mengatasi anemia, menurut 

umur, Indonesia 2017 







Wanita belum kawin 


Pria belum kawin 


Cara mengatasi anemia 

15-19 

20-24 Jumlah 

15-19 

20-24 

Jumlah 


Minum pil untuk menambah darah 

57,0 

63,8 

59,3 

45,1 

51,8 

47,9 

Minum tablet besi 

14,0 

21,7 

16,7 

5,8 

6,8 

6,2 

Meningkatkan konsumsi daging, ikan, 
dan hati 

19,8 

27,0 

22,3 

15,2 

22,0 

18,0 

Meningkatkan konsumsi sayur- 
sayuran yang kaya akan zat besi 

31,8 

37,1 

33,6 

19,1 

22,8 

20,6 

Lainnya 

2,8 

3,3 

3,0 

3,7 

4,9 

4,2 

Tidak tahu 

8,8 

6,0 

7,8 

18,9 

13,7 

16,8 

Jumlah 

5.350 

2.791 

8.141 

3.944 

2.790 

6.734 


Tabel 4.13 Diskusi kesehatan reproduksi 









Persentase wanita dan pria yang belum kawin umur 15-24, mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan orang lain menurut karakteristik latar 

belakang, Indonesia 2017 















Diskusi Kesehatan Reproduksi 





Karakteristik latar 




Saudara 



Petugas 

Pemuka 



belakang 

Teman 

Ibu 

Ayah 

Kandung 

Kerabat 

Guru 

kesehatan 

agama 

Tidak ada 

Jumlah 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 











15-19 

58,5 

50,2 

3,8 

24,6 

23,6 

49,6 

18,1 

4,4 

15,9 

6.750 

20-24 

68,0 

58,7 

5,3 

36,5 

33,5 

41,9 

28,5 

4,6 

12,7 

3.221 

Tempat tinggal 











Perkotaan 

64,3 

57,1 

4,8 

30,7 

28,7 

46,9 

22,1 

4,6 

12,8 

5.890 

Perdesaan 

57,7 

47,0 

3,5 

25,2 

24,0 

47,4 

20,6 

4,3 

17,8 

4.081 

Pendidikan 











Tidak Sekolah 

27,8 

33,6 

0,5 

21,9 

19,8 

13,1 

4,5 

8,6 

49,9 

28 

Tidak tamat SD 

22,1 

24,4 

0,7 

13,7 

12,2 

4,1 

2,9 

0,1 

60,6 

119 

Tamat SD 

29,8 

34,9 

2,2 

19,5 

14,3 

6,0 

4,2 

1,3 

47,5 

223 

Tidak tamat SLTA 

57,5 

48,3 

3,8 

23,4 

22,2 

50,1 

15,9 

4,4 

16,2 

4.928 

Tamat SLTA 

60,5 

52,6 

3,9 

29,4 

26,6 

44,2 

21,7 

4,0 

14,5 

2.296 

Perguruan tinggi 

76,4 

66,3 

5,9 

39,6 

38,5 

50,2 

35,5 

5,6 

6,6 

2.378 

Kuintil kekayaan 











Terendah 

50,1 

41,2 

3,6 

22,7 

18,5 

42,2 

16,1 

2,7 

25,3 

1.409 

Menengah ke bawah 

57,3 

46,1 

3,3 

25,4 

25,2 

45,3 

16,9 

4,8 

18,6 

1.760 

Menengah 

61,1 

50,1 

4,0 

29,1 

25,8 

47,6 

20,3 

5,2 

14,3 

1.971 

Menengah ke atas 

64,7 

57,2 

4,3 

29,0 

28,3 

48,7 

23,7 

4,8 

11,9 

2.172 

Tertinggi 

68,3 

62,3 

5,4 

32,5 

31,8 

49,2 

26,4 

4,3 

9,7 

2.659 

Jumlah 

61,6 

53,0 

4,3 

28,4 

26,8 

47,1 

21,5 

4,5 

14,8 

9.971 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 











15-19 

48,7 

10,5 

8,0 

8,5 

9,5 

44,4 

16,5 

11,0 

28,3 

7,713 

20-24 

54,8 

11,4 

8,8 

12,2 

14,0 

38,2 

21,5 

12,8 

26,6 

4,899 

Tempat tinggal 











Perkotaan 

55,5 

13,9 

10,4 

12,0 

12,9 

45,1 

21,3 

12,7 

23,0 

6,869 

Perdesaan 

45,7 

7,1 

5,7 

7,5 

9,2 

38,2 

15,0 

10,5 

33,2 

5,743 

Pendidikan 











Tidak Sekolah 

37,6 

17,9 

7,3 

5,9 

18,6 

19,3 

20,2 

13,9 

43,7 

63 

Tidak tamat SD 

32,1 

7,2 

5,0 

8,0 

5,4 

4,9 

7,9 

3,4 

58,4 

505 

Tamat SD 

46,9 

9,3 

6,7 

8,0 

10,9 

9,4 

10,3 

8,2 

43,2 

690 

Tidak tamat SLTA 

47,6 

9,8 

7,5 

8,5 

9,1 

44,3 

16,4 

10,9 

28,4 

6,426 

Tamat SLTA 

53,7 

9,6 

7,9 

10,6 

12,3 

44,2 

21,0 

12,5 

24,6 

3,301 

Perguruan tinggi 

67,5 

18,8 

13,9 

16,0 

19,5 

54,7 

27,6 

17,6 

13,9 

1,627 

Kuintil kekayaan 











Terendah 

44,5 

7,4 

5,9 

7,6 

8,5 

31,2 

16,6 

8,6 

37,0 

2,314 

Menengah ke bawah 

47,7 

8,6 

6,5 

9,8 

10,4 

39,6 

16,3 

11,1 

30,5 

2,560 

Menengah 

48,4 

9,3 

7,3 

9,1 

10,3 

42,1 

17,2 

11,9 

29,2 

2,534 

Menengah ke atas 

56,2 

11,5 

8,1 

10,9 

12,1 

45,3 

19,5 

12,2 

23,3 

2,607 

Tertinggi 

57,7 

16,9 

13,3 

12,1 

14,5 

50,7 

22,2 

14,3 

19,4 

2,596 

Jumlah 

51,1 

10,8 

8,3 

10,0 

11,2 

42,0 

18,4 

11,7 

27,6 

12,612 


48 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 







Tabel 4.14 Pengetahuan sumber informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang tahu sumber informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja dan persentase 
menurut sumber informasi, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Diantara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui 
tempat sumber informasi tentang kesehatan reproduksi remaja: 
persentase yang menyebutkan 

Persentase 
yang tahu 
tempat 
mendapatkan 
informasi dan 
konsultasi 


Karakteristik latar 

tentang 



Puskemas 

Youth 



Tidak 


belakang 

kesehatan 

Jumlah 

PIK-R/M 

PKPR 

center 

lainnya 

Tidak tahu 

terjawab 

Jumlah 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 










15-19 

10,2 

6.750 

17,0 

33,5 

1,8 

20,2 

32,0 

0,3 

691 

20-24 

14,5 

3.221 

15,5 

35,2 

3,7 

19,4 

30,9 

0,0 

468 

Tempat tinggal 










Perkotaan 

12,1 

5.890 

16,1 

33,1 

3,2 

20,6 

32,4 

0,2 

715 

Perdesaan 

10,9 

4.081 

16,8 

36,0 

1,5 

18,6 

30,2 

0,1 

445 

Pendidian 










Tidak Sekolah 

2,9 

28 

0,0 

100,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

1 

Tidak tamat SD 

0,8 

119 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

100,0 

0,0 

1 

Tamat SD 

Tidak tamat 

2,0 

223 

0,0 

12,2 

0,0 

33,4 

54,5 

0,0 

4 

SLTA 

9,5 

4.928 

17,2 

33,1 

1,9 

22,1 

29,9 

0,4 

471 

Tamat SLTA 

9,7 

2.296 

14,6 

39,3 

1,7 

17,0 

30,8 

0,0 

222 

Perguruan tinggi 

19,4 

2.378 

16,5 

33,0 

3,7 

18,9 

33,3 

0,0 

461 

Kuintil kekayaan 










Terendah 

5,6 

1.409 

13,3 

35,9 

1,2 

26,9 

30,1 

0,0 

79 

Menengah ke 
bawah 

11,6 

1.760 

12,3 

30,7 

2,7 

16,4 

38,6 

0,0 

204 

Menengah 
Menengah ke 

10,3 

1.971 

15,8 

38,6 

0,9 

17,6 

29,7 

0,0 

202 

atas 

12,9 

2.172 

15,9 

34,8 

0,5 

23,3 

30,0 

0,0 

280 

Tertinggi 

14,8 

2.659 

19,7 

33,0 

5,1 

18,9 

30,3 

0,5 

393 

Jumlah 

11,6 

9.971 

16,4 

34,2 

2,6 

19,9 

31,6 

0,2 

1.159 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 










15-19 

4,8 

7.713 

12,6 

35,0 

2,5 

15,1 

35,9 

0,9 

374 

20-24 

7,9 

4.899 

8,5 

31,0 

4,3 

17,0 

41,0 

0,5 

387 

Tempat tinggal 










Perkotaan 

7,5 

6.869 

10,4 

30,7 

3,5 

16,8 

40,4 

0,9 

514 

Perdesaan 

4,3 

5.743 

10,6 

37,7 

3,2 

14,5 

34,7 

0,4 

247 

Pendidian 










Tidak Sekolah 

3,1 

63 

29,2 

9,2 

9,2 

70,8 

0,0 

0,0 

2 

Tidak tamat SD 

1,7 

505 

0,0 

12,2 

0,0 

25,9 

61,9 

0,0 

9 

Tamat SD 

Tidak tamat 

1,5 

690 

0,0 

42,9 

0,0 

18,5 

38,6 

0,0 

10 

SLTA 

4,5 

6.426 

9,7 

35,6 

1,7 

12,0 

41,1 

1,2 

286 

Tamat SLTA 

7,4 

3.301 

8,2 

34,6 

4,7 

19,0 

35,7 

0,9 

245 

Perguruan tinggi 

12,8 

1.627 

15,0 

28,0 

4,5 

17,1 

37,8 

0,0 

208 

Kuintil kekayaan 










Terendah 

2,9 

2.314 

13,8 

30,0 

0,0 

17,2 

41,2 

0,0 

67 

Menengah ke 
bawah 

6,0 

2.560 

11,9 

35,3 

1,8 

18,2 

32,6 

0,1 

154 

Menengah 
Menengah ke 

5,5 

2.534 

7,3 

38,4 

2,6 

11,5 

39,3 

1,7 

140 

atas 

7,7 

2.607 

13,3 

31,9 

3,5 

13,8 

39,1 

1,0 

200 

Tertinggi 

7,7 

2.596 

7,7 

29,5 

6,1 

19,3 

41,0 

0,5 

201 

Jumlah 

6,0 

12.612 

10,5 

33,0 

3,4 

16,0 

38,5 

0,7 

761 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 


49 




Tabel 4.15 Sumber pilihan untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24, menurut dengan siapa mereka ingin membicarakan lebih banyak tentang ksehatan 
reproduksi menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

Diskusi tentang kesehatan reproduksi 

Karakteristik 

latar Saudara Petugas Pemuka Tidak Tidak 


belakang 

Teman 

Ibu 

Ayah 

Kandung 

Kerabat 

Guru 

keshatan 

agama 

Lainnya 

tahu 

terjawab 

Jumlah 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 













15-19 

20,2 

44,5 

1,7 

8,6 

6,7 

32,6 

39,8 

0,6 

0,4 

3,3 

0,1 

6.750 

20-24 

23,9 

39,7 

1,3 

11,3 

6,7 

13,9 

50,7 

0,9 

0,9 

2,9 

0,2 

3.221 

Tempat 

tinggal 













Perkotaan 

21,3 

46,1 

1,8 

9,5 

7,0 

25,6 

43,2 

0,5 

0,5 

2,4 

0,1 

5.890 

Perdesaan 

21,6 

38,5 

1,3 

9,3 

6,2 

28,0 

43,5 

0,9 

0,6 

4,4 

0,2 

4.081 

Pendidian 

Tidak 

sekolah 

20,6 

38,6 

0,5 

10,8 

5,9 

8,6 

19,8 

8,6 

0,0 

33,2 

3,1 

28 

Tidak tamat 
SD 

14,4 

41,6 

2,6 

10,8 

8,8 

1,5 

15,1 

0,5 

0,0 

28,9 

0,0 

119 

Tamat SD 

Tidak 

tamat 

17,3 

45,1 

1,6 

15,4 

9,6 

3,2 

26,6 

0,0 

0,0 

15,7 

1,1 

223 

SLTA 

Tamat 

19,6 

43,6 

1,9 

8,1 

6,1 

36,3 

38,2 

0,6 

0,5 

3,5 

0,1 

4.928 

SLTA 

24,4 

42,7 

0,7 

11,0 

7,8 

15,7 

46,1 

0,8 

0,6 

2,4 

0,0 

2.296 

Perguruan 

tinggi 

23,1 

41,9 

1,9 

10,2 

6,5 

20,5 

54,5 

0,9 

0,8 

0,6 

0,1 

2.378 

Kuintil 

kekayaan 













Terendah 

22,1 

34,9 

1,9 

10,4 

5,9 

28,9 

38,0 

0,6 

0,4 

7,5 

0,2 

1.409 

Menengah 
ke bawah 

23,6 

38,6 

1,7 

9,7 

7,9 

26,3 

42,4 

0,8 

1,1 

4,0 

0,3 

1.760 

Menengah 

Menengah 

20,4 

42,4 

1,8 

8,8 

6,1 

26,4 

44,6 

0,7 

0,4 

2,8 

0,1 

1.971 

ke atas 

21,4 

45,3 

1,6 

9,2 

6,6 

26,1 

44,8 

0,8 

0,4 

2,4 

0,1 

2.172 

Tertinggi 

20,3 

48,7 

1,2 

9,5 

6,9 

26,1 

44,6 

0,6 

0,6 

1,4 

0,0 

2.659 

Jumlah 

21,4 

43,0 

1,6 

9,5 

6,7 

26,6 

43,3 

0,7 

0,6 

3,2 

0,1 

9.971 


PRIA BELUM KAWIN 


Umur 


15-19 

24,3 

13,9 

11,0 

3,2 

4,4 

32,7 

46,5 

3,7 

0,6 

9,8 

0,1 

7.713 

20-24 

29,7 

10,5 

7,5 

3,9 

4,8 

13,9 

54,0 

3,4 

0,6 

8,7 

0,1 

4.899 

Tempat 

tinggal 

Perkotaan 

25,5 

14,8 

11,0 

3,7 

4,7 

24,8 

52,5 

3,1 

0,7 

7,7 

0,1 

6.869 

Perdesaan 

27,5 

9,9 

7,9 

3,1 

4,4 

26,0 

45,8 

4,2 

0,4 

11,4 

0,1 

5.743 

Pendidikan 

Tidak 

sekolah 

26,3 

12,2 

4,7 

0,8 

3,0 

16,6 

25,5 

1,9 

2,3 

35,1 

0,0 

63 

Tidak 
tamat SD 

26,9 

14,5 

9,3 

4,7 

4,1 

4,5 

31,2 

1,8 

0,6 

31,6 

0,0 

505 

Tamat SD 

32,5 

13,7 

9,5 

7,2 

6,5 

4,5 

36,6 

5,4 

0,5 

19,1 

0,0 

690 

Tidak 

tamat 

SLTA 

24,7 

13,0 

10,3 

3,1 

4,4 

33,9 

46,9 

3,8 

0,6 

9,3 

0,0 

6.426 

Tamat 

SLTA 

28,7 

11,0 

8,5 

3,7 

4,6 

18,7 

54,5 

2,8 

0,4 

6,4 

0,2 

3.301 

Perguruan 

tinggi 

25,6 

13,0 

9,4 

2,5 

4,4 

20,7 

61,2 

4,3 

0,9 

4,0 

0,0 

1.627 

Kuintil 

kekayaan 

Terendah 

30,0 

8,7 

6,7 

3,1 

4,6 

22,3 

43,5 

3,8 

0,5 

14,8 

0,0 

2.314 

Menengah 
ke bawah 

28,1 

11,0 

9,0 

3,0 

5,2 

24,2 

45,9 

4,5 

0,7 

10,5 

0,2 

2.560 

Menengah 

24,8 

11,6 

8,9 

3,3 

4,0 

24,7 

50,2 

2,8 

0,4 

9,8 

0,0 

2.534 

Menengah 
ke atas 

26,2 

13,2 

9,7 

3,6 

4,7 

27,8 

52,1 

3,6 

0,5 

7,4 

0,0 

2.607 

Tertinggi 

23,2 

17,8 

13,4 

4,4 

4,2 

27,4 

54,8 

3,3 

0,8 

5,1 

0,1 

2.596 

Jumlah 

26,4 

12,6 

9,6 

3,5 

4,5 

25,4 

49,4 

3,6 

0,6 

9,4 

0,1 

12.612 


50 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 




Tabel 4.16 Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi manusia 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah sekolah dan tingkat pendidikan saat pertama menerima informasi tentang 
kesehatan reproduksi manusia, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Karakteristik latar belakang 

SD 

SLTP 

SLTA, 

akademi/perguruan 

tinggi 

Tidak tahu 

Jumlah 



WANITA BELUM KAWIN 



Umur 

15-19 

15,2 

62,1 

15,4 

0,1 

6.735 

20-24 

12,6 

52,7 

28,7 

0,1 

3.209 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

15,1 

59,5 

20,1 

0,1 

5.884 

Perdesaan 

13,2 

58,4 

19,1 

0,1 

4.059 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

11,4 

56,9 

14,6 

0,1 

1.392 

Menengah ke bawah 

13,3 

60,7 

18,1 

0,1 

1.756 

Menengah 

14,8 

59,5 

19,2 

0,1 

1.967 

Menengah ke atas 

14,7 

58,9 

22,0 

0,1 

2.172 

Tertinggi 

15,9 

59,1 

22,0 

0,0 

2.657 

Jumlah 

14,4 

59,1 

19,7 

0,1 

9.943 



PRIA BELUM KAWIN 



Umur 

15-19 

11,8 

59,4 

11,8 

0,1 

7.677 

20-24 

10,8 

48,8 

20,1 

0,3 

4.871 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

12,4 

56,4 

16,6 

0,1 

6.832 

Perdesaan 

10,3 

54,0 

13,2 

0,2 

5.717 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

11,4 

44,1 

11,2 

0,0 

2.287 

Menengah ke bawah 

10,9 

53,9 

12,7 

0,1 

2.550 

Menengah 

9,4 

59,5 

13,8 

0,2 

2.518 

Menengah ke atas 

10,7 

58,8 

17,2 

0,3 

2.605 

Tertinggi 

14,6 

58,8 

19,7 

0,1 

2.589 

Jumlah 

11,4 

55,3 

15,0 

0,1 

12.549 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 


51 




Tabel 4.17 Pengetahuan tentang keluarga berencana 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah sekolah dan tingkat pendidikan saat pertama menerima informasi tentang 
keluarga berencana, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

SLTA, 

akademi/perguruan 


Karakteristik latar belakang 

SD 

SLTP 

tinggi 

Tidak tahu 

Jumlah 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 

15-19 

0,4 

13,1 

10,8 

0,0 

6.735 

20-24 

0,4 

9,9 

27,2 

0,2 

3.209 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

0,5 

13,1 

17,0 

0,0 

5.884 

Perdesaan 

0,4 

10,5 

14,7 

0,2 

4.059 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

0,5 

11,4 

8,6 

0,1 

1.392 

Menengah ke bawah 

0,6 

11,9 

11,8 

0,0 

1.756 

Menengah 

0,3 

11,2 

16,5 

0,0 

1.967 

Menengah ke atas 

0,4 

13,2 

17,4 

0,2 

2.172 

Tertinggi 

0,4 

12,1 

21,5 

0,1 

2.657 

Jumlah 

0,4 

12,0 

16,1 

0,1 

9.943 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 

15-19 

0,8 

11,6 

5,8 

0,2 

7.677 

20-24 

1,2 

10,5 

13,0 

0,2 

4.871 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

1,0 

12,0 

10,5 

0,2 

6.832 

Perdesaan 

1,0 

10,2 

6,3 

0,2 

5.717 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

1,9 

9,1 

4,4 

0,2 

2.287 

Menengah ke bawah 

1,2 

9,2 

6,5 

0,1 

2.550 

Menengah 

0,4 

12,4 

7,9 

0,3 

2.518 

Menengah ke atas 

0,7 

11,3 

9,8 

0,3 

2.605 

Tertinggi 

0,8 

13,6 

13,8 

0,1 

2.589 

Jumlah 

1,0 

11,2 

8,6 

0,2 

12.549 


52 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 




Tabel 4.18 Pengetahuan tentang HIV AIDS 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah sekolah dan tingkat pendidikan saat pertama menerima informasi tentang HIV 
AIDS, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


SLTA, 

akademi/perguruan 


Karakteristik latar belakang 

SD 

SLTP 

tinggi 

Tidak tahu 

Jumlah 

WANITA STATUS KAWIN 

Umur 

15-19 

3,3 

52,8 

27,0 

0,1 

6,735 

20-24 

3,2 

36,5 

47,5 

0,1 

3,209 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

3,5 

48,7 

35,4 

0,1 

5,884 

Perdesaan 

2,8 

45,9 

31,1 

0,1 

4,059 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

2,0 

41,8 

23,5 

0,1 

1,392 

Menengah ke bawah 

2,9 

48,8 

29,3 

0,1 

1,756 

Menengah 

3,8 

48,6 

32,8 

0,0 

1,967 

Menengah ke atas 

3,4 

47,0 

38,7 

0,2 

2,172 

Tertinggi 

3,6 

49,5 

38,3 

0,1 

2,657 

Jumlah 

3,2 

47,6 

33,6 

0,1 

9.943 

PRIA STATUS KAWIN 

Umur 

15-19 

3,7 

50,1 

19,5 

0,2 

7.677 

20-24 

4,0 

38,4 

32,6 

0,3 

4.871 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

4,7 

47,4 

27,6 

0,2 

6.832 

Perdesaan 

2,7 

43,3 

20,9 

0,4 

5.717 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

3,2 

33,0 

16,8 

0,3 

2.287 

Menengah ke bawah 

4,2 

44,3 

19,9 

0,1 

2.550 

Menengah 

3,2 

48,3 

23,4 

0,4 

2.518 

Menengah ke atas 

3,7 

49,0 

28,7 

0,5 

2.605 

Tertinggi 

4,6 

51,8 

33,1 

0,2 

2.589 

Jumlah 

3,8 

45,6 

24,6 

0,3 

12.549 


Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 


53 




54 • Pengetahuan tentang Sistem Reproduksi dan Pengalaman Pubertas 



KELUARGA BERENCANA 


5 


Temuan Utama 


• Jenis alat/cara KB yang diketahui: Rata-rata jenis 
alat/cara KB yang diketahui wanita lebih banyak 
dibandingkan pria (masing-masing 5 dan 4 alat/cara 
KB). 

• Pengetahuan jenis alat/ cara KB modern: Alat/cara 
KB modern yang paling banyak diketahui oleh wanita 
dan pria adalah suntik, pil, dan kondom. 

• Pendapat mengenai ketersediaan pelayanan KB: 

Sebagian besar wanita dan pria (masing-masing 85% 
dan 81%) menyebutkan penyediaan informasi sebagai 
pelayanan KB yang perlu tersedia. 

• Keinginan memakai alat/cara KB di masa 
mendatang: Persentase wanita yang ingin memakai 
suatu alat/cara KB di masa mendatang lebih tinggi 
daripada pria (masing-masing 78% dan 57%). 

• Pendapat tentang penggunaan kondom: Sebagian 
besar wanita dan pria setuju kondom dapat mencegah 
kehamilan (masing-masing 74% dan 72%) serta dapat 
mencegah HIV AIDS dan IMS (masing-masing 60% dan 
64%). 


P ermasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi sering kali berakar dari kurang 
tersedianya informasi yang memadai. Oleh karena itu, program kesehatan reproduksi untuk remaja 
difokuskan pada penyebarluasan informasi melalui berbagai media maupun melalui sistem 
pendidikan formal dan informal. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan 
perilaku kesehatan reproduksi yang bertanggung jawab. 

Salah satu topik informasi dalam program kesehatan reproduksi remaja adalah keluarga berencana. 
Informasi mengenai keluarga berencana diharapkan dapat menjadi bekal bagi remaja untuk memulai 
kehidupan reproduksi yang sehat, antara lain dengan menunda perkawinan, menghindari kehamilan yang 
tidak diinginkan, dan mencegah terjadinya infeksi menular seksual (IMS). Penundaan perkawinan dan 
kelahiran pada usia dini memberikan kesempatan kepada remaja untuk bisa melanjutkan pendidikan ke 
jenjang yang lebih tinggi dan memperoleh pekerjaan yang baik. 

Bab ini menyajikan informasi mengenai pengetahuan remaja tentang alat/cara KB; pendapat tentang 
penyediaan pelayanan KB untuk remaja belum menikah menurut jenis pelayanan; pendapat terhadap 
kondom; dan keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa yang akan datang. Remaja dalam hal ini 
adalah wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun, dan dalam penulisan selanjutnya akan disebut 
sebagai wanita dan pria. 


Keluarga Berencana • 55 






5.1 Pengetahuan T entang Alat/Cara KB 


Pengetahuan wanita dan pria mengenai alat/cara KB diperoleh melalui pertanyaan: apakah responden 
pernah mendengar alat/cara untuk menunda atau menghindari kehamilan. 


Pengetahuan alat/cara KB 

Wanita dan pria yang pernah mendengar minimal satu dari alat/cara KB, 
baik modern maupun tradisional. 

Suatu alat/cara KB 

Terdiri dari alat/cara KB modern dan alat/cara KB tradisional. 

Alat/cara KB modern 

Terdiri dari sterilisasi wanita atau metode operasi wanita (MOW), 
sterilisasi pria atau metode operasi pria (MOP), pil, IUD, suntik KB, susuk 
KB, kondom, intravag/diafragma, metode amenore laktasi (MAL), dan 
kontrasepsi darurat. 

Alat/cara KB tradisional 

Terdiri dari pantang berkala, sanggama terputus, dan alat/cara KB 
lainnya tradisional lainnya (jamu, pijat). 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15- 
24. 


Sembilan puluh enam persen wanita dan 93 persen pria mengetahui suatu alat/cara KB. Persentase wanita 
yang mengetahui alat/cara KB modem sedikit lebih tinggi dari pria (masing-masing 96% dan 93%). 
Sebaliknya, persentase pria yang mengetahui alat/cara KB tradisional lebih tinggi (38%) daripada wanita 
(32%). Rata-rata jenis alat/cara KB yang diketahui oleh wanita lebih banyak dibandingkan pria (masing- 
masing 5 dan 4 alat/cara KB) (Tabel 5.1). 


Alat/cara KB modern yang banyak diketahui 
oleh wanita adalah suntik dan pil (masing- 
masing 89%), sedangkan yang banyak 
diketahui oleh pria adalah kondom (89%) 
dan pil (76%). Cara KB tradisional yang 
paling banyak diketahui oleh wanita adalah 
metode pantang berkala (25%), sedangkan 
yang paling banyak diketahui oleh pria 
adalah metode senggama terputus (34%) 
(Tabel 5.1). 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui 
metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) 
yang terdiri dari sterilisasi wanita, sterilisasi 
pria, IUD, dan susuk KB dapat dilihat pada 
Gambar 5.1. Terlihat bahwa persentase wanita 


Gambar 5.1 Pengetahuan metode 
kontrasepsi jangka panjang 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15- 
24 menurut pengetahuan tentang metode 
kontrasepsi jangka panjang 


61 



Wanita Pria 

■ MOW ■ MOP ■ IUD ■ Susuk KB 


mengetahui MKJP lebih tinggi dibandingkan pria. 


Pola menurut kelompok umur 

■ Secara umum, persentase wanita umur 20-24 tahun yang mengetahui tentang alat/cara KB lebih tinggi 
dibandingkan yang bemmur 15-19 tahun. Sebagai contoh, 98 persen wanita umur 20-24 tahun dan 94 
persen wanita umur 15-19 tahun mengetahui suatu alat/cara KB modern. 


56 • Keluarga Berencana 


■ Pola yang sama dijumpai pada pria. Sebagai contoh, 47 persen pria umur 20-24 tahun dan 32 persen 
pria umur 15-19 tahun mengetahui suatu alat/cara KB tradisional (Tabel 5.1). 

Tren: 

• Tidak terdapat perbedaan yang berarti pada persentase wanita yang mengetahui alat/cara KB modern 
menurut hasil SDKI2007 (96%), SDKI 2012 (95%), dan SDKI2017 (96%) (Gambar 5.2). 

• Selama 5 tahun terakhir, di antara MKJP, susuk KB paling banyak diketahui oleh wanita, diikuti oleh 
IUD, sterilisasi wanita, dan sterilisasi pria. Terjadi peningkatan persentase wanita yang mengetahui 
susuk KB dan sterilisasi wanita, masing-masing dari 55 persen dan 41 persen pada SDKI 2012 
menjadi 61 persen dan 43 persen pada SDKI 2017. Persentase wanita yang mengetahui IUD 
meningkat menjadi 51 persen (SDKI 2017) dari 50 persen (SDKI 2012). 

• Pengetahuan pria mengenai alat/cara KB modern menurut hasil SDKI 2012 dan SDKI 2017 tidak 
berubah, yaitu 93 persen (Gambar 5.3). 

• Di antara MKJP, IUD paling banyak diketahui oleh pria pada SDKI 2007 dan SDKI 2012. Namun 
menurut SDKI 2017, persentase pria yang mengetahui susuk KB (27%) lebih tinggi dibandingkan 
dengan metode lainnya. Terjadi penurunan persentase pria yang mengetahui sterilisasi wanita dan 
IUD, masing-masing dari 21 persen dan 30 persen pada SDKI 2007 menjadi 15 persen dan 20 persen 
pada SDKI 2017. 

Lampiran A Tabel A.5.1 menunjukkan variasi pengetahuan tentang alat/cara KB kontrasepsi menurut 

provinsi. 


Gambar 5.2 Pengetahuan tentang alat/cara KB modern pada wanita 


Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar alat/cara KB 

modern 



Alat/cara KB Sterilisasi Sterilisasi Pil 

modern wanita pria 


IUD Suntikan Susuk KB Kondom Diafragma MAL Kontrasepsi 

darurat 


■ SDKI 2007 ■ SDKI 2012 ■ SDKI 2017 


Gambar 5.3 Pengetahuan tentang alat/cara KB modern pada pria 


Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar alat/cara KB modern 



Alat/cara KB Sterilisasi Sterilisasi Pil IUD Suntikan Susuk KB Kondom Diafragma MAL Kontrasepsi 

modern wanita pria darurat 

■ SDKI 2007 ■ SDKI 2012 ■ SDKI 2017 


Keluarga Berencana • 57 


5.2 Pendapat Tentang Penyediaan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) 


Pelayanan KB yang tersedia bagi remaja saat ini terbatas pada pemberian layanan informasi, edukasi, dan 
konseling. Penyediaan alat/cara KB bagi remaja tidak menjadi bagian dari kebijakan Program 
Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Pada SDKI 2017, wanita dan 
pria belum kawin umur 15-24 tahun ditanya pelayanan KB apa saja yang perlu disediakan bagi remaja. 
Ada empat katagori jawaban, yaitu: informasi, konseling, penyediaan/pelayanan alat KB, dan suatu 
pelayanan KB. Katagori untuk “suatu pelayanan KB” adalah apabila wanita dan pria menjawab minimal 
salah satu saja dari 3 jenis pelayanan KB (informasi, konseling, dan penyediaan/pelayanan alat KB). 
Delapan puluh lima persen wanita mengatakan perlu ada suatu pelayanan KB, diikuti oleh wanita yang 
berpendapat perlu penyediaan informasi tentang KB (82%) dan layanan konseling KB (68%). Hanya 33 
persen wanita yang mengatakan perlu pelayanan alat/cara KB (Tabel 5.2). 

Pendapat pria tentang penyediaan pelayanan KB menunjukkan pola yang sama dengan wanita. Delapan 
puluh satu persen pria berpendapat perlu ada suatu pelayanan KB, diikuti oleh penyediaan informasi 
tentang KB (76%). Empat puluh satu persen pria mengatakan perlu ada pelayanan alat/cara KB (Tabel 
5.2). 

Pola menurut karateristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria umur 20-24 tahun yang berpendapat perlu penyediaan informasi, konseling, 
dan pelayanan alat/cara KB lebih tinggi dibandingkan yang berumur 15-19 tahun. Sebagai contoh, 73 
persen wanita umur 20-24 tahun mengatakan perlu penyediaan pelayanan konseling KB dibandingkan 
65 persen wanita umur 15-19 tahun. 

■ Secara umum, persentase wanita dan pria di perkotaan yang berpendapat perlu tersedia semua jenis 
pelayanan KB lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal di perdesaan. 

■ Secara umum, semakin tinggi tingkat pendidikan dan kuintil kekayaan wanita dan pria, semakin tinggi 
persentase yang beipendapat perlu penyediaan semua jenis pelayanan KB. Sebagai contoh, 93 persen 
wanita berpendidikan perguruan tinggi yang berpendapat perlu penyediaan suatu pelayanan KB 
dibandingkan 59 persen wanita yang tamat SD. Untuk pria, persentasenya masing-masing adalah 91 
persen dan 66 persen. 


Tren: 

• Sejak SDKI 2007, persentase wanita yang mengatakan perlu tersedia suatu pelayanan KB lebih tinggi 
dibandingkan jenis pelayanan KB lainnya. Akan tetapi, persentasenya turun dari 90 persen pada SDKI 
2007 menjadi 85 persen pada SDKI 2017 (Gambar 5.4). 

• Persentase wanita yang berpendapat perlu tersedia pelayanan alat/cara KB turun dari 51 persen pada 
SDKI 2007 menjadi 33 persen pada SDKI 2017. 

• Pendapat pria tentang penyediaan pelayanan KB sejak SDKI 2007 berfluktuasi (Gambar 5.5). 

• Terjadi penurunan persentase pria yang berpendapat perlu penyediaan semua jenis pelayanan KB pada 
SDKI 2007 dan SDKI 2012. Namun, persentase tersebut meningkat kembali pada SDKI 2017. Sebagai 
contoh: pria yang berpendapat perlu tersedia suatu pelayanan KB turun dari 85 persen (SDKI 2007) 
menjadi 58 persen (SDKI 2012), dan meningkat kembali menjadi 81 persen (SDKI 2017). 


58 • Keluarga Berencana 


Lampiran A Tabel A.5.2.1 dan Tabel A.5.2.2 menunjukkan variasi pendapat penyediaan pelayanan KB 
menurut provinsi. 


G ambar 5.4 Pendapat wanita tentang 
pelayanan KB 


Gambar 5.5 Pendapat pria tentang 
pelayanan KB 


Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang 
berpendapat tentang perlu tersedia pelayanan KB 



informasi Konseling Penyediaan Suatu 

alat/cara KB pelayanan KB 

□ SDKI2007 nSDKI 2012 DSDKI2017 


Persentase pria belum kawin umur 15-24 
yang berpendapat tentang perlu tersedia 
pelayanan KB 



Informasi Konseling Penyediaan Suatu 

alat/cara KB pelayanan KB 


□ SDKI2007 nSDKI 2012 nSDKI 2017 


5.3 Keinginan untuk Memakai Alat/Cara KB di masa mendatang 

Persentase wanita yang mengatakan ingin memakai suatu alat/cara KB di masa mendatang lebih tinggi 

dibanding pria, yaitu masing-masing 78 persen dan 57 persen (Tabel 5.3). 

Pola menurut karakteristik latarbelakang 

■ Persentase wanita umur 20-24 tahun yang ingin memakai alat/cara KB lebih tinggi dibanding wanita 
umur 15-19 tahun (masing- masing 83% dan 76%). Pola yang sama ditemukan pada pria (Tabel 5.3). 

■ Tidak ada perbedaan persentase wanita yang tinggal di perkotaan dan perdesaan yang ingin memakai 
alat/cara KB di masa yang akan datang (masing-masing 78%). Persentase pria di perkotaan yang ingin 
memakai alat/cara KB di masa yang akan datang (60%) lebih tinggi dibanding yang tinggal di 
perdesaan (53%). 

■ Persentase wanita yang ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang meningkat seiring dengan 
meningkatnya pendidikan, dari 37 persen pada wanita yang tidak sekolah menjadi 84 persen pada 
wanita berpendidikan perguruan tinggi. Pola yang sama dijumpai pada pria, terjadi peningkatan dari 36 
persen pada pria yang tidak tamat SD menjadi 67 persen pada pria berpendidikan perguruan tinggi. 

■ Tidak terdapat perbedaan berarti pada persentase wanita yang ingin memakai alat/cara KB di masa 
yang akan datang menurut kuintil kekayaan. Terdapat pola yang berbeda pada pria, persentase pria 
yang ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang meningkat seiring meningkatnya kuintil 
kekayaan. 

Tren: 

• Tidak terdapat perbedaan berarti pada persentase wanita yang ingin memakai alat/cara KB di masa 
mendatang menurut SDKI 2012 dan SDKI 2017 (Gambar 5.6). 

• Persentase wanita yang tidak ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang meningkat dari 4 persen 
pada SDKI 2012 menjadi 7 persen pada SDKI 2017. 

• Persentase pria yang ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang turun dari 64 persen pada SDKI 
2012 menjadi 60 persen pada SDKI 2017 (Gambar 5.7). 


Keluarga Berencana • 59 




















































• Persentase pria yang tidak ingin memakai alat/cara KB di masa mendatang meningkat dari 15 pada 
SDKI2012 menjadi 20 persen pada SDKI 2017. 


Gambar 5.6 Tren keinginan memakai 
alat/cara KB di masa akan datang pada 
wanita 

Persentase wanita belum kawin umur 15-24 
yang ingin memakai alat/cara KB di masa 
akan datang 


77 78 



Ingin Tidak yakin Tidak ingin Tidak tahu 
memakai /tidak tahu memakai suatu 

alat/cara KB 


□ SDKI 2012 bSDKI 2017 


Gambar 5.7 Tren keinginan memakai 
alat/cara KB di masa akan datang pada 
pria 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 
yang ingin memakai alat/cara KB di masa 
akan datang 
64 



Ingin memakai Tidak yakin Tidak ingin Tidak tahu 
/tidak tahu memakai suatu alat/cara 

KB 

□ SDKI 2012 ■ SDKI 2017 


Lampiran A Tabel A.5.3.1 dan Tabel A.5.3.2 menunjukkan variasi keinginan untuk memakai suatu 
alat/cara KB di masa yang akan datang menurut provinsi. 


5.4 Pendapat Tentang pemakaian Kondom 

SDKI 2017 mengumpulkan informasi mengenai pendapat remaja tentang kondom. Beberapa pernyataan 
tentang kondom dibacakan kepada responden, kemudian ditanyakan apakah mereka setuju atau tidak 
setuju dengan pernyataan tersebut. Dua dari pernyataan yang diajukan merupakan pernyataan yang benar 
tentang pemakaian kondom (kondom dapat mencegah kehamilan dan kondom dapat melindungi dari HIV 
AIDS dan IMS), sedangkan satu pernyataan merupakan pernyataan yang salah (kondom dapat dipakai 
ulang). 

Persentase wanita yang setuju dengan pernyataan kondom dapat mencegah kehamilan sedikit lebih rendah 
dibandingkan pria (masing-masing 72% dan 74%). Pola yang sama dijumpai pada pernyataan kondom 
dapat mencegah HIV AIDS dan IMS (59% wanita dan 64% pria). Persentase wanita dan pria yang setuju 
kondom dapat dipakai ulang tidak berbeda (masing-masing 2 persen) (Tabel 5.4). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria umur 20-24 tahun yang setuju bahwa kondom dapat mencegah kehamilan 
serta HIV AIDS dan IMS lebih tinggi dibandingkan yang berumur 15-19 tahun (Tabel 5.4). 

■ Persentase wanita dan pria di perkotaan yang setuju pernyataan kondom dapat mencegah kehamilan 
serta HIV AIDS dan IMS lebih tinggi daripada yang tinggal di perdesaan. 

■ Persentase wanita dan pria yang setuju kondom dapat mencegah kehamilan serta HIV AIDS dan IMS 
meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan dan kuintil kekayaan. Sebagai contoh, 22 persen 
wanita yang tidak sekolah dan 86 persen wanita berpendidikan perguruan tinggi setuju bahwa kondom 
mencegah kehamilan. Empat puluh lima persen pria yang tidak sekolah dan 76 persen pria 
berpendidikan perguruan tinggi setuju bahwa kondom dapat mencegah HIV AIDS dan IMS. 


60 • Keluarga Berencana 


■ Terdapat gambaran yang berbeda pada persentase wanita dan pria yang berpendapat kondom dapat 
dipakai ulang. Persentase wanita dan pria umur 20-24 tahun yang setuju bahwa kondom dapat dipakai 
ulang lebih rendah dibandingkan yang berumur 15-19 tahun. Sementara itu, persentase wanita yang 
setuju kondom dapat dipakai ulang lebih tinggi pada wanita yang tinggal di perdesaan (3%) dibanding 
wanita yang tinggal di perkotaan (2%). Pola yang sama juga ditemukan pada pria. 


Tren: 

• Persentase wanita yang setuju dengan pernyataan bahwa kondom dapat mencegah kehamilan turun 
dari 70 persen pada SDKI 2007 menjadi 64 persen pada SDKI 2012, kemudian meningkat menjadi 72 
persen pada SDKI 2017 (Gambar 5.8). 

• Pola yang sama dijumpai pada persentase wanita yang setuju kondom dapat mencegah HIV/AIDS dan 
IMS, turun dari 64 persen pada SDKI 2007 menjadi 50 persen pada SDKI 2012 kemudian meningkat 
menjadi 59 persen pada SDKI 2017. 

■ Persentase pria yang setuju pernyataan kondom dapat mencegah kehamilan turun dari 82 persen pada 
SDKI 2007 menjadi 74 persen pada SDKI 2012 dan SDKI 2017 (Gambar 5.9). 

■ Persentase pria yang setuju bahwa kondom dapat mencegah HIV/AIDS dan IMS turun dari 72 persen 
pada SDKI 2007 menjadi 66 persen pada SDKI 2012 dan 64 persen SDKI 2017. 


Gambar 5.8 Tren pendapat wanita 
tentang kondom 


Gambar 5.9 Tren pendapat pria 
tentang kondom 


Persentase pendapat wanita belum kawin umur 
15-24 tentang kondom 



Persentase pendapat pria belum kawin umur 
15-24 tentang kondom 



Kondom dapat Kondom dapat 
mencegah mencegah 

kehamilan HIV/AIDS dan IMS 


Kondom dapat 
dipakai ulang 


■ SDKI 2007 ■ SDKI 2012 


■ SDKI 2017 


Kondom dapat Kondom dapat 
mencegah mencegah 

kehamilan HIV/AIDS dan 
IMS 

■ SDKI 2007 ■ SDKI 2012 


Kondom dapat 
dipakai ulang 


■ SDKI 2017 


Keluarga Berencana • 61 


Daftar Tabel 


Informasi remaja tentang keluarga berencana dapat melihat tabel-tabel berikut: 


• Tabel 5.1 

• Tabel 5.2 

• Tabel 5.3 

• Tabel 5.4 


Pengetahuan tentang alat/cara KB 

Pendapat tentang penyediaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) 
Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa yang akan datang 
Pendapat terhadap pemakaian kondom 


62 • Keluarga Berencana 


Tabel 5.1 Pengetahuan tentang alat/cara KB 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar paling sedikit satu alat/cara KB tertentu, menurut 
umur, Indonesia 2017 



Wanita belum kawin (umur) 

Pria belum kawin (umur) 


Alat/cara KB 

15-19 

20-24 

Jumlah 

15-19 

20-24 

Jumlah 

Suatu alat/cara KB 

94,2 

98,2 

95,5 

91,5 

96,3 

93,3 

Suatu alat/cara KB modem 

94,2 

98,2 

95,5 

91,4 

96,3 

93,3 

Sterilisasi wanita 

35,4 

59,5 

43,2 

12,1 

18,1 

14,5 

Sterilisasi pria 

12,2 

29,3 

17,7 

9,0 

14,7 

11,2 

Pil 

85,6 

95,9 

88,9 

70,3 

85,0 

76,0 

IUD 

40,8 

71,7 

50,8 

15,4 

26,8 

19,8 

suntikan 

87,0 

94,6 

89,4 

60,3 

69,4 

63,8 

Susuk KB 

54,8 

72,4 

60,5 

23,8 

32,9 

27,3 

Kondom 

73,9 

91,4 

79,5 

85,7 

93,7 

88,8 

Intravag/diafragma 

10,8 

18,2 

13,2 

7,0 

10,8 

8,5 

Kontrasepsi darurat 

9,1 

17,7 

11,9 

6,4 

11,7 

8,4 

MAL* 

11,6 

22,3 

15,0 

3,2 

5,3 

4,0 

Suatu alat/cara tradisional 

24,8 

47,0 

32,0 

32,2 

46,9 

37,9 

Pantang berkala 

18,8 

38,1 

25,0 

9,9 

17,8 

13,0 

Sanggama terputus 

12,2 

31,4 

18,4 

28,4 

43,4 

34,2 

Lainnya 

2,1 

3,8 

2,7 

1,8 

3,4 

2,4 

Jumlah 

6.750 

3.221 

9.971 

7.713 

4.899 

12.612 

Rata-rata alat/cara KB yang 

diketahui 

5 

6 

5 

3 

4 

4 


*MAL = Metode Amenore Laktasi 


Keluarga Berencana 


63 







Tabel 5.2 Pendapat tentang penyediaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa pelayanan keluarga berencana (KB) perlu tersedia untuk remaja, 
menurut jenis pelayanan dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Karakteristik latar belakang 

Informasi 

Konseling 

Alat/cara KB 

Suatu pelayanan KB 1 

Jumlah 



WANITA BELUM KAWIN 



Umur 

15-19 

80,5 

64,8 

32,2 

83,4 

6,750 

20-24 

85,9 

73,1 

35,0 

88,1 

3,221 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

84,7 

70,5 

33,6 

87,4 

5,890 

Perdesaan 

78,6 

63,2 

32,2 

81,4 

4,081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

51,5 

37,0 

21,7 

51,5 

(28) 2 

Tidak tamat SD 

50,5 

39,7 

22,4 

53,5 

119 

Tamat SD 

55,2 

44,7 

26,5 

58,5 

223 

Tidak tamat SLTA 

79,1 

62,3 

31,6 

82,0 

4,928 

Tamat SLTA 

85,3 

73,6 

35,4 

87,8 

2,296 

Perguruan tinggi 

90,3 

76,3 

35,2 

92,5 

2,378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

68,4 

52,6 

29,2 

71,3 

1,409 

Menengah bawah 

79,4 

63,0 

30,0 

81,6 

1,760 

Menengah 

82,8 

67,0 

32,7 

85,8 

1,971 

Menengah atas 

86.0 

72,4 

34,5 

88,5 

2,172 

Teratas 

87,9 

74,7 

36,2 

90,7 

2,659 

Jumlah 

82,2 

67,5 

33,1 

84,9 

9,971 



PRIA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

72,9 

64,5 

40,0 

77,9 

7,713 

20-24 

80,0 

72,7 

42,9 

84,5 

4,899 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

78,2 

70,7 

41,5 

83,6 

6,869 

Perdesaan 

72,6 

64,0 

40,7 

76,7 

5,743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

47,4 

40,7 

22,5 

48,8 

63 

Tidak tamat SD 

53,6 

47,0 

33,1 

58,2 

505 

Tamat SD 

60,9 

54,0 

39,7 

66,0 

690 

Tidak tamat SLTA 

73,3 

64,4 

40,7 

78,2 

6,426 

Tamat SLTA 

82,0 

73,8 

43,5 

86,5 

3,301 

Perguruan tinggi 

86,7 

81,4 

41,9 

91,2 

1,627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

64,8 

56,9 

40,6 

68,9 

2,314 

Menengah bawah 

73,2 

65,9 

41,2 

78,8 

2,560 

Menengah 

77,0 

68,9 

41,8 

81,9 

2,534 

Menengah atas 

79,6 

71,9 

41,4 

84,1 

2,607 

Teratas 

82,6 

73,7 

40,7 

87,2 

2,596 

Jumlah 

75,7 

67,7 

41,1 

80,5 

12,612 


1 Suatu pelayanan KB menunjukkan minimal 1 di antara 3 jenis pelayanan KB (informasi, konseling, alat/cara KB) yang disebutkan oleh 
responden. 

2 Angka dalam tanda kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang,_ 


64 • Keluarga Berencana 




Tabel 5.3 Keinainan untuk memakai alat/cara KB di masa vana akan datana 





Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang berkeinginan untuk memakai suatu alat/cara KB di masa yang 

akan datang, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 










Tidak tahu 





Ingin 


Tidak ingin 

suatu 

Tidak 


Jumlah 

Karakteristik latar belakang 

memakai 

Tidak tahu 

memakai 

alat/cara KB 

terjawab 

Jumlah 

Remaja 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 








15-19 

75,7 

11,8 

6,6 

5,8 

0,1 

100,0 

6,750 

20-24 

83,2 

8,0 

6,9 

1,8 

0,1 

100,0 

3,221 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

78,0 

11,1 

7,2 

3,6 

0,2 

100,0 

5,890 

Perdesaan 

78,4 

9,8 

5,9 

5,8 

0,0 

100,0 

4,081 

Pendidikan 








Tidak sekolah 

37,0 

12,1 

13,5 

37,4 

0,0 

100,0 

28 

Tidak tamat SD 

53,3 

6,8 

6,3 

33,6 

0,0 

100,0 

119 

Tamat SD 

71,6 

9,2 

3,9 

15,3 

0,0 

100,0 

223 

Tidak tamat SLTA 

74,5 

12,9 

6,3 

6,3 

0,1 

100,0 

4,928 

Tamat SLTA 

82,6 

8,6 

6,6 

2,1 

0,2 

100,0 

2,296 

Perguruan tinggi 

83,9 

8,0 

7,7 

0,3 

0,1 

100,0 

2,378 

Kuintil Kekayaan 








Terbawah 

73,4 

9,0 

6,2 

11,5 

0,0 

100,0 

1,409 

Menengah Bawah 

78,0 

11,7 

5,4 

4,8 

0,1 

100,0 

1,760 

Menengah 

79,8 

10,1 

6,6 

3,5 

0,1 

100,0 

1,971 

Menengah atas 

79,0 

10,5 

7,0 

3,3 

0,2 

100,0 

2,172 

Teratas 

78,9 

11,1 

7,5 

2,3 

0,1 

100,0 

2,659 

Jumlah 

78,2 

10,6 

6,7 

4,5 

0,1 

100,0 

9,971 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 








15-19 

52,3 

18,6 

20,5 

8,5 

0,1 

100,0 

7,713 

20-24 

64,3 

12,2 

19,8 

3,7 

0,0 

100,0 

4,899 

Tempat Tinggal 








Urban 

60,2 

15,7 

19,1 

4,9 

0,1 

100,0 

6,869 

Rural 

53,0 

16,6 

21,5 

8,8 

0,1 

100,0 

5,743 

Pendidikan 








Tidak sekolah 

36,9 

9,5 

12,9 

40,8 

0,0 

100,0 

63 

Tidak tamat SD 

35,7 

17,5 

24,5 

21,9 

0,4 

100,0 

505 

Tamat SD 

44,8 

16,1 

23,7 

15,0 

0,3 

100,0 

690 

Tidak tamat SLTA 

52,2 

19,1 

20,6 

8,0 

0,1 

100,0 

6,426 

Tamat SLTA 

67,2 

12,0 

18,7 

2,1 

0,0 

100,0 

3,301 

Perguruan tinggi 

67,4 

12,6 

19,1 

0,9 

0,0 

100,0 

1,627 

Kuintil Kekayaan 








Terbawah 

43,7 

16,1 

25,2 

15,0 

0,1 

100,0 

2,314 

Menengah Bawah 

54,3 

17,8 

20,3 

7,4 

0,1 

100,0 

2,560 

Menengah 

58,3 

16,9 

20,1 

4,8 

0,0 

100,0 

2,534 

Menengah atas 

62,6 

15,2 

17,0 

5,0 

0,2 

100,0 

2,607 

Teratas 

64,3 

14,5 

19,1 

2,0 

0,1 

100,0 

2,596 

Jumlah 

56,9 

16,1 

20,2 

6,7 

0,1 

100,0 

12,612 


Keluarga Berencana 


65 








Tabel 5.4 PendaDat terhadap pemakaian kendom 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang setuju terhadap pernyataan tentang pemakaian 
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

kondom, menurut 

Karakteristik latar belakang 

Kondom 

dapat 

mencegah 

kehamilan 

Kondom 
dapat 
mencegah 
HIV/AIDS dan 
IMS 

Kondom 

dapat 

dipakai 

ulang 

Jumlah 


WANITA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

67,3 

54,9 

2,4 

6,750 

20-24 

80,8 

68,7 

2,0 

3,221 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

75,1 

62,2 

2,1 

5,890 

Perdesaan 

66,7 

55,3 

2,6 

4,081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

21,6 

19,5 

0,0 

28 

Tidak tamat SD 

30,1 

19,0 

1,6 

119 

Tamat SD 

45,6 

36,5 

4,0 

223 

Tidak tamat SLTA 

64,5 

53,0 

2,4 

4,928 

Tamat SLTA 

77,8 

65,1 

3,1 

2,296 

Perguruan tinggi 

85,7 

71,6 

1,2 

2,378 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

55,9 

47,2 

3,3 

1,409 

Menengah Bawah 

65,9 

56,5 

2,6 

1,760 

Menengah 

72,2 

59,3 

2,2 

1,971 

Menengah atas 

77,0 

61,6 

2,5 

2,172 

Teratas 

79,2 

65,9 

1,4 

2,659 

Jumlah 

71,7 

59,4 

2,3 

9,971 


PRIA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

70,6 

58,2 

2,4 

7,713 

20-24 

80,4 

72,7 

2,0 

4,899 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

76,0 

66,9 

1,8 

6,869 

Perdesaan 

72,5 

60,2 

2,8 

5,743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

42,1 

44,7 

0,7 

63 

Tidak tamat SD 

52,4 

41,7 

5,2 

505 

Tamat SD 

62,4 

52,8 

3,2 

690 

Tidak tamat SLTA 

70,9 

58,8 

2,5 

6,426 

Tamat SLTA 

82,1 

73,6 

1,9 

3,301 

Perguruan tinggi 

85,6 

76,0 

0,7 

1,627 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

64,8 

53,3 

4,5 

2,314 

Menengah Bawah 

72,8 

61,8 

2,2 

2,560 

Menengah 

75,7 

64,5 

2,1 

2,534 

Menengah atas 

76,7 

68,1 

1,2 

2,607 

Teratas 

80,9 

70,3 

1,3 

2,596 

Jumlah 

74,4 

63,8 

2,2 

12,612 


66 • Keluarga Berencana 




PERKAWINAN DAN 
KEINGINAN MEMPUNYAI ANAK 




• Umur ideal kawin pertama untuk wanita: Median 
umur ideal kawin pertama untuk wanita menurut wanita 
adalah 23,7 tahun, sedangkan menurut pria adalah 

22.8 tahun. 

• Umur ideal kawin pertama untuk pria: Median umur 
ideal kawin pertama untuk pria menurut wanita adalah 

25.9 tahun, sedangkan menurut pria 25,6 tahun. 

• Pembuat keputusan untuk menikah dengan siapa: 

Tujuh puluh dua persen wanita dan 77 persen pria 
mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa 
mereka akan menikah. 

• Umur ideal mempunyai anak pertama kali: Median 
umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita 
menurut wanita adalah 25,1 tahun, sedangkan 
menurut pria 24,4 tahun. Median umur ideal pada 
kelahiran anak pertama bagi pria menurut wanita 
adalah 27,1 tahun dan menurut pria 26,8 tahun. 

• Rata-rata jumlah anak ideal: Rata-rata jumlah anak 
ideal menurut wanita dan pria sama yaitu 2,7 anak. 

• Keputusan atas jumlah anak: Sembilan puluh persen 
wanita dan 85 persen pria berpendapat jumlah anak 
harus diputuskan bersama oleh isteri dan suami. 


B ab ini menyajikan informasi yang diperoleh dari wanita dan pria terkait pendapat mereka 
mengenai umur ideal wanita dan pria untuk menikah dan mempunyai anak pertama, siapa yang 
membuat keputusan untuk memilih pasangan ketika menikah, serta jumlah anak ideal dan 
keputusan terkait jumlah anak. 

6.1. Umur Ideal Kawin Pertama 

Umur ideal kawin pertama 

Umur ideal kawin pertama adalah pendapat wanita dan pria terkait umur yang 
ideal menikah pertama kali untuk wanita dan pria. 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 


Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 67 





Median umur ideal kawin pertama untuk wanita menurut wanita adalah 23,7 tahun, sedangkan menurut 
pria 22,8 tahun (Tabel 6.1.1). Median umur ideal kawin pertama untuk pria menurut wanita adalah 25,9 
tahun, sedangkan menurut pria 25,6 tahun (Tabel 6.1.2). 

Tren: Median umur ideal kawin pertama bagi wanita menurut wanita dan pria hampir sama pada SDKI 
2012 dan SDKI 2017. Sementara itu, median umur ideal kawin pertama bagi pria menurut wanita dan pria 
sama pada SDKI 2012 dan SDKI 2017 (Gambar 6.1). 


G ambar 6.1 Median Umur Ideal Kawin Pertama Bagi 
Wanita dan Pria Menurut Wanita dan Pria 


25,9 


25,6 


25,9 


2012 2017 

Umur Ideal Kawin Pertama Wanita 

■ Wanita 


25,6 



2012 2017 

Umur Ideal Kawin Pertama Pria 

Pria 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk wanita adalah 20-24 tahun lebih 
tinggi pada wanita umur 15-19 tahun (62%) dibandingkan wanita umur 20-24 tahun (58%). Sebaliknya 
persentase pria yang mengatakan umur ideal kawin pertama untuk wanita umur 20-24 tahun lebih 
tinggi pada pria umur 20-24 tahun (71%) dibandingkan dengan pria umur 15-19 tahun (68%) (Tabel 
6 . 1 . 1 ), 

■ Persentase wanita yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk wanita 20-24 tahun lebih tinggi 
pada wanita yang tinggal di perkotaan (60%) dibandingkan dengan wanita yang tinggal di perdesaan 
(62%). Sebaliknya persentase pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama bagi wanita 20-24 
tahun lebih tinggi pada pria yang tinggal di perkotaan (71 persen) dibandingkan dengan pria yang 
tinggal di perdesaan (68%). 

■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk wanita berumur 25 
tahun ke atas tertinggi pada wanita dan pria yang berpendidikan perguruan tinggi, masing-masing 43 
persen dan 28 persen. Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk 
wanita berumur 25 tahun ke atas tertinggi pada wanita dan pria yang berada pada kuintil kekayaan 
teratas, masing-masing 39 persen dan 25 persen. 

■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk pria adalah 20-24 tahun 
lebih tinggi pada wanita dan pria yang berumur 15-19 tahun (15%) dibandingkan wanita dan pria umur 
20-24 tahun (7%) (Tabel 6.1.2). 

■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk pria 20-24 tahun lebih 
tinggi pada wanita dan pria yang tinggal di perdesaan dibandingkan dengan wanita dan pria yang 
tinggal di perkotaan. 

■ Persentase wanita yang berpendapat umur ideal kawin pertama untuk pria umur 25 tahun ke atas 
cenderung meningkat sejalan dengan semakin tinggi pendidikannya. Sedangkan persentase pria yang 


68 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak 










berpendapat umur ideal kawin pertama untuk wanita berumur 25 tahun ke atas tertinggi pada pria yang 
berpendidikan perguruan tinggi (89 persen). Persentase wanita dan pria yang berpendapat umur ideal 
kawin pertama untuk wanita berumur 25 tahun ke atas cenderung meningkat seiring dengan semakin 
tinggi kuintil kekayaannya. 

Variasi umur ideal kawin pertama menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.6.1.1. dan 

Tabel A.6.1.2. dan variasi umur ideal kawin pertama untuk pria menurut provinsi dapat dilihat pada 

Lampiran A Tabel A.6.2.1. dan Tabel A.6.2.2. 

6.2. Pembuat Keputusan Untuk Menikah Dengan Siapa 

Pembuat keputusan untuk menikah dengan siapa 

Wanita dan pria ditanya siapa yang membuat keputusan dengan siapa 
mereka nanti akan menikah. 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 tahun dan pria belum kawin umur 
15-24 

Tujuh puluh dua persen wanita belum kawin dan 77 persen persen pria belum kawin mengatakan mereka 

akan memutuskan sendiri dengan siapa mereka nanti akan menikah (Tabel 6.2). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria yang mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa mereka akan 
menikah lebih tinggi pada wanita dan pria berumur 20-24 tahun daripada mereka yang berumur 15-19 
tahun (Tabel 6.2). 

■ Persentase wanita yang mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa mereka akan menikah 
lebih tinggi pada wanita yang tinggal di perkotaan daripada wanita yang tinggal di perdesaan. 
Sedangkan persentase pria yang yang mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa mereka 
akan menikah tidak terdapat perbedaan diantara pria yang tinggal di perkotaan dan perdesaan. 

■ Secara umum, persentase wanita dan pria yang mengatakan akan memutuskan sendiri dengan siapa 
mereka akan menikah meningkat seiring meningkatnya pendidikannya sampai dengan tamat 
SLTA.Namun angka tersebut menurun pada wanita dan pria yang berpendidikan perguruan tinggi. 

■ Tidak terdapat pola tertentu pada persentase wanita dan pria yang mengatakan akan memutuskan 
sendiri dengan siapa mereka akan menikah menurut kuintil kekayaan, walaupun persentase wanita dan 
pria yang mengatakan hal tersebut tertinggi pada mereka yang berada pada kuintil kekayaan menengah 
atas. 


6.3 Umur Ideal Mempunyai Anak Pertama 

Umur ideal mempunyai anak pertama 

Umur sebaiknya wanita dan pria memiliki anak pertama menurut responden 
wanita dan pria. 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 


Median umur ideal bagi wanita untuk mempunyai anak pertama menurut wanita adalah 25,1 tahun, 
sedangkan menurut pria 24,4 tahun (Tabel 6.3.1). Median umur ideal kawin pertama untuk pria menurut 
wanita adalah 27,1 tahun, sedangkan menurut pria 26,8 tahun (Tabel 6.3.2). 

Tren Median umur ideal punya anak pertama bagi wanita menurut wanita dan pria hampir sama pada 
SDKI 2012 dan SDKI 2017. Median umur ideal punya anak pertama pertama bagi pria menurut wanita dan 
pria sama pada SDKI 2012 dan SDKI 2017 (Gambar 6.2). 


Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 69 


Pola berdasarkan karakteristik latar belakang 

■ Secara umum, median umur ideal untuk mempunyai anak pertama bagi wanita dan pria menurut 
wanita dan pria hampir sama menurut kelompok umur, daerah tempat tinggal, tingkat pendidikan, dan 
kuintil kekayaan (Tabel 6.3.1 dan Tabel 6.3.2). 

Lampiran A Tabel A.6.3.1 dan Tabel A.6.3.2 menunjukkan variasi mengenai umur ideal wanita untuk 
mempunyai anak pertama oleh wanita dan pria serta variasi umur ideal pria untuk mempunyai anak 
pertama oleh wanita dan pria menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.6.4.1 dan Tabel 
A.6.4.2. 


Gambar 6.2 Median Umur Ideal Punya Anak Pertama 
Bagi Wanita dan Pria Menurut Wanita dan Pria 



■ Wanita ■ Pria 


6.4. Jumlah Anak Ideal 

Jumlah anak ideal 

Jumlah anak ideal adalah jumlah anak yang diinginkan oleh wanita dan pria. 
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 


Rata-rata jumlah anak ideal menurut wanita dan pria adalah 2,7 anak (Tabel 6.4). Secara rinci, jumlah 
anak ideal menurut wanita dan pria dapat dilihat pada Gambar 6.3. 

Tren: Rata-rata jumlah anak ideal menurut wanita meningkat menjadi 2,7 anak (SDKI 2017) dari 2,3 anak 
(SDKI 2012). Sementara itu, rata-rata jumlah anak ideal menurut pria juga meningkat menjadi 2,7 anak 
(SDKI 2017) dari 2,5 anak (SDKI 2012). 


70 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak 










Gambar 6.3 Jumlah anak ideal 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut 
jumlah anak ideal 

64 62 



■ Wanita ■ Pria 


Pola berdasarkan karakteristik latar belakang 

■ Rata-rata jumlah anak ideal menurut wanita dan pria umur 15-19 tahun sedikit lebih rendah 
dibandingkan yang berumur 20-24 tahun. 

■ Rata-rata jumlah anak ideal menurut wanita dan pria yang tinggal di perkotaan sama dengan yang 
tinggal di perdesaan. 

■ Rata-rata jumlah anak ideal menurut pendidikan wanita dan pria tidak menunjukkan pola tertentu. 
Jumlah anak ideal yang wanita sebutkan berkisar antara 2,6-2,8 anak. Sedangkan pria berkisar antara 
2,7-2,8 anak. 

Lampiran A Tabel A.6.5.1 dan Tabel A.6.5.2 menunjukkan variasi jumlah anak ideal menurut provinsi. 

6.5. Keputusan Atas Jumlah Anak 

Keputusan atas jumlah anak 

Keputusan atas jumlah anak adalah pendapat wanita dan pria tentang siapa 
yang seharusnya menentukan jumlah anak, apakah isteri, suami atau isteri 
bersama suami. 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 

Sembilan puluh persen wanita dan 85 persen pria berpendapat jumlah anak harus diputuskan bersama oleh 

isteri dan suami (Tabel 6.5). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat jumlah anak harus diputuskan bersama oleh isteri dan 
suami lebih tinggi pada wanita dan pria berumur 20-24 tahun dibandingkan dengan wanita dan pria 
yang berumur 15-19 tahun. 

■ Persentase wanita dan pria yang berpendapat jumlah anak harus diputuskan bersama oleh isteri dan 
suami lebih tinggi pada wanita dan pria yang tinggal di perkotaan dibandingkan dengan mereka yang 
tinggal di perdesaan. 

■ Secara umum, persentase wanita dan pria yang beipendapat jumlah anak harus diputuskan bersama 
oleh isteri dan suami meningkat seiring meningkatnya pendidikan dan kuintil kekayaan (Tabel 6.5). 


Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 71 


Daftar Tabel 


Informasi lebih lanjut tentang perkawinan dan aktivitas seksual dapat dilihat pada daftar tabel berikut: 


• Tabel 

• Tabel 

• Tabel 

• Tabel 

• Tabel 

• Tabel 

• Tabel 


6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita 

6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria 

6.2 Pembuat keputusan akan menikah dengan siapa 

6.3.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita 

6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria 

6.4 Jumlah anak ideal 

6.5 Keputusan atas jumlah anak 


72 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak 



Tabel 6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita 


Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24, menurut umur ideal kawin pertama untuk wanita dan karakteristik latar 
belakang, Indonesia 2017 


Karakteristik latar belakang 

<20 

Umur ideal kawin pertama 

20-24 25+ Tidak Tahu Jumlah 

Jumlah 

remaja 

Median 

(Tahun) 

WANITA BELUM KAWIN 


Umur 


15-19 

2,3 

62,3 

31,9 

3,5 

100,0 

6.750 

23,5 

20-24 

1,1 

57,6 

39,7 

1,6 

100,0 

3.221 

24,2 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

1,5 

60,0 

36,4 

2,1 

100,0 

5.890 

23,9 

Perdesaan 

2,4 

62,0 

31,6 

4,0 

100,0 

4.081 

23,4 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

6,8 

44,1 

13,8 

35,3 

100,0 

28 

22,2 

Tidak tamat SD 

2,4 

47,2 

23,2 

27,2 

100,0 

119 

22,4 

Tamat SD 

7,7 

62,8 

19,6 

10,0 

100,0 

223 

21,0 

Tidak tamat SLTA 

2,2 

61,0 

33,1 

3,7 

100,0 

4.928 

23,5 

Tamat SLTA 

1,7 

66,5 

30,8 

1,0 

100,0 

2.296 

23,6 

Perguruan tinggi 

0,8 

55,5 

42,9 

0,7 

100,0 

2.378 

24,5 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

3,3 

52,6 

37,1 

7,0 

100,0 

1.409 

23,6 

Menengah bawah 

3,0 

61,1 

32,6 

3,3 

100,0 

1.760 

23,4 

Menengah 

1,6 

65,5 

30,1 

2,8 

100,0 

1.971 

23,4 

Menengah atas 

1,4 

64,0 

33,0 

1,6 

100,0 

2.172 

23,7 

Teratas 

1,0 

58,8 

38,6 

1,6 

100,0 

2.659 

24,2 

Jumlah 

1,9 

60,8 

34,4 

2,9 

100,0 

9.971 

23,7 


PRIA BELUM KAWIN 


Umur 


15-19 

5,6 

68,2 

18,8 

7,4 

100,0 

7.713 

22,7 

20-24 

5,3 

71,2 

20,9 

2,6 

100,0 

4.899 

23,0 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

3,5 

70,6 

21,5 

4,3 

100,0 

6.869 

23,2 

Perdesaan 

7,8 

67,9 

17,3 

6,9 

100,0 

5.743 

22,3 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

12,2 

45,9 

11,3 

30,6 

100,0 

63 

22,3 

Tidak tamat SD 

14,6 

54,6 

13,2 

17,6 

100,0 

505 

21,6 

Tamat SD 

11,1 

67,7 

13,6 

7,6 

100,0 

690 

21,5 

Tidak tamat SLTA 

5,9 

68,1 

19,0 

7,0 

100,0 

6.426 

22,6 

Tamat SLTA 

3,4 

75,3 

19,0 

2,3 

100,0 

3.301 

23,0 

Perguruan tinggi 

2,6 

68,4 

28,3 

0,7 

100,0 

1.627 

23,7 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

10,9 

59,6 

20,1 

9,5 

100,0 

2.314 

22,1 

Menengah bawah 

6,7 

69,9 

17,0 

6,4 

100,0 

2.560 

22,4 

Menengah 

5,3 

73,5 

16,8 

4,4 

100,0 

2.534 

22,8 

Menengah atas 

3,3 

72,7 

19,4 

4,6 

100,0 

2.607 

23,0 

Teratas 

1,8 

70,2 

24,9 

3,2 

100,0 

2.596 

23,5 

Jumlah 

5,5 

69,4 

19,6 

5,5 

100,0 

12.612 

22,8 


Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak 


73 








Tabel 6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria 

Distribusi persentase wanita belum kawin dan pria belum kawin 
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

umur 15-24, 

menurut umur ideal kawin pertama untuk pria dan 

Karakteristik latar belakang 

Umur ideal kawin 

<20 20-24 

pertama untuk pria 

25+ Tidak tahu 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 

Median 

(Tahun) 



WANITA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

0,4 

14,6 

79,6 

5,4 

100,0 

6.750 

25,8 

20-24 

0,3 

6,7 

90,6 

2,5 

100,0 

3.221 

26,5 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

0,2 

11,0 

85,3 

3,5 

100,0 

5.890 

26,0 

Perdesaan 

0,5 

13,6 

80,0 

5,8 

100,0 

4.081 

25,8 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

3,8 

17,7 

39,7 

38,8 

100,0 

28 

25,6 

Tidak tamat SD 

1,1 

18,2 

55,1 

25,6 

100,0 

119 

25,6 

Tamat SD 

1,3 

21,1 

67,7 

10,0 

100,0 

223 

25,5 

Tidak tamat SLTA 

0,3 

14,7 

78,9 

6,0 

100,0 

4.928 

25,8 

Tamat SLTA 

0,3 

9,7 

87,6 

2,3 

100,0 

2.296 

25,8 

Perguruan tinggi 

0,2 

7,5 

91,0 

1,4 

100,0 

2.378 

26,7 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

0,6 

16,3 

73,3 

9,9 

100,0 

1.409 

25,8 

Menengah bawah 

0,5 

12,9 

81,8 

4,9 

100,0 

1.760 

25,8 

Menengah 

0,1 

14,2 

82,0 

3,7 

100,0 

1.971 

25,8 

Menengah atas 

0,4 

11,1 

85,4 

3,2 

100,0 

2.172 

25,9 

Teratas 

0,2 

8,5 

88,3 

2,9 

100,0 

2.659 

26,3 

Jumlah 

0,3 

12,1 

83,1 

4,5 

100,0 

9.971 

25,9 



PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

0,6 

22,1 

71,1 

6,2 

100,0 

7.713 

25,5 

20-24 

0,1 

12,1 

85,7 

2,1 

100,0 

4.899 

25,7 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

0,3 

15,6 

80,7 

3,4 

100,0 

6.869 

25,7 

Perdesaan 

0,6 

21,3 

72,2 

5,9 

100,0 

5.743 

25,5 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

3,0 

14,7 

57,9 

24,4 

100,0 

63 

25,5 

Tidak tamat SD 

1,5 

22,4 

59,6 

16,4 

100,0 

505 

25,5 

Tamat SD 

0,8 

19,9 

72,7 

6,6 

100,0 

690 

25,5 

Tidak tamat SLTA 

0,5 

22,5 

71,2 

5,8 

100,0 

6.426 

25,5 

Tamat SLTA 

0,1 

12,7 

85,7 

1,5 

100,0 

3.301 

25,7 

Perguruan tinggi 

0,2 

10,5 

88,8 

0,5 

100,0 

1.627 

25,9 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

0,9 

21,9 

69,0 

8,1 

100,0 

2.314 

25,5 

Menengah bawah 

0,5 

19,9 

74,6 

5,0 

100,0 

2.560 

25,6 

Menengah 

0,6 

18,8 

76,3 

4,3 

100,0 

2.534 

25,6 

Menengah atas 

0,2 

15,8 

80,5 

3,5 

100,0 

2.607 

25,6 

Teratas 

0,0 

14,9 

82,7 

2,3 

100,0 

2.596 

25,7 

Jumlah 

0,4 

18,2 

76,8 

4,6 

100,0 

12.612 

25,6 


74 


Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak 






Tabel 6.2 Pembuat keputusan akan menikah dengan siapa 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut siapa yang membuat keputusan dengan siapa responden 
akan menikah dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

Pembuat keputusan menikah 
Orang Keluarga 


Karakteristik latar belakang 

Diri sendiri 

tua 

lainnya 

Bersama 

Tidak terjawab 

Jumlah 

Jumlah remaja 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 








15-19 

70,7 

9,7 

0,4 

19,0 

0,1 

100,0 

6.750 

20-24 

75,0 

6,5 

0,5 

17,7 

0,4 

100,0 

3.221 

Daerah tempat tinggal; 








Perkotaan 

73,8 

7,5 

0,5 

18,0 

0,2 

100,0 

5.890 

Perdesaan 

69,5 

10,4 

0,4 

19,6 

0,1 

100,0 

4.081 

Pendidikan 








Tidak sekolah 

45,4 

28,1 

17,5 

6,0 

3,1 

100,0 

28 

Tidak tamat SD 

50,3 

28,0 

2,3 

16,8 

2,7 

100,0 

119 

Tamat SD 

65,0 

16,7 

1,2 

16,1 

1,1 

100,0 

223 

Tidak tamat SLTA 

70,1 

10,5 

0,4 

18,8 

0,1 

100,0 

4.928 

Tamat SLTA 

76,6 

5,9 

0,3 

17,1 

0,1 

100,0 

2.296 

Perguruan tinggi 

73,8 

5,6 

0,3 

20,1 

0,2 

100,0 

2.378 

Kuintil kekayaan 








Terendah 

68,2 

14,6 

1,0 

16,1 

0,1 

100,0 

1.409 

Menengah bawah 

72,9 

8,9 

0,2 

17,7 

0,2 

100,0 

1.760 

Menengah 

69,1 

8,2 

0,4 

22,0 

0,2 

100,0 

1.971 

Menengah atas 

74,8 

7,1 

0,3 

17,6 

0,2 

100,0 

2.172 

Teratas 

73,4 

7,1 

0,4 

18,8 

0,2 

100,0 

2.659 

Jumlah 

72,1 

8,7 

0,4 

18,6 

0,2 

100,0 

9.971 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 








15-19 

75,7 

6,1 

0,9 

17,3 

0,1 

100,0 

7.713 

20-24 

79,2 

4,0 

0,7 

15,9 

0,1 

100,0 

4.899 

Daerah tempat tinggal 








Perkotaan 

76,8 

4,9 

0,7 

17,6 

0,1 

100,0 

6.869 

Perdesaan 

77,4 

5,8 

0,9 

15,7 

0,1 

100,0 

5.743 

Pendidikan 








Tidak sekolah 

55,6 

16,1 

2,3 

26,0 

0,0 

100,0 

63 

Tidak tamat SD 

70,6 

14,4 

1,1 

13,4 

0,5 

100,0 

505 

Tamat SD 

70,3 

9,8 

1,2 

18,5 

0,3 

100,0 

690 

Tidak tamat SLTA 

75,7 

6,0 

0,9 

17,3 

0,1 

100,0 

6.426 

Tamat SLTA 

81,3 

2,9 

0,5 

15,2 

0,1 

100,0 

3.301 

Akademi/perguruan tinggi 

79,4 

2,4 

0,4 

17,7 

0,0 

100,0 

1.627 

Kuintil kekayaan 








Terendah 

74,3 

8,1 

1,3 

16,3 

0,1 

100,0 

2.314 

Menengah bawah 

76,8 

6,1 

1,1 

16,0 

0,1 

100,0 

2.560 

Menengah 

76,9 

5,0 

0,6 

17,4 

0,1 

100,0 

2.534 

Menengah atas 

80,1 

3,9 

0,8 

15,2 

0,0 

100,0 

2.607 

Teratas 

76,9 

3,8 

0,3 

18,7 

0,2 

100,0 

2.596 

Jumlah 

77,1 

5,3 

0,8 

16,7 

0,1 

100,0 

12.612 


Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 75 






Tabel 6.3.1 Umur ideal memnunyai anak Dertama untuk wanita 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal wanita untuk mempunyai anak 
dikategorikan menurut umur ideal mempunyai anak pertama dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

pertama, 

Karakteristik latar belakang 

Umur ideal wanita mempunyai anak pertama 

<20 20-24 25+ Tidak Tahu 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 

Median 

(tahun) 



WANITA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

0,8 

44,1 

46,9 

8,2 

100,0 

6.750 

25,1 

20-24 

0,2 

42,4 

53,9 

3,5 

100,0 

3.221 

25,2 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

0,5 

40,8 

53,5 

5,2 

100,0 

5.890 

25,3 

Perdesaan 

0,7 

47,5 

42,9 

8,9 

100,0 

4.081 

24,8 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

6,3 

34,2 

23,2 

36,3 

100,0 

28 

23,8 

Tidak tamat SD 

2,4 

36,9 

26,3 

34,4 

100,0 

119 

23,7 

Tamat SD 

4,8 

52,3 

27,6 

15,2 

100,0 

223 

23,1 

Tidak tamat SMTA 

0,7 

42,4 

47,8 

9,1 

100,0 

4.928 

25,1 

Tamat SMTA 

0,3 

51,8 

43,8 

4,1 

100,0 

2.296 

24,8 

Perguruan tinggi 

0,1 

37,5 

60,6 

1,8 

100,0 

2.378 

25,4 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

1,0 

41,7 

44,3 

13,0 

100,0 

1.409 

25,1 

Menengah bawah 

0,9 

47,4 

43,9 

7,8 

100,0 

1.760 

24,8 

Menengah 

0,3 

48,1 

45,0 

6,6 

100,0 

1.971 

24,9 

Menengah atas 

0,3 

43,4 

50,8 

5,4 

100,0 

2.172 

25,2 

Teratas 

0,5 

38,7 

57,0 

3,8 

100,0 

2.659 

25,4 

Jumlah 

0,6 

43,5 

49,1 

6,7 

100,0 

9.971 

25,1 



PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

1,6 

51,2 

35,8 

11,4 

100,0 

7.713 

24,4 

20-24 

1,3 

54,7 

39,3 

4,8 

100,0 

4.899 

24,5 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

0,9 

50,4 

41,3 

7,4 

100,0 

6.869 

24,7 

Perdesaan 

2,2 

55,1 

32,2 

10,5 

100,0 

5.743 

24,0 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

1,9 

42,9 

24,9 

30,3 

100,0 

63 

23,4 

Tidak tamat SD 

4,1 

45,6 

25,3 

25,0 

100,0 

505 

23,4 

Tamat SD 

3,6 

58,0 

27,1 

11,4 

100,0 

690 

23,4 

Tidak tamat SMTA 

1,4 

51,3 

36,1 

11,2 

100,0 

6.426 

24,3 

Tamat SMTA 

1,1 

57,8 

36,8 

4,2 

100,0 

3.301 

24,4 

Perguruan tinggi 

0,7 

47,2 

50,4 

1,7 

100,0 

1.627 

25,1 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

3,1 

50,0 

33,1 

13,9 

100,0 

2.314 

24,0 

Menengah bawah 

1,4 

55,7 

33,0 

10,0 

100,0 

2.560 

24,1 

Menengah 

1,8 

54,3 

35,0 

8,8 

100,0 

2.534 

24,3 

Menengah atas 

1,0 

54,3 

37,6 

7,1 

100,0 

2.607 

24,5 

Teratas 

0,3 

48,4 

46,4 

4,9 

100,0 

2.596 

24,9 

Jumlah 

1,5 

52,6 

37,1 

8,8 

100,0 

12.612 

24,4 


76 


Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak 








Tabel 6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria 


Distribusi persentasae wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tentang umur Ideal pria untuk mempunyai anak pertama, 
dikategorikan menurut umur ideal mempunyai anak pertama dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Karakteristik latar belakang 

Umur ideal pria mempunyai anak | 

<20 20-24 25+ 

Dertama 

Tidak tahu 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 

Median 

(tahun) 



WANITA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

0,1 

8,6 

81,2 

10,1 

100,0 

6.750 

27,0 

20-24 

0,1 

4,2 

91,1 

4,6 

100,0 

3.221 

27,3 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

0,1 

6,2 

87,1 

6,6 

100,0 

5.890 

27,3 

Perdesaan 

0,2 

8,5 

80,5 

10,8 

100,0 

4.081 

26,9 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

3,8 

9,7 

47,2 

39,3 

100,0 

28 

26,3 

Tidak tamat SD 

1,7 

15,1 

47,9 

35,2 

100,0 

119 

26,5 

Tamat SD 

0,0 

19,6 

62,6 

17,8 

100,0 

223 

26,5 

Tidak tamat SMTA 

0,1 

8,1 

80,8 

11,0 

100,0 

4.928 

27,1 

Tamat SMTA 

0,1 

6,0 

88,5 

5,4 

100,0 

2.296 

27,0 

Perguruan tinggi 

0,0 

4,8 

92,1 

3,1 

100,0 

2.378 

27,5 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

0,3 

10,9 

73,9 

14,9 

100,0 

1.409 

26,9 

Menengah bawah 

0,2 

8,0 

81,7 

10,0 

100,0 

1.760 

27,0 

Menengah 

0,1 

7,9 

83,9 

8,2 

100,0 

1.971 

27,0 

Menengah atas 

0,1 

6,2 

86,5 

7,1 

100,0 

2.172 

27,2 

Teratas 

0,0 

4,9 

90,4 

4,7 

100,0 

2.659 

27,4 

Jumlah 

0,1 

7,2 

84,4 

8,3 

100,0 

9.971 

27,1 



PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

0,4 

12,5 

76,9 

10,2 

100,0 

7.713 

26,8 

20-24 

0,1 

5,6 

90,0 

4,3 

100,0 

4.899 

27,0 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

0,2 

7,8 

85,6 

6,4 

100,0 

6.869 

26,9 

Perdesaan 

0,4 

12,3 

77,6 

9,7 

100,0 

5.743 

26,7 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

3,0 

15,2 

52,5 

29,3 

100,0 

63 

26,1 

Tidak tamat SD 

0,7 

13,7 

62,4 

23,2 

100,0 

505 

26,6 

Tamat SD 

0,4 

12,4 

75,1 

12,1 

100,0 

690 

26,6 

Tidak tamat SMTA 

0,3 

12,4 

77,3 

10,0 

100,0 

6.426 

26,8 

Tamat SMTA 

0,0 

6,4 

90,0 

3,5 

100,0 

3.301 

26,9 

Perguruan tinggi 

0,2 

4,4 

94,2 

1,2 

100,0 

1.627 

27,2 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

0,3 

12,7 

73,9 

13,1 

100,0 

2.314 

26,8 

Menengah bawah 

0,5 

11,5 

79,2 

8,8 

100,0 

2.560 

26,8 

Menengah 

0,3 

10,8 

80,8 

8,0 

100,0 

2.534 

26,8 

Menengah atas 

0,2 

7,9 

85,6 

6,3 

100,0 

2.607 

26,9 

Teratas 

0,0 

6,7 

89,4 

3,9 

100,0 

2.596 

27,0 

Jumlah 

0,3 

9,8 

82,0 

7,9 

100,0 

12.612 

26,8 


Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak 


77 








Tabel 6.4 Jumlah anak ideal 


Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut jumlah anak ideal dan rata-rata jumlah anak ideal dan karakteristik latar 
belakang, Indonesia 2017 


Jumlah anak Ideal 


Rata-rata 










Tidak 


Jumlah 

jumlah 

Karakteristik latar belakang 

0 

1 

2 

3 

4 

5 

6+ 

tahu 

Jumlah 

remaja 

anak ideal 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 












15-19 

0,4 

3,3 

66,3 

14,9 

6,2 

1,1 

0,5 

7,4 

100,0 

6.750 

2,6 

20-24 

0,3 

1,5 

59,7 

23,4 

8,3 

2,0 

0,7 

4,2 

100,0 

3.221 

2,8 

Tempat tinggal 












Perkotaan 

0,2 

2,3 

65,0 

18,6 

6,4 

1,3 

0,4 

5,7 

100,0 

5.890 

2,7 

Perdesaan 

0,6 

3,2 

62,9 

16,3 

7,5 

1,5 

0,7 

7,3 

100,0 

4.081 

2,7 

Pendidikan 












Tidak sekolah 

12,4 

12,7 

20,5 

15,9 

16,1 

0,9 

2,5 

18,9 

100,0 

28 

2,8 

Tidak tamat SD 

5,6 

13,7 

36,6 

13,3 

7,7 

3,0 

0,4 

19,8 

100,0 

119 

2,6 

Tamat SD 

0,7 

8,6 

51,5 

17,6 

10,9 

0,4 

0,6 

9,7 

100,0 

223 

2,7 

Tidak tamat SMTA 

0,4 

3,2 

67,5 

13,6 

5,7 

1,2 

0,5 

8,0 

100,0 

4.928 

2,6 

Tamat SMTA 

0,1 

1,8 

64,4 

20,2 

7,2 

1,0 

0,6 

4,6 

100,0 

2.296 

2,7 

Perguruan tinggi 

0,0 

1,4 

60,1 

23,6 

8,4 

2,2 

0,7 

3,7 

100,0 

2.378 

2,8 

Kuintil kekayaan 












Terbawah 

1,0 

3,9 

58,2 

14,2 

10,4 

1,4 

0,8 

10,1 

100,0 

1.409 

2,7 

Menengah bawah 

0,3 

2,8 

66,9 

14,4 

6,0 

1,1 

0,7 

7,7 

100,0 

1.760 

2,6 

Menengah 

0,5 

3,6 

63,3 

17,4 

7,1 

1,8 

0,6 

5,7 

100,0 

1.971 

2,7 

Menengah atas 

0,0 

2,1 

64,5 

19,5 

6,8 

1,6 

0,5 

5,0 

100,0 

2.172 

2,7 

Teratas 

0,2 

1,9 

65,9 

20,2 

5,3 

1,0 

0,5 

5,2 

100,0 

2.659 

2,7 

Jumlah 

0,4 

2,7 

64,2 

17,6 

6,8 

1,4 

0,6 

6,4 

100,0 

9.971 

2,7 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 












15-19 

0,1 

2,7 

63,0 

18,6 

6,6 

2,1 

1,1 

5,7 

100,0 

7.713 

2,7 

20-24 

0,1 

2,0 

60,9 

20,8 

9,0 

2,3 

1,4 

3,5 

100,0 

4.899 

2,8 

Tempat tinggal 












Perkotaan 

0,0 

2,3 

63,1 

20,6 

7,2 

1,7 

1,2 

3,9 

100,0 

6.869 

2,7 

Perdesaan 

0,1 

2,7 

61,0 

18,2 

7,9 

2,7 

1,4 

6,0 

100,0 

5.743 

2,7 

Pendidikan 












Tidak sekolah 

0,0 

5,1 

48,0 

9,3 

16,8 

3,5 

4,8 

12,4 

100,0 

63 

2,8 

Tidak tamat SD 

0,6 

6,7 

51,2 

17,5 

8,7 

4,7 

1,1 

9,5 

100,0 

505 

2,7 

Tamat SD 

0,0 

6,1 

54,4 

17,6 

9,0 

3,6 

2,9 

6,3 

100,0 

690 

2,7 

Tidak tamat SMTA 

0,1 

2,4 

64,5 

18,2 

6,4 

2,0 

1,2 

5,2 

100,0 

6.426 

2,7 

Tamat SMTA 

0,0 

1,6 

62,6 

20,6 

8,4 

1,9 

0,9 

3,9 

100,0 

3.301 

2,7 

Perguruan tinggi 

0,0 

1,1 

59,3 

24,0 

9,0 

2,2 

1,6 

2,8 

100,0 

1.627 

2,8 

Kuintil kekayaan 












Terbawah 

0,3 

3,6 

54,5 

18,5 

10,5 

3,9 

2,2 

6,5 

100,0 

2.314 

2,8 

Menengah bawah 

0,0 

3,5 

62,4 

17,9 

7,3 

2,2 

1,5 

5,3 

100,0 

2.560 

2,7 

Menengah 

0,0 

1,9 

64,7 

18,3 

7,4 

1,6 

0,9 

5,2 

100,0 

2.534 

2,7 

Menengah atas 

0,0 

1,8 

63,9 

20,8 

6,8 

2,0 

0,9 

3,9 

100,0 

2.607 

2,7 

Teratas 

0,0 

1,7 

64,6 

21,9 

6,1 

1,5 

0,8 

3,5 

100,0 

2.596 

2,7 

Jumlah 

0,1 

2,4 

62,2 

19,5 

7,5 

2,2 

1,3 

4,8 

100,0 

12.612 

2,7 


78 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak 




Tabel 6.5 Keputusan alas jumlah anak 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut orang yang seharusnya menentukan jumlah anak 
yang akan dimiliki dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Pembuat keputusan 


Karakteristik latar belakang 

Isteri 

Suami 

Berdua 

Tidak 

tahu 

Tidak 

terjawab 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 



WANITA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

5,6 

2,7 

88,5 

2,9 

0,1 

100,0 

6.750 

20-24 

5,0 

1,5 

92,0 

1,1 

0,2 

100,0 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

5,7 

2,0 

90,1 

1,9 

0,1 

100,0 

5.890 

Perdesaan 

4,9 

2,8 

88,9 

3,0 

0,3 

100,0 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

4,4 

0,0 

66,0 

26,5 

3,1 

100,0 

28 

Tidak tamat SD 

11,4 

3,1 

68,8 

16,4 

0,0 

100,0 

119 

Tamat SD 

9,7 

3,7 

80,9 

4,7 

1,1 

100,0 

223 

Tidak tamat SLTA 

5,6 

2,9 

87,9 

3,4 

0,2 

100,0 

4.928 

Tamat SLTA 

4,9 

2,3 

91,9 

0,6 

0,1 

100,0 

2.296 

Perguruan tinggi 

4,9 

1,1 

93,1 

0,7 

0,1 

100,0 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

6,4 

3,3 

85,4 

4,7 

0,1 

100,0 

1.409 

Menengah bawah 

4,6 

2,7 

89,5 

2,7 

0,5 

100,0 

1.760 

Menengah 

5,7 

1,9 

89,5 

2,5 

0,2 

100,0 

1.971 

Menengah atas 

4,0 

2,4 

91,7 

1,6 

0,0 

100,0 

2.172 

Teratas 

6,2 

1,9 

90,4 

1,4 

0,1 

100,0 

2.659 

Jumlah 

5,4 

2,3 

89,6 

2,3 

0,2 

100,0 

9.971 



PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

4,5 

8,0 

84,1 

2,9 

0,1 

100,0 

7.713 

20-24 

3,8 

8,5 

86,3 

0,9 

0,1 

100,0 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

4,1 

8,2 

85,6 

1,6 

0,1 

100,0 

6.869 

Perdesaan 

4,3 

8,3 

84,2 

2,8 

0,0 

100,0 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

7,9 

14,4 

69,0 

8,7 

0,0 

100,0 

63 

Tidak tamat SD 

8,3 

12,4 

69,1 

9,9 

0,1 

100,0 

505 

Tamat SD 

5,3 

12,0 

79,6 

2,6 

0,2 

100,0 

690 

Tidak tamat SLTA 

4.7 

8,1 

84,1 

2,7 

0,1 

100,0 

6.426 

Tamat SLTA 

3,3 

8,2 

87,4 

0,5 

0,1 

100,0 

3.301 

Perguruan tinggi 

2,0 

5,9 

91,1 

0,4 

0,0 

100,0 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terendah 

5,3 

9,6 

80,8 

4,0 

0,0 

100,0 

2.314 

Menengah bawah 

4,5 

8,4 

84,8 

2,1 

0,0 

100,0 

2.560 

Menengah 

4,3 

7,7 

85,4 

1,9 

0,2 

100,0 

2.534 

Menengah atas 

3,4 

8,7 

85,3 

1,9 

0,0 

100,0 

2.607 

Teratas 

3,6 

6,9 

88,0 

1,0 

0,1 

100,0 

2.596 

Jumlah 

4,2 

8,2 

85,0 

2,2 

0,1 

100,0 

12.612 


Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak • 79 




80 • Perkawinan dan Keinginan Mempunyai Anak 



MEROKOK, MINUM MINUMAN BERALKOHOL, DAN 
PENGGUNAAN OBAT TERLARANG 



Temuan Utama 


• Merokok: Satu persen wanita dan 55 persen pria 
merokok saat ini.Tiga puluh satu persen wanita dan 21 
persen pria pertama kali merokok sebelum umur 13 
tahun. Separuh pria menghisap lebih dari 10 batang 
rokok dalam 24 jam terakhir sebelum survei. 

• Minum minuman beralkohol: Persentase pria minum 
minuman beralkohol lebih tinggi daripada wanita (15% 
dibandingkan dengan 1%). Persentase wanita dan pria 
umur mulai minum minuman berlakohol paling tinggi 
pada mereka yang berumur 15-19 tahun, masing-masing 
58% wanita dan 70% pria. Empat puluh sembilan persen 
pria minum alkohol sampai mabuk. 

• Penggunaan obat terlarang: Lima persen pria 
menggunakan obat-obatan terlarang; pria menggunakan 
obat terlarang dengan cara dihisap (2%) dan 
diminum/ditelan (3%). 


K omponen Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dalam SDKI 2017 memiliki informasi tentang 
kebiasaan atau perilaku berisiko terhadap kesehatan pada remaja. Perilaku tersebut adalah 
merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang atau NAPZA (narkotika, 
psikotropika, dan zat adiktif lainnya). 


7.1 Merokok 


Prevalensi merokok pada umur 18 ke bawah merupakan salah satu indikator Tujuan Pembangunan 
Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017(Republik 
Indonesia, 2017). Perilaku merokok merupakan faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti 
penyakit kardiovaskuler, kanker paru dan penyakit paru obstruktif kronik(WHO, 2012). Kementerian 
Kesehatan telah menyusun beberapa kebijakan untuk menurunkan prevalensi merokok, salah satunya 
adalah kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di lingkungan sekolah, tempat kerja dan tempat-tempat 
umum (Kementerian Kesehatan RI, 2015). Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat 
terlarang 


Prevalensi Merokok 

Perokok saat ini 

Remaja yang pada saat survei merokok produk tembakaudalam bentuk 
apapun setiap hari atau kadang-kadang. 

Mantan perokok 

Remaja yang telah berhenti merokok, atau hanya mencoba merokok atau 
tidak pernah merokok secara teratur. 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 


Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang• 81 







Satu persen wanita dan 55 persen pria merokok 
saat ini. Sembilan puluh dua persen wanita dan 
23 persen pria belum pernah merokok. Tujuh 
persen wanita dan 22 persen pria mantan 
perokok (Tabel 7.1). 

Tren: Persentase pria yang saat ini merokok 
meningkat dari 53 persen (SDKI 2012) 
menjadi 55 persen (SDKI 2017). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase pria mantan perokok meningkat 
seiring dengan meningkatnya kuintil 
kekayaan. Sebagai contoh, 18 persen pria 
dengan kuintil kekayaan terbawah dan 28 
persen dengan kuintil kekayaan teratas 
(Gambar 7.1). 


Gambar 7.1 Perokok saat ini dan 
mantan perokok 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang 
saat ini merokok dan mantan perokok menurut 
kuintil kekayaan 


62 60 61 



Terbawah Menengah Menengah Menengah Teratas 
bawah atas 


■ Mantan perokok ■ Perokok saat ini 


■ Persentase wanita merokok saat ini paling tinggi pada wanita yang tidak sekolah (3%). 

■ Persentase wanita dan pria yang merokok saat ini menurut pendidikan dan kuintil kekayaan tidak 
menunjukkan pola tertentu. 


Umur Mulai Merokok 

Informasi tentang umur mulai merokok 
merupakan bagian dari perilaku merokok. Tiga 
puluh satu persen wanita dan 21 persen pria 
pertama kali merokok sebelum umur 13 tahun. 

Tren: Persentase pria belum kawin 15-19 tahun 
yang mulai merokok sebelumumur 15 tahun, 
meningkat dari 52 persen (SDKI 2007) menjadi 
57 persen (SDKI 2017). Dalam kurun waktu 
yang sama, hampir tidak ada perbedaan 
persentase wanita belum kawin umur 15-19 
tahun yang mulai merokok sebelum umur 15 
tahun (Gambar 7.2). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 


Gambar 7.2 Umur wanita dan pria 
merokok pertama kali 

Persentase wanita dan pria pertama kali merokok 
sebelum umur 15 tahun di antara wanita dan pria 
belum kawin umur 15-19 yang merokok 


59 



Wanita Pria 


i SDKI 2007 ■ SDKI 2012 SDKI 2017 


Persentase wanita dan pria yang merokok 
sebelum umur 13 tahun lebih tinggi pada 
kelompok umur 15-19 tahun dibandingkan 

kelompok umur 20-24 tahun. Sebagai contoh, 37 persen wanita umur 15-19 tahun sudah mulai 
merokok sebelum umur 13 tahun dan 22 persen pada wanita umur 20-24 tahun (Tabel 7.2). 


■ Persentase wanita dan pria yang mulai merokok sebelum umur 13 tahun lebih tinggi pada mereka yang 
tinggal di perdesaandibandingkan dengan mereka yang tinggal di perkotaan. Sebagai contoh, 39 persen 
wanita yang tinggal di perdesaan dan 27 persen wanita yang tinggal di perkotaan. 


■ Persentase wanita dan pria yang mulai merokok sebelum umur 13 tahun menurut pendidikan dan 
kuintil kekayaan tidak menunujukkan pola tertentu. Namun demikian, persentase wanita yang 


82 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 





merokok sebelum umur 13 tahun tertinggi 
pada wanita berpendidikan tamat SD (41%), 
sedangkan persentase pria paling tinggi 
pada mereka yang belum tamat SD (31%). 

Jumlah Rokok yang Dihisap 

Separuh pria menghisap lebih dari 10 batang 
rokok dan 26 persen merokok sekitar 6-9 batang 
rokok dalam 24 jam terakhir sebelum survei. 

Tren: Persentase pria yang menghisap lebih dari 
10 batang dalam 24 jam terakhir sebelum survei 
meningkat menjadi 50 persen (SDKI 2017) dari 
38 persen (SDKI 2012) (Gambar 7.3). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase pria yang merokok lebih dari 10 
batang dalam 24 jam terakhir sebelum survei 
lebih tinggi pada pria yang tinggal di perdesaan 
(53%) dibandingkan dengandi perkotaan 
(48%) (Tabel 7.3). 

■ Persentase pria yang merokok lebih dari 10 
batang dalam 24 jam sebelum survei lebih 
tinggi pada pria umur 20-24 tahun (60%) 
dibanding pria umur 15-19 tahun (38%). 

■ Persentase pria yang merokok lebih dari 10 
batang dalam 24 jam terakhir sebelum survei 
menurut pendidikan dan kuintil kekayaan tidak 
menunjukkan pola tertentu. 


Gambar 7.3 Jumlah rokok yang 
dihisap 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut 
jumlah batang rokok yang dihisap dalam 24 jam 
sebelum survei 


50 



<3 3-5 6-9 10+ 

■ SDKI 2012 ■ SDKI 2017 


Gambar 7.4 Umur mulai minum 
alkohol (tahun) 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 
15-24 menurut kelompok umur pertama kali 
minum-minuman berlakohol 



7.2 Minum Minuman Beralkohol 

Perubahan psikologis dan sosial remaja ditandai dengan meningkatnya perilaku meniru dan eksplorasi 
bersama teman sepergaulan. Perilaku seperti ini memberikan peluang bagi remaja untuk terpapar perilaku 
berisiko seperti minum alkohol. Minum alkohol pada periode remaja dapat menghambat pertumbuhan dan 
pematangan sel dan selanjutnya menyebabkan ketergantungan di masa dewasa (Newcomb dan Bentler, 
1989). 

Prevalensi Minum Minuman Beralkohol 

Minum minuman beralkohol 

Remaja yang minum minuman beralkohol adalah remaja yang termasuk 
dalam dua kategori, yaitu minum setiap hari dan minum kadang-kadang 
Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 


Minum alkohol merupakan indikator dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), yang 
tercantum dalam tujuan nomor tiga poin kelima, yaitu memperkuat pencegahan dan pengobatan 
penyalahgunaan narkotika dan penggunaan alkohol yang membahayakan(Kementerian Perencanaan 


Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 83 





Pembangunan Nasional, 2018). SDKI 2017 menanyakan tentang konsumsi alkohol responden selama tiga 
bulan sebelum survei. 


Persentase pria yang minum minuman beralkohol lebih tinggi dibandingkan dengan wanita (masing- 
masing 15% dan 1%) (Tabel 7.4). 

Tren: Dalam sepuluh tahun terakhir, persentase pria minum minuman beralkohol umur 20-24tahun turun 
menjadi 19 persen (SDKI 2017) dari 24 persen (SDKI2007). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase pria yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi di perdesaan (17%) dibandingkan dengan di 
perkotaan (13%). 

■ Persentase pria yang minum minuman beralkohol tertinggi pada mereka yang tidak tamat SD. 

■ Persentase pria yang meminum alkohol menurun seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan, yaitu 
dari21 persenpada kuintil kekayaan terbawah menjadi 10 persen pada kuintil kekayaan teratas. 

Umur Mulai Minum Alkohol 

Tujuh puluh persen pria dan 58 persen wanita mulai minum alkohol pada kelompok umur 15-19 tahun. 
Namun, ditemukan 2 persen pria dan 6 persen wanita mulai minum alkohol pada umur di bawah 10 tahun 

(Tabel 7.5a dan Gambar 7.4). 

Tren: Dalam sepuluh tahun terakhir, persentase wanita yang pertama kali minum alkohol pada umur 
kurang dari 14 meningkat dari 10 persen (SDKI 2007) menjadi 17 persen (SDKI 2017). Tren yang sama 
terjadi juga pada pria, walaupun kenaikannya lebih kecil (9% pada SDKI 2007 menjadi 11% pada SDKI 
2017) (Tabel 7.5b dan Gambar 7.5). 

Perilaku Minum Minuman Beralkohol 

Persentase pria yang minum alkohol dalam tiga bulan terakhir lebih tinggi dari pada wanita (39% 


Gambar 7.5 Umur pertama minum alkohol 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut umur pertama kali 
minum-minuman beralkohol 
■ 2007 ■ 2017 


27 


17 


17 


12 


15 14 


13 


15 


1617 ie 17 1717 


11 , 


98 10 


< 14 

14 

15 16 

17 

18+ 

< 14 

14 

15 16 

17 

18+ 



WANITA 





PRIA 




dibanding 26%). Empat puluh sembilan persen pria pernah minum alkohol sampai mabuk (Tabel 7.6). 


Tren: Dalam sepuluh tahun terakhir, persentase pria yang minum minuman beralkohol dalam tiga bulan 
terakhir menurun menjadi 39 persen (SDKI 2017) dari 48 persen (SDKI 2007). 


84 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 





Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita yang minum alkohol dalam tiga bulan terakhir lebih tinggi di perkotaan (28%) 
daripada di perdesaan (23%). Sebaliknya pada pria,lebih tinggi di perdesaan (43%) daripada di 
perkotaan (36%). 

■ Persentase pria yang minum alkohol sampai mabuk lebih tinggi pada umur 20-24 tahun 
(54%)dibandingkan dengan umur 15-19 tahun (44%). 

■ Semakin tinggi kuintil kekayaan, persentase pria yang minum alkohol sampai mabukmenurun, dari 55 
persen pada kuintil terbawah menjadi 43 persen pada kuintil teratas. 

7.3 PENGGUNAAN OBAT-OBATAN TERLARANG 

Penyalahgunaan obat-obatan terlarang merupakan masalah sosial dan kesehatan secara nasional maupun 
global. Dampak kerusakan yang ditimbulkan dari penggunaan obat-obatan terlarang ini merupakan 
kejahatan besar dan serius. Selain kematian, penyalahgunaan obat terlarang juga menyebabkan kesakitan 
pada penggunanya dan menjadi beban besar bagi masyarakat. Kematian yang disengaja maupun tidak 
disengaja terkait dengan penggunaan obat terlarang menjadi salah satu penyebab utama kematian yang 
dapat dicegah pada remaja umur 15-24 tahun. Penggunaan obat terlarang ini menyebabkan kenakalan 
remaja, kehamilan remaja, remaja tidak berprestasi di sekolah, dan depresi (Belcher dan Shinitzky, 1998). 

Indikator penggunaan obat terlarang ini tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 
(TPB/SDGs) mengenai prevalensi penyalahgunaan obat terlarang danakses layanan rehabilitasi sesuai 
standar (Republik Indonesia, 2017). Terkait hal tersebut, penting untuk mengetahui informasi mengenai 
pengetahuan remaja tentang pusat rehabilitasi. 

Secara umum, persentase wanita yang pernah menggunakan obat terlarang kurang dari 1 persen (Tabel 
7.7). Lima persen pria menggunakan obat terlarang, diantaranya 2 persen menggunakan cara dihisap dan 3 
persen dengan cara diminum atau ditelan (Tabel 7.8).Diantara pria yang menggunakan obat terlarang, 13 
persen yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama dengan pengguna lainnya (Tabel 7.9). 

Tren: Dalam sepuluh tahun terakhir, persentase pria yang pernah mengonsumsi obat terlarang cenderung 
menurun menjadi 5 persen (SDKI 2017) dari 6 persen (SDKI 2007). Tren yang sama juga terlihat pada 
penggunaan obat terlarang dengan cara dihisap (Gambar 7.6). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase pria yang pernah menggunakan obat terlarang lebih tinggi pada mereka yang berumur 20- 
24 tahun (8%) daripada mereka yang berumur 15-19 tahun (3%) (Tabel 7.8). 

■ Persentase pria yang pernah mengonsumsi obat terlarangsedikit lebih tinggi pada mereka yang tinggal 
di perkotaan (5%) dibandingkan dengan yang tinggal di perdesaan (4%). 

7.4 PENGETAHUAN TENTANG INSTANSI PENERIMA WAJIB LAPOR 

Program Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) telah dicanangkan dalam beberapa tahun terakhir ini. 
Seperti yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2011, IPWL merupakan upaya untuk 
memenuhi hak pecandu dalam mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan 
rehabilitasi sosial (Republik Indonesia, 2011). Oleh karena itu, perlu digali pengetahuan tentang IPWL 
pada kelompok remaja sebagai salah satu kelompok yang rentan untuk menyalahgunakan obat terlarang. 

Persentase wanita yang mengetahui tentang IPWL lebih tinggi dibandingkan dengan pria (masing-masing 
12 persen dan 9 persen) (Tabel 7.10). 


Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang• 85 


Gambar 7.6 Penggunaan obat terlarang 


Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang mengonsumsi obat terlarang menurut cara 

penggunaannya 



Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan priayang pernah mendengar tentang IPWL meningkat seiring dengan 
meningkatnya pendidikan. Sebagai contoh, persentase naik dari3 persen pada priayang tidak sekolah 
menjadi 17 persen pada pria berpendidikan perguruan tinggi. 


7.5 Perilaku Berisiko 


Persentase pria yang berperilaku berisiko lebih tinggi dibandingkan wanita. Sebagai contoh, 55 persen pria 
merokok dibandingkan dengan satu persen wanita, diikuti oleh 15 persen pria minum minuman 
beralkoholdan satu persen wanita (Gambar 7.7). 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase merokokdan minum minuman 
beralkohol pada wanita yang tinggal di 
perkotaan lebih tinggi dibandingkan 
dengandi perdesaan. Sedangkan pria 
menunjukkan pola sebaliknya (Tabel 7.11). 

■ Persentase merokok, minum minuman 
beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 
pada pria maupun wanita tidak 
menunjukkan pola tertentumenurut 
pendidikan dan kuintil kekayaan. 


Gambar 7.7 Perilaku berisiko 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 
15-24 yang merokok, minum minuman 
beralkohol dan menggunakan obat terlarang 

55 

J 

Merokok Pengunaan obat Minum minuman 
terlarang beralkohol 


■ Pria 

■ Wanita 


15 



86- Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 










Daftar Tabel 


Informasi lebih lanjut tentang merokok, minum minuman beralkohol dan penggunaan obat terlarang dapat 
dilihat dalam tabel-tabel berikut: 

• Tabel 7.1 Merokok 

• Tabel 7.2 Umur mulai merokok 

• Tabel 7.3 Jumlah rokok yang dihisap 

• Tabel 7.4 Minum minuman beralkohol 

• Tabel 7.5a Kelompok umur mulai minum minuman beralkohol 

• Tabel 7.5b Umur mulai minum minuman beralkohol 

• Tabel 7.6 Perilaku minum 

• Tabel 7.7 Penggunaan obat-obatan terlarang: Wanita belum kawin 

• Tabel 7.8 Penggunaan obat-obatan terlarang: Pria belum kawin 

• Tabel 7.9 Penggunaan obat-obatan terlarang dengan injeksi: Pria belum kawin 

• Tabel 7.10 Pengetahuan tentang Instansi Penerima Wajib Lapor 

• Tabel 7.11 Merokok, minum minuman beralkohol, penggunaan obat terlarang (perilaku berisiko) 


Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 87 



Tabel 7.1 Merokok 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin 15-24 yang bukan perokok, mantan perokok dan perokok saat ini, serta persentase wanita dan pria belum 
kawin 15-24 yang merokok paling sedikit 1 batang dalam 24 jam, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

Karakteristik latar belakang 

Bukan 

perokok 

Mantan 

perokok 

Perokok 
saat ini 

Tidak 

terjawab 

Jumlah 

Perokok setiap 
hari 

(paling sedikit 1 
batang dalam 24 
jam) 

Jumlah 

remaja 



WANITA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

92,9 

6,3 

0,8 

0,0 

100,0 

0,2 

6.750 

20-24 

89,8 

8,7 

1,4 

0,2 

100,0 

0,3 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

91,3 

7,4 

1,4 

0,1 

100,0 

0,4 

5.890 

Perdesaan 

92,7 

6,8 

0,4 

0,1 

100,0 

0,1 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

86,3 

10,5 

3,1 

0,0 

100,0 

0,0 

28 

Belum tamat SD 

92,3 

5,3 

2,4 

0,0 

100,0 

2,1 

119 

Tamat SD 

89,9 

7,2 

1,8 

1,1 

100,0 

0,7 

223 

Tidak tamat SLTA 

92,8 

6,1 

1,0 

0,1 

100,0 

0,2 

4.928 

Tamat SLTA 

91,4 

7,6 

0,9 

0,0 

100,0 

0,4 

2.296 

Perguruan tinggi 

90,5 

8,5 

0,8 

0,1 

100,0 

0,0 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

91,0 

8,2 

0,8 

0,1 

100,0 

0,2 

1.409 

Menengah bawah 

91,4 

8,0 

0,4 

0,1 

100,0 

0,1 

1.760 

Menengah 

91,9 

6,9 

1,1 

0,2 

100,0 

0,3 

1.971 

Menengah atas 

92,0 

6,6 

1,5 

0,1 

100,0 

0,5 

2.172 

Teratas 

92,5 

6,5 

0,9 

0,0 

100,0 

0,1 

2.659 

Jumlah 

91,9 

7,1 

0,9 

0,1 

100,0 

0,2 

9.971 



PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

27,3 

25,1 

47,6 

0,0 

100,0 

27,9 

7.713 

20-24 

14,9 

17,9 

67,1 

0,1 

100,0 

53,2 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

24,2 

23,5 

52,3 

0,0 

100,0 

35,7 

6.869 

Perdesaan 

20,4 

21,0 

58,6 

0,1 

100,0 

40,2 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

24,3 

16,5 

58,9 

0,3 

100,0 

37,9 

63 

Belum tamat SD 

14,1 

9,1 

76,6 

0,2 

100,0 

58,0 

505 

Tamat SD 

12,1 

11,5 

76,5 

0,0 

100,0 

61,3 

690 

Tidak tamat SLTA 

26,2 

23,5 

50,3 

0,0 

100,0 

31,3 

6.426 

Tamat SLTA 

16,5 

20,7 

62,8 

0,0 

100,0 

47,1 

3.301 

Perguruan tinggi 

27,0 

29,7 

43,2 

0,0 

100,0 

27,6 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

20,7 

17,6 

61,7 

0,0 

100,0 

42,3 

2.314 

Menengah bawah 

20,1 

19,6 

60,1 

0,1 

100,0 

41,3 

2.560 

Menengah 

19,0 

20,3 

60,7 

0,0 

100,0 

43,0 

2.534 

Menengah atas 

22,0 

25,2 

52,7 

0,0 

100,0 

35,3 

2.607 

Teratas 

30,3 

27,9 

41,7 

0,0 

100,0 

27,3 

2.596 

Jumlah 

22,5 

22,3 

55,2 

0,0 

100,0 

37,7 

12.612 


88- Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 





Tabel 7.2 Umur mulai merokok 


Distribusi persentase pria dan wanita belum kawin umur 15-24 yang pernah merokok menurut umur pertama kali merokok dan karakteristik latar 
belakang, Indonesia 2017 


Umur pertama kali merokok 










Tidak 

Tidak 


Jumlah 


<13 

13 

14 

15 

16 

17 

18+ 

tahu 

terjawab 

Jumlah 

remaja 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 












15-19 

37,6 

6,0 

11,9 

16,7 

8,5 

5,9 

4,4 

7,2 

1,7 

100,0 

481 

20-24 

22,1 

6,9 

6,7 

10,9 

10,4 

11,0 

27,7 

3,5 

0,8 

100,0 

323 

Daerah tempat tinggal 












Perkotaan 

26,9 

7,8 

9,2 

14,7 

10,0 

9,0 

17,2 

4,0 

1,2 

100,0 

512 

Perdesaan 

39,3 

4,0 

10,8 

13,8 

8,0 

6,0 

7,8 

8,8 

1,6 

100,0 

293 

Pendidikan 












Tidak sekolah 

0,0 

10,3 

39,9 

0,0 

27,0 

0,0 

0,0 

0,0 

22,8 

100,0 

4 

Belum tamat SD 

20,3 

19,6 

13,7 

11,7 

4,7 

19,2 

6,0 

4,8 

0,0 

100,0 

9 

Tamat SD 

40,6 

6,1 

1,4 

4,9 

3,3 

6,7 

23,8 

8,0 

5,3 

100,0 

20 

Tidak tamat SLTA 

35,6 

7,0 

12,1 

18,4 

9,2 

3,8 

4,4 

7,4 

2,1 

100,0 

352 

Tamat SLTA 

24,1 

7,8 

9,1 

14,4 

10,6 

8,8 

19,3 

5,5 

0,5 

100,0 

197 

Perguruan tinggi 

31,4 

3,6 

6,8 

9,1 

8,7 

13,5 

23,4 

3,3 

0,1 

100,0 

222 

Kuintil kekayaan 












Terbawah 

34,3 

5,1 

13,5 

16,3 

9,4 

6,4 

9,6 

3,1 

2,2 

100,0 

127 

Menengah bawah 

37,7 

7,5 

6,3 

14,2 

8,1 

3,1 

11,9 

9,9 

1,2 

100,0 

149 

Menengah 

25,4 

7,0 

14,7 

10,6 

12,9 

7,6 

13,2 

8,0 

0,7 

100,0 

157 

Menengah atas 

30,4 

5,1 

9,8 

17,3 

7,3 

9,9 

13,8 

3,7 

2,9 

100,0 

173 

Teratas 

30,4 

7,1 

6,2 

13,8 

8,9 

11,1 

18,3 

4,2 

0,0 

100,0 

198 

Jumlah 

31,4 

6,4 

9,8 

14,4 

9,3 

7,9 

13,8 

5,7 

1,3 

100,0 

805 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 












15-19 

24,2 

13,9 

19,3 

22,3 

12,5 

5,1 

1,8 

0,8 

0,1 

100,0 

5.607 

20-24 

16,3 

8,2 

12,8 

16,7 

15,0 

13,3 

17,3 

0,4 

0,1 

100,0 

4.166 

Daerah tempat tinggal 












Perkotaan 

19,7 

11,2 

16,3 

20,4 

14,1 

8,8 

8,7 

0,6 

0,1 

100,0 

5.203 

Perdesaan 

22,1 

11,7 

16,8 

19,3 

12,8 

8,3 

8,1 

0,7 

0,1 

100,0 

4.570 

Pendidikan 












Tidak sekolah 

25,5 

8,3 

3,1 

28,0 

13,3 

11,2 

5,7 

3,1 

1,7 

100,0 

48 

Belum tamat SD 

31,2 

8,9 

10,3 

17,3 

12,1 

9,1 

8,5 

2,5 

0,0 

100,0 

434 

Tamat SD 

20,3 

9,8 

14,8 

18,8 

12,8 

12,3 

10,1 

0,7 

0,4 

100,0 

607 

Tidak tamat SLTA 

24,5 

14,3 

19,8 

21,7 

10,8 

4,6 

3,5 

0,7 

0,1 

100,0 

4.740 

Tamat SLTA 

14,8 

9,2 

13,9 

19,1 

16,9 

12,3 

13,2 

0,5 

0,0 

100,0 

2.757 

Perguruan tinggi 

16,4 

7,1 

13,1 

15,8 

17,6 

13,4 

16,3 

0,1 

0,1 

100,0 

1.188 

Kuintil kekayaan 












Terbawah 

22,1 

9,4 

14,6 

18,9 

14,8 

10,0 

9,0 

1,3 

0,1 

100,0 

1.834 

Menengah bawah 

22,3 

11,8 

16,4 

20,5 

12,1 

8,9 

7,4 

0,5 

0,0 

100,0 

2.044 

Menengah 

20,2 

12,3 

17,0 

20,3 

13,8 

8,0 

7,7 

0,6 

0,1 

100,0 

2.053 

Menengah atas 

19,7 

12,6 

18,3 

19,8 

13,6 

6,9 

8,4 

0,5 

0,2 

100,0 

2.033 

Teratas 

19,9 

10,8 

16,0 

20,0 

13,6 

9,4 

9,8 

0,5 

0,1 

100,0 

1.810 

Jumlah 

20,8 

11,4 

16,5 

19,9 

13,5 

8,6 

8,4 

0,7 

0,1 

100,0 

9.774 


Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 89 






Tabel 7.3 Jumlah rokok yang dihisap 

Distribusi persentase pria belum kawin 15-24 yang saat ini merokokmenurut jumlah batang rokok yang dihisap dalam 24 jam terakhir 
dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 



<3 

Jumlah batang rokok yang dihisap 

3-5 6-9 10+ 

Tidak 

terjawab 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 

Umur 

15-19 

7,6 

28,6 

25,5 

38,3 

0,0 

100,0 

2.151 

20-24 

1,7 

12,0 

26,0 

60,1 

0,1 

100,0 

2.610 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

4,6 

19,5 

27,7 

48,1 

0,1 

100,0 

2.454 

Perdesaan 

4,2 

19,6 

23,7 

52,5 

0,0 

100,0 

2.307 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

4,5 

15,0 

18,6 

62,0 

0,0 

100,0 

24 

Belum tamat SD 

3,4 

13,3 

17,9 

65,3 

0,0 

100,0 

293 

Tamat SD 

1,9 

11,9 

21,3 

64,6 

0,2 

100,0 

424 

Tidak tamat SLTA 

7,2 

24,9 

24,6 

43,2 

0,0 

100,0 

2.014 

Tamat SLTA 

2,3 

16,9 

30,0 

50,7 

0,1 

100,0 

1.555 

Perguruan tinggi 

2,0 

15,7 

26,4 

55,9 

0,0 

100,0 

450 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

5,1 

19,5 

21,9 

53,5 

0,0 

100,0 

980 

Menengah bawah 

4,0 

19,4 

24,4 

52,2 

0,1 

100,0 

1.058 

Menengah 

4,2 

21,8 

27,2 

46,7 

0,0 

100,0 

1.091 

Menengah atas 

4,2 

18,2 

30,2 

47,3 

0,0 

100,0 

921 

Teratas 

4,6 

18,0 

25,1 

52,1 

0,2 

100,0 

711 

Jumlah 

4,4 

19,5 

25,8 

50,2 

0,1 

100,0 

4.761 


90 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 






Tabel 7.4 Minum minuman beralkohol 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 menurut status minum minuman beralkohol dan karakteristik latar belakang, 
2017 

Indonesia 

Karakteristik latar belakang 

Bukan peminum 

Mantan 

peminum 

Peminum 

kadang-kadang 

Peminum setiap 
hari 

Tidak terjawab 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 



WANITA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

96,6 

2,4 

0,9 

0,0 

0,0 

100,0 

6.750 

20-24 

93,1 

5,1 

1,6 

0,0 

0,2 

100,0 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

94,9 

3,6 

1,4 

0,0 

0,1 

100,0 

5.890 

Perdesaan 

96,3 

2,8 

0,8 

0,0 

0,1 

100,0 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(93,9) 

(3,0) 

(0,0) 

(0,0) 

(3,1) 

100,0 

28 

Tidak tamat SD 

96,5 

3,1 

0,3 

0,0 

0,0 

100,0 

119 

Tamat SD 

94,8 

3,1 

1,1 

0,0 

1,1 

100,0 

223 

Tidak tamat SLTA 

96,6 

2,4 

0,9 

0,0 

0,1 

100,0 

4.928 

Tamat SLTA 

95,5 

3,0 

1,4 

0,0 

0,0 

100,0 

2.296 

Perguruan tinggi 

93,0 

5,4 

1,5 

0,0 

0,1 

100,0 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

93,8 

5,0 

1,1 

0,0 

0,1 

100,0 

1.409 

Menengah bawah 

96,8 

2,2 

0,9 

0,0 

0,2 

100,0 

1.760 

Menengah 

96,8 

2,4 

0,7 

0,0 

0,1 

100,0 

1.971 

Menengah atas 

96,0 

2,6 

1,4 

0,0 

0,0 

100,0 

2.172 

Teratas 

94,1 

4,3 

1,5 

0,0 

0,0 

100,0 

2.659 

Jumlah 

95,5 

3,3 

1,2 

0,0 

0,1 

100,0 

9.971 



PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

71,4 

16,7 

11,7 

0,1 

0,0 

100,0 

7.713 

20-24 

49,7 

31,3 

18,6 

0,3 

0,1 

100,0 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

64,1 

22,8 

12,9 

0,1 

0,1 

100,0 

6.869 

Perdesaan 

61,6 

21,9 

16,2 

0,3 

0,1 

100,0 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

61,4 

22,9 

15,7 

0,0 

0,0 

100,0 

63 

Tidak tamat SD 

53,0 

19,9 

26,0 

1,0 

0,1 

100,0 

505 

Tamat SD 

56,4 

21,8 

21,6 

0,3 

0,0 

100,0 

690 

Tdak tamat SLTA 

69,2 

18,5 

12,1 

0,2 

0,1 

100,0 

6.426 

Tamat SLTA 

54,5 

29,0 

16,2 

0,1 

0,1 

100,0 

3.301 

Perguruan tinggi 

61,7 

25,3 

12,9 

0,1 

0,0 

100,0 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

58,5 

20,9 

20,2 

0,4 

0,0 

100,0 

2.314 

Menengah bawah 

62,4 

21,9 

15,4 

0,3 

0,0 

100,0 

2.560 

Menengah 

59,5 

24,9 

15,4 

0,2 

0,1 

100,0 

2.534 

Menengah atas 

64,8 

23,4 

11,6 

0,2 

0,0 

100,0 

2.607 

Teratas 

69,3 

20,6 

10,0 

0,0 

0,1 

100,0 

2.596 

Jumlah 

63,0 

22,4 

14,4 

0,2 

0,1 

100,0 

12.612 

Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang 






Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 91 





Tabel 7.5aKelomook umur mulai minum minuman beralkohol 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24, kelompok umur pertama kali minum minuman beralkohol, menurut karakteristik latar belakang, 
Indonesia 2017 




Kelompok umur mulai minum 





Karakteristik latar belakang 

<10 

10-14 

15-19 20-24 

Tidak tahu 

Tidak 

terjawab 

Jumlah 

Jumlah 

remaja 



WANITA BELUM KAWIN 






Umur 

15-19 

9,0 

27,8 

61,7 

0,0 

1,2 

0,2 

100,0 

227 

20-24 

3,2 

5,3 

53,7 

36,9 

0,8 

0,0 

100,0 

216 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

3,9 

12,3 

59,5 

23,8 

0,6 

0,0 

100,0 

298 

Perdesaan 

10,9 

26,2 

54,5 

6,3 

1,8 

0,3 

100,0 

145 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

100,0 

1 

Tidak tamat SD 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

100,0 

4 

Tamat SD 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

100,0 

9 

Tidak tamat SLTA 

8,3 

31,1 

57,1 

1,9 

1,2 

0,3 

100,0 

163 

Tamat SLTA 

4,7 

9,8 

57,5 

27,8 

0,1 

0,0 

100,0 

102 

Perguruan tinggi 

5,3 

4,4 

60,4 

28,6 

1,3 

0,0 

100,0 

164 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

8,7 

28,2 

54,1 

6,7 

1,8 

0,5 

100,0 

85 

Menengah bawah 

12,5 

21,7 

57,5 

6,8 

1,5 

0,0 

100,0 

54 

Menengah 

3,5 

12,9 

67,1 

16,3 

0,2 

0,0 

100,0 

62 

Menengah atas 

6,3 

9,4 

52,2 

31,1 

1,0 

0,0 

100,0 

86 

Teratas 

3,5 

14,7 

59,5 

21,6 

0,7 

0,0 

100,0 

156 

Jumlah 

6,2 

16,9 

57,8 

18,0 

1,0 

0,1 

100,0 

443 



PRIA BELUM KAWIN 






Umur 

15-19 

2,3 

27,2 

69,5 

0,0 

0,9 

0,2 

100,0 

2.204 

20-24 

1,6 

12,8 

69,5 

15,7 

0,4 

0,0 

100,0 

2.462 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

1,7 

18,4 

70,1 

9,1 

0,5 

0,2 

100,0 

2.463 

Perdesaan 

2,2 

20,9 

68,8 

7,3 

0,7 

0,0 

100,0 

2.203 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(13,8) 

(25,2) 

(46,4) 

(9,3) 

(5,2) 

(0,0) 

100,0 

24 

Tidak tamat SD 

5,4 

18,8 

65,0 

8,8 

2,1 

0,0 

100,0 

237 

Tamat SD 

1,8 

15,1 

70,7 

11,6 

0,7 

0,0 

100,0 

301 

Tidak tamat SLTA 

1,9 

28,1 

64,3 

5,0 

0,4 

0,2 

100,0 

1.980 

Tamat SLTA 

1,0 

12,7 

76,0 

10,0 

0,4 

0,0 

100,0 

1.501 

Perguruan tinggi 

2,5 

11,4 

72,3 

12,8 

0,8 

0,2 

100,0 

622 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

2,2 

21,4 

67,1 

8,3 

1,0 

0,0 

100,0 

962 

Menengah bawah 

2,7 

20,4 

66,9 

9,4 

0,6 

0,0 

100,0 

961 

Menengah 

1,6 

20,2 

69,3 

8,5 

0,4 

0,0 

100,0 

1.027 

Menengah atas 

1,7 

17,5 

72,0 

7,9 

0,7 

0,2 

100,0 

918 

Teratas 

1,4 

18,1 

72,8 

6,9 

0,3 

0,4 

100,0 

798 

Jumlah 

1,9 

19,6 

69,5 

8,3 

0,6 

0,1 

100,0 

4.666 

Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang; Tanda bintanc 

1 (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 

25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan 









92 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 





Tabel 7.5b Umur mulai minum minuman beralkohol 









Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24, umur pertama kali minum minuman beralkohol, menurut karakteristik latar belakang, 

Indonesia 2017 















Umur pertama kali minum 














Tidak 


Jumlah 

Karakteristik latar belakang 

<14 

14 

15 

16 

17 

18+ 

Tidak tahu 

terjawab 

Jumlah 

remaja 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 











15-19 

26,6 

10,1 

22,9 

16,3 

14,6 

8,1 

1,2 

0,2 

100,0 

228 

20-24 

7,3 

1,3 

5,7 

9,8 

14,7 

60,5 

0,8 

0,0 

100,0 

216 

Daerah tempat tinggal 











Perkotaan 

11,9 

4,3 

14,2 

14,9 

15,2 

38,9 

0,6 

0,0 

100,0 

298 

Perdesaan 

28,1 

9,0 

15,2 

9,5 

13,4 

22,7 

1,8 

0,3 

100,0 

145 

Pendidikan 











Tidak sekolah 

0,0 

100,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

100,0 

1 

Tidak tamat SD 

51,7 

0,0 

17,5 

10,3 

17,2 

3,3 

0,0 

0,0 

100,0 

4 

Tamat SD 

27,2 

16,2 

27,5 

0,0 

11,1 

16,2 

1,7 

0,0 

100,0 

9 

Tidak tamat SLTA 

26,6 

12,8 

29,0 

17,7 

7,6 

4,7 

1,2 

0,3 

100,0 

163 

Tamat SLTA 

12,8 

1,8 

7,8 

13,0 

17,0 

47,5 

0,1 

0,0 

100,0 

102 

Perguruan tinggi 

9,3 

0,4 

3,6 

9,4 

20,3 

55,6 

1,3 

0,0 

100,0 

164 

Kuintil kekayaan 











Terbawah 

27,5 

9,4 

16,0 

10,4 

15,0 

19,3 

1,8 

0,5 

100,0 

85 

Menengah bawah 

28,9 

5,4 

14,1 

14,5 

13,5 

22,1 

1,5 

0,0 

100,0 

54 

Menengah 

8,4 

8,0 

16,6 

11,7 

24,6 

30,5 

0,2 

0,0 

100,0 

62 

Menengah atas 

11,0 

4,7 

13,6 

17,3 

15,8 

36,7 

1,0 

0,0 

100,0 

86 

Teratas 

14,4 

3,8 

13,6 

12,4 

10,2 

44,9 

0,7 

0,0 

100,0 

156 

Jumlah 

17,2 

5,8 

14,5 

13,1 

14,6 

33,6 

1,0 

0,1 

100,0 

443 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 











15-19 

15,5 

14,0 

23,3 

21,9 

16,1 

8,2 

0,9 

0,2 

100,0 

2.204 

20-24 

7,8 

6,5 

11,1 

12,8 

18,1 

43,3 

0,4 

0,0 

100,0 

2.462 

Daerah tempat tinggal 











Perkotaan 

10,6 

9,5 

17,2 

17,4 

17,7 

26,9 

0,5 

0,2 

100,0 

2.463 

Perdesaan 

12,4 

10,7 

16,5 

16,7 

16,5 

26,5 

0,7 

0,0 

100,0 

2.203 

Pendidikan 











Tidak sekolah 

21,4 

17,7 

15,2 

16,2 

0,6 

23,8 

5,2 

0,0 

100,0 

24 

Tidak tamat SD 

16,3 

7,8 

20,2 

8,9 

18,6 

26,0 

2,1 

0,0 

100,0 

237 

Tamat SD 

9,1 

7,8 

14,8 

13,6 

19,0 

34,9 

0,7 

0,0 

100,0 

301 

Tidak tamat SLTA 

15,4 

14,7 

22,0 

17,8 

13,3 

16,1 

0,4 

0,2 

100,0 

1.980 

Tamat SLTA 

7,0 

6,7 

13,1 

18,1 

19,9 

34,9 

0,4 

0,0 

100,0 

1.501 

Perguruan tinggi 

8,6 

5,2 

9,4 

16,9 

21,6 

37,2 

0,8 

0,2 

100,0 

622 

Kuintil kekayaan 











Terbawah 

13,1 

10,6 

16,1 

14,7 

17,6 

27,0 

1,0 

0,0 

100,0 

962 

Menengah bawah 

11,6 

11,5 

18,3 

17,9 

17,6 

22,5 

0,6 

0,0 

100,0 

961 

Menengah 

11,9 

9,8 

16,0 

17,0 

16,8 

28,0 

0,4 

0,0 

100,0 

1.027 

Menengah atas 

9,8 

9,3 

18,7 

16,5 

15,3 

29,5 

0,7 

0,2 

100,0 

918 

Teratas 

10,6 

8,9 

14,9 

19,8 

18,5 

26,6 

0,3 

0,4 

100,0 

798 

Jumlah 

11,4 

10,1 

16,9 

17,1 

17,1 

26,7 

0,6 

0,1 

100,0 

4.666 


Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 93 





Tabel 7.6 Perilaku minum 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah minum minuman beralkohol, minum dalam 3 bulan sebelum survei, dan pernah mabuk, 
menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

Karakteristik latar belakang 

Pernah minum 

Jumlah remaja Minum dalam 3 bulan terakhir 

Pernah mabuk 

Jumlah remaja 
yang pernah 
minum 



WANITA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

3,4 

6.750 

27,7 

15,9 

227 

20-24 

6,7 

3.221 

24,5 

15,3 

216 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

5,1 

5.890 

27,8 

17,3 

298 

Perdesaan 

3,6 

4.081 

22,7 

12,1 

145 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

* 

* 

* 

* 

1 

Tidak tamat SD 

* 

* 

* 

* 

4 

Tamat SD 

* 

* 

* 

* 

9 

Tidak tamat SLTA 

3,3 

4.928 

27,5 

16,8 

163 

Tamat SLTA 

4,4 

2.296 

32,3 

18,0 

102 

Perguruan tinggi 

6,9 

2.378 

21,5 

10,5 

164 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

6,1 

1.409 

17,6 

13,8 

85 

Menengah bawah 

3,1 

1.760 

29,6 

11,0 

54 

Menengah 

3,1 

1.971 

22,9 

18,2 

62 

Menengah atas 

4,0 

2.172 

35,0 

23,7 

86 

Teratas 

5,9 

2.659 

26,0 

12,7 

156 

Jumlah 

4,4 

9.971 

26,1 

15,6 

443 



PRIA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

28,6 

7.713 

41,4 

44,2 

2.204 

20-24 

50,3 

4.899 

37,6 

53,6 

2.462 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

35,9 

6.869 

36,4 

49,8 

2.463 

Perdesaan 

38,4 

5.743 

42,8 

48,5 

2.203 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(38,6) 

(63) 

(40,7) 

(49,8) 

24 

Tidak tamat SD 

47,0 

505 

57,4 

65,6 

237 

Tamat SD 

43,6 

690 

50,0 

56,5 

301 

Tidak tamat SLTA 

30,8 

6.426 

39,9 

46,3 

1.980 

Tamat SLTA 

45,5 

3.301 

36,0 

51,4 

1.501 

Perguruan tinggi 

38,3 

1.627 

34,0 

43,3 

622 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

41,5 

2.314 

49,6 

55,1 

962 

Menengah bawah 

37,5 

2.560 

41,8 

50,4 

961 

Menengah 

40,5 

2.534 

38,3 

49,9 

1.027 

Menengah atas 

35,2 

2.607 

33,6 

46,1 

918 

Teratas 

30,7 

2.596 

32,7 

43,1 

798 

Jumlah 

37,0 

12.612 

39,4 

49,2 

4.666 

Datatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang, Tanda bintang 

(*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang 

dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan, 





94 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 





Tabel 7.7 Penggunaan obat-obatan terlarang: Wanita belum kawin 

Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang pernah menggunakan obat-obatan terlarang menurut cara penggunaannya 
dan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

Cara penggunaan 

Tidak pernah 


Karakteristik latar belakang 

menggunakan 

Dihisap 

Dihirup 

Diminum/ditelan 

Jumlah remaja 

Umur 

15-19 

99,8 

0,1 

0,0 

0,1 

6.750 

20-24 

99,5 

0,1 

0,0 

0,1 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

99,6 

0,1 

0,0 

0,2 

5.890 

Perdesaan 

99,7 

0,1 

0,0 

0,0 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

96,9 

0,0 

0,0 

0,0 

28 

Tidak tamat SD 

100,0 

0,0 

0,0 

0,0 

119 

Tamat SD 

98,6 

0,0 

0,0 

0,4 

223 

Tidak tamat SLTA 

99,7 

0,0 

0,1 

0,1 

4.928 

Tamat SLTA 

99,6 

0,3 

0,0 

0,1 

2.296 

Perguruan tinggi 

99,8 

0,0 

0,0 

0,0 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

99,7 

0,0 

0,1 

0,0 

1.409 

Menengah bawah 

99,8 

0,0 

0,0 

0,1 

1.760 

Menengah 

99,7 

0,0 

0,0 

0,2 

1.971 

Menengah atas 

99,6 

0,1 

0,1 

0,1 

2.172 

Teratas 

99,6 

0,2 

0,0 

0,1 

2.659 

Jumlah 

99,7 

0,1 

0,0 

0,1 

9.971 


Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 95 




Tabel 7.8 Penggunaan obat-obatan terlarang: Pria belum kawin 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang pernah menggunakan obat-obatan terlarang menurut cara penggunaannya dan karakteristik latar belakang, 
Indonesia 2017 


Cara penggunaan 

Tidak pernah 



menggunakan 

Dihisap 

Dihirup 

Disuntik 

Diminum/ditelan 

Jumlah remaja 

Umur 

15-19 

97,0 

1,1 

0,4 

0,1 

1,8 

7.713 

20-24 

92,4 

4,5 

0,9 

0,1 

3,6 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

94,7 

2,7 

0,6 

0,1 

2,9 

6.869 

Perdesaan 

95,9 

2,0 

0,7 

0,0 

2,0 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

95,9 

0,0 

0,0 

0,0 

4,1 

63 

Tidak tamat SD 

93,6 

3,9 

1,0 

0,0 

2,5 

505 

Tamat SD 

93,6 

3,8 

0,4 

0,0 

2,7 

690 

Tidak tamat SLTA 

96,3 

1,5 

0,5 

0,0 

2,1 

6.426 

Tamat SLTA 

93,4 

3,6 

0,7 

0,1 

3,5 

3.301 

Perguruan tinggi 

95,7 

2,7 

0,8 

0,1 

1,9 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

95,8 

2,3 

0,7 

0,0 

2,1 

2.314 

Menengah bawah 

95,2 

2,4 

0,5 

0,0 

2,4 

2.560 

Menengah 

94,6 

2,5 

0,8 

0,1 

3,0 

2.534 

Menengah atas 

94,9 

2,5 

0,7 

0,0 

3,0 

2.607 

Teratas 

95,8 

2,5 

0,4 

0,2 

2,0 

2.596 

Jumlah 

95,2 

2,4 

0,6 

0,1 

2,5 

12.612 


Tabel 7.9 Penggunaan Obat-obatan terlarang dengan injeksi: Pria belum kawin 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang pernah menggunakan obat-obatan terlarang dengan injeksi, menurut karakteristik latar belakang, 
Indonesia 2017 





Pria belum kawin 



Pernah menggunakan obat 
terlarang dengan metode 
injeksi 

Jumlah remaja 

Menggunakan jarum suntik secara 
bersama-samaketika menggunakan obat 
terlarang 

Jumlah remaja 
menggunakan 
jarum suntik 

Umur 

15-19 

0,1 

7,713 

0,0 

9 

20-24 

0,4 

4,899 

19,6 

19 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

0,3 

6,869 

9,4 

18 

Perdesaan 

0,2 

5,743 

21,1 

10 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

0,3 

63 

0,0 

0 

Tidak tamat SD 

0,7 

505 

0,0 

3 

Tamat SD 

0,5 

690 

0,0 

4 

Tidak tamat SLTA 

0,2 

6,426 

21,8 

11 

Tamat SLTA 

0,2 

3,301 

23,6 

5 

Perguruan tinggi 

0,2 

1,627 

0,0 

4 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

0,1 

2,314 

0,0 

2 

Menengah bawah 

0,3 

2,560 

31,2 

6 

Menengah 

0,4 

2,534 

19,4 

9 

Menengah atas 

0,2 

2,607 

0,0 

5 

Teratas 

0,2 

2,596 

0,0 

5 

Jumlah 

0,2 

12,612 

13,4 

28 


96 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 






Tabel 7.10 Pengetahuan tentang Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang IPWL, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 
Karakteristik latar belakang 

__ Wanita belum kawin _ Pria belum kawin _ 

Mengetahui tentang Mengetahui tentang 

_ IPWL _ Jumlah remaja _ IPWL _ Jumlah remaja 


Umur 


15-19 

10,2 

6,750 

6,7 

7.713 

20-24 

14,3 

3,221 

11,6 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

11,9 

5,890 

9,4 

6.869 

Perdesaan 

11,0 

4,081 

7,7 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

3,9 

28 

3,3 

63 

Tidak tamat SD 

4,7 

119 

5,6 

505 

Tamat SD 

6,4 

223 

5,1 

690 

Tidak tamat SLTA 

9,3 

4,928 

6,6 

6.426 

Tamat SLTA 

12,9 

2,296 

9,7 

3.301 

Perguruan tinggi 

15,7 

2,378 

16,9 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

9,0 

1,409 

6,2 

2.314 

Menengah bawah 

11,7 

1,760 

8,1 

2.560 

Menengah 

11,1 

1,971 

8,2 

2.534 

Menengah atas 

11,8 

2,172 

10,4 

2.607 

Teratas 

12,8 

2,659 

9,8 

2.596 

Jumlah 

11,5 

9,971 

8,6 

12.612 


Merokok, Minum Minuman Beralkohol dan Penggunaan Obat Terlarang • 97 





Tabel 7.11 Merokok, minum minuman beralkohol, oenoaunaan obat terlarana (perilaku berisiko) 

,an obat terlarang, menurut 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang saat ini merokok, minum minuman beralkohol dan menggunak 
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

Merokok, minum minuman beralkohol, menggunakan obat terlarang 

Karakteristik latar belakang 

Merokok 

Minum minuman beralkohol 

Menggunakan obat terlarang 

Jumlah remaja 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 





15-19 

0,7 

0,9 

0,2 

6,750 

20-24 

1,4 

1,6 

0,3 

3,221 

Umur 





15-18 

0,8 

0,9 

0,2 

5,758 

Daerah tempat tinggal 





Perkotaan 

1,4 

1,4 

0,3 

5,890 

Perdesaan 

0,4 

0,8 

0,1 

4,081 

Pendidikan 





Tidak sekolah 

3,1 

0,0 

0,0 

28 

Belum tamat SD 

2,4 

0,3 

0,0 

119 

Tamat SD 

1,8 

1,1 

0,4 

223 

Tidak tamat SLTA 

0,9 

0,9 

0,2 

4,928 

Tamat SLTA 

1,0 

1,4 

0,4 

2,296 

Perguruan tinggi 

0,9 

1,5 

0,1 

2,378 

Kuintil kekayaan 





Terbawah 

0,7 

1,1 

0,2 

1,409 

Menengah bawah 

0,5 

0,9 

0,1 

1,760 

Menengah 

1,1 

0,7 

0,2 

1,971 

Menengah atas 

1,4 

1,4 

0,3 

2,172 

Teratas 

0,9 

1,5 

0,3 

2,659 

Jumlah 

0,9 

1,2 

0,2 

9,971 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 





15-19 

47,6 

11,8 

3 

7,713 

20-24 

67,2 

18,9 

7,6 

4,899 

Umur 





15-18 

45,4 

11,1 

2,8 

6,507 

Daerah tempat tinggal 





Perkotaan 

52,4 

13,0 

5,3 

6,869 

Perdesaan 

58,6 

16,4 

4,1 

5,743 

Pendidikan 





Tidak sekolah 

59,0 

15,7 

4,1 

63 

Belum tamat SD 

76,6 

27,0 

6,4 

505 

Tamat SD 

76,5 

21,8 

6,4 

690 

Tidak tamat SLTA 

50,3 

12,3 

3,6 

6,426 

Tamat SLTA 

62,8 

16,4 

6,6 

3,301 

Perguruan tinggi 

43,3 

13,0 

4,3 

1,627 

Kuintil kekayaan 





Terbawah 

61,6 

20,6 

4,2 

2,314 

Menengah bawah 

60,1 

15,7 

4,8 

2,560 

Menengah 

60,7 

15,5 

5,4 

2,534 

Menengah atas 

52,7 

11,8 

5,1 

2,607 

Teratas 

41,7 

10,0 

4,2 

2,596 

Jumlah 

55,2 

14,6 

4,8 

12,612 


98 - Merokok, minum minuman beralkohol, dan penggunaan obat terlarang 




PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU 
TENTANG HIVAIDS 



Temuan Utama 


• Pengetahuan tentang HIV AIDS: Sekitar 9 dari 10 
wanita dan 86 persen pernah mendengar tentang HIV 
AIDS. Persentase wanita dan pria yang mendapatkan 
informasi tentang HIV AIDS paling tinggi dari sekolah, 
guru (masing-masing 75% dan 77%). 

• Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke 
anak: Persentase wanita dan pria yang mengetahui 
cara penularan HIV dari ibu ke anak tertinggi selama 
proses kehamilan, masing-masing 76 persen dan 63 
persen. 

• Pengetahuan tentang VCT: Empat puluh sembilan 
persen wanita dan 32 persen pria pernah mendengar 
tentang Voluntary HIV Counseling and Testing (VCT). 
Lebih banyak wanita (43%) dibanding pria (9%) yang 
mengetahui keberadaan lokasi VCT. 

• Pengetahuan tentang metode pencegahan HIV 
AIDS: Lebih dari separuh wanita dan pria (58%) 
mengetahui bahwa pemakaian kondom saat 
berhubungan seksual dapat mengurangi risiko 
penularan HIV. Tujuh puluh empat persen wanita dan 
64 persen pria menyatakan bahwa HIV dapat dicegah 
dengan membatasi hubungan seksual dengan 
seseorang yang tidak terinfeksi HIV dan tidak 
mempunyai pasangan lain. 

• Pengetahuan tentang IMS lain: Lebih sedikit wanita 
(68%) dibandingkan dengan pria (86%) yang pernah 
mendengar tentang siphilis. Tiga dari 10 wanita dan pria 
mengetahui tentang gonorrhea. 


S alah satu upaya penanggulangan HIV AIDS di Indonesia adalah memastikan tercapainya akses 
universal terhadap layanan pencegahan, pengobatan dan mitigasi dampak HIV AIDS, termasuk 
meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terhadap penderita HIV AIDS. Secara kumulatif, jumlah 
kasus HIV hingga tahun 2016 tercatat 41.250 kasus (Kementerian Kesehatan, 2017). Ironisnya, secara 
konsisten, jumlah kasus HIV pada kelompok umur 15-24 tahun di Indonesia cenderung meningkat dari tahun 
ke tahun sejak 2012 hingga 2016 (Kementerian Kesehatan, 2017). Oleh karena itu, pencegahan HIV pada 
remaja perlu menjadi perhatian khusus karena diyakini bahwa keberhasilan mencegah penularan HIV pada 
remaja adalah kunci penting pengendalian penularan HIV. 

Data menyebutkan bahwa remaja dan orang dewasa muda yang telah berhubungan seksual mempunyai risiko 
lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa untuk terpapar HIV (UNICEF, UNAIDS, dan World Health 
Organization, 2002). Hal ini dikarenakan pengetahuan HIV AIDS yang rendah, penggunaan kondom yang 
rendah dan tidak tepat, serta terbatasnya sarana pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual ramah remaja. 


Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 99 






Sebagian besar program pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS pada remaja berfokus pada 
peningkatan faktor-faktor kognitif, di antaranya pengetahuan, mencakup isu-isu pengetahuan seksual, 
kehamilan, HIV dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya termasuk metode pencegahan; persepsi tentang 
risiko HIV dan IMS; dan sikap terhadap penderita HIV AIDS (Kirby, 2011). Peningkatan pengetahuan HIV 
AIDS dilakukan dengan memberikan konseling dan materi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) 
tentang HIV AIDS melalui pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) (Kementerian Kesehatan, 2014). 

8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS dan Sumber Informasi 

8.1.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS 

Pengetahuan tentang HIV AIDS 

Remaja yang pernah mendengar tentang suatu penyakit yang disebut HIV 
AIDS. 

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menginfeksi 
sel darah putih yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia. 

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala 
penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh yang disebabkan 
infeksi oleh HIV (Kementerian Kesehatan, 2016). 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 tahun dan pria belum kawin umur 
15-24 tahun 

Pengetahuan tentang HIV AIDS menjadi aspek yang sangat penting dalam meningkatkan akses pelayanan 
HIV dan perubahan perilaku berisiko pada remaja. Pengetahuan diukur dengan menanyakan apakah wanita 
dan pria belum kawin umur 15-24 tahun pernah mendengar tentang penyakit HIV AIDS. Secara umum, 
sembilan puluh dua persen wanita dan 86 persen pria pernah mendengar tentang HIV AIDS. 

Tren: Pengetahuan tentang HIV AIDS pada 
wanita dan pria belum kawin umur 15-24 di 
Indonesia meningkat sejak 10 tahun terakhir 
(Gambar 8.1). Persentase wanita yang 
pernah mendengar tentang HIV AIDS naik 
dari 84 persen (SDKI 2007) menjadi 92 
persen (SDKI 2017), sedangkan persentase 
pria meningkat dari 77 persen menjadi 86 
persen (Badan Pusat Statistik (BPS) dan 
Macro International, 2008). 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

Persentase wanita yang pernah mendengar tentang HIV AIDS meningkat seiring dengan meningkatnya 
pendidikan dan kuintil kekayaan (Tabel 8.1). 

Persentase pria yang pemah mendengar tentang HIV AIDS meningkat seiring dengan meningkatnya 
pendidikan sejak tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. Persentase pria yang pemah 
mendengar tentang HIV AIDS meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan. 

Variasi pengetahuan HIV AIDS menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.8.1. 


Gambar 8.1 Pengetahuan tentang HIV 
AIDS 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 
yang pernah mendengar HIV-AIDS 



■ Wanita «Pria 


100 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 




8.1.2 Sumber Informasi tentang HIV AIDS 


Pengetahuan tentang HIV AIDS dapat diperoleh dari berbagai sumber informasi, di antaranya media cetak 
seperti surat kabar/majalah, poster, maupun media elektronik, seperti radio, televisi (TV) dan internet. 
Informasi tentang HIV AIDS juga dapat diperoleh dari tenaga kesehatan, guru sekolah, teman dan kerabat, 
pemuka agama maupun lingkungan kerja. 

Sebagian besar wanita dan pria mengetahui informasi 
tentang HIV AIDS dari sekolah, guru (Gambar 8.2). Tiga 
dari empat wanita, dan 77 persen pria pernah mendengar 
HIV AIDS dari sekolah, guru. Sementara itu, informasi 
mengenai HIV AIDS diketahui oleh separuh wanita dan pria 
dari TV. Sedangkan, empat puluh satu persen persen wanita 
dan 32 persen pria mengetahui informasi tentang HIV AIDS 
dari internet. 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

Persentase wanita yang mengetahui tentang HIV AIDS 
dari TV lebih tinggi pada wanita umur 20-24 tahun 
(68%) dibanding wanita umur 15-19 tahun (47%) 

(Tabel 8.2). 

Persentase wanita yang mengetahui informasi tentang 
HIV AIDS dari sekolah, guru tertinggi pada mereka 
yang berpendidikan tidak tamat SLTA (83%). 

Sedangkan, persentase pria tertinggi yang mengetahui 
HIV AIDS dari sekolah, guru terdapat pada pria yang 
berpendidikan perguruan tinggi (82%). 

■ Persentase wanita dan pria yang mengetahui informasi 
tentang HIV AIDS dari internet meningkat seiring 
dengan meningkatnya kuintil kekayaan. 


Gambar 8.2 Sumber informasi 
HIV AIDS 

Persentase wanita dan pria belum 
kawin umur 15-24 yang pernah 
mendengar HIV AIDS menurut sumber 
Informasi 

r Pria «Wanita 



Tenaga kesehatan 
Surat kabar/majalah 
Lainnya 


12 

12 

11 

16 

■ 22 


8.2 Pengetahuan tentang Penularan HIV dari Ibu ke Anak 

Selain melalui hubungan seksual, infeksi HIV juga dapat ditularkan dari ibu ke anaknya yang terjadi selama 
proses kehamilan, persalinan dan menyusui ( mother-to-child transmission). Sekitar 15-45 persen kasus HIV 
terjadi akibat penularan dengan cara ini (Shah et al., 2013). 

Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke anak 

Remaja yang mengetahui bahwa HIV dapat ditularkan dari ibu yang positif HIV 
ke anaknya selama proses kehamilan, persalinan, atau menyusui. 

Sampel: wanita belum kawin umur 15-24 dan pria belum kawin umur 15-24 
tahun 

Pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak menjadi salah satu fokus target Tujuan Pembangunan 
Berkelanjutan atau Sustaincible Development Goals (SDG’s) (Presiden Republik Indonesia, 2017). Untuk 
itu, pengetahuan tentang penularan HIV melalui ibu ke anaknya sangat penting untuk meningkatkan 
kesadaran akan bahaya risiko HIV pada anak sekaligus mencegah terjadinya penularan HIV dengan cara 
tersebut. 


Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 101 





G ambar 8.3 Pengetahuan 
tentang penularan HIV dari ibu 
ke anak 

Persentase wanita dan pria belum kawin 
umur 15-24 yang mengetahui tentang 
penularan HIV dari ibu ke anak 


74 76 7475 



■ SDKI2012 ■ SDKI 2017 


Dalam rangka menggali pengetahuan tentang 
penularan HIV, wanita dan pria belum kawin umur 15- 
24 tahun ditanya apakah HIV dapat ditularkan melalui 
ibu selama proses kehamilan, persalinan, dan 
menyusui. Secara umum, penularan HIV dari ibu ke 
anak lebih banyak diketahui oleh wanita dibandingkan 
dengan pria. Sebagai contoh, 76 persen wanita 
dibanding 63 persen pria menyatakan bahwa penularan 
HIV dapat terjadi selama proses kehamilan. Sementara 
itu, enam puluh tujuh persen wanita dan 55 persen pria 
mengetahui bahwa HIV dapat ditularkan saat 
persalinan. 

Tren: Secara umum, persentase wanita dan pria yang 
mengetahui tentang penularan HIV dari ibu ke anak 
menunjukkan adanya peningkatan sejak SDKI 2012 
hingga SDKI 2017 (Gambar 8.3) (Badan Pusat 
Statistik, BKKBN, dan Kementerian Kesehatan 2013). 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui tentang penularan HIV dari ibu ke anak selama proses 
kehamilan, persalinan, dan menyusui meningkat sejalan dengan meningkatnya pendidikan mulai dari 
tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi (Tabel 8.3). 

■ Persentase wanita dan pria yang mengetahui tentang penularan HIV dari ibu ke anak selama proses 
kehamilan, persalinan, dan menyusui meningkat sejalan dengan meningkatnya kuintil kekayaan. 


8.3 Pengetahuan tentang Voluntary HIV Counseling and Testing (VCT) 

Pelayanan tes HIV dan konseling, atau disebut dengan Voluntary HIV Counseling and Testing (VCT) 
merupakan pelayanan dini dan memadai yang mencakup pemeriksaan darah, konseling, dukungan, akses 
untuk terapi suportif, terapi infeksi oportunistik, dan anti retroviral therapy (ART) bagi mereka dengan HIV 
positif maupun yang belum dinyatakan positif HIV (Kementerian Kesehatan, 2006). Pelayanan ini bersifat 
sukarela dan rahasia. Tes HIV dimaksudkan untuk memastikan adanya antibodi HIV di dalam tubuh, 
sedangkan konseling diberikan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dari perilaku selama ini dan 
bagaimana nantinya harus bersikap setelah mengetahui hasil tes HIV (Ferguson et al., 2013). 

Pengetahuan tentang status HIV pada dasarnya dapat membantu seseorang yang belum tertular untuk 
membuat keputusan yang tepat dalam mengurangi risiko penularan HIV. Dengan mengetahui status HIV 
secara dini, mereka dengan status HIV positif diharapkan akan segera mencari perawatan kesehatan. Pada 
SDKI 2017, wanita dan pria umur 15-24 tahun ditanya apakah tahu tentang adanya tes HIV AIDS. 

Tren: Sejak SDKI 2012 hingga SDKI 2017, persentase wanita yang mengetahui tentang tes VCT meningkat 
dari 11 persen menjadi 49 persen dan pada pria dari 6 persen menjadi 32 persen. Sementara itu, baik wanita 
maupun pria yang mengetahui tempat untuk melakukan tes VCT juga meningkat dari 8 persen menjadi 43 
persen pada wanita, dan 3 persen menjadi 9 persen pada pria (Badan Pusat Statistik, BKKBN, dan 
Kementerian Kesehatan, 2013). 


102 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 





Pola menurut karakteristik latar belakang 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui tentang VCT lebih tinggi pada mereka yang berumur 20- 
24 tahun dibandingkan dengan mereka yang berumur 15-19 tahun. Di antara wanita, 58 persen pada 
kelompok umur 20-24 tahun berbanding 44 persen pada kelompok umur 15-19 tahun. Sementara itu, 
pada pria, masing-masing 39 persen dan 28 persen (Tabel 8.4). 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui lokasi konseling dan VCT lebih tinggi pada kelompok 
umur 20-24 tahun dibandingkan dengan kelompok umur 15-19 tahun. Sebagai contoh, untuk wanita, 
masing-masing adalah 53 dan 38 persen, dan untuk pria 10 dan 8 persen. 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui lokasi konseling dan VCT lebih tinggi pada mereka yang 
tinggal di perkotaan dibandingkan dengan mereka yang tinggal di perdesaan. 

Persentase wanita yang mengetahui tentang VCT dan lokasi konselingnya meningkat sejalan dengan 
meningkatnya pendidikan mulai dari pendidikan tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. 
Sementara itu, persentase pria yang mengetahui tentang VCT dan tempat konselingnya meningkat sejak 
tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui tentang VCT dan lokasi konselingnya meningkat seiring 
dengan meningkatnya kuintil kekayaan. 

8.4 Aspek Sosial HIV AIDS 

Aspek sosial dari HIV AIDS membahas tentang diskriminasi dan stigma HIV AIDS yang masih kerap terjadi 
di masyarakat. Stigma terhadap orang dengan HIV AIDS (ODHA) muncul berkaitan dengan tidak tahunya 
seseorang tentang mekanisme penularan HIV dan sikap negatif yang dipengaruhi oleh adanya kasus HIV 
AIDS. Kesalahpahaman atau kurangnya pengetahuan tentang HIV AIDS sering kali berdampak pada 
ketakutan masyarakat terhadap ODHA, sehingga memunculkan penolakan terhadap ODHA. Pemberian 
informasi lengkap, baik melalui penyuluhan, konseling maupun sosialisasi tentang HIV AIDS kepada 
masyarakat berperan penting untuk mengurangi stigma (Shaluhiyah, Musthofa, dan Widjanarko, 2015). 

Dalam hal ini, untuk mengetahui tingkat stigma tersebut, wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun 
yang pernah mendengar tentang HIV AIDS ditanya apakah mereka bersedia untuk merawat anggota keluarga 
atau kerabat yang terinfeksi di dalam rumah mereka, serta apakah status HIV dari anggota keluarga atau 
kerabat harus dirahasiakan atau tidak. 

Lima puluh tujuh persen wanita dan 67 persen pria mengatakan bahwa status HIV anggota keluarga harus 
dirahasikan. Tujuh belas persen wanita dan 14 persen pria tidak bersedia merawat anggota keluarga yang 
terinfeksi HIV di rumah. 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

Persentase wanita dan pria yang berpendapat perlu merahasiakan status HIV anggota keluarganya lebih 
tinggi pada mereka yang tinggal di perkotaan dibanding dengan di perdesaan. Sebagai contoh, 
persentase wanita yang tinggal di perkotaan (61%) lebih tinggi daripada di perdesaan (52%). Persentase 
wanita yang mengatakan perlu merahasiakan anggota keluarga yang terkena HIV lebih tinggi pada 
kelompok umur 20-24 tahun dibandingkan dengan kelompok umur 15-19 tahun, sedangkan pada pria 
sebaliknya. 

Persentase wanita dan pria yang berpendapat perlu merahasiakan status HIV anggota keluarganya 
meningkat seiring dengan meningkatnya pendidikan yaitu sejak tidak tamat SD sampai dengan 
perguruan tinggi. Sebagai contoh, pada wanita, 36 persen yang berpendidikan tidak tamat SD menjadi 
59 persen perguruan tinggi. Berdasarkan kuintil kekayaan, persentase wanita dan pria meningkat 
seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan. Sebagai contoh, pada pria, 61 persen pada kuintil 
kekayaan terbawah menjadi 69 persen pada kuintil teratas (Tabel 8.5). 


Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 103 


Persentase wanita dan pria yang mengatakan tidak bersedia merawat anggota keluarganya yang 
terinfeksi HIV di rumah lebih tinggi pada mereka yang berumur 15-19 tahun, dibandingkan dengan 
mereka yang berumur 20-24 tahun. Berdasarkan tempat tinggal, pada wanita tidak ada perbedaan antara 
mereka yang tinggal di perkotaan dan perdesaan. Namun, persentase pria yang mengatakan tidak 
bersedia merawat anggota keluarganya yang terinfeksi lebih tinggi di perkotaan dibanding di 
perdesaan. 

Persentase wanita yang mengatakan tidak bersedia merawat anggota keluarganya turun seiring dengan 
meningkatnya tingkat pendidikan yaitu sejak tidak tamat SD (35%) sampai dengan perguruan tinggi 
(16%). Berdasarkan kuintil kekayaan, persentase wanita menurun seiring dengan meningkatnya kuintil 
kekayaan. 

Persentase pria yang mengatakan tidak bersedia merawat anggota keluarganya bervariasi menurut 
pendidikan dan kuintil kekayaan. 


8.5 Pengetahuan tentang Metode Pencegahan HIV AIDS 

Program pencegahan penularan HIV difokuskan pada upaya dan penyebarluasan pesan-pesan pada tiga 
aspek perilaku yang penting, yaitu pemakaian kondom, membatasi hubungan seksual hanya pada satu 
pasangan, dan menunda hubungan seksual pertama kali. Wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun 
ditanya beberapa pertanyaan tertentu mengenai cara pencegahan penularan HIV AIDS, seperti pemakaian 
kondom saat berhubungan seksual, pembatasan hubungan seksual hanya pada satu pasangan yang tidak 
terinfeksi HIV dan tidak mempunyai pasangan lain, dan penundaan hubungan seksual pertama kali. 

Lebih dari separuh wanita dan pria mengetahui bahwa penggunaan kondom dapat mencegah penularan HIV 
saat berhubungan seksual. Tujuh puluh empat persen wanita dan 64 persen pria mengatakan pencegahan 
HIV dapat dilakukan dengan membatasi hubungan seksual pada satu pasangan yang tidak terinfeksi HIV 
dan tidak mempunyai pasangan lain (Tabel 8.6) 

Tren: Persentase wanita yang mengetahui bahwa membatasi hubungan seksual dengan satu pasangan yang 
tidak terinfeksi HIV dan tidak mempunyai pasangan lain dapat mencegah penularan HIV meningkat dari 46 
(SDKI 2012) menjadi 74 persen (SDKI2017). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

Persentase wanita dan pria yang mengatakan pencegahan penularan HIV dapat dilakukan dengan 
menggunakan kondom lebih tinggi pada mereka yang berumur 20-24 tahun dibanding yang berumur 
15-19 tahun. Persentase wanita dan pria yang mengetahui kondom dapat mencegah penularan HIV lebih 
tinggi pada mereka yang tinggal di perkotaan dibanding perdesaan. Sebagai contoh, lima puluh lima 
persen wanita di perkotaan dibandingkan dengan 45 persen wanita di perdesaan (Tabel 8.6) 

Persentase wanita dan pria yang mengatakan pencegahan penularan HIV dapat dilakukan dengan 
menggunakan kondom meningkat sejalan dengan meningkatnya kuintil kekayaan dan pendidikan sejak 
tidak tamat SD sampai dengan perguruan tinggi. Sebagai contoh, delapan persen wanita tidak tamat SD 
menjadi 66 persen dengan pendidikan perguruan tinggi. 

■ Persentase wanita dan pria yang mengatakan pencegahan HIV dapat dilakukan dengan membatasi 
hubungan seksual pada satu pasangan yang tidak terinfeksi HIV dan tidak mempunyai pasangan lain 
meningkat seiring dengan meningkatnya kuintil kekayaan dan pendidikan sejak tidak tamat SD sampai 
perguruan tinggi. Sebagai contoh, empat puluh tujuh persen pria pada kuintil kekayaan terbawah 
menjadi 76 persen pada kuintil kekayaan teratas. 


104 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 


8.6 Penolakan terhadap Pemahaman yang Salah tentang HIV AIDS 


Stigma dan diskriminasi dari masyarakat terhadap ODHA merupakan hal yang menghalangi upaya 
pencegahan penyebaran HIV AIDS. Stigma dan diskriminasi ini biasanya muncul karena pemahaman yang 
salah terhadap HIV AIDS. Pengurangan stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap ODHA merupakan 
indikator penting dari keberhasilan program pencegahan dan pengendalian HIV AIDS. Pemahaman salah 
tentang HIV AIDS yang umum ditemukan, di antaranya adalah orang yang terinfeksi HIV selalu tampak 
tidak sehat, HIV dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, HIV ditularkan melalui sihir, dan HIV dapat 
ditularkan melalui makanan (Kementerian Kesehatan, 2011). Wanita dan pria belum kawin umur 15-24 
tahun ditanya mengenai pemahaman yang komprehensif tentang HIV AIDS. 

Sebagian kecil wanita dan pria yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV AIDS (Tabel 8.7). 

Tren: Persentase wanita dengan pengetahuan komprehensif tentang HIV AIDS meningkat dari 13 persen 
(SDKI 2012) menjadi 16 persen (SDKI 2017). Pada remaja pria, persentasenya meningkat dari 11 persen 
(SDKI 2012) menjadi 13 persen (SDKI 2017) (Gambar 8.4). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase wanita dan pria dengan 

pengetahuan komprehensif tentang HIV 
AIDS lebih tinggi pada mereka berumur 20- 
24 tahun dibandingkan dengan mereka yang 
berumur 15-19 tahun. 

■ Persentase wanita dan pria dengan 

pengetahuan komprehensif tentang HIV 
AIDS lebih tinggi di perkotaan dibandingkan 
dengan di perdesaan. 

Persentase wanita dan pria dengan 

pengetahuan komprehensif tentang HIV 
AIDS meningkat seiring peningkatan kuintil 
kekayaan. Sebagai contoh, persentase wanita 
dengan kuintil kekayaan terbawah adalah 7 
persen dan 22 persen wanita dengan kuintil 
kekayaan teratas. 


Gambar 8.4 Wanita dan pria 
dengan pengetahuan 
komprehensif tentang HIV AIDS 

Persentase wanita dan pria belum kawin 
umur 15-24 yang memiliki pengetahuan 
komprehensif tentang HIV AIDS 


16 



SDKI 2012 SDKI 2017 


■ Wanita ■Pria 


8.7 Pengetahuan tentang IMS lain dan Sumber Informasi 

Salah satu faktor penting yang terkait dengan penularan HIV adalah infeksi menular seksual (IMS). Program 
pengendalian penularan HIV akan menjadi sulit untuk dilakukan apabila tidak ada penanganan yang tepat 
mencegah penularan IMS. Strategi utama untuk mengontrol IMS adalah melalui peningkatan pengetahuan 
tentang gejala IMS, cara mencegahnya, serta tempat untuk memperoleh informasi mengenai IMS. Pada 
SDKI 2017, wanita dan pria belum kawin umur 15-24 tahun ditanya apakah mereka pernah mendengar 
tentang IMS, jenis IMS apa saja yang mereka ketahui, serta sumber informasi mengenai IMS. 

Enam puluh delapan persen wanita dan 86 persen pria mengetahui Syphilis\ 34 persen wanita dan 33 persen 
pria mengetahui Gonorrhea\ dan 21 persen wanita dan 12 persen pria mengetahui Genital herpes. Sedangkan 
pengetahuan mengenai jenis IMS lainnya seperti Condylomata, Chancroid, Chlamydia dan Candida masih 
tergolong rendah (masing-masing di bawah 5% pada wanita dan pria) (Tabel 8.8) 

Pola menurut karakteristik latar belakang 


Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 105 


Persentase wanita yang mengetahui jenis IMS gonorrhea dan kandidiasis lebih tinggi di perdesaan 
dibandingkan dengan di perkotaan. Sebagai contoh, dua puluh persen wanita yang tinggal di perdesaan 
mengetahui tentang kandidiasis dibandingkan perkotaan (17%). 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui jenis IMS syphilis, condylomata, dan herpes genital lebih 
tinggi pada mereka yang berumur 20-24 tahun dibandingkan umur 15-19 tahun. Sebagai contoh, delapan 
puluh sembilan persen pria umur 20-24 tahun mengetahui jenis IMS syphilis dibandingkan dengan 
mereka yang berumur 15-19 tahun (83%). 

Persentase wanita yang mengetahui jenis IMS syphilis dan condylotnata meningkat mulai tidak tamat 
SLTA sampai dengan perguruan tinggi. Sementara itu, persentase pria yang mengetahui jenis IMS 
kandidiasis meningkat mulai tamat SMP sampai dengan perguruan tinggi. 

Persentase wanita yang mengetahui jenis IMS gonorrhea meningkat seiring dengan meningkatnya 
kuintil kekayaan. Sementara itu, persentase pria yang mengetahui jenis IMS syphilis meningkat sejalan 
dengan meningkatnya kuintil kekayaan. 


Secara umum, informasi tentang IMS dari berbagai media lebih banyak diakses oleh wanita dan pria di 
perkotaan dibanding di perdesaan. Enam puluh Sembilan persen wanita dan 64 persen pria mendapatkan 
informasi mengenai IMS dari sekolah, guru. Persentase wanita dan pria yang memperoleh informasi tentang 
IMS dari sumber selain sekolah, guru cukup besar, seperti: internet, televisi, dan teman/ keluarga (Tabel 
8.9). 

Tren: Secara umum persentase wanita dan pria yang pernah mendengar informasi mengenai IMS dari 
berbagai media meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Sebagai contoh, wanita yang pemah 
mendengar informasi mengenai IMS melalui internet meningkat dari 13 persen (SDKI 2012) menjadi 32 
persen (SDKI 2017) (Gambar 8.5.1). 


Gambar 8.5.1 Wanita pernah 
mendengar Infeksi Menular 
Seksual 


Gambar 8.5.2 Pria pernah 
mendengar Infeksi Menular 
Seksual 


Persentase wanita belum kawin umur 15-24 
RC . ya68? pernah mendengar IMS menurut 
sumber informasi 



32 


1 23 24 22 

lili 


Sekolah/guru Internet Televisi Teman/keluarga 


Persentase pria belum kawin umur 15-24 
yang pernah mendengar IMS menurut 
sumber informasi 


64 



Sekolah/guru Internet Televisi Teman/keluarga 


«sSDKI 2012 «SDKI 2017 


isSDKI 2012 «SDKI 2017 


Variasi pengetahuan tentang IMS menurut provinsi dapat dilihat pada Lampiran A Tabel A.8.2 


106 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 


8.8 Pengetahuan tentang Gejala IMS 


Peningkatan pengetahuan mengenai IMS termasuk gejalanya sangat penting dalam membentuk perilaku 
kesehatan yang pada tahapan selanjutnya akan meningkatkan indikator kesehatan masyarakat. Wanita dan 
pria belum kawin 15-24 tahun ditanya apakah mereka mengetahui gejala yang terkait dengan IMS pada 
wanita dan pria. Adapun gejala IMS pada wanita dan pria antara lain nyeri perut, cairan berbau keluar dari 
alat kelamin, rasa nyeri atau panas saat kencing, gatal dan bengkak pada alat kelamin. 

Enam puluh lima persen wanita dan 61 persen pria tidak mengetahui gejala IMS (Tabel 8.10). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

Persentase wanita dan pria yang tidak mengetahui tentang gejala IMS lebih tinggi pada mereka yang 
berumur 15-19 tahun dibandingkan dengan yang berumur 20-24 tahun. 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui satu gejala IMS pada pria lebih tinggi pada kelompok umur 
20-24 tahun dibandingkan kelompok umur 15-19 tahun. Pola yang sama dijumpai pada wanita dan pria 
yang mengetahui gejala IMS pada wanita. 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui satu gejala IMS pada pria lebih tinggi pada mereka yang 
tinggal di perkotaan dibandingkan dengan yang tinggal di perdesaan. Pola yang sama dijumpai pada 
wanita dan pria yang mengetahui gejala IMS pada wanita. 

Persentase wanita dan pria yang mengetahui satu gejala IMS pada pria meningkat sejalan dengan 
meningkatnya kuintil kekayaan. 

Persentase wanita yang mengetahui satu gejala IMS pada pria meningkat mulai dari wanita yang 
berpendidikan tidak tamat SD (1%) menjadi yang berpendidikan perguruan tinggi (14%). Sementara itu, 
persentase pria yang tahu tentang satu gejala IMS pada pria meningkat sejalan dengan meningkatnya 
pendidikan mulai dari pria yang tidak sekolah (2 persen) sampai dengan perguruan tinggi (18%). 

Persentase wanita yang mengetahui satu gejala IMS pada wanita meningkat mulai dari wanita yang tidak 
tamat SD (1%) menjadi 12 persen pada wanita yang berpendidikan perguruan tinggi. 


Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 107 


Daftar Tabel 


Untuk informasi pengetahuan, sikap dan perilaku tentang HIV-AIDS dapat melihat tabel-tabel berikut: 


• Tabel 8.1 

• Tabel 8.2 

• Tabel 8.3 

• Tabel 8.4 

• Tabel 8.5 

• Tabel 8.6 

• Tabel 8.7 

• Tabel 8.8 

• Tabel 8.9 

• Tabel 8.10 


Pengetahuan tentang HIV AIDS 
Sumber informasi tentang HIY AIDS 
Pengetahuan tentang penularan HIV dari ibu ke anak 
Pengetahuan tentang VCT dan fasilitas VCT 
Aspek sosial HIV AIDS 
Pengetahuan tentang cara pencegahan HIV 
Pengetahuan komprehensif mengenai HIV AIDS 
Pengetahuan mengenai infeksi menular seksual (IMS) 
Sumber informasi mengenai IMS 
Pengetahuan tentang gejala IMS 


108 • Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 



Tabel 8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV-AIDS, menurut 
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 



Wanita belum kawin 

Pria belum kawin 

Karakteristik latar belakang 

Pernah 

mendengar 

AIDS 

Jumlah 

Pernah 

mendengar 

AIDS 

Jumlah 

Umur 

15-19 

89,9 

6.750 

83,9 

7.713 

20-24 

95,8 

3.221 

89,5 

4.899 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

94,7 

5.890 

91,0 

6.869 

Perdesaan 

87,6 

4.081 

80,2 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

26,0 

28 

53,6 

63 

Tidak tamat SD 

26,4 

119 

39,4 

505 

Tamat SD 

46,6 

223 

55,5 

690 

Tidak tamat SLTA 

89,5 

4.928 

84,7 

6.426 

Tamat SLTA 

97,3 

2.296 

96,4 

3.301 

Perguruan tinggi 

99,4 

2.378 

99,5 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

75,7 

1.409 

70,3 

2.314 

Menengah bawah 

90,6 

1.760 

82,3 

2.560 

Menengah 

92,5 

1.971 

86,7 

2.534 

Menengah atas 

95,5 

2.172 

92,9 

2.607 

Teratas 

97,5 

2.659 

96,5 

2.596 

Jumlah 

91,8 

9.971 

86,1 

12.612 


Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 109 




Tabel 8.2 Sumber informasi tentang HIV AIDS 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV-AIDS berdasarkan sumber informasi dan jenis media, menurut karakteristik latar 

belakang, Indonesia 201 7_ 

Karakteristik 

latar Surat Tenaga Lembaga Sekolah, Perkumpulan Teman, Tempat Tidak 

belakang _ Radio TV kabar/majalah Poster kesehatan keagamaan guru masyarakat kerabat kerja Internet Lainnya terjawab Jumlah 

_ WANITA BELUM KAW IN_ 

Umur 


15-19 

4,2 

47,1 

8,5 

5,4 

11,9 

0,9 

83,3 

3,3 

17,6 

1,0 

32,8 

0,8 

0,0 

6.067 

20-24 

10,7 

68,2 

16,5 

9,4 

12,4 

0,9 

57,4 

5,9 

25,2 

7,5 

55,9 

0,5 

0,0 

3.086 

Tempat 

tinggal 

Perkotaan 

6,9 

57,0 

11,6 

7,5 

11,1 

0,9 

72,6 

4,5 

20,7 

3,7 

45,1 

0,7 

0,0 

5.580 

Perdesaan 

5,6 

49,9 

10,7 

5,6 

13,6 

0,8 

77,6 

3,6 

19,4 

2,5 

33,5 

0,6 

0,0 

3.573 

Pendidikan 

Tidak 

sekolah 














7 

Tidak 
tamat SD 

(7,6) 

(55,9) 

(0,0) 

(3,0) 

(8,6) 

(0,0) 

(6,9) 

(3,4) 

(51,7) 

(4,3) 

(10,0) 

(0,0) 

(0,0) 

31 

Tamat SD 

5,5 

65,2 

3,8 

0,0 

2,3 

0,0 

5,2 

1,9 

37,1 

4,2 

16,6 

0,0 

0,0 

104 

Tidak 

tamat 

SLTA 

3,9 

44,7 

7,3 

4,7 

11,4 

0,8 

83,3 

2,9 

17,0 

0,6 

27,6 

0,8 

0,0 

4.411 

Tamat 

SLTA 

7,4 

60,7 

10,7 

5,5 

8,6 

0,9 

69,9 

3,1 

20,9 

5,7 

45,9 

0,3 

0,0 

2.235 

Perguruan 

tinggi 

10,1 

65,4 

19,7 

12,2 

17,1 

1,0 

66,6 

7,5 

24,2 

5,6 

61,2 

0,9 

0,0 

2.364 

Kuintil 

kekayaan 

Terbawah 

7,1 

39,9 

8,8 

3,4 

15,9 

1,4 

76,8 

2,1 

20,1 

1,8 

21,0 

0,5 

0,0 

1.066 

Menengah 

bawah 

5,5 

50,9 

10,4 

4,8 

11,3 

0,8 

74,1 

3,2 

19,2 

2,1 

32,9 

0,9 

0,0 

1.595 

Menengah 

5,4 

51,4 

10,3 

5,6 

11,5 

0,5 

74,5 

4,0 

19,3 

2,7 

36,9 

0,6 

0,1 

1.824 

Menengah 

atas 

6,7 

58,6 

10,7 

8,2 

10,9 

0,9 

73,5 

4,0 

19,1 

4,8 

45,4 

0,3 

0,0 

2.075 

Teratas 

7,0 

60,7 

13,8 

9,1 

12,3 

1,0 

74,9 

5,8 

22,4 

3,6 

52,0 

0,9 

0,0 

2.593 

Jumlah 

6,4 

54,2 

11,2 

6,8 

12,1 

0,9 

74,6 

4,2 

20,2 

3,2 

40,6 

0,7 

0,0 

9.153 


PRIA BELUM KAWIN 


Umur 


15-19 

5,0 

44,5 

9,7 

3,1 

7,9 

1,1 

82,6 

2,2 

26,8 

0,9 

26,8 

0,2 

0,3 

6.471 

20-24 

8,1 

58,2 

14,1 

6,0 

7,2 

1,0 

69,1 

3,1 

33,0 

3,2 

39,2 

0,1 

0,3 

4.385 

Tempat 

tinggal 

Perkotaan 

6,3 

51,0 

13,1 

4,7 

7,4 

1,2 

78,1 

2,8 

29,0 

1,9 

36,5 

0,1 

0,2 

6.249 

Perdesaan 

6,3 

48,8 

9,2 

3,6 

8,0 

0,9 

75,8 

2,3 

29,7 

1,7 

25,5 

0,1 

0,3 

4.608 

Pendidikan 

Tidak 

sekolah 

:(11,5) 

(45,0) 

(0,4) 

(10,6) 

(5,0) 

(2,5) 

(38,3) 

(0,0) 

(23,4) 

(7,7) 

(28,9) 

(0,0) 

(7,0) 

34 

Tidak 
tamat SD 

7,2 

46,7 

2,0 

4,1 

3,9 

1,4 

9,2 

0,0 

65,3 

4,1 

8,3 

0,0 

0,0 

199 

Tamat SD 

7,1 

56,7 

5,4 

3,1 

2,5 

2,1 

16,7 

0,7 

48,7 

5,6 

13,6 

0,0 

0,5 

383 

Tidak 

tamat 

SLTA 

4,9 

44,0 

8,1 

3,2 

7,5 

0,8 

80,4 

1,8 

27,8 

0,8 

22,9 

0,2 

0,4 

5.441 

Tamat 

SLTA 

7,1 

54,6 

13,2 

4,5 

7,0 

1,4 

80,9 

3,2 

28,1 

2,7 

38,1 

0,1 

0,1 

3.181 

Perguruan 

tinggi 

8,7 

60,2 

22,1 

7,5 

10,8 

1,1 

82,3 

4,9 

27,8 

2,1 

56,5 

0,1 

0,1 

1.619 

Kuintil 

kekayaan 

Terbawah 

8,0 

42,9 

8,1 

3,8 

9,2 

1,5 

67,7 

1,9 

35,4 

1,9 

16,4 

0,1 

0,5 

1.627 

Menengah 

bawah 

7,6 

49,4 

9,3 

4,4 

7,3 

0,9 

74,1 

2,5 

29,3 

2,0 

22,6 

0,1 

0,3 

2.106 

Menengah 

5,3 

50,0 

9,9 

3,4 

6,2 

0,7 

75,3 

1,7 

29,5 

1,7 

32,0 

0,2 

0,4 

2.197 

Menengah 

atas 

5,6 

52,2 

11,7 

5,1 

8,3 

1,1 

79,9 

2,8 

28,0 

2,2 

37,2 

0,1 

0,3 

2.423 

Teratas 

5,6 

53,1 

16,7 

4,5 

7,5 

1,3 

84,7 

3,6 

26,4 

1,3 

44,2 

0,1 

0,0 

2.504 

Jumlah 

6,3 

50,0 

11,5 

4,3 

7,6 

1,1 

77,1 

2,6 

29,3 

1,8 

31,8 

0,1 

0,3 

10.856 


Catatan: Tanda bintang menunjukkan bahwa angka tidak ditampilkan karena jumlah kasus tidak tertimbang kurang dari 25. Angka dalam kurung berdasarkan pada 
25-49 kasus yang tidak tertimbang._ 


110- Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 




Tabel 8.3 Penaetahuan tentana penularan HIV dari ibu ke anak 

1 dapat ditularkan dari ibu ke anak 
ang, SDKI 2017 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui bahwa HIV 
selama proses kehamilan, persalinan dan menyusui, menurut karakteristik latar belak 


Persentase yang menyatakan bahwa HIV dapat ditularkan dari 




ibu ke anaknya 



Karakteristik latar belakang 

Proses kehamilan 

Proses persalinan 

Menyusui 

Jumlah 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 





15-19 

72,8 

63,2 

72,0 

6.750 

20-24 

83,1 

75,3 

82,7 

3.221 

Tempat tinggal 





Perkotaan 

79,6 

71,2 

78,9 

5.890 

Perdesaan 

71,1 

61,1 

70,5 

4.081 

Pendidikan 





Tidak sekolah 

14,5 

11,5 

14,4 

28 

Tidak tamat SD 

13,3 

11,2 

11,9 

119 

Tamat SD 

28,1 

20,7 

25,8 

223 

Tidak tamat SLTA 

71,2 

61,2 

70,4 

4.928 

Tamat SLTA 

81,8 

71,4 

82,1 

2.296 

Perguruan tinggi 

89,3 

83,0 

88,0 

2.378 

Kuintil kekayaan 





Terbawah 

60,6 

52,6 

59,8 

1.409 

Menengah bawah 

72,6 

63,3 

72,5 

1.760 

Menengah 

76,0 

65,9 

75,5 

1.971 

Menengah atas 

80,6 

70,9 

80,0 

2.172 

Teratas 

83,1 

75,1 

82,0 

2.659 

Jumlah 

76,1 

67,1 

75,5 

9.971 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 





15-19 

59,9 

52,1 

58,5 

7.713 

20-24 

68,0 

60,1 

66,5 

4.899 

Tempat tinggal 





Perkotaan 

68,5 

60,5 

66,5 

6.869 

Perdesaan 

56,6 

48,8 

55,7 

5.743 

Pendidikan 





Tidak sekolah 

40,5 

36,7 

35,8 

63 

Tidak tamat SD 

24,7 

20,6 

23,2 

505 

Tamat SD 

32,1 

27,9 

31,2 

690 

Tidak tamat SLTA 

57,8 

50,2 

57,6 

6.426 

Tamat SLTA 

74,7 

65,9 

72,7 

3.301 

Perguruan tinggi 

86,2 

75,8 

80,4 

1.627 

Kuintil kekayaan 





Terbawah 

47,1 

42,1 

47,7 

2.314 

Menengah bawah 

57,9 

50,0 

58,1 

2.560 

Menengah 

61,3 

53,0 

61,0 

2.534 

Menengah atas 

70,7 

61,6 

67,4 

2.607 

Teratas 

76,4 

67,6 

72,1 

2.596 

Jumlah 

63,1 

55,2 

61,6 

12.612 

Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang. 


Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS • 111 




Tabel 8.4 Pengetahuan tentang VCT dan fasilitas VCT 

Di antara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV AIDS, persentase yang mengetahui tentang tes HIV, dan persentase yang 
mengetahui fasilitas VCT, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 




Wanita belum kawin 



Pria belum kawin 


Karakteristik latar belakang 

Persentase yang 
mengetahui tentang 
VCT 

Persentase yang 
mengetahui lokasi 
konseling dan VCT 

Jumlah 

Persentase yang 
mengetahui tentang 
tes VCT 

Persentase yang 
mengetahui lokasi 
konseling dan tes 

VCT 

Jumlah 


Umur 


15-19 

44,0 

37,5 

6.067 

27,7 

7,7 

6.471 

20-24 

58,3 

52,7 

3.086 

38,9 

10,0 

4.385 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

51,6 

45,3 

5.580 

36,3 

10,2 

6.249 

Perdesaan 

44,4 

38,4 

3.573 

26,6 

6,6 

4.608 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(36,9) 

(35,3) 

7 

(26,3) 

(7,3) 

34 

Tidak tamat SD 

17,9 

13,7 

31 

23,5 

9,8 

199 

Tamat SD 

27,2 

21,2 

104 

11,4 

2,9 

383 

Tidak tamat SLTA 

41,0 

35,1 

4.411 

25,7 

7,7 

5.441 

Tamat SLTA 

45,6 

39,8 

2.235 

34,8 

8,6 

3.181 

Perguruan tinggi 

67,8 

60,8 

2.364 

55,1 

13,1 

1.619 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

36,2 

32,2 

1.066 

22,1 

6,0 

1.627 

Menengah bawah 

41,1 

35,7 

1.595 

27,9 

7,3 

2.106 

Menengah 

45,8 

39,0 

1.824 

29,9 

7,9 

2.197 

Menengah atas 

51,3 

45,1 

2.075 

34,0 

8,8 

2.423 

Teratas 

58,8 

51,7 

2.593 

42,7 

11,9 

2.504 

Jumlah 

48,8 

42,6 

9.153 

32,2 

8,6 

10.856 


Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang. 


112- Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 




Tabel 8.5 Aspek sosial HIV AIDS 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV AIDS dan dapat memberikan tanggapan mengenai 
berbagai pertanyaan tentang aspek sosial HIV-AIDS, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 




Wanita belum kawin 



Pria belum kawin 


Karakteristik latar belakang 

Percaya bahwa 
status HIV 
anggota 
keluarga harus 
dirahasiakan 

Tidak bersedia 
merawat anggota 
keluarga yang 
terinfeksi HIV di 
rumah 

Jumlah 

Percaya bahwa 
status HIV 
anggota 
keluarga harus 
dirahasiakan 

Tidak bersedia 
merawat anggota 
keluarga yang 
terinfeksi HIV di 
rumah 

Jumlah 

Umur 

15-19 

56,7 

17,9 

6,067 

66,8 

14,4 

6,471 

20-24 

58,0 

15,3 

3,086 

66,3 

12,2 

4,385 

Tempat tinggal 

Perkotaan 

60,5 

16,8 

5,580 

68,1 

13,9 

6,249 

Perdesaan 

51,9 

17,4 

3,573 

64,6 

13,1 

4,608 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(42,8) 

(11,3) 

7 

(63,7) 

0.2) 

34 

Tidak tamat SD 

36,1 

34,8 

31 

58,6 

14,2 

199 

Tamat SD 

51,1 

22,3 

104 

66,2 

12,2 

383 

Tidak tamat SLTA 

56,3 

17,9 

4,411 

66,3 

14,0 

5,441 

Tamat SLTA 

57,8 

16,5 

2,235 

67,9 

13,5 

3,181 

Perguruan tinggi 

58,6 

15,6 

2,364 

66,2 

12,4 

1,619 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

47,0 

20,7 

1,066 

60,5 

15,7 

1,627 

Menengah bawah 

54,1 

18,9 

1,595 

65,6 

16,0 

2,106 

Menengah 

57,6 

16,1 

1,824 

67,2 

13,1 

2,197 

Menengah atas 

58,5 

17,0 

2,075 

68,6 

12,0 

2,423 

Teratas 

61,7 

15,1 

2,593 

69,0 

11,9 

2,504 

Jumlah 

57,1 

17,1 

9,153 

66,6 

13,5 

10,856 


Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang. 


Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS -113 




Tabel 8.6 Penaetahuan tentana cara Denceaahan HIV 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang memiliki pengetahuan tentang cara pencegahan 
HIV, menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

Karakteristik 
latar belakang 

Menggunakan 

kondom 

Membatasi hubungan 
seksual pada satu 
pasangan yang tidak 
terinfeksi HIV dan yang 
tidak mempunyai 
pasangan lain 

Jumlah 


WANITA BELUM KAWIN 



Umur 

15-19 

45,9 

69,9 

6.750 

20-24 

61,0 

81,8 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

54,6 

76,7 

5.890 

Perdesaan 

45,2 

69,4 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(14,5) 

(16,4) 

28 

Tidak tamat SD 

7,7 

13,1 

119 

Tamat SD 

20,7 

29,4 

223 

Tidak tamat SLTA 

43,2 

67,7 

4.928 

Tamat SLTA 

56,6 

80,3 

2.296 

Perguruan tinggi 

66,2 

87,6 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

35,5 

55,3 

1.409 

Menengah bawah 

45,8 

71,0 

1.760 

Menengah 

49,4 

75,6 

1.971 

Menengah atas 

54,2 

77,8 

2.172 

Teratas 

60,4 

80,6 

2.659 

Jumlah 

50,8 

73,7 

9.971 


PRIA BELUM KAWIN 



Umur 

15-19 

53,7 

60,1 

7.713 

20-24 

65,4 

69,2 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

62,9 

68,2 

6.869 

Perdesaan 

52,7 

58,1 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

37,9 

33,9 

63 

Tidak tamat SD 

23,1 

23,6 

505 

Tamat SD 

34,8 

31,3 

690 

Tidak tamat SLTA 

53,0 

59,0 

6.426 

Tamat SLTA 

69,9 

76,2 

3.301 

Perguruan tinggi 

77,1 

83,6 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

43,3 

47,1 

2.314 

Menengah bawah 

53,3 

58,6 

2.560 

Menengah 

58,6 

64,5 

2.534 

Menengah atas 

65,5 

70,2 

2.607 

Teratas 

68,8 

75,8 

2.596 

Jumlah 

58,2 

63,6 

12.612 

Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang. 



114- Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 




Tabel 8.7 Pengetahuan komprehensif mengenai HIV AIDS 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengatakan bahwa orang sehat dapat terinfeksi HIV, dan mereka yang 
menjawab pertanyaan, menolak pemahaman lokal yang salah tentang penularan atau pencegahan infeksi HIV, dan persentase 
pengetahuan komprehensif tentang AIDS menurut karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


HIV tidak HIV tidak 


Karakteristik latar belakang 

Orang terlihat 
sehat dapat 
terinfeksi HIV 

dapat 
ditularkan 
melalui gigitan 
nyamuk 

dapat 
ditularkan 
melalui guna- 
guna/santet 

HIV-AIDS tidak 
dapat ditularkan 
dengan berbagi 
makanan 

Persentase 
pengetahuan 
komprehensif 
tentang HIV-AIDS' 

Jumlah 



WANITA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

76,1 

44,5 

74,1 

38,5 

12,8 

6.750 

20-24 

84,8 

54,1 

87,5 

48,8 

21,4 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

82,6 

53,1 

82,2 

45,5 

18,4 

5.890 

Perdesaan 

73,5 

39,7 

73,0 

36,5 

11,5 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(16,4) 

(7,9) 

(15,0) 

(8,1) 

(3,4) 

28 

Tidak tamat SD 

15,1 

6,0 

15,7 

5,0 

0,0 

119 

Tamat SD 

32,5 

17,8 

35,4 

17,3 

4,3 

223 

Tidak tamat SLTA 

74,7 

42,4 

72,9 

37,0 

11,0 

4.928 

Tamat SLTA 

84,9 

51,2 

84,9 

42,9 

16,4 

2.296 

Perguruan Tinggi 

90,1 

60,2 

91,8 

55,4 

26,2 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

59,4 

32,9 

60,5 

28,7 

7,3 

1.409 

Menengah bawah 

76,2 

40,0 

74,6 

38,3 

12,0 

1.760 

Menengah 

79,8 

44,8 

79,0 

40,4 

14,0 

1.971 

Menengah atas 

84,1 

52,7 

82,6 

43,9 

17,2 

2.172 

Teratas 

86,1 

58,4 

86,9 

50,4 

22,2 

2.659 

Jumlah 

78,9 

47,6 

78,5 

41,8 

15,6 

9.971 



PRIA BELUM KAWIN 




Umur 

15-19 

66,7 

37,4 

67,2 

34,4 

10,6 

7.713 

20-24 

74,2 

43,2 

76,9 

41,3 

16,4 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

75,5 

44,4 

75,9 

40,4 

14,9 

6.869 

Perdesaan 

62,6 

34,0 

65,1 

33,1 

10,4 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

41,8 

29,5 

43,7 

24,9 

12,6 

63 

Tidak tamat SD 

29,7 

17,3 

26,7 

12,6 

4,6 

505 

Tamat SD 

39,8 

21,5 

40,3 

18,6 

2,9 

690 

Tidak tamat SLTA 

66,4 

37,0 

66,8 

33,4 

9,8 

6.426 

TAmat SLTA 

79,9 

46,5 

83,1 

43,5 

16,6 

3.301 

Perguruan Tinggi 

87,6 

51,1 

90,8 

54,5 

24,2 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

51,9 

28,1 

55,6 

27,3 

7,4 

2.314 

Menengah bawah 

64,4 

35,7 

66,0 

32,9 

9,8 

2.560 

Menengah 

69,9 

38,6 

71,7 

35,1 

12,3 

2.534 

Menengah atas 

77,9 

44,0 

77,7 

40,6 

13,9 

2.607 

Teratas 

81,9 

50,6 

82,2 

48,3 

20,1 

2.596 

Jumlah 

69,6 

39,7 

71,0 

37,1 

12,8 

12.612 

Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang. 

'Pengetahuan komprehensif yang mengetahui bahwa penggunaan kondom secara konsisten saat hubungan seksual dan hanya 

memiliki satu pasangan yang setia akan dapat mengurangi rsiko penularan HIV, dan penolakan dua kesalahpahaman lokal yang paling 

umum; HIV dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dengan berbagi makanan dengan orang yang menderita HIV-AIDS. 



Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS 


115 




Tabel 8.8 Penaetahuan menaenai infeksi menular seksual (IMS! 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang infeksi menular seksual selain HIV AIDS, menurut karakteristik 
latar belakang, Indonesia 2017 

IMS lainnya 








Herpes 


Tidak 


Karakteristik latar belakang 

Siphilis 

Gonorrhea Condylomata 

Chancroid 

Clamydia 

Kandidiasis 

genital Lainnya terjawab Jumlah 

WANITA BELUM KAWIN 

Umur 











15-19 

65,9 

34,9 

3,9 

2,5 

3,2 

19,2 

19,1 

4,9 

0,2 

2.106 

20-24 

70,6 

33,6 

5,9 

2,9 

2,9 

17,0 

24,8 

3,8 

0,0 

1.427 

Daerah tempat tinggal 











Perkotaan 

67,5 

33,8 

5,2 

2,9 

3,1 

17,3 

23,0 

4,3 

0,1 

2.351 

Perdesaan 

68,3 

35,5 

3,7 

2,2 

3,0 

20,3 

18,3 

4,9 

0,1 

1.182 

Pendidikan 











Tidak sekolah 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

2 

Tidak tamat SD 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

3 

Tamat SD 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

12 

Tidak tamat SLTA 

64,7 

36,0 

3,1 

2,8 

3,3 

20,0 

19,1 

5,2 

0,2 

1.421 

Tamat SLTA 

65,6 

27,5 

4,1 

1,7 

1,1 

17,6 

17,2 

4,5 

0,0 

801 

Perguruan tinggi 

72,7 

37,3 

7,0 

3,1 

4,0 

17,0 

26,8 

3,5 

0,0 

1.293 

Kuintil kekayaan 











Terbawah 

57,0 

27,0 

3,3 

4,4 

3,3 

19,7 

17,0 

9,9 

0,0 

280 

Menengah bawah 

68,1 

30,7 

2,6 

2,6 

2,3 

22,0 

17,9 

5,0 

0,3 

483 

Menengah 

67,7 

34,5 

3,3 

2,9 

3,8 

16,8 

16,7 

4,2 

0,0 

619 

Menengah atas 

68,2 

34,8 

5,8 

2,7 

2,7 

15,6 

22,0 

4,6 

0,0 

863 

Teratas 

69,7 

37,0 

5,7 

2,1 

3,1 

19,1 

25,6 

3,2 

0,1 

1.288 

Jumlah 

67,8 

34,4 

4,7 

2,6 

3,1 

18,3 

21,4 

4,5 

0,1 

3.533 

PRIA BELUM KAWIN 

Umur 











15-19 

83,4 

32,6 

1,7 

1,8 

1,2 

5,4 

11,9 

2,7 

0,2 

2.576 

20-24 

89,2 

32,3 

2,1 

1,2 

1,4 

7,7 

12,9 

3,2 

0,0 

2.316 

Daerah tempat tinggal 











Perkotaan 

88,2 

33,8 

2,1 

1,5 

1,3 

7,3 

13,6 

3,1 

0,1 

3.027 

Perdesaan 

82,8 

30,3 

1,6 

1,7 

1,4 

5,2 

10,4 

2,7 

0,1 

1.865 

Pendidikan 











Tidak sekolah 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

15 

Tidak tamat SD 

89,1 

28,1 

3,0 

0,0 

0,5 

0,0 

2,5 

0,5 

0,0 

68 

Tamat SD 

89,2 

31,3 

0,0 

3,7 

0,0 

1,4 

16,4 

1,4 

0,0 

135 

Tidak tamat SLTA 

82,1 

32,9 

1,8 

1,5 

1,3 

4,7 

13,0 

2,9 

0,2 

2.038 

Tamat SLTA 

87,8 

29,7 

1,5 

2,0 

1,1 

7,7 

9,6 

3,0 

0,0 

1.593 

Perguruan tinggi 

90,8 

36,2 

3,0 

0,8 

1,9 

9,5 

15,7 

3,3 

0,0 

1.043 

Kuintil kekayaan 











Terbawah 

79,3 

31,6 

2,6 

2,4 

1,1 

3,0 

7,3 

3,8 

0,0 

547 

Menengah bawah 

82,5 

30,6 

1,3 

1,9 

1,2 

5,8 

10,3 

2,8 

0,0 

857 

Menengah 

84,0 

32,3 

2,1 

1,7 

0,8 

7,1 

11,3 

2,4 

0,0 

935 

Menengah atas 

88,6 

28,8 

1,8 

1,3 

1,2 

5,6 

14,9 

3,1 

0,1 

1.148 

Teratas 

90,5 

37,1 

2,0 

1,2 

2,0 

8,5 

14,2 

2,9 

0,2 

1.406 

Jumlah 

86,2 

32,5 

1,9 

1,5 

1,3 

6,5 

12,4 

2,9 

0,1 

4.892 

Catatan: Tanda bintang menunjukkan bahwa angka tidak ditampilkan karena jumlah kasus tidak tertimbang kurang dari 25. 


116- Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 





Tabel 8.9 Sumber informasi mengenai IMS 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar IMS berdasarkan sumber informasi dan jenis media, menurut karakteristik latar 
belakang, Indonesia 2017 


Karakteristik 

latar belakang 

Surat 

kabar/ 

Radio Televisi majalah 

Selebaran/ 

poster 

Petugas 

kesehatan 

Perkumpulan Sekolah/ Pertemulan 
keagamaan guru masyarakat 

Teman/ 

keluarga 

Tempat 

kerja 

Tidak 

Internet Lainnya terjawab Jumlah 







WANITA BELUM KAWIN 








Umur 

15-19 

1,1 

20,3 

3,4 

1,5 

6,8 

0,6 

78,8 

1,9 

13,9 

1,0 

23,9 

1,5 

0,1 

2.106 

20-24 

4,2 

30,1 

8,2 

2,8 

9,9 

0,4 

55,0 

2,0 

23,2 

7,8 

44,7 

1,5 

0,0 

1.427 

Daerah tempat 
tinggal 

Perkotaan 

1,8 

23,6 

5,7 

2,0 

7,6 

0,7 

68,7 

1,9 

18,7 

4,2 

35,0 

1,4 

0,0 

2.351 

Perdesaan 

3,3 

25,6 

4,7 

2,1 

9,0 

0,3 

70,1 

2,1 

15,6 

2,8 

26,9 

1,7 

0,1 

1.182 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

2 

Tidak tamat 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 


SD 

Tamat SD 

. 

. 

. 

. 

. 

. 

. 

. 

. 

. 

. 

. 

. 

3 

12 

Tidak tamat 
SLTA 

1,4 

19,6 

3,0 

1,1 

6,7 

0,8 

79,6 

1,5 

12,2 

0,6 

21,8 

1,7 

0,1 

1.421 

Tamat SLTA 

3,4 

30,1 

6,5 

1,6 

5,0 

0,4 

59,9 

1,2 

22,3 

7,4 

34,4 

0,7 

0,0 

801 

Perguruan 

tinggi 

2,7 

25,5 

7,2 

3,4 

11,6 

0,4 

64,2 

2,9 

20,4 

4,9 

42,7 

1,8 

0,0 

1.293 

Kuintil 

kekayaan 

Terbawah 

2,9 

24,1 

2,0 

1,4 

12,3 

0,8 

67,6 

0,8 

21,3 

2,1 

19,4 

1,5 

0,0 

280 

Menengah 

bawah 

2,9 

28,6 

4,2 

1,1 

7,9 

0,0 

64,3 

1,5 

16,8 

3,6 

31,6 

2,5 

0,3 

483 

Menengah 

3,0 

23,4 

5,4 

1,8 

8,0 

0,4 

69,1 

1,4 

18,3 

3,1 

26,2 

1,3 

0,0 

619 

Menengah 

atas 

1,6 

25,6 

5,8 

1,7 

7,1 

0,7 

70,5 

1,8 

17,3 

4,6 

33,3 

1,1 

0,0 

863 

Teratas 

2,2 

22,2 

6,2 

2,8 

7,9 

0,7 

70,4 

2,8 

17,2 

3,9 

37,7 

1,4 

0,0 

1.288 

Jumlah 

2,3 

24,3 

5,4 

2,0 

8,1 

0,6 

69,2 

2,0 

17,7 

3,7 

32,3 

1,5 

0,0 

3.533 


PRIA BELUM KAWIN 


Umur 


15-19 

1,9 

16,9 

5,6 

1,1 

5,5 

0,7 

71,7 

1,4 

31,4 

0,8 

23,8 

0,5 

0,0 

2.576 

20-24 

4,0 

22,8 

7,3 

1,5 

5,9 

0,5 

55,1 

2,0 

45,8 

3,5 

34,3 

0,4 

0,1 

2.316 

Daerah tempat 
tinggal 

Perkotaan 

2,7 

19,0 

7,5 

1,3 

5,3 

0,5 

65,2 

1,7 

36,0 

2,3 

33,3 

0,5 

0,0 

3.027 

Perdesaan 

3,3 

21,0 

4,6 

1,4 

6,2 

0,7 

61,7 

1,6 

41,7 

1,7 

21,4 

0,3 

0,1 

1.865 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

15 

Tidak tamat 

SD 

0,0 

10,0 

0,0 

0,0 

5,4 

3,7 

10,5 

0,0 

80,8 

3,3 

6,5 

5,0 

0,0 

68 

Tamat SD 

8,0 

15,4 

4,2 

0,0 

1,4 

1,2 

6,8 

0,0 

74,0 

12,1 

12,7 

0,1 

0,0 

135 

Tidak tamat 
SLTA 

1,8 

17,8 

4,6 

1,1 

5,5 

0,4 

69,5 

1,2 

33,7 

1,0 

19,9 

0,6 

0,0 

2.038 

Tamat SLTA 

3,4 

20,3 

5,9 

1,3 

4,6 

0,2 

62,0 

1,9 

43,2 

2,9 

30,8 

0,2 

0,0 

1.593 

Perguruan 

tinggi 

3,6 

23,9 

11,4 

2,0 

8,3 

1,2 

67,0 

2,5 

31,7 

1,4 

46,5 

0,2 

0,2 

1.043 

Kuintil 

kekayaan 

Terbawah 

2,3 

18,7 

4,4 

1,4 

8,5 

0,8 

54,9 

1,9 

49,7 

2,9 

14,9 

0,6 

0,0 

547 

Menengah 

bawah 

3,3 

19,3 

4,8 

1,7 

6,1 

0,7 

60,0 

1,7 

44,4 

1,3 

22,9 

0,6 

0,0 

857 

Menengah 

3,7 

20,6 

5,7 

0,9 

4,2 

0,7 

58,4 

2,0 

40,6 

2,9 

28,7 

0,4 

0,0 

935 

Menengah 

atas 

2,9 

21,2 

6,4 

1,5 

6,9 

0,8 

64,2 

1,3 

37,4 

2,2 

31,7 

0,5 

0,2 

1.148 

Teratas 

2,3 

18,6 

8,6 

1,1 

4,4 

0,2 

73,1 

1,7 

29,1 

1,5 

35,3 

0,3 

0,0 

1.406 

Jumlah 

2,9 

19,7 

6,4 

1,3 

5,7 

0,6 

63,9 

1,7 

38,2 

2,1 

28,8 

0,4 

0,0 

4.892 


Catatan: Tanda bintang menunjukkan bahwa angka tidak ditampilkan karena jumlah kasus tidak tertimbang kurang dari 25. 


Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV AIDS -117 




Tabel 8.10 Penaetahuan tentana aeiala IMS 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang memiliki pengetahuan mengenai gejala IMS pada pria dan wanita, menurut karakteristik latar belakang, 
Indonesia 2017 



Mengetahui gejala IMS pada pria 

Mengetahui gejala IMS pada wanita 


Karakteristik latar belakang 

Tidak 

mengetahui 
tentang IMS 

Tidak sama 
sekali 

Mengetahui 
satu gejala 

Mengetahui 
dua atau lebih 
gejala 

Tidak sama 
sekali 

Mengetahui 
satu gejala 

Mengetahui 
dua atau lebih 
gejala 

Jumlah 




WANITA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

68,8 

10,7 

8,5 

12,0 

9,8 

8,5 

12,9 

6.750 

20-24 

55,7 

12,5 

10,8 

21,0 

9,6 

9,9 

24,7 

3.221 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

60,1 

12,5 

10,8 

16,6 

11,0 

10,3 

18,6 

5.890 

Perdesaan 

71,0 

9,5 

7,0 

12,4 

7,9 

7,1 

14,0 

4.081 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

(93,7) 

(0,0) 

(0,0) 

(6,3) 

(0,0) 

(0,0) 

(6,3) 

28 

Tidak tamat SD 

97,1 

0,9 

0,7 

1,3 

0,9 

0,5 

1,5 

119 

Tamat SD 

94,7 

3,6 

1,2 

0,6 

2,0 

2,3 

1,0 

223 

Tidak tamat SLTA 

71,2 

10,3 

7,7 

10,9 

9,0 

8,0 

11,9 

4.928 

Tamat SLTA 

65,1 

11,5 

9,0 

14,4 

10,0 

8,8 

16,1 

2.296 

Perguruan tinggi 

45,6 

14,7 

14,0 

25,7 

12,3 

12,4 

29,6 

2.378 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

80,1 

7,0 

5,6 

7,2 

5,8 

5,6 

8,5 

1.409 

Menengah bawah 

72,6 

9,4 

6,8 

11,3 

7,1 

7,8 

12,6 

1.760 

Menengah 

68,6 

9,9 

9,2 

12,3 

7,5 

9,3 

14,6 

1.971 

Menengah atas 

60,3 

12,8 

9,6 

17,3 

11,5 

8,9 

19,4 

2.172 

Teratas 

51,6 

14,7 

12,6 

21,2 

13,8 

11,5 

23,1 

2.659 

Jumlah 

64,6 

11,3 

9,2 

14,9 

9,7 

9,0 

16,7 

9.971 




PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

66,6 

7,3 

12,3 

13,8 

20,8 

6,6 

6,0 

7.713 

20-24 

52,7 

7,3 

16,4 

23,5 

26,3 

10,5 

10,5 

4.899 

Daerah tempat tinggal 

Perkotaan 

55,9 

8,1 

15,3 

20,7 

24,8 

9,8 

9,4 

6.869 

Perdesaan 

67,5 

6,4 

12,2 

13,9 

20,7 

6,0 

5,8 

5.743 

Pendidikan 

Tidak sekolah 

75,6 

4,7 

1,6 

18,1 

15,2 

7,2 

1,9 

63 

Tidak tamat SD 

86,6 

3,4 

6,8 

3,3 

11,1 

1,4 

1,0 

505 

Tamat SD 

80,2 

3,0 

10,2 

6,4 

12,8 

4,4 

2,4 

690 

Tidak tamat SLTA 

68,3 

7,1 

11,8 

12,8 

19,9 

6,4 

5,5 

6.426 

Tamat SLTA 

51,7 

7,7 

17,8 

22,8 

28,4 

9,6 

10,3 

3.301 

Perguruan tinggi 

35,9 

10,8 

18,3 

35,0 

32,3 

15,7 

16,2 

1.627 

Kuintil kekayaan 

Terbawah 

76,4 

5,0 

9,2 

9,4 

15,5 

4,7 

3,4 

2.314 

Menengah bawah 

66,5 

6,1 

13,1 

14,2 

20,2 

7,4 

5,9 

2.560 

Menengah 

63,1 

7,2 

13,1 

16,6 

22,3 

7,0 

7,6 

2.534 

Menengah atas 

56,0 

8,5 

16,4 

19,1 

26,9 

7,9 

9,3 

2.607 

Teratas 

45,8 

9,6 

16,9 

27,6 

29,0 

13,1 

12,1 

2.596 

Jumlah 

61,2 

7,3 

13,9 

17,6 

22,9 

8,1 

7,7 

12.612 

Catatan: Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus yang tidak tertimbang. 







118* Pengetahuan, Sikap dan Perilaku tentang HIV-AIDS 




PACARAN DAN PENGALAMAN SEKSUAL 


9 



• Umur pertama kali pacaran: Sebagian besar wanita (80%) 
dan pria (84%) telah berpacaran Empat puluh lima persen 
wanita dan 44 persen pria mulai berpacaran pada umur 15- 
17 . 

• Perilaku pacaran: Kebanyakan wanita dan pria mengaku 
saat berpacaran melakukan aktivitas berpegangan tangan 
(64% wanita dan 75% pria), berpelukan (17% wanita dan 
33% pria), cium bibir (30% wanita dan 50% pria) dan 
meraba/diraba (5% wanita dan 22% pria). 

• Sikap terhadap keperawanan: Sembilan puluh sembilan 
persen wanita dan 98 persen pria berpendapat 
keperawanan perlu dipertahankan. 

• Pengalaman seksual pra nikah: Delapan persen pria dan 
2 persen wanita melaporkan telah melakukan hubungan 
seksual, dengan alasan antara lain: 47 persen saling 
mencintai, 30 persen penasaran/ingin tahu, 16 persen 
terjadi begitu saja, masing-masing 3 persen karena dipaksa 
dan terpengaruh teman. 

• Umur pertama kali berhubungan seksual: Di antara 
wanita dan pria yang telah melakukan hubungan seksual 
sebelum pra nikah, 59 persen wanita dan 74 persen pria 
melaporkan mulai berhubungan seksual pertama kali pada 
umur 15-19. Persentase paling tinggi terjadi pada umur 17 
tahun (19%), baik pria maupun wanita. 

• Penggunaan kondom pada hubungan seksual terakhir: 

Penggunaan kondom pada hubungan seksual terakhir lebih 
banyak dilakukan oleh wanita (49%) dibanding pria (27%). 

• Kehamilan tidak diinginkan: Di antara wanita dan pria, 12 
persen kehamilan tidak diinginkan dilaporkan oleh wanita 
dan 7 persen dilaporkan oleh pria yang mempunyai 
pasangan dengan kehamilan tidak diinginkan. 

• Pengalaman aborsi di antara teman : Dua puluh tiga 
persen wanita dan 19 persen pria mengetahui seseorang 
teman yang mereka kenal yang melakukan aborsi, satu 
persen di antara mereka menemani/mempengaruhi 
teman/seseorang untuk menggugugurkan kandungannya. 


R emaja merupakan tahapan penting dalam kesehatan reproduksi. Pada masa remaja merupakan 
periode pematangan organ reproduksi manusia yang disebut juga dengan masa transisi, yaitu 
tersebut terjadi perubahan fisik yang cepat, terkadang tidak seimbang dengan perubahan 
kejiwaaan/mental. Ketidakseimbangan perkembangan mental pada masa transisi tersebut dapat 


Pacaran dan Pengalaman Seksual -119 









menimbulkan kebingungan remaja yang dikhawatirkan membawa remaja pada perilaku seksual yang tidak 
bertanggungjawab seperti perilaku pacaran yang mengarah untuk melakukan hubungan seksual pranikah 
atau seks bebas. Dampak dari perilaku tersebut antara lain terjadinya kehamilan remaja, kehamilan yang 
tidak diinginkan hingga upaya melakukan pengguguran yang tidak aman. Selain itu remaja dapat tertular 
penyakit menular seksual (PMS) dan berhadapan dengan dampak sosial seperti putus sekolah, stigma 
masyarakat dan sanksi sosial lainnya. 

SDKI 2017 mengumpulkan informasi tentang pacaran dan pengalaman pacaran kepada wanita dan pria 
umur 15-24 tahun yang berstatus belum kawin yang selanjutnya disebut wanita dan pria. Mereka juga 
ditanya tentang aktifitas berpacaran, sikap terhadap perilaku seksual pranikah, sikap terhadap keperawanan 
dan pengalaman seksual. Pada wanita dan pria umur 15-24 tahun yang melaporkan pengalaman seksual 
pranikah, ditanya lebih lanjut tentang alasan ketika pertama kali melakukan hubungan seksual pranikah, 
umur pertama kali berhubungan seksual dan penggunaan kondom pada saat berhubungan seksual (pertama 
dan terakhir). Pada SDKI 2017, juga menanyakan tentang kehamilan yang tidak diinginkan dan aborsi 
yang terjadi di sekeliling mereka; apakah mengetahui seorang teman yang telah melakukan aborsi; dan 
apakah mereka pernah mempengaruhi teman/seseorang untuk menggugurkan kandungannya; atau 
sebaliknya mengingatkan teman/orang lain untuk tidak menggugurkan kandungan. Informasi ini dapat 
menjadi masukan kepada pihak pengelola program kesehatan reproduksi remaja untuk evaluasi dan 
perencanaan program. 

Bab ini menyajikan hasil SDKI 2017 tentang pacaran, sikap terhadap keperawanan, pengalaman 
melakukan hubungan seksual pranikah beserta alasannya, kehamilan yang tidak diinginkan dan 
pengalaman aborsi diantara teman. 

9.1 Pacaran 

Pacaran dapat berakibat pada kekerasan, perilaku seksual pranikah, kehamilan tidak diinginkan, infeksi 
menular seksual, dan lainnya. 

Tabel 9.1 menyajikan hasil SDKI 2017 tentang wanita dan pria yang melaporkan berpacaran dan umur 
pertama kali pacaran menurut karakeristik. Secara umum, 80 persen wanita dan 84 persen pria yang 
melaporkan pernah berpacaran. Kelompok umur 15-17 merupakan umur mulai pacaran pertama kali yang 
paling banyak disebutkan yaitu 45 persen pada wanita dan 44 persen pada pria. 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

* Di antara wanita dan pria yang mengaku pernah berpacaran, paling banyak dilaporkan oleh wanita dan 
pria pendidikan tamat SMA (92% wanita dan 94% pria) 

■ Wanita dan pria yang tinggal di perdesaan (21% dan 19%) lebih banyak yang melaporkan tidak 
pemah pacaran dibandingkan yang tinggal diperkotaan (18% dan 14%). 

■ Wanita dan pria dengan kuintil kekayaan terbawah paling banyak (27% dan 25%) mengaku tidak 
pemah berpacaran. 


9.2 Perilaku Berpacaran 

Perilaku berpacaran dapat meningkat menjadi kontak seksual pada remaja. Tahapan kontak seksual pada 
remaja dibagi menjadi 5 tahap berupa sentuhan, pacaran tanpa berciuman, berciuman, meraba bagian 
sensitif (payudara hingga alat kelamin) dan hubungan sesuai (Carey et al, 2009). 

Pada SDKI 2017 ditanyakan pada wanita dan pria yang pemah berpacaran/saat ini memiliki pacar tentang 
perilaku pacaran yang pernah dilakukan, meliputi: berpegangan tangan; berpelukan; cium bibir dan meraba 
atau diraba. Tabel 9.2 menyajikan persentase wanita dan pria menurut perilaku pacaran. Berpegangan 


120 • Pacaran dan Pengalaman Seksual 


tangan merupakah hal yang paling banyak dilakukan oleh wanita dan pria (64% dan 75%). Pria cenderung 
lebih banyak melaporkan perilaku cium bibir (50%) dan berpelukan (33%) dibandingkan dengan wanita 
(30% dan 17%). 

Tren: Persentase wanita dan pria dengan perilaku pacaran berpegangan tangan dan meraba/diraba 
menurun sedangkan perilaku cium bibir tidak banyak berubah berdasarkan SDKI 2012 dan SDKI 2017 

(Gambar 9.1). 


Gambar 9.1 Perilaku Pacaran 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 dengan jenis pengalaman saat berpacaran 



Berpegangan 

Cium bibir 

Meraba/ diraba 

Berpegangan 

Cium bibir Meraba/ diraba 

tangan 

WANITA 


tangan 

PRIA 


■ SDKI 2012 «SDKI 2017 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Perilaku pacaran yang mengarah pada kontak seksual yaitu cium bibir dan meraba/ diraba, persentase 
tertinggi baik wanita maupun pria adalah pada kelompok 20-24 tahun dan tinggal diperkotaan. 

■ Persentase pria dan wanita dalam melakukan perilaku pacaran tidak menunjukkan pola tertentu 
menurut pendidikan dan kuintil kekayaan. 


9.3 Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pranikah 

Perilaku seksual pranikah memiliki konsekuensi terhadap kesehatan yaitu penularan penyakit/infeksi 
menular seksual dan kehamilan remaja yang dapat berakibat pada putus sekolah, sanksi sosial lainnya atau 
komplikasi kehamilan hingga masa nifas. 

Pada SDKI 2017, wanita dan pria ditanya tentang sikap mereka terhadap perilaku seksual pranikah. Tabel 
9.3 menyajikan persentase wanita dan pria yang bersikap setuju terhadap perilaku seksual pranikah jika 
dilakukan oleh wanita maupun pria menurut karakteristik. Pendapat wanita yang menyatakan setuju 
terhadap hubungan seksual pranikah adalah 1 persen untuk wanita dan 1 persen untuk pria. Sementara 
pendapat pria yang setuju hubungan seksual pranikah 4 persen jika dilakukan oleh wanita dan 8 persen jika 
oleh pria. Terdapat kecenderungan pihak yang menyetujui hubungan seks pranikah dilakukan oleh pria. 

Tren Persentase wanita maupun pria tentang sikap setuju terhadap perilaku seksual pranikah hasil SDKI 
2017 tidak jauh berbeda dengan SDKI 2012 (Gambar 9.2). 


Pacaran dan Pengalaman Seksual • 121 



Gambar 9.2 Sikap terhadap Perilaku Seksual Pranikah 

Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang setuju terhadap perilaku 
seksual pranikah 


7 8 



Setuju wanita 

Setuju pria 

Setuju wanita 

Setuju pria 

melakukan seksual 

melakukan seksual 

melakukan seksual melakukan seksual 

pranikah 

pranikah 

pranikah 

pranikah 


WANITA 

PRIA 


■ SDKI2012 ■SDKI2017 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Wanita dan pria yang menyetujui perilaku seksual pranikah lebih banyak dari tingkat pendidikan tidak 
sekolah, tidak tamat SD dan tamat SD serta kuintil kekayaan terbawah. 

* Wanita dan pria umur 20-24 cenderung lebih setuju terhadap perilaku seksual pranikah dibanding 
wanita dan pria umur 15-19. Tidak ada perbedaan antara wanita dan pria menurut tempat tinggal dan 
kuintil kekayaan. 

Pria yang menyatakan setuju tentang perilaku seksual pranikah ditanya lebih lanjut alasan mereka 
menyetujui perilaku seksual pranikah. Tabel 9.4 menunjukkan alasan menurut karakteristik. Alasan 
tertinggi adalah saling mencintai (83%) dan suka sama suka (82%) (Gambar 9.3). 


Gambar 9.3 Alasan Setuju Perilaku Seksual Pranikah 

Persentase alasan pria belum kawin umur 15-24 menyetujui perilaku 
seksual pranikah 



122 


Pacaran dan Pengalaman Seksual 



9.4 Sikap Terhadap Keperawanan 


Keperawanan merupakan suatu hal yang dinilai penting untuk dijaga sampai menikah dalam budaya 
masyarakat Indonesia. 

Wanita dan pria ditanya pendapat mereka tentang wanita yang harus mempertahankan keperawanannya 
sebelum menikah dan pentingnya keperawanan calon istri bagi pria. Secara umum, baik wanita dan pria 
menyatakan sikap setuju mereka terhadap wanita belum menikah untuk mempertahankan keperawanan dan 
pria menganggap penting keperawanan calon istri (Tabel 9.5). 

Tren: Sikap wanita dan pria terhadap pentingnya mempertahankan keperawanan wanita meningkat pada 
wanita dari 77 persen pada SDKI 2012 menjadi 99 persen pada SDKI 2017 dan pada pria dari 66 persen 
pada SDKI 2012 menjadi 98 persen pada SDKI 2017 (Gambar 9.4). 


G ambar 9.4 Sikap terhadap Keperawanan Perlu Dipertahankan 

Sampai Menikah 


Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang setuju mempertahankan 
keperawanan dan menganggap penting keperawanan 

99 98 



Setuju wanita 

Pria anggap 

Setuju wanita 

Pria anggap 

belum kawin 

penting 

belum kawin 

penting 

pertahankan 

keperawanan 

pertahankan 

keperawanan 

keperawanan 

calon istri 

keperawanan 

calon istri 


WANITA 

PRIA 



■ SDKI 2012 «SDKI 2017 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Wanita yang menyetujui pentingnya mempertahankan keperawanan dan menganggap penting 
keperawanan calon istri paling sedikit adalah mereka dengan tingkat pendidikan tidak sekolah. 

■ Wanita dan pria yang tinggal di perkotaan lebih banyak menyetujui pentingnya mempertahankan 
keperawanan dan menganggap penting keperawanan calon istri dibandingkan mereka yang tinggal di 
perdesaan. 

9.5 Pengalaman Seksual 


Pada era teknologi informasi yang maju pesat, makin terbuka akses remaja terhadap informasi, konten 
pornografi, pacaran, dan budaya pergaulan yang lebih bebas. Masalah tersebut dapat menimbulkan 
pergeseran sikap pada remaja termasuk terkait pengalaman seksual. 

Pada SDKI 2017, menggali informasi tentang pengalaman melakukan hubungan seksual. Tabel 9.6 
menunjukkan di antara wanita dan pria terdapat 8 persen pria dan 2 persen wanita yang melaporkan pemah 
melakukan hubungan seksual. 


Pacaran dan Pengalaman Seksual • 123 



Tren: Persentase wanita dan pria yang melaporkan memiliki pengalaman melakukan hubungan seksual 
hasil SDKI 2012 dan 2017 tidak berbeda (Gambar 9.5). 


Gambar 9.5 Pengalaman Hubungan Seksual 

Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang pernah melakukan 
hubungan seksual 


2 

1 

Wanita 



8 8 



Pria 


■ SDKI 2012 ■ SDKI 2017 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Pengalaman seksual dilaporkan lebih tinggi pada wanita dan pria umur 20-24 dibandingkan dengan 
umur 15-19 (Tabel 9.6). 

■ Perilaku hubungan seksual cenderung lebih tinggi dilakukan oleh wanita dan pria yang berasal dari 
kuintil kekayaan terbawah dibandingkan kuintil kekayaan lainnya diatasnya. 

■ Tidak terlihat pola tertentu menurut daerah tempat tinggal, pendidikan dan kuintil kekayaan. 

Alasan Melakukan Hubungan Seksual Pertama Kali 

SDKI 2017 juga menggali informasi mengenai alasan melakukan hubungan seksual pertama kali. Lima 
puluh empat persen wanita dan 46 persen pria melakukan hubungan seksual pertama kali dengan alasan 
‘saling mencintai’ saat melakukan hubungan seksual pertama kali. Alasan lain yang dikemukakan pria 
adalah ‘penasaran/ingin tahu’ yaitu 34 persen, sedangkan masing-masing 16 persen wanita mengemukakan 
alasan ‘dipaksa’. Terdapat 16 persen wanita dan 15 persen pria yang menyatakan alasan ‘teijadi begitu 
saja’ saat melakukan hubungan seksual pertama kali (Tabel 9.7 dan Gambar 9.6). 


Gambar 9.6 Alasan Hubungan Seksual Pertama Kali 

Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual 



Saling Terjadi begitu Penasaran/ Dipaksa Butuh uang Berharap 
mencintai saja ingin tahu menikah 


2 3 

Pengaruh 

teman 


'Wanita Pria 


124 • Pacaran dan Pengalaman Seksual 


9.6 Umur Pertama Kali Berhubungan Seksual 


Umur pertama kali berhubungan seksual, erat hubungannya dengan status kesehatan reproduksi seseorang. 
Pada masa remaja organ reproduksi masih dalam tahap pertumbuhan sehingga belum berkembang secara 
sempurna. Hal tersebut menjadikannya rentan mengalami luka ketika berhubungan seksual. Selain itu 
hubungan seksual pada umur dini juga meningkatkan risiko masalah mental emosional, kognitif, perilaku, 
kehamilan remaja, masalah kesehatan reproduksi lainnya serta dapat berdampak negatif bagi pendidikan 
dan konsekuensi sosial lainnya. 

SDKI 2017 melaporkan umur pertama kali berhubungan seksual. Remaja 17 tahun merupakan umur 
tertinggi baik wanita maupun pria (19%) yang melakukan hubungan seksual pertama kali. Tabel 9.8 
menyajikan persentase wanita dan pria yang melaporkan hubungan seksual pertama kali menurut umur dan 
Gambar 9.7 menurut kelompok umur. 

G ambar 9.7 Umur Pertama Kali Berhubungan 
Seksual 

Persentase wanita dan pria umur 15-24 dengan umur pertama kali 
berhubungan seksual 

■ Wanita «Pria 


74 



11-14 tahun 15-19 tahun 20-24 tahun 


Tren: Persentase umur pertama berhubungan seksual pada wanita dan pria meningkat dari 59 persen hasil 
SDKI 2012 menjadi 74 persen pada SDKI 2017. Hal ini juga terjadi perubahan pada umur terbanyak pada 
umur 18-19 dari SDKI 2012 menjadi umur 17-18 sebagai umur terbanyak pada SDKI 2017. 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Persentase kelompok umur 15-19 pria maupun wanita, merupakan kelompok umur paling tinggi yang 
melakukan hubungan seksual pertama kali 

■ Pria cenderung melakukan hubungan seksual pertama kali pada umur yang lebih muda daripada wanita 

9.7 Penggunaan Kondom Pada Saat Berhubungan Seksual 

Kondom merupakan salah satu metode yang dapat mencegah terjadinya penularan HIV AIDS. Penggunaan 
kondom secara tepat pada saat berhubungan seksual dapat mencegah terjadinya kehamilan dan penularan 
infeksi menular seksual (Widiarta, 2011, Widdice, 2006). Tabel 9.9 menyajikan tentang persentase 
pengalaman wanita dan pria yang pernah menggunakan kondom saat berhubungan seksual pertama dan 
terakhir menurut karakteristik. 


Pacaran dan Pengalaman Seksual • 125 


Tren: Tren penggunaan kondom mengalami peningkatan khususnya pada wanita saat berhubungan 
seksual terakhir dari 18 persen pada SDKI 2012 menjadi 49 persen pada SDKI 2017 (Gambar 9.8). Pada 
pria tidak banyak berubah. 


Gambar 9.8 Penggunaan Kondom Saat Berhubungan Seksual 


Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang menggunakan kondom saat 
berhubungan seksual 

49 



Hubungan seksual 

Hubungan seksual 

Hubungan seksual 

Hubungan seksual 

pertama 

terakhir 

pertama 

terakhir 

WANITA 

PRIA 


■ SDKI 2012 «SDKI 2017 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Dalam lima tahun terakhir persentase wanita yang menggunakan kondom saat berhubungan seksual 
terakhir meningkat (49%). 

■ Penggunaan kondom baik pada hubungan seksual pertama dan terakhir, lebih cenderung tinggi pada 
wanita dengan pendidikan perguruan tinggi (38% pada hubungan seksual pertama dan 70% pada 
hubungan seksual terakhir) dan wanita dengan kuintil kekayaan teratas (46% dan 80% masing-masing 
untuk yang pertama dan terakhir). 

■ Pria yang menggunakan kondom baik pada hubungan seksual pertama dan terakhir, juga lebih 
cenderung tinggi pada pria dengan pendidikan tinggi (45% pada hubungan seksual pertama dan 41% 
pada hubungan seksual terakhir) dan pria dengan kuintil kekayaan teratas (42% dan 41%). 

* Pria dan wanita yang berada di perkotaan memiliki persentase penggunaan kondom lebih tinggi saat 
berhubungan seksual dibandingkan dengan pria dan wanita yang berada di perdesaan. 


9.8 Kehamilaan Yang Tidak Diinginkan 

Kehamilan remaja erat dikaitkan dengan kehamilan tidak diinginkan (KTD), seringkali KTD diakhiri 
dengan usaha menggugurkan kandungannya untuk menghindari rasa malu dan sanksi masyarakat. 
Kehamilan pada remaja (umur 10-19) berisiko terhadap komplikasi kehamilan dan persalinan seperti 
eklampsi dan puerperal endometritis yang merupakan salah satu penyebab kematian maternal di dunia. 
Demikian juga jika terjadi pengguguran yang tidak aman (WHO, 2018). 

Pengalaman kehamilan tidak diinginkan 

Duabelas persen wanita melaporkan pernah mengalami kehamilan tidak diinginkan dan 7 persen pria 
melaporkan pasangannya mengalami kehamilan tidak diinginkan (Gambar 9.9). 


126 • Pacaran dan Pengalaman Seksual 


Gambar 9.9 Kehamilan Tidak Diinginkan 

Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang pernah melakukan 
hubungan seksual mempunyai pengalaman kehamilan tidak diinginkan 



Wanita Pria 

■ Perkotaan ■ Perdesaan ■ Indonesia 


Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Kehamilan tidak diinginkan dilaporkan oleh wanita kelompok umur 15-19 dua kali lebih besar (16%) 
dibandingkan kelompok umur 20-24 (8%). Laporan kejadian kehamilan tidak diinginkan dari pria 
tidak beda antara perkotaan dan perdesaan. 

■ Wanita (21%) dan pria (10%) dengan pendidikan tidak tamat SMA paling banyak melaporkan 
kehamilan tidak diinginkan (Tabel 9.10). 

■ Persentase wanita di perdesaan yang melaporkan pemah mengalami kejadian kehamilan tidak 
diinginkan hampir 2 kali lebih besar (16%) dibanding wanita di perkotaan (9%) (Tabel 9.10 dan 
Gambar 9.9). 

9.9 Pengalaman Aborsi Diantara Teman 

Kehamilan remaja dapat meningkatkan risiko terjadinya aborsi (Singh, 2005). Pada SDKI 2017 selain 
mengajukan pertanyaan tentang pengalaman responden dalam kehamilan tidak diinginkan, pewawancara 
juga menanyakan apakah responden mengetahui seseorang dari teman yang pemah mengalami KTD dan 
mencoba menggugurkannya (Tabel 9.11). 

Tren: Persentase wanita dan pria yang mempengaruhi teman atau seseorang untuk tidak melakukan aborsi 
menumn yaitu 30 persen pada SDKI 2012 menjadi 24 persen pada SDKI 2017 Meskipun demikian angka 
wanita dan pria yang mengetahui teman atau seseorang untuk melakukan aborsi persentasenya cenderung 
tetap pada SDKI 2012 dan 2017 (Gambar 9.10). 

Pola menurut karakteristik latar belakang 

■ Pria (19%) dan wanita (26%) yang tinggal di perkotaan dan berpendidikan tamat SMA memiliki 
kecenderungan menyarankan atau mempengaruhi teman atau seseorang untuk tidak mengaborsi 
kandungannya (Tabel 9.11). 


Pacaran dan Pengalaman Seksual • 127 


Gambar 9.10 Pengalaman Aborsi Diantara Teman 


Persentase wanita dan pria umur 15-24 yang pernah mengetahui seseorang mengaborsi 
kandungan, menyarankan/mempengaruhi untuk aborsi kandungan dan menyarankan/ 
mempengaruhi untuk tidak aborsi 


30 



Tahu seseorang Sarankan/pengaruhi Sarankan/pengaruhi 
yang aborsi teman/ seseorang teman/ seseorang 
untuk aborsi untuk tidak aborsi 



Tahu seseorang Sarankan/pengaruhi Sarankan/pengaruhi 
yang aborsi teman/ seseorang teman/ seseorang 
untuk aborsi untuk tidak aborsi 


WANITA 


PRIA 


■ SDKI 2012 


■ SDKI 2017 


128 • Pacaran dan Pengalaman Seksual 



Daftar Tabel 


Informasi lebih lanjut mengenai pacaran dan pengalaman seksual dapat dilihat dari tabel berikut: 


• Tabel 9.1 

• Table 9.2 

• Tabel 9.3 

• Tabel 9.4.1 

• Tabel 9.4.2 

• Tabel 9.5 

• Tabel 9.6 

• Tabel 9.7 

• Tabel 9.8 

• Tabel 9.9 

• Table 9.10 

• Tabel 9.11 


Umur pertama kali pacaran 

Pengalaman berpacaran 

Sikap terhadap perilaku seksual pranikah 

Alasan wanita menyetujui perilaku seksual pranikah 

Alasan pria menyetujui perilaku seksual pranikah 

Sikap terhadap keperawanan 

Pengalaman seksual pranikah 

Alasan melakukan hubungan seksual pertama kali 

Umur pertama kali berhubungan seksual 

Penggunaan kondom 

Pengalaman kehamilan tidak diinginkan 

Pengalaman aborsi di antara teman 


Pacaran dan Pengalaman Seksual • 129 



Tabel 9.1 Umur Pertama Kali Pacaran 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 dengan kategori umur pertama kali berpacaran menurut karakteristik latar belakang, 
Indonesia 2017 


Umur Pertama Kali Pacaran 

Tidak Jumlah 


Karakteristik latar belakang 

Pernah 

<12 

12-14 

15-17 

18-19 

20+ 

Tidak Tahu 

Jumlah 

Wanita dan Pria 




WANITA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

24,6 

1,6 

30,2 

41,5 

1,6 

0,0 

0,5 

100,0 

6.750 

20-24 

8,8 

0,5 

13,6 

52,3 

16,6 

7,6 

0,7 

100,0 

3.221 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

18,4 

1,1 

25,0 

45,5 

6,6 

2,8 

0,5 

100,0 

5.890 

Perdesaan 

21,0 

1,6 

24,5 

44,2 

6,2 

2,0 

0,6 

100,0 

4.081 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

(66,2) 

(5,3) 

(6,6) 

(14,0) 

(0,0) 

(7,9) 

(0,0) 

(100,0) 

28 

Tidak Tamat SD 

43,3 

2,1 

10,8 

30,0 

8,2 

4,1 

1,5 

100,0 

119 

Tamat SD 

24,8 

1,4 

18,1 

45,6 

7,5 

1,8 

0,9 

100,0 

223 

Tidak Tamat SLTA 

27,4 

1,8 

32,8 

35,8 

1,1 

0,6 

0,4 

100,0 

4.928 

Tamat SLTA 

8,3 

0,7 

19,2 

57,3 

10,6 

3,1 

0,9 

100,0 

2.296 

Perguruan Tinggi 

11,6 

0,8 

15,2 

53,2 

13,2 

5,6 

0,5 

100,0 

2.378 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

27,0 

1,0 

20,4 

44,4 

4,9 

1,6 

0,7 

100,0 

1.409 

Menengah bawah 

19,7 

0,9 

26,1 

43,9 

6,2 

2,6 

0,5 

100,0 

1.760 

Menengah 

15,8 

0,8 

28,5 

46,1 

6,2 

1,9 

0,7 

100,0 

1.971 

Menegah Atas 

17,7 

1,6 

25,3 

44,4 

7,5 

3,1 

0,5 

100,0 

2.172 

Teratas 

19,5 

1,8 

23,2 

45,7 

6,6 

2,7 

0,5 

100,0 

2.659 

Jumlah 

19,5 

1,3 

24,8 

45,0 

6,4 

2,5 

0,6 

100,0 

9.971 





PRIA BELUM KAWIN 





Umur 

15-19 

22,0 

2,2 

33,6 

39,8 

2,0 

0,0 

0,4 

100,0 

7.713 

20-24 

6,9 

1,5 

17,8 

51,5 

15,2 

6,3 

0,8 

100,0 

4.899 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

13,9 

2,2 

29,1 

44,9 

7,1 

2,4 

0,5 

100,0 

6.869 

Perdesaan 

18,8 

1,7 

25.5 

43.7 

7,1 

2,6 

0,6 

100,0 

5.743 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

46,9 

3,6 

5,0 

27,7 

14,3 

0,9 

1,7 

100,0 

63 

Tidak Tamat SD 

30,4 

2,1 

12,6 

39,0 

10,9 

4,2 

0,8 

100,0 

505 

Tamat SD 

20,4 

3,6 

13,0 

42,9 

14,0 

4,4 

1,6 

100,0 

690 

Tidak Tamat SLTA 

21,4 

2,1 

34,7 

36,3 

3,7 

1,4 

0,5 

100,0 

6.426 

Tamat SLTA 

6,4 

1,5 

22,7 

56,0 

10,1 

2,7 

0,5 

100,0 

3.301 

Perguruan Tinggi 

7,9 

1,2 

20,1 

55,3 

10,2 

4,7 

0,4 

100,0 

1.627 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

25,0 

1,3 

19,3 

41,5 

8,5 

3,1 

1,3 

100,0 

2.314 

Menengah bawah 

16,3 

2,0 

26,6 

43,5 

8,4 

2,4 

0,8 

100,0 

2.560 

Menengah 

13,2 

2,1 

29,0 

46,4 

6,4 

2,5 

0,3 

100,0 

2.534 

Menegah Atas 

13,2 

2,0 

30,4 

45,0 

6,6 

2,7 

0,2 

100,0 

2.607 

Teratas 

13,9 

2,3 

31,1 

44,9 

5,9 

1,7 

0,2 

100,0 

2.596 

Total 

16,2 

1,9 

27,4 

44,3 

7,1 

2,5 

0,6 

100,0 

12.612 


Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


130 


Pacaran dan Pengalaman Seksual 





Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 dengan jenis pengalaman saat berpacaran, berdasarkan karakterstik latar belakang, Indonesia 2017 
Katakteristik latar belakang Wanita belum kawin Pria belum kawin 


Berpe- Berpe¬ 
gangan Meraba/ gangan Ber- Cium Meraba/ 



tangan 

Ber-pelukan 

Cium bibir 

diraba 

Total 

tangan 

pelukan 

bibir 

diraba 

Total 

Umur 

15-19 

55,6 

10,2 

21,4 

3,7 

6.750 

66,4 

21,1 

36,8 

13,2 

7.713 

20-24 

81,0 

30,5 

48,5 

9,2 

3.221 

88,8 

51,4 

69,4 

34,4 

4.899 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

66,4 

18,4 

32,8 

5,8 

5.890 

77,2 

33,8 

51,7 

21,8 

6.869 

Perdesaan 

59,9 

14,5 

26,3 

5,0 

4.081 

72,5 

31,7 

46,8 

21,1 

5.743 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

(24,7) 

0,1) 

(14,2) 

6,7 

(28) 

46,5 

21,6 

31,6 

16,7 

63 

Tidak Tamat SD 

40,2 

16,3 

22,1 

11,3 

119 

62,8 

35,9 

46,2 

23,6 

505 

Tamat SD 

63,6 

21,3 

34,9 

8,6 

223 

72,5 

36,5 

53,7 

23,2 

690 

Tidak Tamat SLTA 

51,9 

9,6 

18,8 

3,5 

4.928 

67,0 

22,8 

37,9 

14,3 

6.426 

Tamat SLTA 

79,2 

26,2 

44,0 

7,8 

2.296 

88,2 

46,4 

64,7 

31,6 

3.301 

Perguruan Tinggi 

75,2 

22,5 

40,2 

6,6 

2.378 

86,6 

43,3 

64,4 

27,8 

1.627 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

54,0 

13,8 

24,4 

6,6 

1.409 

65,7 

29,5 

43,5 

19,8 

2.314 

Menengah bawah 

61,4 

14,9 

27,2 

4,5 

1.760 

74,8 

32,9 

48,2 

21,8 

2.560 

Menengah 

67,5 

17,5 

31,4 

5,1 

1.971 

78,0 

35,0 

51,8 

23,3 

2.534 

Menegah Atas 

66,7 

19,3 

32,8 

6,4 

2.172 

80,0 

34,8 

53,4 

23,0 

2.607 

Teratas 

65,4 

17,0 

31,9 

4,9 

2.659 

75,9 

31,9 

49,8 

19,3 

2.596 

Total 

63,8 

16,8 

30,1 

5,4 

9.971 

75,1 

32,9 

49,5 

21,5 

12.612 


Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


Pacaran dan Pengalaman Seksual • 131 




Tabel 9.3 Sikap terhadap Perilaku Seksual Pranikah 


Persentase Wanita dan Pria belum kawin umur 15-24 yang setuju terhadap perilaku seksual pranikah, berdasarkan karakteristik, Indonesia 2017 


Karakteristik latar belakang 


Wanita belum menikah 



Pria belum menikah 



Wanita 

Pria 

Jumlah 

Wanita 

Pria 

Jumlah 

Umur 

15-19 

0,8 

1,0 

6.750 

2,9 

5,4 

7.713 

20-24 

1,6 

1,6 

3.221 

6,5 

10,9 

4.899 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

1,0 

1,1 

5.890 

4,1 

7,3 

6.869 

Perdesaan 

1,1 

1,3 

4.081 

4,6 

7,8 

5.743 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

(2,5) 

(2,5) 

(28) 

4,5 

11,9 

63 

Tidak Tamat SD 

2,8 

4,2 

119 

7,2 

10,6 

505 

Tamat SD 

1,4 

1,0 

223 

6,9 

13,1 

690 

Tidak Tamat SLTA 

0,9 

1,1 

4.928 

3,5 

5,8 

6.426 

Tamat SLTA 

1,3 

0,9 

2.296 

4,4 

8,3 

3.301 

Perguruan Tinggi 

1,0 

1,4 

2.378 

5,3 

9,3 

1.627 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

2,2 

2,1 

1.409 

6,4 

9,8 

2.314 

Menengah bawah 

0,8 

1,0 

1.760 

4,0 

6,6 

2.560 

Menengah 

0,8 

1,0 

1.971 

4,0 

7,1 

2.534 

Menegah Atas 

0,8 

1,0 

2.172 

4,1 

7,4 

2.607 

Teratas 

0,9 

1,1 

2.659 

3,2 

7,0 

2.596 

Total 

1,0 

1,2 

9.971 

4,3 

7,5 

12.612 


Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


132 • Pacaran dan Pengalaman Seksual 




Tabel 9.4.1 Alasan Wanita Menyetujui Perilaku Seksual Pranikah 

Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang setuju terhadap perilaku seksual pranikah, berdasarkan karakteristik latar belakang, 
Indonesia 2017 

Karakteristik latar belakang Alasan menyetujui perilaku seksual pranikah 

Suka Saling Berencana akan 

sama suka mencintai menikah Tahu konsekuensi Menunjukkan cinta Jumlah 


Umur 


15-19 

39,9 

45,9 

48,8 

42,3 

39,4 

79 

20-24 

56,5 

59,9 

59,1 

58,4 

38,9 

66 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

48,6 

51,4 

53,9 

56,1 

33,0 

82 

Perdesaan 

46,0 

53,5 

53,1 

41,2 

47,2 

63 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

* 

* 

* 

* 

* 

1 

Tidak Tamat SD 

* 

* 

* 

* 

* 

5 

Tamat SD 

* 

* 

* 

* 

* 

5 

Tidak Tamat SLTA 

43,5 

50,9 

51,2 

44,6 

41,9 

62 

Tamat SLTA 

47,9 

54,9 

56,8 

57,5 

45,2 

36 

Perguruan Tinggi 

52,.2 

52,1 

54,3 

56,0 

24,6 

37 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

59,3 

67,1 

66,9 

54,6 

65,1 

38 

Menengah bawah 

(37,9) 

(37,9) 

(35,1) 

(21,0) 

(25,5) 

23 

Menengah 

(38,7) 

(38,7) 

(41,4) 

(38,7) 

(33,6) 

23 

Menegah Atas 

(46,8) 

(61,0) 

(68,6) 

(70,2) 

(42,9) 

27 

Teratas 

(47,5) 

(48,2) 

(47,7) 

(55,0) 

(20,9) 

34 

Total 

47,5 

52,3 

53,5 

49,7 

39.2 

145 


Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 

Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan. 


Pacaran dan Pengalaman Seksual 


133 




Tabel 9.4.2 Alasan Pria Menyetujui Perilaku Seksual Pranikah 


Persentase Pria belum kawin umur 15-24 yang setuju terhadap perilaku seksual pranikah, berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia 


2017 

Karakteristik latar belakang 



Alasan menyetujui perilaku seksual pranikah 




Suka 

Saling 

Berencana akan 





sama suka 

mencintai 

menikah 

Tahu konsekuensi Menunjukkan cinta 

Jumlah 

Umur 







15-19 

77,5 

80,2 

71,4 

63,9 

67,5 

448 

20-24 

85,6 

85,5 

81,8 

74,3 

71,3 

542 

Tempat Tinggal 







Perkotaan 

83,6 

83,4 

76,5 

68,5 

65,4 

520 

Perdesaan 

80,1 

82,8 

77,7 

70,8 

74,3 

471 

Pendidikan 







Tidak Sekolah 

* 

* 

* 

* 

* 

8 

Tidak Tamat SD 

94,3 

94,5 

89,8 

79,1 

84,0 

61 

Tamat SD 

79,5 

82,2 

84,8 

71,7 

79,7 

92 

Tidak Tamat SLTA 

79,4 

81,3 

71,3 

65,2 

69,4 

400 

Tamat SLTA 

82,0 

82,8 

79,5 

71,1 

68,6 

278 

Perguruan Tinggi 

85,7 

85,1 

78,6 

73,6 

58,9 

152 

Kuintil Kekayaan 







Terbawah 

81,9 

81,5 

77,8 

71,4 

77,4 

246 

Menengah bawah 

88,0 

88,9 

80,6 

68,6 

74,0 

174 

Menengah 

82,2 

84,2 

80,1 

69,1 

72,3 

187 

Menegah Atas 

74,7 

79,7 

70,6 

63,6 

64,7 

202 

Teratas 

83,9 

82,4 

76,8 

75,1 

57,6 

183 

Total 

81,9 

83,1 

77,1 

69,6 

69,6 

991 


Keterangan: Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan 
tidak ditampilkan. 


134 • Pacaran dan Pengalaman Seksual 





Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang menyetujui mempertahankan keperawanan dan menganggap penting keperawanan, 
berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 


Wanita belum kawin Pria belum kawin 

Setuju wanita Pria Setuju wanita Pria 

belum menikah menganggap belum menikah menganggap 

agar penting agar penting 


Karakteristik 
latar belakang 

mempertahan-kan 

keperawanan 

keperawanan 
calon istri 

Jumlah 

mempertahankan 

keperawanan 

keperawanan 
calon istri 

Jumlah 

Umur 

15-19 

99,3 

79,3 

6.750 

98,3 

89,1 

7.713 

20-24 

99,1 

81,0 

3.221 

97,6 

88,0 

4.899 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

99,3 

80,2 

5.890 

98,1 

88,8 

6.869 

Perdesaan 

99,1 

79,4 

4.081 

98,0 

88,6 

5.743 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

(95,3) 

(51,6) 

(28) 

97,5 

85,7 

63 

Tidak Tamat SD 

92,6 

68,8 

119 

96,1 

85,0 

505 

Tamat SD 

96,8 

77,4 

223 

95,3 

87,4 

690 

Tidak Tamat SLTA 

99,2 

79,0 

4.928 

98,4 

89,3 

6.426 

Tamat SLTA 

99,6 

81,3 

2.296 

98,3 

89,5 

3.301 

Perguruan Tinggi 

99,5 

81,4 

2.378 

98,0 

86,4 

1.627 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

98,1 

76,0 

1.409 

97,5 

85,8 

2.314 

Menengah bawah 

99,5 

79,7 

1.760 

97,9 

89,0 

2.560 

Menengah 

99,5 

80,8 

1.971 

98,3 

89,6 

2.534 

Menegah Atas 

99,0 

80,3 

2.172 

97,9 

89,4 

2.607 

Teratas 

99,7 

81,0 

2.659 

98,6 

89,4 

2.596 

Total 

99,2 

79,9 

9.971 

98,1 

88,7 

12.612 


Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


Pacaran dan Pengalaman Seksual • 135 




Tabel 9.6 Pengalaman Seksual Pranikah 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual, berdasarkan 


karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

Karakteristik 
latar belakang 

Wanita belum kawin 

Pria belum kawin 


Persen 

Jumlah 

Persen 

Jumlah 

Umur 





15-19 

0,9 

6.750 

3,6 

7.713 

20-24 

2,6 

3.221 

14,0 

4.899 

Tempat Tinggal 





Perkotaan 

1,5 

5.890 

7,4 

6.869 

Perdesaan 

1,4 

4.081 

8,0 

5.743 

Pendidikan 





Tidak Sekolah 

(9,8) 

(28) 

6,8 

63 

Tidak Tamat SD 

6,7 

119 

12,4 

505 

Tamat SD 

2,7 

223 

13,1 

690 

Tidak Tamat SLTA 

0,9 

4.928 

4,6 

6.426 

Tamat SLTA 

2,2 

2.296 

10,4 

3.301 

Perguruan Tinggi 

1,4 

2.378 

10,5 

1.627 

Kuintil Kekayaan 





Terbawah 

3,0 

1.409 

9,4 

2.314 

Menengah bawah 

1,4 

1.760 

7,4 

2.560 

Menengah 

1,0 

1.971 

8,5 

2.534 

Menegah Atas 

1,7 

2.172 

6,7 

2.607 

Teratas 

0,8 

2.659 

6,4 

2.596 

Total 

1,5 

9.971 

7,6 

12.612 


Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


Tabel 9.7 Alasan melakukan hubungan seksual pertama kali 

Di antara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual, persentase distribusi berdasarkan alasan melakukan hubungan seksual 
pertama kali menurut jenis kelamin responden, Indonesia 2017 


Alasan hubungan seksual pertama kali 


Terjadi Me- 

Saling begitu Penasaran/ merlukan Ingin Ter-pengaruh Tidak 


Jenis kelamin 

mencintai 

saja 

Ingin tahu 

Dipaksa 

uang 

menikah 

teman 

Lain-nya 

Ingat 

Missing 

Total 

Jumlah 

Wanita 

53,8 

15,8 

4,3 

16,3 

0,3 

3,8 

1,6 

0,2 

1,4 

2,7 

100,0 

146 

Pria 

46,1 

15,4 

34,0 

0,7 

0,1 

0,3 

2,6 

0,1 

0,6 

0,0 

100,0 

963 

Total 

47,1 

15,5 

30,1 

2,8 

0,1 

0,8 

2,5 

0,1 

0,7 

0,4 

100,0 

1.109 


136 


Pacaran dan Pengalaman Seksual 





Tabel 9.8 Umur Pertama Kali Berhubungan Seksual 

Persentase Wanita dan Pria belum kawin umur 15-24 dengan umur pertama kali berhubungan seksual berdasarkan latar belakang karakteristik, Indonesia 2017 


Karateristik Umur Pertama Kali Berhubungan Seksual 

latar belakang 



11 

12 

13 

14 

15 

16 

17 

18 

19 

20 

21 

22 

23 

24 

Tidak Tahu 

Jumlah 







WANITA BELUM KAWIN 








Umur 

15-19 

0,0 

0,3 

0,3 

9,4 

11,5 

11,9 

31,0 

10,4 

3,6 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

21,8 

74 

20-24 

1,2 

0,0 

0,0 

0,7 

1,1 

6,6 

8,4 

11,1 

24,5 

14,3 

12,3 

10,6 

3,0 

0,6 

5,8 

86 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

0,0 

0,0 

0,0 

2,4 

7,1 

8,9 

16,6 

11,3 

14,7 

9,9 

5,1 

7,1 

1,8 

0,5 

14,5 

101 

Perdesaan 

1,7 

0,4 

0,3 

8,6 

3,9 

9,3 

22,5 

9,9 

14,7 

3,9 

9,2 

3,2 

1,4 

0,0 

11,0 

60 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

31,8 

3 

Tidak Tamat SD 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

4,7 

8 

Tamat SD 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

23,1 

6 

Tidak Tamat SLTA 

0,0 

0,4 

0,3 

12,0 

12,6 

14,3 

21,6 

7,4 

7,2 

0,9 

0,0 

0,0 

0,8 

0,0 

22,5 

55 

Tamat SLTA 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

7,2 

9,6 

17,1 

23,2 

17,0 

8,2 

10,7 

0,0 

0,9 

6,1 

52 

Perguruan Tinggi 

(0,0) 

(0,0) 

(0,0) 

(0,0) 

(2,7) 

(6,8) 

(28,3) 

(3,7) 

(13,5) 

(7,9) 

(13,0) 

(9,9) 

(6,1) 

(0,0) 

(8,0) 

36 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

(2,3) 

(0,5) 

(0,0) 

(7,7) 

(6,4) 

(11,4) 

(22,2) 

(13,8) 

(15,1) 

(2,0) 

(7,0) 

(1,7) 

(1,8) 

(0,0) 

(8,1) 

45 

Menengah bawah 

(0,0) 

(0,0) 

(0,7) 

(4,2) 

(6,5) 

(2,6) 

(11,0) 

(16,3) 

(15,1) 

(7,6) 

(14,0) 

(5,9) 

(0,0) 

(0,8) 

(15,2) 

25 

Menengah 

(0,0) 

(0,0) 

(0,0) 

(9,8) 

(7,9) 

(7,5) 

(15,6) 

(1,8) 

(9,4) 

(9,8) 

(3,1) 

(12,8) 

(0,0) 

(1,1) 

(21,1) 

25 

Menegah Atas 

(0,0) 

(0,0) 

(0,0) 

(1,6) 

(3,2) 

(13,6) 

(25,0) 

(11,2) 

(7,6) 

(18,9) 

(8,5) 

(6,2) 

(0,0) 

(0,0) 

(4,2) 

37 

Teratas 

(0,0) 

(0,0) 

(0,0) 

(0,0) 

(6,5) 

(6,7) 

(15,4) 

(8,3) 

(27,5) 

(0,6) 

(0,0) 

(4,9) 

(6,2) 

(0,0) 

(23,9) 

29 

Total 

0,6 

0,1 

0,1 

4,7 

5,9 

9,1 

18,8 

10,8 

14,7 

7,7 

6,6 

5,7 

1,6 

0,3 

13,2 

161 


PRIA BELUM KAWIN 


Umur 


15-19 

0,2 

0,6 

2,5 

8,8 

24,2 

28,3 

22,9 

9,7 

2,2 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,0 

0,5 

279 

20-24 

0,1 

0,8 

1,1 

1,7 

5,4 

10,6 

17,1 

19,1 

16,3 

16,9 

7,0 

2,7 

0,5 

0,0 

0,8 

685 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

0,2 

1,0 

2,2 

4,3 

9,0 

15,6 

18,2 

16,2 

12,9 

12,6 

4,9 

1,5 

0,6 

0,0 

0,9 

506 

Perdesaan 

0,0 

0,4 

0,8 

3,1 

13,0 

15,9 

19,4 

16,5 

11,4 

11,4 

5,1 

2,4 

0,0 

0,0 

0,6 

457 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

* 

4 

Tidak Tamat SD 

0,0 

0,0 

0,0 

6,8 

11,3 

15,6 

21,8 

21,3 

12,2 

6,3 

2,2 

0,9 

0,0 

0,0 

1,4 

62 

Tamat SD 

0,0 

2,5 

0,0 

6,8 

12,3 

11,0 

15,2 

14,8 

19,1 

7,8 

4,6 

4,5 

0,0 

0,0 

1,5 

90 

Tidak Tamat SLTA 

0,2 

0,6 

3,0 

5,6 

21,2 

19,3 

15,4 

13,2 

8,1 

8,6 

3,5 

0,4 

0,0 

0,0 

0,9 

293 

Tamat SLTA 

0,1 

0,9 

1,5 

1,3 

4,7 

15,8 

19,5 

18,8 

14,1 

15,2 

6,0 

1,6 

0,5 

0,0 

0,0 

343 

Perguruan Tinggi 

0,0 

0,0 

0,4 

2,9 

4,8 

12,3 

22,3 

16,1 

12,2 

15,9 

6,9 

4,2 

0,8 

0,0 

1,3 

171 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

0,0 

0,4 

2,3 

4,5 

9,1 

18,8 

18,7 

16,0 

12,7 

8,3 

4,4 

3,6 

0,0 

0,0 

1,2 

217 

Menengah bawah 

0,0 

1,9 

0,1 

3,2 

16,4 

16,0 

17,5 

15,7 

15,0 

9,7 

2,4 

1,9 

0,1 

0,0 

0,1 

190 

Menengah 

0,5 

0,0 

1,0 

3,1 

12,6 

12,3 

18,6 

15,9 

11,8 

14,5 

6,9 

1,2 

0,7 

0,0 

1,0 

215 

Menegah Atas 

0,0 

0,0 

2,1 

5,3 

7,1 

17,8 

12,2 

19,3 

12,8 

15,2 

6,0 

0,7 

0,2 

0,0 

1,2 

174 

Teratas 

0,0 

1,6 

2,1 

2,6 

8,6 

13,7 

27,2 

15,1 

8,3 

12,8 

5,3 

1,9 

0,7 

0,0 

0,0 

167 

Total 

0,1 

0,7 

1,5 

3,7 

10,9 

15,7 

18,7 

16,4 

12,2 

12,0 

5,0 

1,9 

0,3 

0,0 

0,7 

963 


Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.. 

Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan. 


Pacaran dan Pengalaman Seksual • 137 








Tabel 9.9 Penggunaan kondom 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual dengan pengunaan kondom pada hubungan seksual pertama dan 
terakhir berdasarkan karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 




Wanita Belum Kawin 



Pria Belum Kawin 


Karakteristik latar belakang 

Hubungan Seksual 
Pertama 

Hubungan Seksual 
Terakhir 

Jumlah 

Hubungan Seksual 
Pertama 

Hubungan Seksual 
Terakhir 

Jumlah 

Umur 

15-19 

21,1 

43,6 

62 

24,1 

22,0 

279 

20-24 

25,3 

52,3 

84 

28,8 

28,9 

685 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

35,0 

68,5 

90 

33,4 

31,9 

506 

Perdesaan 

5,0 

16,7 

56 

20,9 

21,3 

457 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

* 

* 

3 

* 

* 

4 

Tidak Tamat SD 

* 

* 

8 

16,4 

12,8 

62 

Tamat SD 

* 

* 

6 

20,8 

17,2 

90 

Tidak Tamat SLTA 

13,5 

37,1 

45 

19,3 

19,7 

293 

Tamat SLTA 

30,7 

58,6 

51 

29,7 

30,7 

343 

Perguruan Tinggi 

38,2 

69,8 

33 

45,0 

41,0 

171 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

1,6 

13,5 

43 

11,5 

12,0 

217 

Menengah bawah 

18,1 

28,9 

24 

29,7 

32,1 

190 

Menengah 

29,5 

72,7 

21 

25,3 

23,7 

215 

Menegah Atas 

36,2 

70,6 

36 

33,8 

30,2 

174 

Teratas 

45,6 

79,7 

22 

41,5 

40,9 

167 

Total 

23.5 

48.6 

146 

27,4 

26,9 

963 


Keterangan: Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak ditampilkan. 


138 


Pacaran dan Pengalaman Seksual 




Tabel 9.10 Pengalaman kehamilan tidak diinginkan 

Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai pengalaman kehamilan tidak 
diinginkan dan pria belum kawin umur 15-24 yang mempunyai pasangan seksual dengan kehamilan tidak diinginkan menurut 
karakteristik latar belakang, Indonesia 2017 

Wanita belum kawin Pria belum kawin 


Pernah alami 

kehamilan tidak Pasangan pernah alami 


Karakteristik latar belakang 

diinginkan 

Jumlah 

kehamilan tidak diinginkan 

Jumlah 

Umur 

15-19 

16,4 

74 

7.4 

279 

20-24 

8.0 

86 

7.4 

685 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

9.4 

101 

6.5 

506 

Perdesaan 

16.1 

60 

8.4 

457 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

* 

3 

* 

4 

Tidak Tamat SD 

* 

8 

4.1 

62 

Tamat SD 

* 

6 

7.6 

90 

Tidak Tamat SLTA 

20.6 

55 

9.8 

293 

Tamat SLTA 

7.6 

52 

6.9 

343 

Perguruan Tinggi 

9.4 

36 

5.6 

171 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

14.4 

45 

6.5 

217 

Menengah bawah 

(15.6) 

25 

10.7 

190 

Menengah 

(20.0) 

25 

7.3 

215 

Menegah Atas 

(0.8) 

37 

8.3 

174 

Teratas 

(11.9) 

29 

4.1 

167 

Total 

11.9 

161 

7.4 

963 


Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang.. 

Tanda bintang (*) menunjukkan bahwa angka berdasarkan pada kurang dari 25 kasus tidak tertimbang (unweighted) dan tidak 
ditampilkan. 


Pacaran dan Pengalaman Seksual 


139 




Tabel 9.11 Pengalaman Aborsi dianlara Teman 

Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui seseorang yang mengaborsi kandungannya, menyarankan/mempengaruhi teman atau seseorang 
untuk mengaborsi kandungannya, dan yang menyarankan/mempengaruhi teman atau seseorang untuk tidak mengaborsi kehamilannya berdasarkan karakteristik latar 
belakang, Indonesia 2017 




Wanita Belum Kawin 



Pria Belum Kawin 


Karakteristik 
latar belakang 

Mengetahui 
seseorang yang 
mengaborsi 
kandungannya 

Menyarankan/ 
mempengaruhi 
teman atau 
seseorang untuk 
mengaborsi 
kandungannya 

Menyarankan/ 
mempengaruhi 
teman atau 
seseorang untuk 
tidak mengaborsi 
kandungannya 

Jumlah 

Mengetahui 
seseorang yang 
meng-aborsi 
kandungannya 

Menyarankan/ 
mempengaruhi 
teman atau 
seseorang untuk 
mengaborsi 
kandungannya 

Menyarankan/ 
mempengaruhi 
teman atau 
seseorang untuk 
tidak mengaborsi 
kandungannya 

Jumlah 

Umur 

15-19 

20,0 

0,8 

20,8 

6,750 

15,1 

1,1 

13,8 

7,713 

20-24 

29,6 

0,8 

30,2 

3,221 

26,0 

1,8 

25,2 

4,899 

Tempat Tinggal 

Perkotaan 

24,1 

0,8 

25,9 

5,890 

20,5 

1,4 

19,2 

6,869 

Perdesaan 

21,7 

0,7 

20,8 

4,081 

18,0 

1,3 

17,1 

5,743 

Pendidikan 

Tidak Sekolah 

(11,6) 

(1.4) 

(8,1) 

28 

9,0 

4,5 

12,7 

63 

Tidak Tamat SD 

9,9 

0,5 

14,0 

119 

14,2 

2,9 

12,7 

505 

Tamat SD 

15,0 

1,8 

18,8 

223 

18,4 

0,8 

24,5 

690 

Tidak Tamat SLTA 

18,7 

0,7 

19,0 

4,928 

14,7 

1,1 

13,8 

6,426 

Tamat SLTA 

28,4 

1,1 

30,1 

2,296 

25,5 

1,6 

24,3 

3,301 

Perguruan Tinggi 

28,8 

0,5 

29,1 

2,378 

27,7 

1,6 

22,7 

1,627 

Kuintil Kekayaan 

Terbawah 

19,7 

0,8 

21,7 

1,409 

15,2 

1,7 

16,1 

2,314 

Menengah bawah 

21,9 

0,2 

22,9 

1,760 

19,7 

1,5 

17,8 

2,560 

Menengah 

24,3 

0,9 

23,1 

1,971 

21,0 

1,1 

19,5 

2,534 

Menegah Atas 

25,6 

1,1 

26,4 

2,172 

21,1 

1,6 

19,6 

2,607 

Teratas 

22,9 

0,8 

24,1 

2,659 

19,3 

0,9 

18,0 

2,596 

Total 

23,1 

0,8 

23,9 

9,971 

19,4 

1,4 

18,2 

12,612 


Keterangan : Angka dalam kurung berdasarkan pada 25-49 kasus tidak tertimbang. 


140 


Pacaran dan Pengalaman Seksual 




Daftar Pustaka 


Badan Pusat Statistik (BPS), dan Macro International. 2008. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia 
2007. Calverton, Maryland, USA: BPS dan Macro International 

Badan Pusat Statistik, BKKBN, dan Kementerian Kesehatan. 2013. Survei Demografi Dan Kesehatan 
Indonesia (SDKI) 2012. Jakarta, Indonesia: BPS, BKKBN, Kemenkes and ICF International 

Dacey & Kenny (1997). Adolescent Development (2nd ed). USA: Brown & Benchmark Publishers 

Ferguson, J, R Baggaley, B Pazvakavambwa, B Ncube, Desta Woldehanna T, G Himschall, Adolescent HIV, 
and Guidelines Development. 2013. WHO Guidelines on HIV Testing and Counselling for Adolescents 
and Care for Adolescents Living with HIV. Kuala Lumpur, Malaysia: World Health Organization 

Guse, Kylene, Deb Levine, Summer Martins, Andrea Lira, Jenna Gaarde, Whitney Westmorland, and Melissa 
Gilliam. 2012. “Interventions Using New Digital Media to Improve Adolescent Sexual Health: A 
Systematic Review.” Journal of Adolescent Health 51 (6): 535-43. 

https://doi.Org/10.1016/j.jadohealth.2012.03.014 

Handayani, Wiwik & Haribowo, Andi. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan 
Sistem Hematologi. Jakarta: Salemba Medika 

Kementerian Kesehatan. 2006. Pedoman Pelayanan Konseling dan Testing HIV/AIDS Secara Sukarela 
(Voluntaiy Counselling and Testing). Jakarta: Kementerian Kesehatan 

Kementerian Kesehatan. 2011. Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) Tahun 2011. Jakarta: 
Kementerian Kesehatan 

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013. Jakarta, Indonesia: Kementerian 
Kesehatan 

Kementerian Kesehatan. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan 
Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan 

Kementerian Kesehatan. 2017. Laporan Situasi Perkembangan HIV/AIDS di Indonesia Januari-Maret 2017. 
Jakarta: Kementerian Kesehatan 

Kirby, Douglas. 2011. Reducing Adolescent Sexual Risk: A Theoretical Guide for Developing and Adapting 
Curriculum Based Programs. ETR Associates 

Levine, Deb. 2011. “Using Technology, New Media, and Mobile for Sexual and Reproductive Health.” 
Sexuality Research andSocialPolicv 8 (1): 18-26. https://doi.org/10.1007/sl3178-011-0040-7 

Presiden Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017 
Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta: Kementerian Hukum 
dan Hak Asasi Manusia 

Schofield, 1965 dalam Developmental Behavioral Pediatrics oleh Carey, William B. MD; Crocker, Allen C; 
Coleman, William L, MD; Elias, Ellen Roy, MD; Feldman, Heidi M, MD, Ph.D. 2009 

Shah, Hiral H, Bijal S Shah, Kruti J Deliwala, dan Pooja Damani. 2013. “Evaluation of Mother to Child 
Transmission of HIV in a Tertiary Care Centre.” National J Med Res 3 (1): 38^11 


Daftar Pustaka • 141 


Shaluhiyah, Zahroh, Syamsulhuda Budi Musthofa, dan Bagoes Widjanarko. 2015. “Stigma Masyarakat 
Terhadap Orang Dengan HIV/AIDS.” Kesmas: National Public Health Journal 9 (4): 333-39 

Strasburger, Victor C., Marjorie J Hogan, Deborah Ann Mulligan, Nusheen Ameenuddin, Dimitri A. 
Christakis, Corinn Corinn Cross, and Daniel B. Fagbuyi. 2013. “Children, Adolescents, and the Media.” 
Pediatrics 132 (5): 958-61. https://doi.org/10.1542/peds.2013-2656 

Unicef, UNAIDS, dan World Health Organization. 2002. Young People and HIV/AIDS: Opportunity in Crisis. 
New York, USA: Unicef 

Westerman, David, and Patric R Spence. 2014. “Social Media as Information Source : Recency of Updates and 
Credibility of Information *” 19: 171-83. https://doi.org/10. 111 l/jcc4.12041 

Widdice LE, Cornell JL, Liang W, Halpern - Felsher BL, 2006. Having sex and condom use: potential risks 
and benefits reported by young, sexually inexperienced adolescents 

Widiarta, I Nyoman. 2011. Faktor faktor yang Mempengaruhi Perilaku Penggunaan Kondom Sebagai 
Pencegahan Penularan HIV AIDS (pada Remaja yang Sudah Melakukan Hubungan Seksual Pranikah) 
(Analisis Data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia Tahun 2007) 

WHO. Adolescent pregnancy. Diakses pada tanggal 28 Februari 2018 di http://www.who.int/news- 
room/fact-sheets/detail/adolescent-pregnancy 

World Health Organization (WHO), United Nations Children’s Fund (UNICEF), and United Nations 
University (UNU). 2001. Iron deficiency anemia assessment, prevention, and control: A guide for 
programme managers. Geneva: WHO 


142 • Daftar Pustaka 




TABEL-TABEL PROVINSI 


Lampiran 


BAB 3 KETERPAJANAN MEDIA 


Tabel A.3.1.1 Keterpajanan media massa : Wanita 


Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang biasa membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televisi dan mengakses internet paling sedikit sekali 
seminggu dalam 12 bulan terakhir, menurut provinsi, Indonesia 2017 


Provinsi 

Membaca surat 
kabar/majalah 

Mendengarkan 

radio 

Menonton TV 

Ketiga media 
massa 

Tidak terpajan 
media massa 

Mengakses 
internet dalam 

12 bulan terakhir 

Mengakses 
internet dalam 1 
bulan terakhir 

Jumlah 

Sumatera 

Aceh 

17,4 

20,5 

83,8 

7,4 

13,0 

79,2 

78,4 

235 

Sumatera Utara 

13,5 

22,0 

79,0 

4,1 

15,3 

82,2 

81,9 

598 

Sumatera Barat 

18,0 

18,0 

84,4 

4,0 

12,2 

95,7 

94,7 

274 

Riau 

9,1 

11,0 

85,9 

1,2 

11,2 

89,3 

87,5 

262 

Jambi 

11,1 

4,3 

83,5 

0,8 

12,0 

93,9 

89,2 

124 

Sumatera Selatan 

16,8 

15,9 

86,0 

4,6 

11,4 

85,5 

85,0 

267 

Bengkulu 

30,8 

16,1 

92,8 

8,2 

5,8 

90,5 

88,1 

65 

Lampung 

16,9 

12,7 

87,1 

2,0 

8,2 

86,5 

85,5 

261 

Bangka Belitung 

30,8 

26,4 

84,4 

10,9 

12,4 

88,5 

88,5 

60 

Kepulauan Riau 

22,4 

16,3 

86,9 

4,5 

7,9 

90,3 

89,9 

77 

Jawa 

DKI Jakarta 

16,1 

15,2 

77,9 

3,5 

15,8 

97,2 

97,2 

498 

Jawa Barat 

10,9 

14,4 

82,4 

2,6 

13,8 

93,0 

92,9 

1.904 

Jawa Tengah 

15,3 

15,8 

76,3 

3,4 

18,5 

91,2 

91,0 

1.264 

DI Yogyakarta 

31,0 

25,5 

78,2 

11,4 

14,2 

95,6 

95,6 

191 

Jawa Timur 

17,1 

18,1 

81,7 

5,0 

13,1 

91,9 

91,4 

1.297 

Banten 

16,5 

16,2 

82,3 

5,1 

14,6 

90,9 

90,9 

458 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

22,3 

37,2 

91,5 

12,2 

4,5 

91,3 

91,3 

192 

Nusa Tenggara Barat 

12,6 

13,1 

86,1 

3,9 

10,3 

86,8 

86,4 

207 

Nusa Tenggara Timur 

11,8 

11,5 

55,6 

2,1 

36,3 

58,5 

57,1 

199 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

7,4 

5,9 

77,0 

1,8 

21,1 

60,8 

59,7 

189 

Kalimantan Tengah 

27,8 

14,3 

81,8 

2,9 

13,0 

88,8 

88,8 

64 

Kalimantan Selatan 

12,8 

8,9 

87,1 

0,0 

8,9 

88,5 

87,1 

139 

Kalimantan Timur 

17,2 

13,5 

84,9 

5,2 

13,9 

95,3 

94,0 

111 

Kalimantan Utara 

21,3 

21,8 

78,2 

8,1 

12,7 

91,8 

90,7 

27 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

7,8 

14,6 

85,8 

3,4 

11,4 

97,6 

97,1 

78 

Sulawesi Tengah 

13,7 

12,4 

80,4 

1,7 

16,5 

82,7 

81,3 

105 

Sulawesi Selatan 

17,6 

18,4 

86,6 

5,1 

7,4 

92,5 

92,5 

356 

Sulawesi Tenggara 

13,8 

9,3 

86,5 

2,9 

11,1 

89,8 

88,4 

101 

Gorontalo 

5,8 

17,2 

79,6 

0,7 

15,0 

96,8 

95,1 

48 

Sulawesi Barat 

12,1 

6,3 

77,7 

1,0 

20,2 

80,8 

79,5 

54 

Maluku dan Papua 

Maluku 

8,9 

8,3 

75,6 

1,4 

21,4 

69,8 

68,0 

80 

Maluku Utara 

11,5 

5,4 

74,9 

1,7 

20,9 

65,9 

65,0 

48 

Papua Barat 

5,0 

8,0 

77,6 

2,9 

22,4 

67,1 

67,1 

26 

Papua 

4,9 

5,6 

49,7 

0,5 

48,1 

50,1 

50,1 

113 

Jumlah 

14,9 

15,9 

80,9 

3,9 

14,6 

88,8 

88,3 

9.971 


Lampiran A 


143 








Tabel A.3.1.2 Keterpajanan media massa : Pria 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang membaca surat kabar, mendengarkan radio, menonton televise dan mengakses internet paling sedikit sekali seminggu 
dalam 12 bulan terakhir, menurut provinsi, Indonesia 2017 

Mengakses Mengakses 

Membaca surat Mendengarkan Ketiga media Tidak terpajan internet dalam internet dalam 1 

Provinsi kabar/majalah radio Menonton TV massa media massa 12 bulan terakhir bulan terakhir Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

22,8 

17,0 

70,9 

9,4 

25,3 

78,1 

77,4 

251 

Sumatera Utara 

15,5 

15,9 

68,5 

4,5 

27,4 

82,8 

79,0 

743 

Sumatera Barat 

9,7 

12,5 

93,8 

3,3 

5,0 

92,1 

89,9 

277 

Riau 

19,3 

13,7 

81,1 

3,8 

15,5 

90,4 

89,4 

326 

Jambi 

8,4 

10,1 

91,2 

2,1 

7,8 

92,7 

86,8 

177 

Sumatera Selatan 

14,8 

14,3 

97,6 

4,5 

2,4 

92,7 

91,0 

377 

Bengkulu 

9,6 

14,1 

84,4 

3,3 

12,4 

92,7 

88,2 

98 

Lampung 

18,2 

16,4 

79,4 

4,9 

19,1 

87,0 

82,8 

321 

Bangka Belitung 

16,2 

22,9 

79,9 

2,9 

13,6 

88,9 

84,0 

69 

Kepulauan Riau 

18,0 

15,3 

78,7 

4,7 

14,6 

94,1 

90,3 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

21,2 

11,2 

88,8 

1,9 

7,8 

96,4 

96,1 

567 

Jawa Barat 

8,8 

13,4 

71,5 

1,6 

24,4 

92,2 

90,5 

2.419 

Jawa Tengah 

15,2 

18,1 

72,4 

4,0 

22,2 

94,2 

93,7 

1.525 

DI Yogyakarta 

21,5 

20,0 

66,5 

2,8 

19,2 

96,3 

95,1 

212 

Jawa Timur 

15,3 

20,0 

79,2 

4,2 

17,1 

86,6 

85,0 

1.884 

Banten 

23,5 

11,4 

73,6 

6,5 

22,5 

87,3 

86,9 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

26,4 

40,2 

91,0 

14,5 

6,4 

97,5 

97,1 

224 

Nusa Tenggara Barat 

4,7 

7,2 

72,1 

1,2 

25,5 

82,7 

81,0 

231 

Nusa Tenggara Timur 

6,8 

13,0 

45,5 

2,6 

48,6 

48,5 

46,2 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

2,6 

5,2 

72,7 

0,8 

26,3 

65,4 

64,6 

260 

Kalimantan Tengah 

5,8 

11,0 

85,4 

0,0 

11,9 

83,0 

80,9 

96 

Kalimantan Selatan 

10,9 

6,1 

85,0 

0,5 

15,0 

83,9 

83,9 

191 

Kalimantan Timur 

19,6 

12,9 

86,1 

5,3 

9,9 

92,9 

92,6 

165 

Kalimantan Utara 

4,5 

9,1 

33,2 

0,5 

62,8 

82,7 

82,7 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

54,5 

31,2 

94,0 

23,6 

3,4 

97,3 

97,3 

101 

Sulawesi Tengah 

11,9 

11,4 

87,5 

2,2 

10,0 

69,4 

68,7 

140 

Sulawesi Selatan 

9,1 

9,2 

89,5 

2,3 

10,4 

87,4 

86,6 

369 

Sulawesi Tenggara 

3,3 

4,9 

83,5 

0,3 

15,2 

82,1 

74,4 

113 

Gorontalo 

21,5 

27,9 

89,1 

8,0 

7,7 

86,9 

85,9 

70 

Sulawesi Barat 

7,9 

8,5 

83,0 

0,7 

15,2 

78,9 

73,8 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

15,3 

10,8 

81,2 

2,7 

16,9 

66,7 

62,0 

81 

Maluku Utara 

2,7 

3,0 

60,7 

0,4 

37,8 

57,5 

57,2 

54 

Papua Barat 

1,5 

5,6 

83,7 

0,6 

16,3 

64,1 

62,0 

38 

Papua 

3,9 

11,1 

48,8 

2,1 

49,2 

52,2 

51,3 

171 

Jumlah 

14,1 

15,1 

76,8 

3,7 

19,6 

87,4 

85,8 

12.612 


144 • Lampiran A 







Tabel A.3.2.1 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak : Wanita 

Diantara wanita belum kawin umur 15-24 yang membaca media cetak, persentase yang membaca pesan tertentu di surat kabar / majalah dalam enam bulan 
sebelum survei, menurut provinsi, Indonesia 2017 






Pesan yang dicetak 





Penundaan 




Minuman 

Mencegah 


Provinsi 

Usia kawin 

HIV AIDS 

IMS 

Iklan kondom Narkoba 

keras 

kehamilan 

Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

10,9 

27,4 

8,0 

12,6 

50,1 

29,4 

11,6 

235 

Sumatera Utara 

11,2 

21,1 

8,1 

13,5 

37,9 

29,6 

15,4 

598 

Sumatera Barat 

19,8 

29,7 

12,4 

10,2 

51,2 

39,7 

18,3 

274 

Riau 

9,6 

16,2 

7,2 

8,6 

35,6 

24,5 

12,3 

262 

Jambi 

8,5 

13,9 

8,2 

8,8 

35,0 

25,2 

8,7 

124 

Sumatera Selatan 

12,8 

17,8 

6,7 

10,7 

36,6 

24,9 

9,8 

267 

Bengkulu 

20,9 

31,4 

14,1 

10,2 

49,9 

43,8 

15,3 

65 

Lampung 

14,8 

24,4 

14,2 

15,1 

48,3 

37,8 

14,4 

261 

Bangka Belitung 

19,0 

24,1 

12,9 

11,5 

54,9 

40,7 

19,2 

60 

Kepulauan Riau 

15,9 

31,4 

17,2 

17,3 

46,7 

34,6 

19,2 

77 

Jawa 

DKI Jakarta 

14,5 

29,2 

14,6 

19,3 

39,1 

28,3 

14,0 

498 

Jawa Barat 

11,3 

21,2 

9,4 

13,3 

35,5 

27,6 

13,4 

1.904 

Jawa Tengah 

13,6 

26,8 

14,0 

15,3 

41,4 

33,4 

14,3 

1.264 

DI Yogyakarta 

16,8 

33,2 

17,3 

19,5 

63,2 

44,0 

18,7 

191 

Jawa Timur 

15,9 

28,0 

14,2 

15,0 

43,2 

33,7 

15,5 

1.297 

Banten 

14,4 

34,9 

10,5 

16,2 

42,9 

28,7 

13,5 

458 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

8,3 

20,3 

7,2 

13,0 

24,2 

17,4 

12,2 

192 

Nusa Tenggara Barat 

14,4 

24,4 

9,6 

8,6 

38,5 

32,5 

9,3 

207 

Nusa Tenggara Timur 

7,2 

18,8 

6,2 

6,4 

32,0 

26,3 

10,3 

199 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

7,7 

10,9 

6,0 

6,4 

17,2 

9,7 

4,2 

189 

Kalimantan Tengah 

21,1 

31,8 

23,4 

9,2 

52,0 

43,9 

23,3 

64 

Kalimantan Selatan 

20,4 

26,1 

12,1 

15,3 

50,7 

41,4 

14,3 

139 

Kalimantan Timur 

23,2 

26,5 

15,5 

14,2 

50,1 

37,9 

19,0 

111 

Kalimantan Utara 

17,4 

26,5 

14,7 

12,0 

49,8 

41,7 

17,3 

27 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

3,3 

26,7 

5,5 

10,1 

42,5 

41,6 

12,5 

78 

Sulawesi Tengah 

12,9 

25,7 

11,0 

12,9 

45,4 

35,2 

14,0 

105 

Sulawesi Selatan 

15,2 

26,5 

10,2 

11,6 

50,3 

34,3 

16,1 

356 

Sulawesi Tenggara 

12,8 

28,6 

6,8 

8,5 

48,6 

38,4 

16,6 

101 

Gorontalo 

11,1 

28,2 

10,2 

11,2 

42,2 

32,1 

19,9 

48 

Sulawesi Barat 

10,1 

16,2 

4,1 

5,3 

35,9 

25,2 

7,8 

54 

Maluku dan Papua 

Maluku 

9,1 

23,2 

8,5 

10,9 

33,9 

28,8 

9,5 

80 

Maluku Utara 

7,7 

27,5 

12,8 

12,5 

39,8 

38,2 

16,8 

48 

Papua Barat 

9,6 

21,6 

11,7 

12,6 

30,0 

27,0 

7,7 

26 

Papua 

6,4 

10,9 

2,3 

6,2 

16,7 

17,7 

5,2 

113 

Jumlah 

13,2 

24,7 

11,1 

13,4 

40,4 

30,8 

13,9 

9.971 


Lampiran A • 145 







Tabel A.3.2.2 Terpajan informasi tertentu melalui media cetak : Pria 

Diantara pria belum kawin umur 15-24 yang membaca media cetak, persentase yang membaca pesan tertentu di surat kabar / majalah dalam enam bulan 
sebelum survei, menurut provinsi, Indonesia 2017 


Pesan yang dicetak 



Penundaan 



Minuman 

Mencegah 


Provinsi 

usia kawin HIV AIDS 

IMS 

Iklan kondom Narkoba 

keras 

kehamilan 

Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

5,0 

26,8 

6,3 

20,4 

51,6 

45,1 

5,8 

251 

Sumatera Utara 

5,4 

19,8 

12,8 

11,2 

38,0 

27,6 

6,6 

743 

Sumatera Barat 

8,1 

17,7 

14,4 

10,0 

36,0 

32,4 

6,9 

277 

Riau 

3,9 

12,3 

9,6 

7,6 

25,1 

20,7 

5,1 

326 

Jambi 

3,7 

13,6 

7,3 

5,9 

20,9 

17,9 

2,6 

177 

Sumatera Selatan 

5,7 

13,4 

9,3 

5,6 

31,8 

11,4 

3,6 

377 

Bengkulu 

8,6 

19,1 

11,4 

10,5 

35,4 

28,7 

11,8 

98 

Lampung 

8,3 

20,9 

12,9 

17,6 

29,4 

29,0 

6,6 

321 

Bangka Belitung 

3,8 

24,6 

7,9 

14,4 

37,0 

25,0 

3,2 

69 

Kepulauan Riau 

5,5 

32,0 

15,5 

17,7 

50,6 

36,0 

9,4 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

5,6 

27,4 

13,4 

18,0 

40,1 

35,0 

12,8 

567 

Jawa Barat 

5,9 

16,0 

11,9 

11,4 

23,7 

20,0 

6,4 

2.419 

Jawa Tengah 

4,6 

25,3 

12,7 

15,4 

35,8 

32,8 

8,1 

1.525 

DI Yogyakarta 

12,1 

31,2 

23,7 

16,2 

46,8 

45,3 

16,5 

212 

Jawa Timur 

6,0 

23,7 

14,8 

9,6 

34,4 

28,9 

6,5 

1.884 

Banten 

7,4 

28,1 

15,2 

21,7 

42,4 

36,2 

9,4 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

10,8 

44,1 

24,7 

23,5 

57,0 

52,4 

12,5 

224 

Nusa Tenggara Barat 

7,6 

17,8 

13,9 

7,6 

30,6 

25,7 

4,6 

231 

Nusa Tenggara Timur 

3,5 

17,2 

8,7 

8,3 

22,1 

21,4 

6,0 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

5,2 

18,2 

12,9 

15,3 

26,1 

23,5 

5,9 

260 

Kalimantan Tengah 

2,0 

12,2 

7,7 

5,1 

30,5 

24,1 

3,0 

96 

Kalimantan Selatan 

5,6 

27,1 

12,7 

9,5 

42,1 

37,8 

10,2 

191 

Kalimantan Timur 

8,9 

31,9 

21,2 

18,2 

38,2 

25,8 

7,0 

165 

Kalimantan Utara 

1,0 

7,0 

2,6 

4,2 

85,0 

76,0 

2,3 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

16,1 

50,4 

31,4 

58,3 

60,1 

63,2 

16,3 

101 

Sulawesi Tengah 

6,9 

21,9 

14,9 

12,0 

33,3 

30,2 

9,0 

140 

Sulawesi Selatan 

4,5 

10,2 

5,8 

6,1 

23,2 

19,9 

3,2 

369 

Sulawesi Tenggara 

7,5 

24,1 

9,6 

11,5 

33,9 

30,2 

8,6 

113 

Gorontalo 

8,7 

31,0 

21,9 

25,1 

52,0 

45,8 

11,1 

70 

Sulawesi Barat 

4,2 

14,7 

6,1 

5,1 

25,0 

20,6 

4,1 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

4,6 

17,2 

13,1 

8,9 

22,5 

20,9 

6,0 

81 

Maluku Utara 

4,7 

13,8 

10,3 

8,5 

19,6 

18,6 

6,2 

54 

Papua Barat 

2,6 

23,4 

8,9 

18,2 

32,1 

32,0 

3,5 

38 

Papua 

3,2 

13,5 

9,4 

10,2 

12,7 

14,1 

2,0 

171 

Jumlah 

6,0 

21,5 

12,9 

12,9 

32,9 

27,9 

7,2 

12.612 


146 • Lampiran A 







Tabel A.3.3.1 Terpajan informasi tertentu melalui radio : Wanita 

Diantara wanita belum kawin umur 15-24 yang mendengarkan radio, persentase yang mendengar pesan tertentu di radio dalam enam bulan terakhir sebelum 
survei, menurut provinsi, Indonesia 2017 






Pesan yang dicetak 





Penundaan 




Minuman 

Mencegah 


Provinsi 

usia kawin 

HIV AIDS 

IMS 

Iklan kondom Narkoba 

keras 

kehamilan 

Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

4,9 

12,1 

2,9 

5,6 

28,9 

14,0 

5,5 

235 

Sumatera Utara 

8,1 

16,1 

4,2 

7,8 

31,9 

21,8 

10,0 

598 

Sumatera Barat 

8,9 

13,7 

3,1 

3,3 

25,4 

19,7 

10,4 

274 

Riau 

4,1 

6,3 

3,6 

2,0 

13,2 

6,8 

4,4 

262 

Jambi 

3,5 

4,5 

1,3 

1,2 

13,4 

8,8 

4,7 

124 

Sumatera Selatan 

4,7 

4,9 

2,4 

6,0 

20,8 

13,6 

6,6 

267 

Bengkulu 

4,7 

10,1 

3,7 

2,3 

16,4 

8,0 

2,6 

65 

Lampung 

2,1 

8,3 

1,0 

2,6 

22,1 

16,2 

4,4 

261 

Bangka Belitung 

15,4 

17,6 

6,6 

6,9 

37,9 

28,3 

19,3 

60 

Kepulauan Riau 

8,6 

10,9 

5,9 

7,5 

22,1 

15,7 

9,3 

77 

Jawa 

DKI Jakarta 

4,2 

13,1 

3,2 

9,4 

22,6 

14,7 

4,8 

498 

Jawa Barat 

6,7 

14,6 

5,0 

6,2 

23,9 

16,0 

7,4 

1.904 

Jawa Tengah 

5,1 

14,9 

5,3 

6,7 

24,4 

17,0 

7,6 

1.264 

DI Yogyakarta 

6,7 

10,7 

4,2 

6,5 

26,8 

19,8 

6,7 

191 

Jawa Timur 

6,8 

15,3 

6,5 

4,9 

26,1 

17,7 

8,5 

1.297 

Banten 

7,9 

18,3 

6,1 

8,6 

25,8 

18,8 

5,8 

458 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

7,6 

16,4 

5,3 

8,0 

19,7 

11,1 

12,1 

192 

Nusa Tenggara Barat 

6,4 

11,5 

4,2 

4,9 

23,8 

15,0 

4,4 

207 

Nusa Tenggara Timur 

6,7 

19,2 

5,2 

5,5 

28,6 

22,4 

12,2 

199 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

1,2 

3,9 

0,4 

4,6 

8,4 

5,4 

0,3 

189 

Kalimantan Tengah 

1,7 

1,7 

1,0 

0,0 

8,9 

5,8 

3,4 

64 

Kalimantan Selatan 

3,4 

5,7 

2,7 

1,5 

16,7 

11,3 

6,5 

139 

Kalimantan Timur 

6,9 

9,3 

4,7 

2,8 

18,3 

11,2 

11,1 

111 

Kalimantan Utara 

3,8 

15,3 

4,4 

5,2 

26,8 

24,0 

61,0 

27 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

1,9 

12,2 

1,6 

2,8 

31,7 

34,3 

7,5 

78 

Sulawesi Tengah 

2,3 

9,3 

4,6 

2,6 

23,6 

11,7 

7,6 

105 

Sulawesi Selatan 

6,9 

14,2 

4,8 

4,8 

27,5 

15,3 

9,9 

356 

Sulawesi Tenggara 

2,2 

7,1 

1,7 

0,4 

17,2 

10,3 

5,7 

101 

Gorontalo 

11,2 

29,2 

8,5 

5,7 

48,6 

33,2 

13,2 

48 

Sulawesi Barat 

2,9 

3,8 

1,3 

0,9 

10,3 

7,5 

1,9 

54 

Maluku dan Papua 

Maluku 

3,2 

10,0 

3,7 

3,4 

17,9 

13,9 

4,2 

80 

Maluku Utara 

1,3 

6,8 

3,8 

3,5 

12,2 

10,9 

2,7 

48 

Papua Barat 

9,2 

23,0 

12,9 

16,3 

35,6 

28,0 

7,3 

26 

Papua 

4,2 

12,4 

2,9 

6,9 

15,3 

14,1 

6,5 

113 

Jumlah 

5,9 

13,3 

4,5 

5,7 

23,9 

16,2 

7,4 

9.971 


Lampiran A • 147 







Tabel A.3.3.2 Terpajan informasi tertentu melalui radio : Pria 

Diantara pria belum kawin umur 15-24 yang mendengarkan radio, persentase yang mendengar pesantertentu di radio dalam enam bulan terakhir sebelum 
survei, menurut provinsi, Indonesia 2017 






Pesan yang dicetak 





Penundaan 




Minuman 

Mencegah 


Provinsi 

usia kawin 

HIV AIDS 

IMS 

Iklan kondom Narkoba 

keras 

kehamilan 

Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

2,3 

9,2 

2,9 

4,2 

28,1 

23,1 

2,2 

251 

Sumatera Utara 

4,3 

12,8 

6,9 

5,7 

26,2 

14,8 

4,0 

743 

Sumatera Barat 

3,8 

11,4 

7,8 

2,7 

21,3 

16,1 

5,5 

277 

Riau 

1,8 

4,7 

3,0 

1,1 

11,0 

8,8 

1,9 

326 

Jambi 

1,3 

5,3 

4,0 

1,9 

10,6 

8,7 

1,5 

177 

Sumatera Selatan 

1,6 

5,1 

2,5 

0,4 

10,2 

1,3 

0,4 

377 

Bengkulu 

10,4 

13,8 

6,4 

4,6 

25,2 

20,7 

7,1 

98 

Lampung 

4,8 

6,9 

2,4 

2,6 

15,6 

12,3 

3,7 

321 

Bangka Belitung 

11,2 

17,1 

6,3 

6,7 

27,3 

14,9 

6,5 

69 

Kepulauan Riau 

3,1 

9,2 

3,6 

6,7 

15,0 

10,9 

1,5 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

4,8 

12,8 

5,2 

9,6 

19,5 

16,0 

6,1 

567 

Jawa Barat 

3,9 

11,6 

7,5 

7,1 

18,7 

16,6 

5,1 

2.419 

Jawa Tengah 

3,4 

17,0 

7,5 

8,1 

25,8 

20,2 

4,4 

1.525 

DI Yogyakarta 

7,6 

15,0 

8,0 

4,5 

21,1 

18,8 

3,2 

212 

Jawa Timur 

2,9 

11,0 

7,5 

3,4 

21,2 

16,6 

3,7 

1.884 

Banten 

2,9 

13,1 

4,8 

10,9 

25,5 

21,5 

3,6 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

5,3 

33,0 

17,3 

18,1 

48,5 

44,5 

7,8 

224 

Nusa Tenggara Barat 

7,5 

13,3 

8,8 

6,5 

25,0 

20,1 

3,9 

231 

Nusa Tenggara Timur 

5,9 

17,8 

7,3 

5,8 

26,3 

23,6 

5,0 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

3,2 

13,5 

5,0 

8,1 

22,1 

19,2 

2,0 

260 

Kalimantan Tengah 

3,0 

3,9 

4,0 

1,6 

14,0 

10,4 

2,1 

96 

Kalimantan Selatan 

4,0 

6,7 

3,8 

2,0 

20,6 

15,6 

2,1 

191 

Kalimantan Timur 

3,8 

16,6 

7,6 

3,4 

18,9 

10,3 

2,2 

165 

Kalimantan Utara 

1,0 

4,5 

1,6 

1,1 

10,9 

9,9 

0,4 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

4,0 

16,3 

4,0 

6,2 

22,4 

26,3 

3,4 

101 

Sulawesi Tengah 

2,7 

10,6 

5,9 

6,9 

21,2 

15,2 

3,6 

140 

Sulawesi Selatan 

2,2 

8,6 

5,4 

3,6 

17,7 

14,2 

2,6 

369 

Sulawesi Tenggara 

4,4 

9,1 

3,3 

7,0 

19,5 

15,1 

4,7 

113 

Gorontalo 

7,4 

20,3 

11,0 

7,9 

38,6 

34,5 

7,4 

70 

Sulawesi Barat 

1,6 

5,4 

3,0 

2,5 

14,0 

11,3 

1,4 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

1,5 

6,0 

3,7 

1,0 

9,8 

8,3 

1,4 

81 

Maluku Utara 

2,3 

6,5 

5,2 

4,6 

11,5 

11,3 

3,1 

54 

Papua Barat 

0,2 

14,6 

4,4 

9,6 

19,0 

19,8 

0,8 

38 

Papua 

1,3 

20,4 

7,0 

14,3 

17,1 

20,4 

0,6 

171 

Jumlah 

3,7 

12,3 

6,5 

6,0 

21,3 

17,0 

3,9 

12.612 


148 • Lampiran A 







Tabel 3.4.1 Terpajan informasi tertentu melalui televisi: Wanita 


Diantara wanita belum kawin 
provinsi, Indonesia 2017 

umur 15-24 yang menonton televisi, 

persentase yang melihat informasi tertentu dalam enam 

bulan sebelum 

survei, menurut 

Provinsi 

Penundaan 
usia kawin 

HIV AIDS 

IMS 

Pesan yang dicetak 

Iklan kondom Narkoba 

Minuman 

keras 

Mencegah 

kehamilan 

Jumlah 

Sumatera 

Aceh 

20,9 

44,8 

10,6 

33,1 

81,1 

56,4 

24,0 

235 

Sumatera Utara 

27,3 

48,4 

12,8 

40,5 

81,6 

60,1 

36,6 

598 

Sumatera Barat 

31,7 

55,7 

14,7 

26,8 

88,6 

68,2 

41,6 

274 

Riau 

24,9 

35,8 

14,7 

32,1 

82,9 

57,0 

37,0 

262 

Jambi 

21,1 

47,3 

12,4 

27,1 

83,3 

67,6 

48,6 

124 

Sumatera Selatan 

32,0 

43,6 

13,3 

33,1 

82,6 

59,4 

31,8 

267 

Bengkulu 

26,3 

51,1 

16,6 

22,9 

79,7 

61,4 

29,7 

65 

Lampung 

23,1 

51,7 

16,5 

32,8 

85,5 

71,8 

41,9 

261 

Bangka Belitung 

33,5 

48,0 

12,1 

27,7 

87,1 

67,1 

43,6 

60 

Kepulauan Riau 

33,5 

52,7 

19,5 

50,2 

89,7 

69,7 

42,5 

77 

Jawa 

DKI Jakarta 

28,0 

58,6 

17,2 

60,5 

83,8 

67,3 

41,0 

498 

Jawa Barat 

27,0 

59,6 

18,1 

47,4 

86,9 

70,2 

35,9 

1.904 

Jawa Tengah 

26,5 

58,9 

18,0 

37,5 

85,7 

69,8 

32,8 

1.264 

DI Yogyakarta 

17,1 

41,3 

13,0 

41,8 

81,3 

61,9 

26,3 

191 

Jawa Timur 

33,7 

57,3 

19,1 

39,4 

87,2 

72,3 

44,6 

1.297 

Banten 

30,4 

59,9 

15,5 

50,3 

86,0 

67,1 

36,4 

458 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

20,2 

52,2 

15,2 

41,2 

63,1 

43,1 

41,5 

192 

Nusa Tenggara Barat 

27,7 

45,4 

10,7 

23,8 

87,8 

72,3 

24,3 

207 

Nusa Tenggara Timur 

12,4 

33,4 

8,5 

12,5 

59,6 

47,4 

21,4 

199 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

22,7 

39,6 

10,2 

33,2 

63,8 

47,8 

17,2 

189 

Kalimantan Tengah 

37,5 

41,2 

18,5 

20,0 

88,7 

74,8 

42,4 

64 

Kalimantan Selatan 

51,4 

44,7 

23,9 

20,8 

87,2 

77,0 

39,9 

139 

Kalimantan Timur 

27,9 

42,9 

15,2 

26,0 

93,0 

70,5 

47,3 

111 

Kalimantan Utara 

25,1 

35,2 

16,3 

20,7 

84,3 

70,0 

34,7 

27 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

27,0 

57,2 

9,9 

36,1 

93,4 

79,9 

32,7 

78 

Sulawesi Tengah 

23,4 

44,3 

14,6 

15,3 

89,5 

70,1 

39,6 

105 

Sulawesi Selatan 

31,2 

52,6 

14,9 

24,7 

89,1 

61,3 

36,6 

356 

Sulawesi Tenggara 

27,9 

48,5 

11,3 

18,5 

92,8 

76,3 

40,5 

101 

Gorontalo 

31,2 

57,2 

18,6 

24,8 

95,7 

72,0 

41,0 

48 

Sulawesi Barat 

23,8 

41,7 

8,8 

13,9 

87,7 

62,9 

24,3 

54 

Maluku dan Papua 

Maluku 

18,1 

48,1 

15,1 

17,7 

74,9 

64,3 

20,6 

80 

Maluku Utara 

18,8 

37,8 

13,1 

16,6 

79,1 

69,1 

32,2 

48 

Papua Barat 

22,6 

45,7 

13,9 

43,3 

73,2 

66,4 

25,7 

26 

Papua 

17,4 

35,2 

7,7 

24,3 

43,9 

38,8 

15,6 

113 

Jumlah 

27,6 

53,0 

16,0 

37,9 

84,0 

66,4 

36,0 

9.971 


Lampiran A • 149 







Tabel 3.4.2 Terpajan informasi tertentu melalui televisi: Pria 

Diantara pria belum kawin umur 15-24 yang menonton televisi, persentase yang melihat informasi tertentu dalam enam bulan terakhir sebelum survei, menurut 
provinsi, Indonesia 2017 


Pesan yang dicetak 


Provinsi 

Penundaan 
usia kawin 

HIVAIDS 

IMS 

Iklan kondom 

Narkoba 

Minuman 

keras 

Mencegah 

kehamilan 

Jumlah 

Sumatera 

Aceh 

8,5 

47,4 

10,2 

54,1 

86,1 

72,9 

9,6 

251 

Sumatera Utara 

18,7 

42,9 

21,9 

40,0 

78,8 

61,6 

15,9 

743 

Sumatera Barat 

27,9 

62,4 

39,5 

54,0 

92,9 

89,6 

32,4 

277 

Riau 

11,9 

26,7 

14,9 

28,1 

64,4 

54,2 

8,4 

326 

Jambi 

16,4 

51,8 

35,3 

60,4 

93,2 

87,1 

22,9 

177 

Sumatera Selatan 

22,1 

40,3 

24,0 

71,0 

82,9 

44,2 

39,7 

377 

Bengkulu 

48,6 

51,7 

28,6 

53,2 

89,8 

76,9 

40,7 

98 

Lampung 

22,0 

47,5 

28,5 

64,1 

93,2 

88,0 

26,0 

321 

Bangka Belitung 

14,3 

32,6 

12,6 

36,4 

80,2 

63,9 

15,4 

69 

Kepulauan Riau 

23,1 

56,2 

22,0 

66,3 

80,5 

68,7 

27,3 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

21,6 

57,2 

27,2 

65,9 

84,5 

71,4 

43,2 

567 

Jawa Barat 

21,9 

49,6 

26,2 

66,6 

86,1 

78,0 

24,4 

2.419 

Jawa Tengah 

14,4 

52,6 

23,7 

54,0 

84,4 

72,7 

18,2 

1.525 

DI Yogyakarta 

20,9 

59,7 

33,8 

39,5 

81,4 

76,5 

19,6 

212 

Jawa Timur 

16,8 

55,6 

28,9 

55,0 

81,7 

69,9 

22,9 

1.884 

Banten 

18,2 

53,5 

24,1 

57,7 

88,3 

81,7 

17,3 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

28,2 

64,6 

40,4 

56,3 

90,1 

86,1 

26,2 

224 

Nusa Tenggara Barat 

18,5 

37,5 

20,2 

31,9 

83,2 

77,3 

22,1 

231 

Nusa Tenggara Timur 

9,8 

32,8 

9,6 

19,2 

64,8 

55,2 

12,3 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

20,4 

54,0 

27,4 

46,8 

72,7 

67,0 

15,0 

260 

Kalimantan Tengah 

21,3 

41,8 

25,4 

33,1 

90,0 

78,3 

18,4 

96 

Kalimantan Selatan 

17,4 

49,0 

23,9 

51,3 

92,7 

85,4 

32,3 

191 

Kalimantan Timur 

19,2 

58,7 

27,4 

49,4 

69,8 

42,9 

13,0 

165 

Kalimantan Utara 

7,9 

21,9 

9,7 

18,4 

50,9 

40,9 

6,1 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

23,8 

57,3 

30,4 

65,3 

98,7 

97,4 

29,9 

101 

Sulawesi Tengah 

11,9 

34,2 

20,3 

31,5 

82,7 

76,2 

11,4 

140 

Sulawesi Selatan 

15,4 

46,4 

19,3 

36,0 

89,7 

85,1 

19,8 

369 

Sulawesi Tenggara 

29,5 

46,2 

27,5 

37,6 

91,9 

83,0 

28,2 

113 

Gorontalo 

26,5 

51,2 

34,5 

29,4 

89,9 

78,7 

26,0 

70 

Sulawesi Barat 

13,9 

32,0 

15,6 

19,6 

85,9 

80,3 

9,4 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

19,4 

45,9 

27,7 

28,5 

85,1 

77,7 

17,8 

81 

Maluku Utara 

20,3 

41,1 

22,8 

26,0 

85,3 

77,6 

16,5 

54 

Papua Barat 

8,5 

49,0 

13,4 

35,9 

74,0 

68,8 

3,9 

38 

Papua 

7,8 

29,9 

12,0 

24,6 

48,4 

45,4 

8,9 

171 

Jumlah 

18,7 

49,6 

25,2 

53,0 

83,3 

72,8 

22,2 

12.612 


150 


Lampiran A 







BAB 4 PENGETAHUAN TENTANG SISTEM REPRODUKSI DAN PENGALAMAN 
PUBERTAS 


Tabel A.4.1 Pengetahuan tentang masa subur seorang wanita 

Distribusi persentase dari wanita dan pria belum pernah kawin umur 15-24 yang mengetahui bahwa ada 
hari-hari tertentu dalam siklus haid seorang wanita ketika dia lebih mungkin bisa hamil, menurut provinsi, 
Indonesia 2017 

Wanita belum kawin Pria belum kawin 

Periode Periode 

Provinsi pertengahan Jumlah pertengahan Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

31,8 

116 

54,0 

30 

Sumatera Utara 

24,0 

289 

19,6 

209 

Sumatera Barat 

44,1 

169 

10,5 

70 

Riau 

28,8 

152 

22,1 

69 

Jambi 

22,8 

59 

22,0 

32 

Sumatera Selatan 

34,1 

104 

15,7 

109 

Bengkulu 

21,2 

33 

22,3 

27 

Lampung 

34,7 

154 

68,2 

135 

Bangka Belitung 

46,3 

25 

31,1 

33 

Kepulauan Riau 

28,2 

37 

36,0 

30 

Jawa 

DKI Jakarta 

37,7 

310 

25,2 

206 

Jawa Barat 

24,2 

1.218 

21,6 

655 

Jawa Tengah 

36,7 

837 

57,1 

737 

DI Yogyakarta 

50,4 

124 

35,1 

119 

Jawa Timur 

37,1 

847 

46,1 

1.117 

Banten 

37,1 

268 

12,4 

89 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

48,9 

150 

69,1 

128 

Nusa Tenggara Barat 

35,1 

117 

18,2 

93 

Nusa Tenggara Timur 

28,4 

83 

23,3 

75 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

4,1 

78 

36,9 

27 

Kalimantan Tengah 

29,3 

40 

22,1 

27 

Kalimantan Selatan 

28,1 

65 

29,3 

62 

Kalimantan Timur 

26,0 

56 

13,1 

47 

Kalimantan Utara 

30,4 

12 

24,5 

7 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

37,8 

36 

37,0 

31 

Sulawesi Tengah 

48,8 

61 

17,8 

63 

Sulawesi Selatan 

32,3 

195 

18,0 

94 

Sulawesi Tenggara 

37,0 

39 

23,6 

31 

Gorontalo 

25,3 

21 

11,3 

11 

Sulawesi Barat 

44,3 

31 

15,3 

21 

Maluku dan Papua 

Maluku 

31,3 

36 

22,5 

34 

Maluku Utara 

20,0 

21 

32,5 

25 

Papua Barat 

37,2 

8 

12,3 

5 

Papua 

42,2 

26 

30,0 

28 

Jumlah 

32,8 

5.809 

36,8 

4.476 


Lampiran A 


151 







Tabel A.4.2 Pengetahuan tentang risiko kehamilan 

Distribusi persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa wanita 
menjadi hamil setelah sekali melakukan hubungan seksual, menurut provinsi, Indonesia 2017 

Wanita belum kawin Pria belum kawin 

Provinsi Dapat hamil Jumlah Dapat hamil Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

48,8 

235 

59,7 

251 

Sumatera Utara 

53,7 

598 

49,6 

743 

Sumatera Barat 

59,1 

274 

57,2 

277 

Riau 

46,4 

262 

41,4 

326 

Jambi 

41,9 

124 

50,7 

177 

Sumatera Selatan 

38,3 

267 

60,1 

377 

Bengkulu 

41,3 

65 

37,1 

98 

Lampung 

45,2 

261 

58,6 

321 

Bangka Belitung 

56,9 

60 

49,2 

69 

Kepulauan Riau 

59,2 

77 

75,4 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

65,6 

498 

61,9 

567 

Jawa Barat 

56,5 

1.904 

47,3 

2.419 

Jawa Tengah 

55,8 

1.264 

54,9 

1.525 

DI Yogyakarta 

55,1 

191 

62,1 

212 

Jawa Timur 

52,2 

1.297 

55,8 

1.884 

Banten 

60,0 

458 

58,0 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

58,6 

192 

53,4 

224 

Nusa Tenggara Barat 

50,0 

207 

50,6 

231 

Nusa Tenggara Timur 

48,5 

199 

38,3 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

39,8 

189 

33,4 

260 

Kalimantan Tengah 

51,0 

64 

37,5 

96 

Kalimantan Selatan 

54,4 

139 

53,9 

191 

Kalimantan Timur 

60,8 

111 

54,8 

165 

Kalimantan Utara 

51,3 

27 

40,7 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

58,3 

78 

34,5 

101 

Sulawesi Tengah 

52,8 

105 

49,2 

140 

Sulawesi Selatan 

53,8 

356 

45,5 

369 

Sulawesi Tenggara 

49,6 

101 

51,0 

113 

Gorontalo 

34,2 

48 

33,6 

70 

Sulawesi Barat 

49,3 

54 

39,6 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

35,9 

80 

45,8 

81 

Maluku Utara 

37,2 

48 

38,6 

54 

Papua Barat 

30,2 

26 

37,5 

38 

Papua 

31,3 

113 

36,5 

171 

Jumlah 

53,3 

9.971 

51,6 

12.612 


152 


Lampiran A 







Tabel A.4.3 Pengetahuan tentang anemia 

Di antara wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang anemia, dan mempunyai persepsi tentang anemia, 
menurut provinsi, Indonesia 2017 


Provinsi 

Hemoglobin 
rendah (Hb) 

Wanita belum kawin 
Kekurangan zat 
besi 

Jumlah 

Hemoglobin 
rendah (Hb) 

Pria belum kawin 
Kekurangan zat 
besi 

Jumlah 

Sumatera 

Aceh 

9,7 

3,0 

163 

17,9 

15,8 

130 

Sumatera Utara 

1,9 

2,6 

401 

0,3 

2,3 

327 

Sumatera Barat 

1,2 

4,9 

250 

0,3 

1,6 

180 

Riau 

2,0 

4,8 

218 

0,9 

2,9 

163 

Jambi 

0,6 

0,5 

89 

0,0 

2,2 

78 

Sumatera Selatan 

5,4 

8,9 

204 

0,6 

0,0 

148 

Bengkulu 

2,6 

4,3 

48 

0,0 

0,0 

53 

Lampung 

4,9 

2,8 

199 

7,0 

1,4 

176 

Bangka Belitung 

2,3 

7,5 

47 

1,1 

0,7 

44 

Kepulauan Riau 

2,1 

7,5 

65 

3,4 

1,5 

66 

Jawa 

DKI Jakarta 

13,2 

19,2 

456 

4,3 

3,0 

421 

Jawa Barat 

4,7 

7,0 

1.631 

3,0 

1,5 

1.262 

Jawa Tengah 

5,7 

11,7 

1.148 

1,9 

2,5 

995 

DI Yogyakarta 

4,0 

7,9 

184 

2,2 

1,9 

154 

Jawa Timur 

5,0 

9,6 

1.170 

1,8 

4,5 

1.066 

Banten 

5,8 

10,9 

380 

1,6 

1,7 

359 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

6,3 

11,3 

173 

0,5 

12,2 

181 

Nusa Tenggara Barat 

8,7 

9,4 

168 

2,7 

1,9 

111 

Nusa Tenggara Timur 

6,2 

6,0 

108 

3,9 

0,9 

62 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

4,6 

0,0 

88 

4,4 

1,8 

59 

Kalimantan Tengah 

20,6 

8,7 

51 

1,5 

6,3 

36 

Kalimantan Selatan 

10,7 

18,0 

121 

12,7 

3,1 

110 

Kalimantan Timur 

1,7 

2,8 

99 

0,9 

1,8 

106 

Kalimantan Utara 

0,7 

2,1 

18 

5,6 

1,3 

9 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

1,4 

4,2 

50 

0,0 

0,0 

46 

Sulawesi Tengah 

3,1 

4,0 

75 

2,4 

7,8 

61 

Sulawesi Selatan 

2,0 

3,3 

264 

7,2 

1,9 

131 

Sulawesi Tenggara 

2,9 

3,6 

72 

2,1 

7,4 

45 

Gorontalo 

5,9 

2,8 

34 

8,0 

2,2 

14 

Sulawesi Barat 

3,8 

2,4 

36 

2,5 

0,0 

26 

Maluku dan Papua 

Maluku 

5,9 

19,0 

50 

1,7 

0,4 

31 

Maluku Utara 

3,9 

3,5 

26 

3,0 

4,8 

17 

Papua Barat 

9,4 

9,2 

15 

9,9 

9,2 

9 

Papua 

0,0 

5,7 

40 

14,4 

7,9 

58 

Jumlah 

5,2 

8,4 

8.141 

2,9 

3,1 

6.734 


Lampiran A 


153 







Tabel A.4.4.1 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Wanita 

Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan orang lain, menurut provinsi, Indonesia 2017 


Diskusi tentang kesehatan reproduksi 


Provinsi 

Teman 

Ibu 

Ayah 

Saudara 

kandung 

Kerabat 

Guru 

Petugas 

kesehatan 

Pemuka 

agama 

Tidak satu 
pun 

Jumlah 

responden 

Sumatera 

Aceh 

53,6 

36,1 

1,8 

21,8 

22,2 

53,8 

17,7 

9,8 

19,8 

235 

Sumatera Utara 

57,2 

53,9 

3,3 

32,5 

23,2 

42,9 

12,1 

1,3 

16,8 

598 

Sumatera Barat 

68,9 

58,5 

2,2 

37,3 

31,6 

45,8 

29,2 

5,3 

10,9 

274 

Riau 

64,0 

47,1 

3,6 

41,3 

28,2 

46,3 

18,3 

4,7 

21,2 

262 

Jambi 

70,2 

56,3 

2,2 

32,4 

32,9 

62,9 

28,3 

6,2 

12,2 

124 

Sumatera Selatan 

52,8 

51,8 

5,1 

25,9 

20,4 

50,4 

14,7 

4,1 

16,5 

267 

Bengkulu 

60,5 

53,8 

4,0 

29,9 

16,2 

39,8 

18,6 

3,6 

17,8 

65 

Lampung 

61,8 

58,2 

5,3 

31,9 

33,3 

31,5 

26,2 

8,1 

17,4 

261 

Bangka Belitung 

50,0 

48,9 

2,1 

23,9 

29,4 

41,3 

19,4 

2,0 

22,4 

60 

Kepulauan Riau 

76,0 

65,6 

5,0 

35,6 

36,8 

51,7 

21,9 

4,9 

11,2 

77 

Jawa 

DKI Jakarta 

69,2 

67,5 

3,9 

30,2 

27,5 

41,4 

16,8 

1,9 

8,5 

498 

Jawa Barat 

59,8 

47,9 

3,0 

26,0 

25,2 

48,7 

17,7 

5,3 

16,6 

1.904 

Jawa Tengah 

63,3 

61,2 

4,8 

32,3 

27,6 

44,5 

27,7 

4,1 

12,9 

1.264 

DI Yogyakarta 

72,1 

75,2 

10,2 

34,6 

34,1 

50,7 

32,2 

6,5 

6,6 

191 

Jawa Timur 

66,6 

58,5 

5,4 

25,8 

29,8 

47,3 

26,0 

5,8 

11,3 

1.297 

Banten 

56,2 

42,4 

3,4 

20,8 

19,7 

49,8 

14,9 

4,8 

17,7 

458 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

78,6 

69,0 

10,8 

35,6 

42,0 

52,0 

33,0 

0,0 

7,3 

192 

Nusa Tenggara Barat 

55,5 

36,4 

3,7 

15,0 

18,6 

58,9 

14,6 

1,7 

14,5 

207 

Nusa Tenggara Timur 

60,4 

53,5 

7,9 

38,0 

32,0 

48,8 

30,6 

3,0 

16,1 

199 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

41,9 

42,6 

2,6 

18,4 

16,6 

39,4 

13,8 

1,3 

22,7 

189 

Kalimantan Tengah 

75,2 

71,6 

4,2 

44,0 

36,3 

65,5 

41,8 

8,3 

10,1 

64 

Kalimantan Selatan 

59,0 

42,0 

4,5 

18,0 

17,4 

54,4 

17,6 

1,4 

14,1 

139 

Kalimantan Timur 

69,5 

60,6 

2,7 

33,6 

34,8 

52,3 

33,5 

5,9 

12,6 

111 

Kalimantan Utara 

61,7 

52,0 

8,2 

39,1 

29,9 

31,2 

29,8 

5,1 

13,3 

27 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

68,7 

45,6 

7,5 

18,4 

19,7 

40,7 

17,0 

6,6 

15,9 

78 

Sulawesi Tengah 

47,3 

34,1 

4,0 

21,4 

24,4 

43,8 

26,2 

3,1 

21,8 

105 

Sulawesi Selatan 

59,6 

41,5 

3,6 

30,3 

31,5 

51,4 

20,6 

5,0 

14,8 

356 

Sulawesi Tenggara 

68,2 

54,7 

3,4 

38,2 

36,4 

47,7 

20,7 

3,7 

11,0 

101 

Gorontalo 

68,5 

35,2 

3,4 

26,8 

32,5 

48,5 

15,9 

2,5 

15,4 

48 

Sulawesi Barat 

56,9 

35,8 

5,5 

24,4 

23,3 

49,9 

17,3 

2,0 

19,7 

54 

Maluku dan Papua 

Maluku 

45,4 

33,3 

5,4 

21,9 

19,7 

56,6 

18,0 

2,2 

21,9 

80 

Maluku Utara 

60,0 

37,9 

6,9 

28,4 

29,6 

56,7 

31,4 

8,5 

17,1 

48 

Papua Barat 

47,5 

45,2 

5,0 

29,2 

20,9 

42,3 

18,8 

3,7 

18,7 

26 

Papua 

37,8 

42,7 

3,5 

17,3 

12,9 

26,9 

12,2 

3,4 

34,4 

113 

Jumlah 

61,6 

53,0 

4,3 

28,4 

26,8 

47,1 

21,5 

4,5 

14,8 

9.971 


154 • Lampiran A 







Tabel A.4.4.2 Diskusi tentang kesehatan reproduksi: Pria 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang mendiskusikan kesehatan reproduksi dengan orang lain, menurut provinsi, Indonesia 2017 


Diskusi tentang kesehatan reproduksi 


Provinsi 

Teman 

Ibu 

Ayah 

Saudara 

Kandung 

Kerabat 

Guru 

Petugas 

kesehatan 

Pemuka 

agama 

Tidak satu 
pun 

Jumlah 

responden 

Sumatera 

Aceh 

54,2 

3,3 

2,5 

4,7 

4,1 

55,3 

29,5 

14,1 

19,0 

251 

Sumatera Utara 

48,5 

6,7 

4,0 

10,1 

9,3 

38,7 

12,0 

5,4 

35,8 

743 

Sumatera Barat 

54,2 

14,7 

11,2 

14,2 

10,8 

33,4 

22,8 

14,8 

28,5 

277 

Riau 

59,8 

10,6 

12,3 

14,9 

22,5 

35,2 

19,6 

10,7 

28,4 

326 

Jambi 

41,7 

14,4 

13,4 

13,5 

16,2 

20,7 

24,2 

9,9 

37,6 

177 

Sumatera Selatan 

55,9 

3,3 

3,2 

5,0 

5,8 

35,4 

1,9 

3,5 

26,8 

377 

Bengkulu 

62,6 

8,9 

10,7 

9,5 

18,2 

67,0 

25,9 

13,3 

13,6 

98 

Lampung 

34,5 

4,8 

3,0 

1,8 

4,0 

26,5 

5,4 

5,6 

51,7 

321 

Bangka Belitung 

47,0 

7,3 

6,9 

5,0 

16,0 

30,2 

11,6 

10,4 

37,2 

69 

Kepulauan Riau 

54,6 

14,6 

15,3 

16,9 

19,5 

64,4 

31,9 

11,0 

9,9 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

56,9 

16,2 

10,7 

12,6 

17,6 

35,3 

29,4 

12,6 

20,6 

567 

Jawa Barat 

48,0 

13,8 

9,7 

12,1 

10,6 

38,2 

19,8 

17,1 

30,5 

2.419 

Jawa Tengah 

60,2 

12,2 

8,5 

12,0 

12,9 

45,2 

23,8 

12,7 

20,9 

1.525 

DI Yogyakarta 

64,7 

16,1 

14,0 

13,5 

19,1 

75,5 

26,0 

18,1 

10,3 

212 

Jawa Timur 

44,2 

7,7 

5,7 

5,1 

5,3 

51,7 

10,9 

15,5 

23,3 

1.884 

Banten 

58,0 

14,9 

12,1 

11,4 

18,4 

40,8 

19,8 

8,7 

27,9 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

63,8 

23,9 

21,6 

17,2 

11,1 

31,8 

33,4 

2,2 

23,0 

224 

Nusa Tenggara Barat 

45,4 

12,3 

10,6 

8,9 

14,3 

43,2 

15,6 

9,6 

36,1 

231 

Nusa Tenggara Timur 

47,8 

9,4 

8,5 

12,7 

9,7 

32,2 

30,7 

2,3 

29,8 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

54,2 

8,0 

8,3 

12,8 

14,5 

27,4 

12,0 

6,5 

34,1 

260 

Kalimantan Tengah 

45,0 

10,2 

7,4 

7,7 

19,0 

25,0 

16,5 

14,8 

36,5 

96 

Kalimantan Selatan 

52,0 

11,2 

5,6 

3,9 

15,7 

60,1 

14,7 

10,9 

13,2 

191 

Kalimantan Timur 

53,7 

4,4 

4,4 

4,8 

2,7 

72,8 

7,0 

3,0 

15,7 

165 

Kalimantan Utara 

75,2 

9,4 

8,3 

13,3 

9,1 

54,8 

24,6 

3,3 

2,8 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

45,9 

13,6 

13,3 

13,1 

13,4 

54,9 

28,2 

26,1 

36,1 

101 

Sulawesi Tengah 

63,6 

11,2 

9,7 

15,0 

15,4 

48,3 

19,1 

6,2 

17,7 

140 

Sulawesi Selatan 

34,5 

6,7 

4,9 

4,8 

4,2 

27,3 

12,4 

2,6 

48,8 

369 

Sulawesi Tenggara 

41,8 

4,9 

4,5 

10,0 

16,6 

37,0 

8,2 

3,7 

39,9 

113 

Gorontalo 

58,0 

11,3 

9,6 

14,2 

14,1 

34,5 

24,4 

10,3 

28,9 

70 

Sulawesi Barat 

44,2 

19,1 

16,1 

19,1 

20,6 

37,5 

36,3 

15,5 

31,1 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

58,0 

6,9 

5,9 

12,7 

22,8 

42,5 

25,0 

8,7 

25,8 

81 

Maluku Utara 

51,7 

10,4 

7,5 

12,9 

22,4 

63,9 

30,1 

19,9 

19,3 

54 

Papua Barat 

49,4 

10,7 

11,7 

16,4 

17,9 

43,1 

24,4 

8,1 

28,1 

38 

Papua 

51,7 

3,1 

1,3 

1,3 

6,1 

37,6 

18,5 

2,7 

33,4 

171 

Jumlah 

51,1 

10,8 

8,3 

10,0 

11,2 

42,0 

18,4 

11,7 

27,6 

12.612 


Lampiran A 


155 







Tabel A.4.5.1 Pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja : Wanita 


Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang tahu tempat penyedia informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja dan persentase berbagai sumber 
informasi, menurut provinsi, Indonesia 2017 

Wanita belum kawin umur 15-24 Diantara wanita belum kawin umur 15-24 yang mengetahui sumber informasi 

remaja, persentase sumber informasi: 

Persentase yang 
tahu tempat 
informasi dan 
konsultasi 
mengenai 



kesehatan 


Puskesmas 

Youth 


Tidak 


Provinsi 

reproduksi remaja 

Jumlah 

PIK-R/M PKRR 

Center 

Lainnya 

Tidak tahu menjawab 

Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

6,7 

235 

4,3 

44,0 

2,5 

16,7 

35,1 

0,0 

16 

Sumatera Utara 

6,8 

598 

12,8 

25,6 

0,0 

21,3 

45,5 

0,0 

41 

Sumatera Barat 

15,8 

274 

27,8 

24,6 

1,5 

16,1 

30,0 

0,0 

43 

Riau 

16,4 

262 

37,4 

25,4 

3,3 

8,8 

30,5 

0,0 

43 

Jambi 

12,6 

124 

7,5 

11,1 

0,0 

31,9 

49,5 

0,0 

16 

Sumatera Selatan 

5,8 

267 

7,2 

46,6 

0,0 

18,1 

35,3 

0,0 

16 

Bengkulu 

17,0 

65 

30,9 

23,2 

0,0 

21,6 

28,2 

0,0 

11 

Lampung 

18,8 

261 

10,6 

33,2 

0,0 

19,7 

45,0 

0,0 

49 

Bangka Belitung 

14,1 

60 

21,3 

33,8 

0,0 

13,9 

31,0 

0,0 

8 

Kepulauan Riau 

18,7 

77 

5,0 

33,8 

9,3 

5,4 

44,4 

4,5 

14 

Jawa 

DKI Jakarta 

9,1 

498 

12,2 

43,6 

16,9 

10,5 

25,5 

0,0 

45 

Jawa Barat 

9,8 

1.904 

8,7 

37,0 

2,2 

14,4 

37,6 

0,8 

186 

Jawa Tengah 

15,2 

1.264 

9,2 

29,6 

3,4 

36,6 

28,8 

0,0 

192 

DI Yogyakarta 

19,5 

191 

33,0 

46,0 

5,0 

8,6 

13,1 

0,0 

37 

Jawa Timur 

14,8 

1.297 

20,1 

37,3 

0,0 

21,5 

23,6 

0,0 

192 

Banten 

10,4 

458 

49,2 

21,3 

0,0 

8,7 

35,3 

0,0 

48 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

15,1 

192 

6,7 

28,2 

3,3 

40,2 

28,3 

0,0 

29 

Nusa Tenggara Barat 

10,7 

207 

16,8 

58,0 

3,0 

11,5 

16,9 

0,0 

22 

Nusa Tenggara Timur 

6,7 

199 

4,8 

51,5 

0,0 

18,5 

28,7 

0,0 

13 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

10,7 

189 

13,1 

48,2 

5,2 

6,0 

27,6 

0,0 

20 

Kalimantan Tengah 

10,6 

64 

4,9 

84,4 

4,9 

21,4 

4,9 

0,0 

7 

Kalimantan Selatan 

8,9 

139 

6,0 

54,0 

0,0 

7,2 

32,8 

0,0 

12 

Kalimantan Timur 

14,9 

111 

23,7 

34,5 

0,0 

15,6 

33,3 

0,0 

16 

Kalimantan Utara 

12,2 

27 

19,2 

16,1 

0,0 

12,3 

57,1 

0,0 

3 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

10,7 

78 

0,0 

10,9 

0,0 

0,0 

89,1 

0,0 

8 

Sulawesi Tengah 

9,7 

105 

37,3 

31,6 

0,0 

21,1 

24,1 

0,0 

10 

Sulawesi Selatan 

7,2 

356 

15,5 

24,0 

0,0 

19,8 

40,7 

0,0 

26 

Sulawesi Tenggara 

8,4 

101 

39,4 

16,6 

0,0 

2,3 

41,7 

0,0 

8 

Gorontalo 

11,6 

48 

17,1 

20,1 

0,0 

25,5 

37,3 

0,0 

6 

Sulawesi Barat 

7,4 

54 

21,1 

13,2 

0,0 

28,3 

37,4 

0,0 

4 

Maluku dan Papua 

Maluku 

4,5 

80 

15,2 

31,7 

15,0 

8,4 

44,8 

0,0 

4 

Maluku Utara 

11,1 

48 

11,5 

54,1 

5,1 

10,1 

26,7 

0,0 

5 

Papua Barat 

8,0 

26 

0,0 

30,6 

0,0 

38,8 

30,6 

0,0 

2 

Papua 

4,7 

113 

0,0 

64,6 

35,4 

17,7 

0,0 

0,0 

5 

Jumlah 

11,6 

9.971 

16,4 

34,2 

2,6 

19,9 

31,6 

0,2 

1.159 


156 


Lampiran A 









Tabel A.4.5.2 Pengetahuan tentang informasi mengenai kesehatan reproduksi remaja : Pria 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang tahu tempat penyedia informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja dan persentase berbagai sumber 
informasi, menurut provinsi, Indonesia 2017 

Pria belum kawin umur 15-24 Diantara pria belum kawin umur 15-24 yang mengetahui sumber informasi 

remaja, persentase sumber informasi: 

Persentase yang 
tahu tempat 
informasi dan 
konsultasi mengenai 

kesehatan Puskesmas Youth Tidak 


Provinsi 

reproduksi remaja 

Jumlah 

PIK-R/M 

PKPR 

Center 

lainnya 

Tidak tahu 

menjawab 

Jumlah 

Sumatera 

Aceh 

2,0 

251 

15,3 

49,7 

9,1 

9,7 

16,2 

0,0 

5 

Sumatera Utara 

4,4 

743 

16,6 

30,8 

0,0 

16,8 

39,5 

0,0 

33 

Sumatera Barat 

4,4 

277 

4,3 

53,8 

0,0 

13,2 

28,7 

0,0 

12 

Riau 

9,1 

326 

7,9 

29,4 

0,0 

3,5 

59,3 

0,0 

30 

Jambi 

6,8 

177 

0,0 

20,5 

0,0 

20,5 

59,1 

0,0 

12 

Sumatera Selatan 

1,7 

377 

14,2 

0,0 

21,7 

12,2 

51,9 

0,0 

7 

Bengkulu 

8,2 

98 

6,0 

4,6 

0,0 

23,4 

66,0 

0,0 

8 

Lampung 

4,2 

321 

17,1 

0,0 

0,0 

18,0 

64,9 

0,0 

13 

Bangka Belitung 

8,9 

69 

20,0 

27,2 

4,6 

9,4 

38,8 

0,0 

6 

Kepulauan Riau 

23,2 

86 

53,0 

55,0 

11,4 

6,8 

15,8 

0,0 

20 

Jawa 

DKI Jakarta 

9,4 

567 

1,9 

27,7 

7,7 

11,2 

46,0 

8,4 

53 

Jawa Barat 

5,6 

2.419 

2,8 

28,3 

4,0 

15,7 

49,3 

0,0 

136 

Jawa Tengah 

8,1 

1.525 

6,0 

49,2 

3,3 

9,4 

33,5 

0,0 

123 

DI Yogyakarta 

14,3 

212 

3,9 

42,2 

0,0 

28,0 

25,8 

0,0 

30 

Jawa Timur 

5,1 

1.884 

20,0 

29,0 

1,9 

22,3 

28,7 

0,0 

96 

Banten 

5,4 

638 

4,0 

26,1 

3,2 

34,8 

31,8 

0,0 

34 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

11,5 

224 

7,0 

7,0 

0,0 

14,0 

72,0 

0,0 

26 

Nusa Tenggara Barat 

4,4 

231 

0,0 

50,3 

0,0 

13,3 

36,4 

0,0 

10 

Nusa Tenggara Timur 

3,5 

246 

6,6 

21,5 

0,0 

32,9 

39,1 

0,0 

9 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

5,2 

260 

0,0 

75,9 

0,0 

4,4 

19,7 

0,0 

14 

Kalimantan Tengah 

5,3 

96 

12,4 

29,3 

8,5 

6,7 

43,1 

0,0 

5 

Kalimantan Selatan 

4,6 

191 

23,6 

65,7 

13,4 

0,0 

10,7 

0,0 

9 

Kalimantan Timur 

10,0 

165 

33,1 

5,3 

0,0 

13,7 

47,9 

0,0 

16 

Kalimantan Utara 

1,1 

29 

0,0 

70,6 

0,0 

0,0 

29,4 

0,0 

0 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

2,3 

101 

59,3 

0,0 

0,0 

40,7 

0,0 

0,0 

2 

Sulawesi Tengah 

7,8 

140 

5,1 

64,1 

0,0 

22,2 

8,6 

0,0 

11 

Sulawesi Selatan 

4,1 

369 

41,0 

5,7 

10,2 

12,4 

30,7 

0,0 

15 

Sulawesi Tenggara 

5,6 

113 

16,5 

34,1 

21,8 

21,9 

14,6 

0,0 

6 

Gorontalo 

7,7 

70 

12,5 

37,8 

0,0 

34,9 

14,8 

0,0 

5 

Sulawesi Barat 

6,5 

61 

14,5 

41,2 

0,0 

32,5 

11,8 

0,0 

4 

Maluku dan Papua 

Maluku 

3,0 

81 

16,5 

0,0 

0,0 

5,9 

69,8 

7,8 

2 

Maluku Utara 

3,5 

54 

0,0 

55,6 

13,5 

23,7 

7,2 

0,0 

2 

Papua Barat 

3,4 

38 

0,0 

43,5 

0,0 

56,5 

0,0 

0,0 

1 

Papua 

1,7 

171 

0,0 

35,8 

0,0 

36,3 

0,0 

27,9 

3 

Jumlah 

6,0 

12.612 

10,5 

33,0 

3,4 

16,0 

38,5 

0,7 

761 


Lampiran A 


157 







Tabel A.4.6.1 Sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi: Wanita 

Persentase wanita belum kawin umur 15-24 menurut dengan siapa mereka ingin membicarakan lebih banyak tentang kesehatan reproduksi, menurut provinsi, Indonesia 2017 


Provinsi 

Teman 

Ibu 

Ayah 

Saudara 

kandung 

Diskusi tentang kesehatan reproduksi 
Petugas Pemuka 
Kerabat Guru kesehatan agama 

Lainnya 

Tidak 

tahu 

Tidak 

menjawab 

Jumlah 

Responden 

Sumatera 

Aceh 

29,9 

30,3 

1,0 

10,5 

6,3 

31,1 

29,7 

3,4 

1,7 

9,4 

0,0 

235 

Sumatera Utara 

22,5 

49,6 

1,4 

12,1 

5,6 

26,0 

30,3 

0,3 

0,6 

3,0 

0,2 

598 

Sumatera Barat 

17,8 

43,3 

0,7 

14,7 

9,1 

23,4 

47,0 

0,3 

1,3 

2,2 

0,0 

274 

Riau 

14,6 

49,2 

1,9 

11,6 

7,7 

24,7 

36,9 

0,4 

0,4 

2,6 

0,0 

262 

Jambi 

15,4 

26,4 

0,7 

4,4 

7,5 

23,3 

39,7 

1,5 

0,0 

6,5 

0,0 

124 

Sumatera Selatan 

14,4 

42,3 

1,2 

9,9 

2,9 

33,3 

32,3 

0,0 

1,0 

1,8 

0,0 

267 

Bengkulu 

18,7 

43,7 

1,8 

15,1 

4,2 

31,9 

40,6 

0,6 

0,8 

4,6 

0,0 

65 

Lampung 

10,4 

36,7 

1,0 

5,8 

3,3 

19,2 

59,7 

0,0 

1,2 

3,2 

0,0 

261 

Bangka Belitung 

17,3 

46,0 

0,8 

6,3 

9,8 

17,2 

51,5 

0,0 

0,3 

1,2 

0,0 

60 

Kepulauan Riau 

24,4 

44,4 

2,0 

9,0 

6,3 

30,2 

39,6 

0,6 

2,0 

1,0 

0,8 

77 

Jawa 

DKI Jakarta 

31,1 

62,2 

2,1 

8,6 

6,4 

23,4 

33,4 

0,6 

0,0 

0,7 

0,0 

498 

Jawa Barat 

21,4 

43,2 

1,5 

8,6 

6,2 

22,4 

39,8 

0,6 

0,1 

2,8 

0,0 

1.904 

Jawa Tengah 

22,0 

44,9 

0,8 

10,2 

7,2 

24,3 

51,4 

1,4 

1,1 

2,1 

0,0 

1.264 

DI Yogyakarta 

19,3 

43,3 

1,1 

7,4 

4,9 

20,4 

60,0 

1,4 

0,9 

2,6 

0,0 

191 

Jawa Timur 

22,4 

45,5 

1,8 

7,9 

7,3 

31,4 

46,8 

1,1 

0,3 

2,3 

0,0 

1.297 

Banten 

17,6 

35,8 

0,8 

8,5 

6,3 

25,7 

50,9 

0,4 

0,0 

4,9 

0,4 

458 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

22,7 

36,9 

1,5 

10,1 

10,5 

23,9 

58,3 

0,0 

0,0 

1,4 

0,0 

192 

Nusa Tenggara Barat 

19,8 

31,1 

1,8 

4,9 

5,9 

43,1 

43,0 

0,0 

0,0 

2,6 

0,0 

207 

Nusa Tenggara Timur 

19,6 

37,7 

2,2 

15,1 

4,8 

26,8 

46,5 

0,0 

0,2 

7,8 

0,3 

199 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

18,5 

39,2 

2,2 

12,5 

7,7 

33,4 

37,6 

0,5 

0,5 

6,8 

1,8 

189 

Kalimantan Tengah 

23,2 

53,7 

2,7 

9,5 

6,5 

36,8 

36,7 

0,0 

0,0 

2,4 

0,0 

64 

Kalimantan Selatan 

19,1 

38,0 

2,0 

8,7 

10,6 

36,5 

37,6 

0,8 

2,6 

6,7 

0,8 

139 

Kalimantan Timur 

18,0 

37,8 

2,4 

6,0 

6,6 

25,3 

57,5 

0,6 

1,5 

3,1 

0,0 

111 

Kalimantan Utara 

18,8 

40,4 

2,9 

9,0 

14,1 

20,9 

55,3 

0,0 

0,4 

5,7 

0,0 

27 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

35,3 

50,0 

6,4 

2,6 

12,4 

27,5 

29,8 

1,9 

0,0 

4,2 

0,0 

78 

Sulawesi Tengah 

19,2 

37,4 

1,4 

7,4 

7,3 

24,8 

56,4 

0,0 

0,7 

3,5 

0,0 

105 

Sulawesi Selatan 

25,6 

38,1 

2,3 

14,6 

9,9 

31,4 

42,2 

0,0 

1,4 

3,0 

0,0 

356 

Sulawesi Tenggara 

19,8 

34,4 

3,0 

9,8 

5,0 

23,0 

53,3 

0,3 

0,7 

4,2 

0,0 

101 

Gorontalo 

30,6 

24,6 

0,4 

6,8 

8,7 

35,1 

44,8 

1,8 

0,9 

6,5 

0,0 

48 

Sulawesi Barat 

14,5 

29,2 

2,4 

5,9 

4,6 

33,3 

48,6 

0,3 

0,0 

5,1 

0,0 

54 

Maluku dan Papua 

Maluku 

23,4 

31,6 

1,9 

8,5 

3,5 

42,7 

30,3 

0,3 

1,3 

6,5 

0,0 

80 

Maluku Utara 

25,2 

32,4 

5,3 

16,3 

6,3 

39,0 

45,7 

0,8 

1,1 

7,9 

0,8 

48 

Papua Barat 

14,4 

37,4 

2,1 

8,0 

4,1 

33,4 

36,9 

0,0 

0,0 

0,2 

0,0 

26 

Papua 

24,0 

43,7 

4,6 

11,3 

4,3 

15,3 

22,8 

0,0 

1,2 

11,3 

1,5 

113 

Jumlah 

21,4 

43,0 

1,6 

9,5 

6,7 

26,6 

43,3 

0,7 

0,6 

3,2 

0,1 

9.971 


158 


Lampiran A 







Tabel A.4.6.2 Sumber pilihan untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang kesehatan reproduksi: Pria 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut dengan siapa mereka ingin membicarakan lebih banyak tentang kesehatan reproduksi, menurut provinsi, 
Indonesia 2017 


Provinsi 

Teman 

Ibu 

Ayah 

Diskusi tentang kesehatan reproduksi 

Saudara Petugas Pemuka 

kandung Kerabat Guru kesehatan agama 

Lainnya 

Tidak 

tahu 

Tidak 

menjawab 

Tidak 

satupun 

Sumatera 

Aceh 

42,6 

2,1 

1,3 

1,0 

1,1 

32,9 

35,8 

7,8 

0,0 

12,1 

0,2 

251 

Sumatera Utara 

26,4 

10,0 

7,3 

3,3 

3,4 

32,5 

38,8 

1,1 

0,7 

19,3 

0,5 

743 

Sumatera Barat 

31,0 

11,2 

12,0 

3,5 

3,7 

22,1 

34,6 

1,7 

1,5 

14,1 

0,0 

277 

Riau 

32,0 

17,0 

14,3 

5,4 

6,1 

25,1 

42,4 

3,6 

0,4 

6,8 

0,0 

326 

Jambi 

14,2 

10,4 

3,7 

5,1 

4,7 

7,1 

54,7 

2,9 

0,0 

11,6 

0,0 

177 

Sumatera Selatan 

40,9 

5,6 

5,5 

1,9 

1,3 

35,2 

13,0 

3,1 

0,5 

29,5 

0,0 

377 

Bengkulu 

17,6 

6,6 

4,9 

1,7 

1,5 

15,8 

50,9 

1,3 

1,4 

19,8 

0,0 

98 

Lampung 

24,1 

7,8 

4,5 

1,2 

1,9 

20,4 

47,0 

2,0 

1,2 

7,2 

0,0 

321 

Bangka Belitung 

24,9 

11,3 

8,8 

2,5 

3,9 

24,0 

56,8 

4,2 

0,5 

10,3 

0,0 

69 

Kepulauan Riau 

18,3 

10,2 

6,8 

2,5 

1,7 

22,0 

75,2 

5,6 

0,3 

3,2 

0,0 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

30,4 

20,9 

14,8 

7,8 

10,3 

24,7 

60,6 

6,2 

0,5 

0,4 

0,1 

567 

Jawa Barat 

25,9 

17,2 

14,0 

4,6 

5,0 

20,2 

46,1 

3,4 

1,0 

8,7 

0,0 

2.419 

Jawa Tengah 

26,1 

10,3 

7,2 

2,4 

4,7 

27,4 

59,5 

3,4 

0,4 

4,9 

0,0 

1.525 

DI Yogyakarta 

16,4 

20,6 

19,9 

3,3 

6,2 

14,4 

76,8 

2,0 

0,0 

1,8 

0,7 

212 

Jawa Timur 

18,6 

9,5 

7,3 

3,3 

3,0 

32,9 

44,1 

7,0 

0,2 

8,9 

0,1 

1.884 

Banten 

31,7 

14,5 

10,0 

2,9 

7,5 

31,2 

58,8 

4,3 

0,6 

7,6 

0,0 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

15,2 

19,1 

9,4 

1,5 

1,4 

8,6 

88,8 

0,0 

0,0 

2,5 

0,0 

224 

Nusa Tenggara Barat 

24,1 

11,3 

10,9 

3,7 

5,9 

34,9 

69,4 

6,0 

0,7 

5,3 

0,0 

231 

Nusa Tenggara Timur 

23,3 

10,9 

8,7 

3,0 

2,6 

17,2 

68,4 

0,0 

0,4 

7,1 

0,0 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

34,4 

15,7 

12,4 

5,1 

7,3 

27,3 

50,1 

1,0 

1,0 

10,6 

0,0 

260 

Kalimantan Tengah 

32,3 

17,7 

13,0 

1,3 

6,1 

27,9 

47,2 

1,3 

0,7 

7,3 

0,0 

96 

Kalimantan Selatan 

42,1 

12,0 

5,5 

2,9 

4,3 

34,4 

40,1 

8,3 

0,0 

5,2 

0,0 

191 

Kalimantan Timur 

33,9 

9,9 

7,7 

2,5 

6,6 

15,5 

20,9 

0,5 

0,0 

25,5 

0,0 

165 

Kalimantan Utara 

54,6 

5,8 

3,7 

2,9 

2,7 

20,4 

12.7 

0,9 

0,6 

0,9 

0,0 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

16,1 

12,2 

9,5 

2,5 

7,6 

15,5 

76,2 

1,3 

0,7 

0,0 

0,0 

101 

Sulawesi Tengah 

30,7 

7,1 

10,0 

3,8 

4,3 

26,2 

51,8 

0,7 

0,4 

2,1 

0,0 

140 

Sulawesi Selatan 

19,8 

14,1 

11,0 

2,0 

2,9 

16,9 

50,4 

0,9 

0,2 

17,3 

0,0 

369 

Sulawesi Tenggara 

29,7 

8,3 

7,0 

2,6 

8,1 

22,9 

73,7 

0,3 

0,8 

3,0 

0,0 

113 

Gorontalo 

32,9 

6,7 

2,9 

2,0 

3,6 

15,4 

37,0 

0,3 

2,8 

10,0 

0,0 

70 

Sulawesi Barat 

15,8 

18,0 

16,8 

5,7 

7,1 

14,3 

65,0 

3,8 

0,5 

7,6 

0,0 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

25,8 

15,4 

14,2 

5,8 

6,9 

21,4 

47,9 

0,5 

0,8 

13,1 

0,0 

81 

Maluku Utara 

29,0 

6,5 

6,3 

4,8 

5,5 

35,9 

51,5 

1,8 

0,0 

11,8 

0,0 

54 

Papua Barat 

11,8 

8,3 

7,5 

0,6 

4,0 

26,4 

65,7 

2,3 

0,0 

22,5 

0,0 

38 

Papua 

48,7 

6,1 

1,9 

1,4 

2,0 

17,3 

24,9 

0,0 

0,4 

18,2 

0,0 

171 

Jumlah 

26,4 

12,6 

9,6 

3,5 

4,5 

25,4 

49,4 

3,6 

0,6 

9,4 

0,1 

12.612 


Lampiran A 


159 







BAB 5 KELUARGA BERENCANA 


Tabel A.5.1 Pengetahuan tentang alat/cara KB 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar paling sedikit satu alat cara/KB tertentu, menurut provinsi, 
Indonesia 2017 


Provinsi 

Suatu cara 

Wanita belum kawin 

Suatu cara 
modern 

Jumlah 

Suatu cara 

Pria belum kawin 

Suatu cara 
modern 

Jumlah 

Sumatera 

Aceh 

94,0 

94,0 

235 

91,9 

91,9 

251 

Sumatera Utara 

94,8 

94,8 

598 

87,4 

87,4 

743 

Sumatera Barat 

97,6 

97,6 

274 

91,5 

91,3 

277 

Riau 

97,5 

97,5 

262 

91,0 

91,0 

326 

Jambi 

94,1 

94,1 

124 

95,8 

95,8 

177 

Sumatera Selatan 

94,4 

94,4 

267 

98,2 

98,2 

377 

Bengkulu 

96,2 

96,2 

65 

95,2 

95,2 

98 

Lampung 

93,7 

93,7 

261 

95,2 

95,2 

321 

Bangka Belitung 

94,4 

94,4 

60 

97,9 

97,9 

69 

Kepulauan Riau 

98,4 

98,4 

77 

99,3 

99,3 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

98,1 

98,1 

498 

98,8 

98,6 

567 

Jawa Barat 

95,6 

95,6 

1.904 

93,4 

93,4 

2.419 

Jawa Tengah 

96,7 

96,7 

1.264 

96,8 

96,8 

1.525 

DI Yogyakarta 

96,2 

96,2 

191 

98,1 

98,1 

212 

Jawa Timur 

97,3 

97,3 

1.297 

93,5 

93,5 

1.884 

Banten 

96,0 

96,0 

458 

96,6 

96,6 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

97,3 

97,3 

192 

99,6 

99,6 

224 

Nusa Tenggara Barat 

94,8 

94,8 

207 

90,9 

90,9 

231 

Nusa Tenggara Timur 

85,3 

85,1 

199 

76,4 

75,8 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

92,6 

92,6 

189 

77,4 

77,4 

260 

Kalimantan Tengah 

96,0 

96,0 

64 

97,0 

97,0 

96 

Kalimantan Selatan 

94,1 

94,1 

139 

95,1 

95,1 

191 

Kalimantan Timur 

98,4 

98,4 

111 

95,6 

95,6 

165 

Kalimantan Utara 

95,8 

95,1 

27 

91,0 

91.0 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

98,9 

98,9 

78 

99,0 

99,0 

101 

Sulawesi Tengah 

94,1 

94,1 

105 

96,8 

96,8 

140 

Sulawesi Selatan 

94,6 

94,4 

356 

91,5 

91,5 

369 

Sulawesi Tenggara 

96,9 

96,9 

101 

94,5 

94,5 

113 

Gorontalo 

97,2 

97,2 

48 

86,5 

86,0 

70 

Sulawesi Barat 

97,4 

97,4 

54 

95,2 

95,2 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

89,3 

89,3 

80 

92,5 

91,9 

81 

Maluku Utara 

93,7 

93,7 

48 

87,5 

86,3 

54 

Papua Barat 

88,4 

88,4 

26 

86,8 

86,8 

38 

Papua 

75,0 

75,0 

113 

75,0 

75,0 

171 

Jumlah 

95,5 

95,5 

9.971 

93,3 

93,3 

12.612 


160 


Lampiran A 







Tabel A.5.2.1 Pendapat tentang penyediaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi remaja yang belum menikah : Wanita 

Persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa pelayanan Keluarga Berencana (KB) perlu tersedia untuk remaja, menurut jenis 
pelayanan dan provinsi, Indonesia 2017 


Provinsi 

Informasi 

Konseling 

Alat/cara KB 

Suatu pelayanan KB 

Jumlah 

Sumatera 

Aceh 

67,7 

55,4 

31,3 

72,6 

235 

Sumatera Utara 

74,4 

61,3 

41,7 

77,7 

598 

Sumatera Barat 

87,7 

58,8 

17,2 

89,6 

274 

Riau 

77,7 

61,5 

35,5 

81,0 

262 

Jambi 

82,9 

58,0 

13,9 

85,8 

124 

Sumatera Selatan 

75,7 

59,4 

29,4 

78,2 

267 

Bengkulu 

77,1 

67,2 

25,3 

81,0 

65 

Lampung 

82,1 

64,2 

32,9 

85,5 

261 

Bangka Belitung 

93,2 

73,6 

37,2 

94,2 

60 

Kepulauan Riau 

81,5 

72,0 

26,3 

85,9 

77 

Jawa 

DKI Jakarta 

84,7 

71,3 

35,9 

85,9 

498 

Jawa Barat 

84,3 

70,9 

32,5 

87,9 

1.904 

Jawa Tengah 

87,9 

76,1 

33,5 

89,4 

1.264 

DI Yogyakarta 

94,6 

79,8 

32,1 

97,0 

191 

Jawa Timur 

86,6 

73,9 

35,3 

89,6 

1.297 

Banten 

83,0 

73,0 

33,6 

86,2 

458 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

91,1 

78,8 

44,5 

92,6 

192 

Nusa Tenggara Barat 

80,0 

60,9 

29,8 

81,4 

207 

Nusa Tenggara Timur 

69,8 

51,8 

29,8 

72,1 

199 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

76,4 

64,0 

38,8 

78,3 

189 

Kalimantan Tengah 

86,9 

59,2 

31,7 

87,5 

64 

Kalimantan Selatan 

81,6 

75,6 

47,4 

83,6 

139 

Kalimantan Timur 

86,9 

67,6 

38,7 

90,4 

111 

Kalimantan Utara 

76,0 

48,4 

24,1 

79,4 

27 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

70,1 

48,8 

10,5 

74,2 

78 

Sulawesi Tengah 

75,5 

46,2 

15,5 

77,7 

105 

Sulawesi Selatan 

72,9 

53,8 

30,5 

76,3 

356 

Sulawesi Tenggara 

77,4 

49,2 

23,8 

80,3 

101 

Gorontalo 

64,2 

48,3 

23,6 

67,4 

48 

Sulawesi Barat 

60,1 

33,0 

8,3 

64,3 

54 

Maluku dan Papua 

Maluku 

67,8 

55,1 

43,3 

69,4 

80 

Maluku Utara 

63,4 

51,4 

34,9 

68,3 

48 

Papua Barat 

91,8 

75,4 

38,9 

94,3 

26 

Papua 

73,8 

60,2 

45,1 

74,9 

113 

Jumlah 

82,2 

67,5 

33,1 

84,8 

9.971 


1 Suatu pelayanan KB menunjukan minimal 1 di antara 3 jenis pelayanan KB (informasi, konseling, alat/cara KB) yang disebutkan oleh responden. 


Lampiran A • 161 








Tabel A.5.2.2 Pendapat tentang penyediaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) bagi remaja yang belum menikah : Pria 

Persentase pria belum kawin umur 15-24 yang berpendapat bahwa pelayanan Keluarga Berencana (KB) perlu tersedia untuk remaja, menurut jenis 
pelayanan dan provinsi, Indonesia 2017 


Provinsi 

Informasi 

Konseling 

Alat/cara KB 

Suatu pelayanan KB 

Jumlah 

Sumatera 

Aceh 

64,6 

53,3 

51,7 

79,2 

251 

Sumatera Utara 

67,5 

54,2 

51,4 

72,7 

743 

Sumatera Barat 

69,0 

62,1 

29,2 

76,0 

277 

Riau 

68,3 

53,0 

30,7 

75,8 

326 

Jambi 

64,3 

50,9 

47,7 

71,2 

177 

Sumatera Selatan 

81,8 

64,4 

25,4 

82,3 

377 

Bengkulu 

79,5 

61,0 

15,1 

81,1 

98 

Lampung 

80,8 

76,7 

34,8 

82,7 

321 

Bangka Belitung 

71,5 

63,1 

8,0 

76,8 

69 

Kepulauan Riau 

89,6 

75,2 

58,3 

91,1 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

74,6 

68,4 

46,8 

82,4 

567 

Jawa Barat 

74,4 

66,2 

32,8 

81,8 

2.419 

Jawa Tengah 

87,5 

84,1 

59,2 

92,3 

1.525 

DI Yogyakarta 

91,1 

76,0 

21,4 

92,6 

212 

Jawa Timur 

75,9 

65,4 

32,8 

78,2 

1.884 

Banten 

75,1 

71,9 

57,5 

76,2 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

84,9 

81,7 

33,6 

91,8 

224 

Nusa Tenggara Barat 

70,2 

65,3 

38,8 

76,8 

231 

Nusa Tenggara Timur 

67,6 

66,2 

56,9 

71,0 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

72,2 

71,4 

53,2 

75,1 

260 

Kalimantan Tengah 

71,3 

64,5 

50,3 

80,0 

96 

Kalimantan Selatan 

91,4 

92,7 

47,5 

94,0 

191 

Kalimantan Timur 

77,4 

77,4 

42,3 

81,9 

165 

Kalimantan Utara 

49,2 

42,6 

26,8 

62,7 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

93,7 

94,2 

82,4 

96,2 

101 

Sulawesi Tengah 

78,5 

61,8 

28,9 

82,4 

140 

Sulawesi Selatan 

60,3 

51,9 

25,2 

62,2 

369 

Sulawesi Tenggara 

83,6 

80,9 

58,8 

83,6 

113 

Gorontalo 

60,6 

38,9 

27,6 

65,6 

70 

Sulawesi Barat 

62,3 

51,8 

31,8 

66,2 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

67,1 

57,9 

44,0 

73,7 

81 

Maluku Utara 

61,1 

63,3 

39,0 

71,9 

54 

Papua Barat 

70,1 

61,0 

61,6 

71,6 

38 

Papua 

67,5 

55,5 

46,8 

68,1 

171 

Jumlah 

75,7 

67,7 

41,1 

80,5 

12.612 


1 Suatu pelayanan KB menunjukan minimal 1 di antara 3 jenis pelayanan KB (informasi, konseling, alat/cara KB) yang disebutkan oleh responden. 


162 • Lampiran A 








Tabel A.5.3.1 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa akan datang : Wanita 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 yang berkeinginan untuk memakai suatu alat/cara KB di masa yang akan datang, menurut 
provinsi, Indonesia 2017 


Provinsi 


Tidak tahu 

Tidak ingin suatu Tidak Jumlah 

Ingin Memakai Tiidak tahu memakai alat/cara KB menjawab Jumlah wanita 


Sumatera 


Aceh 

61,8 

19,0 

13,3 

6,0 

0,0 

100,0 

235 

Sumatera Utara 

75,6 

8,8 

10,3 

5,2 

0,2 

100,0 

598 

Sumatera Barat 

81,7 

8,1 

7,9 

2,4 

0,0 

100,0 

274 

Riau 

71,5 

15,8 

10,2 

2,5 

0,0 

100,0 

262 

Jambi 

85,0 

7,0 

2,1 

5,9 

0,0 

100,0 

124 

Sumatera Selatan 

78,3 

11,7 

4,4 

5,6 

0,0 

100,0 

267 

Bengkulu 

79,5 

14,5 

2,2 

3,8 

0,0 

100,0 

65 

Lampung 

79,1 

7,0 

7,6 

6,3 

0,0 

100,0 

261 

Bangka Belitung 

88,9 

0,8 

4,7 

5,6 

0,0 

100,0 

60 

Kepulauan Riau 

71,8 

19,1 

7,5 

1,6 

0,0 

100,0 

77 

Jawa 

DKI Jakarta 

81,5 

8,2 

8,2 

1,9 

0,2 

100,0 

498 

Jawa Barat 

79,4 

9,2 

6,8 

4,4 

0,2 

100,0 

1.904 

Jawa Tengah 

78,2 

13,5 

5,0 

3,3 

0,0 

100,0 

1.264 

DI Yogyakarta 

73,0 

14,5 

8,7 

3,8 

0,0 

100,0 

191 

Jawa Timur 

83,7 

8,0 

5,5 

2,7 

0,1 

100,0 

1.297 

Banten 

79,4 

10,3 

6,1 

4,0 

0,2 

100,0 

458 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

90,5 

5,1 

1,2 

2,7 

0,5 

100,0 

192 

Nusa Tenggara Barat 

81,7 

10,2 

2,9 

5,2 

0,0 

100,0 

207 

Nusa Tenggara Timur 

66,9 

9,4 

8,9 

14,7 

0,0 

100,0 

199 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

74,3 

14,7 

3,3 

7,4 

0,3 

100,0 

189 

Kalimantan Tengah 

84,4 

9,3 

2,3 

4,0 

0,0 

100,0 

64 

Kalimantan Selatan 

80,1 

9,9 

4,1 

5,9 

0,0 

100,0 

139 

Kalimantan Timur 

80,6 

7,9 

9,9 

1,6 

0,0 

100,0 

111 

Kalimantan Utara 

70,6 

14,9 

10,3 

4,2 

0,0 

100,0 

27 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

84,3 

10,6 

3,9 

1,1 

0,0 

100,0 

78 

Sulawesi Tengah 

78,9 

7,8 

7,5 

5,9 

0,0 

100,0 

105 

Sulawesi Selatan 

71,6 

15,9 

6,9 

5,4 

0,2 

100,0 

356 

Sulawesi Tenggara 

76,9 

11,8 

8,2 

3,1 

0,0 

100,0 

101 

Gorontalo 

77,7 

11,5 

8,0 

2,8 

0,0 

100,0 

48 

Sulawesi Barat 

79,1 

13,2 

5,1 

2,6 

0,0 

100,0 

54 

Maluku dan Papua 

Maluku 

65,7 

14,1 

9,3 

10,7 

0,1 

100,0 

80 

Maluku Utara 

68,7 

18,8 

6,3 

6,3 

0,0 

100,0 

48 

Papua Barat 

60,9 

13,3 

14,1 

11,6 

0,0 

100,0 

26 

Papua 

48,6 

14,0 

12,4 

25,0 

0,0 

100,0 

113 

Jumlah 

78,2 

10,6 

6,7 

4,5 

0,1 

100,0 

9.971 


Lampiran A • 163 







Tabel A.5.3.2 Keinginan untuk memakai alat/cara KB di masa akan datang : 

: Pria 





Distribusi persentase pria belum kawin 
provinsi, Indonesia 2017 

umur 15-24 yang berkeinginan untuk memakai suatu alat/cara KB di masa yang akan datang, menurut 

Provinsi 

Ingin memakai 

Tidak tahu 

Tidak ingin 
memakai 

Tidak tahu 
suatu 

alat/cara KB 

Tidak 

menjawab 

Jumlah 

Jumlah 

wanita 

Sumatera 

Aceh 

37,3 

37,0 

17,7 

8,1 

0,0 

100,0 

251 

Sumatera Utara 

43,8 

11,8 

31,6 

12,6 

0,2 

100,0 

743 

Sumatera Barat 

47,5 

20,2 

23,8 

8,5 

0,0 

100,0 

277 

Riau 

36,8 

24,6 

29,7 

9,0 

0,0 

100,0 

326 

Jambi 

64,0 

16,1 

14,8 

4,2 

0,9 

100,0 

177 

Sumatera Selatan 

73,6 

18,4 

6,2 

1,8 

0,0 

100,0 

377 

Bengkulu 

67,7 

19,7 

7,9 

4,8 

0,0 

100,0 

98 

Lampung 

67,5 

15,7 

11,8 

4,8 

0,2 

100,0 

321 

Bangka Belitung 

62,2 

11,7 

24,0 

2,1 

0,0 

100,0 

69 

Kepulauan Riau 

60,2 

24,9 

14,2 

0,7 

0,0 

100,0 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

69,3 

9,3 

20,0 

1,2 

0,2 

100,0 

567 

Jawa Barat 

57,6 

16,4 

19,4 

6,6 

0,0 

100,0 

2.419 

Jawa Tengah 

59,3 

15,8 

21,7 

3,2 

0,0 

100,0 

1.525 

DI Yogyakarta 

57,4 

25,0 

15,7 

1,9 

0,0 

100,0 

212 

Jawa Timur 

64,4 

13,5 

15,5 

6,5 

0,1 

100,0 

1.884 

Banten 

49,0 

15,6 

32,0 

3,4 

0,0 

100,0 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

89,6 

6,8 

3,2 

0,4 

0,0 

100,0 

224 

Nusa Tenggara Barat 

63,9 

8,0 

18,6 

9,1 

0,4 

100,0 

231 

Nusa Tenggara Timur 

48,5 

10,1 

17,8 

23,6 

0,0 

100,0 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

45,9 

17,2 

13,8 

22,6 

0,5 

100,0 

260 

Kalimantan Tengah 

53,2 

26,2 

17,6 

3,0 

0,0 

100,0 

96 

Kalimantan Selatan 

80,3 

6,3 

8,1 

4,9 

0,4 

100,0 

191 

Kalimantan Timur 

43,5 

34,3 

17,7 

4,4 

0,0 

100,0 

165 

Kalimantan Utara 

39,9 

30,5 

20,1 

9,0 

0,5 

100,0 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

87,9 

3,0 

8,2 

1,0 

0,0 

100,0 

101 

Sulawesi Tengah 

62,7 

6,8 

27,3 

3,2 

0,0 

100,0 

140 

Sulawesi Selatan 

36,5 

22,7 

32,7 

8,2 

0,0 

100,0 

369 

Sulawesi Tenggara 

42,5 

16,6 

35,4 

5,5 

0,0 

100,0 

113 

Gorontalo 

51,9 

14,5 

19,6 

13,5 

0,6 

100,0 

70 

Sulawesi Barat 

52,5 

19,1 

23,6 

4,8 

0,0 

100,0 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

49,8 

10,3 

32,4 

7,5 

0,0 

100,0 

81 

Maluku Utara 

40,3 

17,4 

29,3 

12,5 

0,5 

100,0 

54 

Papua Barat 

11,4 

34,3 

41,1 

13,2 

0,0 

100,0 

38 

Papua 

20,5 

25,7 

28,3 

25,0 

0,5 

100,0 

171 

Jumlah 

56,9 

16,1 

20,2 

6,7 

0,1 

100,0 

12.612 


164 


Lampiran A 







BAB 6 PERKAWINAN DAN KEINGINAN MEMPUNYAI ANAK 


Tabel A.6.1.1 Umur ideal kawin pertama untuk wanita : Wanita 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 menurut umur ideal kawin pertama untuk wanita, menurut provinsi, Indonesia 
2017 


Provinsi 


Umur ideal kawin pertama untuk wanita 
<20 20-24 25+ Tidak tahu Jumlah 


Jumlah 

wanita 


Median 

(tahun) 


Sumatera 


Aceh 

3,6 

65,8 

26,7 

3,9 

100,0 

235 

22,8 

Sumatera Utara 

0,6 

54,3 

42,8 

2,3 

100,0 

598 

24,5 

Sumatera Barat 

0,4 

47,2 

50,2 

2,3 

100,0 

274 

25,0 

Riau 

0,7 

62,5 

35,9 

0,8 

100,0 

262 

23,8 

Jambi 

1,9 

63,9 

30,6 

3,6 

100,0 

124 

23,6 

Sumatera Selatan 

0,0 

60,0 

36,3 

3,7 

100,0 

267 

23,8 

Bengkulu 

1,3 

60,4 

33,5 

4,7 

100,0 

65 

23,7 

Lampung 

1,0 

68,9 

28,5 

1,7 

100,0 

261 

23,3 

Bangka Belitung 

3,0 

70,0 

25,5 

1,5 

100,0 

60 

23,0 

Kepulauan Riau 

0,9 

59,6 

39,6 

0,0 

100,0 

77 

24,1 

Jawa 

DKI Jakarta 

1,0 

57,8 

40,5 

0,7 

100,0 

498 

24,3 

Jawa Barat 

3,1 

68,3 

25,8 

2,8 

100,0 

1.904 

23,2 

Jawa Tengah 

1,0 

68,2 

28,9 

1,9 

100,0 

1.264 

23,4 

DI Yogyakarta 

0,9 

57,6 

37,9 

3,5 

100,0 

191 

24,5 

Jawa Timur 

2,2 

67,0 

29,6 

1,2 

100,0 

1.297 

23,5 

Banten 

2,8 

72,0 

23,4 

1,8 

100,0 

458 

23,1 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

0,0 

39,8 

57,8 

2,4 

100,0 

192 

25,2 

Nusa Tenggara Barat 

3,0 

52,4 

43,1 

1,5 

100,0 

207 

24,0 

Nusa Tenggara Timur 

1,2 

23,0 

67,7 

8,2 

100,0 

199 

25,5 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

2,0 

56,5 

34,4 

7,0 

100,0 

189 

23,5 

Kalimantan Tengah 

3,4 

52,8 

40,9 

2,8 

100,0 

64 

23,8 

Kalimantan Selatan 

3,8 

69,4 

21,9 

4,9 

100,0 

139 

22,8 

Kalimantan Timur 

1,6 

63,3 

34,5 

0,6 

100,0 

111 

23,7 

Kalimantan Utara 

0,8 

39,5 

48,8 

10,9 

100,0 

27 

25,1 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

2,3 

37,4 

57,8 

2,5 

100,0 

78 

25,2 

Sulawesi Tengah 

2,1 

52,7 

41,5 

3,7 

100,0 

105 

24,1 

Sulawesi Selatan 

2,5 

47,3 

48,3 

1,9 

100,0 

356 

24,9 

Sulawesi Tenggara 

2,8 

53,0 

42,2 

1,9 

100,0 

101 

24,2 

Gorontalo 

3,5 

47,5 

47,1 

1,8 

100,0 

48 

24,6 

Sulawesi Barat 

3,8 

40,7 

51,6 

3,9 

100,0 

54 

25,1 

Maluku dan Papua 

Maluku 

0,9 

26,8 

63,8 

8,5 

100,0 

80 

25,4 

Maluku Utara 

3,9 

36,5 

45,0 

14,5 

100,0 

48 

25,1 

Papua Barat 

3,5 

34,1 

52,4 

10,0 

100,0 

26 

25,2 

Papua 

1,8 

31,8 

32,7 

33,6 

100,0 

113 

24,8 

Jumlah 

1,9 

60,8 

34,4 

2,9 

100,0 

9.971 

23,7 


Lampiran A • 165 







Tabel A.6.1.2 Umur ideal kawin pertama untuk wanita : Pria 

Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut umur ideal kawin pertama untuk wanita, menurut provinsi, Indonesia 
2017 


Provinsi 


Umur ideal kawin pertama untuk wanita 
<20 20-24 25+ Tidak tahu 


Median 

Jumlah Jumlah pria (tahun) 


Sumatera 


Aceh 

8,8 

74,2 

10,9 

6,1 

100,0 

251 

21,8 

Sumatera Utara 

3,3 

63,1 

21,6 

12,0 

100,0 

743 

23,1 

Sumatera Barat 

2,8 

64,2 

28,5 

4,5 

100,0 

277 

23,6 

Riau 

5,0 

70,4 

21,1 

3,5 

100,0 

326 

23,0 

Jambi 

7,0 

67,2 

21,2 

4,6 

100,0 

177 

23,1 

Sumatera Selatan 

4,8 

57,0 

26,4 

11,8 

100,0 

377 

23,3 

Bengkulu 

2,6 

68,3 

19,6 

9,5 

100,0 

98 

23,1 

Lampung 

5,0 

71,7 

19,9 

3,3 

100,0 

321 

22,7 

Bangka Belitung 

6,2 

82,9 

8,6 

2,3 

100,0 

69 

21,8 

Kepulauan Riau 

4,0 

64,8 

26,1 

5,2 

100,0 

86 

23,8 

Jawa 

DKI Jakarta 

3,5 

69,5 

26,5 

0,5 

100,0 

567 

23,7 

Jawa Barat 

5,9 

76,6 

13,5 

4,0 

100,0 

2.419 

22,4 

Jawa Tengah 

2,3 

75,8 

18,2 

3,7 

100,0 

1.525 

23,0 

DI Yogyakarta 

3,0 

60,3 

33,5 

3,2 

100,0 

212 

24,1 

Jawa Timur 

6,3 

72,4 

16,7 

4,5 

100,0 

1.884 

22,6 

Banten 

7,5 

70,1 

17,5 

4,9 

100,0 

638 

22,4 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

1,0 

68,3 

28,0 

2,7 

100,0 

224 

23,9 

Nusa Tenggara Barat 

10,7 

65,7 

18,5 

5,1 

100,0 

231 

22,1 

Nusa Tenggara Timur 

3,8 

42,0 

42,0 

12,2 

100,0 

246 

24,8 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

8,9 

75,2 

14,0 

1,9 

100,0 

260 

21,3 

Kalimantan Tengah 

8,7 

61,0 

21,7 

8,5 

100,0 

96 

23,1 

Kalimantan Selatan 

8,3 

77,6 

12,2 

2,0 

100,0 

191 

22,2 

Kalimantan Timur 

3,5 

65,7 

22,5 

8,3 

100,0 

165 

23,1 

Kalimantan Utara 

4,7 

48,6 

36,9 

9,9 

100,0 

29 

24,3 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

2,4 

60,0 

36,5 

1,0 

100,0 

101 

23,4 

Sulawesi Tengah 

12,9 

64,8 

20,4 

1,9 

100,0 

140 

22,6 

Sulawesi Selatan 

10,1 

58,8 

25,7 

5,4 

100,0 

369 

22,6 

Sulawesi Tenggara 

10,8 

57,4 

24,1 

7,8 

100,0 

113 

22,9 

Gorontalo 

13,1 

59,0 

22,6 

5,3 

100,0 

70 

21,9 

Sulawesi Barat 

10,2 

47,1 

27,2 

15,4 

100,0 

61 

22,7 

Maluku dan Papua 

Maluku 

6,3 

40,2 

37,3 

16,2 

100,0 

81 

24,2 

Maluku Utara 

7,3 

54,6 

26,2 

12,0 

100,0 

54 

23,3 

Papua Barat 

0,4 

45,3 

27,6 

26,8 

100,0 

38 

24,2 

Papua 

4,5 

49,4 

15,7 

30,3 

100,0 

171 

23,1 

Jumlah 

5,5 

69,4 

19,6 

5,5 

100,0 

12.612 

22,8 


166 • Lampiran A 







Tabel A.6.2.1 Umur ideal kawin pertama untuk pria : Wanita 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 menurut ideal kawin pertama untuk pria, menurut provinsi, Indonesia 2017 


Umur ideal kawin pertama untuk pria 

Jumlah Median 


Provinsi 

<20 

20-24 

25+ 

Tidak tahu 

Jumlah 

wanita 

(tahun) 

Sumatera 

Aceh 

0,1 

8,9 

84,4 

6,6 

100,0 

235 

25,9 

Sumatera Utara 

0,3 

10,7 

84,1 

4,8 

100,0 

598 

26,2 

Sumatera Barat 

0,4 

8,4 

88,8 

2,4 

100,0 

274 

27,2 

Riau 

0,3 

6,4 

91,8 

1,5 

100,0 

262 

26,0 

Jambi 

1,3 

11,9 

80,9 

5,9 

100,0 

124 

25,9 

Sumatera Selatan 

0,6 

10,8 

82,9 

5,8 

100,0 

267 

25,9 

Bengkulu 

0,0 

16,4 

75,5 

8,1 

100,0 

65 

25,8 

Lampung 

0,0 

13,3 

83,2 

3,4 

100,0 

261 

25,7 

Bangka Belitung 

1,1 

19,4 

75,8 

3,7 

100,0 

60 

25,6 

Kepulauan Riau 

0,0 

7,7 

90,9 

1,5 

100,0 

77 

26,5 

Jawa 

DKI Jakarta 

0,3 

8,7 

89,8 

1,2 

100,0 

498 

26,4 

Jawa Barat 

0,4 

12,2 

82,8 

4,6 

100,0 

1.904 

25,8 

Jawa Tengah 

0,1 

11,6 

85,2 

3,0 

100,0 

1.264 

25,8 

DI Yogyakarta 

0,0 

7,9 

88,1 

4,0 

100,0 

191 

26,4 

Jawa Timur 

0,2 

12,6 

85,6 

1,6 

100,0 

1.297 

25,8 

Banten 

0,3 

14,0 

83,6 

2,1 

100,0 

458 

25,7 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

0,0 

4,1 

93,0 

2,9 

100,0 

192 

27,0 

Nusa Tenggara Barat 

0,8 

16,5 

80,1 

2,6 

100,0 

207 

25,8 

Nusa Tenggara Timur 

1,2 

9,6 

75,8 

13,4 

100,0 

199 

27,4 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

0,6 

21,0 

69,7 

8,7 

100,0 

189 

25,7 

Kalimantan Tengah 

0,0 

18,8 

77,6 

3,7 

100,0 

64 

25,9 

Kalimantan Selatan 

0,0 

16,4 

75,8 

7,8 

100,0 

139 

25,7 

Kalimantan Timur 

1,0 

10,0 

85,4 

3,6 

100,0 

111 

25,8 

Kalimantan Utara 

0,5 

7,9 

76,2 

15,4 

100,0 

27 

26,6 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

0,0 

18,2 

75,0 

6,8 

100,0 

78 

26,2 

Sulawesi Tengah 

1,1 

15,8 

77,6 

5,5 

100,0 

105 

25,8 

Sulawesi Selatan 

0,4 

14,9 

80,0 

4,7 

100,0 

356 

25,9 

Sulawesi Tenggara 

0,6 

12,8 

83,9 

2,7 

100,0 

101 

26,1 

Gorontalo 

0,0 

24,5 

72,3 

3,3 

100,0 

48 

25,7 

Sulawesi Barat 

0,2 

14,3 

78,9 

6,7 

100,0 

54 

26,7 

Maluku dan Papua 

Maluku 

0,2 

11,4 

75,2 

13,1 

100,0 

80 

27,3 

Maluku Utara 

1,8 

16,6 

56,9 

24,6 

100,0 

48 

25,8 

Papua Barat 

2,3 

12,2 

74,4 

11,1 

100,0 

26 

26,5 

Papua 

0,0 

16,9 

44,2 

38,9 

100,0 

113 

26,5 

Jumlah 

0,3 

12,1 

83,1 

4,6 

100,0 

9.971 

25,9 


Lampiran A • 167 







Tabel A.6.2.2 Umur ideal kawin pertama untuk pria : Pria 

Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut ideal kawin pertama untuk pria, menurut provinsi, Indonesia 2017 

Provinsi 

Umur ideal kawin pertama untuk pria 

<20 20-24 25+ Tidak tahu 

Jumlah 

Jumlah pria 

Median 

(tahun) 

Sumatera 

Aceh 

0,3 

7,8 

86,3 

5,5 

100,0 

251 

25,9 

Sumatera Utara 

0,7 

21,6 

68,3 

9,3 

100,0 

743 

25,6 

Sumatera Barat 

0,0 

14,3 

82,8 

3,0 

100,0 

277 

25,8 

Riau 

1,4 

19,7 

75,9 

3,0 

100,0 

326 

25,6 

Jambi 

0,7 

19,7 

76,5 

3,2 

100,0 

177 

25,6 

Sumatera Selatan 

1,5 

17,9 

69,6 

10,9 

100,0 

377 

25,5 

Bengkulu 

0,0 

16,8 

75,8 

7,4 

100,0 

98 

25,6 

Lampung 

0,5 

21,0 

76,6 

1,9 

100,0 

321 

25,5 

Bangka Belitung 

1,3 

19,6 

76,7 

2,3 

100,0 

69 

25,5 

Kepulauan Riau 

0,0 

19,2 

77,0 

3,9 

100,0 

86 

25,6 

Jawa 

DKI Jakarta 

0,2 

10,3 

89,0 

0,5 

100,0 

567 

25,8 

Jawa Barat 

0,4 

19,2 

77,2 

3,2 

100,0 

2.419 

25,5 

Jawa Tengah 

0,0 

15,8 

81,0 

3,3 

100,0 

1.525 

25,6 

DI Yogyakarta 

0,0 

11,6 

84,3 

4,1 

100,0 

212 

25,8 

Jawa Timur 

0,2 

18,5 

78,4 

2,9 

100,0 

1.884 

25,6 

Banten 

0,0 

17,5 

77,2 

5,3 

100,0 

638 

25,6 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

0,0 

12,6 

85,8 

1,7 

100,0 

224 

25,8 

Nusa Tenggara Barat 

0,2 

18,2 

76,6 

5,0 

100,0 

231 

25,6 

Nusa Tenggara Timur 

0,3 

11,7 

78,1 

9,8 

100,0 

246 

26,4 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

0,3 

14,3 

82,6 

2,8 

100,0 

260 

25,7 

Kalimantan Tengah 

3,1 

15,2 

75,8 

6,0 

100,0 

96 

25,5 

Kalimantan Selatan 

0,0 

27,5 

71,3 

1,3 

100,0 

191 

25,5 

Kalimantan Timur 

0,6 

21,7 

69,1 

8,6 

100,0 

165 

25,5 

Kalimantan Utara 

0,5 

16,2 

75,1 

8,3 

100,0 

29 

26,0 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

0,4 

21,1 

77,5 

1,0 

100,0 

101 

25,7 

Sulawesi Tengah 

0,7 

22,0 

75,4 

1,9 

100,0 

140 

25,6 

Sulawesi Selatan 

1,7 

30,8 

63,4 

4,2 

100,0 

369 

25,4 

Sulawesi Tenggara 

1,3 

24,3 

67,1 

7,4 

100,0 

113 

25,5 

Gorontalo 

0,6 

33,2 

61,4 

4,9 

100,0 

70 

25,3 

Sulawesi Barat 

0,9 

25,5 

60,5 

13,1 

100,0 

61 

25,5 

Maluku dan Papua 

Maluku 

1,4 

20,2 

62,7 

15,7 

100,0 

81 

25,7 

Maluku Utara 

2,4 

17,1 

71,7 

8,8 

100,0 

54 

25,7 

Papua Barat 

0,2 

16,4 

61,9 

21,5 

100,0 

38 

25,8 

Papua 

1,6 

21,4 

50,3 

26,7 

100,0 

171 

25,6 

Jumlah 

0,4 

18,2 

76,8 

4,6 

100,0 

12.612 

25,6 


168 


Lampiran A 







Tabel A.6.3.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita : Wanita 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal wanita untuk mempunyai anak pertama, menurut provinsi, 
Indonesia 2017 


Provinsi 

Umur ideal wanita mempunyai anak pertama 

<20 20-24 25+ Tidak tahu 

Jumlah 

Jumlah 

wanita 

Median 

(tahun) 

Sumatera 

Aceh 

0,6 

51,2 

34,7 

13,5 

100,0 

235 

24,2 

Sumatera Utara 

0,4 

35,2 

56,5 

7,8 

100,0 

598 

25,5 

Sumatera Barat 

0,0 

26,7 

66,5 

6,8 

100,0 

274 

25,9 

Riau 

0,5 

40,9 

52,6 

6,0 

100,0 

262 

25,3 

Jambi 

0,0 

44,1 

42,5 

13,5 

100,0 

124 

24,9 

Sumatera Selatan 

0,0 

44,5 

45,5 

10,0 

100,0 

267 

25,0 

Bengkulu 

0,8 

36,8 

47,8 

14,6 

100,0 

65 

25,2 

Lampung 

0,0 

49,7 

45,0 

5,3 

100,0 

261 

24,8 

Bangka Belitung 

1,3 

61,4 

32,0 

5,4 

100,0 

60 

23,9 

Kepulauan Riau 

0,4 

32,0 

63,1 

4,5 

100,0 

77 

25,5 

Jawa 

DKI Jakarta 

0,2 

37,1 

59,9 

2,8 

100,0 

498 

25,4 

Jawa Barat 

1,0 

50,8 

42,4 

5,7 

100,0 

1.904 

24,7 

Jawa Tengah 

0,8 

53,1 

42,4 

3,7 

100,0 

1.264 

24,6 

DI Yogyakarta 

0,0 

30,2 

63,4 

6,4 

100,0 

191 

25,5 

Jawa Timur 

0,4 

45,3 

50,7 

3,6 

100,0 

1.297 

25,1 

Banten 

0,9 

52,6 

40,5 

6,1 

100,0 

458 

24,5 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

0,0 

23,6 

72,8 

3,6 

100,0 

192 

26,1 

Nusa Tenggara Barat 

0,4 

45,5 

48,6 

5,5 

100,0 

207 

25,1 

Nusa Tenggara Timur 

0,3 

16,8 

70,2 

12,7 

100,0 

199 

26,3 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

1,6 

43,5 

39,1 

15,8 

100,0 

189 

24,8 

Kalimantan Tengah 

0,0 

43,4 

53,0 

3,7 

100,0 

64 

25,2 

Kalimantan Selatan 

1,3 

51,6 

36,9 

10,1 

100,0 

139 

24,3 

Kalimantan Timur 

0,0 

49,3 

44,9 

5,9 

100,0 

111 

24,9 

Kalimantan Utara 

0,8 

24,9 

54,3 

20,1 

100,0 

27 

25,7 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

0,8 

26,3 

68,0 

4,8 

100,0 

78 

25,8 

Sulawesi Tengah 

0,0 

36,2 

57,3 

6,5 

100,0 

105 

25,5 

Sulawesi Selatan 

0,5 

34,9 

57,2 

7,3 

100,0 

356 

25,5 

Sulawesi Tenggara 

0,4 

42,6 

52,6 

4,3 

100,0 

101 

25,4 

Gorontalo 

0,5 

35,6 

58,0 

5,9 

100,0 

48 

25,6 

Sulawesi Barat 

1,1 

28,7 

64,3 

5,9 

100,0 

54 

25,7 

Maluku dan Papua 

Maluku 

0,2 

18,8 

66,7 

14,3 

100,0 

80 

26,2 

Maluku Utara 

0,8 

31,6 

41,8 

25,9 

100,0 

48 

25,3 

Papua Barat 

1,1 

28,6 

52,5 

17,8 

100,0 

26 

25,4 

Papua 

1,4 

17,4 

36,4 

44,8 

100,0 

113 

25,7 

Jumlah 

0,6 

43,5 

49,1 

6,7 

100,0 

9.971 

25,1 


Lampiran A 


169 







Tabel A.6.3.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk wanita : Pria 

Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal wanita untuk mempunyai anak pertama, menurut provinsi 
Indonesia 2017 


Umur ideal wanita mempunyai anak pertama 

Median 


Provinsi 

<20 

20-24 

25+ 

Tidak tahu 

Jumlah 

Jumlah pria 

(tahun) 

Sumatera 

Aceh 

2,2 

69,4 

21,7 

6,7 

100,0 

251 

23,2 

Sumatera Utara 

1,4 

42,9 

38,9 

16,9 

100,0 

743 

24,8 

Sumatera Barat 

0,5 

39,0 

50,6 

9,8 

100,0 

277 

25,3 

Riau 

1,0 

55,0 

32,3 

11,6 

100,0 

326 

24,2 

Jambi 

2,0 

57,1 

27,3 

13,6 

100,0 

177 

24,1 

Sumatera Selatan 

1,4 

50,2 

34,3 

14,1 

100,0 

377 

24,4 

Bengkulu 

1,0 

53,8 

30,3 

14,9 

100,0 

98 

24,2 

Lampung 

1,5 

55,2 

35,8 

7,5 

100,0 

321 

24,3 

Bangka Belitung 

1,7 

73,8 

20,5 

4,0 

100,0 

69 

23,2 

Kepulauan Riau 

0,2 

41,0 

53,9 

5,0 

100,0 

86 

25,4 

Jawa 

DKI Jakarta 

1,3 

47,0 

50,1 

1,6 

100,0 

567 

25,0 

Jawa Barat 

2,0 

58,6 

31,3 

8,1 

100,0 

2.419 

23,9 

Jawa Tengah 

0,6 

52,4 

40,0 

6,9 

100,0 

1.525 

24,7 

DI Yogyakarta 

0,9 

37,2 

54,9 

6,9 

100,0 

212 

25,4 

Jawa Timur 

1,0 

55,7 

37,7 

5,5 

100,0 

1.884 

24,3 

Banten 

1,2 

58,8 

28,3 

11,7 

100,0 

638 

23,7 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

0,0 

45,0 

52,3 

2,7 

100,0 

224 

25,2 

Nusa Tenggara Barat 

2,3 

56,6 

35,2 

5,9 

100,0 

231 

24,0 

Nusa Tenggara Timur 

0,5 

30,9 

51,3 

17,4 

100,0 

246 

25,8 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

3,2 

56,3 

36,5 

4,0 

100,0 

260 

24,1 

Kalimantan Tengah 

1,1 

41,1 

44,0 

13,8 

100,0 

96 

25,1 

Kalimantan Selatan 

1,8 

65,1 

29,5 

3,6 

100,0 

191 

24,0 

Kalimantan Timur 

0,7 

47,5 

41,4 

10,4 

100,0 

165 

24,8 

Kalimantan Utara 

1,4 

38,2 

48,9 

11,5 

100,0 

29 

25,2 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

2,1 

43,7 

52,4 

1,8 

100,0 

101 

25,3 

Sulawesi Tengah 

5,4 

52,7 

39,0 

2,9 

100,0 

140 

24,2 

Sulawesi Selatan 

4,1 

49,5 

37,1 

9,3 

100,0 

369 

24,1 

Sulawesi Tenggara 

3,6 

52,3 

35,6 

8,5 

100,0 

113 

24,2 

Gorontalo 

0,4 

55,1 

30,9 

13,6 

100,0 

70 

23,8 

Sulawesi Barat 

3,0 

39,1 

37,0 

20,9 

100,0 

61 

24,5 

Maluku dan Papua 

Maluku 

2,5 

31,9 

45,8 

19,7 

100,0 

81 

25,7 

Maluku Utara 

3,2 

49,2 

33,0 

14,5 

100,0 

54 

24,3 

Papua Barat 

0,2 

25,1 

50,3 

24,4 

100,0 

38 

25,7 

Papua 

0,5 

36,4 

28,5 

34,6 

100,0 

171 

24,7 

Jumlah 

1,5 

52,6 

37,1 

8,8 

100,0 

12.612 

24,4 


170 


Lampiran A 







Tabel A.6.4.1 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria : Wanita 

Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal pria untuk mempunyai anak pertama, menurut provinsi, 
Indonesia 2017 


Provinsi 

Umur ideal pria mempunyai anak 

<20 20-24 25+ 

pertama 

Tidak tahu 

Jumlah 

Jumlah 

wanita 

Median 

(tahun) 

Sumatera 

Aceh 

0,0 

5,2 

79,5 

15,4 

100,0 

235 

27,2 

Sumatera Utara 

0,2 

6,5 

83,5 

9,7 

100,0 

598 

27,4 

Sumatera Barat 

0,0 

6,1 

86,7 

7,2 

100,0 

274 

28,0 

Riau 

0,3 

4,7 

88,6 

6,3 

100,0 

262 

27,4 

Jambi 

0,0 

9,3 

77,3 

13,4 

100,0 

124 

26,8 

Sumatera Selatan 

0,6 

6,7 

80,8 

12,0 

100,0 

267 

26,9 

Bengkulu 

0,0 

9,0 

73,0 

18,0 

100,0 

65 

26,8 

Lampung 

0,0 

6,8 

85,2 

8,0 

100,0 

261 

26,9 

Bangka Belitung 

0,0 

15,6 

77,2 

7,1 

100,0 

60 

26,5 

Kepulauan Riau 

0,0 

6,3 

88,8 

4,9 

100,0 

77 

27,6 

Jawa 

DKI Jakarta 

0,0 

3,0 

93,6 

3,5 

100,0 

498 

27,6 

Jawa Barat 

0,1 

6,0 

85,4 

8,5 

100,0 

1.904 

27,0 

Jawa Tengah 

0,0 

8,6 

86,2 

5,2 

100,0 

1.264 

27,0 

DI Yogyakarta 

0,0 

2,6 

89,9 

7,6 

100,0 

191 

27,3 

Jawa Timur 

0,0 

6,8 

89,1 

4,1 

100,0 

1.297 

27,2 

Banten 

0,0 

8,8 

85,1 

6,1 

100,0 

458 

26,9 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

0,0 

3,2 

92,8 

4,0 

100,0 

192 

28,0 

Nusa Tenggara Barat 

0,4 

10,3 

83,0 

6,3 

100,0 

207 

26,8 

Nusa Tenggara Timur 

0,5 

7,2 

76,4 

15,9 

100,0 

199 

28,0 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

1,1 

16,7 

65,2 

17,0 

100,0 

189 

26,7 

Kalimantan Tengah 

0,0 

12,8 

83,5 

3,7 

100,0 

64 

27,1 

Kalimantan Selatan 

0,5 

7,0 

80,4 

12,1 

100,0 

139 

26,6 

Kalimantan Timur 

0,0 

6,6 

85,4 

8,0 

100,0 

111 

26,9 

Kalimantan Utara 

0,9 

6,9 

68,7 

23,6 

100,0 

27 

27,4 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

0,0 

9,5 

82,5 

7,9 

100,0 

78 

27,6 

Sulawesi Tengah 

0,0 

10,0 

81,2 

8,8 

100,0 

105 

27,4 

Sulawesi Selatan 

0,0 

8,4 

83,0 

8,6 

100,0 

356 

27,1 

Sulawesi Tenggara 

0,0 

8,2 

86,0 

5,8 

100,0 

101 

27,5 

Gorontalo 

0,5 

13,8 

79,4 

6,3 

100,0 

48 

26,7 

Sulawesi Barat 

0,2 

7,8 

83,4 

8,6 

100,0 

54 

27,5 

Maluku dan Papua 

Maluku 

0,7 

7,4 

74,0 

18,0 

100,0 

80 

28,3 

Maluku Utara 

0,8 

14,5 

52,4 

32,3 

100,0 

48 

26,6 

Papua Barat 

1,1 

12,8 

66,3 

19,7 

100,0 

26 

27,0 

Papua 

0,0 

11,6 

40,1 

48,3 

100,0 

113 

27,6 

Jumlah 

0,1 

7,2 

84,4 

8,3 

100,0 

9.971 

27,1 


Lampiran A 


171 







Tabel A.6.4.2 Umur ideal mempunyai anak pertama untuk pria : Pria 

Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 tentang umur ideal pria untuk mempunyai anak pertama, menurut provinsi 
Indonesia 2017 


Umur ideal pria mempunyai anak pertama 

Median 


Provinsi 

<20 

20-24 

25+ 

Tidak tahu 

Jumlah 

Jumlah pria 

(tahun) 

Sumatera 

Aceh 

0,0 

4,0 

89,7 

6,3 

100,0 

251 

27,4 

Sumatera Utara 

0,1 

9,7 

76,7 

13,5 

100,0 

743 

27,0 

Sumatera Barat 

0,0 

3,6 

88,6 

7,8 

100,0 

277 

27,4 

Riau 

0,6 

15,3 

74,6 

9,5 

100,0 

326 

26,9 

Jambi 

0,7 

18,0 

69,5 

11,9 

100,0 

177 

26,3 

Sumatera Selatan 

0,0 

10,5 

76,4 

13,0 

100,0 

377 

26,4 

Bengkulu 

0,0 

11,7 

74,9 

13,3 

100,0 

98 

26,5 

Lampung 

0,5 

9,7 

83,3 

6,6 

100,0 

321 

26,8 

Bangka Belitung 

0,7 

17,9 

77,4 

4,0 

100,0 

69 

26,5 

Kepulauan Riau 

0,0 

9,3 

85,5 

5,2 

100,0 

86 

26,9 

Jawa 

DKI Jakarta 

0,0 

5,2 

93,4 

1,4 

100,0 

567 

27,1 

Jawa Barat 

0,6 

12,1 

80,1 

7,2 

100,0 

2.419 

26,6 

Jawa Tengah 

0,0 

6,6 

86,7 

6,7 

100,0 

1.525 

27,0 

DI Yogyakarta 

0,0 

7,7 

86,8 

5,5 

100,0 

212 

27,3 

Jawa Timur 

0,3 

8,2 

86,2 

5,2 

100,0 

1.884 

27,0 

Banten 

0,2 

6,9 

82,6 

10,3 

100,0 

638 

26,7 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

0,0 

3,7 

94,6 

1,7 

100,0 

224 

26,9 

Nusa Tenggara Barat 

0,0 

8,8 

85,3 

5,9 

100,0 

231 

27,0 

Nusa Tenggara Timur 

0,0 

7,1 

75,0 

17,9 

100,0 

246 

27,7 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

0,0 

17,0 

79,8 

3,2 

100,0 

260 

26,9 

Kalimantan Tengah 

0,0 

8,6 

80,3 

11,1 

100,0 

96 

26,8 

Kalimantan Selatan 

0,0 

15,3 

81,2 

3,5 

100,0 

191 

26,7 

Kalimantan Timur 

0,3 

10,5 

78,2 

11,0 

100,0 

165 

26,7 

Kalimantan Utara 

0,0 

9,5 

78,9 

11,6 

100,0 

29 

27,0 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

0,0 

10,4 

87,8 

1,9 

100,0 

101 

27,1 

Sulawesi Tengah 

0,0 

13,6 

83,7 

2,6 

100,0 

140 

26,6 

Sulawesi Selatan 

0,8 

19,1 

72,1 

8,0 

100,0 

369 

26,6 

Sulawesi Tenggara 

1,1 

15,1 

75,3 

8,5 

100,0 

113 

26,5 

Gorontalo 

0,6 

22,4 

64,7 

12,3 

100,0 

70 

26,3 

Sulawesi Barat 

0,2 

15,0 

64,3 

20,4 

100,0 

61 

26,9 

Maluku dan Papua 

Maluku 

0,9 

12,8 

67,3 

18,9 

100,0 

81 

26,9 

Maluku Utara 

1,1 

13,2 

73,6 

12,0 

100,0 

54 

26,4 

Papua Barat 

0,0 

5,2 

71,4 

23,4 

100,0 

38 

27,4 

Papua 

0,0 

9,3 

59,7 

31,0 

100,0 

171 

26,9 

Jumlah 

0,3 

9,8 

82,0 

7,9 

100,0 

12.612 

26,8 


172 • Lampiran A 







Tabel A.6.5.1 Jumlah anak ideal : Wanita 


Distribusi persentase wanita belum kawin umur 15-24 menurut jumlah anak ideal dan rata-rata jumlah anak ideal, menurut provinsi, Indonesia 2017 


Provinsi 

0 

1 

2 

Jumlah anak ideal 

3 4 

5 

6+ 

Respon 

non- 

numerik 

Jumlah 

Jumlah 

wanita 

Rata-rata 
jumlah 
anak ideal 

Sumatera 

Aceh 

1,0 

1,1 

37,1 

20,5 

16,9 

3,4 

2,1 

18,0 

100,0 

235 

3,1 

Sumatera Utara 

1,4 

1,9 

54,9 

22,8 

12,7 

2,4 

0,6 

3,2 

100,0 

598 

2,8 

Sumatera Barat 

0,4 

2,9 

52,9 

22,0 

13,9 

0,7 

1,7 

5,3 

100,0 

274 

2,8 

Riau 

0,0 

2,5 

60,9 

20,1 

8,9 

1,1 

0,5 

6,1 

100,0 

262 

2,7 

Jambi 

0,3 

1,1 

70,2 

14,4 

3,2 

0,5 

0,0 

10,3 

100,0 

124 

2,6 

Sumatera Selatan 

0,0 

0,6 

63,9 

14,8 

7,2 

0,0 

0,3 

13,2 

100,0 

267 

2,7 

Bengkulu 

0,0 

2,8 

64,1 

14,9 

3,0 

1,2 

0,0 

14,0 

100,0 

65 

2,6 

Lampung 

0,0 

3,9 

65,6 

15,2 

8,1 

1,3 

0,0 

5,8 

100,0 

261 

2,7 

Bangka Belitung 

0,0 

2,3 

72,7 

11,6 

4,9 

0,8 

0,5 

7,2 

100,0 

60 

2,6 

Kepulauan Riau 

0,0 

3,0 

64,5 

15,9 

9,3 

0,7 

0,5 

6,4 

100,0 

77 

2,7 

Jawa 

DKI Jakarta 

0,2 

1,4 

63,4 

19,7 

5,9 

2,0 

0,8 

6,6 

100,0 

498 

2,7 

Jawa Barat 

0,4 

1,9 

64,9 

18,8 

6,3 

1,1 

0,4 

6,0 

100,0 

1.904 

2,7 

Jawa Tengah 

0,2 

1,9 

68,1 

21,4 

2,1 

1,0 

0,1 

5,2 

100,0 

1.264 

2,7 

DI Yogyakarta 

0,0 

3,0 

73,5 

15,6 

2,9 

1,6 

0,5 

2,9 

100,0 

191 

2,6 

Jawa Timur 

0,1 

4,1 

75,1 

12,8 

3,5 

1,5 

0,3 

2,6 

100,0 

1.297 

2,6 

Banten 

0,2 

0,8 

53,6 

25,0 

9,5 

2,0 

2,8 

6,0 

100,0 

458 

2,9 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

0,0 

2,1 

76,8 

13,8 

4,9 

0,5 

0,0 

1,9 

100,0 

192 

2,6 

Nusa Tenggara Barat 

0,4 

3,1 

61,7 

17,7 

8,2 

0,5 

0,7 

7,7 

100,0 

207 

2,7 

Nusa Tenggara Timur 

1,2 

1,7 

61,3 

12,5 

11,3 

0,8 

0,4 

10,7 

100,0 

199 

2,7 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

0,5 

2,7 

60,0 

15,1 

11,8 

1,5 

0,0 

8,4 

100,0 

189 

2,7 

Kalimantan Tengah 

0,0 

2,9 

54,1 

18,3 

10,2 

0,8 

0,0 

13,7 

100,0 

64 

2,7 

Kalimantan Selatan 

0,5 

5,0 

63,7 

10,7 

10,0 

2,1 

1,0 

6,9 

100,0 

139 

2,6 

Kalimantan Timur 

0,6 

4,1 

67,7 

15,3 

7,3 

1,9 

0,0 

3,0 

100,0 

111 

2,6 

Kalimantan Utara 

0,7 

3,5 

60,1 

15,4 

10,0 

1,6 

0,7 

8,0 

100,0 

27 

27 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

0,0 

9,1 

70,5 

8,2 

1,0 

0,0 

0,0 

11,3 

100,0 

78 

2,5 

Sulawesi Tengah 

0,5 

13,2 

67,8 

9,3 

3,3 

0,4 

0,4 

5,1 

100,0 

105 

2,5 

Sulawesi Selatan 

0,0 

4,6 

63,3 

14,2 

7,0 

1,6 

0,2 

9,1 

100,0 

356 

2,6 

Sulawesi Tenggara 

0,3 

3,0 

52,7 

20,4 

16,8 

4,8 

0,5 

1,4 

100,0 

101 

2,9 

Gorontalo 

0,5 

8,3 

69,7 

6,2 

5,0 

0,0 

0,0 

10,3 

100,0 

48 

2,5 

Sulawesi Barat 

0,7 

3,1 

64,1 

15,4 

7,0 

1,7 

0,2 

7,7 

100,0 

54 

2,7 

Maluku dan Papua 

Maluku 

0,7 

5,7 

63,9 

11,7 

4,5 

0,4 

1,0 

12,2 

100,0 

80 

2,6 

Maluku Utara 

0,4 

4,1 

62,2 

13,8 

4,5 

0,0 

0,0 

15,0 

100,0 

48 

2,6 

Papua Barat 

0,5 

5,3 

54,1 

12,1 

11,0 

1,7 

0,0 

15,3 

100,0 

26 

2,7 

Papua 

1,0 

5,7 

43,4 

13,0 

11,5 

1,4 

2,5 

21,6 

100,0 

113 

2,8 

Jumlah 

0,4 

2,7 

64,2 

17,6 

6,8 

1,4 

0,6 

6,4 

100,0 

9.971 

2,7 


Lampiran A • 173 







Tabel A.6.5.2 Jumlah anak ideal : Pria 

Distribusi persentase pria belum kawin umur 15-24 menurut jumlah anak ideal dan rata-rata jumlah anak ideal, menurut provinsi, Indonesia 2017 





Jumlah anak ideal 





Rata-rata 







Respon 


jumlah 







non- 

Jumlah 

anak 

Provinsi 

0 

1 2 

3 4 

5 

6+ 

numerik 

Jumlah pria 

ideal 


Sumatera 


Aceh 

0,0 

1,1 

32,8 

24,2 

21,6 

7,1 

4,3 

8,9 

100,0 

251 

3,5 

Sumatera Utara 

0,1 

1,1 

52,3 

24,7 

13,2 

3,0 

1,6 

4,1 

100,0 

743 

2,9 

Sumatera Barat 

0,0 

2,6 

55,1 

19,5 

13,3 

4,4 

2,6 

2,5 

100,0 

277 

2,8 

Riau 

0,0 

2,2 

51,9 

23,6 

10,0 

4,3 

0,9 

7,1 

100,0 

326 

2,9 

Jambi 

0,0 

3,4 

71,0 

12,4 

6,0 

0,7 

0,0 

6,5 

100,0 

177 

2,6 

Sumatera Selatan 

0,0 

1,1 

64,9 

12,5 

7,7 

1,6 

0,9 

11,2 

100,0 

377 

2,7 

Bengkulu 

0,0 

1,2 

65,7 

14,5 

3,3 

0,5 

0,0 

14,8 

100,0 

98 

2,6 

Lampung 

0,0 

0,5 

62,3 

23,4 

6,3 

1,3 

0,8 

5,4 

100,0 

321 

2,8 

Bangka Belitung 

0,0 

2,8 

67,7 

18,3 

8,8 

1,5 

0,4 

0,4 

100,0 

69 

2,7 

Kepulauan Riau 

0,0 

3,4 

60,0 

22,0 

8,5 

1,2 

0,0 

4,8 

100,0 

86 

2,7 

Jawa 

DKI Jakarta 

0,0 

2,5 

67,4 

20,0 

6,3 

1,9 

0,9 

0,9 

100,0 

567 

2,7 

Jawa Barat 

0,1 

2,4 

60,8 

22,5 

7,4 

2,3 

1,2 

3,3 

100,0 

2.419 

2,8 

Jawa Tengah 

0,1 

2,3 

72,8 

18,3 

2,9 

0,3 

0,2 

3,0 

100,0 

1.525 

2,6 

DI Yogyakarta 

0,0 

4,2 

58,9 

25,7 

3,0 

0,4 

0,5 

7,2 

100,0 

212 

2,7 

Jawa Timur 

0,0 

3,1 

73,8 

12,0 

4,0 

1,0 

1,5 

4,6 

100,0 

1.884 

2,6 

Banten 

0,0 

2,0 

44,0 

27,9 

11,8 

4,6 

3,4 

6,3 

100,0 

638 

3,0 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

0,0 

2,8 

78,4 

12,1 

4,7 

1,5 

0,0 

0,4 

100,0 

224 

2,6 

Nusa Tenggara Barat 

0,0 

2,4 

66,0 

22,0 

6,2 

2,6 

0,5 

0,3 

100,0 

231 

2,7 

Nusa Tenggara Timur 

0,2 

1,6 

50,9 

18,5 

16,7 

4,1 

2,1 

5,9 

100,0 

246 

2,9 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

0,0 

1,6 

60,0 

23,1 

11,1 

3,6 

0,4 

0,4 

100,0 

260 

2,8 

Kalimantan Tengah 

0,0 

3,9 

63,1 

17,4 

2,6 

0,0 

1,1 

11,9 

100,0 

96 

2,6 

Kalimantan Selatan 

0,0 

3,0 

66,1 

23,3 

6,8 

0,0 

0,4 

0,4 

100,0 

191 

2,7 

Kalimantan Timur 

0,0 

1,7 

54,6 

18,5 

4,3 

2,1 

0,9 

17,9 

100,0 

165 

2,7 

Kalimantan Utara 

0,0 

2,3 

46,2 

24,4 

18,8 

2,9 

1,6 

3,7 

100,0 

29 

3,0 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

0,0 

4,1 

83,3 

10,9 

1,7 

0,0 

0,0 

0,0 

100,0 

101 

2,6 

Sulawesi Tengah 

0,2 

4,4 

69,3 

16,6 

7,2 

0,7 

0,0 

1,5 

100,0 

140 

2,6 

Sulawesi Selatan 

0,0 

4,4 

56,6 

17,3 

10,5 

3,4 

1,3 

6,4 

100,0 

369 

2,7 

Sulawesi Tenggara 

0,0 

0,6 

55,3 

26,2 

8,9 

2,9 

1,5 

4,6 

100,0 

113 

2,9 

Gorontalo 

0,0 

9,7 

72,9 

9,3 

2,0 

0,8 

0,3 

5,0 

100,0 

70 

2,5 

Sulawesi Barat 

0,3 

1,3 

54,3 

15,8 

8,5 

6,5 

2,5 

10,9 

100,0 

61 

2,8 

Maluku dan Papua 

Maluku 

0,8 

3,7 

42,7 

23,6 

14,5 

3,9 

0,9 

10,0 

100,0 

81 

2,9 

Maluku Utara 

0,4 

3,3 

48,5 

24,4 

16,8 

3,9 

1,8 

1,0 

100,0 

54 

2,9 

Papua Barat 

0,0 

0,0 

32,1 

18,7 

9,1 

3,9 

1,9 

34,3 

100,0 

38 

3,0 

Papua 

0,0 

1,9 

28,6 

18,2 

13,0 

8,7 

5,4 

24,1 

100,0 

171 

3,4 

Jumlah 

0,1 

2,4 

62,2 

19,5 

7,5 

2,2 

1,3 

4,8 

100,0 

12.612 

2,7 


174 


Lampiran A 









BAB 8 PENGETAHUAN TENTANG AIDS DAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL 


Tabel A.8.1 Pengetahuan tentang HIV AIDS 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar tentang HIV AIDS menurut 
provinsi, Indonesia 2017 



Wanita belum kawin 

Pria belum kawin 


Pernah 

Pernah 


mendengar 

mendengar 

Provinsi 

AIDS Jumlah 

AIDS Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

88,1 

235 

85,3 

251 

Sumatera Utara 

85,4 

598 

81,4 

743 

Sumatera Barat 

92,4 

274 

88,2 

277 

Riau 

91,1 

262 

84,4 

326 

Jambi 

92,4 

124 

90,2 

177 

Sumatera Selatan 

81,3 

267 

68,8 

377 

Bengkulu 

90,0 

65 

91,3 

98 

Lampung 

88,0 

261 

80,4 

321 

Bangka Belitung 

92,3 

60 

90,7 

69 

Kepulauan Riau 

96,2 

77 

97,6 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

96,4 

498 

94,1 

567 

Jawa Barat 

94,2 

1.904 

85,0 

2.419 

Jawa Tengah 

95,8 

1.264 

92,2 

1.525 

DI Yogyakarta 

98,5 

191 

95,8 

212 

Jawa Timur 

95,0 

1.297 

90,9 

1.884 

Banten 

94,1 

458 

87,6 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

96,5 

192 

99,3 

224 

Nusa Tenggara Barat 

91,1 

207 

83,8 

231 

Nusa Tenggara Timur 

82,1 

199 

74,3 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

69,3 

189 

77,5 

260 

Kalimantan Tengah 

90,6 

64 

70,7 

96 

Kalimantan Selatan 

87,5 

139 

81,4 

191 

Kalimantan Timur 

97,6 

m 

92,8 

165 

Kalimantan Utara 

91,3 

27 

79,3 

2,9 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

97,9 

78 

87,0 

101 

Sulawesi Tengah 

86,7 

105 

78,3 

140 

Sulawesi Selatan 

88,0 

356 

70,4 

369 

Sulawesi Tenggara 

89,6 

101 

80,4 

113 

Gorontalo 

91,9 

48 

67,4 

70 

Sulawesi Barat 

82,8 

54 

67,4 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

86,0 

80 

85,1 

81 

Maluku Utara 

83,5 

48 

85,2 

54 

Papua Barat 

91,0 

26 

92,7 

38 

Papua 

74,9 

113 

86,9 

171 

Jumlah 

91,8 

9.971 

86,1 

12.612 


Lampiran A 


175 







Tabel A.8.2 Pengetahuan tentang penyakit menular lain 


Persentase wanita dan pria belum kawin umur 15-24 yang pernah mendengar penyakit menular seksual 
lain, menurut provinsi, Indonesia 2017 



Wanita belum kawin 

Pria belum kawin 


Pernah 

Pernah 


mendengar 

mendengar 


penyakit 

penyakit 


menular 

menular 

Provinsi 

seksual lain Jumlah 

seksual lain Jumlah 


Sumatera 


Aceh 

17,5 

235 

26,3 

251 

Sumatera Utara 

19,2 

598 

27,2 

743 

Sumatera Barat 

28,0 

274 

25,6 

277 

Riau 

19,0 

262 

22,3 

326 

Jambi 

21,9 

124 

23,3 

177 

Sumatera Selatan 

25,9 

267 

32,0 

377 

Bengkulu 

29,4 

65 

47,2 

98 

Lampung 

36,7 

261 

40,7 

321 

Bangka Belitung 

45,0 

60 

47,2 

69 

Kepulauan Riau 

53,4 

77 

62,5 

86 

Jawa 

DKI Jakarta 

42,8 

498 

47,4 

567 

Jawa Barat 

28,1 

1.904 

28,9 

2.419 

Jawa Tengah 

50,4 

1.264 

45,9 

1.525 

DI Yogyakarta 

44,8 

191 

50,0 

212 

Jawa Timur 

51,8 

1.297 

53,1 

1.884 

Banten 

37,9 

458 

34,9 

638 

Bali dan Nusa Tenggara 

Bali 

58,1 

192 

76,6 

224 

Nusa Tenggara Barat 

23,7 

207 

32,5 

231 

Nusa Tenggara Timur 

29,2 

199 

18,8 

246 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

23,1 

189 

27,0 

260 

Kalimantan Tengah 

48,5 

64 

32,5 

96 

Kalimantan Selatan 

43,3 

139 

54,5 

191 

Kalimantan Timur 

32,1 

111 

60,1 

165 

Kalimantan Utara 

20,6 

27 

21,2 

29 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

24,4 

78 

51,9 

101 

Sulawesi Tengah 

35,2 

105 

55,4 

140 

Sulawesi Selatan 

28,1 

356 

31,9 

369 

Sulawesi Tenggara 

26,3 

101 

39,5 

113 

Gorontalo 

24,9 

48 

38,6 

70 

Sulawesi Barat 

15,7 

54 

13,6 

61 

Maluku dan Papua 

Maluku 

27,2 

80 

29,5 

81 

Maluku Utara 

17,1 

48 

21,4 

54 

Papua Barat 

44,6 

26 

42,1 

38 

Papua 

14,6 

113 

43,1 

171 

Jumlah 

35,4 

9.971 

38,8 

12.612 


176 


Lampiran A 







DESAIN SURVEI 


Lampiran 

B 


B.1 Pendahuluan 

Tujuan utama dari kesehatan reproduksi remaja (KRR) sebagai bagian dari Survei Demografi dan 
Kesehatan (SDKI) 2017 adalah untuk menyediakan informasi bagi pembuat kebijakan dan manajer program 
pada data tingkat nasional dan tingkat provinsi tentang pengetahuan, sikap, dan prilaku remaja dewasa muda 
tentang reproduksi manusia, hubungan, HIV / AIDS, dan seksualitas. KRR juga dirancang untuk menyediakan: 

• Mengukur tingkat pengetahuan remaja dewasa muda tentang isu-isu kesehatan reproduksi 

• Periksa sikap remaja dewasa muda pada berbagai masalah dalam kesehatan reproduksi 

• Mengukur tingkat penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, dan penggunaan narkoba 

• Mengukur tingkat aktivitas seksual di kalangan remaja dewasa muda 

• Jelajahi kesadaran remaja muda 'dari HIV / AIDS dan infeksi menular seksual lainnya. 

B.2 Metode Sampling 
B. 2.1. Cakupan Sampel 

Desain sampling SDKI 2017 dirancang untuk dapat menyajikan angka estimasi pada level nasional 
dan level provinsi. Sampel SDKI 2017 tersebar di 1.970 blok sensus dari 34 provinsi di Indonesia yang 
meliputi daerah perkotaan dan perdesaan. Dengan sampel blok sensus sebesar ini diharapkan diperoleh jumlah 
sampel rumah tangga sebanyak 49.250 rumah tangga (1 blok sensus 25 rumah tangga), di mana 25.300 rumah 
tangga merupakan sampel daerah perkotaan dan 23.950 rumah tangga merupakan sampel daerah perdesaan. 

B.2.2. Ukuran Sampel 

Jumlah sampel dihitung dengan mempertimbangkan besaran relative Standard error dari beberapa variabel 
pokok SDKI 2017 baik WUS, PK, dan Remaja. Dengan acuan besaran minimum sample size yang harus 
dipenuhi untuk perkiraan RSE rata2 sebesar 3.5%, maka sampel rumah tangga total dihitung untuk setiap 
provinsi. Besaran RSE 3.5% merupakan nilai tengah dari kebutuhan sampel yang harus diambil untuk dapat 
mengcover kecukupan akurasi dari beberapa indikator. Selanjutnya besaran sampel ini harus dikoreksi dengan 
pendekatan metode compromise allocation (mempertimbangkan proprotionalitas sebaran jumlah penduduk), 
dan juga disesuaikan dengan antisipasi non response sebesar 5%. Selanjutnya sampel didistribusikan secara 
proportional untuk domain urban/rural. Sehingga rumus penentuan sampel ramah tangga sbb: 

P a 

n g — ax-^xn + (1 — a)xn g 'x 1.05 


dengan: 

n g : jumlah sampel rumah tangga di provinsi ke-g 
a : 0,5 

P g : jumlah penduduk di provinsi ke-g 
P : jumlah penduduk Indonesia 

n g : jumlah sampel rumah tangga hitungan dasar provinsi ke-g, n — Y n g ’ dan 1-05 : over sampel 


Lampiran B • 177 




Alokasi sampel blok sensus dan rumah tangga per provinsi seperti pada Tabel B. 1.1. 


Tabel B.1.1 Alokasi sampel per provinsi 







Blok Sensus 


Rumah Tangga 


Provinsi 

Kota 

Desa 

Jumlah 

Kota 

Desa 

Jumlah 

Sumatera 

Aceh 

30 

62 

92 

750 

1.550 

2.300 

Sumatera Utara 

52 

44 

96 

1.300 

1.100 

2.400 

Sumatera Barat 

24 

22 

46 

600 

550 

1.150 

Riau 

16 

24 

40 

400 

600 

1.000 

Jambi 

12 

16 

28 

300 

400 

700 

Sumatera Selatan 

18 

26 

44 

450 

650 

1.100 

Bengkulu 

12 

22 

34 

300 

550 

850 

Lampung 

16 

36 

52 

400 

900 

1.300 

Bangka Belitung 

20 

12 

32 

500 

300 

800 

Kepulauan Riau 

36 

4 

40 

900 

100 

1.000 

Jawa 

DKI Jakarta 

66 

0 

66 

1.650 

0 

1.650 

Jawa Barat 

152 

48 

200 

3.800 

1.200 

5.000 

Jawa Tengah 

76 

76 

152 

1.900 

1.900 

3.800 

DI Yogyakarta 

24 

6 

30 

600 

150 

750 

Jawa Timur 

88 

80 

168 

2.200 

2.000 

4.200 

Banten 

44 

18 

62 

1.100 

450 

1.550 

Bali and Nusa Tenggara 

Bali 

22 

10 

32 

550 

250 

800 

Nusa Tenggara Barat 

28 

28 

56 

700 

700 

1.400 

Nusa Tenggara Timur 

20 

66 

86 

500 

1.650 

2.150 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

14 

24 

38 

350 

600 

950 

Kalimantan Tengah 

10 

16 

26 

250 

400 

650 

Kalimantan Selatan 

16 

18 

34 

400 

450 

850 

Kalimantan Timur 

40 

12 

52 

1.000 

300 

1.300 

Kalimantan Utara 

12 

12 

24 

300 

300 

600 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

14 

12 

26 

350 

300 

650 

Sulawesi Tengah 

16 

32 

48 

400 

800 

1.200 

Sulawesi Selatan 

32 

38 

70 

800 

950 

1.750 

Sulawesi Tenggara 

20 

36 

56 

500 

900 

1.400 

Gorontalo 

10 

14 

24 

250 

350 

600 

Sulawesi Barat 

16 

46 

62 

400 

1.150 

1.550 

Maluku and Papua 

Maluku 

32 

36 

68 

800 

900 

1.700 

Maluku Utara 

12 

28 

40 

300 

700 

1.000 

Papua Barat 

6 

16 

22 

150 

400 

550 

Papua 

6 

18 

24 

150 

450 

600 

Jumlah 

1.012 

958 

1.970 

25.300 

23.950 

49.250 


B.2.3. Stratifikasi 

Sampel SDKI 2017 distratifikasi menurut provinsi dan klasifikasi daerah perkotaan dan pedesaan serta 
dilakukan stratifikasi implicit menurut konsentrasi kesejahteraan. Di setiap strata terlebih dahulu dilakukan 
implicit stratification dengan mengurutkan blok sensus berdasarkan kategori Wealth Index. Wealth index 
diukur dengan pendekatan multivariate yaitu PCA Polychoric. 

Sumber data yang digunakan adalah data hasil pencacahan lengkap SP2010. Variabel yang dijadikan dasar 
stratifikasi adalah: jenis lantai, sumber penerangan utama, bahan bakar utama untuk memasak, sumber air 
minum utama, fasilitas tempat buang air besar, tempat akhir pembuangan tinja, penguasaan telepon, ada 
tidaknya ART yang terhubung (akses) ke internet, dan pendidikan KRT. Penghitungan indeks kesejahteraan 
rumah tangga dengan pendekatan analisis Principal Component Polychoric dari 9 variabel operasional 
tersebut. Kemudian menentukan desil indeks kesejahteraan rumah tangga kemudian mengelompokkan rumah 


178 • Lampiran B 









tangga tersebut ke dalam 3 kategori Wealth Index (Rendah, Sedang, Tinggi). Secara umum formulasi Wealth 
Index sebagai berikut: 

[ ,= 

?=i 

keterangan: 

y : penimbang untuk variabel k e-p kategori ke-I yang diperoleh dari principal component 

polychoric yang pertama, dengan alasan bahwa principal component yang pertama memiliki 
kontribusi terbesar dalam menjelaskan variabilitas data 
I .: nilai indeks untuk rumah tangga ke-j 


Selanjutnya dilakukan penghitungan indeks konsentrasi blok sensus, dan kemudian mengelompokkan blok 
sensus ke dalam 3 kategori (strata) berdasarkan jumlah kategori dominan di blok sensus tersebut. Misalkan 
jumlah rumah tangga di blok sensus k e-i, kategori kesejahteraan ke-£ (k=l, 2, 3) adalah M ki dan jumlah 
populasi blok sensus di kabupaten/kota adalah N maka indeks konsentrasinya dirumuskan sebagai berikut: 



Selanjutnya blok sensus ke-/ dikategorikan sebagai strata ks-k jika: I k bernilai maksimum. 

B.2.4. Kerangka Sampel 

Kerangka sampel yang digunakan dalam SDKI 2017 dibedakan menurut kerangka sampel untuk pemilihan 
blok sensus dan kerangka sampel untuk pemilihan rumah tangga. Kerangka sampel yang digunakan adalah 
Master Sampel Blok Sensus (183000 bs) yang berisi daftar blok sensus yang dilengkapi dengan informasi 
jumlah mmahtangga hasil listing Sensus Penduduk 2010, klasifikasi urban/rural, dan strata wealth index. 
Kerangka sampel untuk pemilihan rumah tangga adalah daftar rumah tangga biasa hasil pemutakhiran ramah 
tangga Sensus Penduduk (SP2010) pada blok sensus terpilih SDKI 2017. Daftar rumah tangga biasa ini tidak 
termasuk institutional household (panti asuhan, barak polisi/militer, penjara, dsb) dalam setiap sampel blok 
sensus hasil pencacahan lengkap SP2010 yang telah dimutakhirkan. 

B.2.5. Desain Sampling 

Metode sampling yang digunakan adalah sampling dua tahap berstrata. Tahap pertama memilih sejumlah blok 
sensus secara PPS (proportional to size ) sistematik dengan size jumlah rumah tangga hasil listing SP2010. 
Sistematik dengan proses implicit stratifikasi menurut perkotaan dan pedesaan dan dengan pengurutan blok 
sensus berdasarkan kategori Wealth Index. Tahap kedua memilih 25 ramah tangga biasa di setiap blok sensus 
terpilih secara sistematik dari hasil pemutakhiran ramah tangga. Untuk PK akan dipilih 8 ramah tangga secara 
sistematik dari 25 rumah tangga tersebut. 


B.3 Implementasi 

Dalam setiap blok sensus, updating dan pemetaan daftar rumah tangga secara lengkap dilakukan pada 
bulan April 2017. Daftar lengkap rumah tangga di masing-masing blok sensus dijadikan dasar untuk 
pengambilan sampel tahap kedua. Sebanyak 25 rumah tangga dipilih secara sistematis dari setiap blok sensus. 
Semua wanita usia 15-49 yang memenuhi syarat diwawancara dan semua pria tidak menikah usia 15-24 yang 
memenuhi syarat diwawancarai dalam komponen Remaja dari SDKI. Data untuk tidak pernah menikah-wanita 
usia 15-24 dan tidak pernah menikah-laki usia 15-24 tahun merupakan dasar laporan ini. 


Lampiran B • 179 



Jumlah target wanita usia 15-49 tahun dan pria kawin usia 15-24 terlihat di Tabel B. 1.2. 
Tabel B. 1.2 Target responden menurut provinsi 


Tabel B.1.2 Target responden menurut provinsi 


Wanita 15-49 Pria Belum Kawin 15-24 


Provinsi 

Urban 

Rural 

Total 

Urban 

Rural 

Total 

Sumatera 

DI Aceh 

900 

1.860 

2.760 

375 

775 

1.150 

Sumatera Utara 

1.560 

1.320 

2.880 

650 

550 

1.200 

Sumatera Barat 

720 

660 

1.380 

300 

275 

575 

Riau 

480 

720 

1.200 

200 

300 

500 

Jambi 

360 

480 

840 

150 

200 

350 

Sumatera Selatan 

540 

780 

1.320 

225 

325 

550 

Bengkulu 

360 

660 

1.020 

150 

275 

425 

Lampung 

480 

1.080 

1.560 

200 

450 

650 

Bangka Belitung 

600 

360 

960 

250 

150 

400 

Kepulauan Riau 

1,080 

120 

1.200 

450 

50 

500 

Java 

DKI Jakarta 

1.980 

0 

1.980 

825 

0 

825 

Jawa Barat 

4.560 

1.440 

6.000 

1.900 

600 

2.500 

Jawa Tengah 

2.280 

2.280 

4.560 

950 

950 

1.900 

DI Yogyakarta 

720 

180 

900 

300 

75 

375 

Jawa Timur 

2.640 

2.400 

5.040 

1.100 

1.000 

2.100 

Banten 

1.320 

540 

1.860 

550 

225 

775 

Bali and Nusa Tenggara 

Bali 

660 

300 

960 

275 

125 

400 

Nusa Tenggara Barat 

840 

840 

1.680 

350 

350 

700 

Nusa Tenggara Timur 

600 

1.980 

2.580 

250 

825 

1.075 

Kalimantan 

Kalimantan Barat 

420 

720 

1.140 

175 

300 

475 

Kalimantan Tengah 

300 

480 

780 

125 

200 

325 

Kalimantan Selatan 

480 

540 

1.020 

200 

225 

425 

Kalimantan Timur 

1.200 

360 

1.560 

500 

150 

650 

Kalimantan Utara 

360 

360 

720 

150 

150 

300 

Sulawesi 

Sulawesi Utara 

420 

360 

780 

175 

150 

325 

Sulawesi Tengah 

480 

960 

1.440 

200 

400 

600 

Sulawesi Selatan 

960 

1.140 

2.100 

400 

475 

875 

Sulawesi Tenggara 

600 

1.080 

1.680 

250 

450 

700 

Gorontalo 

300 

420 

720 

125 

175 

300 

Sulawesi Barat 

480 

1.380 

1.860 

200 

575 

775 

Maluku and Papua 

Maluku 

960 

1.080 

2.040 

400 

450 

850 

Maluku Utara 

360 

840 

1.200 

150 

350 

500 

Papua Barat 

180 

480 

660 

75 

200 

275 

Papua 

180 

540 

720 

75 

225 

300 

Total 

30.360 

28.740 

59.100 

12.650 

11.975 

24.625 


Hasil pendataan sampel rumah tangga baik di perkotaan-pedesaan menurut provinsi ditunjukkan pada 
Tabel B.2.1. Tabel B.2.2 menyajikan cakupan survei untuk responden perempuan. Tabel B.2.3 menunjukkan 
bahwa dari 7.699 responden pria usia 15-24 di perkotaan dapat diwawancarai, di mana wawancara dapat 
selesai 94 persen. 6.161 pria yang tidak pernah menikah usia 15-24 di pedesaan dapat diwawancarai, di mana 
wawancara dapat selesai 94,8 persen, dan 0,4 persen dari mereka menolak untuk diwawancarai. Untuk daerah 
perkotaan ada 0,8 persen responden dari 7.699 pria usia 15-24 juga menolak untuk diwawancarai. Persentase 
responden tidak di rumah ketika survei dilakukan sekitar 4 persen baik di perkotaan dan pedesaan. Tingkat 
respon secara total sangat baik sekitar 96-100 persen. 


180 • Lampiran B 









KESALAHAN SAMPLING 


LAMPIRAN 


Estimasi dari suatu survei sampel dipengaruhi oleh 2 tipe eror: (1) nonsampling errors dan (2) sampling 
errors. Nonsampling errors merupakan hasil dari kesalahan yang terjadi ketika implementasi pengumpulan 
data dan pengolahan data, seperti kesalahan dalam mengidentifikasi lokasi dan wawancara rumatangga, 
kesalahan dalam memahami pertanyaan baik dari pihak petugas wawancara maupun dari responden, dan 
kesalahan ketika proses entry data. 

Sampling Errors, di sisi lain, dapat dievaluasi secara statistik. Beberapa responden yang menjadi sampel 
ARH komponen dari IDHS 2017 merupakan satu dari beberapa sampel yang mungkin terpilih dari 
populasi yang sama, menggunakan desain dan ukuran sampel yang sama. Setiap sampel ini akan 
memberikan hasil yang berbeda dari hasil actual sampel yang terpilih. Sampling error adalah suatu 
pengukuran keragaman diantara seluruh kemungkinan sampel ( all possible sample). Meskipun derajat 
keragamannya tidak diketahui secara pasti, namun dapat diestimasi melalu hasil survei. 

Suatu sampling error biasanya diukur berdasarkan Standard error untuk statistik inti ( mean , persentase, 
dsb), yang merupakan akar kuadrat dari varians. Standard error dapat digunakan untuk menghitung selang 
kepercayaan ( conjidence interval) dimana true value untuk populasi diperkirakan jatuh pada interval 
tersebut. Sebagai contoh, untuk suatu statistik apapun yang dihitung dari suatu survei sampel, nilai dari 
statistic tersebut akan jatuh di dalam range kurang atau lebih dua kali Standard error dari statisik tersebut 
pada 95 persen dari seluruh kemungkinan sampel ( all possible sample ) dengan ukuran dan desain yang 
sama. 

Jika sampel responden dipilih dengan Simple Random Sample (SRS), maka dapat dimungkinkan untuk 
menggunakan formula yang langsung menghitung sampling error. Bagaimanapun, sampel IDHS 2017 
merupakan hasil dari desain multi-stage stratifikasi, sehingga membutuhkan formula yang lebih kompleks. 
Software Computer yang digunakan untuk menghitung sampling error untuk IDHS 2017 ini adalah 
Software STATA. Program ini menggunakan metode linieritas Taylor untuk estimasi varians dari estimasi 
rata-rata dan proporsi. 

Metode linieritas Taylor menganggap nilai persentase atau rata-rata sebagai suatu estimasi rasio, r = y/x, 
dimana y merupakan nilai total sampel untuk variabel y, dan x merupakan jumlah total amatan dalam suatu 
kelompok atau sub kelompok. Varians dari r dihitung menggunakan formula di bawah ini, dengan 
Standard error merupakan akar kuadrat dari varians: 


Z hi ~ yhi a nd z h ~yh 


dimana 

h : strata dari 1 sampai H 

m h : jumlah total klaster yang terpilih pada strata k e-h 

yhi : jumlah nilai tertimbang dari variabel y pada klaster ke-/ pada strata k e-h, 

Xhi : jumlah dari banyaknya amatan tertimbang pada klaster ke-/ pada strata k e-h, dan 

fh : fraksi sampling dari PSU pada strata k e-h yang nilainya kecil dan dapat diabaikan 


Sebagai tambahan dari Standard error, program inimenghitung desain efek (DEFT) untuk setiap estimasi, 
yang didefinisikan sebagai rasio antara Standard error yang menggunakan sampel desain dengan standar 
error yang akan memberikan hasil bila menggunakan teknik sampling SRS. Nilai desain efek 1 
mengindikasikan bahwa desain sampel sama efisien dengan desain SRS, sedangkan nilai DEFT yang lebih 
dari 1 mengindikasikan bahwa peningkatan dari sampling error disebabkan karena penggunaan desain 
yang lebih kompleks dan kurang efisien secara statistic, seperti multistage dan teknik klaster. Program ini 
juga menghitung Relative Standard Error (RSE) dan batas kepercayaan dari nilai estimasi. 


Lampiran C • 181 



Sampling error untuk komponen ARH dari IDHS 2017 dihitung untuk beberapa variabel terpilih yang 
dianggap sebagai focus utama dari survei untuk wanita dan survei untuk laki-laki. Hasil yang disajikan 
pada appendix merupakan hasil untuk nasional secara keseluruhan, untuk daerah perkotaan dan perdesaan 
secara terpisah, serta untuk masing-masing 34 propinsi. Untuk setiap ariabel, tipe nilai statistik (rata-rata, 
proporsi, atau rate) dan populasi dasar disajikan pada Tabel C.l. Sedangkan pada Tabel C.2 hingga Tabel 
C.38 menggambarkan nilai statistik (R), Standard error (SE), banyaknya amatan tak tertimbang (N- 
UNWE) dan amatan yang tertimbang (N-WEIG), desain efek (DEFT), relatie Standard error (SE/R), dan 
batas kepercayaan 95 persen (R±2SE), untuk setiap variabel. Nilai DEFT dianggap tidak didefinisikan 
ketika Standard error dengan SRS bernilai nol (ketika estimasi mendekati nol atau satu). 

Selang kepercayaan (misalnya yang dihitung untuk jumlah anak ideal untuk wanita muda usia 15-24 yang 
belum menikah) dapat diintepretasikan sebagai: keseluruhan rata-rata jumlah anak ideal untuk wanita 
muda usia 15-24 yang belum menikah dari sampel nasional adalah 2,373 dan Standard error- nya adalah 
0,012. Sehingga, untuk menentukan batas selang kepercayaan 95 persen, tambahkan dan kurangkan 
dengan 2 kali Standard error untuk estimasi sampel, yaitu 2.373±2x0,012. Terdapat peluang yang besar 
(95 persen) bahwa nilai sesungguhnya (true value) dari rata-rata jumlah anak ideal untuk wanita muda usia 
15-24 yang belum menikah adalah antara 2,350 dan 2,396. 


Tabel C.l Daftar variabel untuk kesalahan sampling, Indonesia 2017 

Variabel 

Estimasi 

Populasi dasar 

WANITA 

Dapat Membaca 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Pendidikan SD kebawah 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

SMTA+ 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Pengetahuan mengenai masa subur 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Pernah mendengar tentang Anemia 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Jumlah anak ideal 

Rata-rata 

Wanita tidak kawin 15-24 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah HIV/AIDS Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Pernah merokok 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Pernah minum Alkohol 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Mengetahui metode kontrasepsi 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

Proporsi 

Wanita tidak kawin 15-24 

PRIA 

Dapat Membaca 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

Pendidikan SD kebawah 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

SMTA+ 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

Pengetahuan mengenai masa subur 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

Pernah mendengar tentang Anemia 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

Jumlah anak ideal 

Rata-rata 

Pria tidak kawin 15-24 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah HIV/AIDS Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

Pernah merokok 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 

Pernah minum Alkohol 

Proporsi 

Pria tidak kawin 15-24 


182 


Lampiran C 










Tabel C.2 Kesalahan sampling: Nasional, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 



Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

tertimbang 

(N) 

Tertimbang 

(WN) 

rancangan 

(DEFT) 

relatif 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,996 

0,001 

10.691 

9.971 

1,199 

0,001 

0,994 

0,997 

Pendidikan SD kebawah 

0,037 

0,003 

10.691 

9.971 

1,395 

0,069 

0,032 

0,042 

SMTA+ 

0,963 

0,003 

10.691 

9.971 

1,395 

0,003 

0,958 

0,968 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,583 

0,007 

10.691 

9.971 

1,472 

0,012 

0,569 

0,596 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,816 

0,005 

10.691 

9.971 

1,430 

0,007 

0,806 

0,827 

Jumlah anak ideal 

2,373 

0,012 

9.881 

9.335 

1,391 

0,005 

2,350 

2,396 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,918 

0,004 

10.691 

9.971 

1,363 

0,004 

0,911 

0,925 

HIV/AIDS 

0,867 

0,004 

10.691 

9.971 

1,308 

0,005 

0,858 

0,875 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,243 

0,006 

10.691 

9.971 

1,514 

0,026 

0,231 

0,256 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,259 

0,006 

10.691 

9.971 

1,514 

0,025 

0,246 

0,271 

Pernah merokok 

0,071 

0,003 

10.691 

9.971 

1,203 

0,042 

0,065 

0,077 

Pernah minum Alkohol 

0,044 

0,003 

10.691 

9.971 

1,369 

0,061 

0,039 

0,050 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,955 

0,003 

10.691 

9.971 

1,311 

0,003 

0,950 

0,960 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,955 

0,003 

10.691 

9.971 

1,311 

0,003 

0,950 

0,960 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,986 

0,001 

13.079 

12.612 

1,374 

0,001 

0,983 

0,989 

Pendidikan SD kebawah 

0,100 

0,005 

13.079 

12.612 

1,702 

0,046 

0,091 

0,109 

SMTA+ 

0,900 

0,005 

13.079 

12.612 

1,702 

0,005 

0,891 

0,909 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,355 

0,008 

13.079 

12.612 

1,819 

0,022 

0,340 

0,370 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,534 

0,008 

13.079 

12.612 

1,733 

0,014 

0,519 

0,549 

Jumlah anak ideal 

2,474 

0,018 

11.827 

12.001 

1,995 

0,007 

2,440 

2,509 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,861 

0,005 

13.079 

12.612 

1,708 

0,006 

0,850 

0,871 

HIV/AIDS 

0,796 

0,007 

13.079 

12.612 

1,827 

0,008 

0,783 

0,809 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,315 

0,008 

13.079 

12.612 

1,883 

0,025 

0,300 

0,331 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,160 

0,007 

13.079 

12.612 

2,067 

0,042 

0,147 

0,173 

Pernah merokok 

0,775 

0,005 

13.079 

12.612 

1,421 

0,007 

0,764 

0,785 

Pernah minum Alkohol 

0,370 

0,007 

13.079 

12.612 

1,583 

0,018 

0,357 

0,383 


Tabel C.3 Kesalahan sampling: sampel daerah perkotaan, Indonesia 2017 


Jumlah observasi Selang kepercayaan 


Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Tak 

tertimbang 

(N) 

Tertimbang 

(WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,997 

0,001 

6.391 

5.890 

1,241 

0,001 

0,995 

0,998 

Pendidikan SD kebawah 

0,027 

0,003 

6.391 

5.890 

1,282 

0,097 

0,022 

0,032 

SMTA+ 

0,973 

0,003 

6.391 

5.890 

1,282 

0,003 

0,968 

0,978 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,615 

0,009 

6.391 

5.890 

1,437 

0,014 

0,598 

0,632 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,866 

0,006 

6.391 

5.890 

1,373 

0,007 

0,854 

0,877 

Jumlah anak ideal 

2,371 

0,013 

5.994 

5.553 

1,212 

0,005 

2,346 

2,396 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,947 

0,003 

6.391 

5.890 

1,234 

0,004 

0,940 

0,954 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,900 

0,005 

6.391 

5.890 

1,214 

0,005 

0,891 

0,909 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,276 

0,008 

6.391 

5.890 

1,473 

0,030 

0,260 

0,292 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,291 

0,008 

6.391 

5.890 

1,478 

0,029 

0,275 

0,308 

Pernah merokok 

0,073 

0,004 

6.391 

5.890 

1,215 

0,054 

0,066 

0,081 

Pernah minum Alkohol 

0,051 

0,004 

6.391 

5.890 

1,347 

0,073 

0,044 

0,058 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,964 

0,003 

6.391 

5.890 

1,280 

0,003 

0,958 

0,970 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,964 

0,003 

6.391 

5.890 

1,278 

0,003 

0,958 

0,970 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,990 

0,002 

7.237 

6.869 

1,409 

0,002 

0,986 

0,993 

Pendidikan SD kebawah 

0,071 

0,006 

7.237 

6.869 

1,824 

0,079 

0,060 

0,082 

SMTA+ 

0,929 

0,006 

7.237 

6.869 

1,824 

0,006 

0,918 

0,940 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,387 

0,011 

7.237 

6.869 

1,906 

0,029 

0,366 

0,409 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,619 

0,010 

7.237 

6.869 

1,797 

0,017 

0,598 

0,639 

Jumlah anak ideal 

2,460 

0,027 

6.687 

6.603 

2,341 

0,011 

2,407 

2,512 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,910 

0,006 

7.237 

6.869 

1,760 

0,007 

0,897 

0,921 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,848 

0,009 

7.237 

6.869 

2,043 

0,010 

0,830 

0,864 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,360 

0,011 

7.237 

6.869 

1,967 

0,031 

0,338 

0,383 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,194 

0,010 

7.237 

6.869 

2,159 

0,053 

0,174 

0,214 

Pernah merokok 

0,758 

0,007 

7.237 

6.869 

1,433 

0,010 

0,743 

0,772 

Pernah minum Alkohol 

0,359 

0,009 

7.237 

6.869 

1,535 

0,025 

0,341 

0,376 


Lampiran C 






















Tabel C.4 Kesalahan sampling: sampel daerah pedesaan, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,993 

0,001 

4.300 

4.081 

1,183 

0,001 

0,990 

0,996 

Pendidikan SD kebawah 

0,052 

0,005 

4.300 

4.081 

1,487 

0,095 

0,043 

0,063 

SMTA+ 

0,948 

0,005 

4.300 

4.081 

1,487 

0,005 

0,937 

0,957 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,535 

0,012 

4.300 

4.081 

1,555 

0,022 

0,512 

0,558 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,745 

0,010 

4.300 

4.081 

1,520 

0,013 

0,725 

0,764 

Jumlah anak ideal 

2,375 

0,022 

3.887 

3.782 

1,581 

0,009 

2,332 

2,418 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,876 

0,007 

4.300 

4.081 

1,466 

0,008 

0,861 

0,889 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,819 

0,008 

4.300 

4.081 

1,427 

0,010 

0,803 

0,835 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,196 

0,010 

4.300 

4.081 

1,597 

0,049 

0,178 

0,216 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,212 

0,010 

4.300 

4.081 

1,599 

0,046 

0,193 

0,232 

Pernah merokok 

0,068 

0,005 

4.300 

4.081 

1,202 

0,067 

0,060 

0,077 

Pernah minum Alkohol 

0,036 

0,004 

4.300 

4.081 

1,428 

0,112 

0,029 

0,044 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,942 

0,005 

4.300 

4.081 

1,354 

0,005 

0,931 

0,950 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,941 

0,005 

4.300 

4.081 

1,353 

0,005 

0,931 

0,950 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,982 

0,002 

5.842 

5.743 

1,372 

0,002 

0,976 

0,986 

Pendidikan SD kebawah 

0,135 

0,008 

5.842 

5.743 

1,690 

0,056 

0,121 

0,150 

SMTA+ 

0,865 

0,008 

5.842 

5.743 

1,690 

0,009 

0,850 

0,879 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,316 

0,011 

5.842 

5.743 

1,738 

0,034 

0,296 

0,337 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,433 

0,011 

5.842 

5.743 

1,729 

0,026 

0,411 

0,455 

Jumlah anak ideal 

2,492 

0,023 

5.140 

5.398 

1,594 

0,009 

2,448 

2,537 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,802 

0,009 

5.842 

5.743 

1,729 

0,011 

0,784 

0,819 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,735 

0,010 

5.842 

5.743 

1,717 

0,014 

0,715 

0,754 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,261 

0,011 

5.842 

5.743 

1,827 

0,040 

0,241 

0,282 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,119 

0,008 

5.842 

5.743 

1,959 

0,070 

0,104 

0,136 

Pernah merokok 

0,796 

0,008 

5.842 

5.743 

1,432 

0,010 

0,781 

0,810 

Pernah minum Alkohol 

0,384 

0,011 

5.842 

5.743 

1,666 

0,028 

0,363 

0,405 


Tabel C.5 Kesalahan samplinq: sampel Aceh, 

Indonesia 2017 











Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,993 

0,004 

599 

235 

0,779 

0,004 

0,978 

0,998 

Pendidikan SD kebawah 

0,033 

0,011 

599 

235 

0,969 

0,329 

0,017 

0,062 

SMTA+ 

0,967 

0,011 

599 

235 

0,969 

0,011 

0,938 

0,983 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,493 

0,028 

599 

235 

0,897 

0,057 

0,438 

0,549 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,696 

0,024 

599 

235 

0,837 

0,035 

0,647 

0,742 

Jumlah anak ideal 

2,857 

0,073 

492 

192 

1,442 

0,025 

2,713 

3,001 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,881 

0,018 

599 

235 

0,907 

0,021 

0,839 

0,913 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,790 

0,020 

599 

235 

0,796 

0,026 

0,746 

0,827 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,105 

0,015 

599 

235 

0,782 

0,143 

0,078 

0,138 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,111 

0,015 

599 

235 

0,789 

0,140 

0,084 

0,146 

Pernah merokok 

0,032 

0,009 

599 

235 

0,859 

0,298 

0,017 

0,057 

Pernah minum Alkohol 

0.000 

0.000 

599 

235 

na 

na 

0.000 

0.000 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,940 

0,011 

599 

235 

0,755 

0,012 

0,914 

0,959 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,940 

0,011 

599 

235 

0,755 

0,012 

0,914 

0,959 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,994 

0,003 

655 

251 

0,624 

0,003 

0,983 

0,998 

Pendidikan SD kebawah 

0,060 

0,012 

655 

251 

0,841 

0,207 

0,039 

0,089 

SMTA+ 

0,940 

0,012 

655 

251 

0,841 

0,013 

0,911 

0,961 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,120 

0,019 

655 

251 

0,943 

0,158 

0,087 

0,163 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,517 

0,034 

655 

251 

1,107 

0,066 

0,449 

0,585 

Jumlah anak ideal 

3,181 

0,079 

581 

229 

1,508 

0,025 

3,023 

3,339 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,853 

0,022 

655 

251 

1,015 

0,026 

0,803 

0,892 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,742 

0,026 

655 

251 

0,946 

0,035 

0,688 

0,790 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,244 

0,030 

655 

251 

1,136 

0,124 

0,189 

0,309 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,219 

0,031 

655 

251 

1,217 

0,142 

0,163 

0,287 

Pernah merokok 

0,638 

0,025 

655 

251 

0,827 

0,039 

0,588 

0,686 

Pernah minum Alkohol 

0,022 

0,007 

655 

251 

0,769 

0,316 

0,012 

0,041 


184 


Lampiran C 





















Tabel C.6 Kesalahan sampling: sampel Sumatera Utara, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 





Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,992 

0,004 

591 

598 

1,146 

0,004 

0,978 

0,997 

Pendidikan SD kebawah 

0,061 

0,016 

591 

598 

1,727 

0,264 

0,036 

0,103 

SMTA+ 

0,939 

0,016 

591 

598 

1,727 

0,017 

0,897 

0,964 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,480 

0,022 

591 

598 

1,139 

0,046 

0,436 

0,524 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,671 

0,028 

591 

598 

1,532 

0,042 

0,613 

0,724 

Jumlah anak ideal 

2,556 

0,050 

572 

578 

1,240 

0,019 

2,458 

2,655 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,854 

0,019 

591 

598 

1,363 

0,022 

0,812 

0,887 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,798 

0,021 

591 

598 

1,323 

0,026 

0,753 

0,836 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,096 

0,013 

591 

598 

1,160 

0,139 

0,072 

0,126 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,107 

0,013 

591 

598 

1,103 

0,125 

0,083 

0,136 

Pernah merokok 

0,058 

0,011 

591 

598 

1,164 

0,183 

0,040 

0,084 

Pernah minum Alkohol 

0,052 

0,013 

591 

598 

1,552 

0,260 

0,031 

0,086 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,948 

0,011 

591 

598 

1,294 

0,012 

0,920 

0,966 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,948 

0,011 

591 

598 

1,294 

0,012 

0,920 

0,966 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,989 

0,005 

710 

743 

1,198 

0,005 

0,975 

0,995 

Pendidikan SD kebawah 

0,089 

0,016 

710 

743 

1,546 

0,178 

0,062 

0,126 

SMTA+ 

0,911 

0,016 

710 

743 

1,546 

0,017 

0,874 

0,938 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,281 

0,025 

710 

743 

1,521 

0,088 

0,235 

0,333 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,440 

0,029 

710 

743 

1,615 

0,066 

0,384 

0,498 

Jumlah anak ideal 

2,696 

0,067 

665 

712 

1,595 

0,025 

2,563 

2,829 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,814 

0,023 

710 

743 

1,653 

0,028 

0,764 

0,856 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,746 

0,024 

710 

743 

1,553 

0,033 

0,695 

0,792 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,203 

0,025 

710 

743 

1,753 

0,125 

0,157 

0,258 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,088 

0,015 

710 

743 

1,508 

0,175 

0,062 

0,123 

Pernah merokok 

0,684 

0,022 

710 

743 

1,324 

0,032 

0,638 

0,726 

Pernah minum Alkohol 

0,420 

0,030 

710 

743 

1,694 

0,072 

0,362 

0,481 


Tabel C.7 Kesalahan sampling: sampel Sumatera Barat, 

Indonesia 2017 







Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Jumlah observasi 

Tak 

tertimbang Tertimbang 
(N) (WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

Selang kepercayaan 

R-2SE R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,997 

0,003 

332 

274 

0,871 

0,003 

0,981 

1,000 

Pendidikan SD kebawah 

0,033 

0,012 

332 

274 

1,142 

0,357 

0,016 

0,067 

SMTA+ 

0,967 

0,012 

332 

274 

1,142 

0,012 

0,933 

0,984 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,616 

0,042 

332 

274 

1,500 

0,068 

0,528 

0,697 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,911 

0,017 

332 

274 

1,003 

0,018 

0,871 

0,939 

Jumlah anak ideal 

2,610 

0,088 

316 

259 

1,433 

0,034 

2,432 

2,788 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,924 

0,019 

332 

274 

1,262 

0,021 

0,874 

0,955 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,900 

0,021 

332 

274 

1,225 

0,024 

0,848 

0,935 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,162 

0,024 

332 

274 

1,103 

0,145 

0,120 

0,215 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,210 

0,024 

332 

274 

1,018 

0,114 

0,165 

0,262 

Pernah merokok 

0,168 

0,024 

332 

274 

1,127 

0,145 

0,125 

0,223 

Pernah minum Alkohol 

0,019 

0,008 

332 

274 

1,013 

0,425 

0,008 

0,044 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,976 

0,008 

332 

274 

0,949 

0,009 

0,952 

0,988 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,976 

0,008 

332 

274 

0,949 

0,009 

0,952 

0,988 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,987 

0,007 

315 

277 

1,079 

0,007 

0,960 

0,996 

Pendidikan SD kebawah 

0,135 

0,033 

315 

277 

1,618 

0,242 

0,082 

0,216 

SMTA+ 

0,865 

0,033 

315 

277 

1,618 

0,038 

0,784 

0,918 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,252 

0,054 

315 

277 

2,092 

0,213 

0,159 

0,374 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,649 

0,034 

315 

277 

1,209 

0,053 

0,578 

0,714 

Jumlah anak ideal 

2,700 

0,087 

289 

270 

1,344 

0,032 

2,524 

2,875 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,882 

0,032 

315 

277 

1,661 

0,036 

0,802 

0,933 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,815 

0,034 

315 

277 

1,484 

0,042 

0,737 

0,874 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,215 

0,032 

315 

277 

1,333 

0,151 

0,157 

0,287 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,062 

0,015 

315 

277 

1,058 

0,243 

0,038 

0,100 

Pernah merokok 

0,870 

0,022 

315 

277 

1,107 

0,025 

0,819 

0,908 

Pernah minum Alkohol 

0,335 

0,038 

315 

277 

1,379 

0,115 

0,263 

0,417 


Lampiran C 






















Tabel C.8 Kesalahan sampling: sampel Riau, Indonesia 2017 

Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Jumlah observasi 

Tak 

tertimbang Tertimbang 
(N) (WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

Selang kepercayaan 

R-2SE R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

229 

262 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,028 

0,015 

229 

262 

1,485 

0,514 

0,010 

0,079 

SMTA+ 

0,972 

0,015 

229 

262 

1,485 

0,015 

0,921 

0,990 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,579 

0,038 

229 

262 

1,306 

0,066 

0,501 

0,654 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,833 

0,035 

229 

262 

1,583 

0,042 

0,749 

0,892 

Jumlah anak ideal 

2,431 

0,046 

214 

246 

0,846 

0,019 

2,338 

2,523 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,911 

0,022 

229 

262 

1,295 

0,024 

0,856 

0,946 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,859 

0,025 

229 

262 

1,225 

0,029 

0,800 

0,903 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,114 

0,021 

229 

262 

1,135 

0,187 

0,078 

0,165 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,107 

0,018 

229 

262 

0,993 

0,169 

0,076 

0,150 

Pernah merokok 

0,132 

0,022 

229 

262 

1,097 

0,167 

0,093 

0,183 

Pernah minum Alkohol 

0,018 

0,009 

229 

262 

1,131 

0,490 

0,007 

0,049 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,975 

0,010 

229 

262 

1,092 

0,010 

0,944 

0,989 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,975 

0,010 

229 

262 

1,092 

0,010 

0,944 

0,989 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,997 

0,003 

281 

326 

0,988 

0,003 

0,978 

1,000 

Pendidikan SD kebawah 

0,105 

0,027 

281 

326 

1,615 

0,256 

0,062 

0,174 

SMTA+ 

0,895 

0,027 

281 

326 

1,615 

0,030 

0,826 

0,938 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,213 

0,033 

281 

326 

1,477 

0,155 

0,154 

0,287 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,501 

0,056 

281 

326 

2,048 

0,111 

0,390 

0,612 

Jumlah anak ideal 

2,626 

0,090 

248 

302 

1,489 

0,034 

2,443 

2,809 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,844 

0,021 

281 

326 

1,038 

0,024 

0,798 

0,881 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,741 

0,031 

281 

326 

1,286 

0,041 

0,674 

0,798 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,175 

0,033 

281 

326 

1,594 

0,188 

0,118 

0,252 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,060 

0,014 

281 

326 

1,106 

0,239 

0,037 

0,096 

Pernah merokok 

0,797 

0,030 

281 

326 

1,380 

0,038 

0,728 

0,851 

Pernah minum Alkohol 

0,365 

0,036 

281 

326 

1,388 

0,100 

0,295 

0,441 


Tabel C.9 Kesalahan samplinq: sampel Jambi, 

Indonesia 2017 











Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 



Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

tertimbang 

(N) 

Tertimbang 

(WN) 

rancangan 

(DEFT) 

relatif 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,988 

0,009 

134 

124 

1,011 

0,009 

0,941 

0,998 

Pendidikan SD kebawah 

0,024 

0,015 

134 

124 

1,105 

0,600 

0,007 

0,082 

SMTA+ 

0,976 

0,015 

134 

124 

1,105 

0,015 

0,918 

0,993 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,474 

0,043 

134 

124 

0,991 

0,090 

0,388 

0,561 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,721 

0,054 

134 

124 

1,396 

0,075 

0,598 

0,818 

Jumlah anak ideal 

2,227 

0,056 

120 

111 

1,063 

0,025 

2,112 

2,341 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,924 

0,027 

134 

124 

1,166 

0,029 

0,848 

0,964 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 
HIV/AIDS 

0,863 

0,047 

134 

124 

1,582 

0,054 

0,736 

0,934 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,076 

0,025 

134 

124 

1,078 

0,323 

0,039 

0,145 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,083 

0,026 

134 

124 

1,102 

0,314 

0,043 

0,156 

Pernah merokok 

0,159 

0,028 

134 

124 

0,902 

0,178 

0,109 

0,226 

Pernah minum Alkohol 

0,023 

0,012 

134 

124 

0,926 

0,523 

0,008 

0,065 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,941 

0,029 

134 

124 

1,445 

0,031 

0,844 

0,979 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,941 

0,029 

134 

124 

1,445 

0,031 

0,844 

0,979 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,968 

0,018 

181 

177 

1,421 

0,019 

0,899 

0,991 

Pendidikan SD kebawah 

0,108 

0,023 

181 

177 

0,985 

0,209 

0,070 

0,164 

SMTA+ 

0,892 

0,023 

181 

177 

0,985 

0,025 

0,836 

0,930 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,180 

0,037 

181 

177 

1,319 

0,208 

0,115 

0,270 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,438 

0,046 

181 

177 

1,245 

0,104 

0,348 

0,533 

Jumlah anak ideal 

2,248 

0,054 

166 

166 

1,044 

0,024 

2,138 

2,358 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,902 

0,029 

181 

177 

1,303 

0,032 

0,825 

0,947 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 
HIV/AIDS 

0,857 

0,027 

181 

177 

1,060 

0,032 

0,791 

0,905 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,169 

0,039 

181 

177 

1,422 

0,233 

0,102 

0,266 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,051 

0,019 

181 

177 

1,170 

0,373 

0,023 

0,107 

Pernah merokok 

0,836 

0,033 

181 

177 

1,198 

0,039 

0,757 

0,893 

Pernah minum Alkohol 

0,541 

0,049 

181 

177 

1,328 

0,090 

0,440 

0,639 


186 


Lampiran C 





















Tabel C.10 Kesalahan sampling: sampel Sumatera Selatan, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 


Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Tak 

tertimbang 

(N) 

Tertimbang 

(WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,992 

0,005 

207 

267 

1,010 

0,005 

0,970 

0,998 

Pendidikan SD kebawah 

0,062 

0,023 

207 

267 

1,603 

0,366 

0,029 

0,126 

SMTA+ 

0,938 

0,023 

207 

267 

1,603 

0,024 

0,874 

0,971 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,391 

0,043 

207 

267 

1,498 

0,109 

0,309 

0,480 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,765 

0,036 

207 

267 

1,447 

0,047 

0,685 

0,830 

Jumlah anak ideal 

2,345 

0,058 

182 

232 

1,170 

0,025 

2,227 

2,463 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,813 

0,026 

207 

267 

1,132 

0,032 

0,755 

0,860 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,742 

0,032 

207 

267 

1,255 

0,043 

0,672 

0,802 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,202 

0,029 

207 

267 

1,252 

0,146 

0,149 

0,268 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,206 

0,027 

207 

267 

1,148 

0,132 

0,156 

0,266 

Pernah merokok 

0,064 

0,017 

207 

267 

1,190 

0,267 

0,037 

0,108 

Pernah minum Alkohol 

0,024 

0,013 

207 

267 

1,396 

0,520 

0,008 

0,068 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,944 

0,022 

207 

267 

1,629 

0,023 

0,879 

0,975 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,944 

0,022 

207 

267 

1,629 

0,023 

0,879 

0,975 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,962 

0,017 

291 

377 

1,771 

0,018 

0,908 

0,985 

Pendidikan SD kebawah 

0,125 

0,026 

291 

377 

1,567 

0,210 

0,081 

0,188 

SMTA+ 

0,875 

0,026 

291 

377 

1,567 

0,030 

0,812 

0,919 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,291 

0,038 

291 

377 

1,636 

0,129 

0,221 

0,372 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,393 

0,035 

291 

377 

1,409 

0,089 

0,326 

0,465 

Jumlah anak ideal 

2,442 

0,094 

258 

335 

1,380 

0,039 

2,251 

2,632 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,688 

0,033 

291 

377 

1,415 

0,048 

0,618 

0,751 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,601 

0,037 

291 

377 

1,492 

0,062 

0,525 

0,673 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,213 

0,036 

291 

377 

1,744 

0,170 

0,149 

0,294 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,076 

0,017 

291 

377 

1,236 

0,218 

0,048 

0,117 

Pernah merokok 

0,862 

0,022 

291 

377 

1,272 

0,026 

0,810 

0,901 

Pernah minum Alkohol 

0,334 

0,042 

291 

377 

1,759 

0,126 

0,255 

0,423 


Tabel C.11 Kesalahan sampling: sampel Bengkulu, Indonesia 2017 

Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Jumlah observasi 

Tak 

tertimbang Tertimbang 
(N) (WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

Selang kepercayaan 

R-2SE R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

148 

65 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,029 

0,014 

148 

65 

0,696 

0,480 

0,011 

0,075 

SMTA+ 

0,971 

0,014 

148 

65 

0,696 

0,014 

0,925 

0,989 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,507 

0,048 

148 

65 

0,818 

0,095 

0,410 

0,605 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,741 

0,045 

148 

65 

0,876 

0,061 

0,638 

0,822 

Jumlah anak ideal 

2,254 

0,071 

128 

56 

1,256 

0,032 

2,109 

2,399 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,900 

0,028 

148 

65 

0,785 

0,031 

0,827 

0,944 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,784 

0,037 

148 

65 

0,767 

0,048 

0,699 

0,851 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,152 

0,038 

148 

65 

0,886 

0,248 

0,090 

0,245 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,156 

0,036 

148 

65 

0,837 

0,230 

0,096 

0,244 

Pernah merokok 

0,122 

0,029 

148 

65 

0,749 

0,238 

0,074 

0,194 

Pernah minum Alkohol 

0,013 

0,010 

148 

65 

0,708 

0,723 

0,003 

0,057 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,962 

0,020 

148 

65 

0,894 

0,021 

0,891 

0,987 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,962 

0,020 

148 

65 

0,894 

0,021 

0,891 

0,987 

PRIA 

Dapat Membaca 

1,000 


215 

98 

- 

- 



Pendidikan SD kebawah 

0,117 

0,019 

215 

98 

0,592 

0,162 

0,083 

0,161 

SMTA+ 

0,883 

0,019 

215 

98 

0,592 

0,021 

0,839 

0,917 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,282 

0,040 

215 

98 

0,895 

0,142 

0,207 

0,370 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,549 

0,039 

215 

98 

0,790 

0,071 

0,468 

0,626 

Jumlah anak ideal 

2,251 

0,049 

181 

83 

1,144 

0,022 

2,152 

2,351 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,913 

0,025 

215 

98 

0,896 

0,028 

0,846 

0,952 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,758 

0,039 

215 

98 

0,913 

0,051 

0,670 

0,828 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,346 

0,048 

215 

98 

1,022 

0,140 

0,255 

0,450 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,168 

0,026 

215 

98 

0,685 

0,151 

0,123 

0,227 

Pernah merokok 

0,865 

0,022 

215 

98 

0,640 

0,025 

0,814 

0,903 

Pernah minum Alkohol 

0,442 

0,035 

215 

98 

0,701 

0,078 

0,373 

0,513 


Lampiran C 





















Tabel C.12 Kesalahan sampling: sampel Lampung, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,995 

0,005 

228 

261 

1,207 

0,005 

0,963 

0,999 

Pendidikan SD kebawah 

0,036 

0,012 

228 

261 

1,087 

0,333 

0,018 

0,070 

SMTA+ 

0,964 

0,012 

228 

261 

1,087 

0,012 

0,930 

0,982 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,588 

0,045 

228 

261 

1,556 

0,077 

0,495 

0,676 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,763 

0,034 

228 

261 

1,363 

0,045 

0,687 

0,825 

Jumlah anak ideal 

2,335 

0,058 

216 

246 

1,130 

0,025 

2,218 

2,451 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,880 

0,024 

228 

261 

1,228 

0,027 

0,824 

0,920 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,814 

0,027 

228 

261 

1,179 

0,033 

0,753 

0,863 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,215 

0,031 

228 

261 

1,284 

0,145 

0,159 

0,284 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,239 

0,033 

228 

261 

1,323 

0,139 

0,179 

0,313 

Pernah merokok 

0,097 

0,023 

228 

261 

1,307 

0,235 

0,060 

0,154 

Pernah minum Alkohol 

0,015 

0,007 

228 

261 

1,009 

0,491 

0,005 

0,039 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,937 

0,016 

228 

261 

1,090 

0,017 

0,897 

0,962 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,937 

0,016 

228 

261 

1,090 

0,017 

0,897 

0,962 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,979 

0,015 

275 

321 

1,866 

0,015 

0,918 

0,995 

Pendidikan SD kebawah 

0,117 

0,028 

275 

321 

1,617 

0,244 

0,071 

0,187 

SMTA+ 

0,883 

0,028 

275 

321 

1,617 

0,032 

0,813 

0,929 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,419 

0,039 

275 

321 

1,442 

0,093 

0,343 

0,499 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,547 

0,042 

275 

321 

1,529 

0,076 

0,463 

0,629 

Jumlah anak ideal 

2,473 

0,065 

252 

304 

1,113 

0,026 

2,342 

2,603 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,804 

0,037 

275 

321 

1,708 

0,046 

0,719 

0,868 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,754 

0,038 

275 

321 

1,600 

0,050 

0,671 

0,822 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,256 

0,024 

275 

321 

1,019 

0,095 

0,210 

0,308 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,091 

0,015 

275 

321 

0,929 

0,161 

0,066 

0,125 

Pernah merokok 

0,809 

0,031 

275 

321 

1,451 

0,039 

0,738 

0,864 

Pernah minum Alkohol 

0,474 

0,048 

275 

321 

1,766 

0,102 

0,379 

0,571 


Tabel C.13 Kesalahan sampling: sampel Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 





Tak 


Efek 

Kesalahan 



Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

tertimbang 

(N) 

Tertimbang 

(WN) 

rancangan 

(DEFT) 

relatif 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

166 

60 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,058 

0,022 

166 

60 

0,770 

0,384 

0,026 

0,124 

SMTA+ 

0,942 

0,022 

166 

60 

0,770 

0,024 

0,876 

0,974 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,417 

0,044 

166 

60 

0,727 

0,106 

0,331 

0,509 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,775 

0,041 

166 

60 

0,787 

0,052 

0,681 

0,847 

Jumlah anak ideal 

2,261 

0,057 

153 

56 

0,976 

0,025 

2,145 

2,377 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,923 

0,020 

166 

60 

0,600 

0,021 

0,871 

0,955 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 
HIV/AIDS 

0,832 

0,028 

166 

60 

0,608 

0,034 

0,767 

0,882 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,298 

0,036 

166 

60 

0,634 

0,120 

0,230 

0,376 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,316 

0,048 

166 

60 

0,836 

0,152 

0,227 

0,421 

Pernah merokok 

0,123 

0,023 

166 

60 

0,569 

0,188 

0,083 

0,178 

Pernah minum Alkohol 

0,024 

0,012 

166 

60 

0,642 

0,503 

0,009 

0,066 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,944 

0,018 

166 

60 

0,647 

0,019 

0,893 

0,972 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,944 

0,018 

166 

60 

0,647 

0,019 

0,893 

0,972 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,971 

0,016 

198 

69 

0,807 

0,017 

0,913 

0,991 

Pendidikan SD kebawah 

0,119 

0,023 

198 

69 

0,608 

0,195 

0,079 

0,175 

SMTA+ 

0,881 

0,023 

198 

69 

0,608 

0,026 

0,825 

0,921 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,476 

0,048 

198 

69 

0,812 

0,100 

0,381 

0,574 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,628 

0,049 

198 

69 

0,851 

0,077 

0,525 

0,721 

Jumlah anak ideal 

2,413 

0,070 

192 

69 

1,079 

0,029 

2,270 

2,556 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,907 

0,031 

198 

69 

0,913 

0,034 

0,821 

0,954 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 
HIV/AIDS 

0,825 

0,035 

198 

69 

0,784 

0,043 

0,741 

0,885 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,359 

0,054 

198 

69 

0,961 

0,151 

0,257 

0,476 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,206 

0,046 

198 

69 

0,956 

0,222 

0,128 

0,314 

Pernah merokok 

0,856 

0,025 

198 

69 

0,592 

0,029 

0,798 

0,899 

Pernah minum Alkohol 

0,417 

0,059 

198 

69 

1,008 

0,141 

0,304 

0,539 


188 


Lampiran C 





















Tabel C.14 Kesalahan sampling: sampel Kepulauan Riau, 

Indonesia 2017 










Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

242 

77 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,014 

0,007 

242 

77 

0,563 

0,509 

0,005 

0,040 

SMTA+ 

0,986 

0,007 

242 

77 

0,563 

0,007 

0,960 

0,995 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,477 

0,032 

242 

77 

0,583 

0,067 

0,413 

0,542 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,847 

0,049 

242 

77 

1,233 

0,057 

0,721 

0,922 

Jumlah anak ideal 

2,383 

0,067 

226 

72 

1,290 

0,028 

2,248 

2,518 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,962 

0,012 

242 

77 

0,556 

0,012 

0,930 

0,980 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,910 

0,020 

242 

77 

0,637 

0,022 

0,861 

0,943 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,367 

0,048 

242 

77 

0,919 

0,132 

0,276 

0,470 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,413 

0,059 

242 

77 

1,101 

0,143 

0,300 

0,536 

Pernah merokok 

0,098 

0,024 

242 

77 

0,732 

0,243 

0,059 

0,158 

Pernah minum Alkohol 

0,077 

0,021 

242 

77 

0,735 

0,278 

0,043 

0,133 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,984 

0,008 

242 

77 

0,577 

0,008 

0,957 

0,994 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,984 

0,008 

242 

77 

0,577 

0,008 

0,957 

0,994 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,991 

0,005 

282 

86 

0,514 

0,005 

0,972 

0,997 

Pendidikan SD kebawah 

0,064 

0,021 

282 

86 

0,801 

0,324 

0,033 

0,121 

SMTA+ 

0,936 

0,021 

282 

86 

0,801 

0,022 

0,879 

0,967 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,347 

0,047 

282 

86 

0,936 

0,136 

0,258 

0,447 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,762 

0,033 

282 

86 

0,726 

0,043 

0,690 

0,822 

Jumlah anak ideal 

2,412 

0,056 

258 

82 

1,192 

0,023 

2,299 

2,526 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,976 

0,010 

282 

86 

0,625 

0,010 

0,945 

0,990 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,943 

0,018 

282 

86 

0,737 

0,019 

0,893 

0,970 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,510 

0,036 

282 

86 

0,676 

0,070 

0,438 

0,581 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,175 

0,028 

282 

86 

0,705 

0,162 

0,125 

0,240 

Pernah merokok 

0,808 

0,028 

282 

86 

0,672 

0,035 

0,745 

0,858 

Pernah minum Alkohol 

0,459 

0,040 

282 

86 

0,757 

0,087 

0,380 

0,541 


Tabel C.15 Kesalahan sampling: sampel Jakarta, 

Indonesia 2017 











Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

457 

498 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,039 

0,010 

457 

498 

1,199 

0,255 

0,023 

0,064 

SMTA+ 

0,961 

0,010 

457 

498 

1,199 

0,010 

0,936 

0,977 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,623 

0,028 

457 

498 

1,367 

0,046 

0,565 

0,678 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,915 

0,018 

457 

498 

1,543 

0,020 

0,870 

0,945 

Jumlah anak ideal 

2,427 

0,040 

427 

465 

0,938 

0,016 

2,347 

2,507 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,964 

0,010 

457 

498 

1,276 

0,011 

0,937 

0,980 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,931 

0,013 

457 

498 

1,214 

0,014 

0,899 

0,953 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,317 

0,024 

457 

498 

1,208 

0,076 

0,271 

0,367 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,345 

0,025 

457 

498 

1,232 

0,073 

0,297 

0,397 

Pernah merokok 

0,098 

0,017 

457 

498 

1,302 

0,169 

0,069 

0,136 

Pernah minum Alkohol 

0,072 

0,015 

457 

498 

1,330 

0,204 

0,048 

0,108 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,981 

0,007 

457 

498 

1,173 

0,007 

0,961 

0,991 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,981 

0,007 

457 

498 

1,173 

0,007 

0,961 

0,991 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,990 

0,004 

482 

567 

0,972 

0,004 

0,978 

0,995 

Pendidikan SD kebawah 

0,071 

0,017 

482 

567 

1,649 

0,246 

0,043 

0,115 

SMTA+ 

0,929 

0,017 

482 

567 

1,649 

0,019 

0,885 

0,957 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,363 

0,047 

482 

567 

2,381 

0,130 

0,275 

0,461 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,742 

0,031 

482 

567 

1,735 

0,042 

0,675 

0,799 

Jumlah anak ideal 

2,407 

0,046 

470 

562 

1,148 

0,019 

2,316 

2,499 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,941 

0,015 

482 

567 

1,578 

0,016 

0,901 

0,965 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,914 

0,017 

482 

567 

1,451 

0,018 

0,874 

0,942 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,296 

0,032 

482 

567 

1,697 

0,108 

0,237 

0,364 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,183 

0,033 

482 

567 

2,088 

0,182 

0,126 

0,259 

Pernah merokok 

0,759 

0,024 

482 

567 

1,362 

0,032 

0,708 

0,804 

Pernah minum Alkohol 

0,351 

0,024 

482 

567 

1,232 

0,069 

0,304 

0,400 


Lampiran C 





















Tabel C.16 Kesalahan sampling: sampel Jawa Barat, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,996 

0,002 

1.034 

1.904 

1,685 

0,002 

0,988 

0,999 

Pendidikan SD kebawah 

0,023 

0,006 

1.034 

1.904 

1,714 

0,246 

0,014 

0,037 

SMTA+ 

0,977 

0,006 

1.034 

1.904 

1,714 

0,006 

0,963 

0,986 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,638 

0,019 

1.034 

1.904 

1,792 

0,030 

0,600 

0,675 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,857 

0,012 

1.034 

1.904 

1,590 

0,014 

0,831 

0,879 

Jumlah anak ideal 

2,368 

0,036 

969 

1.790 

1,377 

0,015 

2,298 

2,438 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,942 

0,008 

1.034 

1.904 

1,628 

0,009 

0,924 

0,957 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,898 

0,010 

1.034 

1.904 

1,471 

0,011 

0,877 

0,916 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,177 

0,014 

1.034 

1.904 

1,662 

0,079 

0,151 

0,206 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,176 

0,014 

1.034 

1.904 

1,670 

0,079 

0,150 

0,205 

Pernah merokok 

0,062 

0,007 

1.034 

1.904 

1,387 

0,118 

0,049 

0,078 

Pernah minum Alkohol 

0,033 

0,006 

1.034 

1.904 

1,616 

0,191 

0,023 

0,048 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,956 

0,007 

1.034 

1.904 

1,645 

0,008 

0,939 

0,969 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,956 

0,007 

1.034 

1.904 

1,645 

0,008 

0,939 

0,969 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,986 

0,004 

1.283 

2.419 

1,554 

0,004 

0,977 

0,992 

Pendidikan SD kebawah 

0,097 

0,012 

1.283 

2.419 

2,056 

0,126 

0,075 

0,123 

SMTA+ 

0,903 

0,012 

1.283 

2.419 

2,056 

0,013 

0,877 

0,925 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,271 

0,019 

1.283 

2.419 

2,186 

0,072 

0,234 

0,311 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,522 

0,022 

1.283 

2.419 

2,233 

0,043 

0,478 

0,565 

Jumlah anak ideal 

2,493 

0,035 

1.200 

2.339 

1,272 

0,014 

2,423 

2,563 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,850 

0,017 

1.283 

2.419 

2,410 

0,020 

0,812 

0,880 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,766 

0,021 

1.283 

2.419 

2,428 

0,027 

0,723 

0,804 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,223 

0,018 

1.283 

2.419 

2,222 

0,083 

0,189 

0,262 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,077 

0,010 

1.283 

2.419 

1,944 

0,134 

0,059 

0,101 

Pernah merokok 

0,820 

0,013 

1.283 

2.419 

1,698 

0,016 

0,793 

0,844 

Pernah minum Alkohol 

0,348 

0,018 

1.283 

2.419 

1,905 

0,052 

0,313 

0,384 


Tabel C.17 Kesalahan sampling: sampel Jawa Tengah, Indonesia 2017 

Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Jumlah observasi 

Tak 

tertimbang Tertimbang 
(N) (WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

Selang kepercayaan 

R-2SE R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

676 

1.264 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,025 

0,006 

676 

1.264 

1,469 

0,245 

0,016 

0,041 

SMTA+ 

0,975 

0,006 

676 

1.264 

1,469 

0,006 

0,959 

0,984 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,661 

0,025 

676 

1.264 

1,982 

0,038 

0,609 

0,709 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,909 

0,013 

676 

1.264 

1,645 

0,014 

0,880 

0,931 

Jumlah anak ideal 

2,289 

0,027 

640 

1.198 

1,015 

0,012 

2,235 

2,343 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,958 

0,008 

676 

1.264 

1,407 

0,008 

0,940 

0,971 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,904 

0,012 

676 

1.264 

1,460 

0,013 

0,879 

0,925 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,384 

0,024 

676 

1.264 

1,856 

0,063 

0,338 

0,433 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,418 

0,025 

676 

1.264 

1,904 

0,060 

0,369 

0,469 

Pernah merokok 

0,046 

0,009 

676 

1.264 

1,600 

0,195 

0,031 

0,068 

Pernah minum Alkohol 

0,015 

0,005 

676 

1.264 

1,465 

0,321 

0,008 

0,028 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,967 

0,008 

676 

1.264 

1,554 

0,008 

0,948 

0,979 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,967 

0,008 

676 

1.264 

1,554 

0,008 

0,948 

0,979 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,992 

0,004 

840 

1.525 

1,972 

0,004 

0,976 

0,997 

Pendidikan SD kebawah 

0,095 

0,014 

840 

1.525 

1,876 

0,146 

0,071 

0,126 

SMTA+ 

0,905 

0,014 

840 

1.525 

1,876 

0,015 

0,874 

0,929 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,483 

0,026 

840 

1.525 

2,027 

0,053 

0,433 

0,534 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,652 

0,023 

840 

1.525 

1,945 

0,036 

0,605 

0,697 

Jumlah anak ideal 

2,243 

0,025 

779 

1.479 

1,158 

0,011 

2,193 

2,293 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,922 

0,013 

840 

1.525 

1,985 

0,015 

0,891 

0,944 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,871 

0,015 

840 

1.525 

1,754 

0,017 

0,839 

0,898 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,387 

0,025 

840 

1.525 

2,011 

0,064 

0,340 

0,437 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,249 

0,024 

840 

1.525 

2,183 

0,096 

0,205 

0,298 

Pernah merokok 

0,786 

0,014 

840 

1.525 

1,364 

0,018 

0,757 

0,813 

Pernah minum Alkohol 

0,305 

0,018 

840 

1.525 

1,543 

0,059 

0,271 

0,342 


190 


Lampiran C 





















Tabel C.18 Kesalahan sampling: sampel Yogyakarta, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,985 

0,011 

170 

191 

1,331 

0,012 

0,932 

0,997 

Pendidikan SD kebawah 

0,021 

0,013 

170 

191 

1,272 

0,602 

0,006 

0,070 

SMTA+ 

0,979 

0,013 

170 

191 

1,272 

0,013 

0,930 

0,994 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,647 

0,040 

170 

191 

1,197 

0,061 

0,562 

0,723 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,960 

0,018 

170 

191 

1,304 

0,018 

0,903 

0,984 

Jumlah anak ideal 

2,264 

0,060 

166 

186 

1,070 

0,026 

2,142 

2,386 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,985 

0,011 

170 

191 

1,331 

0,012 

0,932 

0,997 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,935 

0,020 

170 

191 

1,160 

0,021 

0,880 

0,965 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,299 

0,038 

170 

191 

1,212 

0,128 

0,227 

0,383 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,299 

0,039 

170 

191 

1,236 

0,131 

0,225 

0,385 

Pernah merokok 

0,074 

0,023 

170 

191 

1,277 

0,312 

0,039 

0,138 

Pernah minum Alkohol 

0,044 

0,014 

170 

191 

1,009 

0,325 

0,023 

0,085 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,962 

0,019 

170 

191 

1,439 

0,020 

0,898 

0,987 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,962 

0,019 

170 

191 

1,439 

0,020 

0,898 

0,987 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,991 

0,009 

189 

212 

1,345 

0,009 

0,939 

0,999 

Pendidikan SD kebawah 

0,037 

0,018 

189 

212 

1,450 

0,498 

0,013 

0,100 

SMTA+ 

0,963 

0,018 

189 

212 

1,450 

0,019 

0,900 

0,987 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,560 

0,078 

189 

212 

2,332 

0,139 

0,400 

0,709 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,727 

0,039 

189 

212 

1,312 

0,054 

0,639 

0,800 

Jumlah anak ideal 

2,334 

0,086 

169 

197 

1,613 

0,037 

2,159 

2,510 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,958 

0,025 

189 

212 

1,859 

0,026 

0,863 

0,988 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,905 

0,035 

189 

212 

1,785 

0,039 

0,805 

0,957 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,304 

0,050 

189 

212 

1,623 

0,166 

0,211 

0,415 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,189 

0,046 

189 

212 

1,742 

0,244 

0,112 

0,301 

Pernah merokok 

0,823 

0,040 

189 

212 

1,549 

0,049 

0,726 

0,890 

Pernah minum Alkohol 

0,450 

0,035 

189 

212 

1,048 

0,078 

0,380 

0,523 


Tabel C.19 Kesalahan sampling: sampel Jawa Timur, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,998 

0,002 

668 

1.297 

1,736 

0,002 

0,985 

1,000 

Pendidikan SD kebawah 

0,024 

0,006 

668 

1.297 

1,479 

0,253 

0,014 

0,039 

SMTA+ 

0,976 

0,006 

668 

1.297 

1,479 

0,006 

0,961 

0,986 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,653 

0,021 

668 

1.297 

1,628 

0,032 

0,611 

0,692 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,901 

0,014 

668 

1.297 

1,735 

0,015 

0,871 

0,925 

Jumlah anak ideal 

2,223 

0,032 

651 

1.263 

1,135 

0,014 

2,159 

2,286 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,950 

0,010 

668 

1.297 

1,785 

0,011 

0,925 

0,967 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,912 

0,013 

668 

1.297 

1,726 

0,014 

0,883 

0,935 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,351 

0,022 

668 

1.297 

1,731 

0,062 

0,309 

0,396 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,392 

0,022 

668 

1.297 

1,695 

0,056 

0,349 

0,436 

Pernah merokok 

0,039 

0,008 

668 

1.297 

1,473 

0,194 

0,027 

0,057 

Pernah minum Alkohol 

0,023 

0,006 

668 

1.297 

1,540 

0,268 

0,013 

0,039 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,973 

0,006 

668 

1.297 

1,448 

0,006 

0,957 

0,983 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,973 

0,006 

668 

1.297 

1,448 

0,006 

0,957 

0,983 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,987 

0,004 

979 

1.884 

1,445 

0,004 

0,977 

0,992 

Pendidikan SD kebawah 

0,079 

0,014 

979 

1.884 

2,292 

0,177 

0,055 

0,111 

SMTA+ 

0,921 

0,014 

979 

1.884 

2,292 

0,015 

0,889 

0,945 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,593 

0,027 

979 

1.884 

2,414 

0,045 

0,539 

0,645 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,566 

0,023 

979 

1.884 

2,056 

0,041 

0,520 

0,611 

Jumlah anak ideal 

2,301 

0,092 

911 

1.798 

2,904 

0,040 

2,119 

2,483 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,909 

0,013 

979 

1.884 

1,926 

0,014 

0,881 

0,931 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,852 

0,023 

979 

1.884 

2,870 

0,027 

0,801 

0,892 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,482 

0,032 

979 

1.884 

2,784 

0,065 

0,421 

0,545 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,288 

0,031 

979 

1.884 

2,993 

0,107 

0,231 

0,352 

Pernah merokok 

0,750 

0,019 

979 

1.884 

1,942 

0,025 

0,711 

0,786 

Pernah minum Alkohol 

0,338 

0,022 

979 

1.884 

2,044 

0,065 

0,296 

0,382 


Lampiran C 





















Tabel C.20 Kesalahan sampling: sampel Banten, 

Indonesia 2017 











Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

359 

458 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,050 

0,013 

359 

458 

1,335 

0,260 

0,030 

0,083 

SMTA+ 

0,950 

0,013 

359 

458 

1,335 

0,014 

0,917 

0,970 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,582 

0,025 

359 

458 

1,119 

0,042 

0,532 

0,631 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,831 

0,027 

359 

458 

1,628 

0,033 

0,769 

0,878 

Jumlah anak ideal 

2,663 

0,076 

339 

431 

1,278 

0,029 

2,512 

2,815 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,941 

0,014 

359 

458 

1,304 

0,015 

0,907 

0,963 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,884 

0,020 

359 

458 

1,389 

0,022 

0,838 

0,918 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,280 

0,038 

359 

458 

1,897 

0,136 

0,211 

0,362 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,300 

0,034 

359 

458 

1,671 

0,114 

0,236 

0,372 

Pernah merokok 

0,041 

0,012 

359 

458 

1,313 

0,286 

0,023 

0,071 

Pernah minum Alkohol 

0,013 

0,008 

359 

458 

1,621 

0,634 

0,004 

0,045 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,960 

0,009 

359 

458 

1,040 

0,009 

0,937 

0,975 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,960 

0,009 

359 

458 

1,040 

0,009 

0,937 

0,975 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,989 

0,006 

502 

638 

1,503 

0,006 

0,967 

0,996 

Pendidikan SD kebawah 

0,117 

0,024 

502 

638 

1,883 

0,202 

0,077 

0,173 

SMTA+ 

0,883 

0,024 

502 

638 

1,883 

0,027 

0,827 

0,923 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,140 

0,024 

502 

638 

1,795 

0,173 

0,098 

0,196 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,562 

0,027 

502 

638 

1,384 

0,048 

0,508 

0,615 

Jumlah anak ideal 

2,852 

0,077 

456 

598 

1,349 

0,027 

2,699 

3,005 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,876 

0,018 

502 

638 

1,373 

0,020 

0,836 

0,907 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,782 

0,024 

502 

638 

1,499 

0,031 

0,730 

0,827 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,295 

0,025 

502 

638 

1,414 

0,085 

0,247 

0,347 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,134 

0,021 

502 

638 

1,609 

0,159 

0,097 

0,183 

Pernah merokok 

0,762 

0,024 

502 

638 

1,427 

0,031 

0,712 

0,806 

Pernah minum Alkohol 

0,195 

0,024 

502 

638 

1,525 

0,120 

0,153 

0,247 


Tabel C.21 Kesalahan sampling: sampel Bali, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

163 

192 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,044 

0,016 

163 

192 

1,099 

0,352 

0,021 

0,090 

SMTA+ 

0,956 

0,016 

163 

192 

1,099 

0,016 

0,910 

0,979 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,782 

0,035 

163 

192 

1,228 

0,045 

0,702 

0,845 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,900 

0,023 

163 

192 

1,112 

0,026 

0,842 

0,938 

Jumlah anak ideal 

2,236 

0,043 

160 

188 

0,920 

0,019 

2,147 

2,324 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,965 

0,014 

163 

192 

1,087 

0,014 

0,923 

0,984 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,945 

0,018 

163 

192 

1,159 

0,019 

0,893 

0,972 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,477 

0,058 

163 

192 

1,676 

0,121 

0,363 

0,595 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,407 

0,053 

163 

192 

1,568 

0,131 

0,304 

0,519 

Pernah merokok 

0,030 

0,014 

163 

192 

1,171 

0,460 

0,012 

0,075 

Pernah minum Alkohol 

0,203 

0,040 

163 

192 

1,426 

0,195 

0,134 

0,296 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,973 

0,013 

163 

192 

1,123 

0,013 

0,931 

0,990 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,973 

0,013 

163 

192 

1,123 

0,013 

0,931 

0,990 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,988 

0,012 

199 

224 

1,669 

0,012 

0,913 

0,999 

Pendidikan SD kebawah 

0,021 

0,013 

199 

224 

1,394 

0,625 

0,006 

0,073 

SMTA+ 

0,979 

0,013 

199 

224 

1,394 

0,013 

0,927 

0,994 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,569 

0,043 

199 

224 

1,324 

0,076 

0,480 

0,654 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,806 

0,040 

199 

224 

1,557 

0,050 

0,710 

0,875 

Jumlah anak ideal 

2,232 

0,065 

191 

223 

1,379 

0,029 

2,100 

2,365 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,993 

0,005 

199 

224 

0,907 

0,005 

0,970 

0,998 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,980 

0,010 

199 

224 

1,075 

0,010 

0,947 

0,993 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,751 

0,058 

199 

224 

2,042 

0,077 

0,615 

0,850 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,520 

0,075 

199 

224 

2,298 

0,145 

0,369 

0,667 

Pernah merokok 

0,678 

0,027 

199 

224 

0,867 

0,039 

0,621 

0,730 

Pernah minum Alkohol 

0,811 

0,035 

199 

224 

1,378 

0,044 

0,728 

0,873 


192 


Lampiran C 





















Tabel C.22 Kesalahan sampling: sampel Nusa Tenggara Barat, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 





Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

279 

207 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,023 

0,012 

279 

207 

1,228 

0,527 

0,008 

0,066 

SMTA+ 

0,977 

0,012 

279 

207 

1,228 

0,013 

0,934 

0,992 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,566 

0,040 

279 

207 

1,201 

0,070 

0,485 

0,643 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,808 

0,031 

279 

207 

1,170 

0,038 

0,739 

0,862 

Jumlah anak ideal 

2,378 

0,061 

261 

191 

1,198 

0,026 

2,256 

2,500 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,911 

0,023 

279 

207 

1,220 

0,025 

0,852 

0,947 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,857 

0,025 

279 

207 

1,085 

0,029 

0,799 

0,901 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,215 

0,036 

279 

207 

1,312 

0,167 

0,152 

0,295 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,228 

0,037 

279 

207 

1,334 

0,163 

0,162 

0,311 

Pernah merokok 

0,037 

0,012 

279 

207 

0,982 

0,334 

0,019 

0,071 

Pernah minum Alkohol 

0,027 

0,013 

279 

207 

1,219 

0,487 

0,010 

0,070 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,948 

0,016 

279 

207 

1,073 

0,017 

0,906 

0,972 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,948 

0,016 

279 

207 

1,073 

0,017 

0,906 

0,972 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,991 

0,006 

329 

231 

0,882 

0,006 

0,970 

0,997 

Pendidikan SD kebawah 

0,035 

0,011 

329 

231 

0,922 

0,315 

0,018 

0,064 

SMTA+ 

0,965 

0,011 

329 

231 

0,922 

0,011 

0,936 

0,982 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,402 

0,038 

329 

231 

1,194 

0,094 

0,329 

0,479 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,481 

0,044 

329 

231 

1,372 

0,092 

0,394 

0,570 

Jumlah anak ideal 

2,424 

0,056 

313 

230 

1,199 

0,023 

2,312 

2,537 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,838 

0,027 

329 

231 

1,145 

0,033 

0,775 

0,885 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,786 

0,028 

329 

231 

1,064 

0,036 

0,724 

0,837 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,299 

0,039 

329 

231 

1,325 

0,131 

0,226 

0,383 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,068 

0,019 

329 

231 

1,144 

0,274 

0,039 

0,116 

Pernah merokok 

0,782 

0,022 

329 

231 

0,829 

0,028 

0,735 

0,823 

Pernah minum Alkohol 

0,404 

0,033 

329 

231 

1,031 

0,081 

0,340 

0,471 


Tabel C.23 Kesalahan sampling: sampel Nusa Tenggara Timur, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 





Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,980 

0,006 

508 

199 

0,679 

0,007 

0,962 

0,990 

Pendidikan SD kebawah 

0,086 

0,017 

508 

199 

0,884 

0,195 

0,058 

0,126 

SMTA+ 

0,914 

0,017 

508 

199 

0,884 

0,018 

0,874 

0,942 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,419 

0,035 

508 

199 

1,044 

0,083 

0,352 

0,490 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,542 

0,030 

508 

199 

0,880 

0,055 

0,482 

0,600 

Jumlah anak ideal 

2,393 

0,055 

455 

178 

1,385 

0,023 

2,282 

2,503 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,821 

0,021 

508 

199 

0,795 

0,025 

0,776 

0,858 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,782 

0,023 

508 

199 

0,824 

0,030 

0,733 

0,825 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,221 

0,023 

508 

199 

0,817 

0,104 

0,179 

0,270 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,229 

0,023 

508 

199 

0,821 

0,102 

0,186 

0,279 

Pernah merokok 

0,061 

0,012 

508 

199 

0,723 

0,192 

0,042 

0,089 

Pernah minum Alkohol 

0,182 

0,029 

508 

199 

1,089 

0,157 

0,132 

0,246 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,853 

0,020 

508 

199 

0,841 

0,024 

0,808 

0,888 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,851 

0,020 

508 

199 

0,834 

0,024 

0,806 

0,887 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,960 

0,008 

671 

246 

0,675 

0,009 

0,940 

0,974 

Pendidikan SD kebawah 

0,143 

0,018 

671 

246 

0,814 

0,125 

0,111 

0,183 

SMTA+ 

0,857 

0,018 

671 

246 

0,814 

0,021 

0,817 

0,889 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,305 

0,026 

671 

246 

0,907 

0,086 

0,256 

0,360 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,252 

0,034 

671 

246 

1,264 

0,137 

0,190 

0,326 

Jumlah anak ideal 

2,760 

0,063 

573 

232 

1,367 

0,023 

2,636 

2,885 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,743 

0,025 

671 

246 

0,920 

0,034 

0,690 

0,790 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,679 

0,027 

671 

246 

0,909 

0,039 

0,624 

0,729 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,125 

0,019 

671 

246 

0,897 

0,149 

0,092 

0,167 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,062 

0,013 

671 

246 

0,885 

0,216 

0,040 

0,095 

Pernah merokok 

0,749 

0,024 

671 

246 

0,871 

0,032 

0,699 

0,793 

Pernah minum Alkohol 

0,646 

0,030 

671 

246 

1,006 

0,047 

0,584 

0,704 


Lampiran C 






















Tabel C.24 Kesalahan sampling: sampel Kalimantan Barat, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

211 

189 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,138 

0,040 

211 

189 

1,664 

0,290 

0,075 

0,240 

SMTA+ 

0,862 

0,040 

211 

189 

1,664 

0,046 

0,760 

0,925 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,414 

0,041 

211 

189 

1,193 

0,099 

0,334 

0,498 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,467 

0,051 

211 

189 

1,471 

0,109 

0,366 

0,570 

Jumlah anak ideal 

2,431 

0,089 

195 

173 

1,495 

0,037 

2,250 

2,612 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,693 

0,047 

211 

189 

1,463 

0,068 

0,590 

0,779 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,650 

0,046 

211 

189 

1,379 

0,070 

0,553 

0,737 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,146 

0,023 

211 

189 

0,955 

0,161 

0,105 

0,200 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,157 

0,024 

211 

189 

0,958 

0,154 

0,114 

0,213 

Pernah merokok 

0,084 

0,020 

211 

189 

1,012 

0,233 

0,052 

0,133 

Pernah minum Alkohol 

0,055 

0,016 

211 

189 

1,023 

0,296 

0,030 

0,098 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,926 

0,021 

211 

189 

1,170 

0,023 

0,870 

0,959 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,926 

0,021 

211 

189 

1,170 

0,023 

0,870 

0,959 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,984 

0,008 

280 

260 

1,040 

0,008 

0,956 

0,994 

Pendidikan SD kebawah 

0,273 

0,048 

280 

260 

1,778 

0,176 

0,187 

0,381 

SMTA+ 

0,727 

0,048 

280 

260 

1,778 

0,066 

0,619 

0,813 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,103 

0,023 

280 

260 

1,266 

0,228 

0,064 

0,161 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,229 

0,031 

280 

260 

1,226 

0,137 

0,171 

0,298 

Jumlah anak ideal 

2,560 

0,063 

272 

259 

1,192 

0,025 

2,433 

2,688 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,775 

0,044 

280 

260 

1,733 

0,057 

0,674 

0,852 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,677 

0,047 

280 

260 

1,642 

0,069 

0,576 

0,764 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,220 

0,040 

280 

260 

1,598 

0,183 

0,149 

0,312 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,130 

0,038 

280 

260 

1,877 

0,296 

0,070 

0,229 

Pernah merokok 

0,657 

0,036 

280 

260 

1,229 

0,054 

0,581 

0,725 

Pernah minum Alkohol 

0,387 

0,053 

280 

260 

1,783 

0,137 

0,287 

0,498 


Tabel C.25 Kesalahan sampling: sampel Kalimantan Tengah, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,981 

0,018 

92 

64 

1,066 

0,018 

0,882 

0,997 

Pendidikan SD kebawah 

0,061 

0,029 

92 

64 

1,012 

0,477 

0,022 

0,155 

SMTA+ 

0,939 

0,029 

92 

64 

1,012 

0,031 

0,845 

0,978 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,626 

0,067 

92 

64 

1,157 

0,107 

0,481 

0,751 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,799 

0,076 

92 

64 

1,575 

0,095 

0,601 

0,913 

Jumlah anak ideal 

2,445 

0,122 

78 

55 

1,373 

0,050 

2,193 

2,697 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,906 

0,033 

92 

64 

0,948 

0,037 

0,811 

0,955 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,897 

0,032 

92 

64 

0,893 

0,036 

0,808 

0,948 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,315 

0,062 

92 

64 

1,122 

0,198 

0,202 

0,455 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,390 

0,073 

92 

64 

1,247 

0,187 

0,254 

0,546 

Pernah merokok 

0,048 

0,023 

92 

64 

0,912 

0,488 

0,017 

0,126 

Pernah minum Alkohol 

0,113 

0,043 

92 

64 

1,143 

0,383 

0,050 

0,237 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,960 

0,020 

92 

64 

0,868 

0,021 

0,889 

0,986 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,960 

0,020 

92 

64 

0,868 

0,021 

0,889 

0,986 

PRIA 

Dapat Membaca 

1,000 

0,000 

139 

96 

na 

0,000 

1,000 

1,000 

Pendidikan SD kebawah 

0,131 

0,028 

139 

96 

0,843 

0,217 

0,083 

0,202 

SMTA+ 

0,869 

0,028 

139 

96 

0,843 

0,033 

0,798 

0,917 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,282 

0,039 

139 

96 

0,869 

0,139 

0,209 

0,370 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,369 

0,059 

139 

96 

1,223 

0,160 

0,257 

0,496 

Jumlah anak ideal 

2,288 

0,103 

120 

85 

1,310 

0,045 

2,075 

2,500 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,707 

0,076 

139 

96 

1,662 

0,107 

0,532 

0,837 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,661 

0,082 

139 

96 

1,742 

0,125 

0,477 

0,806 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,157 

0,023 

139 

96 

0,628 

0,145 

0,115 

0,210 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,042 

0,017 

139 

96 

0,849 

0,405 

0,018 

0,095 

Pernah merokok 

0,768 

0,035 

139 

96 

0,831 

0,046 

0,688 

0,833 

Pernah minum Alkohol 

0,384 

0,052 

139 

96 

1,070 

0,136 

0,284 

0,496 


194 


Lampiran C 





















Tabel C.26 Kesalahan sampling: sampel Kalimantan Selatan, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

145 

139 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,090 

0,023 

145 

139 

0,983 

0,254 

0,053 

0,149 

SMTA+ 

0,910 

0,023 

145 

139 

0,983 

0,025 

0,851 

0,947 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,469 

0,045 

145 

139 

1,119 

0,097 

0,379 

0,561 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,872 

0,033 

145 

139 

1,230 

0,038 

0,788 

0,926 

Jumlah anak ideal 

2,432 

0,094 

135 

129 

0,867 

0,039 

2,240 

2,623 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,875 

0,037 

145 

139 

1,393 

0,043 

0,777 

0,934 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,809 

0,043 

145 

139 

1,333 

0,053 

0,707 

0,881 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,251 

0,044 

145 

139 

1,247 

0,175 

0,173 

0,351 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,258 

0,041 

145 

139 

1,143 

0,157 

0,184 

0,348 

Pernah merokok 

0,091 

0,023 

145 

139 

0,982 

0,253 

0,053 

0,149 

Pernah minum Alkohol 

0,014 

0,010 

145 

139 

1,030 

0,704 

0,003 

0,057 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,941 

0,026 

145 

139 

1,389 

0,028 

0,858 

0,977 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,941 

0,026 

145 

139 

1,389 

0,028 

0,858 

0,977 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,977 

0,013 

203 

191 

1,171 

0,013 

0,931 

0,992 

Pendidikan SD kebawah 

0,177 

0,037 

203 

191 

1,348 

0,207 

0,114 

0,264 

SMTA+ 

0,823 

0,037 

203 

191 

1,348 

0,044 

0,736 

0,886 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,324 

0,031 

203 

191 

0,939 

0,097 

0,264 

0,391 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,579 

0,066 

203 

191 

1,881 

0,114 

0,442 

0,705 

Jumlah anak ideal 

2,357 

0,059 

192 

190 

1,180 

0,025 

2,237 

2,477 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,814 

0,042 

203 

191 

1,510 

0,051 

0,714 

0,885 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,803 

0,041 

203 

191 

1,451 

0,051 

0,706 

0,874 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,494 

0,055 

203 

191 

1,546 

0,111 

0,384 

0,605 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,223 

0,056 

203 

191 

1,887 

0,250 

0,130 

0,357 

Pernah merokok 

0,789 

0,029 

203 

191 

0,996 

0,037 

0,724 

0,842 

Pernah minum Alkohol 

0,293 

0,037 

203 

191 

1,149 

0,127 

0,223 

0,374 


Tabel C.27 Kesalahan sampling: sampel KalimantanTimur, Indonesia 2017 

Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Jumlah observasi 

Tak 

tertimbang Tertimbang 
(N) (WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

Selang kepercayaan 

R-2SE R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,996 

0,004 

237 

111 

0,685 

0,004 

0,972 

1,000 

Pendidikan SD kebawah 

0,027 

0,015 

237 

111 

1,030 

0,564 

0,009 

0,081 

SMTA+ 

0,973 

0,015 

237 

111 

1,030 

0,016 

0,919 

0,991 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,509 

0,038 

237 

111 

0,844 

0,075 

0,432 

0,585 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,893 

0,025 

237 

111 

0,889 

0,028 

0,832 

0,934 

Jumlah anak ideal 

2,314 

0,050 

230 

107 

0,969 

0,022 

2,214 

2,414 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,976 

0,011 

237 

111 

0,801 

0,011 

0,940 

0,991 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,951 

0,016 

237 

111 

0,812 

0,017 

0,908 

0,975 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,193 

0,032 

237 

111 

0,885 

0,164 

0,137 

0,265 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,245 

0,036 

237 

111 

0,922 

0,147 

0,180 

0,325 

Pernah merokok 

0,128 

0,025 

237 

111 

0,817 

0,194 

0,086 

0,186 

Pernah minum Alkohol 

0,073 

0,030 

237 

111 

1,251 

0,405 

0,032 

0,159 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,984 

0,009 

237 

111 

0,787 

0,009 

0,951 

0,995 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,984 

0,009 

237 

111 

0,787 

0,009 

0,951 

0,995 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,976 

0,011 

295 

165 

0,914 

0,011 

0,942 

0,990 

Pendidikan SD kebawah 

0,059 

0,016 

295 

165 

0,877 

0,269 

0,034 

0,100 

SMTA+ 

0,941 

0,016 

295 

165 

0,877 

0,017 

0,900 

0,966 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,287 

0,032 

295 

165 

0,919 

0,111 

0,228 

0,355 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,640 

0,037 

295 

165 

1,010 

0,058 

0,563 

0,711 

Jumlah anak ideal 

2,452 

0,074 

243 

135 

1,225 

0,030 

2,304 

2,601 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,928 

0,018 

295 

165 

0,912 

0,019 

0,883 

0,957 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,896 

0,021 

295 

165 

0,894 

0,023 

0,845 

0,931 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,475 

0,048 

295 

165 

1,248 

0,100 

0,381 

0,570 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,098 

0,020 

295 

165 

0,865 

0,201 

0,065 

0,145 

Pernah merokok 

0,723 

0,032 

295 

165 

0,947 

0,045 

0,653 

0,783 

Pernah minum Alkohol 

0,436 

0,042 

295 

165 

1,114 

0,097 

0,353 

0,522 


Lampiran C 





















Tabel C.28 Kesalahan sampling: sampel Kalimantan Utara, 

Indonesia 2017 










Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,983 

0,010 

171 

27 

0,407 

0,010 

0,945 

0,995 

Pendidikan SD kebawah 

0,055 

0,024 

171 

27 

0,575 

0,444 

0,021 

0,133 

SMTA+ 

0,945 

0,024 

171 

27 

0,575 

0,026 

0,867 

0,979 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,452 

0,049 

171 

27 

0,529 

0,108 

0,354 

0,554 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,684 

0,050 

171 

27 

0,579 

0,073 

0,573 

0,778 

Jumlah anak ideal 

2,464 

0,101 

157 

24 

1,064 

0,041 

2,254 

2,673 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,913 

0,029 

171 

27 

0,562 

0,032 

0,830 

0,958 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,862 

0,029 

171 

27 

0,456 

0,034 

0,790 

0,912 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,126 

0,032 

171 

27 

0,526 

0,257 

0,073 

0,210 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,109 

0,029 

171 

27 

0,498 

0,265 

0,062 

0,184 

Pernah merokok 

0,205 

0,034 

171 

27 

0,453 

0,165 

0,143 

0,284 

Pernah minum Alkohol 

0,180 

0,050 

171 

27 

0,697 

0,276 

0,098 

0,306 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,958 

0,017 

171 

27 

0,448 

0,017 

0,906 

0,982 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,951 

0,016 

171 

27 

0,401 

0,017 

0,904 

0,975 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,995 

0,005 

191 

29 

0,383 

0,005 

0,962 

0,999 

Pendidikan SD kebawah 

0,118 

0,029 

191 

29 

0,484 

0,241 

0,071 

0,191 

SMTA+ 

0,882 

0,029 

191 

29 

0,484 

0,032 

0,809 

0,929 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,226 

0,052 

191 

29 

0,678 

0,229 

0,137 

0,351 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,319 

0,028 

191 

29 

0,330 

0,088 

0,263 

0,380 

Jumlah anak ideal 

2,787 

0,111 

175 

28 

1,423 

0,040 

2,557 

3,017 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,793 

0,042 

191 

29 

0,573 

0,054 

0,691 

0,867 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,752 

0,044 

191 

29 

0,562 

0,059 

0,649 

0,832 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,180 

0,036 

191 

29 

0,513 

0,200 

0,117 

0,267 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,048 

0,015 

191 

29 

0,373 

0,303 

0,025 

0,089 

Pernah merokok 

0,813 

0,029 

191 

29 

0,407 

0,036 

0,745 

0,865 

Pernah minum Alkohol 

0,455 

0,057 

191 

29 

0,632 

0,126 

0,341 

0,575 


Tabel C.29 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Utara, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 


Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Tak 

tertimbang 

(N) 

Tertimbang 

(WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

1,000 

0.000 

117 

78 

na 

0.000 

0.000 

0.000 

Pendidikan SD kebawah 

0,011 

0,011 

117 

78 

0,989 

1,020 

0,001 

0,085 

SMTA+ 

0,989 

0,011 

117 

78 

0,989 

0,011 

0,915 

0,999 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,458 

0,053 

117 

78 

0,988 

0,116 

0,351 

0,568 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,632 

0,051 

117 

78 

0,987 

0,081 

0,521 

0,731 

Jumlah anak ideal 

2,012 

0,041 

105 

70 

0,865 

0,021 

1,926 

2,098 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,979 

0,013 

117 

78 

0,812 

0,013 

0,929 

0,994 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,928 

0,020 

117 

78 

0,703 

0,021 

0,875 

0,960 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,171 

0,038 

117 

78 

0,944 

0,224 

0,106 

0,266 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,156 

0,036 

117 

78 

0,918 

0,231 

0,095 

0,245 

Pernah merokok 

0,114 

0,028 

117 

78 

0,820 

0,247 

0,067 

0,186 

Pernah minum Alkohol 

0,247 

0,054 

117 

78 

1,165 

0,220 

0,152 

0,375 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,989 

0,008 

117 

78 

0,673 

0,008 

0,955 

0,997 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,989 

0,008 

117 

78 

0,673 

0,008 

0,955 

0,997 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,990 

0,009 

140 

101 

0,993 

0,010 

0,929 

0,999 

Pendidikan SD kebawah 

0,074 

0,029 

140 

101 

1,123 

0,389 

0,032 

0,159 

SMTA+ 

0,926 

0,029 

140 

101 

1,123 

0,031 

0,841 

0,968 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,308 

0,057 

140 

101 

1,258 

0,185 

0,204 

0,435 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,455 

0,047 

140 

101 

0,974 

0,104 

0,360 

0,554 

Jumlah anak ideal 

2,103 

0,031 

138 

101 

0,805 

0,015 

2,038 

2,168 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,870 

0,033 

140 

101 

1,011 

0,038 

0,785 

0,925 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,851 

0,032 

140 

101 

0,908 

0,037 

0,774 

0,906 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,459 

0,062 

140 

101 

1,270 

0,135 

0,336 

0,587 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,079 

0,025 

140 

101 

0,961 

0,321 

0,040 

0,150 

Pernah merokok 

0,830 

0,035 

140 

101 

0,955 

0,042 

0,745 

0,891 

Pernah minum Alkohol 

0,686 

0,053 

140 

101 

1,170 

0,077 

0,567 

0,784 


196 


Lampiran C 





















Tabel C.30 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Tengah, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 





Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,990 

0,007 

252 

105 

0,749 

0,007 

0,960 

0,998 

Pendidikan SD kebawah 

0,039 

0,014 

252 

105 

0,753 

0,347 

0,019 

0,078 

SMTA+ 

0,961 

0,014 

252 

105 

0,753 

0,014 

0,922 

0,981 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,579 

0,029 

252 

105 

0,628 

0,050 

0,520 

0,636 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,711 

0,033 

252 

105 

0,789 

0,047 

0,639 

0,773 

Jumlah anak ideal 

2,047 

0,055 

239 

100 

1,198 

0,027 

1,937 

2,157 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,867 

0,025 

252 

105 

0,785 

0,029 

0,808 

0,909 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,814 

0,028 

252 

105 

0,764 

0,034 

0,752 

0,864 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,270 

0,030 

252 

105 

0,723 

0,111 

0,214 

0,334 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,301 

0,031 

252 

105 

0,718 

0,102 

0,243 

0,367 

Pernah merokok 

0,103 

0,022 

252 

105 

0,774 

0,213 

0,067 

0,157 

Pernah minum Alkohol 

0,045 

0,013 

252 

105 

0,671 

0,288 

0,025 

0,080 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,941 

0,016 

252 

105 

0,741 

0,017 

0,899 

0,967 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,941 

0,016 

252 

105 

0,741 

0,017 

0,899 

0,967 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,990 

0,007 

334 

140 

0,868 

0,007 

0,959 

0,998 

Pendidikan SD kebawah 

0,141 

0,033 

334 

140 

1,146 

0,234 

0,087 

0,222 

SMTA+ 

0,859 

0,033 

334 

140 

1,146 

0,039 

0,778 

0,913 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,445 

0,048 

334 

140 

1,165 

0,108 

0,352 

0,543 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,437 

0,048 

334 

140 

1,162 

0,109 

0,344 

0,534 

Jumlah anak ideal 

2,288 

0,044 

311 

138 

1,110 

0,019 

2,199 

2,377 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,783 

0,036 

334 

140 

1,044 

0,046 

0,703 

0,847 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,750 

0,034 

334 

140 

0,953 

0,046 

0,675 

0,812 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,417 

0,044 

334 

140 

1,067 

0,104 

0,333 

0,507 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,243 

0,041 

334 

140 

1,165 

0,170 

0,170 

0,336 

Pernah merokok 

0,858 

0,019 

334 

140 

0,664 

0,022 

0,815 

0,893 

Pernah minum Alkohol 

0,580 

0,037 

334 

140 

0,893 

0,063 

0,505 

0,651 


Tabel C.31 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Selatan, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 


Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Tak 

tertimbang 

(N) 

Tertimbang 

(WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,990 

0,005 

442 

356 

1,008 

0,005 

0,972 

0,996 

Pendidikan SD kebawah 

0,029 

0,008 

442 

356 

0,902 

0,263 

0,017 

0,050 

SMTA+ 

0,971 

0,008 

442 

356 

0,902 

0,008 

0,950 

0,983 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,547 

0,033 

442 

356 

1,319 

0,061 

0,480 

0,613 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,743 

0,026 

442 

356 

1,170 

0,035 

0,688 

0,792 

Jumlah anak ideal 

2,321 

0,045 

401 

324 

1,148 

0,019 

2,232 

2,410 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,880 

0,016 

442 

356 

0,964 

0,018 

0,845 

0,908 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,823 

0,019 

442 

356 

0,998 

0,023 

0,781 

0,859 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,186 

0,022 

442 

356 

1,124 

0,119 

0,146 

0,235 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,182 

0,023 

442 

356 

1,164 

0,125 

0,141 

0,232 

Pernah merokok 

0,098 

0,016 

442 

356 

1,076 

0,166 

0,070 

0,135 

Pernah minum Alkohol 

0,102 

0,027 

442 

356 

1,726 

0,259 

0,060 

0,169 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,946 

0,010 

442 

356 

0,912 

0,011 

0,920 

0,963 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,944 

0,010 

442 

356 

0,901 

0,011 

0,919 

0,962 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,987 

0,005 

448 

369 

0,908 

0,005 

0,970 

0,994 

Pendidikan SD kebawah 

0,125 

0,022 

448 

369 

1,310 

0,177 

0,087 

0,176 

SMTA+ 

0,875 

0,022 

448 

369 

1,310 

0,025 

0,824 

0,913 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,255 

0,025 

448 

369 

1,132 

0,099 

0,208 

0,308 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,355 

0,032 

448 

369 

1,301 

0,090 

0,294 

0,420 

Jumlah anak ideal 

2,566 

0,070 

393 

346 

1,154 

0,027 

2,427 

2,705 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,704 

0,030 

448 

369 

1,287 

0,043 

0,641 

0,761 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,661 

0,028 

448 

369 

1,144 

0,042 

0,604 

0,714 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,264 

0,026 

448 

369 

1,147 

0,098 

0,215 

0,318 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,109 

0,018 

448 

369 

1,122 

0,164 

0,078 

0,150 

Pernah merokok 

0,779 

0,025 

448 

369 

1,173 

0,032 

0,725 

0,825 

Pernah minum Alkohol 

0,495 

0,040 

448 

369 

1,545 

0,080 

0,417 

0,573 


Lampiran C 





















Tabel C.32 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Tenggara, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 


Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Tak 

tertimbang 

(N) 

Tertimbang 

(WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,997 

0,003 

343 

101 

0,577 

0,003 

0,978 

1,000 

Pendidikan SD kebawah 

0,029 

0,013 

343 

101 

0,819 

0,449 

0,012 

0,071 

SMTA+ 

0,971 

0,013 

343 

101 

0,819 

0,014 

0,929 

0,988 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,386 

0,034 

343 

101 

0,726 

0,087 

0,321 

0,455 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,712 

0,033 

343 

101 

0,754 

0,046 

0,643 

0,773 

Jumlah anak ideal 

2,677 

0,090 

339 

99 

1,658 

0,034 

2,497 

2,858 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,896 

0,025 

343 

101 

0,850 

0,028 

0,835 

0,936 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,835 

0,026 

343 

101 

0,748 

0,032 

0,775 

0,882 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,172 

0,026 

343 

101 

0,713 

0,149 

0,126 

0,230 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,151 

0,024 

343 

101 

0,696 

0,157 

0,109 

0,205 

Pernah merokok 

0,189 

0,023 

343 

101 

0,621 

0,123 

0,147 

0,240 

Pernah minum Alkohol 

0,034 

0,009 

343 

101 

0,513 

0,262 

0,020 

0,057 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,969 

0,012 

343 

101 

0,753 

0,013 

0,932 

0,986 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,969 

0,012 

343 

101 

0,753 

0,013 

0,932 

0,986 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,996 

0,003 

428 

113 

0,507 

0,003 

0,982 

0,999 

Pendidikan SD kebawah 

0,105 

0,023 

428 

113 

0,810 

0,219 

0,067 

0,161 

SMTA+ 

0,895 

0,023 

428 

113 

0,810 

0,026 

0,839 

0,933 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,277 

0,043 

428 

113 

1,033 

0,155 

0,199 

0,370 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,401 

0,038 

428 

113 

0,841 

0,095 

0,327 

0,479 

Jumlah anak ideal 

2,624 

0,066 

369 

108 

1,307 

0,025 

2,492 

2,757 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,804 

0,026 

428 

113 

0,701 

0,032 

0,748 

0,851 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,739 

0,028 

428 

113 

0,683 

0,038 

0,680 

0,791 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,374 

0,040 

428 

113 

0,903 

0,108 

0,297 

0,458 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,277 

0,036 

428 

113 

0,865 

0,130 

0,211 

0,354 

Pernah merokok 

0,758 

0,026 

428 

113 

0,648 

0,034 

0,703 

0,806 

Pernah minum Alkohol 

0,425 

0,034 

428 

113 

0,750 

0,081 

0,358 

0,495 


Tabel C.33 Kesalahan sampling: sampel Gorontalo, Indonesia 2017 

Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Jumlah observasi 

Tak 

tertimbang Tertimbang 
(N) (WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

Selang kepercayaan 

R-2SE R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,993 

0,007 

147 

48 

0,608 

0,007 

0,946 

0,999 

Pendidikan SD kebawah 

0,032 

0,016 

147 

48 

0,652 

0,499 

0,011 

0,087 

SMTA+ 

0,968 

0,016 

147 

48 

0,652 

0,016 

0,913 

0,989 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,447 

0,047 

147 

48 

0,682 

0,105 

0,353 

0,545 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,723 

0,034 

147 

48 

0,547 

0,047 

0,648 

0,788 

Jumlah anak ideal 

2,076 

0,041 

133 

43 

0,741 

0,020 

1,991 

2,161 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,919 

0,022 

147 

48 

0,573 

0,024 

0,861 

0,954 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,875 

0,023 

147 

48 

0,500 

0,026 

0,820 

0,916 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,181 

0,033 

147 

48 

0,611 

0,180 

0,123 

0,259 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,202 

0,033 

147 

48 

0,584 

0,161 

0,143 

0,278 

Pernah merokok 

0,112 

0,033 

147 

48 

0,749 

0,292 

0,060 

0,200 

Pernah minum Alkohol 

0,042 

0,020 

147 

48 

0,717 

0,473 

0,016 

0,110 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,972 

0,013 

147 

48 

0,582 

0,014 

0,926 

0,990 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,972 

0,013 

147 

48 

0,582 

0,014 

0,926 

0,990 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,984 

0,008 

223 

70 

0,557 

0,008 

0,955 

0,995 

Pendidikan SD kebawah 

0,161 

0,032 

223 

70 

0,741 

0,198 

0,105 

0,239 

SMTA+ 

0,839 

0,032 

223 

70 

0,741 

0,038 

0,761 

0,895 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,154 

0,032 

223 

70 

0,767 

0,211 

0,098 

0,234 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,196 

0,033 

223 

70 

0,716 

0,170 

0,136 

0,274 

Jumlah anak ideal 

2,078 

0,057 

202 

67 

1,225 

0,027 

1,960 

2,196 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,674 

0,049 

223 

70 

0,901 

0,073 

0,565 

0,767 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,632 

0,043 

223 

70 

0,762 

0,068 

0,539 

0,716 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,335 

0,062 

223 

70 

1,119 

0,185 

0,221 

0,473 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,082 

0,020 

223 

70 

0,616 

0,242 

0,049 

0,133 

Pernah merokok 

0,780 

0,028 

223 

70 

0,567 

0,035 

0,717 

0,832 

Pernah minum Alkohol 

0,414 

0,035 

223 

70 

0,606 

0,084 

0,344 

0,488 


198 


Lampiran C 






















Tabel C.34 Kesalahan sampling: sampel Sulawesi Barat, Indonesia 2017 _ 

Jumlah observasi Selang kepercayaan 





Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,994 

0,004 

384 

54 

0,425 

0,004 

0,975 

0,999 

Pendidikan SD kebawah 

0,044 

0,011 

384 

54 

0,404 

0,244 

0,027 

0,072 

SMTA+ 

0,956 

0,011 

384 

54 

0,404 

0,011 

0,928 

0,973 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,577 

0,030 

384 

54 

0,469 

0,052 

0,516 

0,636 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,660 

0,029 

384 

54 

0,468 

0,044 

0,600 

0,715 

Jumlah anak ideal 

2,332 

0,046 

354 

50 

1,088 

0,020 

2,241 

2,424 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,828 

0,019 

384 

54 

0,382 

0,023 

0,788 

0,863 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,760 

0,024 

384 

54 

0,429 

0,031 

0,709 

0,804 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,107 

0,019 

384 

54 

0,469 

0,176 

0,075 

0,151 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,113 

0,019 

384 

54 

0,459 

0,167 

0,080 

0,156 

Pernah merokok 

0,091 

0,022 

384 

54 

0,598 

0,246 

0,055 

0,146 

Pernah minum Alkohol 

0,098 

0,027 

384 

54 

0,687 

0,270 

0,056 

0,166 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,974 

0,008 

384 

54 

0,379 

0,008 

0,953 

0,986 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,974 

0,008 

384 

54 

0,379 

0,008 

0,953 

0,986 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,979 

0,006 

426 

61 

0,355 

0,007 

0,962 

0,989 

Pendidikan SD kebawah 

0,127 

0,021 

426 

61 

0,504 

0,166 

0,090 

0,175 

SMTA+ 

0,873 

0,021 

426 

61 

0,504 

0,024 

0,825 

0,910 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,352 

0,032 

426 

61 

0,531 

0,091 

0,291 

0,418 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,434 

0,031 

426 

61 

0,501 

0,072 

0,373 

0,498 

Jumlah anak ideal 

2,699 

0,095 

362 

54 

1,518 

0,035 

2,508 

2,890 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,674 

0,030 

426 

61 

0,509 

0,045 

0,611 

0,731 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,597 

0,028 

426 

61 

0,448 

0,046 

0,540 

0,651 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,104 

0,019 

426 

61 

0,482 

0,178 

0,072 

0,147 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,046 

0,011 

426 

61 

0,407 

0,234 

0,029 

0,073 

Pernah merokok 

0,809 

0,018 

426 

61 

0,373 

0,023 

0,770 

0,844 

Pernah minum Alkohol 

0,458 

0,042 

426 

61 

0,675 

0,092 

0,376 

0,543 


Tabel C.35 Kesalahan sampling: sampel Maluku, 

Indonesia 2017 








Variabel 

Nilai 

(R) 

Galat baku 
(SE) 

Jumlah observasi 

Tak 

tertimbang Tertimbang 
(N) (WN) 

Efek 

rancangan 

(DEFT) 

Kesalahan 

relatif 

(SE/R) 

Selang kepercayaan 

R-2SE R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,989 

0,005 

487 

80 

0,427 

0,005 

0,974 

0,995 

Pendidikan SD kebawah 

0,023 

0,007 

487 

80 

0,463 

0,321 

0,012 

0,044 

SMTA+ 

0,977 

0,007 

487 

80 

0,463 

0,008 

0,956 

0,988 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,449 

0,023 

487 

80 

0,430 

0,051 

0,404 

0,495 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,625 

0,029 

487 

80 

0,566 

0,047 

0,565 

0,681 

Jumlah anak ideal 

2,222 

0,042 

433 

70 

1,031 

0,019 

2,139 

2,306 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,860 

0,022 

487 

80 

0,603 

0,026 

0,809 

0,899 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,809 

0,027 

487 

80 

0,636 

0,033 

0,750 

0,857 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,210 

0,025 

487 

80 

0,565 

0,118 

0,165 

0,263 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,210 

0,022 

487 

80 

0,515 

0,107 

0,169 

0,259 

Pernah merokok 

0,071 

0,014 

487 

80 

0,527 

0,204 

0,047 

0,106 

Pernah minum Alkohol 

0,141 

0,041 

487 

80 

1,095 

0,290 

0,077 

0,243 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,893 

0,017 

487 

80 

0,521 

0,019 

0,853 

0,923 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,893 

0,017 

487 

80 

0,521 

0,019 

0,853 

0,923 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,971 

0,010 

501 

81 

0,540 

0,010 

0,943 

0,985 

Pendidikan SD kebawah 

0,068 

0,014 

501 

81 

0,508 

0,205 

0,045 

0,102 

SMTA+ 

0,932 

0,014 

501 

81 

0,508 

0,015 

0,898 

0,955 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,424 

0,024 

501 

81 

0,453 

0,058 

0,376 

0,474 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,386 

0,030 

501 

81 

0,558 

0,077 

0,328 

0,447 

Jumlah anak ideal 

2,704 

0,064 

430 

73 

1,237 

0,024 

2,576 

2,832 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,851 

0,022 

501 

81 

0,577 

0,026 

0,800 

0,890 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,776 

0,026 

501 

81 

0,568 

0,033 

0,720 

0,824 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,225 

0,027 

501 

81 

0,598 

0,122 

0,175 

0,284 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,045 

0,011 

501 

81 

0,473 

0,237 

0,028 

0,072 

Pernah merokok 

0,756 

0,027 

501 

81 

0,580 

0,036 

0,697 

0,806 

Pernah minum Alkohol 

0,520 

0,036 

501 

81 

0,654 

0,069 

0,449 

0,590 


Lampiran C 






















Tabel C.36 Kesalahan sampling: sampel Maluku Utara, Indonesia 2017 




Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,996 

0,004 

232 

48 

0,454 

0,004 

0,971 

1,000 

Pendidikan SD kebawah 

0,026 

0,010 

232 

48 

0,476 

0,406 

0,011 

0,058 

SMTA+ 

0,974 

0,010 

232 

48 

0,476 

0,011 

0,942 

0,989 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,449 

0,032 

232 

48 

0,466 

0,072 

0,385 

0,515 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,545 

0,051 

232 

48 

0,738 

0,093 

0,442 

0,645 

Jumlah anak ideal 

2,210 

0,052 

199 

41 

1,151 

0,023 

2,105 

2,314 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,835 

0,031 

232 

48 

0,598 

0,037 

0,763 

0,888 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,783 

0,031 

232 

48 

0,547 

0,040 

0,713 

0,839 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,128 

0,025 

232 

48 

0,541 

0,196 

0,085 

0,188 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,133 

0,026 

232 

48 

0,561 

0,198 

0,088 

0,197 

Pernah merokok 

0,161 

0,030 

232 

48 

0,593 

0,188 

0,109 

0,231 

Pernah minum Alkohol 

0,045 

0,018 

232 

48 

0,645 

0,413 

0,019 

0,101 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,937 

0,014 

232 

48 

0,415 

0,015 

0,902 

0,960 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,937 

0,014 

232 

48 

0,415 

0,015 

0,902 

0,960 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,977 

0,012 

268 

54 

0,601 

0,012 

0,935 

0,992 

Pendidikan SD kebawah 

0,050 

0,016 

268 

54 

0,537 

0,310 

0,027 

0,093 

SMTA+ 

0,950 

0,016 

268 

54 

0,537 

0,016 

0,907 

0,973 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,454 

0,041 

268 

54 

0,619 

0,091 

0,373 

0,537 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,320 

0,044 

268 

54 

0,706 

0,137 

0,238 

0,414 

Jumlah anak ideal 

2,748 

0,094 

244 

54 

1,327 

0,034 

2,559 

2,938 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,852 

0,032 

268 

54 

0,674 

0,037 

0,775 

0,906 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,793 

0,029 

268 

54 

0,536 

0,037 

0,728 

0,845 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,207 

0,033 

268 

54 

0,606 

0,158 

0,149 

0,281 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,101 

0,021 

268 

54 

0,519 

0,206 

0,066 

0,151 

Pernah merokok 

0,657 

0,039 

268 

54 

0,619 

0,060 

0,574 

0,731 

Pernah minum Alkohol 

0,395 

0,038 

268 

54 

0,577 

0,095 

0,322 

0,473 


Tabel C.37 Kesalahan samplinq: sampel Papua Barat, 

Indonesia 2017 











Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,989 

0,010 

109 

26 

0,526 

0,010 

0,925 

0,998 

Pendidikan SD kebawah 

0,065 

0,029 

109 

26 

0,638 

0,453 

0,024 

0,162 

SMTA+ 

0,935 

0,029 

109 

26 

0,638 

0,031 

0,838 

0,976 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,306 

0,042 

109 

26 

0,485 

0,137 

0,225 

0,400 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,576 

0,053 

109 

26 

0,571 

0,092 

0,462 

0,682 

Jumlah anak ideal 

2,389 

0,100 

91 

22 

1,074 

0,042 

2,178 

2,600 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,910 

0,037 

109 

26 

0,691 

0,041 

0,796 

0,963 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,804 

0,038 

109 

26 

0,509 

0,047 

0,712 

0,872 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,355 

0,066 

109 

26 

0,740 

0,187 

0,230 

0,504 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,366 

0,072 

109 

26 

0,803 

0,198 

0,230 

0,527 

Pernah merokok 

0,015 

0,011 

109 

26 

0,464 

0,694 

0,004 

0,065 

Pernah minum Alkohol 

0,193 

0,053 

109 

26 

0,718 

0,275 

0,104 

0,329 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,884 

0,037 

109 

26 

0,613 

0,042 

0,781 

0,942 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,884 

0,037 

109 

26 

0,613 

0,042 

0,781 

0,942 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,953 

0,034 

143 

38 

1,001 

0,035 

0,809 

0,990 

Pendidikan SD kebawah 

0,146 

0,041 

143 

38 

0,730 

0,279 

0,080 

0,253 

SMTA+ 

0,854 

0,041 

143 

38 

0,730 

0,048 

0,747 

0,920 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,135 

0,028 

143 

38 

0,522 

0,209 

0,086 

0,205 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,238 

0,060 

143 

38 

0,886 

0,251 

0,136 

0,384 

Jumlah anak ideal 

2,855 

0,153 

93 

25 

1,396 

0,054 

2,536 

3,174 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,927 

0,037 

143 

38 

0,896 

0,040 

0,802 

0,975 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,808 

0,044 

143 

38 

0,713 

0,055 

0,699 

0,885 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,371 

0,073 

143 

38 

0,957 

0,197 

0,235 

0,532 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,185 

0,063 

143 

38 

1,023 

0,340 

0,087 

0,352 

Pernah merokok 

0,734 

0,038 

143 

38 

0,542 

0,052 

0,648 

0,805 

Pernah minum Alkohol 

0,462 

0,039 

143 

38 

0,500 

0,085 

0,381 

0,544 


200 


Lampiran C 





















Tabel C.38 Kesalahan sampling: sampel Papua, 

Indonesia 2017 











Jumlah observasi 



Selang kepercayaan 




Tak 


Efek 

Kesalahan 




Nilai 

Galat baku 

tertimbang 

Tertimbang 

rancangan 

relatif 



Variabel 

(R) 

(SE) 

(N) 

(WN) 

(DEFT) 

(SE/R) 

R-2SE 

R+2SE 

WANITA 

Dapat Membaca 

0,958 

0,021 

132 

113 

1,168 

0,022 

0,885 

0,986 

Pendidikan SD kebawah 

0,144 

0,037 

132 

113 

1,169 

0,257 

0,083 

0,238 

SMTA+ 

0,856 

0,037 

132 

113 

1,169 

0,043 

0,762 

0,917 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,228 

0,051 

132 

113 

1,365 

0,226 

0,138 

0,351 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,352 

0,065 

132 

113 

1,505 

0,184 

0,232 

0,495 

Jumlah anak ideal 

2,543 

0,152 

105 

89 

1,386 

0,060 

2,227 

2,859 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,749 

0,085 

132 

113 

2,168 

0,113 

0,540 

0,884 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 









HIV/AIDS 

0,551 

0,070 

132 

113 

1,567 

0,127 

0,405 

0,688 

Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,104 

0,031 

132 

113 

1,133 

0,300 

0,055 

0,188 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,104 

0,036 

132 

113 

1,317 

0,347 

0,049 

0,207 

Pernah merokok 

0,153 

0,035 

132 

113 

1,095 

0,232 

0,093 

0,242 

Pernah minum Alkohol 

0,142 

0,038 

132 

113 

1,223 

0,270 

0,079 

0,242 

Mengetahui metode kontrasepsi 

0,750 

0,064 

132 

113 

1,654 

0,086 

0,595 

0,860 

Mengetahui metode kontrasepsi modern 

0,750 

0,064 

132 

113 

1,654 

0,086 

0,595 

0,860 

PRIA 

Dapat Membaca 

0,991 

0,006 

183 

171 

0,891 

0,006 

0,962 

0,998 

Pendidikan SD kebawah 

0,175 

0,044 

183 

171 

1,556 

0,254 

0,100 

0,286 

SMTA+ 

0,825 

0,044 

183 

171 

1,556 

0,054 

0,714 

0,900 

Pengetahuan mengenai masa subur 

0,165 

0,032 

183 

171 

1,130 

0,191 

0,110 

0,241 

Pernah mendengar tentang Anemia 

0,341 

0,049 

183 

171 

1,365 

0,142 

0,248 

0,447 

Jumlah anak ideal 

3,237 

0,144 

131 

130 

1,148 

0,045 

2,938 

3,536 

Pengetahuan mengenai HIV/AIDS 

0,869 

0,044 

183 

171 

1,729 

0,050 

0,749 

0,936 

Tahu sedikitnya satu cara untuk mencegah 

0,805 

0,049 

183 

171 

1,650 

0,061 

0,683 

0,887 

HIV/AIDS 









Mengetahui gejala PMS pada pria 

0,323 

0,056 

183 

171 

1,592 

0,173 

0,219 

0,447 

Mengetahui gejala PMS pada wanita 

0,127 

0,034 

183 

171 

1,355 

0,267 

0,071 

0,215 

Pernah merokok 

0,638 

0,045 

183 

171 

1,258 

0,071 

0,540 

0,726 

Pernah minum Alkohol 

0,327 

0,056 

183 

171 

1,596 

0,172 

0,223 

0,452 


Lampiran C • 


201 












202 • Lampiran C 


STAF SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN 
INDONESIA 2017 


Lampiran 


I PENGARAH 

Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F.Moeloek, SpM (K) 
Prof. Dr. Bambang P.S Brodjonegoro 
Dr. Suhariyanto 

dr. Surya Chandra Surapaty, MPH., Ph.D. 

M. Sairi Hasbullah, M.A. 

Dr. Dedi Walujadi, S.E., M.A. 

M. Ari Nugraha, M.Sc. 

Drs. Akhmad Jaelani, M.Si. 

H. Novrijal, S.P., M.A. 

Dr. Sanjoyo, M.Ec. 

Dr. Wendi Hartanto, M.A. 

Drs. Agus Sukiswo, Ak, M.M. 

Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc. Dip.Com 

Ir. Ambar Rahayu, MNS 

Dr. Ir. Subandi, M.Sc. 

dr. Anung Sugihantono, M.Kes. 

II PENANGGUNGJAWAB 

Dr. Nurma Midayanti, S.Si, M.Env.Sc 
Dr. Hem Margono, M.Sc. 

Dr. Muchammad Romzi 
Dra. Virginia Anggraeni, M.A. 

III TEKNIS 
Ketua 

Dr. Indra Murty Surbakti, M.A. 

Wakil Ketua 

Dr. Rina Herartri, MPS. 
dr. Eni Gustina, MPH. 

Dendi Handiyatmo, SST, M.Si 


Kemenkes 

Bappenas 

BPS 

BKKBN 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

Bappenas 

Kemenkes 


BPS 

BPS 

BPS 

BKKBN 


BPS 


BKKBN 

Kemenkes 

BPS 


Lampiran D • 203 




Anggota 


dr. Lucas Cocong Hermawan, M.Kes 

Kemenkes 

drg. Wara Pertiwi 0., M.A. 

Kemenkes 

Woro Srihastuti Sulistyaninrum, S.T, MIDS 

Bappenas 

Ahmad Taufik, S.Kom, MAPS 

Bappenas 

Dr. Sarpono, S.Si, M.Sc 

BPS 

Ir. Abdul Latif, M.M. 

BPS 

Dendi Romadhon, S.Si, M.S.E 

BPS 

Mariet Tetty Nuryetty, MA 

BPS 

Tri Windiarto, S.Si, M.Si 

BPS 

Ika Luswara, S.Si, M.A 

BPS 

Muhardi Kahar, S.Si, M.Si 

BPS 

Agus Marzuki Prihantoro, S.Si, M.Kesos 

BPS 

Nuraini, S.ST, M.A 

BPS 

Sri Wahyuni, S.ST, S.E, M.Si 

BPS 

Yudi Fathul Amin, S.ST 

BPS 

Dwi Trisnani, S.ST, M.Si 

BPS 

Dr. Dwini Handayani Arianto 

FD-FEUI 

Diahhadi Setyonaluri, Ph.D 

FD-FEUI 

Ayke Soraya Kiting, S.E, M.Sc 

FD-FEUI 

Ir. Zainul Hidayat, M.Si 

FD-FEUI 

Dra. Flourisa Juliaan, Apt., MKM 

BKKBN 

Dra. Kasmiyati, M.Sc 

BKKBN 

Sri Wahyuni, S.H, M.A 

BKKBN 

Drs. Muhammad Dawam, MP A 

BKKBN 

Dwi Wahyuni, M.M 

BKKBN 

Syahmida S. Arsyad, MPS 

BKKBN 

Rahmadewi, MKM 

BKKBN 

Darojad Nurjono Agung Nugroho, M.Si 

BKKBN 

drg. Wisnu Fadila, MSR 

BKKBN 

Arga Nugraha, M.A 

BKKBN 

Rohani Catursaptani, M.Si 

BKKBN 

Reni Pebrianti, S.Sos 

BKKBN 

Sari Kistiana, S.IP, MAPS 

BKKBN 

Mario Ekoriano, S.Si 

BKKBN 

Septi Nurhayati, S.Sos 

BKKBN 

dr. Faj ar Firdawati 

BKKBN 

dr. Nila Yusnita 

BKKBN 


204 


Lampiran D 


IV BIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN 


Ketua 

Arie Sukarya, M.Comm BPS 

Wakil Ketua 

Ir. Herum Fajarwati, M.M. BPS 

Badar, S.E., M.Si. BPS 

Drs. Nasib Pumawarman, M.M. BKKBN 

Anggota 

Agus Yano Taufik, S.E BKKBN 

Rosintha Doris Berlian, S.Sos, MAPS BKKBN 

Yufi Winiastuti, S KM BKKBN 

Nona Iriana, S.Si, M.Si BPS 

Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, S.Si, M.Si. BPS 

Ir. R. Moch Haryono BPS 

Ir. Sri Indrayanti, MAP BPS 

R. Taufik Panca Putra, S.FI BPS 

Drs. Rijo Flandoko BPS 

Ir. Jamaludin, M.M BPS 

Bambang Sri Yuwono, S.Si, M.Si BPS 

Ir. Wien Rizal, M.E BPS 

Melly Merlianasari, S.H., M.H BPS 

Dwi Wulan Krisna, S.ST, M.Si BPS 

Krido Saptono, S.Si, M.Si BPS 

Wahyu Indarto, S.Si BPS 

Hari Nugroho, S.ST, M.Si BPS 

Lilik Enggar Susilo, S.E BPS 

Mohamad Ali Asy’ari, S.E, M.Ak BPS 

Elwatryn Yosvia, S.ST BPS 

Martin Wibisono, S.ST, M.Si BPS 

Sri Handayani, S.ST, M.S.E. BPS 

Dadan Sudarmadi, M.Si BPS 

Edwin Triyoga, S.ST, S.E., M.Si BPS 

Syarifudin Yahya, S.AP BPS 


V BIDANG PENGOLAHAN 


Ketua 

Dwino Daries, B.Eng. BPS 

W akil Ketua 

Widaryatmo, S.ST, M.Si. BPS 

Widiyati Pawit Suwarti, S.ST, S.E, M.Si BPS 

Anggota 

Ari Purbowati, S.Si, M.S.E BPS 

Ikhsan Fahmi, S.ST BPS 

Arief Pratama, S.ST BPS 

Mugia Bayu Rahaija, M.Si BKKBN 

VI BIDANG ADMINISTRASI UMUM 

Ketua 

Rini Savitridina, M.A. BPS 

Wakil Ketua 

Sintawaty Sulisetyoningrum, S.Sos, MPH. BKKBN 

Parwoto, S.ST, M.Stat BPS 

Anggota 

Yusna Afrilda, M. Si. BKKBN 

Moh. Arif, S.Pd. BKKBN 

Mutiathun Nuriah, M.Si. BKKBN 

Apriliani Nurida Dwi Aswarawati, S.Si. BPS 

Tika Agustin, S.ST. BPS 

Novi Rosiana, S.ST. BPS 

Puticia Synthesa, S.ST. BPS 

Hamim Tsalis Soblia, S.ST. BPS 


206 • Lampiran D 


INSTRUKTUR 


Master Instruktur Utama 


Dr. Indra Murty Surbakti, MA 
Rini Savitridina, MA 
Dendi Romadhon, S.Si, M.S.E 
Ir. Abdul Latif, MM 
Dr. Rina Herartri, MPS 
Rahmadewi, M KM 

Instruktur Utama 

Tri Windiarto, S.Si, M.Si 
Kurniati Bachrun, S.ST, M.Si 
Widaryatmo, S.ST, M.Si 
Ika Luswara, S.Si, MA 
Parwoto, S.ST, M.Stat 
Idha Sahara, S.ST, M.Si 
Nuraini, S.ST, MA 

Agus Marzuki Prihantoro, S.Si, M.Kesos 
Dendi Handiyatmo, S.ST, M.Si 
Muhardi Kahar, S.Si, M.Si 
Syahmida S. Arsyad, MPS 
Drs. M. Dawam, MPA 
drg. Wisnu Fadila, MSR 
Mugia Bayu Raharja, M.Si 
Dra. Dwi Wahyuni, MM 

Instruktur Nasional 


Devi Indriastuti, S.ST, M.Si BPS 

Agustina Dwiana, S.Si, MM BPS 

M. Ervin Sugiar, S.ST BPS 

Adi Cahyadi, S.ST BPS 

Iswenda Noviani, S.ST BPS 

Muhammad Ridha, S.ST BPS 

Sri Hastuti, S.ST, M.Si BPS 

Budi Prasetiyo, S.ST, M.Si BPS 

Dyah Budiyanti, S.ST BPS 


BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BKKBN 

BKKBN 


BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 


Dadan Supriadi, S.ST, M.Si BPS 

Hamin Tsalis Soblia, S.ST BPS 

Aluisius Abrianta, S.ST, MA BPS 

Rita Rif ati, S.ST, M.Si BPS 

Yoyok Cahyo N, S.ST, M.Ec.Dev BPS 
Riza Ulfina, S.ST, M.SE BPS 

Ir. Tuti Noviani BPS 

Khomarudin, S.ST BPS 

Dedi Fahlevi, M.Si BPS 


Lampiran D • 207 


Ekowira Susilo, S.ST BPS 

Rini Apsari, M.Si BPS 

Hendy Hario S, S.ST, M.Stat BPS 

Dewi Mulyahati, S.Si, ME BPS 

Ai Budiman, B.St BPS 

Desiana Arbani Safari, S.ST BPS 

Eko Subiyanto, S.ST BPS 

Desliyani Tri Wandita, S.ST BPS 

Esti Suciningtyas Pratiwi, S.ST BPS 

Vivi Frizalda, S.ST, M.Si BPS 

Gita Yudianingsih, S.Si BPS 

Ir. Siti Alifah BPS 

Martini Pratiwi, S.ST BPS 

Robert Ronytua P., S.Si, MAB BPS 

Renie Wulandari, S.ST BPS 

Partinah, SAP BPS 

Imam Setia H., S.ST, M.Stat BPS 

Mediana Riris M., S.ST, M.Si BPS 

Suryaningrat BPS 

Singgah Satrio Prayogo, A.Md BPS 

Dra. Minatus Saniyah BPS 

Muhamad Suharsa, M.Si BPS 

Harjo Teguh, S.Si, MM BPS 

Novi Rosiana, S.ST BPS 

Meryanti Sri W, S.ST, M.Si BPS 

Sapto Wintardi, S.Si, M.Si BPS 

Sri Isnawati, S.ST, M.Si BPS 

Sriningsih, S.ST, M.Si BPS 

Debora Sulistya Rini, M.Si BPS 

Lukmi Ana Purbasari, S.ST BPS 

Ir. Sutirin, M.SI BPS 

Herlina, S.ST BPS 

Ketut Mondai The And, S.ST BPS 

Angela R. Maria Wea, S.ST, M.Si BPS 
Febriany Lete, S.ST BPS 

Isna Zuriatina, S.ST, MT BPS 

Dwi Trisnani, S.ST, M.Si BPS 

Made Bimbo A. S., SE, MAP BPS 

Sri Wahyuni, S.ST, SE, M.Si BPS 


Ikhsan Fahmi, S.ST 

BPS 

Iskandar, S.ST, M.SE 

BPS 

Bayu Agung P, S.ST, SE, M.Si 

BPS 

Fadli, SE 

BPS 

Vidya Nurina P, S.ST, M.Si 

BPS 

Deppi Andam Dewi, S.ST 

BPS 

Nuruddin Zain, S.Si 

BPS 

Roy Suryanto, S.ST 

BPS 

Yudi Fathul Amin, S.ST 

BPS 

Arif Miftahudin, M.Si 

BPS 

Junitha J. Sahureka 

BPS 

Femando Silaen, S.ST, M.Si 

BPS 

Ardita Mukti Wita Lestari, S.ST 

BPS 

Achmad Nasir, S.Si, MM 

BPS 

Evida Karismawati, S.ST 

BPS 

Putricia Synthesa, S.ST 

BPS 

Suwarti, S.ST 

BPS 

Sunu Hari Ismawan, S.ST, M.Si 

BPS 

Khadijah, S.ST 

BPS 

Fatimatuz Zahro', S.ST 

BPS 

Alfiah Yuni Astuti, S.ST 

BPS 

Yuniar Iriyanti, S.ST 

BPS 

Anggit Rezqi 0, S.St, M.Stat 

BPS 

Papintana, S.Si 

BPS 

Dany Syarifudin, S.ST 

BPS 

Didik Abidin, S.ST 

BPS 

Arief Pratama 

BPS 

Natalia Pipit Duwi Ariska, S.ST 

BPS 

Diah Wahyuni, S.ST 

BPS 

Paul Santoso, S.ST 

BPS 

Citra Yanuar W, S.ST, M.Stat 

BPS 

Tika Agustin, S.ST 

BPS 

Ibrahim Anas Duwila, S.ST 

BPS 

Darojad N Agung N, M.Si 

BKKB 

Yusna Afrilda, M.Si 

BKKB 

Reni Pebrianti, S.Sos 

BKKB 

Y ufi Winiastuti, SKM 

BKKB 

Septi Nurhayati, S.Sos 

BKKB 

Arga Nugraha, MA 

BKKB 


208 • Lampiran D 


TIM PENGOLAHAN DATA (BPS) 


Widaryatmo, S.ST, M.Si. 
Ikhsan Fahmi, S. ST 
Ari Purbowati, S.Si, M.S.E 


PENULISAN LAPORAN 


EDITOR 

Sri Poedjastoeti, MS 
Mariet Tetty Nuryetty, MA 
Dr. Rina Herartri, MPS. 

Tin Afifah, S KM, MKM 

PENULIS 

Mariet Tetty Nuryetty, MA 
Parwoto, S.ST, M.Stat. 

Widaryatmo, S.ST, M.Si. 

Muhardi Kahar, S.Si, M.Si. 

Sri Wahyuni, S.ST, SE, M.Si 
Elfrida Zoraya, S.Si 
Ari Purbowati, S.Si, M.S.E 
Tika Agustin, S.ST 
Ikhsan Fahmi, S.ST 
Yulia Atma Putri, S.ST 
Dr. Rina Herartri, MPS. 

Rahmadewi, MKM 
Syahmida S. Arsyad, MPS 
Drs. Muhammad Dawam, MPA 
Darojad Nurjono Agung Nugroho, M.Si. 
Septi Nurhayati, S.Sos. 

Mugia Bayu Raharja, M.Si. 

Robani Catursaptani, M.Si. 
drg. Wisnu Fadila, MSR 
Arga Nugraha, M.A. 

Tin Afifah, SKM, MKM 
Suparmi, SKM, MKM 
Anissa Rizkianti, SKM, MIPH 
Rika Rachmalina, SP, M.Gizi 
Sari Anggraeni, SKM 
Hana Shaliyyah Zulaidah, SKM 


ICF 

BPS 

BKKBN 

Kemenkes 


BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BPS 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

BKKBN 

Kemenkes 

Kemenkes 

Kemenkes 

Kemenkes 

Kemenkes 

Kemenkes 


210 • Lampiran D 


PELAKSANA SURVEI DI PROVINSI 


Aceh 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Pengawas 


Editor 


Pewawancara 


Humaira 

Fadhillah 


Drs. Wahyudin, M.M 


Husnulwati 

Abd. Hakim S.Si, M.Si 


Zikriati 

Wahyu Ashari, SST 


Agus Wira Yanti, S.T 
Hemawati, A.Md 

Suko Haryono, SST, M.Si 


Emi Rovita 

Reza Putra, SST 


Melati Dini Hari, SE 

Rozy Fatilla, S.ST 


Safriani, S.Pd 

Suriyanto, SE 


Febri Syahputri 

Rizki Hadiman, S.ST 


Soffia Zaronah Desky 

Adi Nurhady 


Mughfirah 

Hesti Susilowati, SST 


Hartati 

Evi Zarsuza, SPt 

Juliana, SP 


Aulia Rahmat 

Lily Suryani, SE 


Zaini Yus 

Hanik Devianingrum 


Rizki Murizin 

Haris Noprianto 


Muhammad Riski 

Lisnadiyani 


Tamren 

Dea Poppy Aprilla 


Gustiawan 

Junaidi 


Mukhlis Melala 

Ibnu Tamin 

Budi Satria 

Sumatera Utara 


Ricky Adrian Thoba 

Amrizal, A.Md 

Kepala BPS Provinsi 

Dr. Syech Suhaimi, SE, M.Si 

Miswar 

Koordinator Lapangan 

Drs. Ramlan, MM 

Piki Fitrian 

Pengawas 

Azwir 

Darlina Juita 


Baha Marihot H.Siahaan 

Riska Hardiyani, S.Sos 


Saip Iskandar 

Devi Pumamasari,SKM 


Thaswin Eddy 

Zubaidah Hannum 


Hot Bonar 

Nurmila 


Dahril Iskandar 

Mardanis 


Suryadi 

Umaira Rahmatillah 

Erlidar 

Editor 

Ayunning Tieas 

Santi Anita 


Aida Meimela 

Diana Ariyuni 


Arida 

Mauliza 


Mustafa 

Pakismiwati 


Ribka Anggina Tarigan 

Rahmani, ST 


Sri Hastuti 

Al Munawarah 


Esther V Simanullang 


Lampiran D 


211 


Pewawancara 


Hasrat Ifolala 

Aulia Muhardhi Fakhri 

Joni Siregar 

Nofrial Ardy 

Jhonatan Ade Suranta M 

Edi Kalme 

Dantes Silitonga 

Jurdkriswanti Lase 
Trisari Nur Cahaya Zebua 
Nofeliana Bago 
Tety Novriyanti Zebua 
Versi Damai Laoli 
Fitriani Pasaribu 
Rina Ariyanti Siregar 
Maghfrrah 

Donna Clara Butar-Butar 
Baginda Yusuf 
Isnaini Zulhusna 
Nursauba Lanniari H 
Yuli Agustina 
Yusnaini Fitri 
Baginda Raja Alamsyah 
Lely Yunita Sari 
Ragdad Cani Miranti 
Rubiah 

Juni Florida Sirait 
Parpunguan Simamora 
Yulia Vertina Napitupulu 
Kristin Natalia Sitorus 
Yosephin Panggabean 
Erliani 

Senli Rifona Sembiring 
Melati Simanjuntak 
Lely 

Margareth S.P Silitonga 
Nazla Syafrina Putri 
Rahmat Syaibani 
Bintang Simatupang 
Marissa Sinaga 
Vicera Romindo T 
Eska Prima Silalahi 
Mangatas Sitorus 


Sumatera Barat 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Pengawas 

Editor 


Pewawancara 


Riau 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Pengawas 

Editor 


Dr. Ir. Sukardi, M.Si 
Setio Nugroho, MA 

Jaka Murjanto, SE 
Dessi Febriyanti, MA 
Aluisius Abrianta 

Welda Roza, S.Si 
Emi Sulastri, SE 
Riza Ulfrna, S.ST, M.S.E 
Adek Budiman, S.ST 
Aulia Rahman 
Ifan Davani, S.ST 

Utari Azalika Rahmi, S.ST 

Firna Stephanie 

Siska Novita 

Deswaty, S.ST 

Kurnia Prima R, SST 

Heny Kusvita Dewi, S.ST 

Elsi Lusianti 

Ratna Dewanti, S.ST 

Emita 

Lidia Nova, S.Pdi 
Poetri Marissa Y, S.ST 
Ryche Pranita, S.ST 
Arief Rahman 
Boy Zainal 
Veri Wardi, S.ST 


Ir. S. Aden Gultom, MM 
Siti Mardiyah, MA 

Raswandi, S.P 
Wahyu Adhiputra, S.ST 
Azhari Andria, S.Sos 

Metalia Alfa, S.ST 

Gusmela 

Lezita 


212 


Lampiran D 


Sumatera Selatan 


Andri Fardeni 
Nurhasan 


Pewawancara 

Irfaldo Riocaesar, SST 

Nidiya Arfiani, SST 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Yos Rusdiansyah, SE, MM 

Drs. Timbul P. Silitonga, M.Si 


Siska Yuliati, S.Si 

Riani Wahyuni 

Dewi Astuti 

Debi Tomika, S.ST 

Pengawas 

Trio Wira Dharma 

Zaenal Abidin 

Choirul Okviyanto 


Zuli Rahayu 

Rofi'atus Solekhah 

Ditya Novitasari, S.Kom.I 
Novita Sari 

Ryan Alfitra, SST 

Yenni Elvira 

Dahlia 

Editor 

Dana Megayani 

Sondra Megasari 

Evi Salvidar 

Agus Setiono 

Nunung Mustaim 

Ade Ramadhan D 

Jambi 

Yeltari Bysolpi, SE 

Octira Daniaty, SKM 

Fazlur Rahmadani 

Pewawancara 

Iyut Ria Muttaqun 

Mariam Elly 

Ummi Yulia Utami 

Yunarti Puji Rahayu 

You Ari Faeni 

Lia Nurliana 

Kepala BPS Provinsi 

Dadang Hardiawan, S.Si, M.Si 


Lismiana 

Koordinator Lapangan Risyanto, S.Si, M.Si 


Windri Dwi Novanni 

Rorie Sepsilia 

Pengawas 

Kuswan Gunanto 

Nopriansyah 


Heri Sigit Priyanto 

Sarinah 

Rohana 

Editor 

Pewawancara 

Sisilia Nurteta 

Rina Agustina 

Hery Sasria 

Fuad Hasyim 

Fathina Mufrodi 

Bengkulu 

Sofa Nur Khamama 

Sri Rosmardiyah Azma 

Aditya Gusti Mangestika 


Dwi Utaminingsih 

Kepala BPS Provinsi 

Dyah Anugrah Kuswardani, MA 


Risma Hapsari 

Eny Kusrini 

Koordinator Lapangan 

Duaksa Aritonang, SE, MM 


Tuberwanlastu 

Sitta Fadillah Daly 

Nara Ria Haq 

Fajar Wahyuni 

Pengawas 

Herlinawaty, S.Si, M.Si 
Khomarudin, S.ST 

Yuniarto, S.ST, M.Si 


Ardana Yulmiroza Utari 

Nicky Rizkiansyah 

Editor 

Fitri Aryati, S.ST, M.Si 

Hestin Rahmanita , S.ST, M.Si 


Indra Sularsih, S.ST 


Lampiran D 


213 



Guswandi Alfian, S.ST 

Eko Fajariyanto, S.ST, M.Stat 
Syakhroni, SE 


Sita Desma Sari, S.E. 

Sectio Dicko Pratama, SST 

Dwi Mufti Apriani 

Irma Deska Sari, S.Pd. 

Pewawancara 

Firma Damayanti, S.ST 

Sri Wahyu Nengsi, A.Md 

Lilis Aryani 

Nini Sulaima 

Fatreyna M. Putri, S.ST 
Marlina, S.ST 

Wilistari 

Ratna Kusuma A., S.Si 

Anggit Mustika R., S. ST 
Nurdiana 

Sri Indiyah W 

Fera Kurniawati, S. S T 

Fridz Merdatyas G., S.ST 


Rahmayati Berta 

Nenny Cahyawati 

Panca Satria Wijaya 

Hanip Himawati 

Rezania Balqis 

Siti Fadilah, S.Si. 

Rochayatini, SE 

V. Giovani Febrian, S.ST 
Wahyu Marifia Ningsih 

Dora Arcella, S.Pd. 

Siti Yuniarti, ST 


KMS. Taufik R., S.Si 

Very Ando Saragih, S.ST 

Kepulauan Bangka Belitung 

Kepala BPS Provinsi Darwis Sitorus, S.Si, M.Si 

Lampung 


Koordinator Lapangan 

Dra. Tutty Amalia, MAP 

Kepala BPS Provinsi 

Yeane Irmaningrum S, MA 

Pengawas 

Rojani, SST 

Koordinator Lapangan 

Mas'ud Rifai, S ST 


Sohidin, SST 

Pengawas 

Ir. Sudarti 

Arif Rahman M., S.Si, MM 
Poniran 

Saryono, SST 

Editor 

Irma Setiyani Rahayu, SST 
Raudlatul Faizah, SST 

Yuda Bagus Rachmatullah, SST 
Uluan Raja Sitorus, SST 

Editor 

Nur Indah, SE 

Frida Jubilate Hutabarat, SST 
Rengganis Woro M, SST 
Agustina Riyanti, SST., M.Si. 

M. Septa Utama SP, SST 

Wikki Wildana 

M.E. Ivan Sihaloho 

Dedi Triatmoko, A.Md. 

Pewawancara 

Sulastin Savitri, SST 

Rezky Mayda Putri, SST 

Novita Qomariah 

Masdalena 

W. Parmonangan A., SST 
Mardha Tilla Septiani, SST 
Clara Septyana R. S., SST 
Dahlia 

Ersi Hayani 

Pewawancara 

Mertha Pessela, SP. MM 
Hamzah Saifudin, SST 

Dessia Tribandini, S.Pd. 

Karlina Aprimasyita 

Rizky Zulia Yuningtyas P 


Abdul Maliki 


386 • Appendix E 


214 • Lampiran D 


Kepulauan Riau 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Pengawas 

Editor 


Pewawancara 


DKI Jakarta 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Pengawas 



Editor 

Ruth Juliana Lumbantobing 
Dewi Saputri Ningsih, SST 

Panusunan Siregar, M.Sc 


Sri Purwaningsih 

Satriana Yasmuarto, S.Si, MM 


Yuliani 

Yulianti 

Budi Prasetiyo 


Ahmad Saefudin 

Adi Cahyadi 


Ade Suhendi 

Donny Cahyo Wibowo 


Aulia P 

Ridho Fauzi R 

Edy Purnomo 

Irfan Satriadi 


Widyotomo 

Ema Aprilia Fitriani 

Pewawancara 

Ratna Indrawati 

Afdi Rizal 


Putih Asmarini 

Awiskarni 


Rina Marliani 

Efrianto Siregar 


Listhya Widi 

Fadlyansyah 

Suhastuti 

Putri Wahyu Handayani 


Fitri Mulyanti 

Laily Fauziah 


Agustina Ulva 

Jumiarti 


RA Halimah Putri 

Jeniati Putri 


M Bagus P 

Elly Juliana Tobing 


Margiyati 

Linda Mariati 


Arni rifana 

Linda Setyawati 


Neneng Banowati 

Felisita Tri Ayuningrum 


Efa Fakhlu 

Reno Fitria 


Rafliediva Muhammad 

Desi Harweni 


Sartinah 

Indahana 


Heviyatun 

Paulina Silitonga 


Sosiawati 

Daipino Anala 


RA. Nurhidayah 

Hari Partakoesoema 


Ryan Marks 

Setyadri Unggul W. 


Dina Rimawati 

Endang Suhaeni 

Siti romlah Ragil 

Sherryliana 

Ir. Thoman Pardosi, SE, M.Si 
Satriono, S.Si, MM 

Nina Djuhartinah 

Jawa Barat 

Hendryan 

Tri Pramujiyanti S.Si 

Kepala BPS Provinsi 

Ir. Dody Herlando, M. Econ 

Dimas Adiangga SST, M.Si. 
Mega Cahya Rristianti, SST 

Koordinator Lapangan Ir. Gandari Adianti A. F., M.S 

Supendi S.Si, M.A 

Pengawas 

Panca Nugraha, S.ST 

H ilmiah 


Lampiran D 


215 


Ir. Mohamad Ibrahim Idris 
Dedi Sugandi, S.ST 
Ir. Firman Sabana 
Yunila Faira, S. S T 
Mohamad Jalaluddin, S.ST, M.Si 
Deni Iskandar, S.ST 
Mohamad Fauzi, S.ST 
Ir. Zainal Arifm 
Cecep Muhram M., S.Si, MM 
Ena Heryana, B.ST 
Sidik Edi S., S.Si, M.Stat 
Hendy Hario S, S.ST, M.Stat 

Editor Anita Fitriani, S.ST 

Sinta Marlia Dewi 
Agus Sugiharto, SE 
Renie Wulandari, S.ST 
Ir. Ema Sunarsih 
Esti Suciningtyas P, S.ST 
Mohamad Iin M, SST, S.Si, MM 
Adih Kusnadi, S.Si 
Ayu Setyawati 
Ujang Mauludin, S.ST, M.Si 
Atik Fitri R., S.Si, M.SE 
Jejen Priatna, S.ST 
Partinah, S.AP 
Dwi Astuty H., S.ST, MP 
Suratno Hadi Wibowo 
Agus Suhendro 
M. Kadarisman 
Uus Kusmana 
Bintang Sangra Subagja 
Fajar Hanindito 
Hari Khaeroni Marthin 
Nandang Kusmana 
Muhamad Solihat 
Ogi Supriyadi 
Jaka Yudha Permana 
Otong Kardita 
Maryadi 

Muhammad Sofyan 

Pewawancara Yulia Fitriayani D 

Nuri Aprianti 


Emawati 
Sinta Damayanti 
Nurwanto 
Nina Udayanti 
Ika Rani Mardani 
Netti Astuti 
Noviana Ajriani 
Syamsul Huda 
Melyawaty 

Dinny Andriani Pumomo 

Tiara Sucinissa 

Evi Silvia Agustina 

Muhamad Riyandi Putra 

Susi Shondari Nurzanah 

Helen Anggraini Rukrnan 

Ai Sumiati 

Desi Oktiviani 

Diki Pribadi 

Heni Rohaeni 

Teti Hartati 

Rina Rosidawati 

S anti Sulastri 

Harkat Raya Gunawan 

Santi Olivia 

Asmani 

Sri Mulyati 

Novi Ariani 

Rully Agung Firmansyah 

Syawaliah Maryani 

Siti Rohmah Ningrum 

Sri Sundawati 

Silmi Kaffah 

Achmad Taufik 

Ayi Maryam 

Nisa Mardiyani 

Idah Faridah 

Novi Ariani 

Fajar Hanindito 

Rully Agung Firmansyah 

Syawaliah Maryani 

Siti Rohmah Ningrum 

Sri Sundawati 

Silmi Kaffah 

Hari Khaeroni Marthin 


388 • Appendix E 


216 • Lampiran D 


Jawa Tengah 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Pengawas 


Achmad Taufik 
Ayi Maryam 
Nisa Mardiyani 
Idah Faridah 
Marlina 
Deri Supangkat 
Rani Marliani 
Eneng Siti Nurlela 
Diah Mirawati 

Euis Innawati, S.Si Editor 

Mochamad Ramdhan L 

Anggi Alfrianti 

Nurul Febriani 

Rosalia 

Ika Susantika 

Dio Rivaldy 

Erni Andriani 

Anis Khairunisa, S.Pd 

Retno Pardiyani 

Voni Rimadhani 

Fathan Farashi 

Pipit Fithriani 

Sri Hartini 

Desi Kartikasari 

Turnengsih 

Yappi Yuhyi Ibrahim 

Resta Apriana 

Any Heryani 

Siti Wariah 

Rahmawaty 

Hendro Saputro Pewawancara 

Carningsih 

Neni Kusmayani 

Rosi 

Detty Nurkhaety H 
Memed Muhammad 


Dr. Margo Yuwono, S.Si, M.Si 
Martin Suanta, SE, M.Si. 

Achmad Rii'ai, S.ST 
Marlianto Eko Basuki, SE 


Fachrudin Tri U., S.Si, M.Si 

Untung Kumiawan, SST, M.Si 

Leni Kurniawati 

Muncar Cahyono 

Hadi Lestiyono 

Mugiyana 

Tolkhah Mansyur 

Arief Subekhi, SE 

Sunarto, S.Si, MSE 
Ani Widiarti 
Yuyun Wiendyawati 
Meryanti Sri Wulandari 
Dian Siswanti, S.ST, M.Si 
Wisnu Nurdiyanto 
Rina Mulyani 
Erni Irawaty Maysarah 
Nur Saidah, S.ST, SE, M.Si 
Tri Purwaningrum, SST 
Wawan Wahyudi, SE 
Arif Priyono 
Sutanto 

Purwo Santoso 
Budi Jatmiko, ST 
Moch Abdul Hadi 
Syafiqur Rohman 
Novianto Wijoko 
Edi Suwito 
Adi Prayitno, Amd 

Yenni Triyana, SP 
Mugiarti, SE 
Kuspriyatin, S.Md.Kom 
Lelita Ningsih 
Tri Wibowo Sumaryo 
Sugiyanti 

Desiana Pungkasari 
Tyas Ramadhani 
Solikah 
Immannudin 
Fana Pralita 
Rini Purwanti 
Suyanti 

Dyah Krisna Wijayanti 


Lampiran D 


217 


Abdillah 

Meta Setya Perasa Sari 
Luthfi Latifah, S.Stat 
Ratih Kumala Dewi 
Zeptianti Putri Sari 
Ganendra Wisanggeni P 
Yulianti Puji Utami 
Elingga Ariprobo K., S.IP 
Afika Fitria Permatasari 
Emy Setyowati 
Andi Wahyu Setiawan, ST 
Rini Awalin 
Siti Khoiran Nisa 
Endah Setyo Rini 
Rina Virmiyati 
Ananda Adi Cahyo 
Setya Dwi D 
Yasinta Sriwigati 
Yuni Handayani 
Any Sulistyowati, S.Si 
Joko Siswanto 
Mulyati 

Dwi Desi Budiarti 
Sulastri 
Laela Anisatin 
Adi Mahendra 
Atikah Arifah 
Yulaicha Sulistyantina 
Galuh Widiastuti 
Retno Yuswandari 
Hari Ibnu Siswanto, S.Pd 
Indah Indriani 
Diyah Aryani 
Ristiawati Syofian 
Eti Setiningsih 
Dedy Ardiyanto 

DI Yogyakarta 

Kepala BPS Provinsi JB Priyono, M.Sc 

Koordinator Lapangan Soman Wisnu Darma, S.Si, MT 

Pengawas Jafar Nawawi A., SS, M.Si 

Fredy Tjekden, SST, M.Si. 


390 ■ Appendix E 


Editor Hardana, SH 

Agung Wibowo, SST, M.IDEC 
Anang Prasetiyo Sembada 
Ahmad F. Susanta 

Pewawancara Riesdy Prasetyo 

Arif Efendi 
Isni Marwati 
Ervina Budiati 
Royani 

Arika Nugraheni 
Arin Widiastuti 
Daruwati 
Endah Dwi Astuti 
Eni Pratiwi 

Jawa Timur 

Kepala BPS Provinsi Teguh Pramono M.A. 

Koordinator Lapangan Ir. Zulkipli, M.Si. 

Pengawas Kunthi Wihatmi, S.Si 

Nanang Widaryoko, SST, SE, M.Si 
Marten Hidayat, SE, MM 
Nor Amin Setiawan, SE 
Supardi, SP 
Hariyanto, S.Sos, MM 
Agus Sudibyo, SE, MM 
Suzatmo Putro, SST, M.Si. 

Zaidatul Ma'rifah, S.Si, MM 
Tulus Subagyo, S.Si, M.Si 
Priyo Hadi Susilo, SE 
M. Iskandar Edris, S.Si 

Editor Galing Sulandari S.Pt 

Didik Bintoro 
Abdul Hadi, S.ST 
Bastari Widojoko, S.TP 
Ir Abd Mutholib 
Achmad Nurochman, SE 
Evy Trisusanti, S.Si, MT, M.Sc 
Purwaningsih, SE 
Septian Pratiwi N, S.ST 


218 • Lampiran D 


Natria Nur Wulan, S.Si 

Abdus Salam, S.ST 

Tri Febriani Widyawati, ST 

Buyung Rimeto W., SST 

Ragiel Tudiono 

Arif Wisnugroho 

Ach. Kusairi, S.Pd 

M. Anang Suryono 

Edi Susilo 

Hanry Harsuda 

Heriyanto 

Septia Arifin 

Suwito, SE, MM 

Bambang Ponco Endro 

Misuyanto 

Pewawancara Sayekti W. Kuntari 

Esti Anindya Elapsari 
Ririn Andriyani 
Enik Suharti 

Anes Lusia Ardhiana, S.Pi 
Dian Eka Musvitasari, SE 
Arini Sukmawati 
Yuris Kartika Sari, A.Md 
Efi Sulistyo Wijayati 
Evy Farida Flastuti 
Pratiwi Kurniasari 
Rizki Yuliatin 
Mega Citranda Utami 
Hafiyatun 

Yudha Eko Ertanto A.Md 
Danang Bagus Saputra 
Nurkholis Flamzah 
R. Ay. Maimoenah, S.Sos 
Flervin Febriani 
Supriyanto 

Dian Dwi Susanti, A.P 
Dyah Agus Lstyoningsih 
Ratna Pumamasari 
Umi Kulsum 
Zaenal Arifin 
Sudartik 

Ririn Nur Afifatuz Zahro 


Nuritha Eka Pratiwi., S.Pd 
Diyah Flastutik 
Dedy Eka Surya, S.Pd 
Sriwanti 

Mufidatur Rosyidah 

Maria Sendy Krissusanti 

Widyaningsih 

Devy Prasetyono 

Merlynha Asih 

Flesti 

Ir. Tutik Nuryati 
Ayu Paramitha Riyadi 
Romadhona Sasana Putra 
Windy Wulansari 
Ellya Ristiyana N., S.Pd 
Arina Lutfiyah, A.Md 
Yati Andriyani, S.ST 
Alvon Andreas, A.Md 
Mardiana 
Lusi Rahmawati 
Nurul Kastiyah 
Enalysda Purba 
Fredy Wiyono 
Amrom Maqdhiya 
Triyuli Astutik 
Dessy Narulitasari, A.Md 
Eka Khusniawati 
Denny Setyanto Flerry S. 

Layla Saadah 
Winda Chrisiyowati 
Ida Dartik 

Ariani Murtyaningsih 
Ekhy Wahyu Perdana P 

Banten 

Kepala BPS Provinsi Agoes Soebeno, M.Si 
Koordinator Lapangan Mukhamad Mukhanif, S.Si, M.Si 

Pengawas Epriata 

Cipno Flartono 
Asep Sugiana 
Surasti 
Ai Budiman 


Lampiran D 


219 


Editor Didin Ritaudin 

Tati Rachraawati 

Yeni Susniyawati Editor 

Diasitta Yusuf 

Ari Bambang Trenggono 

Aceng Rahmat 

Hikmatullah 

Leo Oktavia Saputra 

Harry Haryadi 

Alif Prahnolly Pewawancara 

Pewawancara lis Isnaeni 

Dwi Apriyani 

Rika Sumarni 

Wiwin Winjani 

Suparta 

Hayati Nufus 

Dina Putrianti 

Asih Sulastri 

Ria Afriani 

M. Sukurdi 

Widya Ayu Lestari 

Rusmiati Kusuma Dewi 

Nuraeni 

Nani Sukarni 

Manian Hidayat Nusa Tenggara Barat 

Sri Artiningsih 

Ruslianti Kepala BPS Provinsi 

Kusmaryani Koordinator Lapangan 

Umi Susilawati 

Hamdiyah Amrillah Pengawas 

Fridia Salafia 

Risma Defriasih 

Indah Rini 

Hanny Sumadi 

Zuhaiml Bustan Editor 


Bali 

Kepala BPS Provinsi Ir. Adi Nugroho, MM 
Koordinator Lapangan Asim Saputra, SST, M.Ec. Dev 

Pengawas Ketut Mondai The And, S.ST 


392 • Appendix E 


Made Bimbo A. S., SE, MAP 
A.A. Gede Dirgakardita, SST 

Nyoman Ari Noviantari 
Made Sukma Hartania 
Rando Carrolina 
Ketut Ksama Putra, S.ST 
Evendi Akhmad, S.Si 
I Putu Ryan Brayoga, S.ST 

Ni Gusti Ayu Made S. H. 

Ayu Rai Yudiani, STP 
Ni Luh Gede Hermawati 
Made Erlinawati 
Ketut Sri Susilawati 
Ni Putu Prawita Dewi 
Sunarningsih 
Putu Indri Widyani, S.ST 
I Gusti Nyoman Sri 
Ni Nyoman Manis 
Desak Nyoman Sri D.P. 

Ni Nyoman Rumanti 
Ida Bagus Surya Budi Darma 
I Dewa Made Putrawan 
I Nyoman Parma Adiantara 


Ir. Endang tri Wahyuningsih, MM 
Arrief Chandra Setiawan S.ST, M.Si 

Amy Wardian Pratama, SST 
I Putu Yudhistira, SE 
Muh. Tahir 

Isna Zuriatina, SST. MT 

Achmad Gunawan, A.Md 
Arintia Dewi Heryyanti, A.Md 
Bilin Matarina Susiana 
Huswatun Hasanah 
Salamudin 
Wahyu Batmi 
Ahmad Johnan Pajri 
Irhas 


220 • Lampiran D 


Pewawancara 


Agustinus Naben 
Angkry J. J. Ottu 


Nur Adhani Rahmi 
Try Ema Yunita 

Ratna Dwi Hindriyastuti, SE Pewawancara 

Mahmudah 

Baiq Hendrawati 

Indriani Widhianingrum 

Jahra Susanti 

Nindia Noer Anisyah 

Andini Desita Kumiyatun K., ST 

Agri Pepy 

Ririn Fatonah 

Rohaeniah, S.Pd 

Sri Fajriani 

Sumiati 

Afifaturrohmi 

Aritmetika Poliningsih 

Firman Satriadi 

Ramdan Haris Jayadi 

Flamdani 

Hasan 


Nusa Tenggara Timur 

Kepala BPS Provinsi Maritje Pattiwaellapia, SE, M.Si 
Koordinator Lapangan Ir. Desmon Sinurat 


Pengawas 

Anderias B. Tanggu 

Liguori Yuridis Ledhe 

I Gusty N. V. Tanaka 
Muhamad Sukin 

Sapto Nugroho 

Febriany Lete 


Editor 

Hany A. Yoans Nafi 
Emanuel F. F. Datur 

Kalimantan Barat 


Rizal Fahmi Cholis 

Kepala BPS Provinsi 


Oktar Sander 

Rina Allycia Christin 

Koordinator Lapangan 


Muhammad K. Ahsani 
Rofinus Ignatius Parera 
Leonardus Subnudjung 
Yohanes Lalo 

Pengawas 


Isay S. H. Adu 

Editor 


Denis Maranda 
Dina Flenderina Foeh 
Yuningsih Takandjanji 
Veronika W.FI. Lulu 
Karolina Dapa Moda 
Muhammad N. Abdullah 
Maria A. B. Wewan 
Susana M. H. D. P. 

Ivanti Diana Rita 
Dyan Igawaty Amirullah 
Aristo Yavandi Lanus 
Farida Razak 
Syafaqatul Fiumairoh 
Roswita B. Lubur 
Bernadete Ino Tiardini 
Dody Lexzana Salmon 
Lidya H. Tallo Manafe 
Reka O. Simbolon 
Mathelda Esterina 
M. Theofrida Manwo B. 
Adnan Abdurrachman 
Serafina M. R. Tampung 
Comelia M. M. Klau 
Stefi Adelina Darsi 
Dorothea Serlinda Abi 
Yuan B. M. Padamany 
Oktavia N. Koebanu 
Evy Margareta Rata 
Diana L. E. Bell 
Sondang M. R. N. Pakpahan 


Ir. Pitono, MAP 
Sari Mariani, SE 

Muhammad Yani, SE 

Tommy Priyatna, SE, ME 

Imam Setia Hamomo, S.ST. M.Stat 

Rika Kartini, SST 


Lampiran D 


221 


Harris, SST 


J a m i ah, SP 
Yuni Sriwinarni 



I Made Bayu Ambara 

Bayu Nugrahadi 

Kalimantan Selatan 


Pewawancara 

Junaidi A Jabar 

Yanti 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Ir. Diah Utami, M.Sc 

Agnes Widiastuti,S.Si.,M.E. 


Heni Sinaryanti 

Y uliana 

Syarifah Halijah 

Neni Oktaviana 

Pengawas 

Ricky Abdillah, S.ST. 
Muhammad Surianata, S.E. 
Agung Setiawan Prasetya S.ST. 


Lia Sicilia 

Pricilia Utari 

Rikka Tri Suryani 

Rita Karmila 

Cacik Tri Jayanti 

Ucha Oktalafani 

Suryani 

Editor 

Monica Rayna Listya, S.ST 

Ria Febrianti, S.ST 

Dyah Lusianti, S.ST 

Edy Wiranto, S.ST 

Mokh. Basuki, SE 

Ilham Rapip 

Kalimantan Tengah 

Sy. Mohdar 

Mahibut Tabari 

Irmawan 

Pewawancara 

Siti Murni 

Isnawati 

Nining Yuswanti 

Hj. Kartini, S.P 

Helyna 

Donna Rianty 

Kepala BPS Provinsi 

Hanif Yahya, S.Si, M.Si 


Ana Rif ah 

Koordinator Lapangan 

Drs. Syafi'i Nur, M.Si 


Rita Hamdanah 

Zainah 

Pengawas 

Mokhamad Haris, S.Si, M.AP 
Beni Wahyu Utomo, S.ST 


Noor Maziah 

Murniati 

Risnani 

Editor 

Pewawancara 

Novi Kristina Sirait, S.ST 

Asna Mega Prabandari, S.ST 
Ikhlas Mukmin, SH 

Akhmad Nizar, S.ST 

Dwi Indri Arieska, S.ST 

Kalimantan Timur 

W ahyudi 

Saifuddin Khalil, A.Md.Kep. 

M. Dodik Aulia Rahman 


Tantri Lia Bestari 

Kepala BPS Provinsi 

M. Habibullah, S.Si, M.Si 


S anti Retno Sari 

Misnawati 

Koordinator Lapangan 

Ahmad Muhammad Saleh, SE 


Marwan Wahyudin, S.ST 

Ayu Wahyuning Nurlaili, S.ST 
Ayu Kornala Dewi, S.ST 

Yunita Kristy, S.ST 

Elisamarta R.Sibagariang, S.ST 

Pengawas 

Joko Affandy A., S.Si, M.Stat 
Muryanto, SST, M.Si 

Ahnrat Yani, SE 

Anang Subhan Efendi, SST 


394 • Appendix E 


222 • Lampiran D 


Editor 


Anis Setiyorini, SST, M.Stat 
Siti Barokatun Solihah, SST 
Norlatifah, S.Si, M.Stat 
Nindya Putri Sulistyowati, SST 
Rusdiansyah 
Hardi R, SE 
Dandy Tri Atmojo 
Yudha Satia Isnanta, SST 

Pewawancara Najmawati 

Titin Friska Siahaan 
Friska Sitorus, SST 
Maspupah, SST 
Muhamad Yamin, S.Si 
Rostiana Tandirerung, S.Si 
Fania Pratiwi, SST 
Flusnul Habibah 
Ridha Asih, S.Kom 
Aviv Alvian Nur, SST 
Nanda Sekar Asmara, SST 
Dewi Puspita Sari, SST 
Kumia Wahyu Sahfitri, SST 
Fitri Intan Pratiwi, SST 
Fitriyadi Mangedong, A.Md 
Indah Noor Safrida, SST 
Ari Susilowati, SP 
Mega Safira Aulia, SST 
Tiya Mitasari, SST 
Buyung Candra P., A.Md 

Kalimantan Utara 

Kepala BPS Provinsi 

Koordinator Lapangan 

Pengawas M. Rizal Budianto Zarkasy, SST 

Dede Kurniyawan, SST 

Editor Marfuah Apriyani, SST 

Ria Pujo Pangesti, SST 

Muh. Ilham, SST 
Herman 

Pewawancara Sundari, SST 


Ayu Pinta Gabena Siregar, SST 
Asih Ika Suryandari, SP 
Alivia Dita Nopiasari, SST 
Bagus Wahyu Pumomo, A.Md 
Alifia Nidya Hapsari, SST 
Kiky Claudia Nawaji, SST 
Nurul Lia Sinta Dewi, SST 
Risna Yuliani, SST 
Didik Kurniawan, A.Md 

Sulawesi Utara 

Kepala BPS Provinsi Moh. Edy Mahmud, S.Si, M.P 

Koordinator Lapangan Ahmad Azhari, S.Si 

Pengawas James Kindangen 

Simon Remiasa 

Editor Joddy J. Pesik 

Agus Purwandi 
Eko Pujo Santoso 
Sony Nesare 

Pewawancara Johanna Tampemawa 

Novita Sari 
Euclidesia Loong 
Florenzt Magdalena 
Olfiane Silfia Pelealu 
Dina Sadaryati 
Sizi Lia Ginoga 
Mellanny Kumaseh 
Ronaldo Halomoan 
Arif Muttaqin 

Sulawesi Tengah 

Kepala BPS Provinsi Ir. Faizal Anwar, MT 

Koordinator Lapangan Sarmiati, SE, M.P.W 

Pengawas A.A. Ngurah Gede Wasudewa, SST 

Ishak Hubu 

Denis Hendra Setiawan, SST 
Abialam Koesnandy H, SST 


Lampiran D 


223 


Editor Ni Made Egy Wira Astuti, SST 

Nurul Solikha Nofiani, SST 
Zakia Nur Fadillah, SST 
Avinna Fitriyanti, SST 
Enos Rombe 
Awaluddin A.DJ 
Moh. Susanto Samaduka, S.Pd 
Zubir, SP., M.Si 

Pewawancara Dewi Rizky Amalia, S.Pd 

Wahyuni Arifin U, S.Pd 
Nurhayati 

Riska Anggraini Adati, SE 
Vita Trisayuni, S.Si 
Andarini Sasawe 
N ia Kumia Sari 
Darmayanti Banjaguru, A.Ma 
A. Noor Taqiyah Zamania, SST 
Nunnila Moidady, S.Pd 
Indira Salingkat, S.Pd 
Rona Rinalti Abd Rahim, S.Sos 
Isma Iskandar 
Sepryati Matoory, SP 
Dyah Ayu Anggraini, STr.Keb 
Sri Supatmi, S.Ag 
Arga Randy E. Badang 
Taufan 

Yahdi Miftahuddin Kaenong, S.Si 
Abd. Rahman, S.Sos 


Sulawesi Selatan 

Kepala BPS Provinsi Nursam Salam, SE 
Koordinator Lapangan Faharuddin, M.Si 

Pengawas Elamka Makmur, SE 

Mansyur Madjang, SE 
Ir.Muh. Natsir 
Papintana, S.Si 
Sukadi, M.Si 


Pewawancara 


Sulawesi Tenggara 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Pengawas 


Editor 


Editor Khadijah, SST 

Roudhatul Jannah, SST 
Dessy Natalia, SST 


396 • Appendix E 


Asnidar, SE 
Endah Sri Pamati, SST 
Fendy Apriyadi, SST 
M Daud Azzanuri, SST 
Ilham Ma, SE, MM 
Elamza, SE, M.Si 
Muh.Mustakim Hasma, SST 

Sitti Zulaikha, SST 
Neka Kurniawati, SE 
Serra Pungkas Risantika, SST 
Laila Mustika DK 
Dinar Ayu Hajar Meiasri, SST 
Wahyuni Febriyanti Y, SST 
Lina Gussinta Dewi 
Julia Fitrianur, ST 
Wahyu Fuji Lestari, SST 
Masnah Kadir, SE 
Intan Risani, S.Pd 
Eka Fausiah Rahmawati, SST 
Ismaya Gusmi, SST 
Sukaena Harfianah, A.md 
Veronika Ratih Lestari, SST 
A. Gusniati, SP 
Mujahidah, SE 
Dessy Wasani, SST 
Dewi Krismawati, SST 
Alberthin Patanda, S.Si 


Ir. Atqo Mardiyanto, M.Si 
Dani Jaelani, S.Si, MT 

Leman Jaya, S.ST, M.Si 
Muh. Kadarsah, SP 
Muslimin, SP 
Arianto Abd Rahim 

Iska Susiyanti, S.ST 
Lilis Dinayanti, S.ST 
Miftahul Khair Anwar, SST 
Evi Irianny, SE 
La Sarima, SST 


224 • Lampiran D 


Pewawancara 


Gorontalo 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Pengawas 

Editor 

Pewawancara 


Iman Setiawan, SST 
Dicky Muhammad R. 

Arsan Darmawansyah 

Dwina Wardhani Nasution, SST 
Aprilia Uswatun Chasanah, SST 
Iqra Kusumawaty Kasim 
Nia Afriani Salim, SST 
Sri Wahyuni, SST 
Zulfadilah Zur, SST 
Yunita Nur Khasanah, SST 
Nofri Kamila, S.ST 
Yamanora Sylvia Rosalin, SST 
Marlina Primasari, S.ST 
Khodijah Kamilatul M. 

Dyah Ayu Ratna N., SST 
Anis Fakhrunnisa, S.ST. 
AnisaNoor Rosidah, S.Si 
Wd Rahmina Sari, SST 
Irfan Saputri, A.Md. 

Ahmad Muhaimin, S.ST 
Fadli, SST 
Sudirman A.Md 
Ksatrio Jati Putro Utomo 


Aisa Datau 

Mei Fadillah Ningcahyanti, SST 
Ifah Durrotun Nisa' , SST 
Iangrea Mustikane Bumi, SST 


Sulawesi Barat 

Kepala BPS Provinsi Suntono, SE, M.Si 

Koordinator Lapangan Ir. Bambang A. C., M.Si 

Pengawas Abdullah, SE. 

Julian Emba Mangosa, S.ST. 

Andi Ishak, SE, M.Si. 

Fauzi Darmawan, S.ST. 

Editor Evi Arianti, S.ST. 

Nurdiawati Devayana, S.ST. 
Astrid Masitha Shabrina, S.ST. 

R.A. Leisa Triana, SST, SE, M.Si. 

Syarifuddin Usman 

Adran 

Tegar Prasojo, S.ST. 

Saiyed Andi Bangsawan, SE 


Pewawancara 


Ir. Eko Marsono, MM 
M. Fadlian Syah, SST, M.Si 

Andika W. Setyaji, SST, M.I.Kom 
P. Yhoga Chandra Kusuma, SST, MT 

Desi Lestari Utami, SST 
Fitriyani Dako, SST 
Eka Nurdiyanto, SST 
Widi Handoko, SST 

Wira Astono 

Ade Iman Helingo, SST 

Cindra Datau 

Agustin Darmayanti, SST 

Dewi Apriyani Hasyim, SE 

Adriyani Syakilah, SST 


Andi Sura Muhlis, S.Pd. 
Hemawati, SE. 
Mardawiah, A.Md. 
Mardinah 

Syfa Aulia Rahmi, S.ST. 

Apella Melianta, S.ST. 

Cory Ramayanti, SE. 

Nindi Dewi Ivo, S.Pd. 

Tasniah Zaenal, S.Kep. 

Andriyani Azis 

Rini Wahab 

Ayu Rita Musyarofah 

Reskiani 

Ramlah 

Juliati 

Rian Yeni Prastiti 
Zakaria Duma, S.Sos 
Fahmi Maulana, S.ST 
Kamaluddin 
Muhammad Daniel 


Lampiran D 


225 


Maluku 

Kepala BPS Provinsi Drs. Dumangar Hutauruk, M.Si 
Koordinator Lapangan Ir. Ismail Rumata, M.Si 

Pengawas Ahmad Nur Fajri 

Cahyono Panca Aridesyadi 
Josefina Leatemia 
Tupa Tampubolon 
Aditya Aprilliofany 


Maluku Utara 

Kepala BPS Provinsi 
Koordinator Lapangan 

Pengawas 


Editor Rieko Dita Hermawati 

Frenska Hendriks 

Roslian ST. Kainama Editor 

Diah Elfira M. Kiat 

Resty Sopiyono 

Ridho Fadillah 

Eugene Veerman 

Cahyo Bagus Nofianto 

Moh Wildan Muharam 

Adi Hartomo Pewawancara 


Pewawancara Aleksander David Kliwas 

Carvy Frisco de Fretes 
Fadli Mudjid 

Abdul Khalik Latuconsina 
Haerul 

Tricia natalia Paliama 
Tri Asty Widita 

Nancy Salomina Sarah Renwarin 

Elvira Dianty Pelupessy 

Nunung Hartati Renuat 

Merygrace Lahallo 

Fajra Beauty Asri 

Susan Hehanussa 

Ravenska Ch. Patty 

Riska Wati Muin 

Kristiana Bartha Wolonteri 

Meidiana Mainassy 

Woro Ayu P. 

Jumerti Daud 
Martha Toumahuw 
Syahbanu Ramadanti Key 
Frisca F. Frans 


398 • Appendix E 


Ferfi Toumahuw 
Paula Adonia Apalem 
Inayatul fajriah Sanduan 


Drs. Misfaruddin, M.Si 
Edi Waryono, S.Si, M.Kesos 

Fajar Santoso Putra, SST 
Bukhari Fauzul Rahman, SST 
Ridwan, S.Si 

Joko Ade Nursiyono, SST 

Muthia Rosdiana, SST 

Ariyanto 

Ekky Sutan, SST 

Hamdayani 

Kifli 

Herry Yono, SST 

Jailan Selpia 

Barry Hafidz 

Diah Daniaty, SST 

Nurkhikmah, SST 

Fatmawati, S.Si 

Dian Hayati Naswaraji, S.H 

Juniyati 

Irma A. Rasid 

Hartini 

Emi 

Emi Budiman 
Fitria 

Devita Meta Puspa Sari 
Nursanty Tidore 


226 • Lampiran D 


Sulfa Makatita 

Papua Barat Bethy Kaway 

Kepala BPS Provinsi Endang R.S. Subiyandani,S.Si,MM 
Koordinator Lapangan Dedi Cahyono, SE, MA, M.S.E 


Pengawas / Editor 

Syirrul Eiadi Utama 

Ali Badri 

Mezak Dangeubun 

Dwi Suryaning Asih 

Eielena E. M. Magdalena 

Fitrah Sarah Ramadhani 

Pewawancara 

Fiasniati 

Fransina Risamena 

Dwy Fidyawati Leiwakabessy 

Siti Fiadijah 

Evi Kusriatin 

Fera Lahu 

Adelina Manggara 

Yanes W Rumbindos, SE 

Anwar 

Abdon Retraubun 

Papua 



Kepala BPS Provinsi Drs. Simon Sapary, M.Sc 
Koordinator Lapangan Fadjri Amora, SE 


Pengawas / Editor 

Natalia Pipit D Ariska, S.ST 

Rony Purba, S.ST 

Keinnes I Mandang, SP 

Syahrul Popoi 

Edi Supriyatno 

Achmad Sodiq 

Pewawancara 

Frangky Fiendrik P., A.Md.Tek 

Imo Meage 

Rouwvalth Rumaseuw, S.ST 

Wopi Welius Siep 

Kartika Fadirubun, S.ST 

Maryati Killian 

Angela Mirino 

Ruth M Nirmala Nadapdap, S.ST 


Lampiran D 


227 


228 • Lampiran D 


SDKI17-PK 


/p5\ 

m j 


SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017 

DAFTAR PERTANYAAN PRIA 


RAHASIA 


1. PENGENALAN TEMPAT 

KODE 

i. 

PROVINSI 


nn 

2. 

KABUPATEN/KOTA *) 


□□ 

3. 

KECAMATAN 


□□□ 

4. 

DESA/KELURAHAN *) 


□□□ 

5. 

DAERAH **) 

PERKOTAAN -1 

PERDESAAN -2 

□ 

6. 

NOMOR BLOK SENSUS 


mm 

7. 

NOMOR KODE SAMPEL SDKI17 


mm 

8. 

NOMOR URUT RUMAH TANGGA SAMPEL 


□□ 

9. 

NAMA KEPALA RUMAH TANGGA 



10. 

NAMA RESPONDEN 



11. 

NOMOR URUT RESPONDEN 


□□ 

12. 

NO. HP. RESPONDEN 




II. KUNJUNGAN PETUGAS 


KUNJUNGAN AKHIR 


TANGGAL 

WAWANCARA 


NAMA 

PEWAWANCARA 
HASIL KUNJUNGAN* 


TANGGAL 

BULAN 

TAHUN 

PEWA¬ 

WANCARA 


HASIL KUNJUNGAN 


□□ 

□□ 

HHIjUI 

mm 
□ 


KUNJ. BERIKUT TGL 
JAM 


JUMLAH 

KUNJUNGAN 


□ 


**) PILIH SALAH SATU DAN ISIKAN KODE HASIL KUNJUNGAN 

1 SELESAI 4 DITOLAK 

2 RESP. TIDAK ADA DI RUMAH 5 SELESAI SEBAGIAN 

3 DITANGGUHKAN 6 RESPONDEN TIDAK/KURANG MAMPU MENJAWAB 


7 LAINNYA 


(TULISKAN) 


NAMA 

KODE PETUGAS 

TANGGAL 

EDITOR LAPANGAN 

PENGAWAS 

EDITOR BPS 

PETUGAS ENTRI 

□□□ 

□□□ 

□□ 

□□ 






*) Coret yang tidak sesuai 
**) Lingkari salah satu 


PK- 1 


Lampiran Kuesioner PK 


229 
























































PK-2 


230 • Lampiran Kuesioner PK 


BAGIAN 1. LATAR BELAKANG RESPONDEN 


PERNYATAAN PERSETUJUAN 

Selamat (pagi, siang, sore, —). Nama saya ., saya petugas dari Badan Pusat Statistik yang sedang melaksanakan survei 

mengenai kesehatan wanita, pria dan anak. Kami akan sangat menghargai kesertaan Bapak dalam survei ini. Saya akan bertanya 
kepada Bapak mengenai kesehatan Bapak (dan kesehatan anak-anak Bapak). Keterangan yang kami dapatkan dari Bapak akan 
membantu pemerintah dalam merencanakan pelayanan kesehatan. Wawancara akan berlangsung sekitar 30 sampai 40 menit. 
Keterangan apapun yang Bapak berikan akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan diberitahukan kepada pihak lain. 

Partisipasi dalam survei ini bersifat sukarela dan Bapak dapat memilih untuk tidak menjawab beberapa atau semua pertanyaan. 
Namun, kami berharap Bapak bersedia untuk diwawancarai karena pandangan dan jawaban Bapak dalam survei ini sangat penting . 

Sekarang, apakah ada yang ingin Bapak tanyakan? 

Apakah saya boleh mulai mewawancarai Bapak sekarang? 

Tanda Tangan Pewawancara :_Tanggal :_ 


RESPONDEN SETUJU DIWAWANCARAI .1 RESPONDEN TIDAK SETUJU DIWAWANCARAI .2 —► SELESAI 

I 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

101 

CATAT WAKTU 

JAM . 

MENIT . 

□□ 

□□ 



102 

Berapa lama Bapak tinggal di (KABUPATEN/KOTA 

TEMPAT TINGGAL SEKARANG) ? 

JIKA KURANG DARI 1 TAHUN, TULISKAN ‘00’. 

TAHUN . 

SEJAK LAHIR . 

TAMU . 

□□ 
.95 

.96 


-!—► 105 

103 

Sebelum Bapak tinggal di (KABUPATEN/KOTA TEMPAT 
TINGGAL SEKARANG), apakah tinggal di kota besar, 
kota kecil, atau perdesaan? 

KOTA BESAR . 1 

KOTA KECIL . 2 

PERDESAAN . 3 


104 

Dimanakah tempat tinggal terakhir Bapak sebelum di 
(KABUPATEN/KOTA TEMPAT TINGGAL SEKARANG)? 

PROV/NEGARA*) 

□□ 



KAB/KOTA*) 

nn 

(KODE DIISI EDITOR 

104A 

Dimanakah tempat tinggal Bapak lima tahun yang lalu? 

PROV/NEGARA*) 

nn 



KAB/KOTA*) 

(KODE DIISI EDITOR 

105 

Pada bulan apa dan tahun berapa Bapak dilahirkan? 

BULAN . 

TIDAK TAHU BULAN . 

nn 

.98 



TAHUN .1 


TIDAK TAHU TAHUN .9998 

106 

Berapa umur Bapak pada ulang tahun terakhir? 

BANDINGKAN DAN PERBAIKI 105 DAN ATAU 106 JIKA 
TIDAK SESUAI. JIKA UMUR KURANG DARI 15 TAHUN 
ATAU LEBIH DARI 54 TAHUN WAWANCARA SELESAI. 
PERBAIKI DAFTAR SDKI17-RT BLOK III KOLOM ( 8 ). 

UMUR DALAM TAHUN. 

nn 



106A 

Apakah Bapak sekarang berstatus belum kawin, kawin, 
hidup bersama, cerai hidup, pisah, atau cerai mati? 

BELUM KAWIN . 1 

KAWIN . 2 

HIDUP BERSAMA . 3 

CERAI HIDUP . 4 

PISAH . 5 

CERAI MATI . 6 


106B 

LIHAT 106 DAN 106A 

UMUR 15-54 TAHUN 1 LAINNYA 

DAN RFRSTATUS KAWIN/ 1 


HIDUP BERSAMA ,, 

r OtLLOnl 


*) Coret yang tidak perlu 

PK-3 


Lampiran Kuesioner PK 


231 





























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

107 

Apakah Bapak pernah/sedang sekolah? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

_► 111 

108 

Apakah jenjang pendidikan tertinggi yang pernah/sedang 
Bapak duduki: sekolah dasar, sekolah menengah pertama, 
sekolah menengah atas, akademi atau universitas? 

SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTs/SEDERAJAT . 2 

S MA/SM K/MA/SEDERAJAT . 3 

AKADEMI DI.DII/DIII . 4 

DIPLOMA IV/UNIVERSITAS . 5 


109 

Apakah kelas/tingkat tertinggi yang Bapak selesaikan 
pada jenjang tersebut? 

TAHUN PERTAMA = 0 TAMAT = 7 

TIDAK TAHU/TT = 8 

KELAS/TINGKAT . 


110 

LIHAT 108 : 

KODE T 1 KODE‘2’,‘3’,‘4’, ATAU‘5’ 

nil INHKARI DILINGKARI 








111 

Sekarang saya mohon Bapak untuk membacakan 
kalimat ini. 

TUNJUKKAN SALAH SATU KARTU, JIKA RESPONDEN 
TIDAK DAPAT MEMBACA KALIMAT SECARA 

LENGKAP, TANYAKAN: 

Dapatkah Bapak membaca sebagian kalimat ini? 

TIDAK DAPAT MEMBACA 

SAMA SEKALI . 1 

BISA MEMBACA SEBAGIAN 

KALIMAT . 2 

BISA MEMBACA SELURUH 

KALIMAT . 3 

BUTA/GANGGUAN PENGLIHATAN . 4 


112 

LIHAT 111 : 

KODE ‘2’ ATAU ‘3’ 1 KODE'1'ATAU‘4’ 

DILINGKARI _ DILINGKARI 








113 

Apakah Bapak membaca surat kabar atau majalah 
paling sedikit sekali seminggu, jarang, atau tidak pernah? 

PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU 1 

JARANG . 2 

TIDAK PERNAH . 3 


114 

Apakah Bapak mendengarkan radio paling sedikit sekali 
seminggu, jarang, atau tidak pernah? 

PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU 1 

JARANG . 2 

TIDAK PERNAH . 3 


115 

Apakah Bapak menonton televisi paling sedikit sekali 
seminggu, jarang, atau tidak pernah? 

PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU 1 

JARANG . 2 

TIDAK PERNAH . 3 


116 

Apakah Bapak memiliki telepon seluler? 

YA . 1 

TIDAK . 2 


118 

Apakah Bapak memiliki rekening bank atau lembaga 
keuangan lain atas nama sendiri? 

YA . 1 

TIDAK . 2 


119 

Apakah Bapak pernah mengakses internet (termasuk 
browsing, facebook, twitter, whatsApp, BBM, game Online, 
skype, instagram, d II)? 

JIKA TIDAK, LAKUKAN PROBING BAHWA AKSES 
INTERNET BISA DIMANAPUN DAN DENGAN ALAT 
APAPUN. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 201 

120 

Dalam 12 bulan terakhir, apakah Bapak menggunakan 
internet? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—►201 

121 

Selama satu bulan terakhir, seberapa sering Bapak 
mengakses internet: hampir setiap hari, paling sedikit sekali 
seminggu, paling sedikit sekali sebulan, atau tidak sama 
sekali? 

HAMPIR SETIAP HARI . 1 

PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU 2 

PALING SEDIKIT SEKALI SEBULAN ....3 

TIDAK SAMA SEKALI . 4 



PK-4 


232 


Lampiran Kuesioner PK 






























































BAGIAN 2. RIWAYAT KELAHIRAN 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

201 

Sekarang saya ingin bertanya mengenai riwayat kelahiran 
anak-anak Bapak. Apakah Bapak mempunyai anak 
kandung? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—k 206 

202 

Apakah Bapak mempunyai anak kandung laki-laki atau 
perempuan yang sekarang tinggal bersama Bapak? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 204 

203 

Berapa jumlah anak laki-laki yang tinggal bersama Bapak? 

Dan berapa jumlah anak perempuan yang tinggal bersama 
Bapak? 

JIKA TIDAK ADA, TULISKAN ‘00’ 

ANAK LAKI-LAKI 1 II 1 

DI RUMAH .|_||_| 

ANAK PEREMPUAN | || | 

DI RUMAH .|_ 


204 

Apakah Bapak mempunyai anak kandung laki-laki atau 
perempuan yang sekarang masih hidup tetapi tidak tinggal 
bersama Bapak? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 206 

205 

Berapa jumlah anak laki-laki yang masih hidup tetapi tidak 
tinggal bersama Bapak? 

Dan berapa jumlah anak perempuan yang masih hidup 
tetapi tidak tinggal bersama Bapak? 

JIKA TIDAK ADA, TULISKAN ‘00' 

ANAK LAKI-LAKI I - II -1 

DI TEMPAT LAIN . 

ANAK PEREMPUAN | II | 

DI TEMPAT LAIN .|_ 


206 

Apakah Bapak mempunyai anak kandung laki-laki atau 
perempuan yang lahir hidup tetapi sekarang sudah 
meninggal? 

JIKA “TIDAK ADA”, TANYAKAN: Apakah ada anak yang 
lahir dalam keadaan hidup meskipun hanya beberapa saat? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—k 208 

207 

Berapa jumlah anak laki-laki yang sudah meninggal? 

Dan berapa jumlah anak perempuan yang sudah 
meninggal? 

JIKA TIDAK ADA, TULISKAN ‘00’. 

ANAK LAKI-LAKI YANG | 11-1 

SUDAH MENINGGAL . 

ANAK PEREMPUAN YANG | 1|-1 

SUDAH MENINGGAL . 


208 

JUMLAHKAN ISIAN DI 203, 205, DAN 207, DAN 

TULISKAN JUMLAHNYA. 

JIKA TIDAK ADA, TULISKAN '00'. 

JUMLAH .Q 


208A 

LIHAT 208: 

Untuk meyakinkan apakah jawaban yang saya peroleh sudah ber 
yang lahir hidup. Apakah angka ini benar? 

YA 1 1 TIDAK 

lar, Bapak mempunyai anak 

JIKA PERLU TANYAKAN 




* LAGI DAN PERBAIKI 201-208 

209 

LIHAT 208: 

HANYA MEMILIKI 
«ATI 1 ANAK 


MEMILIKI LEBIH DARI 

SATU ANAK -1 TIDAK MEMILIKI 

ANAK 






r oU 1 

210 

Apakah semua anak kandung Bapak dilahirkan oleh 
seorang ibu yang sama? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 211 

210A 

Berapa banyak wanita yang melahirkan anak kandung 

Bapak? 

BANYAKNYA WANITA .Q 



PK-5 


Lampiran Kuesioner PK 


233 



























































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


211 


LIHAT 208 : 

PUNYA LEBIH 
DARI SATU ANAK 


□ 


a). Berapa umur Bapak 
ketika anak pertama 
dilahirkan? 


HANYA PUNYA 
SATU ANAK 


□ 


UMUR D AL AM TAHUN 




b). Berapa umur Bapak 
ketika anak dilahirkan? 


211A 


LIHAT 203 : 

PALING SEDIKIT 
SATU ANAK PEREMPUAN 
TINGGAL DENGAN BAPAK 


TIDAK ADA ANAK PEREMPUAN 
YANG TINGGAL 
DENGAN BAPAK 


-k 212 


211B 


Apakah ada anak perempuan Bapak yang berumur 
10 tahun ke atas yang tinggal dengan Bapak? 


YA . 

TIDAK 


212 


211C 


Apakah Bapak tahu kapan anak perempuan Bapak 
mendapat haid untuk yang pertama kali? 


YA . 

TIDAK . 

BELUM HAID 


212 


LIHAT 203 DAN 205 : 

PALING SEDIKIT SATU 
ANAK MASIH HIDUP 


P 


TIDAK ADA ANAK 
MASIH HIDUP 


-> 301 


213 


LIHAT 203 DAN 205 : 

LEBIH DARI SATU 
ANAK MASIH 
HIDUP 


□ 


a). Berapa umur anak 
terkecil Bapak? 


HANYA SATU 
ANAK MASIH HIDUP 


b). Berapa umur anak 
Bapak? 


UMUR DALAM TAHUN 


m 


214 


LIHAT 213 : 

UMUR ANAK (TERKECIL) 
0-2 TAHUN 


UMUR ANAK (TERKECIL) 
3 TAHUN ATAU LEBIH 


-k 301 


215 


LIHAT 203 DAN 205 : 

LEBIH DARI SATU 
ANAK MASIH HIDUP 


a).Siapa nama anak 
terkecil Bapak? 


HANYA SATU 
ANAK MASIH HIDUP 


b).Siapa nama anak 
Bapak? 


NAMA ANAK (TERKECIL) 


215A 


LIHAT 203 DAN 205 : 

LEBIH DARI SATU 
ANAK MASIH HIDUP 


a).Siapa nama ibu dari 
anak terkecil Bapak? 


HANYA SATU 
ANAK MASIH HIDUP 


b).Siapa nama ibu dari 
anak Bapak? 


NAMA IBU DARI ANAK (TERKECIL) 


PK-6 


234 


Lampiran Kuesioner PK 










































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

216 

Pada saat (NAMA IBU) sedang mengandung (NAMA ANAK 
(TERKECIL)), apakah dia memeriksakan kehamilannya? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 

J—F 218 

217 

Apakah Bapak pernah mendampingi pemeriksaan 
kehamilan tersebut? 

YA . 1 

TIDAK . 2 


218 

Apakah (NAMA ANAK (TERKECIL)) lahir di rumah sakit/ 
fasilitas kesehatan? 

RUMAH SAKIT/ 

FASILITAS KESEHATAN . 1 

LAINNYA . 2 


219 

Kalau anak mengalami diare, berapa banyak minum yang 
perlu diberikan untuk anak tersebut: lebih banyak dari 
biasanya, sama seperti biasa, kurang dari biasanya atau 
tidak diberi minum sama sekali? 

LEBIH BANYAK DARI BIASANYA . 1 

SAMA SEPERTI BIASA . 2 

KURANG DARI BIASANYA . 3 

TIDAK DIBERI MINUM . 4 

TIDAK TAHU . 8 



PK- 7 


Lampiran Kuesioner PK 


235 






















BAGIAN 3. KONTRASEPSI 

301 

Sekarang saya ingin menanyakan tentang keluarga berencana. Ada berbagai macam alat atau cara KB yang dapat digunakan 
pasangan untuk menunda atau mencegah kehamilan. 

Apakah Bapak pernah mendengar (ALAT/CARA)? 

01 

Sterilisasi Wanita/Tubektomi/MOW 

Wanita dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

02 

Sterilisasi PriaA/asektomi/MOP 

Pria dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

03 

IUD/AKD R/Spiral 

Wanita bisa dipasangi spiral dalam rahimnya oleh dokter atau bidan untuk 
mencegah kehamilan selama 8 tahun. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

04 

Suntikan/Injeksi 

Wanita bisa disuntik oleh dokter atau bidan untuk mencegah kehamilan 
selama satu bulan atau lebih. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

05 

Susuk KB/Implan 

Wanita dapat dipasang satu atau dua batang susuk di bawah kulit lengan 
atas untuk mencegah terjadinya kehamilan selama tiga tahun atau lebih. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

06 

Pil 

Wanita dapat minum pil setiap hari untuk mencegah kehamilan. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

07 

Kondom/Karet KB 

Pria dapat memakai sarung dari karet pada alat kelaminnya selama 
berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

08 

Intravag/Diafragma 

Wanita bisa meletakkan tisu atau diafragma dalam vagina sebelum 
berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

09 

Kontrasepsi Darurat /Emergency 

Wanita dapat mencegah kehamilan dengan minum pil khusus dalam 
tiga hari setelah berhubungan seks. Biasanya cara ini dipakai hanya 
dalam situasi terpaksa (darurat). 

YA . 1 

TIDAK . 2 

10 

Metode Amenorrhea Laktasi (MAL) 

Wanita menyusui bayi dengan kondisi: umur bayi kurang dari 6 bulan, 
bayi hanya diberi ASI saja, dan ibu belum haid kembali untuk mencegah 
kehamilan. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

11 

Pantang Berkala/Kalender 

Pasangan sengaja tidak berhubungan seksual pada hari-hari tertentu pada 
waktu wanita berkemungkinan besar untuk menjadi hamil. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

12 

Sanggama Terputus 

Pria mengeluarkan air maninya di luar vagina ketika berhubungan seksual. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

13 

Cara-cara Lain 

Apakah Bapak pernah mendengar cara atau alat lain yang dapat 
dipakai oleh wanita atau pria untuk mencegah kehamilan? 

YA . 1 

(TULISKAN) 

(TULISKAN) 

TIDAK . 2 


PK-8 


236 


Lampiran Kuesioner PK 





















































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


302 


Dalam 6 bulan terakhir, apakah Bapak pernah: 

a) Mendengar tentang KB di radio? 

b) Melihat tayangan tentang KB di televisi? 

c) Membaca tentang KB di koran/majalah? 

d) Membaca tentang KB di poster/pamflet/leaflet? 

e) Membaca tentang KB di billboard/spanduk/ 
umbul-umbul/mural? 

f) Membaca tentang KB melalui internet? 


YA TIDAK 

a) RADIO . 1 2 

b) TELEVISI . 1 2 

c) KORAN/MAJALAH . 1 2 

d) POSTER/PAMFLET/LEAFLET 1 2 

e) BILLBOARD/SPANDUK/ 

UMBUL-UMBUL/MURAL ... 1 2 

f) INTERNET . 1 2 

YA TIDAK 

a) ISTRI/PASANGAN . 1 2 

b) TEMAN/TETANGGA . 1 2 

c) KELUARGA . 1 2 

d) TENAGA KESEHATAN . 1 2 

e) PLKB/PKB/KADER . 1 2 

f) TOKOH AGAMA . 1 2 

g) TOKOH MASYARAKAT . 1 2 

h) PKK/KADER . 1 2 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 

MENJELANG HAID . 1 

SELAMA HAID . 2 

SEGERA SETELAH 

HAID BERAKHIR . 3 

DI TENGAH ANTARA DUA HAID . 4 

LAINNYA _ 6 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU . 8 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


303 


Dalam 6 bulan terakhir, apakah Bapak pernah 
membicarakan KB dengan : 

a) Istri/Pasangan? 

b) Teman/Tetangga? 

c) Keluarga? 

d) Tenaga Kesehatan? 

e) PLKB/PKB/Kader? 

f) Tokoh agama 

g) Tokoh masyarakat? 

h) PKK/Kader di desa? 


304 


Sekarang saya ingin bertanya kepada Bapak mengenai 
risiko kehamilan pada wanita. 

Antara hari pertama haid dengan hari pertama haid 
berikutnya, apakah ada hari-hari tertentu bagi seorang 
wanita menjadi lebih besar kemungkinan untuk hamil 
apabila dia berhubungan seks? 


306 


305 


Apakah hari-hari tersebut menjelang haid, selama haid, 
segera setelah haid berakhir, atau di tengah antara dua 
haid? 


306 


Setelah melahirkan, apakah seorang wanita dapat hamil 
sebelum haid lagi? 


307 


Sekarang saya akan membacakan beberapa pernyataan 
mengenai KB. Apakah Bapak setuju atau tidak setuju 
dengan pernyataan ini: 

a) KB adalah urusan wanita dan pria tak perlu 
merisaukannya. 

b) Wanita yang menggunakan kontrasepsi dapat 
berganti-ganti pasangan seksualnya. 

c) Disterilisasi untuk pria adalah sama dengan dikebiri. 

d) Wanita yang dapat hamil, sehingga dialah yang 
seharusnya disterilisasi. 


TDK 
SE- SE¬ 
TUJU TUJU TT 

a) URUSAN WANITA . 1 2 8 

b) DAPAT BERGANTI 

PASANGAN . 1 2 8 

c) DIKEBIRI . 1 2 8 

d) WANITA YANG 

DISTERILISASI . 1 2 8 

YA . i 

TIDAK . 2 


307A 


Apakah Bapak sekarang memakai suatu alat/cara KB? 


307C 


PK-9 


Lampiran Kuesioner PK • 237 











































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


307B 


Alat/cara KB apa yang Bapak gunakan? 


STERILISASI PRIA . 1 

KONDOM . 2 

PANTANG BERKALA . 3 

SANGGAMA TERPUTUS . 4 

LAINNYA _ 6 

(TULISKAN) 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 

STERILISASI WANITA . A 

IUD/AKDR/SPIRAL . B 

SUNTIKAN . C 

SUSUK KB . D 

PIL . E 

MAL . F 

PANTANG BERKALA/KALENDER .G 

SANGGAMA TERPUTUS . H 

LAINNYA _ X 

(TULISKAN) 


307C 


Apakah sekarang istri/pasangan Bapak memakai 
suatu alat/cara KB? 


1 * 


307E 


307D 


Alat/cara KB apa yang istri/pasangan Bapak gunakan? 
Ada lagi? 


JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 


307 E 


LIHAT 307B: 


TIDAK DITANYAKAN/ 
KODE '2', ‘3’, '4’, ATAU ‘ 6 ’ 
DILINGKARI 


KODE ‘l' 
DILINGKARI 


-k 307G 


307F 


LIHAT 307D: 

KODE ‘A', ‘B', ‘C’, ‘D’, ATAU ‘E’ 
DILINGKARI 


TIDAK DITANYAKAN/ 
KODE‘F’, ‘G’, 'H’, ATAU ‘X’ 
DILINGKARI 


-k 308A 


307 G 


Ketika mendapatkan alat/cara KB tersebut, apakah 
menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/ 
BPJS) atau asuransi kesehatan lainnya? 


YA, JKN BPJS-PBI . 1 

YA, JKN BPJS-NON PBI . 2 

YA, ASURANSI KESEHATAN LAINNYA 3 
TIDAK . 4 


308A 


LIHAT 301 (02), 307A, DAN 307B: 

PERNAH DENGAR 
STERILISASI PRIA TETAPI 
TIDAK DISTERILISASI 


RESPONDEN 

DISTERILISASI 


TIDAK PERNAH DENGAR 
STERILISASI PRIA 


-k 308D 


-k 404 


308B 


Ketika jumlah anak yang diinginkan sudah terpenuhi, 
apakah Bapak pernah mempertimbangkan untuk 
melakukan sterilisasi? 


ISTRI SUDAH DISTERILISASI . 1 

PERNAH . 2 

TIDAK PERNAH . 3 

TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 4 


L 


308D 


PK- 10 


238 


Lampiran Kuesioner PK 








































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

308C 

Mengapa Bapak tidak pernah mempertimbangkan untuk 
disterilisasi? 

TANYAKAN: Ada alasan lain? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

BERTENTANGAN DENGAN AGAMA ...A 

TIDAK BAIK UNTUK 

KESEHATAN PRIA . B 

OPERASI TIDAK AMAN . C 

MASIH ADA ALAT/CARA KB 

LAIN YANG TERSEDIA . D 

KEMUNGKINAN INGIN ANAK LAGI . E 

KEMUNGKINAN INGIN 

MENIKAH LAGI . F 

BIAYA . G 

KEHILANGAN FUNGSI SEKSUAL . H 

ISTRI TIDAK SETUJU . 1 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


308 D 

Menurut Bapak, apa saja keuntungan sterilisasi pria? 

TANYAKAN : Ada keuntungan lain? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI 

SETIAP KODE YANG DISEBUT. 

PRIA MERASA AMAN . A 

METODE KB YANG EFEKTIF . B 

OPERASINYA AMAN . C 

LEBIH AMAN DARI STERILISASI 

WANITA . D 

BIAYA OPERASI TIDAK MAHAL . E 

BIAYA OPERASI LEBIH MURAH 

DARI STERILISASI WANITA . F 

OPERASINYA MUDAH . G 

MEMBERI KEBEBASAN PADA PRIA H 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU . Z 



PK- 11 


Lampiran Kuesioner PK 


239 


























BAGIAN 4. PERKAWINAN DAN AKTIVITAS SEKSUAL 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


404 


Apakah istri/pasangan Bapak tinggal bersama Bapak, atau 
tinggal di tempat lain? 


TINGGAL BERSAMA . 

TINGGAL DI TEMPAT LAIN 


405 


Apakah Bapak mempunyai istri lain atau hidup bersama 
dengan wanita lain? 


YA ... 
TIDAK 


TERUS KE 



406 


Berapa jumlah istri/pasangan Bapak? 


JUMLAH ISTRI/PASANGAN 


□□ 


407 


LIHAT 405: 


408 


SATU ISTRI/ 
PASANGAN 


LEBIH DARI 
SATU ISTRI/ 
PASANGAN 


Mohon sebutkan nama 
dari istri/pasangan 
Bapak. 


Mohon sebutkan satu 
per satu nama dari istri/ 
pasangan Bapak. 


TULISKAN NAMA DAN NOMOR URUT DARI DAFTAR 
RUMAH TANGGA UNTUK SETIAP ISTRI DAN 
PASANGAN HIDUP. 

JIKA WANITA TERSEBUT TIDAK TERDAFTAR DI RUMAH 
TANGGA TERSEBUT. CATAT '00'. 

TANYAKAN 408 UNTUK SETIAP ISTRI/PASANGAN. 


NAMA 



Berapakah 
umur 
(NAMA) 
pada ulang 
tahun 

NOMOR 

terakhirnya? 

URUT 

UMUR 

□□ 

□□ 

□□ 

□□ 

□□ 

□□ 

□□ 

□□ 


409 


LIHAT 407: 


SATU ISTRI/ I 
PASANGAN I 


LEBIH DARI SATU 
ISTRI/PASANGAN 


+ 411 


410 


Apakah Bapak menikah/hidup bersama hanya sekali 
atau lebih dari sekali? 


LEBIH DARI SEKALI 
SEKALI . 


411 


LIHAT 405 DAN 410: 


1 

2 


KEDUANYA 
BERKODE‘2’ _ 

▼ 

Pada bulan dan tahun 
berapa Bapak memulai 
kehidupan dengan istri/ 
pasangan Bapak? 


LAINNYA 


Sekarang saya ingin 
menanyakan tentang istri/ 
pasangan pertama Bapak. 
Pada bulan dan tahun 
berapa Bapak memulai 
kehidupan bersamanya? 


BULAN .|_ 

TIDAK TAHU BULAN .98 

TAHUN . I II II II I 

TIDAK TAHU TAHUN .9998 


—M12A 


412 


Berapa umur Bapak ketika pertama kali menikah/ 
hidup bersama? 


UMUR 


□□ 


TIDAK TAHU 


412A 


Apakah Bapak mengetahui kapan istri/pasangan 
mendapat haid yang terakhir? 


YA ... 
TIDAK 


98 


1 

2 


PK- 12 


240 


Lampiran Kuesioner PK 
































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

412B 

Apakah Bapak menanyakan keadaan istri/pasangan pada 
saat mendapat haid yang terakhir, seperti: 

a) Perdarahan yang lebih dari biasa? 

b) Apakah haid tersebut tepat waktu? 

c) Lamanya haid? 

d) Ada rasa sakit yang berlebihan? 

e) Lainnya? 

YA TIDAK 

a) PERDARAHAN . 1 2 

b) TEPAT WAKTU . 1 2 

c) LAMA HAID . 1 2 

d) SAKIT BERLEBIHAN . 1 2 

e) LAINNYA . 1 2 


413 

PERIKSA KEHADIRAN ORANG LAIN. SEBELUM DILANJUTKAN, USAHAKAN MENJAMIN KENYAMANAN RESPONDEN. 

414 

Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan 
mengenai kegiatan seksual untuk lebih memahami 
beberapa persoalan penting dalam kehidupan. 

Berapa umur Bapak ketika pertama kali berhubungan 
seksual? 

BELUM PERNAH . 00 

—► 502 

UMUR DALAM TAHUN . Q 

KETIKA MENIKAH/ 

HIDUP BERSAMA PERTAMA KALI .... 95 

415 

Kapan Bapak terakhir kali berhubungan seksual? 

JIKA KURANG DARI 12 BULAN JAWABAN DICATAT 

DALAM BULAN, MINGGU, ATAU HARI. JIKA 12 

BULAN ATAU LEBIH JAWABAN HARUS DICATAT 

DALAM TAHUN. 



HARI YANG LALU . 1 Q 

MIN GG U YANG LALU . 2 Q 

BULAN YANG LALU . 3^ 

TAHUN YANG LALU . 4 Q 

427 

Dalam 12 bulan terakhir, apakah Bapak pernah 
membayar untuk melakukan hubungan seksual? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 429 

428 

Apakah Bapak pernah membayar untuk melakukan 
hubungan seksual? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

i 431 

429 

Terakhir kali Bapak melakukan hubungan seksual dengan 
membayar, apakah Bapak menggunakan kondom? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 431 

430 

Apakah Bapak selalu menggunakan kondom pada saat 
melakukan hubungan seksual dengan membayar dalam 

12 bulan terakhir? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


431 

Dalam 12 bulan terakhir, apakah Bapak pernah 
memberikan imbalan berupa hadiah atau barang untuk 
melakukan hubungan seksual? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

— M32A 

432 

Apakah Bapak pernah memberikan imbalan berupa 
hadiah atau barang untuk melakukan hubungan seksual? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

-L 502 

432A 

Terakhirkah Bapak melakukan hubungan seksual dengan 
membayar atau memberikan imbalan berupa hadiah atau 
barang, apakah Bapak menggunakan kondom? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 502 

432B 

Apakah Bapak selalu menggunakan kondom pada saat 
melakukan hubungan seksual dengan memberi imbalan 
berupa hadiah atau barang dalam 12 bulan terakhir? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 

]-► 502 


PK- 13 


Lampiran Kuesioner PK • 241 


























































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


436 


Dari mana Bapak mendapatkan kondom terakhir kali? 


TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI KODE 
YANG SESUAI. 


UKBM 

POSKESDES/POLINDES 

POSYANDU . 

POS KB/PPKBD . 

LAINNYA _ 


JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH 
SAKIT ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH 
ATAU SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 


(NAMA TEMPAT) 


(TULISKAN) 


PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT UMUM . 

KLINIK PEMERINTAH . 

PUSKESMAS . 

PUSTU/PUSLING . 

TKBK/TMK/MUYAN/BAKSOS 
PETUGAS LAPANGAN KB .. 

BIDAN DI DESA . 

LAINNYA _ 


(TULISKAN) 


11 

12 

13 

14 


21 

22 

23 

24 

25 

26 

27 

28 


SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN . 31 

KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/ 

BALAI PENGOBATAN . 32 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN 

DAN KEBIDANAN .33 

PRAKTIK DOKTER UMUM .34 

PRAKTIK BIDAN . 35 

PERAWAT .36 

LAINNYA _37 

(TULISKAN) 


LAINNYA 

APOTIK/TOKO OBAT . 41 

TOKO/WARUNG . 42 

LAINNYA _ 43 


(TULISKAN) 


PK- 14 


242 • Lampiran Kuesioner PK 


TERUS KE 































BAGIAN 5. PREFERENSI FERTILITAS 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


502 


LIHAT 307B: 

TIDAK DITANYAKAN 
ATAU RESPONDEN TIDAK 
DISTERILISASI 


□ 

RESPONDEN 

DISTERILISASI 




r 

LEBIH DARI 
SATU ISTRI/ 


, r 

PASANGAN 



-4 514 


503 


LIHAT 407: 


SATU ISTRI/ 
PASANGAN 


-4 509 


504 


Apakah istri/pasangan Bapak sekarang sedang hamil? 


YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


1 


507 


505 


Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan 
mengenai masa yang akan datang. Setelah istri/ 
pasangan melahirkan anak yang dikandung sekarang, 
apakah Bapak ingin mempunyai anak lagi atau tidak ingin 
mempunyai anak lagi? 


INGIN ANAK (LAGI) . 1 

TIDAK INGIN ANAK (LAGI) . 2 

TIDAK TAHU/BELUM MEMUTUSKAN „8 


1 


514 


506 


Berapa lama Bapak ingin menunggu sesudah kelahiran 
anak yang dikandung istri/pasangan Bapak sampai 
kelahiran anak berikutnya? 


BULAN . 

TAHUN . 

SEGERA/SEKARANG 

LAINNYA 


1 □□ 

2 □□ 


(TULISKAN) 


TIDAK TAHU 


.993 

.996 

.998 


514 


507 


LIHAT 208: 
MEMILIKI ANAK 


P 


Sekarang saya ingin 
mengajukan beberapa 
pertanyaan mengenai 
masa yang akan datang. 
Apakah Bapak ingin 
mempunyai anak lagi atau 
tidak ingin mempunyai 
anak lagi? 


TIDAK MEMILIKI [ I 

anakL- 1 

Sekarang saya ingin 
mengajukan beberapa 
pertanyaan mengenai 
masa yang akan datang. 
Apakah Bapak ingin 
mempunyai anak atau 
tidak ingin mempunyai 
anak? 


INGIN ANAK (LAGI) . 1 

TIDAK INGIN ANAK (LAGI) . 2 h 

ISTRI/PASANGAN TDK DAPAT HAMIL 3 

ISTRI/PASANGAN DISTERILISASI . 4 

BELUM/TIDAK TAHU . 8 


514 


508 


LIHAT 208: 
MEMILIKI ANAK 


Berapa lama Bapak 
ingin menunggu mulai 
dari sekarang sampai 
kelahiran anak 
(berikutnya)? 


TIDAK MEMILIKI 
ANAK 


Berapa lama Bapak 
ingin menunggu mulai 
dari sekarang sampai 
kelahiran seorang 
anak? 


i □□ 
□□ 


BULAN . 

TAHUN . 2 

SEGERA/SEKARANG .993 

LAINNYA _996 


(TULISKAN) 


TIDAK TAHU 


. 998 


>514 


509 


Apakah ada istri/pasangan Bapak yang sekarang 
sedang hamil? 


YA . i 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


1 


512 


PK- 15 


Lampiran Kuesioner PK • 243 


































































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


510 


Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan 
mengenai masa yang akan datang. Setelah istri/pasangan 
melahirkan anak yang dikandung sekarang, apakah Bapak 
ingin mempunyai anak lagi atau tidak ingin mempunyai 
anak lagi? 


INGIN ANAK (LAGI) . 1 

TIDAK INGIN ANAK (LAGI) . 2 

TIDAK TAHU/BELUM MEMUTUSKAN „8 


1 


514 


511 


Berapa lama Bapak ingin menunggu sesudah kelahiran 
anak yang dikandung istri/pasangan Bapak sampai 
kelahiran anak berikutnya? 


BULAN . 

TAHUN . 

SEGERA/SEKARANG 
LAINNYA _ 


(TULISKAN) 


TIDAK TAHU 


..993 
_ 996 

.998 


514 


512 


LIHAT 208: 


MEMILIKI ANAK 


P 


Sekarang saya ingin 
mengajukan beberapa 
pertanyaan mengenai 
masa yang akan datang. 
Apakah Bapak ingin 
mempunyai anak lagi 
atau tidak ingin 
mempunyai anak lagi? 


TIDAK MEMILIKI 
ANAK 


P 


Sekarang saya ingin 
mengajukan beberapa 
pertanyaan mengenai 
masa yang akan datang. 
Apakah Bapak ingin 
mempunyai anak atau 
tidak ingin mempunyai 
anak? 


INGIN ANAK (LAGI) . 1 

TIDAK INGIN ANAK (LAGI) . 2 

ISI RI.PASANGAN IDKDAPAI HAM I 3 
ISTRI/PASANGAN DISTERILISASI .... 4 
BELUM/TIDAK TAHU . 8 


514 


513 


LIHAT 208: 
MEMILIKI ANAK 


□ 


Berapa lama Bapak ingin 
menunggu mulai dari 
sekarang sampai kelahiran 
anak (berikutnya)? 


TIDAK MEMILIKI 
ANAK 


□ 


Berapa lama Bapak ingin 
menunggu mulai dari 
sekarang sampai 
kelahiran seorang anak? 


BULAN . 1 

□□ 

TAHUN . 2 

□□ 

SEGERA/SEKARANG . 


.993 

LAINNYA 


996 

(TULISKAN) 



TIDAK TAHU . 


.998 


514 


LIHAT 203 DAN 205: 


MEMILIKI ANAK 
MASIH HIDUP 


□ 


TIDAK ADA ANAK 
MASIH HIDUP 


□ 


TIDAK INGIN ANAK .00 


Seandainya Bapak dapat 
kembali ke waktu Bapak 
baru saja menikah dan 
belum mempunyai anak 
dan Bapak dapat 
menentukan jumlah anak 
yang Bapak inginkan 
selama hidup, berapakah 
jumlah anak tersebut? 

PROBING UNTUK MENDAPATKAN JAWABAN BERUPA ANGKA 


Seandainya Bapak dapat 
menentukan jumlah anak 
yang Bapak inginkan 
selama hidup, berapakah 
jumlah anak tersebut? 


JUMLAH 

LAINNYA 




. 96 


601 


601 


(TULISKAN) 


515 


Dari jumlah tersebut, berapa anak laki-laki yang diinginkan, 
berapa anak perempuan yang diinginkan, dan berapa anak 
yang diharapkan tanpa memperhatikan jenis kelamin? 


APA SAJA' ADALAH JUMLAH ANAK YANG DIINGINKAN 
TANPA PREFERENSI JENIS KELAMIN TERTENTU. 


JUMLAH 


LAINNYA 


LK 

PR 

APA SAJA 









999996 


(TULISKAN) 


PK- 16 


244 


Lampiran Kuesioner PK 























































KODE 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


TERUS KE 


515A 


LIHAT 307A : PAKAI ALAT/CARA KB 


KODE‘2’ DILINGKARI 



KODE ‘1’ DILINGKARI 


+ 601 


515B 


Apakah Bapak ingin memakai alat/cara KB untuk 
menunda atau mencegah kehamilan istri/pasangan 
Bapak di masa yang akan datang? 


YA . 

TIDAK . 

TIDAK TAHU 


515C 


Alat/cara KB apa yang Bapak ingin pakai? 


STERILISASI PRIA . 

KONDOM . 

PANTANG BERKALA .... 
SANGGAMA TERPUTUS 


1 

2 

8 


1 

2 

3 

4 


X 


515D 


-k 601 


LAINNYA 


(TULISKAN) 


TIDAK YAKIN 


515D 


Apa alasan utama Bapak tidak ingin menggunakan 
alat/cara KB di masa yang akan datang? 


ALASAN FERTILITAS 

JARANG/PUASA KUMPUL . 

ISTRI/PASANGAN MENOPAUSE/ 

HISTEREKTOMI . 

TIDAK SUBUR/MANDUL . 

INGIN ANAK SEBANYAK 

MUNGKIN . 

KEPERCAYAAN . 


6 

8 

11 

12 

13 

14 

15 


MENENTANG UNTUK MEMAKAI 

RESPONDEN MENENTANG .21 

ISTRI/PASANGAN MENENTANG .22 

ORANG LAIN MENENTANG .23 

LARANGAN AGAMA .24 

KURANG PENGETAHUAN 

TIDAK TAHU ALAT/CARA KB .31 

TIDAK TAHU SUMBER .32 


ALASAN ALAT/CARA KB 

KESEHATAN .41 

TAKUT EFEK SAMPING .42 

KURANGNYA AKSES/ 

TERLALU JAUH .43 

BIAYA TERLALU MAHAL .44 

TIDAK NYAMAN .45 

MENJADI GEMUK/KURUS .46 

LAINNYA _96 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU .98 


PK- 17 


Lampiran Kuesioner PK • 245 














































BAGIAN 6. PEKERJAAN DAN PERAN GENDER 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

601 

Selama tujuh hari yang lalu, apakah Bapak melakukan 
kegiatan bekerja paling sedikit satu jam terus menerus? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 604 

602 

Meskipun Bapak tidak bekerja dalam tujuh hari yang lalu, 
apakah Bapak mempunyai pekerjaan tetap tetapi 
sementara tidak bekerja karena cuti, sakit, bepergian, 
atau alasan lain? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 604 

603 

Apakah Bapak pernah bekerja dalam 12 bulan terakhir? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

► 610 

604 

Apakah jenis pekerjaan utama Bapak? 

(TULIS SELENGKAP MUNGKIN, JANGAN MELINGKARI 
KODE JAWABAN DAN JANGAN MENGISI KOTAK). 

1 -II-1 

PROFESIONAL, TEKNISI . 01 

KEPEMIMPINAN DAN 

KETATALAKSANAAN . 02 

PEJABAT PELAKSANA 

DAN TATA USAHA .03 

TENAGA USAHA PENJUALAN .04 

TENAGA USAHA JASA .05 

TENAGA USAHA PERTANIAN .06 

TENAGA PRODUKSI .07 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU .98 


UU 

(DIISI BPS) 


604A 

Apakah Bapak bekerja sebagai pekerja keluarga, 
buruh/karyawan atau mempunyai usaha sendiri? 

PEKERJA KELUARGA . 1 

BURUH/KARYAWAN . 2 

BERUSAHA/MEMPUNYAI USAHA . 3 


605 

Apakah Bapak bekerja sepanjang tahun, musiman, 
atau sesekali? 

SEPANJANG TAHUN . « 

MUSIMAN . 2 

SESEKALI . 3 


606 

Apakah Bapak dibayar dengan uang atau barang atau 
tidak dibayar sama sekali untuk pekerjaan tersebut? 

UANG . 1 

UANG DAN BARANG . 2 

BARANG . 3 

TIDAK DIBAYAR . 4 


608 

LIHAT 606: 

KODE ‘1’ ATAU ‘2’ 
DILINGKARI 

KODE ‘3’ ATAU ‘4’ 
nil INHKARI 




609 

Siapa yang biasanya menentukan penggunaan uang 
yang Bapak peroleh: Bapak sendiri, istri/pasangan 

Bapak, atau Bapak dengan istri/pasangan Bapak? 

RESPONDEN . | 

ISTRI/PASANGAN RESPONDEN . 2 

RESPONDEN DENGAN ISTRI/ 

PASANGAN . 3 

LAINNYA k 

(TULISKAN) 


610 

Siapa yang biasanya memutuskan mengenai perawatan 
kesehatan Bapak: Bapak sendiri, istri/pasangan Bapak, 

Bapak dengan istri/pasangan Bapak, atau orang lain? 

RESPONDEN . 1 

ISTRI/PASANGAN RESPONDEN . 2 

RESPONDEN DENGAN ISTRI/ 

PASANGAN . 3 

ORANG LAIN . 4 

LAINNYA . 6 



PK- 18 


246 


Lampiran Kuesioner PK 






























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

611 

Siapa yang biasanya membuat keputusan untuk 
pengeluaran yang besar dalam memenuhi kebutuhan 
rumah tangga? 

RESPONDEN . 1 

ISTRI/PASANGAN RESPONDEN . 2 

RESPONDEN DENGAN ISTRI/ 

PASANGAN . 3 

ORANG LAIN . 4 

LAINNYA . 6 


612 

Apakah Bapak memiliki rumah, baik milik sendiri maupun 
milik bersama dengan orang lain? 

SENDIRI . 1 

BERSAMA . 2 

SENDIRI DAN BERSAMA . 3 

TIDAK MEMILIKI . 4 

—► 615 

613 

Apakah Bapak memiliki surat kepemilikan rumah? 

YA, ATAS NAMA SENDIRI . 1 

YA, ATAS NAMA PASANGAN . 2 

YA, ATAS NAMA ORANG LAIN . 3 

TIDAK . 4 


615 

Apakah Bapak memiliki tanah, baik milik sendiri maupun 
milik bersama dengan orang lain? 

SENDIRI . 1 

BERSAMA . 2 

SENDIRI DAN BERSAMA . 3 

TIDAK MEMILIKI . 4 

—► 618 

616 

Apakah Bapak memiliki surat kepemilikan tanah? 

YA, ATAS NAMA SENDIRI . 1 

YA, ATAS NAMA PASANGAN . 2 

YA, ATAS NAMA ORANG LAIN . 3 

TIDAK . 4 


618 

Menurut pendapat Bapak, apakah seorang suami berhak 
untuk memukul istrinya jika: 

a) Istri pergi tanpa memberitahu suaminya? 

b) Istri menelantarkan anak-anak? 

c) Istri bertengkar dengan suaminya? 

d) Istri menolak untuk berhubungan seks dengan 
suaminya? 

e) Istri memasak makanan hingga hangus? 

BACAKAN PERTANYAAN DENGAN CERMAT DAN 
PERLAHAN. 

PERTANYAAN INI DIMAKSUD UNTUK PENDAPAT 
RESPONDEN, BUKAN PENGALAMAN RESPONDEN. 

YA TIDAK TT 

a) PERGI TANPA IJIN . 1 2 8 

b) MENELANTARKAN ANAK 1 2 8 

c) BERTENGKAR . 1 2 8 

d) MENOLAK SEKS . 1 2 8 

e) MASAKAN HANGUS . 1 2 8 



PK- 19 


Lampiran Kuesioner PK 


247 





































BAGIAN 7. HIV-AIDS 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

701 

Sekarang saya ingin membicarakan hal lain. 

Apakah Bapak pernah mendengar tentang suatu 
penyakit yang disebut HIV-AIDS? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 727 

701A 

Dari mana Bapak mengetahui tentang virus HIV-AIDS? 

Ada sumber lain? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN 

DAN LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG 

DISEBUT. 

RADIO . A 

TELEVISI . B 

SURAT KABAR/MAJALAH . C 

SELEBARAN/POSTER . D 

PETUGAS KESEHATAN . E 

PERKUMPULAN KEAGAMAAN . F 

SEKOLAH/GURU .G 

PERTEMUAN MASYARAKAT . H 

TEMAN/KELUARGA . 1 

TEMPAT KERJA . J 

INTERNET . K 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


702 

Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus 

HIV-AIDS dengan membatasi hubungan seks hanya 
dengan seseorang yang tidak terinfeksi virus HIV-AIDS 
dan tidak mempunyai pasangan lain? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


703 

Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS melalui 
gigitan nyamuk? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


704 

Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus 

HIV-AIDS dengan memakai kondom setiap melakukan 
hubungan seks? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


705 

Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS dengan 
cara makan sepiring bersama orang yang terinfeksi 
virus HIV-AIDS? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


706 

Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena 
diguna-guna atau didukuni atau disantet? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


706A 

Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena 
menggunakan jarum suntik yang sama secara bergantian? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


707 

Apakah mungkin seseorang yang penampilannya 
tampak sehat ternyata ia telah tertular virus HIV-AIDS? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


708 

Apakah virus penyebab HIV-AIDS dapat ditularkan dari 
seorang ibu ke anaknya: 

a) Selama hamil? 

b) Saat melahirkan? 

c) Dengan menyusui? 

YA TIDAK TT 

a) SELAMA HAMIL . 1 2 8 

b) SAAT MELAHIRKAN . 1 2 8 

c) DENGAN MENYUSUI .... 1 2 8 


708A 

Bagaimana cara mengetahui seseorang terinfeksi 
virus HIV-AIDS? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN 

DAN LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG 

DISEBUT. 

DENGAN MENGENALI FISIK . A 

DENGAN MENGENALI PERILAKU . B 

DENGAN TES DARAH . C 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU . z 



PK-20 


248 


Lampiran Kuesioner PK 





























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

708 B 

Apakah Bapak tahu tentang adanya tes HIV/AIDS? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 717A 

716 

Apakah Bapak mengetahui di mana memperoleh 
pelayanan tes HIV-AIDS? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—k 717A 

717 

Di mana? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI 

SETIAP KODE JAWABAN YANG SESUAI. 

JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH 

SAKIT ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH 

ATAU SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT . A 

PUSKESMAS . B 

PUSTU/PUSLING . C 

KLINIK . D 

KLINIK KHUSUS VCT . E 

LAINNYA F 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT . G 

KLINIK . H 

KLINIK KHUSUS VCT . 1 

PRAKTIK DOKTER . J 

BIDAN/PERAWAT . K 

LAINNYA i 


(NAMA TEMPAT) 

(TULISKAN) 

LAINNYA v 

(TULISKAN) 

717A 

Apakah Bapak pernah membicarakan dengan istri/ 
pasangan Bapak cara agar tidak tertular virus penyebab 
penyakit AIDS? 

YA . 1 

TIDAK . 2 


720 

Apakah Bapak akan membeli sayuran segar dari petani 
atau penjual yang Bapak ketahui terinfeksi virus HIV- 
AIDS? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8 


720A 

Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS, 
apakah Bapak akan merahasiakannya? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8 


720 B 

Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS, 
apakah Bapak akan merawatnya di rumah Bapak? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8 


721 

Apakah menurut Bapak anak-anak yang menderita 

HIV-AIDS boleh bersekolah bersama dengan anak-anak 
yang bukan penderita HIV-AIDS? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8 


722 

Menurut Bapak, seseorang yang ragu melakukan tes 

HIV, apakah disebabkan kekhawatiran mereka atas 
reaksi orang lain jika hasil tesnya posfiif? 

YA . i 

TIDAK . 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8 


723 

Menurut Bapak, apakah orang akan berkata buruk 
terhadap penderita HIV-AIDS atau orang yang diduga 
sebagai penderita HIV-AIDS? 

YA . i 

TIDAK . 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8 


724 

Menurut Bapak, apakah penderita HIV-AIDS atau orang 
yang diduga sebagai penderita HIV-AIDS akan tidak 
dihargai oleh orang lain? 

YA . i 

TIDAK . 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8 


725 

Apakah Bapak setuju dengan pernyataan berikut: 

Saya merasa malu jika salah seorang dari keluarga saya 
menderita HIV-AIDS. 

SETUJU . 1 

TIDAK SETUJU . 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8 



PK-21 


Lampiran Kuesioner PK • 249 






























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

726 

Apakah Bapak takut tertular HIV-AIDS jika terkena air 
liur penderita HIV-AIDS? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

RESPONDEN PENDERITA HIV-AIDS 3 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG . 8 


727 

LIHAT 701: 

PERNAH DENGAR TIDAK PERNAH 

TENTANG HIV-AIDS j TENTANG HIV-AIDS 

▼ + 

Selain AIDS, apakah Bapak j Apakah Bapak pernah 
pernah mendengar infeksi j mendengar infeksi yang 
lain yang dapat ditularkan j dapat ditularkan melalui 

melalui hubungan seksual? hubungan seksual? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 728 

727A 

Infeksi apa yang Bapak ketahui? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI 

SETIAP KODE SUMBER YANG DISEBUT. 

SIPIIIJS RAJA SINGA . A 

GONORRHEA/KENCING NANAH . B 

KONDILOMA AKUMINATA/ 

JENGGER AYAM . C 

CIIANCROID LUKA NYERI . D 

CLAMYDIA/BENGKAK 

PADA SKROTUM . E 

KANDIDIASIS/ 

KEPUTIHAN KARENA JAMUR . F 

HERPES GENITAL/BINTIL-BINTIL . G 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


727 B 

Dari manakah Bapak memperoleh informasi tentang 
infeksi menular seksual (IMS)? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI 

SETIAP KODE GEJALA YANG DISEBUT. 

RADIO . A 

TELEVISI . B 

SURAT KABAR/MAJALAH . C 

SELEBARAN/POSTER . D 

PETUGAS KESEHATAN . E 

PERKUMPULAN KEAGAMAAN . F 

SEKOLAH/GURU . G 

PERTEMUAN MASYARAKAT . H 

TEMAN/KELUARGA . | 

TEMPAT KERJA . J 

INTERNET . K 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


727C 

Jika seorang laki-laki tertular infeksi menular seksual 
(IMS), apakah gejala-gejalanya? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI 

SETIAP KODE SUMBER YANG DISEBUT. 

NYERI PERUT . A 

NANAH KELUAR DARI ALAT 

KELAMIN (KENCING NANAH) . B 

CAIRAN BAU KELUAR DARI 

ALAT KELAMIN . C 

RASA NYERI/PANAS PADA 

SALURAN KENCING . D 

KEMERAHAN/RADANG PADA 

ALAT KELAMIN . E 

BENGKAK PADA ALAT KELAMIN . F 

LUKA/BISUL 

PADA ALAT KELAMIN . G 

KUTIL PADA ALAT KELAMIN . H 

GATAL PADA ALAT KELAMIN . | 

KENCING DARAH . J 

BERAT BADAN TURUN . K 

IMPOTEN . L 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK BERGEJALA/TAMPAK . Y 

TIDAK TAHU . Z 



PK-22 


250 


Lampiran Kuesioner PK 





























































KODE 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


TERUS KE 


727D 


Jika seorang perempuan tertular infeksi menular 
seksual (IMS), apakah gejala-gejalanya? 

Ada lagi? 


JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI 
SETIAP KODE SUMBER YANG DISEBUT. 


NYERI PERUT . A 

KEPUTIHAN . B 

KEPUTIHAN YANG BERBAU . C 

RASA NYERI/PANAS PADA 

SALURAN KENCING . D 

KEMERAHAN/RADANG PADA 

ALAT KELAMIN . E 

BENGKAK PADA ALAT KELAMIN . F 

LUKA / BISUL 

PADA ALAT KELAMIN . G 

KUTIL PADA ALAT KELAMIN . H 

GATAL PADA ALAT KELAMIN . I 

KENCING DARAH . J 

BERAT BADAN TURUN . K 

SULIT HAMIL . L 

LAINNYA _ X 

(TULISKAN) 

TIDAK BERGEJALA / TAMPAK . Y 

TIDAK TAHU . Z 


728 


LIHAT 414: 

KODE ‘00’ 
TIDAK DILINGKARI 


□ 


KODE 00’ 
DILINGKARI 


-+ 736 


729 


LIHAT 727: PERNAH MENDENGAR INFEKSI MENULAR SEKSUAL 


YA, KODE ‘1’ 
DILINGKARI 


□ 


TIDAK, KODE 2’ 
DILINGKARI 


-F 731 


730 


Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan 
mengenai kesehatan Bapak dalam 12 bulan terakhir. 
Selama 12 bulan terakhir, apakah Bapak pernah terkena 
penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual? 


YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


731 


Kadangkala pria mengalami perubahan yang tidak 
normal pada alat kelaminnya. 

Selama 12 bulan terakhir, apakah Bapak mengalami 
perubahan yang tidak normal pada alat kelamin? 


732 


Kadangkala pria mempunyai luka/sakit atau bisul di 
daerah alat kelaminnya. 

Selama 12 bulan terakhir, apakah Bapak mempunyai 
luka/sakit atau bisul di daerah alat kelamin? 


733 


LIHAT 730, 731, DAN 732: 


ADA KODE ‘V 
YANG DILINGKARI 


□ 


TIDAK ADA KODE ’1' 
YANG DILINGKARI 


-F 736 


734 


Terakhir kali Bapak mengalami (MASALAH DARI 
730/731/732), apakah Bapak mencari nasehat atau 
pengobatan? 


YA . 

TIDAK 


736 


PK-23 


Lampiran Kuesioner PK 


251 





























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

735 

Kemana Bapak pergi mencari nasehatatau pengobatan? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT . A 

PUSKESMAS . B 

PUSTU/PUSLING . C 

KLINIK . D 

LAINNYA E 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT . F 

KLINIK . G 

PRAKTIK DOKTER . H 

BIDAN/PERAWAT . 1 

APOTIK . J 

LAINNYA K 

(TULISKAN) 

LAINNYA 

TOKO OBAT/WARUNG . L 

DIOBATI SENDIRI . M 

DUKUN / ’ORANG PINTAR' . N 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


736 

Jika seorang istri tahu suaminya menderita infeksi 
menular seksual, apakah menurut Bapak ia berhak 
untuk meminta suaminya menggunakan kondom saat 
berhubungan seksual? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


737 

Apakah seorang istri dibenarkan untuk menolak 
berhubungan seksual dengan suaminya ketika dia tahu 
bahwa suaminya berhubungan seksual dengan wanita 
lain? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 



PK- 24 


252 


Lampiran Kuesioner PK 






























BAGIAN 8. ISU KESEHATAN LAINNYA 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

805 

Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan 
lain yang berhubungan dengan masalah kesehatan. 

Apakah Bapak pernah mendapat suntikan dengan alasan 
apapun dalam 12 bulan terakhir? 

JIKA YA: Berapa banyak suntikan? 

JIKA JUMLAH SUNTIKAN 90 ATAU LEBIH, ATAU SETIAP 
HARI SELAMA 3 BULAN ATAU LEBIH, TULISKAN '90'. 

JIKA JAWABAN BUKAN ANGKA, PROBING UNTUK 
MENDAPATKAN PERKIRAAN. 

JUMLAH SUNTIKAN .| |_ 

TIDAK .00 

—► 808 

806 

Diantara suntikan tersebut, berapa banyak yang dilakukan 
oleh dokter, perawat, dokter gigi, atau petugas kesehatan 
lainnya? 

JIKA JUMLAH SUNTIKAN 90 ATAU LEBIH, ATAU SETIAP 
HARI SELAMA 3 BULAN ATAU LEBIH, TULISKAN '90'. 

JIKA JAWABAN BUKAN ANGKA, PROBING UNTUK 
MENDAPATKAN PERKIRAAN. 

JUMLAH SUNTIKAN .| | | 

TIDAK .00 

—► 808 

807 

Terakhir kali Bapak mendapat suntikan dari petugas 
kesehatan, apakah dia mengambil jarum suntik yang baru 
dari paket yang belum dibuka? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 


808 

Apakah saat ini Bapak merokok setiap hari, kadang- 
kadang, atau tidak sama sekali? 

SETIAP HARI . 1 

KADANG-KADANG . 2 

TIDAK SAMA SEKALI . 3 

—► 811 

—► 810 

809 

Di masa lalu, apakah Bapak merokok setiap hari? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

-L 811A 

810 

Di masa lalu, apakah Bapak pernah merokok setiap 
hari, kadang-kadang, atau tidak sama sekali? 

SETIAP HARI . 1 

KADANG-KADANG . 2 

TIDAK SAMA SEKALI . 3 


4 811A 

811 

Berapa rata-rata batang rokok yang Bapak hisap 
setiap hari? 

BATANG ROKOK . | [j 1 


811A 

Apakah saat ini Bapak mengkonsumsi jenis/bentuk 
tembakau lain setiap hari, kadang-kadang atau tidak 
sama sekali? 

SETIAP HARI . 1 

KADANG-KADANG . 2 

TIDAK SAMA SEKALI . 3 

—► 816 

811B 

Apa jenis/bentuk tembakau lain tersebut? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI 

SETIAP KODE JAWABAN YANG SESUAI. 

PIPA CANGKLONG . A 

CERUTU . B 

SHISHA . C 

DIHIRUP MELALUI MULUT .D 

DIHIRUP MELALUI HIDUNG . E 

TEMBAKAU KUNYAH . F 

MENGUNYAH SIRIH DAN TEMBAKAU G 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 



PK-25 


Lampiran Kuesioner PK • 253 













































PK-26 


254 


Lampiran Kuesioner PK 




































PENGAMATAN PEWAWANCARA 


DIISI SETELAH WAWANCARA SELESAI 


KOMENTAR TENTANG RESPONDEN : 


KOMENTAR PADA PERTANYAAN KHUSUS : 


KOMENTAR LAINNYA : 


PENGAMATAN PENGAWAS 


NAMA PENGAWAS: 


TANGGAL: 


PENGAMATAN EDITOR 


NAMA EDITOR : 


TANGGAL: 


PK-27 


Lampiran Kuesioner PK • 255 












































256 • Lampiran Kuesioner PK 


SDKI17-RP 


/p 

CD 


B; 


SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017 

DAFTAR PERTANYAAN REMAJA PRIA 


RAHASIA 


1. PENGENALAN TEMPAT 

KODE 

i. 

PROVINSI 


□□ 

2. 

KABUPATEN/KOTA *) 


□□ 

3. 

KECAMATAN 


000 

4. 

DESA/KELURAHAN *) 


□□□ 

5. 

DAERAH **) 

PERKOTAAN - 1 

PERDESAAN - 2 

□ 

6. 

NOMOR BLOK SENSUS 


□□□0 

7. 

NOMOR KODE SAMPEL SDKI17 


□□□□ 

8. 

NOMOR URUT RUMAH TANGGA SAMPEL 


□□ 

9. 

NAMA KEPALA RUMAH TANGGA 



10. 

NAMA RESPONDEN 



11. 

NOMOR URUT RESPONDEN 


00 

12. 

NOMOR HP RESPONDEN 




II. KUNJUNGAN PETUGAS 


KUNJUNGAN AKHIR 


TANGGAL 

WAWANCARA 


NAMA 

PEWAWANCARA 
HASIL KUNJUNGAN**’ 


TANGGAL 
BULAN 
TAHUN 
PEWA¬ 
WANCARA 
HASIL KUNJUNGAN 


nn 

□□ 

0000 
□□□□ 
□ 


KUNJ. BERIKUT TGL 
JAM 


JUMLAH 

KUNJUNGAN 


□ 


***) PILIH SALAH SATU DAN ISIKAN KODE HASIL KUNJUNGAN 

1 SELESAI 4 DITOLAK 

2 RESP.TIDAK ADA DI RUMAH 5 SELESAI SEBAGIAN 

3 DITANGGUHKAN 6 RESPONDEN TDK/KURANG MAMPU MENJAWAB 


7 LAINNYA 


(TULISKAN) 


NAMA 

KODE 

PETUGAS 

TANGGAL 


EDITOR LAPANGAN 

PENGAWAS 

EDITOR BPS 

0000 

□□□ 

OO 


PETUGAS ENTRI 


□□ 


*) Coret yang tidak sesuai 
**) Lingkari salah satu 


RP-1 


Lampiran Kuesioner RP 


257 























































PERNYATAAN PERSETUJUAN ORANG TUA/WALI 

(DIBACAKAN KEPADA ORANG TUA/WALI RESPONDEN YANG BERUMUR 15-17 TAHUN) 


Pada survei ini, kami akan mewawancarai pria belum kawin usia 15-24 tahun secara perorangan. Kami akan menanyakan mengenai 
pengetahuan, pendapat, dan perilaku mereka dalam kesehatan reproduksi. Informasi ini akan membantu pemerintah dalam 
perencanaan program-program pelayanan kesehatan yang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan remaja. 

Kami mengharapkan izin Bapak/Ibu untuk memperkenankan putra Bapak/Ibu berperan serta dalam survei ini. Wawancara biasanya 
berlangsung selama kurang lebih 25 menit. Informasi apapun yang diberikan oleh putra Bapak/Ibu tidak akan diberitahukan kepada 
orang lain. 

Apakah saya diperbolehkan meminta (NAMA ANAK) untuk diwawancarai secara pribadi? Jika Bapak/Ibu memutuskan untuk melarang 
putra Bapak/Ibu untuk diwawancarai, kami akan menghormati keputusan Bapak/Ibu. Sekarang bagaimana keputusan Bapak/Ibu? 


ORANG TUA/WALI 1 
RESPONDEN 
SETUJU 

▼ 

BAGIAN 1 


ORANG TUA/WALI 
RESPONDEN TIDAK 
SETUJU 


SELESAI 


Tanda Tangan Pewawancara : 


Tanggal : 


RP-3 


258 • Lampiran Kuesioner RP 







PERNYATAAN PERSETUJUAN 


Selamat (pagi, siang, sore, ...). Nama saya . Saya adalah petugas dari Badan Pusat Statistik yang sedang 

melaksanakan survei dengan cakupan nasional mengenai pria belum kawin usia 15 sampai 24 tahun. Saya ingin bertanya 
mengenai pengetahuan, pendapat, dan perilaku kesehatan Saudara. 

Keterangan ini akan membantu pemerintah untuk merencanakan pelayanan kesehatan, khusus untuk memenuhi kebutuhan orang 
muda/remaja. Kami akan sangat menghargai kesertaan Saudara dalam survei ini. Wawancara akan berlangsung sekitar 25 menit. 
Keterangan apapun yang Saudara berikan akan dijaga kerahasiaannya dan tidak akan diberitahukan kepada pihak lain. 

Partisipasi Saudara dalam survei ini bersifat sukarela dan Saudara dapat memilih untuk tidak menjawab beberapa atau semua 
pertanyaan. Namun, kami berharap Saudara tidak akan menolak untuk diwawancarai karena pandangan dan jawaban Saudara 
sangat diperlukan. 

Apakah ada yang ingin Saudara tanyakan mengenai survei ini? (JAWAB DENGAN JELAS DAN SINGKAT) 

Apakah saya boleh mewawancarai Saudara sekarang? 


RESPONDEN ...1 RESPONDEN TIDAK ...2 -►SELESAI 

SETUJU SETUJU 

BAGIAN 1 


Tanda Tangan Pewawancara : 


Tanggal: 


RP-4 


Lampiran Kuesioner RP 


259 








BAGIAN 1. LATAR BELAKANG RESPONDEN 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

101 

CATAT WAKTU 

jam .L 

MENIT. Q 


102 

Berapa lama Saudara tinggal di (KABUPATEN/KOTA 
TEMPAT TINGGAL SEKARANG)? 

JIKA KURANG DARI 1 TAHUN, TULISKAN '00’. 

LAMA DALAM TAHUN. 

SEJAK LAHIR. 95 

TAMU. 96 

-L- 106 

103 

Sebelum Saudara tinggal di (KABUPATEN/KOTA TEMPAT 
TINGGAL SEKARANG), apakah tinggal di kota besar, kota 
kecil, atau perdesaan? 

KOTA BESAR. 1 

KOTA KECIL. 2 

PERDESAAN. 3 


104 

Di manakah tempat tinggal terakhir Saudara sebelum di 
(KABUPATEN/KOTA TEMPAT TINGGAL SEKARANG)? 

PROV/NEGARA*): 

KAB/KOTA *): 

(KODE DIISI 
EDITOR) 


105 

Di manakah tempat tinggal Saudara 5 tahun yang lalu? 

PROV/NEGARA*): 

KAB/KOTA *): 

(KODE DIISI 
EDITOR) 


106 

Pada bulan apa dan tahun berapa Saudara dilahirkan? 

BULAN. Q 

TIDAK TAHU BULAN. 98 

tahun . nnnn 

TIDAK TAHU TAHUN. 9998 


107 

Berapa umur Saudara pada ulang tahun terakhir? 

BANDINGKAN 106 DAN 107. PERBAIKI 106 DAN ATAU 107 
JIKA TIDAK SESUAI. JIKA UMUR KURANG DARI 15 TAHUN 
ATAU LEBIH DARI 24 TAHUN, WAWANCARA SELESAI. 
PERBAIKI DAFTAR SDKI17-RT BLOK III KOLOM ( 8 ). 

UMUR DALAM TAHUN. Q 


108 

Apakah Saudara pernah/sedang sekolah? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 114 

109 

Apakah jenjang pendidikan tertinggi yang pernah/sedang 
Saudara duduki: sekolah dasar, sekolah menengah pertama, 
sekolah menengah atas, akademi, atau universitas? 

SD/MI/SEDERAJAT . 1 

SMP/MTs/SEDERAJAT . 2 

SMA SMK MA SEDERAJAT . 3 

AKADEMl/Dl/D 1 l/DIII . 4 

DIPLOMA IV/UNIVERSITAS . 5 


110 

Apakah kelas/tingkat tertinggi yang Saudara selesaikan pada 
jenjang tersebut? 

TAHUN PERTAMA = 0 TAMAT = 7 

TIDAK TAHU/TT = 8 

KELAS/TINGKAT .Q 


111 

Apakah Saudara masih sekolah? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 113 


*) Coret yang tidak perlu 


RP-5 


260 


Lampiran Kuesioner RP 

















































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


112 


Mengapa Saudara tidak bersekolah lagi? 


JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI KODE JAWABAN YANG PALING UTAMA. 


SUDAH SELESAI/MERASA CUKUP. 01 

MENGURUS ART LAIN. 02 

DIBUTUHKAN MEMBANTU 

USAHA KELUARGA. 03 

TIDAK ADA BIAYA. 04 

PERLU CARI UANG. 05 

TIDAK SUKA SEKOLAH (LAGI). 06 

TIDAK LULUS UJIAN. 07 

SEKOLAH JAUH (TAK TERJANGKAU). 08 

LAINNYA_ 96 

(TULISKAN) 


113 


LIHAT 109: 

KODE ‘1’ DILINGKARI 


KODE '2' , ‘3', ‘4’, ATAU ‘5’ 
DILINGKARI 


116 


114 


Sekarang saya mohon Saudara untuk membacakan kalimat 
ini. 

TUNJUKKAN SALAH SATU KARTU. JIKA RESPONDEN 
TIDAK DAPAT MEMBACA KALIMAT SECARA LENGKAP, 
TANYAKAN: 

Dapatkah Saudara membaca sebagian kalimat ini? 


TIDAK DAPAT MEMBACA SAMA 

SEKALI. 

BISA MEMBACA SEBAGIAN 

KALIMAT. 

BISA MEMBACA SELURUH KALIMAT 
BUTA/GANGGUAN 

PENGLIHATAN. 


115 


LIHAT 114: 

KODE ‘2’ ATAU ‘3 
DILINGKARI 


□ 


KODE T ATAU ‘4’ 
DILINGKARI 


118 


116 


Apakah Saudara membaca surat kabar atau majalah paling 
sedikit sekali seminggu, jarang, atau tidak pernah? 


PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1 

JARANG. 2 

TIDAK PERNAH. 3 


118 


117 


Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudara pernah membaca 
artikel di surat kabar/majalah: 

- Tentang penundaan usia perkawinan? 

-Tentang HIV-AIDS? 

- Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS)? 

- Tentang iklan/penerangan kondom? 

- Tentang narkoba? 

- Tentang minuman keras? 

- Tentang bagaimana mencegah kehamilan? 


YA TIDAK 


PENUNDAAN USIA KAWIN.... 

HIV-AIDS. 

IMS. 

IKLAN KONDOM. 

NARKOBA. 

MINUMAN KERAS. 

MENCEGAH HAMIL. 


118 


Apakah Saudara mendengarkan radio paling sedikit sekali 
seminggu, jarang, atau tidak pernah? 


PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1 

JARANG. 2 

TIDAK PERNAH. 3 


120 


119 


Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudara pernah 
mendengarkan radio yang menyiarkan: 

- Tentang penundaan usia perkawinan? 
-Tentang HIV-AIDS? 

-Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS)? 

- Tentang iklan/penerangan kondom? 

- Tentang narkoba? 

- Tentang minuman keras? 

- Tentang bagaimana mencegah kehamilan? 


YA TIDAK 


PENUNDAAN USIA KAWIN.. 

HIV-AIDS. 

IMS. 

IKLAN KONDOM. 

NARKOBA. 

MINUMAN KERAS. 

MENCEGAH HAMIL. 


RP-6 


Lampiran Kuesioner RP 


261 




























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

120 

Apakah Saudara menonton televisi paling sedikit sekali 
seminggu, jarang, atau tidak pernah? 

PALING SEDIKITSEKALI SEMINGGU. 1 

JARANG. 2 

TIDAK PERNAH. 3 

—► 122 

121 

Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudara pernah menonton 
televisi yang menyiarkan/menayangkan: 

- Tentang penundaan usia perkawinan? 

-Tentang HIV-AIDS? 

- Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS)? 

- Tentang iklan/penerangan kondom? 

- Tentang narkoba? 

- Tentang minuman keras? 

- Tentang bagaimana mencegah kehamilan? 

YA TIDAK 

PENUNDAAN USIA KAWIN.... 1 2 

HIV-AIDS. 1 2 

IMS. 1 2 

IKLAN KONDOM. 1 2 

NARKOBA. 1 2 

MINUMAN KERAS. 1 2 

MENCEGAH HAMIL. 1 2 


122 

Apakah Saudara memiliki telepon seluler? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


123 

Apakah Saudara memiliki rekening bank atau lembaga 
keuangan lain atas nama sendiri? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


124 

Apakah Saudara pernah mengakses internet (termasuk 
browsing, facebook, twrtter, whatsapp, BBM, game Online, 
skype, instagram, d II)? 

JIKA 'TIDAK’, LAKUKAN PROBING BAHWA AKSES 
INTERNET BISA DILAKUKAN DI MANAPUN DAN DENGAN 
ALAT APAPUN. 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 127 

125 

Dalam 12 bulan terakhir, apakah Saudara menggunakan 
internet? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 127 

126 

Selama satu bulan terakhir, seberapa sering Saudara 
mengakses internet: hampir setiap hari, paling sedikit sekali 
seminggu, paling sedikit sekali sebulan, atau tidak sama 
sekali? 

HAMPIR SETIAP HARI. 1 

PALING SEDIKITSEKALI SEMINGGU. 2 

PALING SEDIKITSEKALI SEBULAN.... 3 

TIDAK SAMA SEKALI. 4 


127 

Selama tujuh hari yang lalu, apakah Saudara melakukan 
kegiatan bekerja paling sedikit satu jam terus-menerus? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 130 

128 

Meskipun Saudara tidak bekerja dalam tujuh hari yang lalu, 
apakah Saudara mempunyai pekerjaan tetap tetapi sementara 
tidak bekerja karena cuti, sakit, bepergian, atau alasan lain? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 130 


RP-7 


262 


Lampiran Kuesioner RP 





































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

129 

Dalam 12 bulan terakhir apakah Saudara pernah bekerja? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 201 

130 

Apakah jenis pekerjaan utama Saudara? 

(TULIS SELENGKAP MUNGKIN, JANGAN MELINGKARI 
KODE JAWABAN DAN JANGAN MENGISI KOTAK). 

PROFESIONAL, TEKNISI. 01 

KEPEMIMPINAN DAN 

KETATALAKSANAAN. 02 

PEJABAT PELAKSANA 

DAN TATA USAHA. 03 

TENAGA USAHA PENJUAAN. 04 

TENAGA USAHA JASA. 05 


^ □□ 
(DIISI BPS) 

TANAGA USAHA PERTANIAN. 06 

TENAGA PPRODUKSI. 07 


LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 98 

131 

Apakah Saudara bekerja sebagai pekerja keluarga, buruh/ 
karyawan, atau mempunyai usaha sendiri? 

PEKERJA KELUARGA. 1 

BURUH/KARYAWAN. 2 

BERUSAHA/MEMPUNYAI USAHA. 3 


132 

Apakah Saudara bekerja sepanjang tahun, musiman, atau 
sesekali saja? 

SEPANJANG TAHUN. 1 

MUSIMAN. 2 

SESEKALI. 3 


133 

Apakah Saudara dibayar dengan uang atau barang atau tidak 
dibayar sama sekali untuk pekerjaan tersebut? 

UANG. 1 

UANG DAN BARANG. 2 

BARANG. 3 

TIDAK DI BAYAR. 4 



RP-8 


Lampiran Kuesioner RP 


263 


































BAGIAN 2. PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN MENGENAI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA 


Sekarang saya akan bertanya mengenai perubahan dari anak-anak ke remaja, sistem reproduksi dan hal-hal yang terkait. 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


201 


Kalau seorang anak laki-laki mulai menjadi remaja, biasa 
disebut akil baliq atau puber, ia mengalami perubahan pada 
tubuh. Dapatkah Saudara menyebutkan perubahan- 
perubahan itu? 


Ada lagi? 


JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 


BADAN MULAI BEROTOT. A 

SUARA MENJADI BESAR. B 

TUMBUH RAMBUT DI WAJAH, 

SEKITAR ALAT KELAMIN, KETIAK, 
DADA, KAKI, ATAU LENGAN. C 

GAIRAH SEKS MENINGKAT. D 

MIMPI BASAH. E 

TULANG JAKUN MENONJOL. F 

LAIN NYA_ X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 

TUMBUH RAMBUT DI SEKITAR ALAT 
KELAMIN ATAU KETIAK. A 

PAYUDARA MEMBESAR. B 

PINGGUL MEMBESAR. C 

GAIRAH SEKS MENINGKAT. D 

MULAI HAID. E 

LAI N NYA_ X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


202 


Kalau seorang anak perempuan mulai menjadi remaja, ia 
juga mengalami perubahan pada tubuh. Dapatkah Saudara 
menyebutkan perubahan-perubahan itu? 


Ada lagi? 


JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 


203 


LIHAT 201 DAN 202: 

TIDAK ADA KODE ‘Z’ YANG 
DILINGKARI ATAU 
SALAH SATU KODE ‘Z' DILINGKARI 


□ 


KEDUANYA 
BERKODE ‘Z' 


205 


204 


Dari mana Saudara mendapat informasi mengenai 
perubahan pada tubuh dari anak-anak ke remaja? 


Ada lagi? 


JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 


TEMAN. A 

IBU. B 

BAPAK. C 

SAUDARA KANDUNG. D 

KELUARGA. E 

GURU. F 

PETUGAS KESEHATAN. G 

PEMUKA AGAMA. H 

TELEVISI. I 

RADIO. J 

BUKU/MAJALAH/SURAT KABAR. K 

INTERNET. L 

LAI N NYA_ X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 

BELUM PERNAH. 00 

UMUR DALAM TAHUN.... . □□ 


205 


Berapa umur Saudara ketika pertama kali mengalami mimpi 
basah? 


209 


RP-9 


264 


Lampiran Kuesioner RP 




















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

206 

Sebelum Saudara mengalami mimpi basah pertama kali, 
apakah ada seseorang yang berbicara dengan Saudara 
tentang mimpi basah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 208 

207 

Siapa yang berbicara tentang mimpi basah dengan 
Saudara? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TEMAN. A 

IBU. B 

BAPAK. C 

SAUDARA KANDUNG. D 

KELUARGA. E 

GURU. F 

PETUGAS KESEHATAN. G 

TOKOH AGAMA. H 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


208 

Ketika pertama kali Saudara mimpi basah, apakah Saudara 
membicarakannya dengan seseorang? 

JIKA YA: Dengan siapa? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TEMAN. A 

IBU. B 

BAPAK. C 

SAUDARA KANDUNG. D 

KELUARGA. E 

GURU. F 

PETUGAS KESEHATAN. G 

TOKOH AGAMA. H 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK ADA. Z 


209 

Sekarang saya ingin bertanya kepada Saudara mengenai 
risiko kehamilan pada wanita. 

Antara hari pertama haid dengan hari pertama haid 
berikutnya, apakah ada hari-hari tertentu seorang wanita 
mempunyai kemungkinan lebih besar untuk hamil apabila dia 
berhubungan seks? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

-V- 211 

210 

Apakah hari-hari tersebut menjelang haid, selama haid, 
segera setelah haid berakhir, atau di tengah antara dua 
haid? 

MENJELANG HAID. 1 

SELAMA HAID. 2 

SEGERA SETELAH HAID BERAKHIR.. 3 

DI TENGAH ANTARA DUA HAID. 4 

LAINNYA 6 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 8 


211 

Apakah seorang wanita dapat hamil hanya dengan sekali 
melakukan hubungan seksual? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


212 

Apakah Saudara tahu bagaimana cara menghindari 
kehamilan? 

JIKA TAHU’: Bagaimana caranya? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TIDAK BERHUBUNGAN SEKS. A 

MENGGUNAKAN ALAT/CARA KB... B 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


213 

Setelah melahirkan, apakah seorang wanita dapat hamil 
sebelum haid lagi? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 



RP-10 


Lampiran Kuesioner RP • 265 





















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

Sekarang saya ingin menanyakan tentang keluarga berencana. Ada berbagai macam alat atau cara yang dapat digunakan 
pasangan untuk menunda atau mencegah kehamilan. 

214 

Apakah Saudara pernah mendengar (ALAT/CARA)? 



01. Sterilisasi Wanita/Tubektomi/MOW 

Wanita dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

02. Sterilisasi Pria/Vasektomi/MOP 

Pria dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

03. IUD/AKDR/Spiral 

Wanita bisa dipasangi spiral dalam rahimnya oleh dokter 
atau bidan untuk mencegah kehamilan selama 8 tahun. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

04. Suntikan/Injeksi 

Wanita bisa disuntik oleh dokter atau bidan untuk 
mencegah kehamilan selama satu bulan atau lebih. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

05. Susuk KB/Implan 

Wanita dapat dipasang satu atau dua batang susuk di 
bawah kulit lengan atas untuk mencegah terjadinya 
kehamilan selama tiga tahun atau lebih. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

06. Pil 

Wanita dapat minum pil setiap hari untuk mencegah 
kehamilan. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

07. Kondom/Karet KB 

Pria dapat memakai sarung dari karet pada alat kelaminnya 
selama berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

08. Intravag/Diafragma 

Wanita bisa meletakkan tisu atau diafragma dalam vagina 
sebelum berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

09. Kontrasepsi Darurat /Emergency 

Wanita dapat mencegah kehamilan dengan minum pil 
khusus dalam tiga hari setelah berhubungan seks. 

Biasanya cara ini dipakai hanya dalam situasi terpaksa 
(darurat). 

YA . 1 

TIDAK . 2 

10. Metode Amenorrhea Laktasi (MAL) 

Wanita menyusui bayi dengan kondisi: umur bayi kurang 
dari 6 bulan, bayi hanya diberi ASI saja, dan ibu belum haid 
kembali untuk mencegah kehamilan. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

11. Pantang Berkala/Kalender 

Pasangan sengaja tidak berhubungan seksual pada hari- 
hari tertentu pada waktu wanita berkemungkinan besar 
untuk menjadi hamil. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

12. Sanggama Terputus 

Pria mengeluarkan air maninya di luar vagina ketika 
berhubungan seksual. 

YA . 1 

TIDAK . 2 

13. Cara-cara Lain 

Apakah Saudara pernah mendengar cara atau alat lain 
yang dapat dipakai oleh wanita atau pria untuk mencegah 
kehamilan? 

YA . 1 

(TULISKAN) 

(TULISKAN) 

TIDAK . 2 


RP-11 


266 • Lampiran Kuesioner RP 



















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

215 

LIHAT 214: 

ADA KODE ‘1’ YANG DILINGKARI 

1 

TIDAK ADA KODE‘l' 

YANG DILINGKARI 


' 


216 

Sekarang saya akan menanyakan tentang masa yang akan 
datang, terutama dalam hal pemakaian alat/cara KB. 

Apakah Saudara akan memakai suatu alat/cara KB untuk 
mencegah kehamilan, suatu ketika nanti? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


217 

Menurut pendapat Saudara, pelayanan KB apa yang perlu 
tersedia bagi remaja yang belum menikah? 

- Penyuluhan: Kegiatan yang menjelaskan kesehatan 

reproduksi dan alat/cara KB? 

- Konseling: Konsultasi penggunaan alat/cara KB? 

- Penyediaan: Penyediaan dan pelayanan alat KB? 

YA TIDAK 

PENYULUHAN. 1 2 

KONSELING. 1 2 

PENYEDIAAN. 1 2 


218 

Sekarang saya akan membacakan beberapa pernyataan 
tentang penggunaan kondom. Apakah Saudara setuju atau 
tidak setuju dengan pernyataan ini: 

- Kondom dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. 

- Kondom dapat mencegah penularan HIV-AIDS dan infeksi 

menular seksual lainnya. 

- Kondom dapat dipakai ulang. 

SE- TI < P* K TIDAK 
TUJU 7T" TAHU 

CEGAH HAMIL. 1 2 8 

CEGAH HIV-AIDS 

DAN IMS. ' 1 ° 

PAKAI ULANG. 1 2 8 


219 

Sekarang saya ingin membicarakan tentang suatu penyakit 
yang disebut anemia. Apakah Saudara pernah mendengar 
anemia? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 301 

220 

Menurut Saudara apakah anemia tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

HAEMOGLOBIN (Hb) RENDAH. A 

KEKURANGAN ZAT BESI. B 

KEKURANGAN SEL DARAH MERAH... C 

KURANG DARAH. D 

KURANG VITAMIN. E 

TEKANAN DARAH RENDAH. F 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


221 

Menurut Saudara mengapa seseorang dapat menderita 
anemia? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

KURANG MAKAN DAGING, AYAM, 

IKAN, HATI. A 

KURANG MAKAN SAYUR-SAYURAN 

DAN BUAH-BUAHAN. B 

PERDARAHAN. C 

SEDANG MENDAPAT HAID. D 

KURANG MAKAN. E 

PENYAKIT MENULAR. F 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


222 

Dapatkah anemia diobati? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

X 301 

223 

Bagaimana cara mengobati penderita anemia? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

MINUM PIL TAMBAH DARAH. A 

MINUM PIL ZAT BESI. B 

BANYAK MAKAN DAGING, AYAM, 

IKAN, HATI. C 

BANYAK MAKAN SAYUR-SAYURAN 

DAN BUAH-BUAHAN YANG 
MENGANDUNG ZAT BESI. D 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 



RP-12 


Lampiran Kuesioner RP • 267 




























































BAGIAN 3. PERKAWINAN DAN ANAK 


Sekarang saya akan menanyakan pendapat Saudara mengenai perkawinan dan anak. 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

301 

Pada umur berapa Saudara merencanakan untuk menikah? 

UMUR DALAM TAHU N. d]| _ 

TIDAK AKAN KAWIN.95 

TIDAK TAHU. 98 


302 

Menurut pendapat Saudara, pada umur berapa seorang 
perempuan sebaiknya menikah? 

UMUR DALAM TAHUN. |d jd 

TIDAK TAHU.98 


303 

Menurut pendapat Saudara, pada umur berapa seorang laki- 
laki sebaiknya menikah? 

UMUR DALAM TAHUN. [_j[ ] 

TIDAK TAHU.98 


304 

Menurut Saudara apakah pasangan yang akan menikah 
perlu memeriksakan kesehatannya? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

L 306 

305 

Pemeriksaan apa? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

BADAN. A 

DARAH. B 

AIR SENI. C 

LAINNYA 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


306 

Siapakah yang akan menentukan pasangan Saudara ketika 
Saudara menikah nantinya: Saudara sendiri, orang tua 
Saudara, keluarga lainnya, atau bersama? 

SENDIRI. 1 

ORANG TUA. 2 

KELUARGA LAINNYA. 3 

BERSAMA. 4 


307 

Setelah Saudara menikah nanti, berapakah jumlah anak 
yang Saudara inginkan selama hidup? 

TIDAK INGIN ANAK. 00 

JUMLAH ANAK. | || 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

—► 309 

—► 309 

308 

Dari jumlah tersebut, berapa anak laki-laki, berapa anak 
perempuan dan berapa anak yang diharapkan tanpa 
memperhatikan jenis kelamin? 

'APA SAJA' ADALAH JUMLAH ANAK YANG DIINGINKAN 
TANPA PREFERENSI JENIS KELAMIN TERTENTU. 

LAKI- PEREM- APA 
LAKI PUAN SAJA 

jumlah do nn n 

LAINNYA 999996 

(TULISKAN) 


309 

Menurut pendapat Saudara, siapa yang seharusnya 
menentukan jumlah anak: istri, suami, istri dan suami, atau 
lainnya? 

ISTRI. 1 

SUAMI. 2 

ISTRI DAN SUAMI. 3 

LAINNYA 6 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 8 


310 

Menurut Saudara pada umur berapa sebaiknya seorang 
wanita mempunyai anak pertama kali? 

UMUR DALAM TAHUN. .)[ ] 

TIDAK TAHU.98 



RP-13 


268 


Lampiran Kuesioner RP 

















































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


311 


Menurut Saudara pada umur berapa sebaiknya seorang laki- 
laki mempunyai anak pertama kali? 


□□ 


UMUR DALAM TAHU N. 

TIDAK TAHU. 98 


312 


Menurut Saudara berapa sebaiknya jarak antara dua 
kelahiran? 


BULAN. 

TAHUN. 

TIDAK TAHU.. 


□□ 

□□ 


998 


313 


Jika seorang wanita hamil, tetapi ia tidak menginginkan 
kandungannya, menurut Saudara apa yang seharusnya ia 
lakukan: melahirkan dan merawat sendiri bayinya, 
melahirkan dan memberikan bayinya kepada orang lain 
untuk diasuh, menggugurkan kandungannya, atau terserah 
kepada wanita itu? 


MELAHIRKAN DAN DIRAWAT SENDIRI 1 
MELAHIRKAN DAN DIASUH ORANG 

LAIN. 2 

MENGGUGURKAN. 3 

TERSERAH KEPADA WAN ITA ITU. 4 

TIDAK TAHU. 8 


314 


Ada beberapa keadaan yang menyebabkan seorang wanita 
mungkin mempertimbangkan untuk menggugurkan 
kandungannya. 

Menurut Saudara apakah seorang wanita berhak 
menggugurkan kandungannya karena: 

- Kehamilannya membahayakan kesehatan ibu dan janin? 

- Kehamilannya mengancam jiwa ibu dan janin? 

- Janin cacat tubuh? 

- Hamil akibat pemerkosaan? 

- Wanita belum menikah? 

- Pasangan suami-istri tak mampu merawat anak? 

- Masih sekolah? 


KESEHATAN. 

JIWA. 

JANIN CACAT. 

DIPERKOSA. 

BELUM NIKAH. 

TIDAK MAMPU. 

MASIH SEKOLAH. 


SE¬ 

TUJU 

1 

1 

1 

1 

1 

1 

1 


TIDAK 

SE¬ 

TUJU 

2 

2 

2 

2 

2 

2 

2 


TIDAK 

TAHU 

8 

8 

8 

8 

8 

8 

8 


RP-14 


Lampiran Kuesioner RP • 269 


























BAGIAN 4. PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT 


Sekarang saya ingin menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan peran keluarga, sekolah dan masyarakat sebagai sumber 
informasi tentang kesehatan reproduksi yaitu hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas dan infeksi menular seksual termasuk HIV- 
AIDS, serta hal lain seperti penggunaan obat-obat terlarang dan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya). 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


401 


Saya ingin tahu dengan siapa Saudara membicarakan atau 
menanyakan hal-hal mengenai kesehatan reproduksi. 
Apakah Saudara pernah membicarakan hal-hal itu dengan: 

- Teman? 

- Ibu? 


TEMAN 
IBU. 


KODE 


TERUS KE 


YA TIDAK 

1 2 

1 2 


- Bapak? 

- Saudara kandung? 

- Keluarga? 

- Guru? 


BAPAK. 1 2 

SAUDARA KANDUNG. 1 2 

KELUARGA. 1 2 

GURU. 1 2 


- Petugas kesehatan? 


PETUGAS KESEHATAN. 1 2 


402 


- Pemuka agama? 


PEMUKA AGAMA. 


Kalau Saudara ingin tahu lebih jauh mengenai hal-hal yang 
berhubungan dengan kesehatan reproduksi, pada siapa 
Saudara akan bertanya? 


Siapa lagi? 


JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 


TEMAN. 

IBU. 

BAPAK. 

SAUDARA KANDUNG. 

KELUARGA. 

GURU. 

PETUGAS KESEHATAN. 

PEMUKAAGAMA. 

LAINNYA_ 

(TULISKAN) 
TIDAK TAHU. 


A 

B 

C 

D 

E 

F 

G 

H 

X 

Z 


403 

LIHAT 108: 

KODE‘l' DILINGKARI 

□ 

KODE ‘Z DILINGKARI 






' 

’ 






TOPIK 

404. Apakah Saudara pernah diberi pelajaran 
di sekolah tentang (TOPIK)? 

405. Apakah jenjang sekolah Saudara ketika pertama 
kali diberi pelajaran di sekolah tentang (TOPIK)? 

A. Sistem reproduksi manusia 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 — 

TIDAK TAHU. 8 — 

1 

-► 

’ 

SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTS/SEDERAJAT. 2 

S MA/SM K/SEDERAJAT. 3 

AKADEMI DI DII DI 1. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 

B. Cara mengatur kelahiran 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 — 

TIDAK TAHU. 8 — 

► 

' 

SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTS/SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/SEDERAJAT. 3 

AKADEMI DI DII DI 1. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 

C. HIV-AIDS 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 — 

TIDAK TAHU. 8 — 

' 

-► 

' 

SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTS/SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/SEDERAJAT. 3 

AKADEMI DI DII DI 1. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 

D. Infeksi Menular Seksual 
lainnya 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 — 

TIDAK TAHU. 8 — 

1 

-► 

SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTS/SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/SEDERAJAT. 3 

AKADEMI DI DII DI 1. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 

E. NAPZA (Narkotika, Alkohol, 
Psikotropika, dan Zat Adiktif 
lainnya) 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 — 

TIDAK TAHU. 8 — 

1 

-► 

’ 

SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTS/SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/SEDERAJAT. 3 

AKADEMI DI DII DI 1. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 


RP-15 


270 • Lampiran Kuesioner RP 



































































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

406 

Apakah Saudara pernah menghadiri pertemuan masyarakat 
yang membahas kesehatan reproduksi? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 408 

407 

Apakah bentuk pertemuan masyarakat yang pernah Saudara 
hadiri? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

KARANG TARUNA. A 

PERKUMPULAN AGAMA. B 

BINA KELUARGA REMAJA/BKR. C 

PENYULUHAN DARI LSM. D 

PENYULUHAN PEMERINTAH. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


408 

Apakah Saudara pernah mendengar tentang wadah/tempat 
bagi remaja untuk memperoleh informasi dan konsultasi 
mengenai kesehatan reproduksi remaja? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 501 

409 

Apa nama wadah tersebut? 

(TULISKAN) 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

PIK-R/M. A 

PUSKESMAS PKPR. B 

YOUTH CENTRE. C 

LAINNYA. X 

TIDAK INGAT/TIDAK TAHU. Z 


410 

Apakah Saudara mengetahui di mana tempat tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 501 

411 

Apakah Saudara pernah mengunjungi tempat tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 501 

412 

Pelayanan apa saja yang sudah tersedia di tempat tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

INFORMASI KESPRO. A 

KONSELING. B 

PEMERIKSAAN KESEHATAN. C 

PENGOBATAN IMS. D 

ALAT/CARA KB. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


413 

Pelayanan kesehatan reproduksi apa saja yang Saudara 
inginkan tersedia di tempat tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

INFORMASI KESPRO. A 

KONSELING. B 

PEMERIKSAAN KESEHATAN. C 

PENGOBATAN IMS. D 

ALAT/CARA KB. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 



RP-16 


Lampiran Kuesioner RP • 271 
















































BAGIAN 5. ROKOK, MINUMAN BERALKOHOL, DAN OBAT-OBATAN TERLARANG 


Sekarang saya akan menanyakan beberapa hal mengenai merokok minum minuman beralkohol, dan pemakaian obat-obatan terlarang. 
Seperti telah saya katakan, Saudara dapat menolak untuk menjawab beberapa atau semua pertanyaan. Meskipun demikian, saya harap 
Saudara akan terbuka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini karena pendapat Saudara sangat penting. Informasi yang Saudara 
berikan akan dirahasiakan dan hanya akan digunakan untuk studi ilmiah. 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

501 

Apakah Saudara pernah mencoba merokok? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 506 

502 

Umur berapa Saudara pertama kali merokok? 

UMUR DALAM TAHUN . j j j | 

TIDAK INGAT . 98 


503 

Umur berapa Saudara mulai merokok secara teratur? 

UMUR DALAM TAHUN . ]_|| j 

HANYA MENCOBA . 94 

TIDAK PERNAH TERATUR . 95 

TIDAK INGAT/TIDAK TAHU. 98 


504 

Apakah saat ini Saudara merokok setiap hari, kadang-kadang, 
atau tidak sama sekali? 

SETIAP HARI. 1 

KADANG-KADANG. 2 

TIDAK SAMA SEKALI. 3 

-L- 506 

505 

Berapa rata-rata batang rokok yang Saudara hisap setiap 
hari? 

BATANG ROKOK . [ j[ ] 


506 

Apakah saat ini Saudara mengkonsumsi jenis/bentuk 
tembakau lain setiap hari, kadang-kadang, atau tidak sama 
sekali? 

SETIAP HARI. 1 

KADANG-KADANG . 2 

TIDAK SAMA SEKALI . 3 

—► 508 

507 

Apa jenis/bentuk tembakau lain tersebut? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DILINGKARI. 

PIPA CANGKLONG . A 

CERUTU . B 

SHISHA . C 

DIHIRUP MELALUI MULUT . D 

DIHIRUP MELALUI HIDUNG . E 

TEMBAKAU KUNYAH . F 

MENGUNYAH SIRIH DAN TEMBAKAU. G 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


508 

Apakah Saudara pernah mengajak/mempengaruhi teman/ 
orang lain untuk merokok? 

YA . 1 

TIDAK . 2 


509 

Apakah Saudara pernah mengingatkan/mengajak teman/ 
orang lain untuk tidak merokok? 

YA . 1 

TIDAK . 2 


510 

Sekarang saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan 
mengenai minuman beralkohol seperti arak, tuak, bir, dsb. 
Apakah Saudara pernah minum minuman beralkohol? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 514 

511 

Umur berapa Saudara pertama kali minum minuman 
beralkohol? 

UMUR DALAM TAHUN . ) j|_j 

TIDAK INGAT . 98 


512 

Dalam tiga bulan terakhir, berapa hari Saudara minum 
minuman beralkohol? 

JIKA SETIAP HARI : CATAT ‘90’. 

JUMLAH HARI . | j| j 

TIDAK PERNAH . 95 



RP-17 


272 • Lampiran Kuesioner RP 




















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

513 

Apakah Saudara pernah mabuk karena minum minuman 
beralkohol? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


514 

Apakah Saudara pernah mengajak/mempengaruhi teman/ 
orang lain untuk minum minuman beralkohol? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


515 

Apakah Saudara pernah mengingatkan/mengajak teman/ 
orang lain untuk tidak minum minuman beralkohol? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


516 

Ada obat-obatan, seperti ganja, putau, shabu-shabu, dsb, 
yang bisa dikonsumsi untuk bersenang-senang, atau ngehai, 
ngeflai, ngeboat, berfantasi. 

Apakah Saudara mengetahui seseorang yang 

mengkonsumsi obat-obatan seperti itu? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


517 

Apakah Saudara sendiri pernah mencoba mengkonsumsi 
obat-obatan seperti itu? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 525 

518 

Bagaimana cara Saudara memakainya ? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

DIHISAP. A 

DIHIRUP. B 

DISUNTIK. C 

DIMINUM/DITELAN. D 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


519 

LIHAT 518: KODE'A',‘B',‘D’,‘X’ 

DILINGKARI 

1 

| KODE ‘C’ DILINGKARI 


r 


520 

Apakah Saudara pernah nyuntik obat-obatan yang bisa 
berakibat teler, flai, hai, on ? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 525 

521 

Umur berapa Saudara pertama kali nyuntik obat-obatan 
tersebut? 

UMUR DALAM TAHU N. || 

TIDAK INGAT. 98 


522 

Apakah Saudara nyuntik obat-obatan tersebut dalam 12 
bulan terakhir? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 524 

523 

Sesering apakah Saudara nyuntik obat-obatan tersebut? 

SETIAP HARI. 01 

BEBERAPA HARI DALAM SEMINGGU 02 

SETIAP MINGGU. 03 

KURANG DARI SEKALI SEMINGGU.... 04 

SETIAP BULAN. 05 

KURANG DARI SEKALI SEBULAN. 06 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 


524 

Apakah Saudara pernah menggunakan alat suntik yang 
sama secara bergantian? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


525 

Apakah Saudara pernah mengajak/mempengaruhi teman/ 
orang lain untuk menggunakan obat-obatan terlarang? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


526 

Apakah Saudara pernah mengingatkan/mengajak teman/ 
orang lain untuk tidak menggunakan obat-obatan terlarang? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


527 

Apakah Saudara pernah mendengar mengenai IPWL 
(Institusi Penerima Wajib Lapor)? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



RP-18 


Lampiran Kuesioner RP • 273 































































BAGIAN 6. HIV-AIDS 

NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

601 

Sekarang saya ingin membicarakan hal lain. 

Apakah Saudara pernah mendengar tentang suatu penyakit 
yang disebut HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 624 

602 

Dari mana Saudara mengetahui tentang HIV-AIDS? 

Ada sumber lain? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

RADIO. A 

TELEVISI. B 

SURAT KABAR/MAJALAH. C 

SELEBARAN/POSTER. D 

PETUGAS KESEHATAN. E 

PERKUMPULAN KEAGAMAAN. F 

SEKOLAH/GURU. G 

PERTEMUAN MASYARAKAT. H 

TEMAN/KELUARGA. 1 

TEMPAT KERJA. J 

INTERNET. K 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


603 

Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus HIV-AIDS 
dengan membatasi hubungan seks hanya dengan seseorang 
yang tidak terinfeksi virus HIV-AIDS dan tidak mempunyai 
pasangan lain? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


604 

Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS melalui gigitan 
nyamuk? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


605 

Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus HIV-AIDS 
dengan cara memakai kondom setiap melakukan hubungan 
seks? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


606 

Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS dengan makan 
sepiring bersama orang yang terinfeksi virus HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


607 

Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena diguna- 
guna atau didukuni atau disantet? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


608 

Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena 
menggunakan jarum suntik yang sama secara bergantian? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


609 

Apakah mungkin seseorang yang penampilannya tampak 
sehat ternyata ia telah tertular virus HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


610 

Apakah virus HIV-AIDS dapat ditularkan dari seorang ibu ke 
anaknya: 

- Selama hamil? 

- Saat melahirkan? 

- Dengan menyusui? 

YA TIDAK TT 

SELAMA HAMIL.... 1 2 8 

SAAT MELAHIRKAN 1 2 8 

DENGAN MENYUSUI 1 2 8 


611 

Bagaimana cara mengetahui seseorang terinfeksi virus HIV- 
AIDS? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

DENGAN MENGENALI FISIK. A 

DENGAN MENGENALI PERILAKU. B 

DENGAN TES DARAH. C 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 



RP-19 


274 


Lampiran Kuesioner RP 



























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

612 

Apakah Saudara tahu tentang adanya tes HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 615 

613 

Apakah Saudara mengetahui di mana memperoleh 
pelayanan tes HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 615 

614 

Di mana? 

Ada lagi? 

JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH 
SAKIT ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH 
ATAU SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 

(NAMA TEMPAT) 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG SESUAI. 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. A 

PUSKESMAS. B 

PUSTU/PUSLING. C 

KLINIK. D 

KLINIK KHUSUS VCT. E 

LAINNYA F 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT. G 

KLINIK. H 

KLINIK KHUSUS VCT. 1 

PRAKTIK DOKTER. J 

BIDAN/PERAWAT. K 

LAINNYA L 

(TULISKAN) 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


615 

Apakah Saudara akan membeli sayuran segar dari petani atau 
penjual yang Saudara ketahui terinfeksi virus HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


616 

Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS, 
apakah Saudara akan merahasiakannya? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


617 

Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS, 
apakah Saudara bersedia merawatnya di rumah Saudara? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


618 

Apakah menurut Saudara, anak-anak yang menderita HIV- 
AIDS boleh bersekolah bersama dengan anak-anak yang 
bukan penderita HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


619 

Menurut Saudara, seseorang yang ragu melakukan tes HIV 
apakah disebabkan kekhawatiran mereka atas reaksi orang 
lain jika hasil tesnya positif? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


620 

Menurut Saudara, apakah orang akan berkata buruk terhadap 
penderita HIV-AIDS atau orang yang diduga sebagai penderita 
HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


621 

Menurut Saudara, apakah penderita HIV-AIDS atau orang 
yang diduga sebagai penderita HIV-AIDS akan tidak dihargai 
oleh orang lain? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


622 

Apakah Saudara setuju dengan pernyataan berikut: Saya 
merasa malu jika salah seorang dari keluarga saya menderita 
HIV-AIDS? 

SETUJU. 1 

TIDAK SETUJU. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


623 

Apakah Saudara takut tertular HIV-AIDS jika terkena air liur 
penderita HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

RESPONDEN PENDERITA HIV-AIDS.. 3 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 



RP-20 


Lampiran Kuesioner RP 


275 































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

624 

LIHAT 601: 

1 

KODE'1'DILINGKARI | KODE 2’ DILINGKARI | 

1 

t 1 t 

Selain HIV-AIDS, apakah | Apakah Saudara pernah 

Saudara pernah i mendengar infeksi yang 

mendengar infeksi lain yang 1 dapat ditularkan melalui 

dapat ditularkan melalui 1 hubungan seksual? 

hubungan seksual? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 701 

625 

Infeksi apa yang Saudara ketahui? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

SIPHILIS/RAJA SINGA. A 

GONORRHEA/KENCING NANAH. B 

KONDILOMAAKUMINATA/JENGGER 

AYAM. C 

CHANCROID/LUKA NYERI. D 

CLAMYDIA/BENGKAK PADA SKROTUM. E 

KANDIDIASIS/KEPUTIHAN KARENA 

JAMUR. F 

HERPES GENITAL/BINTIL-BINTIL. G 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


626 

Dari manakah Saudara memperoleh informasi tentang 
infeksi menular seksual (IMS)? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

RADIO. A 

TELEVISI. B 

SURAT KABAR/MAJALAH. C 

SELEBARAN/POSTER. D 

PETUGAS KESEHATAN. E 

PERKUMPULAN KEAGAMAAN. F 

SEKOLAH/GURU. G 

PERTEMUAN MASYARAKAT. H 

TEMAN/KELUARGA. 1 

TEMPAT KERJA. J 

INTERNET. K 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


627 

Jika seorano laki-laki tertular infeksi menular seksual fIMSL 
apakah gejala-gejalanya? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

NYERI PERUT. A 

NANAH KELUAR DARI ALAT KELAMIN 
(KENCING NANAH). B 

CAIRAN BAU KELUAR DARI ALAT 

KELAMIN. C 

RASA NYERI/PANAS PADA SALURAN 
KENCING. D 

KEMERAHAN/RADANG PADA ALAT 

KELAMIN. E 

BENGKAK PADA ALAT KELAMIN. F 

LUKA/BISUL PADA ALAT KELAMIN. G 

KUTIL PADA ALAT KELAMIN. H 

GATAL PADA ALAT KELAMIN. 1 

KENCING DARAH. J 

BERAT BADAN TURUN. K 

IMPOTEN. L 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK BERGEJALA/TAMPAK. Y 

TIDAK TAHU. Z 



RP-21 


276 


Lampiran Kuesioner RP 


















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

628 

Jika seorana Deremouan tertular infeksi menular seksual 
(IMS), apakah gejala-gejalanya? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

NYERI PERUT. A 

KEPUTIHAN. B 

KEPUTIHAN YANG BERBAU. C 

RASA NYERI/PANAS PADA SALURAN 
KENCING. D 

KEMERAHAN/RADANG PADA ALAT 

KELAMIN. E 

BENGKAK PADA ALAT KELAMIN. F 

LUKA/BISUL PADA ALAT KELAMIN. G 

KUTIL PADA ALAT KELAMIN. H 

GATAL PADA ALAT KE LAM1N. 1 

KENCING DARAH. J 

BERAT BADAN TURUN. K 

SULIT HAMIL. L 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK BERGEJALA/TAMPAK. Y 

TIDAK TAHU. Z 



RP-22 


Lampiran Kuesioner RP • 277 























BAGIAN 7. PACARAN DAN PERILAKU SEKSUAL 


Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan berhubungan dengan seksualitas Kami ingin mengetahui apakah orang muda 
seusia Saudara aktif secara seksual. Informasi yang Saudara berikan akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk studi ilmiah. 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

701 

Apakah Saudara sekarang mempunyai pacar? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 703 

702 

Apakah Saudara pernah punya pacar? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 705 

703 

Berapa umur Saudara ketika pertama kali punya pacar? 

UMUR DALAM TAHU N. |) ] 

TIDAK INGAT. 98 


704 

Dalam berpacaran, pada saat berduaan dengan pasangan 
(pacar yang sekarang ataupun yang sebelumnya), untuk 
mengungkapkan rasa kasih sayang atau sekadar mencoba 
ataupun ingin tahu, apakah Saudara pernah: 

- Berpegangan tangan atau jemari? 

- Berpelukan? 

- Berciuman bibir? 

- Meraba (diraba) bagian tubuh lain yang sensitif seperti 

sekitar alat kelamin, payudara, paha, dll? 

YA TIDAK 

PEGANG TANGAN. 1 2 

BERPELUKAN. 1 2 

CIUM BIBIR. 1 2 

MERABA (DIRABA). 1 2 



JIKA RESPONDEN MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN PERTANYAAN INI, KATAKAN BAHWA 
PERTANYAAN INI MEMANG SENSITIF TAPI SANGAT PENTING UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI 
YANG AKURAT. YAKINKAN SEKALI LAGI BAHWA KERAHASIAAN INFORMASI INI TERJAMIN. 


705 

Apakah Saudara pernah melakukan hubungan seksual? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

L 715 

706 

Apa alasan utama Saudara melakukan hubungan seksual 
untuk pertama kalinya? 

SALING CINTA. 01 

TERJADI BEGITU SAJA. 02 

PENASARAN/INGIN TAHU. 03 

DIPAKSA. 04 

MEMERLUKAN UANG UNTUK 

HIDUP/SEKOLAH. 05 

INGIN MENIKAH. 06 

IKUTAN TEMAN. 07 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

TIDAK INGAT. 98 


707 

Di mana Saudara melakukan hubungan seksual untuk pertama 
kalinya? 

DI RUMAH SENDIRI. 01 

DI RUMAH PASANGAN. 02 

HOTEL/MOTEL. 03 

TEMPAT KOS. 04 

TEMPAT PELACURAN. 05 

KENDARAAN. 06 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

TIDAK INGAT. 98 


708 

Umur berapa Saudara ketika pertama kali melakukan 
hubungan seksual? 

UMUR DALAM TAHU N. .[| | 

TIDAK TAHU. 98 



RP-23 


278 • Lampiran Kuesioner RP 




















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

709 

Dengan siapa Saudara melakukan hubungan seksual yang 
pertama kali? 

JANGAN MEMBACAKAN ALTERNATIF JAWABAN. 

TEMAN. 01 

PACAR. 02 

KELUARGA. 03 

IBU. 04 

PEKERJA SEKS. 05 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 


710 

Pada waktu pertama kali melakukan hubungan seksual 
tersebut, apakah Saudara atau pasangan memakai pencegah 
kehamilan/alat/cara KB? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8 

-L* 712 

711 

Pencegah kehamilan/alat/cara KB apa yang Saudara atau 
pasangan Saudara pakai? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

KONDOM. A 

PIL. B 

KONTRASEPSI DARURAT. C 

SANGGAMA TERPUTUS. D 

PANTANG BERKALA/KALENDER. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


712 

Kapan Saudara melakukan hubungan seksual terakhir kali? 

HARI LALU. 1 j [ 

MINGGU LALU. 2 i 

BULAN LALU. 3 j [ 

TAHUN LALU. 4 | | 


713 

Saat terakhir kali Saudara melakukan hubungan seksual, 
apakah Saudara atau pasangan memakai pencegah 
kehamilan atau alat/cara KB untuk mencegah kehamilan? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8 

X 715 

714 

Pencegah kehamilan/alat/cara KB apa yang Saudara atau 
pasangan Saudara pakai? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

KONDOM. A 

PIL. B 

KONTRASEPSI DARURAT. C 

SANGGAMA TERPUTUS. D 

PANTANG BERKALA/KALENDER. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


715 

Apakah Saudara mempunyai teman yang sudah melakukan 
hubungan seksual sebelum menikah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8 

X 717 

716 

Karena Saudara mempunyai teman yang sudah melakukan 
hubungan seksual, apakah Saudara merasakan semacam 
dorongan atau pengaruh untuk melakukan hubungan seksual? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8 


717 

Apakah Saudara setuju atau tidak setuju dengan pernyataan 
berikut: 

- Setuju bila seorang pria mempunyai banyak pasangan/pacar 

pada waktu bersamaan? 

- Setuju bila seorang wanita mempunyai banyak pasangan/ 

pacar pada waktu bersamaan? 

YA TIDAK TT 

LAKI-LAKI BANYAK 

PACAR. 1 2 8 

PEREMPUAN 

BANYAK PACAR.. 1 2 8 



RP-24 


Lampiran Kuesioner RP • 279 



















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

718 

Apakah Saudara setuju jika seorang wanita melakukan 
hubungan seksual sebelum menikah? 

SETUJU. 1 

TIDAK SETUJU. 2 

TERGANTUNG. 8 


719 

Apakah Saudara setuju jika seorang pria melakukan hubungan 
seksual sebelum menikah? 

SETUJU. 1 

TIDAK SETUJU. 2 

TERGANTUNG. 8 


720 

Apakah Saudara setuju seseorang melakukan hubungan 
seksual sebelum menikah, jika: 

- Kedua belah pihak sama-sama senang melakukan 

hubungan. 

- Keduanya saling mencintai. 

- Keduanya merencanakan untuk menikah. 

- Wanita sudah dewasa dan sadar terhadap akibat-akibat 

yang akan timbul. 

- Ingin menunjukkan rasa cinta. 

SE- TIDAK 
TUJU TUJU 

SUKA SAMA SU KA. 1 2 

SALING CINTA. 1 2 

AKAN MENIKAH. 1 2 

WANITA DEWASA. 1 2 

TUNJUKKAN CINTA. 1 2 


721 

Apakah Saudara sangat setuju, setuju, atau tidak setuju 
dengan pendapat bahwa mempertahankan keperawanan 
sebelum menikah penting bagi wanita? 

SANGAT SETUJU. 1 

SETUJU. 2 

TIDAK SETUJU. 3 


722 

Menurut pendapat Saudara apakah laki-laki pada umumnya 
masih menganggap penting keperawanan bagi wanita? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


723 

LIHAT 705: 

'TIDAK' ATAU ‘TIDAK TAHU' 

P 

‘YA’ 




r 




724 

Jika Saudara belum pernah melakukan hubungan seksual, 
apakah Saudara sudah punya niat untuk melakukannya 
sebelum menikah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TERGANTUNG. 8 


725 

Apakah Saudara pernah mempengaruhi teman/orang lain 
untuk melakukan hubungan seksual sebelum menikah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


726 

Apakah Saudara pernah mengingatkan teman/orang lain 
untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


727 

LIHAT 705: 

KODE T DILINGKARI 

' 

P 

KODE 2’ ATAU ‘8’ 





DILINGKARI 



728 

Adakalanya seorang wanita hamil pada waktu sebenarnya ia 
tidak ingin hamil. 

Apakah Saudara pernah punya pasangan yang hamil tetapi 
sebenarnya Saudara tidak menginginkan kehamilan 
tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

► 736 

729 

Berapa kali terjadi kehamilan yang tidak diinginkan tersebut? 

SEKALI. 1 

LEBIH DARI SATU KALI. 2 



RP-25 


280 


Lampiran Kuesioner RP 






























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

730 

LIHAT 729: 

1 

KODE‘1’DILINGKARI | j KODE‘2’ DILINGKARI | 

1 

U 1 V 

1 

Ketika kehamilan yang tidak l Ketika kehamilan yang tidak 
diinginkan tersebut terjadi, 1 diinginkan tersebut terjadi, 
apa yang Saudara lakukan apa yang Saudara lakukan 

terhadap kehamilan itu? | terhadap kehamilan yang 

l terakhir? 
i 

MENERUSKAN KEHAMILAN. 1 

BERUSAHA MENGGUGURKAN 

KANDUNGAN TAPI GAGAL. 2 

MENGGUGURKAN KANDUNGAN. 3 

KEGUGURAN. 4 

LAINNYA 6 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 8 

-V- 736 

731 

Siapa yang memutuskan untuk meneruskan kehamilan atau 
menggugurkan kandungan ketika pasangan Saudara 
mengalami kehamilan yang tidak diinginkan tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

RESPONDEN. A 

PASANGAN. B 

ORANG TUA. C 

SAUDARA KANDUNG. D 

KELUARGA. E 

TEMAN. F 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


732 

LIHAT 730: 

KODE 'l’ ATAU ‘2’ DILINGKARI 

P 

KODE ‘3’ DILINGKARI 




' 



™ / DU 

733 

Apa yang Saudara lakukan dengan bayi tersebut? 

DIASUH SENDIRI. 1 

DIASUH ORANG LAIN. 2 

LAINNYA 6 


(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 8 

734 

LIHAT 730: 

KODE‘2’ DILINGKARI 

P 

KODE ‘1’ DILINGKARI 




' 



™ / OD 

735 

Siapa yang membantu Saudara menggugurkan kandungan 
atau berusaha menggugurkan kandungan tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

DOKTER. A 

BIDAN/PERAWAT. B 

DUKUN. C 

APOTEKER. D 

TEMAN/KELUARGA. E 

SENDIRI. F 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


736 

Tahukah Saudara ada seseorang remaja belum menikah 
yang Saudara kenal secara pribadi, yang berusaha 
mencoba menggugurkan kandungannya atau yang telah 
menggugurkan kandungannya? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


737 

Apakah Saudara pernah mempengaruhi teman/orang lain 
untuk menggugurkan kandungannya? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


738 

Apakah Saudara pernah mengingatkan teman/orang lain 
untuk tidak menggugurkan kandungannya? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



RP-26 


Lampiran Kuesioner RP • 281 


































































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


LIHAT 705: 


739 


KODE T DILINGKARI 


□ 


KODE 2’ ATAU '8' 
DILINGKARI 


746 


LIHAT 624: 


740 


KODE T DILINGKARI 


□ 


KODE 2' DILINGKARI 


742 


741 


Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan 
mengenai kesehatan Saudara dalam 12 bulan terakhir. 
Selama 12 bulan terakhir, apakah Saudara pernah terkena 
penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual? 


YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


742 


Kadangkala pria mempunyai luka/sakit atau bisul di daerah 
alat kelaminnya. 

Selama 12 bulan terakhir, apakah Saudara pernah mengalami 
hal tersebut? 


LIHAT 741 DAN 742: 


743 


PERNAH MENGALAMI INFEKSI I 
(ADA KODE‘YA’) - 1 


TIDAK PERNAH 
MENGALAMI INFEKSI 
ATAU TIDAK TAHU 


746 


744 


Terakhir kali Saudara mengalami (MASALAH DARI 741 DAN 
742), apakah Saudara mencari nasehatatau pengobatan? 


YA. 1 

TIDAK. 2 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. A 

PUSKESMAS. B 

PUSTU/PUSLING. C 

KLINIK. D 

LAINNYA_ E 

(TULISKAN) 


746 


745 


Kemana Saudara pergi? 
Ada lagi? 


JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 


SWASTA 

RUMAH SAKIT. F 

KLINIK. G 

PRAKTIK DOKTER. H 

BIDAN/PERAWAT. I 

APOTIK. J 

LAINNYA_ K 


(TULISKAN) 

LAINNYA 


TOKO OBAT/WARUNG. L 

DIOBATI SENDIRI. M 

DUKUN/’ORANG PINTAR’. N 

LAINNYA_ X 


(TULISKAN) 


746 


CATAT WAKTU 


JAM. 

MENIT.. 


□□ 

□□ 


RP-27 


282 


Lampiran Kuesioner RP 































































PENGAMATAN PEWAWANCARA 


DIISI SETELAH WAWANCARA SELESAI 


KOMENTAR TENTANG RESPONDEN: 


KOMENTAR PADA PERTANYAAN KHUSUS: 


KOMENTAR LAINNYA: 


PENGAMATAN PENGAWAS 


NAMA PENGAWAS : 


TANGGAL: 


PENGAMATAN EDITOR 


NAMA EDITOR : 


TANGGAL: 


RP-28 


Lampiran Kuesioner RP 


283 





































284 • Lampiran Kuesioner RP 


SDKI17- RT 


fB? 


SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017 

DAFTAR RUMAH TANGGA 


RAHASIA 


1. PENGENALAN TEMPAT 

KODE 

1. 

PROVINSI 


□□ 

2. 

KABUPATEN/KOTA *) 


□□ 

3. 

KECAMATAN 


1 1 II 1 

4. 

DESA/KELURAHAN *) 


1 1 II 1 

5. 

DAERAH **) 

PERKOTAAN -1 PERDESAAN -2 

□ 

6. 

NOMOR BLOK SENSUS 


1 II II II B 1 

7. 

NOMOR KODE SAMPEL SDKI17 


nnnn 

8. 

NOMOR URUT RUMAH TANGGA SAMPEL 


□□ 

9. 

NAMA KEPALA RUMAH TANGGA 



10. 

NAMA PEMBERI KETERANGAN 


□□ 

11. 

TERPILIH SDKI17-PK (PRIA KAWIN)? 

YA -1 TIDAK -2 

□ 



II. KUNJUNGAN PETUGAS 


KUNJUNGAN AKHIR 


TANGGAL WAWANCARA 


NAMA PEWAWANCARA 
HASIL KUNJUNGAN ***) 


TANGGAL 

BULAN 

TAHUN 

PEWA¬ 

WANCARA 

HASIL 


□□ 

□□ 

nnnn 

nn nn 

□ 


KUNJUNGAN BERIKUT 


TGL 

JAM 


JML KUNJUNGAN 


□ 


***) KODE HASIL KUNJUNGAN: 

1. SELESAI 

2. TIDAK ADA ART DI RUMAH ATAU TIDAK 
ADA RESPONDEN YANG MAMPU MEN¬ 
JAWAB PADA SAAT KUNJUNGAN 

3. RUMAH TANGGA TIDAK ADA SELAMA 
WAKTU PENCACAHAN 

4. DITANGGUHKAN 


5. DITOLAK 

6. BANGUNAN KOSONG ATAU ALAMAT 
BUKAN TEMPAT TINGGAL 

7. BANGUNAN DIBONGKAR 

8. BANGUNAN TIDAK DITEMUKAN 

9. LAINNYA 


JML ART 

JML WANITA 

15-49 THN 

JML PRIA KAWIN 

15-54 THN 

JML PRIA BELUM 

KAWIN 15-24 THN 


□□ 

□□ 

□□ 


CATAT 

WAKTU MULAI 


..JAM 


..MENIT 


□□ 


CATAT 

WAKTU SELESAI ■ 


..JAM 


□□ 


..MENIT 



EDITOR LAPANGAN 

PENGAWAS 

EDITOR BPS 

NAMA 




KODE PETUGAS 

1 1 II 1 

nnn 

□□ 

TANGGAL 




TANDA TANGAN 





PETUGAS ENTRI 


□□ 


Keterangan: *) Coret yang tidak sesuai 
**) Lingkari salah satu 


RT -1 


Lampiran Kuesioner RT • 285 















































































III. DAFTAR ANGGOTA 


N O. 

ANGGOTA RUMAH TANGGA 

DAN TAMU 

(NAMA) 

HUBU¬ 

NGAN 

NO. URUT 

KELU¬ 

ARGA 

JENIS 

KELAMIN 

TEMPAT TINGGAL 

UMUR 

UMUR >15 

STATUS 

PER¬ 

KAWINAN 


Siapakah nama orang-orang yang 

Apa hubu- 


Apakah 

Apakah 

Apakah 

Berapa umur 

Apakah 


biasanya tinggal di rumah tangga ini,dan 

ngan 


(NAMA) pria 

(NAMA) 

(NAMA) 

(NAMA) pada 

status 


siapa nama tamu yang tadi malam 

(NAMA) 


atau wanita? 

biasa 

menginap di 

ulang tahun 

perkawin- 


menginap, mulai dari 

dengan 




tinggal di 

sini tadi 

yang terakhir? 

an (NAMA) 


kepala rumahtangga? 

kepala 




sini? 

malam? 




saat ini? 



rumah 












tangga? 











SETELAH MENDAFTAR SEMUA NAMA 







UMUR HARUS 

1. BELUM 


DAN MENCATAT HUBUNGAN DAN 








DIISI 


KAWIN 


JENIS KELAMIN UNTUK SETIAP 










2. KAWIN 


ORANG. TANYAKAN PERTANYAAN 

*) LIHAT 

TULISKAN 

LINGKARI 

LINGKARI 

LINGKARI 

JIKA 95 ATAU 

3. HIDUP 


PROBING 1-5 DI BAWAH UNTUK 

KODE 

NOMOR 

SALAH 

SALAH 

SALAH 

LEBIH TULIS 

BERSA- 


MEYAKINKAN BAHWA SEMUA NAMA 

DI BA- 

URUT 

SATU KODE 

SATU KODE 

SATU KODE 


“95” 


MA 


SUDAH TERCATAT 

WAH 

KELU- 





JIKA KURANG 

4. CERAI 




ARGA 





DARI 1 TULIS 

HIDUP 


LALU TANYAKAN PERTANYAAN YANG 








“00” 


5. PISAH 


SESUAI DENGAN KOLOM (6)-(18) 










6. CERAI 


UNTUK SETIAP ORANG 










MATI 

(i) 

(2) 

(3) 

(4) 

(5) 

(6) 

(?) 

(8) 

(9) 





L 

P 

YA TDK 

YA TDK 


TAHUN 



01 


UU 

U 

1 

2 

1 2 

1 2 


ur 


U 

02 


□□ 

□ 

1 

2 

1 2 

1 2 


ii 


□ 

03 


UU 

□ 

1 

2 

1 2 

1 2 


i 


□ 

04 


UU 

□ 

1 

2 

1 2 

1 2 


i 


□ 

05 


UU 

u 

1 

2 

1 2 

1 2 


i 


u 

06 


UU 

□ 

1 

2 

1 2 

1 2 


i 


□ 

07 


UU 

□ 

1 

2 

1 2 

1 2 


ii 


□ 

08 


UU 

□ 

1 

2 

1 2 

1 2 


i 


□ 

09 


UU 

□ 

1 

2 

1 2 

1 2 


i 


□ 

10 


UU 

u 

1 

2 

1 2 

1 2 


i 


u 

11 


UU 

u 

1 

2 

1 2 

1 2 


i 


u 

12 


UU 

u 

1 

2 

1 2 

1 2 


i 


u 


*) KODE KOL(3): HUBUNGAN DENGAN 

K EP.ALA E .UMAH..TAN G G A 

01 = KEPALA RUMAH TANGGA 
02 = ISTRI/SUAMI/PASANGAN 
03 =ANAK KANDUNG 
04 = MENANTU 
05 = CUCU 
06 = ORANG TUA 
07 = MERTUA 
08 = SAUDARA KANDUNG 
09 = FAMILI LAIN 

10 = ADOPSI/ANAK ANGKAT 

11 = ANAK TIRI 

12 = TIDAK ADA HUBUNGAN 
98 = TIDAK TAHU 


Untuk meyakinkan bahwa tidak ada yang terlewat atau salah: 

1) Apakah ada orang lain seperti bayi atau anak kecil yang belum didaftar? 

2) Apakah ada orang lain yang mungkin bukan keluarga anda seperti pembantu 
menginap, orang kos dengan makan, atau teman yang biasanya menginap disini? 

3) Apakah ada orang lain yang biasanya tinggal di sini tetapi sedang bepergian 
selama kurang dari 6 bulan? 

4) Apakah ada tamu yang menginap tadi malam tetapi belum didaftar? 

5) Apakah ada seseorang yang telah tercatat yang sedang bepergian selama 6 bulan/ 
lebih atau kurang dari 6 bulan tetapi bermaksud menetap di tempat tinggal baru? 


YA 

|—► TAMBAHKAN TIDAK | 

□ 

YA 

|—►TAMBAHKAN TIDAK | 

□ 

ya| 

|—►TAMBAHKAN TIDAK | 

□ 

ya| 

|—►tambahkan tidak | 

□ 

YA 

|—► CORET TIDAK | 

□ 


RT-2 


286 • Lampiran Kuesioner RT 































































RUMAH TANGGA 

ANGGOTA RUMAH TANGGA 

YANG MEMENUHI SYARAT 

STATUS SEKOLAH 

AKTA 

KELAHIRAN 

UMUR 5 TAHUN KE ATAS 

UMUR 5-24 TAHUN 

UMUR 0-4 

LINGKARI 

SEMUA 

NOMOR 

WANITA 

UMUR 

15-49 

TAHUN 

JIKA 

RUMAH 

TANGGA 

INI 

TERPILIH 

SEBAGAI 

SAMPEL 

PRIA 

KAWIN 

LINGKARI 
SEMUA 
NOMOR 
PRIA 
STATUS 
KAWIN/ 
HIDUP 
BERSA¬ 
MA UMUR 
15-54 
TAHUN 

LINGKARI 

SEMUA 

NOMOR 

PRIA 

STATUS 

BELUM 

KAWIN 

UMUR 

15-24 

TAHUN 

Apakah (NAMA) 

pemah/sedang 

sekolah? 

Apakah 

Jenjang 

pendidikan 

tertinggi yang 
pernah/ 
Sedang 

diduduki 

(NAMA)? 

Kelas 

tertinggi yang 

diselesaikan 

(NAMA)? 

") 

LIHAT KODE 

DI BAWAH 

Apakah (NAMA) 
sekarang masih 

sekolah? 

Apakah pada 
tahun ajaran 

2016/2017 

(NAMA) 

bersekolah? 

Apakah 
Jenjang 
pendidikan 
tertinggi 
yang pemah 

diduduki 

(NAMA) pada 
tahun ajaran 

2016/2017? 

**) 

LIHAT KODE 

DI BAWAH 

Apa (NAMA) 
Mempunyai 

akta 

kelahiran? 

JIKA “TIDAK”, 
TANYAKAN: 

Apakah 

(NAMA) 

pemah 
didaftar ke 

Kantor 

Pencatatan 

Sipil? 

LIHAT KODE 

DI BAWAH 

(10) 

(11) 

(12) 

(13) 

(14) 

(15) 

(16) 

(17) 

(18) 

01 

01 

01 

YA TDK 

1 4- 2 

KE ART BERIKUT 

JENJANG KELAS 

□ □ 

YA TDK 

1_ 4 2 

KE ART BERIKUT 

YA TDK 

1 4- 2 

KE ART BERIKUT 

JENJANG KELAS 

□ □ 


□ 


02 

02 

02 

1 4“ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 ”4 2 

KE ART BERIKUT 

1 4~ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


03 

03 

03 

1 r~ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 “4 2 

KE ART BERIKUT 

1 4“ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


04 

04 

04 

1 J- 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 ~4 2 

KE ART BERIKUT 

1 JT- 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


05 

05 

05 

1 v~ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 “4 2 

KE ART BERIKUT 

1 4“ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


06 

06 

06 

1 V~ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 2 

KE ART BERIKUT 

1 4“ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


07 

07 

07 

1 r~ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 “J, 2 

KE ART BERIKUT 

1 4“ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


08 

08 

08 

1 r~ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 —l 2 

KE ART BERIKUT 

1 4T- 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


09 

09 

09 

1 r~ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 ~L 2 

KE ART BERIKUT 

1 r~ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


10 

10 

10 

1 J - 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 “J, 2 

KE ART BERIKUT 

1 4“ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


11 

11 

11 

1 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 —l 2 

KE ART BERIKUT 

1 4T“ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


12 

12 

12 

1 4- 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 

1 “J, 2 

KE ART BERIKUT 

1 4“ 2 

KE ART BERIKUT 

□ □ 


□ 


**) KODE KOL(14) DAN KOL/17): PENDIDIKAN 

JENJANG: KELAS: 

1 = SD 0 = TAHUN PERTAMA 

2 = SMP 1-6 = SELESAI KELAS 1-6 

3 = S MA 7 = TAMAT 

4 = AKAD/D1/D2/D3 8 = TIDAK TAHU/TT 

5 = DIPLOMA IV/UNIV 

8 = TIDAK TAHU/TT 

BERI TANDA V JIKA ADA KUESIONER TAMBAHAN 

Zl 


***) KODE KOL(18): KEPEMILIKAN AKTA KELAHIRAN 

1 = MEMILIKI AKTA KELAHIRAN 3 = TIDAK KEDUANYA 

2 = DI DAFTARKAN 8 = TIDAK TAH U 



RT - 3 


Lampiran Kuesioner RT • 287 




































IV. KEADAAN TEMPAT TINGGAL 


NO. PERTANYAAN DAN SARINGAN 


101 Apa sumber utama air minum untuk rumah tangga ini? 


LEDING/PAM 

DI DALAM RUMAH 

DI HALAMAN. 

DARI TETANGGA . 
UMUM . 


KODE 


TERUS KE 



106 


SUMUR BOR/POMPA . 

SUMUR 

TERLINDUNG. 

TIDAK TERLINDUNG 

MATA AIR 

TERLINDUNG. 

TIDAK TERLINDUNG 


21 


31 

32 

41 

42 


103 


AIR HUJAN. 51 

TRUK TANGKI AIR. 61 

AIR PIKULAN/DORONGAN. 71 

SU NG AI/BEN DU NGAN/DANAU/KOLAM/ 

SALURAN IRIGASI. 81 

AIR KEMASAN . 91 

AIR ISI ULANG . 92 


LAINNYA 


102 


Apa sumber utama air untuk keperluan lain seperti untuk 
memasak dan cuci tangan? 


(TULISKAN) 


LEDING/PAM 

DI DALAM RUMAH 

DI HALAMAN. 

DARI TETANGGA . 
UMUM . 


96 



103 


106 


SUMUR BOR/POMPA. 21 

SUMUR 

TERLINDUNG. 31 

TIDAK TERLINDUNG. 32 

MATA AIR 

TERLINDUNG. 41 

TIDAK TERLINDUNG. 42 


AIR HUJAN. 51 

TRUK TANGKI AIR. 61 

AIR PIKULAN/DORONGAN. 71 

SU NG AI/BEN DU NGAN/DANAU/KOLAM/ 

SALURAN IRIGASI. 81 

LAIN NYA_ 96 


(TULISKAN) 


103 


Di mana letak sumber air tersebut? 


DI RUMAH SENDIRI .... 
DI HALAMAN SENDIRI 
TEMPAT LAIN. 


104 


Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengambil air dari 
rumah sampai kembali ke rumah? 


MENIT 


1 

2 

3 



105 


TIDAK TAHU 


998 


105 


LIHAT 101 DAN 102: KODE “14" ATAU “21” DILINGKARI 



TIDAK 


> 107 


106 


Selama 2 (dua) minggu terakhir, apakah pernah tidak tersedia 
air minimal satu hari penuh dari sumber tersebut? 


YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU 


1 

2 

8 


107 


Apakah ada yang dilakukan pada air tersebut agar lebih aman 
diminum? 


YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU 


1 

2 

8 


109 


RT-4 


288 


Lampiran Kuesioner RT 




































































NO. 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


108 


Apakah yang biasanya dilakukan rumah tangga ini supaya air 
minum lebih aman diminum? 

Ada lagi? 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG SESUAI 
JAWABAN BOLEH LEBIH DARI SATU 


DIREBUS/DIMASAK. 

DITAMBAH PENJERNIH/KHLOR/ 

KAPORIT. 

DISARING DENGAN KAIN . 

DISARING DENGAN PENYARING AIR 
(KERAMIK/PASIR/CAMPURAN DLL)... 

DIJEMUR SINAR MATAHARI. 

DIBIARKAN BEBERAPA WAKTU 

DALAM WADAH/PENYIMPANAN. 

LAINNYA 


(TULISKAN) 


TIDAK TAHU . 


109 


Apakah jenis kakus yang biasanya digunakan anggota rumah 
tangga ini?? 


JIKA KAKUS SENDIRI, TANYAKAN APAKAH MEMAKAI 
TANGKI SEPTIK. 


KAKUS SENDIRI 
DENGAN TANGKI SEPTIK . 
TANPA TANGKI SEPTIK .... 
KAKUS BERSAMA/UMUM .... 

SUNGAI/PARIT. 

CUBLUK. 

HALAMAN/SEMAK/HUTAN .. 

LAIN NYA_ 


11 

12 

21 

31 

41 

51 

96 


> 


112A 


112A 


111 


Berapa rumah tangga yang menggunakan kakus/toilet 
tersebut? 


KURANG DARI 10 . 


10 ATAU LEBIH . 
TIDAK TAHU . 


95 

98 


112A 


LIHAT 101: KODE “21", “31” ATAU “32” DILINGKARI 


YA| | TIDAK 


-> 113 


112B 


Berapa meter jarak antara sumur dengan tempat rembesan/ 
penampungan kotoran/tinja terdekat? 

BULATKAN DALAM METER. JIKA 95 ATAU LEBIH TULIS “95” 


JARAK. 

TIDAK TAHU . 


98 


113 


Apa jenis bahan bakar utama yang digunakan untuk memasak? 


LISTRIK. 

LPG. 

GAS ALAM/GAS KOTA. 

BIOGAS. 

MINYAK TANAH . 

BATU BARA. 

ARANG. 

KAYU BAKAR/RANTING. 

JERAMI/SEMAK/RUMPUT. 

TANAMAN HASIL PANEN . 

KOTORAN HEWAN. 

TIDAK ADA KEGIATAN MEMASAK . 
LAINNYA 


01 

02 

03 

04 

05 

06 

07 

08 

09 

10 

11 

95 

96 


116 


(TULISKAN) 


114 


Apakah kegiatan memasak biasa dilakukan di dalam rumah, di 
bangunan terpisah, atau di tempat terbuka di luar rumah? 


DALAM RUMAH. 

BANGUNAN TERPISAH ... 
LUAR RUMAH/TERBUKA.. 
LAINNYA_ 


116 


(TULISKAN) 


RT-5 


Lampiran Kuesioner RT • 289 































































NO. 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 

YA. 1 

TIDAK. 2 

KAMAR. |_ ~|| | 

YA. 1 

TIDAK. 2 


TERUS KE 


115 


Apakah ada tempat memasak di ruangan tertentu yang 
digunakan sebagai dapur? 


116 


Berapa banyak kamar dalam rumah ini yang digunakan untuk 
tidur? 


117 


Apakah rumah tangga ini memiliki ternak, unggas, atau 
binatang ternak lain? 


119 


118 


Berapa banyak binatang yang dimiliki rumah tangga ini? 

APABILA TIDAK MEMILIKI, ISIKAN “00” 

APABILA 95 ATAU LEBIH, ISIKAN “95” 

APABILA TIDAK TAHU, ISIKAN “98” 

a) Lembu/sapi? 

b) Kerbau? 

c) Kuda/keledai? 

d) Kambing/domba? 

e) Babi? 

f) Ayam/burung/bebek/unggas? 


a) LEMBU/SAPI? 

b) KERBAU? 

c) KUDA/KELEDAI? 

d) KAMBING/DOMBA? 

e) BABI? 

f) AYAM/BURUNG/BEBEK/ 
UNGGAS? 


119 


Apakah ada anggota rumah tangga yang memiliki lahan 
pertanian? 


YA . 


TIDAK.. 


121 


120 


Berapa hektar luas lahan pertanian yang dimiliki oleh anggota 
rumah tangga ini? 


JIKA 95 ATAU LEBIH, LINGKARI “9995" 


hektar .□□-□n 


95 HEKTAR ATAU LEBIH 
TIDAK TAHU . 


9995 

9998 


121 


Apakah rumah tangga ini memiliki: 

a) Listrik? 

b) Radio? 

c) Televisi? 

d) Telepon rumah? 

e) Komputer/Laptop? 

f) Lemari es? 

g) Kipas angin? 

h) Mesin cuci? 

i) Pendingin Ruangan (AC)? 


a) LISTRIK? 

b) RADIO? 

c) TELEVISI? 

d) TELEPON RUMAH? 

e) KOMPUTER/LAPTOP? 1 

f) LEMARI ES? 1 

g) KIPAS ANGIN? 1 

h) MESIN CUCI? 1 

i) AC 1 


YA 

1 

1 

1 

1 


TIDAK 

2 

2 

2 

2 

2 

2 

2 

2 

2 


122 


Apakah ada anggota rumah tangga ini memiliki: 

a) Jam tangan? 

b) Telepon seluler? 

c) Sepeda? 

d) Sepeda motor/skuter? 

e) Delman/Gerobak ditarik binatang? 

f) Mobil atau truk? 

g) Kapal/perahu motor? 


a) JAM TANGAN? 


YA 

1 


b) TELEPON SELULER? 1 

c) SEPEDA? 1 

d) SEPEDA MOTOR? 1 

e) DELMAN? 1 

f) MOBIL/TRUK? 1 

g) KAPAL 1 


TIDAK 

2 

2 

2 

2 

2 

2 

2 


123 


Apakah ada anggota rumah tangga yang memiliki rekening 
bank atau lembaga keuangan lainnya yang resmi? 


YA. 

TIDAK.. 


RT-6 


290 


Lampiran Kuesioner RT 











































NO. 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

124 

Seberapa sering seseorang merokok di dalam rumah ini? 

Apakah harian, mingguan, bulanan, kurang dari bulanan, atau 
tidak pernah? 

SETIAP HARI. 1 

PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU... 2 

PALING SEDIKIT SEKALI SEBULAN. 3 

JARANG. 4 

TIDAK PERNAH . 5 


139 

Mohon tunjukkan di mana anggota rumah tangga Anda paling 
sering mencuci tangan. 

PENCACAH MELAKUKAN PENGAMATAN 

DAPAT DIAMATI 

TEMPAT TETAP. 1 

TEMPAT TIDAK TETAP . 2 

TIDAK DAPAT DIAMATI 

DI LUAR RUMAH/HALAMAN . 3 

TIDAK DIIZINKAN MELIHAT. 4 

ALASAN IAIN. 5 

-> 142 

140 

PENGAMATAN SAJA: 

AMATI KETERSEDIAAN AIR PADA TEMPAT UNTUK 
MENCUCI TANGAN 

AIR TERSEDIA . 1 

AIR TIDAK TERSEDIA. 2 


141 

PENGAMATAN SAJA: 

AMATI KETERSEDIAAN SABUN, DETERJEN, ATAU CAIRAN 
PEMBERSIH LAIN 

SABUN ATAU DETERJEN 

(PADAT, CAIR, BUBUK, KRIM). A 

ABU, LUMPUR, PASIR. B 

TIDAK ADA . Y 


142 

BAHAN BANGUNAN UTAMA LANTAI RUMAH 

(TIDAK USAH DITANYAKAN, CUKUP DILIHAT LALU 

LINGKARI KODE YANG SESUAI) 

LANTAI ALAMI 

TANAH/PASIR. 11 

KOTORAN HEWAN . 12 

LANTAI BAHAN 

KAYU/PAPAN. 21 

BAMBU/PELEPAH. 22 

LANTAI JADI 

PARKET/KAYU YANG DISEMIR. 31 

VINYL. 32 

KERAMIK/MARMER/GRANIT. 33 

UBIN/TEGEL/TERASO . 34 

SEMEN/BATA MERAH . 35 

KARPET. 36 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 


142A 

Berapa luas lantai rumah ini? 

BULATKAN DALAM METER PERSEGI (M2). 

JIKA 995 ATAU LEBIH, TULIS “995” 



LUAS. 1 

TIDAK TAHU. 998 

143 

BAHAN BANGUNAN ATAP RUMAH 

(CATAT BERDASARKAN PENGAMATAN) 

ATAP ALAMI 

JERAMI/RUMBIA/IJUK. 12 

RUMPUT. 13 

ATAP BAHAN 

TIKAR/ANYAMAN. 21 

BAMBU/PELEPAH. 22 

PAPAN. 23 

ATAP JADI 

SENG. 31 

ASBES. 32 

GENTENG . 33 

BETON. 34 

GENTENG METAL. 35 

SIRAP. 36 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 



RT-7 


Lampiran Kuesioner RT • 291 























































NO. 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

144 

BAHAN BANGUNAN UTAMA DINDING RUMAH 

DINDING ALAMI 





BAMBU/BATANG KAYU. 

. 12 



(CATAT BERDASARKAN PENGAMATAN) 

TANAH. 

DINDING BAHAN 

. 13 




BAMBU DENGAN PELAPIS. 

. 21 




BATU DENGAN TANAH . 

. 22 




BATU BATA TANPA PLESTER. 

. 23 




KAYU LAPIS. 

. 24 




KARDUS. 

. 25 




KAYU BEKAS. 

DINDING JADI 

.... 26 




ANYAMAN BAMBU . 

.... 31 




BATU DENGAN SEMEN. 

.... 32 




BATAKO/H EBEL. 

... 34 




BATU BATA DIPLESTER. 

.... 35 




KAYU/PAPAN/SIRAP. 

.... 36 




LAINNYA 

96 




(TULISKAN) 



CATATAN 


PEWAWANCARA 


EDITOR 


PENGAWAS 


RT-8 


292 


Lampiran Kuesioner RT 









































SDKI17-WUS 



SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017 

DAFTAR PERTANYAAN WANITA 


RAHASIA 


1. PENGENALAN TEMPAT 

KODE 

i. 

PROVINSI 


□□ 

2. 

KABUPATEN/KOTA *) 


□□ 

3. 

KECAMATAN 


□□□ 

4. 

DESA/KELURAHAN *) 


□□□ 

5. 

DAERAH **) 

PERKOTAAN -1 

PERDESAAN -2 

□ 

6. 

NOMOR BLOK SENSUS 


□□□0 

7. 

NOMOR KODE SAMPEL SDKI17 


□□□□ 

8. 

NOMOR URUT RUMAH TANGGA SAMPEL 


□□ 

9. 

NAMA KEPALA RUMAH TANGGA 



10. 

NAMA RESPONDEN 



11. 

NOMOR URUT RESPONDEN 


□□ 

12. 

NOMOR HP RESPONDEN 




II. KUNJUNGAN PETUGAS 


KUNJUNGAN TERAKHIR 


TANGGAL 

WAWANCARA 


NAMA 

PEWAWANCARA 
HASIL KUNJUNGAN***) 


TANGGAL 

BULAN 


TAHUN 
PEWA¬ 
WANCARA 
HASIL KUNJUNGAN 


□□ 
□□ 
00G B 
□□□□ 
□ 


KUNJ. BERIKUT TGL 
JAM 


JUMLAH 

KUNJUNGAN 


n 


**) PILIH SALAH SATU DAN ISIKAN KODE HASIL KUNJUNGAN 

1 SELESAI 4 DITOLAK 

2 RESP.TIDAK ADA DI RUMAH 5 SELESAI SEBAGIAN 7 LAINNYA_ 

3 DITANGGUHKAN 6 RESPONDEN TDK/KURANG MAMPU MENJAWAB 


(TULISKAN) 


NAMA 

KODE PETUGAS 

TANGGAL 

EDITOR LAPANGAN 

PENGAWAS 

EDITOR BPS 

PETUGAS ENTRI 

nm 

□00 

00 

00 






*) Coret vang tidak sesuai 
**) Lingkari salah satu 


W- 1 


Lampiran Kuesioner WUS • 293 

























































W-2 


294 • Lampiran Kuesioner WUS 


PERNYATAAN PERSETUJUAN ORANG TUA/WALI 

(DIBACAKAN KEPADA ORANG TUA/WALI RESPONDEN YANG BERUMUR 15-17 TAHUN) 


Pada survei ini, kami akan mewawancarai wanita belum kawin usia 15-24 tahun secara perorangan. Kami akan menanyakan 
mengenai pengetahuan, pendapat, dan perilaku mereka dalam kesehatan reproduksi. Informasi ini akan membantu pemerintah 
dalam perencanaan program-program pelayanan kesehatan yang khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan remaja 

Kami mengharapkan izin Bapak/Ibu untuk memperkenankan putri Bapak/Ibu berperan serta dalam survei ini. Wawancara biasanya 
berlangsung selama kurang lebih 30-40 menit. Informasi apapun yang diberikan oleh putri Bapak/Ibu tidak akan diberitahukan 
kepada orang lain. 


Apakah saya diperbolehkan meminta (NAMA ANAK) untuk diwawancarai secara pribadi? Jika Bapak/Ibu memutuskan untuk 
melarang putri Bapak/Ibu untuk diwawancarai, kami akan menghormati keputusan Bapak/Ibu. Sekarang bagaimana keputusan 
Bapak/Ibu? 


ORANG TUA/WALI 
RESPONDEN SETUJU 


I 


BAGIAN 1 


ORANG TUA/WALI 
RESPONDEN TIDAK 2 

SETUJU 


Tanda Tangan Pewawancara : 


Tanggal : 


W-3 


Lampiran Kuesioner WUS • 295 








W-4 


296 • Lampiran Kuesioner WUS 


BAGIAN 1. LATAR BELAKANG RESPONDEN 


PERNYATAAN PERSETUJUAN 

Selamat (pagi, siang, sore,—). Nama saya . saya petugas dari Badan Pusat Statistik yang sedang melaksanakan survei 

mengenai kesehatan wanita, pria dan anak di seluruh Indonesia. Kami akan sangat menghargai kesertaan Ibu/Saudari dalam survei 
ini. Saya ingin bertanya mengenai kesehatan Ibu/Saudari dan anak Ibu/Saudari. Keterangan yang kami kumpulkan ini akan sangat 
membantu pemerintah dalam merencanakan pelayanan kesehatan. Wawancara akan berlangsung sekitar 30 sampai 40 menit. 
Keterangan apapun yang Ibu/Saudari berikan akan kami jaga kerahasiaannya dan tidak akan diberitahukan kepada pihak lain 

Kesertaan dalam survei ini bersifat sukarela dan Ibu/Saudari dapat memilih untuk tidak menjawab beberapa atau semua 
pertanyaan. Namun, kami berharap Ibu/Saudari bersedia untuk diwawancarai karena pandangan dan jawaban Ibu/Saudari dalam 
survei ini sangat penting. 

Apakah ada yang ingin Ibu/Saudari tanyakan? 

Apakah saya boleh mulai mewawancarai Ibu/Saudari sekarang? 

Tanda Tangan Pewawancara :_Tanggal:_ 

RESPONDEN SETUJU DIWAWANCARAI.1 RESPONDEN TIDAK SETUJU DIWAWANCARAI.2-► SELESAI 

I 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

101 

CATAT WAKTU 

JAM. 

MENIT. 

□□ 

□□ 



102 

Berapa lama Ibu/Saudari tinggal di (KABUPATEN/KOTA 
TEMPAT TINGGAL SEKARANG)? 

JIKA KURANG DARI 1 TAHUN, TULISKAN ‘00’. 

LAMA DALAM TAHUN. 

SEJAK LAHIR. 

TAMU. 

□□ 
. 95 

. 96 


j -► 105 

103 

Sebelum Ibu/Saudari tinggal di (KABUPATEN/KOTA 

TEMPAT TINGGAL SEKARANG), apakah tinggal di kota 
besar, kota kecil atau perdesaan? 

KOTA BESAR. 

KOTA KECIL. 

PERDESAAN. 

. 1 

. O 



104 

Dimanakah tempat tinggal terakhir Ibu/Saudari sebelum di 
(KABUPATEN/KOTA TEMPAT TINGGAL SEKARANG)? 

PROV/NEGARA*): 

□IZ 



KAB/KOTA*) : 

□r 

(KODE DIISI EDITOR) 

104A 

Dimanakah tempat tinggal Ibu/Saudari 5 tahun yang lalu? 

PROV/NEGARA*): 

□z 



KAB/KOTA*) : 

nr 

(KODE DIISI EDITOR) 

105 

Pada bulan apa dan tahun berapa Ibu/Saudari dilahirkan? 

BULAN. 

TIDAK TAHU BULAN. 98 

TAHUN . □□□□ 

TIDAK TAHU TAHUN.9998 



106 

Berapa umur Ibu/Saudari pada ulang tahun terakhir? 

BANDINGKAN DAN PERBAIKI 105 DAN ATAU 106 JIKA 
TIDAK SESUAI. 

UMUR DALAM TAHU N. 

□□ 



107 

Apakah Ibu/Saudari pernah/sedang sekolah? 

YA. 

TIDAK. 

. 

. 2 


-► 111 


*) Coret yang tidak perlu 


W-5 


Lampiran Kuesioner WUS 


297 














































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

108 

Apakah jenjang pendidikan tertinggi yang pernah/sedang 
Ibu/Saudari duduki: sekolah dasar, sekolah menengah 
pertama, sekolah menengah atas, akademi, atau 
universitas? 

SD/MI SEDERAJAT. 1 

SMP/MTs/ SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/MA SEDERAJAT. 3 

AKADEM l/DI/D ll/D III. 4 

DIPLOMA IV/UNIVERSITAS. 5 


109 

Apakah kelas/tingkat tertinggi yang Ibu/Saudari selesaikan 
pada jenjang tersebut? 

TAHUN PERTAMA = 0 TAMAT = 7 

TIDAK TAHU/TT = 8 

KELAS/TINGKAT. [ 


110 

LIHAT 108: 

KODE‘l' 1 1 KODE‘2’,'3','4', ATAU'5' 1 1 


DILINGKARI h- DILINGKARI -- 


111 

Sekarang saya mohon Ibu/Saudari untuk membacakan 
kalimat ini. 

TUNJUKKAN SALAH SATU KARTU. JIKA RESPONDEN 
TIDAK DAPAT MEMBACA KALIMAT SECARA LENGKAP, 
TANYAKAN 

Dapatkah Ibu/Saudari membaca sebagian kalimat ini? 

TIDAK DAPAT MEMBACA SAMA 

SEKALI. 1 

BISA MEMBACA SEBAGIAN 

KALIMAT. 2 

BISA MEMBACA SELURUH 

KALIMAT. 3 

BUTA/GANGGUAN PENGLIHATAN. 4 


112 

LIHAT 111: 

KODE‘2’ATAU‘3' 1 - 1 KODE‘l'ATAU‘4’ 1-1 




113 

Apakah Ibu/Saudari membaca surat kabar atau majalah 
paling sedikit sekali seminggu, jarang, atau tidak pernah? 

PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1 

JARANG. 2 

TIDAK PERNAH. 3 


114 

Apakah Ibu/Saudari mendengarkan radio paling sedikit 
sekali seminggu, jarang, atau tidak pernah? 

PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1 

JARANG. 2 

TIDAK PERNAH. 3 


115 

Apakah Ibu/Saudari menonton televisi paling sedikit sekali 
seminggu, jarang, atau tidak pernah? 

PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 1 

JARANG. 2 

TIDAK PERNAH. 3 


116 

Apakah Ibu/Saudari memiliki telepon seluler? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


118 

Apakah Ibu/Saudari memiliki rekening bank atau lembaga 
keuangan lain atas nama sendiri? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


119 

Apakah Ibu/Saudari pernah mengakses internet (termasuk 
browsing, facebook, twitter, whatsapp, BBM, game Online, 
skype, instagram, d II)? 

JIKA TIDAK, LAKUKAN PROBING BAHWA AKSES 
INTERNET BISA DIMANAPUN DAN DENGAN ALAT 
APAPUN. 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 201 

120 

Dalam 12 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari menggunakan 
internet? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 201 

121 

Selama satu bulan terakhir, seberapa sering Ibu/Saudari 
mengakses internet: hampir setiap hari, paling sedikit sekali 
seminggu, paling sedikit sekali sebulan, atau tidak sama 
sekali? 

HAMPIR SETIAP HARI. 1 

PALING SEDIKIT SEKALI SEMINGGU. 2 

PALING SEDIKIT SEKALI SEBULAN. 3 

TIDAK SAMA SEKALI. 4 



W-6 


298 


Lampiran Kuesioner WUS 




























































BAGIAN 2. RIWAYAT KELAHIRAN 


Sekarang saya ingin bertanya mengenai riwayat kelahiran yang Ibu/Saudari alami. Saya mohon maaf jika beberapa pertanyaan bersifat 
pribadi. 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

201 

Apakah Ibu/Saudari pernah melahirkan? 

YA . 1 

TIDAK. 2 

-► 206 

202 

Apakah Ibu/Saudari mempunyai anak laki-laki atau anak 
perempuan yang Ibu/Saudari lahirkan yang sekarang 
tinggal bersama Ibu/Saudari? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 204 

203 

Berapa jumlah anak laki-laki yang tinggal bersama Ibu/ 
Saudari? 

Dan berapa jumlah anak perempuan yang tinggal bersama 
Ibu/Saudari? 

JIKA TIDAK ADA, TULISKAN '00' 

ANAK LAKI-LAKI || 1 

ANAK PEREMPUAN 1-II-1 

DI RUMAH . |_11_1 


204 

Apakah Ibu/Saudari mempunyai anak laki-laki atau anak 
perempuan yang Ibu/Saudari lahirkan, yang sekarang 
masih hidup tetapi tidak tinggal bersama Ibu/Saudari? 

YA. 1 

TIDAK. 2 




205 

Berapa jumlah anak laki-laki yang masih hidup tetapi tidak 
tinggal bersama Ibu/Saudari? 

Dan berapa jumlah anak perempuan yang masih hidup tetapi 
tidak tinggal bersama Ibu/Saudari? 

JIKA TIDAK ADA, TULISKAN 00’ 

ANAK LAKI-LAKI II 1 

DI TEMPAT LAIN . .. 1 

ANAK PEREMPUAN II 1 

DITEMPATLAIN . II_1 


206 

Apakah Ibu/Saudari pernah melahirkan anak laki-laki atau 
perempuan yang lahir hidup tetapi sekarang sudah 
meninggal? 

JIKA “TIDAK PERNAH", TANYAKAN: Apakah ada anak 
yang lahir dalam keadaan hidup meskipun hanya beberapa 
saat? 

YA . i 

TIDAK . 2 




207 

Berapa jumlah anak laki-laki yang sudah meninggal? 

Dan berapa jumlah anak perempuan yang sudah meninggal? 

JIKA TIDAK ADA, TULISKAN ‘00’ 

ANAK LAKI-LAKI YANG 1-11-1 

SUDAH MENINGGAL . .. 

ANAK PEREMPUAN YANG 

SUDAH MENINGGAL . .. 


208 

JUMLAHKAN ISIAN DI 203, 205, DAN 207, DAN TULISKAN 
JUMLAHNYA. 

JIKA TIDAK ADA KELAHIRAN HIDUP ATAU TIDAK 

PERNAH MELAHIRKAN, TULISKAN ‘00’ 

JUMLAH . □□ 


209 

LIHAT 208: 

SATU ATAU LEBIH i-1 ! TIDAK ADA i-1 

KELAHIRAN HIDUP L-1 j KELAHIRAN HIDUP L-1 

Untuk meyakinkan apakah jawaban yang saya peroleh ; Untuk meyakinkan apakah jawaban yang saya peroleh 
sudah benar, Ibu/Saudari mempunyai anak ! sudah benar, Ibu/Saudari tidak mempunyai anak vang 

yang lahir hidup. Apakah angka ini benar? j lahir hidup. Apakah benar? 

YA 1 TIDAK ^ JIKA PERLU TANYAKAN LAGI 

i ” DAN PERBAIKI 201-208 


210 

LIHAT 208: 

SATU ATAU LEBIH 1 TIDAK ADA 


KELAHIRAN HIDUP KELAHIRAN HIDUP 

▼ 



W-7 


Lampiran Kuesioner WUS • 299 














































211. Sekarang saya ingin mendaftar semua anak yang Ibu/Saudari lahirkan hidup, baik masih hidup atau sudah meninggal, mulai 
dari anak pertama. 


TULISKAN NAMA SEMUA ANAK YANG DILAHIRKAN OLEH RESPONDEN PADA PERTANYAAN 212. ANAK KEMBAR 
DITULIS PADA BARIS TERPISAH. 

(JIKA LEBIH DARI 12 KELAHIRAN, GUNAKAN KUESIONER TAMBAHAN, DIMULAI DARI BARIS KEDUA). 


212 

213 

214 

215 

216 

217 

218 

219 

220 

221 

Siapakah nama 
anak (pertama, 
kedua, dst) 

Apakah 

(NAMA) 

laki-laki 

atau 

perem¬ 

puan? 

Apakah 
diantara 
anak-anak 
Ibu/Saudari 
ada yang 
kembar? 

Pada bulan apa 
dan tahun 
berapa (NAMA) 
dilahirkan? 

Apakah 

(NAMA) 

masih 

hidup? 

JIKA 

MASIH 

HIDUP 

Berapa 
umur 
(NAMA) 
pada ulang 
tahun 
terakhir? 

JIKA 

MASIH 

HIDUP 

Apakah 

(NAMA) 

tinggal 

bersama 

Ibu/ 

Saudari? 

JIKA 

MASIH 

HIDUP 

CATAT 
NO. URUT 
ART ANAK 

JIKA SUDAH 
MENINGGAL 

Berapa umur (NAMA) 
ketika ia meninggal? 

JIKA “1 TAHUN” 
TANYAKAN: Berapa 
bulan umur (NAMA) 
ketika ia meninggal? 

Apakah ada anak 
lahir hidup lain 

antara 

(NAMA ANAK 
SEBELUMNYA) 
dan (NAMA), 
termasuk anak 
yang sudah 
meninggal? 

CATAT NAMA 

NO.URUT 

KELAHIRAN 





TULISKAN 

DALAM 

TAHUN 


(TULIS “00” 
JIKA ANAK 
TIDAK 

TERDAFTAR 

SEBAGAI 

ART) 

CATAT DALAM HARI 
JIKA KURANG DARI 1 
BULAN. CATAT 
DALAM BULAN JIKA 
KURANG DARI 2 
TAHUN, ATAU DALAM 
TAHUN JIKA 2 TAHUN 
LEBIH. JIKA KURANG 
DARI 1 HARI TULIS 
"00" PADA KOTAK 
HARI 


01. 












BULAN 


UMUR 

YA.1 

NO. ART 

HAR '. 1 [ 



LK.1 

TUNGGAL.. 1 


JU 


TAHUN 

nn 




PR.2 

KEMBAR.... 2 


TAHUN 

TIDAK... 2 

220 J 


TIDAK.... 2 

1 

BULAN.... 2 


NAMA 



L 


nn 


KE ANAK 
BERIKUTNYA 

TAHUN.... 3 Q 










02. 







NO. ART 


YA 



BULAN 


UMUR 

YA. 1 

HARI.1 r 

TAMBAHKAN 4J 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


□□ 


DALAM 

TAHUN 


□□ 



PR.2 

KEMBAR.... 2 


TAHUN 

TIDAK... 2 

220 4 —1 

TIDAK.... 2 

1 

BULAN.... 2 

TIDAK.2-1 

KE ANAK 4_1 






nn 


(KE 221) 

TAHUN.... 3 [j 

NAMA 
















03. 












BULAN 

YA.1 

UMUR 

DALAM 

TAHUN 

YA.1 

NO. ART 

HAR ' . 1 n 

TAMBAHKAN 4J 
ANAK 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


JU 



nn 

BULAN.... 2 Q 


PR.2 

KEMBAR.... 2 

TAHUN 

220 J 


TIDAK.... 2 

i 

TIDAK.2-1 

KE ANAK 4_1 

BERIKUTNYA 






nn 


(KE 221) 

TAHUN.... 3 Q 








NAMA 









04. 












BULAN 

YA.1 

UMUR 

YA.1 

NO. ART 

HAR ' . 1 [ 

TAMBAHKAN 4_J 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


JU 



□□ 









BULAN.... 2 Q 



PR.2 

KEMBAR.... 2 

TAHUN 

220 ^— 1 


TIDAK.... 2 

1 

TIDAK.2-1 

KE ANAK 4_1 





ITT 

nn 


(KE 221) 

TAHUN.... 3 Q 

NAMA 















05. 












BULAN 

YA.1 

UMUR 

YA.1 

NO. ART 

HAR ' . 1 [ 

TAMBAHKAN 4_J 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


UU 




□□ 






TIDAK... 2 

220 J 



BULAN.... 2 Q 

ANAK 


PR.2 

KEMBAR.... 2 


TAHUN 


TIDAK.... 2 


TIDAK.2- 1 

KE ANAK 4— 1 
BERIKUTNYA 

NAMA 






nn 


(KE 221) 

TAHUN.... 3 [j 









06. 













BULAN 


UMUR 

YA.1 

NO. ART 

HARI . 1 f 

TAMBAHKAN 4_J 
ANAK 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


UU 

TIDAK... 2 

220 i —1 

TAHUN 

nn 

BULAN.... 2 Q 


PR.2 

KEMBAR.... 2 


TAHUN 


TIDAK.... 2 

i 

TIDAK.2- 1 

KE ANAK 4_J 

NAMA 





nn 


(KE 221) 

TAHUN.... 3 Q 











W-8 


300 • Lampiran Kuesioner WUS 
















































































212 

213 

214 

215 

216 

217 

218 

219 

220 

221 

Siapakah nama 
anak (pertama, 
kedua, dst) 

Apakah 

(NAMA) 

laki-laki 

atau 

perem¬ 

puan? 

Apakah 
diantara 
anak-anak 
Ibu/Saudari 
ada yang 
kembar? 

Pada bulan apa 
dan tahun 
berapa (NAMA) 
dilahirkan? 

Apakah 

(NAMA) 

masih 

hidup? 

JIKA 

MASIH 

HIDUP 

Berapa 
umur 
(NAMA) 
pada ulang 
tahun 
terakhir? 

JIKA 

MASIH 

HIDUP 

Apakah 

(NAMA) 

tinggal 

bersama 

Ibu/ 

Saudari? 

JIKA 

MASIH 

HIDUP 

CATAT 
NO. URUT 
ART ANAK 

JIKA SUDAH 
MENINGGAL 

Berapa umur (NAMA) 
ketika ia meninggal? 

JIKA “1 TAHUN” 
TANYAKAN: Berapa 
bulan umur (NAMA) 
ketika ia meninggal? 

Apakah ada anak 
lahir hidup lain 

antara 

(NAMA ANAK 
SEBELUMNYA) 
dan (NAMA), 
termasuk anak 
yang sudah 
meninggal? 

CATAT NAMA 

NO.URUT 

KELAHIRAN 





TULISKAN 

DALAM 

TAHUN 


(TULIS “00” 
JIKA ANAK 
TIDAK 

TERDAFTAR 

SEBAGAI 

ART) 

CATAT DALAM HARI 
JIKA KURANG DARI 1 
BULAN. CATAT 
DALAM BULAN JIKA 
KURANG DARI 2 
TAHUN, ATAU DALAM 
TAHUN JIKA 2 TAHUN 
LEBIH. JIKA KURANG 
DARI 1 HARI TULIS 
"00" PADA KOTAK 
HARI 


07. 












BULAN 

YA.1 

UMUR 


NO. ART 

HAR '. 1 L 

TAMBAHKAN J 
ANAK 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


JU 


TAHUN 


nn 






TAHUN 

TIDAK... 2 

220 4—1 


TIDAK.... 2 

i 

BULAN.... 2 



PR.2 

KEMBAR.... 2 



i 


KE ANAK 4 _1 

NAMA 






nn 


KE ANAK 
BERIKUTNYA 

TAHUN.... 3 Q 











08. 







NO. ART 





BULAN 


UMUR 

YA.1 

HARI.1 r 

TAMBAHKAN 4 J 
ANAK 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


□□ 


DALAM 

TAHUN 


□□ 



PR.2 

KEMBAR.... 2 


TAHUN 

TIDAK... 2 

220 4—1 

TIDAK.... 2 

I 

(KE 221) 

BULAN.... 2 

TIDAK.2 - 1 

KE ANAK 4 _1 






nn 


TAHUN.... 3 Q 

NAMA 















09. 




BULAN 











YA.1 

UMUR 


NO. ART 

HARI . 1 [ 

TAMBAHKAN 4_J 
ANAK 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


□□ 

TIDAK... 2 

220 4—1 

TAHUN 


□n 

BULAN.... 2 Q 


PR.2 

KEMBAR.... 2 

TAHUN 


TIDAK.... 2 

i 

TIDAK.2- 1 

KE ANAK 4_ 1 







nn 


(KE 221) 

TAHUN.... 3 Q 








NAMA 









BERIKUTNYA 

10 . 












BULAN 

YA.1 

UMUR 

YA.1 

NO. ART 

hari .i r 

TAMBAHKAN 4_J 
ANAK 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


JU 

TIDAK... 2 

220 4—1 

TAHUN 

□□ 

BULAN.... 2 Q 


PR.2 

KEMBAR.... 2 

TAHUN 


TIDAK.... 2 

1 

TIDAK.2- 1 

KE ANAK 4_ 1 

BERIKUTNYA 







nn 


(KE 221) 

TAHUN.... 3 Q 

NAMA 















11 . 




BULAN 





_ _ 

YA 





YA.1 

UMUR 

YA. 1 

N O. ART 

HAR'.1 | 

TAMBAHKAN 4_J 
ANAK 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 


□□ 

TIDAK... 2 

220 4—1 

TAHUN 


nn 

BULAN.... 2 Q 


PR.2 

KEMBAR.... 2 


TAHUN 


TIDAK.... 2 

i 

TIDAK.2- 1 

KE ANAK 4_ 1 

BERIKUTNYA 

NAMA 






nn 


(KE 221) 

TAHUN.... 3 Q 










12 . 













BULAN 

YA.1 

UMUR 


NO. ART 

HARI.1 [_ 

TAMBAHKAN 4J 
ANAK 


LK.1 

TUNGGAL.. 1 



TIDAK... 2 

220 4—1 

TAHUN 


nn 

BULAN.... 2 Q 


PR.2 

KEMBAR.... 2 

TAHUN 


TIDAK.... 2 

i 

TIDAK.2- 1 

KE ANAK 4_ 1 

NAMA 






nn 


(KE 221) 

TAHUN.... 3 Q 











W-9 


Lampiran Kuesioner WUS • 301 






















































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

222 

Apakah ada kelahiran hidup setelah (NAMA ANAK 
TERAKHIR)? 

YA. 1 

(CATAT DALAM TABEL) <_ 

TIDAK. 2 


223 

BANDINGKAN J 

JUMLAH 

SAMA 

1 

UMLAH KELAHIRAN DI ATAS DENGAN PERTANYAAN 208 DAN BERI TANDA V : 

JUMLAH | 

ESUAIKAN 

TIDAK SAMA --► TANYAKAN LAGI DAN S 

y 

224 

LIHAT 215: 

TULISKAN JUMLAH ANAK YANG DILAHIRKAN SEJAK 

2012 . 

JUMLAH ANAK. [ 

TIDAK ADA. Q 

-► 226 

225 

UNTUK SETIAP KELAHIRAN SEJAK TAHUN 2012, TULISKAN “L” DAAM BULAN KELAHIRANNYA DI 
KOLOM 1 PADA KALENDER. TULISKAN NAMA ANAK DI KIRI KODE “L”. UNTUK SETIAP KEAHIRAN, 
IC TANYAKAN JUMAH BULAN KEHAMIAN DAN TULISKAN “H” PADA SETIAP BUAN KEHAMILAN 

B ^ SESUAI DENGAN LAMANYA KEHAMIAN. (CATATAN: JUMAH HURUF “H” HARUS SATU LEBIH 
SEDIKIT DARI JUMAH BULAN KEHAMIAN). 


226 

Apakah Ibu/Saudari sekarang sedang hamil? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

]-► 230 

227 

Sudah berapa bulan Ibu/Saudari hamil? 

_ _ TULISKAN JUMAH BULAN KEHAMIAN. 

LC TULISKAN “H” DI KOLOM 1 PADA KALENDER 
■ » DAAM BULAN WAWANCARA DAN BULAN-BUAN 
SELAMA KEHAMILAN 

BUI AN. □□ 


228 

Ketika Ibu/Saudari mulai hamil, apakah menginginkan 
kehamilan ini waktu itu? 

YA. 1 


TIDAK. 2 


229 

LIHAT 208: 

SATU ATAU i TIDAK ADA 

LEBIH - j KELAHIRAN - 

KELAHIRAN \ | 

Apakah Ibu/Saudari i Apakah Ibu/Saudari 

menginginkan bayi ini | menginginkan bayi ini 

kemudian, atau tidak i kemudian, atau tidak 

menginginkan anak lagi? i menginginkan anak ? 

KEMUDIAN. 1 

TIDAK INGIN ANAK LAGI/ 

TIDAK INGIN ANAK. 2 


230 

Apakah Ibu/Saudari pernah hamil yang berakhir dengan 
keguguran, digugurkan, atau lahir mati? 

YA. 1 

TIDAK. 2 




231 

Pada bulan dan tahun berapa kejadian keguguran/ 
pengguguran/lahir mati yang terakhir? 

BUtAN. C 

TAHUN.□□□□ 



W- 10 


302 


Lampiran Kuesioner WUS 















































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


232 


LIHAT 231: KEJADIAN KEGUGURAN/PENGGUGURAN/LAHIR MATI YANG TERAKHIR 
SEJAK JANUARI 2012 | |_ 


SEBELUM JANUARI 2012 


O. 


-► 234 
-> 2 38A 


N O. 
BARIS 


233 

Pada bulan dan tahun 
berapa kejadian keguguran/ 
pengguguran/lahir mati? 


234 

Berapa bulan umur 
kehamilan tersebut? 


234A 

Apakah kejadian 
berakhirnya kehamilan 
tersebut adalah 
keguguran, pengguguran 
atau lahir mati? 


235 

Sejak Januari 2012, 
apakah Ibu/Saudari 
pernah hamil yang 
berakhir juga dengan 
keguguran/pengguguran/ 
lahir mati? 


01 . 


JUMLAH BULAN 


KEGUGURAN. 1 

PENGGUGURAN. 2 

LAHIR MATI. 3 


YA. 

TIDAK.. 


BARIS 02 

236 


02 . 


BULAN 


TAHUN 


JUMLAH BULAN 


KEGUGURAN. 1 

PENGGUGURAN. 2 

LAHIR MATI. 3 


YA. 

TIDAK.. 


236 


03. 


BULAN 


TAHUN 


JUMLAH BULAN 


KEGUGURAN. 1 

PENGGUGURAN. 2 

LAHIR MATI. 3 


YA. 1 

TIDAK. 2 


• BARIS 04 

236 


04. 


BULAN 


TAHUN 


JUMLAH BULAN 


KEGUGURAN. 1 

PENGGUGURAN. 2 

LAHIR MATI. 3 


YA. 

TIDAK.. 


236 


236 


JIKA LEBIH DARI 4 KEJADIAN KEGUGURAN/PENGGUGURAN/LAHIR MATI, GUNAKAN KUESIONER 
TAMBAHAN, DIMULAI DARI BARIS KEDUA. 


K 


TULISKAN "K” DI KOLOM 1 PADA KALENDER BULAN TERAKHIR UNTUK KEHAMILAN YANG 
BERAKHIR DENGAN KEGUGURAN, “A” UNTUK KEHAMILAN YANG BERAKHIR DENGAN 
DIGUGURKAN, ATAU “S” UNTUK KEHAMILAN YANG BERAKHIR DENGAN LAHIR MATI DAN “H” 
PADA SETIAP BULAN KEHAMILAN LAINNYA. 


237 


Sebelum Januari 2012, apakah Ibu/Saudari pernah hamil 
yang berakhir dengan keguguran, digugurkan, atau lahir 
mati? 


YA. 

TIDAK.. 


239 


238 


Pada bulan dan tahun berapa kejadian keguguran/ 
pengguguran/lahir mati yang terakhir sebelum Januari 2012? 


BULAN.. 

TAHUN.. 


. □□ 

□□□□ 


238A 


Sebelum Januari 2012, berapa kali Ibu/Saudari : 

a. Mengalami keguguran? 

b. Melakukan pengguguran? 

c. Mengalami kehamilan yang berakhir dengan lahir mati? 


KEGUGURAN. 

PENGGUGURAN.. 
LAHIR MATI. 


□□ 

□□ 

nn 


w-11 


Lampiran Kuesioner WUS • 303 


















































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

239 

Kapan Ibu/Saudari mulai haid terakhir? 

(TANGGAL, JIKA ADA) 

HARI YANG LALU. i |[ | 

MINGGU YANG LALU. 2 |^j| j 

BULAN YANG LALU. 3 | 

TAHUN YANG LALU. 4 | | 

MENOPAUSE/HISTEREKTOMI. 994 

KELAHIRAN/KEGUGURAN TERAKHIR. 995 

TIDAK/BELUM PERNAH HAID. 996 


240 

Antara hari pertama haid dengan hari pertama haid 
berikutnya, apakah ada hari-hari tertentu seorang wanita 
mempunyai kemungkinan lebih besar untuk hamil apabila 
berhubungan seks? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

► 242 

241 

Apakah hari-hari tersebut menjelang haid, selama haid, 
segera setelah haid berakhir, atau ditengah antara dua 
haid? 

MENJEtANG HAID. 1 

SELAMA H AID. 2 

SEGERA SETELAH HAID BERAKHIR. 3 

DITENGAH ANTARA DUA HAID. 4 

LAINNYA 6 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 8 


242 

Setelah melahirkan, apakah seorang wanita dapat hamil 
sebelum haid lagi? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 



W- 12 


304 


Lampiran Kuesioner WUS 
































BAGIAN 3. KONTRASEPSI 

301 

Sekarang saya ingin menanyakan tentang keluarga berencana. Ada berbagai macam alat atau cara KB yang dapat digunakan 
pasangan untuk menunda atau mencegah kehamilan. 

Apakah Ibu/Saudari pernah mendengar (alat/cara)? 

01 

Sterilisasi Wanita/Tubektomi/MOW 

Wanita dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi. 

YA. i 

TIDAK. 2 

02 

Sterilisasi Pria/Vasektomi/MOP 

Pria dapat dioperasi agar tidak mempunyai anak lagi. 

YA. -i 

TIDAK. 2 

03 

IUD/AKD R/Spiral 

Wanita bisa dipasangi spiral dalam rahimnya oleh dokter atau bidan untuk 
mencegah terjadinya kehamilan selama 8 tahun. 

YA. -| 

TIDAK. 2 

04 

Suntikan/Injeksi 

Wanita bisa disuntik oleh dokter atau bidan untuk mencegah kehamilan 
selama satu bulan atau lebih. 

YA. i 

TIDAK. 2 

05 

Susuk KB/Implan 

Wanita dapat dipasang satu atau dua batang susuk di bawah kulit lengan 
atas untuk mencegah terjadinya kehamilan selama tiga tahun atau lebih. 

YA. 1 

TIDAK. 2 

06 

Pil 

Wanita dapat minum pil setiap hari untuk mencegah kehamilan. 

YA. i 

TIDAK. 2 

07 

Kondom/Karet KB 

Pria dapat memakai sarung dari karet pada alat kelaminnya selama 
berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan. 

YA. •, 

TIDAK. 2 

08 

Intravag/Diafragma 

Wanita bisa meletakkan tisu atau diafragma dalam vagina sebelum 
berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan. 

YA. 1 

TIDAK. 2 

09 

Kontrasepsi Darurat /Emergency 

Wanita dapat mencegah kehamilan dengan minum pil khusus dalam tiga hari 
setelah berhubungan seks. Biasanya cara ini dipakai hanya dalam situasi 
terpaksa (darurat). 

YA. i 

TIDAK. 2 

10 

Metode Amenorrhea Laktasi (MAL) 

Wanita menyusui bayi dengan kondisi: umur bayi kurang dari 6 bulan, bayi 
hanya diberi ASI saja, dan ibu belum haid kembali untuk mencegah 
kehamilan. 

YA. i 

TIDAK. 2 

11 

Pantang Berkala/Kalender 

Pasangan sengaja tidak berhubungan seksual pada hari-hari tertentu pada 
waktu wanita berkemungkinan besar untuk menjadi hamil. 

YA. i 

TIDAK. 2 

12 

Sanggama Terputus 

Pria mengeluarkan air maninya di luar vagina ketika berhubungan seksual. 

YA. ! 

TIDAK. 2 

13 

Cara-cara Lain 

Apakah Ibu pernah mendengar cara atau alat lain yang dapat dipakai oleh 
wanita atau pria untuk mencegah kehamilan atau kelahiran? 

YA. i 

(TULISKAN) 

(TULISKAN) 

TIDAK. 2 

302 

LIHAT 226: 

KODE‘2’ATAU “8” | KODET | 


DILINGKARI - DILINGKARI 

▼ 


303 

Apakah Ibu/Saudari atau suami/pasangan sekarang memakai suatu alat/cara 
KB untuk menunda/mencegah kehamilan? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 312 


W- 13 


Lampiran Kuesioner WUS • 305 






























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

304 

Alat/cara KB apa yang Ibu/Saudari gunakan? 

JIKA MENGGUNAKAN LEBIH DARI SATU METODE, 
UNTUK PERTANYAAN SELANJUTNYA IKUTI 

PETUNJUK UNTUK KODE TERATAS 

JIKA SUNTIKAN, TANYAKAN JENISNYA 

STERILISASI WANITA. A 

STERILISASI PRIA. B 

IUD/AKDR/SPIRAL. C 

SUNTIKAN 1 BULAN. D 

SUNTIKAN 3 BULAN. E 

SUSUK KB/IMPLAN. F 

PIL. G 

KONDOM. H 

MAL. 1 

PANTANG BERKALA/KALENDER. J 

SANGGAMA TERPUTUS. K 

METODE MODERN LAINNYA. x 

METODE TRADISIONAL LAINNYA. y 

] 

] 

► 307 

—► 309 

► 306 

—► 306D 

—► 309 

305 

Apakah Ibu/Saudari mempunyai kemasan pil KB di rumah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

- p- 



305A 

Tolong perlihatkan kemasan pil yang Ibu/Saudari minum. 

PERIKSA KEMASAN PIL, CARI MEREK PIL DARI 

DAFTAR DI BAWAH INI DAN LINGKARI KODE YANG 
SESUAI. 

KOMBINASI: TUNGGAL: 

-ANDALAN - MICROGYNON - EXCLUTON 

- DIANE - NORDETTE - MICROLUT 

-ESTELLE - OVOSTAT - ANDALAN LAKTASI 

- GRACIAL - PILKAB - CERAZETTE 

- GYNERA -PIL KB 

-KOMBINASI -PLANAK 

- LEVORDIOL - PLANOTAB 

- LYNDIOL -TRINORDIOL 

- MARVELON - YASMIN 
-MERCILON - YAZ 

- MICRODIOL 

DAPAT MENUNJUKKAN KEMASAN PIL 

KOMBINASI. 1 

TUNGGAL. 2 



LAINNYA. 6 

TIDAK DAPAT MENUNJUKKAN. 8 



305B 

Mengapa Ibu/Saudari tidak mempunyai (tidak dapat 
menunjukkan) kemasan pil KB? 

PIL HABIS. i 

HILANG. 2 

LUPA MENYIMPAN KEMASAN. 3 

LAINNYA R 

(TULISKAN) 


—► 305E 

305C 

PERIKSA KEADAAN KEMASAN PIL YANG DIMINUM DAN 
LINGKARI KODE YANG SESUAI 

LUBANG BERURUTAN. i 

LUBANG TIDAK BERURUTAN. 2 

PIL LENGKAP. 3 

-► 305E 

305D 

Mengapa Ibu/Saudari tidak minum pil (secara berurutan)? 

TIDAK TAHU CARA. •, 

ALASAN KESEHATAN. 2 

DISURUH PETUGAS KB. 3 

KEMASAN BARU. 4 

SEDANG HAID. 5 

LAINNYA. 6 






305E 

Kapan Ibu/saudari terakhir minum pil? 

HARI YANG LALU. j | 

LEBIH DARI SEBULAN YANG tALU.... 97 



W- 14 


306 


Lampiran Kuesioner WUS 



















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

305 F 

LIHAT 305E: 

LEBIH DARI DUA HARI 
YANG LALU 

1 

□ 

C 

)UA HARI ATAU | 


r 

KURANG 

™ ouy 

305G 

Mengapa Ibu/Saudari tidak minum pil KB selama ini? 

SUAMI/PASANGAN PERGI. C1 

LUPA. 02 

ALASAN KESEHATAN. 03 

BIAYA MAHAL. 04 

TIDAK PERLU SETIAP HARI. 05 

HABIS. 06 

SEDANG HAID. 0 7 

LAINNYA. 96 


—► 309 

306 

Berapa minggu yang lalu Ibu/Saudari terakhir disuntik KB? 

MINGGU YANG LALU. 


306A 

LIHAT 304: 

KODE “D” 
DILINGKARI 

1 

Zl 

r 

KODE “E” -1 

DILINGKARI - 1 

▼ 


306 B 

LIHAT 306: 

LEBIH DARI 

4 MINGGU 

' 

1 4 MINGGU 1 1 

LEBIH DARI 

13 MINGGU 

i 

-1 13 MINGGU I-1 


ATAU * 

r KURANG 

r KURANG 


306C 

Mengapa Ibu/Saudari tidak disuntik lagi? 

SUAMI/PASANGAN PERGI. -| 

LUPA. 2 

ALASAN KESEHATAN. 3 

BIAYA MAHAL. 4 

LAINNYA. 6 


—► 309 

306 D 

Kapan Ibu/Saudari mulai memakai susuk KB? 

BULAN.L 

tahun. 


306E 

LIHAT 306D: 

HITUNG LAMANYA MEMAKAI SUSUK 

LAMANYA DALAM BULAN.G 


306 F 

LIHAT 306E: 

LEBIH DARI 

36 BULAN 

1 

p 


36 BULAN | 


r 

ATAU 

KURANG 


306G 

Mengapa susuk KB belum dicabut? 

SUAMI/PASANGAN PERGI. 0 1 

LUPA. 02 

ALASAN KESEHATAN. 03 

BIAYA MAHAL. 04 

TIDAK AKSES KE TEMPAT 

PELAYANAN. 05 

TAKUT. 06 

LAINNYA. 96 


—► 309 


W- 15 


Lampiran Kuesioner WUS 


307 




























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

307 

Dimana operasi sterilisasi tersebut dilaksanakan? 

TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI KODE YANG 
SESUAI. 

JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH 

SAKIT ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH 

ATAU SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT UMUM. 11 

KLINIK PEMERINTAH. 12 

PUSKESMAS. 13 

PUSTU/PUSLING. 14 

MOBIL UNIT PELAYANAN (MUYAN) 

KB. 15 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. 21 

KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN.. 22 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN 

DAN KEBIDANAN. 23 

PRAKTIK DOKTER UMUM. 24 

LAINNYA qk 

(TULISKAN) 


(NAMA TEMPAT) 

308 

Pada bulan apa dan tahun berapa Ibu/Saudari (atau suami/ 
pasangan Ibu) menjalani operasi sterilisasi? 

BULAN. 1 1 

tahun. oonn 

—► 309B 

309 

Sudah berapa lama Ibu/Saudari menggunakan (ALAT/ 

CARA KB YANG DIGUNAKAN SEKARANG) secara terus 
menerus? 

TANYAKAN: Kapan Ibu/Saudari (atau suami/pasangan Ibu/ 
Saudari) mulai menggunakan (ALAT/CARA KB YANG 
DIGUNAKAN SEKARANG) secara terus menerus? 

BULAN. Cll_ 

tahun. | II II II | 


309A 

LIHAT 304: ADA KODE A-H 

YANG DILINGKARI 

1 

n 

TIDAK ADA KODE A-H 1 1 


r 

YANG DILINGKARI 


309B 

Berapa biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh alat 
kontrasepsi/operasi sterilisasi tersebut, termasuk biaya 
konsultasi dan registrasi/karcis? 

R p □□□□□□□ 


309C 

Ketika Ibu/Saudari/pasangan mendapatkan alat/cara KB 
tersebut, apakah menggunakan Jaminan Kesehatan 

Nasional (JKN)/BPJS atau asuransi kesehatan lainnya? 

YA. JKN BPJS PB. 1 

YA, JKN BPJS NON PBI. 2 

YA, ASURANSI KESEHATAN LAINNYA.... 3 

TIDAK. 4 


309D 

LIHAT 304: KODE “A” ATAU "B” 

DILINGKARI 

1 

| KODE “A” ATAU “B” | | 


- TIDAK DILINGKARI 

r 


309 E 

LIHAT 304: 

KODE "A” 1 ; HANYA KODE “B" 1 

DILINGKARI - 1 | DILINGKARI - 1 

▼ T 

Sebelum operasi sterilisasi, j Sebelum operasi sterilisasi, 
apakah Ibu/Saudari j apakah suami/pasangan Ibu/ 

diberitahu bahwa Ibu/ j Saudari diberitahu bahwa 

Saudari tidak akan dapat j Ibu/Saudari tidak akan dapat 
memiliki anak (lagi) karena : memiliki anak (lagi) karena 
operasi? : operasi? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 



W- 16 


308 


Lampiran Kuesioner WUS 















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

309F 

Apakah Ibu/Saudari pernah mendengar tentang 
rekanalisasi yaitu penyambungan kembali saluran sel telur/ 
sperma yang diputus/diikat setelah operasi sterilisasi? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 310 

309G 

Apakah Ibu/Saudari tahu tempat mendapatkan pelayanan 
rekanalisasi? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


310 

LIHAT 308 DAN 309, 215 DAN 231 : ADA KELAHIRAN ATAU KEGUGURAN/PENGGUGURAN/LAHIR 
MATI SETELAH BULAN DAN TAHUN MULAI PENGGUNAAN KONTRASEPSI DI 308 ATAU 309 

TIDAK | YA [ 

KEMBALI KE 308 ATAU 309, PROBING DAN CATAT 

BULAN DAN TAHUN MULAI MENGGUNAKAN ALAT/ ■* - 

T CARA KB SECARA TERUS MENERUS (HARUS 

SETELAH KELAHIRAN ATAU KEGUGURAN/ 
PENGGUGURAN/LAHIR MATI YANG TERAKHIR). 



311 

LIHAT 308/309: 

SEJAK JANUARI 2012 , SEBELUM JANUARI 2012 T 

1 

▼ . T 

........ „-rI ISIKAN KODE ALAT/CARA YANG 

_ _ ISIKAN KODE ALAT/CARA YANG > _ _ 

r-HOi IKIAI/AM rAi 1 srv a nAr\A i/ai riincD 1 DIGUNAKAN DI KOLOM 1 PADA 

K D GUNAKAN D KOLOM 1 PADA KALENDER 1 M .... cr- ,a,^ n,,, n „, 

■ V 1 F\ KAL END E R SE J AK BU LAN 

A AN MULAI MEMAKA'SAMPAI IX JANUAR | 2012 SAMPAI BULAN 

BULAN WAWANCARA | WAWANCARA 

KEMUDIAN TERUS KE -► 312 [ KEMUDIAN TERUSKAN KE - 

-► 324 


W- 17 


Lampiran Kuesioner WUS 


309 

























KODE 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


TERUS KE 


312 


Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai semua alat/cara KB yang Ibu/Saudari/suami/pasangan 
Ibu gunakan selama beberapa tahun terakhir untuk mencegah kehamilan. 


GUNAKAN KALENDER UNTUK MEMPERKIRAKAN WAKTU PERTAMA KALI MENGGUNAKAN DAN 
BERHENTI MENGGUNAKAN ALAT/CARA KB MULAI JANUARI 2012 SAMPAI SEKARANG. 


K PADA KOLOM 1: CATAT KODE ALAT/CARA KB YANG DIGUNAKAN ATAU ‘O' JIKA TIDAK 
MENGGUNAKAN 

CONTOH CARA BERTANYA: 

• Kapan Ibu/Saudari terakhir kali memakai alat/cara KB tersebut? Alat/cara KB apakah yang Ibu/ 
Saudari pakai? 

• Kapan Ibu/Saudari mulai memakai alat/cara KB tersebut? Berapa lama setelah kelahiran (NAMA)? 
• Berapa lama Ibu/Saudari memakai alat/cara KB tersebut (waktu itu)? 


PADA KOLOM 2: CATAT KODE SUMBER PELAYANAN ALAT/CARA KB DI BULAN MULAI 
MEMAKAI ALAT/CARA KB 
CONTOH CARA BERTANYA: 

• Di mana Ibu/Saudari memperoleh alat/cara KB ketika mulai memakai alat/cara KB tersebut? 

. [UNTUK METODE AMENORRHEA LAKTASI (MAL) ATAU PANTANG BERKALA/KALENDER 
ATAU SANGGAMA TERPUTUS]. Dari siapa Ibu/Saudari mendapatkan saran tentang 
bagaimana menggunakan cara KB tersebut? 

PADA KOLOM 3: CATAT KODE ALASAN BERHENTI MEMAKAI ALAT/CARA KB PADA BULAN 
TERAKHIR PEMAKAIAN 

BANYAKNYA KODE DI KOLOM 3 HARUS SAMA DENGAN JUMLAH TERHENTINYA PEMAKAIAN 
ALAT/CARA KB DI KOLOM 1. 


TANYAKAN MENGAPA BERHENTI MEMAKAI ALAT/CARA KB TERSEBUT. JIKA DIIKUTI 
DENGAN KEHAMILAN, TANYAKAN APAKAH HAMIL TANPA DISENGAJA SELAMA MEMAKAI 
ALAT/CARA KB TERSEBUT ATAU SENGAJA TIDAK MEMAKAI ALAT/CARA KB SUPAYA BISA 
HAMIL. 

CONTOH CARA BERTANYA: 

• Mengapa Ibu/Saudari berhenti memakai alat/cara KB tersebut? 

• Apakah Ibu/Saudari menjadi hamil ketika memakai alat/cara KB tersebut, atau Ibu/Saudari 
berhenti memakai alat/cara KB tersebut supaya hamil, atau Ibu/Saudari berhenti memakai karena 
alasan lain? 

JIKA BERHENTI MEMAKAI DENGAN SENGAJA SUPAYA HAMIL, TANYAKAN: 

• Berapa bulan setelah berhenti memakai alat/cara KB tersebut Ibu/Saudari mulai hamil? 

ISIKAN ‘O' PADA SETIAP BULAN DI KOLOM 1 


313 


PERIKSA KALENDER UNTUK PENGGUNAAN SEMUA ALAT/CARA KB PADA SETIAP BULAN 


TIDAK ADA ALAT/CARA KB 
YANG DIGUNAKAN 



ADA ALAT/CARA KB 
YANG DIGUNAKAN 


a 


314A 


314 


Apakah Ibu/Saudari pernah menggunakan alat/cara KB untuk 
menunda atau mencegah kehamilan? 


YA. 

TIDAK. 


314A 


Sekarang saya ingin bertanya mengenai waktu ketika Ibu/ 
Saudari atau suami/pasangan pertama kali menggunakan alat/ 
cara KB untuk mencegah kehamilan. Berapa jumlah anak yang 
masih hidup waktu itu? 


JUMLAH ANAK. 


1 

2 


+- 326 


□□ 


JIKA TIDAK ADA TULIS ‘00’ 


W- 18 


310 


Lampiran Kuesioner WUS 


















NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


315 

LIHAT 304: 

TIDAK ADA YANG DILINGKARI 



STERILISASI WANITA. 




LINGKARI KODE ALAT/CARA KB: 

STERILISASI PRIA 




IUD AKDR SPIRAL.. 

■ 03 



JIKA LEBIH DARI SATU ALAT/CARA KB YANG 

SUNTIKAN 1 BULAN. 

■ 04 



DILINGKARI DI 304, LINGKARI KODE TERATAS. 

SUNTIKAN 3 BULAN. 

■ 05 




SUSUK KB/IMPLAN. 

06 




PIL. 

07 




KONDOM. 

08 




MAL. 

09 





PANTANG BERKALA/KALENDER. 

10 


—► 323 



SANGGAMA TERPUTUS. 

11 





METODE MODERN LAINNYA. 

95 




METODE TRADISIONAL LAINNYA. 

■ 96 


316 

Ibu/Saudari menggunakan (ALAT/CARA KB DARI 315) sejak 

UKBM 




(309). Darimana (ALAT/CARA KB DARI 315) itu diperoleh? 

POSKESDES/POLINDES. 

■ 11 




POSYANDU. 

12 



PROBING UNTUK MENGIDENTIFIKASI TIPE FASILITAS 

POS KB/PPKBD. 




KESEHATAN 

LAINNYA 

14 




(TULISKAN) 





PEMERINTAH 




JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH SAKIT 

RUMAH SAKIT UMUM. 

■ 21 



ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 

KLINIK PEMERINTAH. 

■ 22 



SWASTA. TULISKAN NAMANYA. 

PUSKESMAS. 

• 23 




PUSTU/PUSLING. 

.. 24 




TKBK/TMK/MUYAN/BAKSOS. 

■■ 25 




PETUGAS LAPANGAN KB. 

■■ 26 



(NAMA TEMPAT) 

BIDAN DI DESA. 

■ 27 




LAINNYA 

28 




(TULISKAN) 





SWASTA 





RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 





RS BERSALIN. 

■ 31 




KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/ 





BALAI PENGOBATAN. 

.. 32 




PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN DAN 





KEBIDANAN. 

■■ 33 




PRAKTIK DOKTER UMUM. 

■ ■ 34 




PRAKTIK BIDAN. 

■■ 35 




PERAWAT. 

■■ 36 




LAINNYA 

37 




(TULISKAN) 





LAINNYA 





APOTEK/TOKO OBAT. 

... 41 




TOKO/WARUNG. 

■ 42 




LAINNYA 

43 




(TULISKAN) 




W- 19 


Lampiran Kuesioner WUS • 311 




















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

317 

LIHAT 304: 

LINGKARI KODE ALAT/CARA KB: 

JIKA ADA LEBIH DARI SATU ALAT/CARA KB YANG 
DILINGKARI PADA 304, MAKA LINGKARI KODE 

TERATAS. 

IUD/AKDR/SPIRAL. 03 

SUNTIKAN 1 BULAN. 04 

SUNTIKAN 3 BULAN. 05 

SUSUK KB. 06 

PIL. 07 

KONDOM. 08 


METODE MODERN LAINNYA. 95 

MFTODF TRADISIONAI 1 AINNYA 96 





318 

Pada saat itu, apakah Ibu/Saudari diberitahu tentang efek 
samping atau masalah kesehatan yang mungkin timbul jika Ibu/ 
Saudari menggunakan alat/cara KB tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 





319 

Ketika Ibu/Saudari disterilisasi, apakah Ibu/Saudari diberitahu 
tentang efek samping atau masalah kesehatan yang mungkin 
timbul jika Ibu/Saudari menggunakan alat/cara KB tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



320 

Apakah Ibu/Saudari pernah diberitahu oleh petugas (KB/ 
Kesehatan) tentang masalah kesehatan yang mungkin timbul 
dengan memakai alat/cara KB yang Ibu/Saudari pakai? 

YA. 1 

TIDAK. 2 




321 

Apakah Ibu/Saudari pernah diberitahu apa yang harus dilakukan 
jika Ibu/Saudari mengalami efek samping atau masalah 
kesehatan dari alat/cara KB yang Ibu/Saudari gunakan? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


321A 

Apakah Ibu/Saudari mengalami efek samping atau masalah 
kesehatan selama menggunakan (ALAT/CARA KB PADA 315)? 

YA. 1 

TIDAK. 2 




32 IB 

Apakah efek samping atau masalah kesehatan utama yang 
Ibu/Saudari rasakan akibat menggunakan metode 
kontrasepsi? 

BERAT BADAN NAIK. 01 

BERAT BADAN TURUN. 02 

PERDARAHAN. 03 

DARAH TINGGI. 04 

SAKIT KEPALA. 0 5 

MUAL. 06 

TIDAK HAID. 07 

LELAH/LEMAH. 08 

JERAWAT. 09 

HAID TIDAK TERATUR. 10 

LAINNYA. 96 

TIDAK TAHU. 98 


322 

LIHAT 318 DAN 319: 

P j -NNYA p 

Pada waktu itu, apakah Ibu/ i Ketika Ibu/Saudari 

Saudari diberitahu tentang ; memperoleh (ALAT/CARA KB 
alat/cara KB lain yang bisa j DARI 315) ini dari (SUMBER 
Ibu/Saudari gunakan? j PELAYANAN DARI 307 ATAU 

• 316), apakah Ibu/Saudari 

| diberitahu tentang alat/cara 
! KB lain yang bisa Ibu/Saudari 
! gunakan? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



323 

Apakah Ibu/Saudari pernah diberitahu oleh petugas kesehatan/ 
KB tentang alat/cara KB lain yang dapat Ibu/Saudari gunakan? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



W- 20 


312 


Lampiran Kuesioner WUS 





























































KODE 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


TERUS KE 


324 


LIHAT 304: 

LINGKARI KODE ALAT/CARA KB: 

JIKA LEBIH DARI SATU ALAT/CARA KB YANG 
DILINGKARI DI 304, LINGKARI KODE TERATAS. 


STERILISASI WANITA. 01 

STERILISASI PRIA. 02 

IUD/AKDR/SPIRAL. 03 

SUNTIKAN 1 BULAN. 04 

SUNTIKAN 3 BULAN. 05 

SUSUK KB/IMPLAN. 06 

PIL. 07 

KONDOM. 08 

MAL. 09 

PANTANG BERKALA/KALENDER. 10 

SANGGAMA TERPUTUS. 11 

METODE MODERN LAINNYA. 95 

METODE TRADISIONAL LAINNYA. 96 


—► 327 


> 327 


> 327 


325 


Dimana Ibu/Saudari memperoleh (ALAT/CARA KB PADA 315) 
terakhir? 

TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI KODE YANG 
SESUAI. 


JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH SAKIT 
ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 
SWASTA. TULISKAN NAMANYA. 


(NAMA TEMPAT) 


UKBM 

POSKESDES/POLINDES. n 

POSYANDU. 12 

POS KB/PPKBD. 13 

LAINNYA _ 14 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT UMUM. 21 

KLINIK PEMERINTAH. 22 

PUSKESMAS. 23 

PUSTU/PUSLING. 24 

I KBKT MK M.JYAN BAKSOS. 25 

PETUGAS LAPANGAN KB. 26 

BIDAN DI DESA. 27 

LAINNYA_ 28 

(TULISKAN) 


SWASTA 


327 


RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. 

KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/ 

BALAI PENGOBATAN. 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN DAN 

KEBIDANAN. 

PRAKTIK DOKTER UMUM. 

PRAKTIK BIDAN. 

PERAWAT. 

LAINNYA_ 

(TULISKAN) 

LAINNYA 

APOTEK/TOKO OBAT. 

TOKO/WARUNG. 


LAINNYA 


326 


Apakah Ibu/Saudari tahu tempat untuk mendapatkan alat/cara 


KB? 


YA. 

TIDAK. 


(TULISKAN) 


31 

32 

33 

34 

35 

36 

37 


41 

42 

43 


1 


2 -► 327 


W-21 


Lampiran Kuesioner WUS 


313 






















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

326A 

Dimanakah itu? 

Adakah tempat lain? 

TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI KODE YANG 
SESUAI. 

JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH SAKIT 
ATAU KLINIK DIKELOtA OLEH PEMERINTAH ATAU 

SWASTA. TULISKAN NAMANYA. 

(NAMA TEMPAT) 

UKBM 

POSKESDES/POLINDES. A 

POSYANDU. B 

POS KB/PPKBD. c 

LAINNYA n 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT UMUM. e 

KLINIK PEMERINTAH. F 

PUSKESMAS. G 

PUSTU/PUSLING. H 

1 KBK 1 MK MUYAN BAKSOS. | 

PETUGAS LAPANGAN KB. j 

BIDAN DI DESA. k 

LAINNYA i 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. M 

KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/ 

BALAI PENGOBATAN. N 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN DAN 

KEBIDANAN. o 

PRAKTIK DOKTER UMUM. p 

PRAKTIK BI DAN. q 

PERAWAT. R 

LAINNYA s 

(TULISKAN) 

LAINNYA 

APOTEK/TOKO OBAT. T 

TOKO/WARUNG. y 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


327 

Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari dikunjungi oleh 
petugas lapangan KB? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



® ozy 

328 

Apakah petugas lapangan tersebut menerangkan kepada Ibu/ 
Saudari tentang alat/cara KB? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


329 

LIHAT 202: APAKAH ADA ANAK TINGGAL DALAM RUMAH 
TANGGA? 

YA -1 1 TIDAK/ -1 

-1 1 TIDAK DITANYAKAN -1 

▼ ▼ 

a) Dalam 6 bulan terakhir, I b) Dalam 6 bulan terakhir, 

apakah Ibu/Saudari 1 apakah Ibu/Saudari 

mengunjungi fasilitas : mengunjungi fasilitas 

kesehatan untuk i kesehatan untuk memeriksa 

memeriksa kesehatan j kesehatan Ibu/Saudari? 

Ibu/Saudari atau anak | 

Ibu/Saudari? 1 

YA. 1 

TIDAK. 2 




330 

Apakah ada petugas di fasilitas kesehatan yang berbicara 
kepada Ibu/Saudari tentang alat/cara KB? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



W-22 


314 


Lampiran Kuesioner WUS 















































BAGIAN 4. KEHAMILAN DAN PEMERIKSAAN SESUDAH MELAHIRKAN 

401 

LIHAT 224: 

MEMPUNYAI SATU ATAU 

LEBIH ANAK LAHIR HIDUP | | 

TIDAK MEMP 
ANAK LAHIR 
SEJAK JANU/ 

JNYAI 

HIDUP | | 

p. fi48 

SEJAK JANUARI 2012 [ 

tRI 2012 


402 

LIHAT 215: TULISKAN PADA TABEL NOMOR URUT KELAHIRAN PADA 403 DAN NAMA SERTA STATUS 
KELANGSUNGAN HIDUP PADA 404 UNTUK SETIAP KELAHIRAN SEJAK JANUARI 2012. AJUKAN 
PERTANYAAN MENGENAI SEMUA ANAK LAHIR HIDUP, MULAI DENGAN ANAK TERAKHIR. (JIKA LEBIH 
DARI 2 ANAK LAHIR HIDUP, GUNAKAN KOLOM KEDUA PADA KUESIONER TAMBAHAN). 

Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kesehatan anak Ibu/Saudari yang lahir dalam 
lima tahun terakhir. (Kita akan membicarakan seorang demi seorang). 


403 

NOMOR URUT KELAHIRAN DARI 

RIWAYAT KELAHIRAN 212 

ANAK TERAKHIR 

NO. URUT KELAHIRAN.Q 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NO. URUT KELAHIRAN.Q 

404 

DARI 212 DAN 216 

NAMA 

NAMA 

HIDUP J | MENINGGAL J | 

HIDUP J | MENINGGAL J | 

405 

Pada saat Ibu/Saudari mengandung (NAMA), 
apakah Ibu/Saudari memang ingin hamil 
waktu itu? 

YA. 1-, 

(TERUS KE 407A) i -1 

TIDAK. 2 

YA. 1 | 

(TERUS KE 407A) <- ' 

TIDAK. 2 

406 

LIHAT 208: 

HANYA SATU 1 ! LEBIH DARI 1 1 

KELAHIRAN - 1 j SATU - 1 

T | KELAHIRAN T 

Apakah Ibu/Saudari j Apakah Ibu/Saudari 
menginginkan bayi menginginkan bayi 

ini kemudian, atau ini kemudian, atau 

tidak menginginkan tidak menginginkan 

anak? j anak lagi ? 

KEMUDIAN. 1 

TIDAK INGIN ANAK LAGI/ 

TIDAK INGIN ANAK. 2-. 

(TERUS KE 407A) <-1 

KEMUDIAN. 1 

TIDAK INGIN ANAK LAGI/ 

TIDAK INGIN ANAK. 2 

(TERUS KE 407A) <-1 

407 

Berapa lama Ibu/Saudari ingin menunggu? 

BULAN.1 

TAHUN. 2 [ 

TIDAK TAHU.998 

BULAN. 1 

TAHUN. 2 

TIDAK TAHU.998 

407A 

Apakah (NAMA) mempunyai surat yang 
menerangkan tentang kelahirannya? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 407D)4— 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 407D)H— 

TIDAK TAHU. 8 

407B 

Dapatkah Ibu/Saudari menunjukkan 
suratnya? 

LIHAT SURAT APA SAJA YANG ADA. 
JAWABAN HANYA SATU, JIKA SURAT 

LEBIH DARI SATU LINGKARI KODE 
TERBESAR 

TIDAK. 1-, 

SURAT KETERANGAN LAHIR.... 2- 

SURAT LAPORAN KELAHIRAN 3- 

SURAT KENAL LAHIR. 4- 

(TERUS KE 408) 

AKTA KELAHIRAN. 5 

TIDAK. 1-, 

SURAT KETERANGAN LAHIR.... 2- 

SURAT LAPORAN KELAHIRAN 3- 

SURAT KENAL LAHIR. 4- 

(TERUS KE 426) •*—' 
AKTA KELAHIRAN. 5 

407C 

Berapa umur (NAMA) ketika memperoleh 
akta kelahiran? 

HARI. 1 || ~| 

MINGGU. 2 \^_ 

BULAN. 3 Q 

TAHUN.4 || |~ 

TIDAK TAHU TAHUN. 998 - 

(TERUS KE 408) 4 — 

HARI. 1 1_|1_ ] 

MINGGU. 2 \^_ 

BULAN. 3 Q 

TAHUN. 4 I |~ 

TIDAK TAHU TAHUN. 998 - 

(TERUS KE 426) «—1 


W-23 


Lampiran Kuesioner WUS 


315 











































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

ANAK TERAKHIR 

NAMA 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NAMA 

407D 

Mengapa (NAMA) tidak mempunyai surat 
yang menunjukkan tentang kelahirannya? 

BIAYANYA MAHAL. 1 

TEMPATNYA JAUH. 2 

TIDAK TAHU HARUS DIDAFTAR. 3 

TERLAMBAT, TIDAK MAU 

DIDENDA. 4 

TIDAK TAHU KEMANA 

MENDAFTAR. 5 

LAINNYA. 6 

BIAYANYA MAHAL. 1 

TEMPATNYA JAUH. 2 

TIDAK TAHU HARUS DIDAFTAR 3 

TERLAMBAT, TIDAK MAU 

DIDENDA. 4 

TIDAK TAHU KEMANA 

MENDAFTAR. 5 

LAINNYA. 6 

408 

Pada saat Ibu/Saudari mengandung (NAMA) 
apakah Ibu/Saudari memeriksakan 
kehamilan? 

YA. 1 

TIDAK. 2—i 

(TERUS KE 414) <-1 


409 

Siapa yang memeriksa kandungan Ibu/ 
Saudari? 

Ada lagi? 

TANYAKAN SIAPA SAJA YANG 

MEMERIKSA KEHAMILAN. 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN 
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG 
DISEBUT. 

PETUGAS KESEHATAN 

DOKTER UMUM. A 

DOKTER KANDUNGAN. B 

PERAWAT. C 

BIDAN. D 

BIDAN DI DESA. E 

ORANG LAIN 

DUKUN BAYI/PARAJI. F 

LAINNYA X 

TULISKAN 

409A 

LIHAT 409: 

ADA KODE‘A', B',‘C’, | | TIDAK ADA KODE‘A',‘B’, | | _ T p RMR 

‘D', ATAU ‘E’ J' ‘C’,‘D’, ATAU‘E’ *KE413C 

DILINGKARI ▼ DILINGKARI 

409B 

Apakah Ibu/Saudari diberi buku Kesehatan 

Ibu dan Anak (KIA)? 

JIKA YA: Dapatkah Ibu/Saudari 
memperlihatkan buku itu? 

YA, DIPERLIHATKAN. 1 

YA, TIDAK DIPERLIHATKAN. 2 

TIDAK. 3 

TIDAK TAHU. 8 

410 

Di mana Ibu/Saudari memeriksakan 
kehamilan tersebut? 

Adakah tempat lain? 

TANYAKAN TEMPATNYA DAN LINGKARI 
KODE YANG SESUAI. 

JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN 

APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK 
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 
SWASTA. TULISKAN NAMANYA. 

(NAMA TEMPAT) 

RUMAH 

RUMAH RESPONDEN. A 

RUMAH ORANG LAIN. B 

UKBM 

POSKESDES/POLINDES.c 

POSYANDU. D 

LAINNYA F 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. F 

KLINIK PEMERINTAH.G 

PUSKESMAS. H 

PUSTU/PUSLING. | 

BIDAN DI DESA.j 

LAINNYA K 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. L 

KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/ 
BALAI PENGOBATAN. M 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN 

DAN KEBIDANAN.N 

PRAKTIK DOKTER UMUM. O 

PRAKTIK BIDAN. p 

PRAKTIK PERAWAT. Q 

LAINNYA y 

(TULISKAN) 



W- 24 


316 


Lampiran Kuesioner WUS 































































ANAK TERAKHIR 


SEBELUM ANAK TERAKHIR 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


NAMA 


410A 


411 


412 


412A 


412B 


412C 


413 


413A 


413B 


413C 


Apakah Ibu pernah ditemani suami/pasangan 
ketika memeriksakan kehamilan (NAMA)? 


YA . 


TIDAK.. 


Berapa bulan umur kandungan (NAMA) 
ketika Ibu/Saudari pertama kali 
memeriksakan kehamilan? 


BULAN. 

TIDAK TAHU. 


□□ 


98 


Selama Ibu/Saudari mengandung (NAMA), 
berapa kali Ibu/Saudari memeriksakan 
kehamilan? 


JUMLAH PEMERIKSAAN 


□□ 


TIDAK TAHU. gs- 

(TERUS KE 413) i - 


LIHAT 412: 

JUMLAH PEMERIKSAAN KEHAMILAN: 


LEBIH DARI SATU KALI 

SATU KALI 


P 


(TERUS KE 413) ■ 


Ibu/Saudari mengatakan memeriksakan 

kehamilan (NAMA)_kali. Berapa kali 

Ibu/Saudari memeriksakan kehamilan: 

a. Dalam 3 bulan pertama? 

b. Antara 4-6 bulan? 

c. Antara 7 bulan sampai melahirkan? 

JUMLAH a, b, DAN c HARUS SAMA 
DENGAN JAWABAN PERTANYAAN 412. 


Berapa bulan umur kandungan ketika Ibu/ 
Saudari terakhir kali memeriksakan 
kehamilan (NAMA)? 


Pada saat pemeriksaan kehamilan (NAMA) 
apakah Ibu/Saudari: 

- Ditimbang berat badannya? 

- Diukur tinggi badannya? 

- Diukur tekanan darahnya? 

- Diperiksa lingkar lengannya? 

- Diperiksa tinggi rahimnya? 

- Diperiksa (diraba) perutnya? 

- Diperiksa denyut jantung janin? 

- Diperiksa darahnya di laboratorium? 

- Diperiksa air seninya di laboratorium 

(tes protein urine)? 

- Konsultasi? 


Selama Ibu/Saudari memeriksakan 
kehamilan, apakah Ibu/Saudari diberitahu 
tanda-tanda bahaya (komplikasi) kehamilan? 


Apakah Ibu/Saudari diberi tahu kemana 
harus pergi untuk mendapatkan pertolongan 
jika mengalami bahaya (komplikasi) 
kehamilan? 


Apakah Ibu/Saudari mengalami tanda-tanda 
bahaya (komplikasi) selama kehamilan 
(NAMA)? 


JUMLAH PEMERIKSAAN KEHAMILAN 
3 BULAN PERTAMA.. .□□ 

ANTARA4-6 BULAN.. .□□ 

ANTARA 7 BULAN 
SAMPAI MELAHIRKAN... I_II_I 

BULAN. .□□ 

TIDAK TAHU. g;j 

YA TIDAK 

BERAT BADAN. 1 2 

TINGGI BADAN. 1 2 

TEKANAN DARAH. 1 2 

LINGKAR LENGAN. 1 2 

TINGGI RAHIM. 1 2 

PERUT. -| 2 

DENYUT JANTUNG JANIN. 1 2 

DARAH. i 2 

AIR SENI. 1 2 

KONSULTASI. 1 2 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 413C) H 
TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 413F) i -' 


W-25 


NAMA 


Lampiran Kuesioner WUS 


317 




















































ANAK TERAKHIR 


SEBELUM ANAK TERAKHIR 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


NAMA 


413D 


413E 


413F 


414 


415 


416 


417 


418 


Apa sajakah tanda-tanda bahaya (komplikasi) 
kehamilan tersebut? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN 
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG 
DISEBUT. 


MULAS SEBELUM 9 BULAN. A 

PERDARAHAN. B 

DEMAM YANG TINGGI. C 


KEJANG-KEJANG DAN 
PINGSAN. 


MUNTAH TERUS DAN TIDAK MAU 
MAKAN. 


BENGKAK KAKI, TANGAN DAN 
WAJAH ATAU SAKIT KEPALA 
DISERTAI KEJANG. 


AIR KETUBAN KELUAR SEBELUM 
WAKTUNYA. 


LAINNYA 


TULISKAN 


Apa yang dilakukan untuk mengatasi 
masalah tersebut? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN 
DAN LINGKARI SETIAP KODE 
JAWABAN YANG DISEBUT. 


TIDAK MELAKUKAN APA-APA. A 

ISTIRAHAT. B 

MINUM OBAT. C 

MINUM JAMU. D 

KE DUKUN. E 

KE BI DAN. F 

KE DOKTER. q 

FASILITAS KESEHATAN. H 

LAINNYA. X 

TIDAK TAHU. z 


Selama kehamilan (NAMA) apakah Ibu/ 
Saudari membicarakan dengan seseorang 
mengenai: 

- Dimana Ibu/Saudari akan melahirkan/ 
bersalin? 

- Angkutan/transportasi ke tempat bersalin? 

- Siapa yang akan menolong persalinan? 

- Biaya persalinan? 

- Donor darah jika diperlukan? 

- KB pasca salin? 


YA TIDAK 

TEMPAT MELAHIRKAN. 1 2 

TRANSPORTASI. 1 2 

PENOLONG PERSALINAN. 1 2 

BIAYA. 1 2 

DONOR DARAH. 1 2 

KB PASCA SALIN. 1 2 


Selama Ibu/Saudari mengandung (NAMA) 
apakah Ibu/Saudari pernah mendapat 
suntikan di lengan atas untuk mencegah bayi 
dari penyakit tetanus, atau kejang-kejang 
setelah lahir? 


YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 417) H 
TIDAK TAHU. 8 


Selama mengandung (NAMA) berapa kali 
Ibu/Saudari mendapat suntikan tersebut? 


KALI. 

TIDAK TAHU. 


n 


LIHAT 415: 


SATU KALI 
ATAU 
TIDAK TAHU 


2 KALI 
ATAU 
LEBIH 


i (TERUS KE 420) < 


Sebelum mengandung (NAMA), apakah Ibu/ 
Saudari menerima suntikan tetanus? 


YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 420) H 
TIDAK TAHU. 8 


Sebelum mengandung (NAMA) berapa kali 
Ibu/Saudari mendapat suntikan tetanus? 
JIKA 5 KALI ATAU LEBIH, TULISKAN '5' 


KALI. | 

TIDAK TAHU. 8 


W-26 


NAMA 


318 


Lampiran Kuesioner WUS 
























































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


ANAK TERAKHIR 


NAMA 


SEBELUM ANAK TERAKHIR 
NAMA_ 


419 


420 


421 


LIHAT 418: 

HANYA SATU 
SUNTIKAN 


Berapa tahun yang 
lalu Ibu/Saudari 
menerima suntikan 
tetanus? 


LEBIH DARI 
SATU 
SUNTIKAN 
Berapa tahun yang 
lalu Ibu/Saudari 
menerima suntikan 
tetanus yang terakhir 
sebelum mengandung 
• (NAMA)? 


Selama mengandung (NAMA), apakah Ibu/ 
Saudari mendapat atau membeli tablet/Pil/ 
sirup zat besi? 

TUNJUKKAN LEAFLET TABLET/PIL/ 
SIRUP ZAT BESI. 


Selama mengandung (NAMA) berapa hari 
Ibu/Saudari minum tablet/pil/sirup zat besi? 

JIKA JAWABAN RESPONDEN TIDAK 
BERUPA ANGKA, TANYAKAN UNTUK 
MEMPERKIRAKAN JUMLAH HARI 


TAHUN YANG LALU.. .□□ 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 426) H 
TIDAK TAHU. 8 

JUMLAH HARI... .□□□ 

TIDAK TAHU. ggs 

SANGAT BESAR. 1 

LEBIH BESAR DARI RATA-RATA 2 

RATA-RATA. 3 

LEBIH KECIL DARI RATA-RATA 4 

SANGAT KECIL. 5 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 428A) i —| 
TIDAK TAHU. 8 

GRAM DARI I II II II I 

KMS/BUKU KIA...1 |_||_|_|_| 

GRAM BERDASAR¬ 
KAN INGATAN I II | || | 

RESPONDEN.2 |_||_||_||_| 

TIDAK TAHU. 9999« 

YA TDK TT 

MULAS.1 2 8 

PERDARAHAN. 1 2 8 

SUHU DAN LENDIR.1 2 8 

KEJANG & PINGSAN.... 1 2 8 

KETUBAN PECAH. 1 2 8 

TIDAK KUAT 

MENGEJAN.1 2 8 

GELISAH/KESAKITAN... 1 2 8 

LAINNYA. i 2 8 

(TULISKAN) 


426 


Ketika (NAMA) dilahirkan, apakah dia 
sangat besar, lebih besar dari rata-rata, 
rata-rata, lebih kecil dari rata-rata, atau 
sangat kecil? 


SANGAT BESAR. 1 

LEBIH BESAR DARI RATA-RATA 2 

RATA-RATA. 3 

LEBIH KECIL DARI RATA-RATA 4 

SANGAT KECIL. 5 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 428A) H 
TIDAK TAHU. 8 

GRAM DARI | || || || | 

KMS/BUKU KIA...1 |_|_|_|_| 

GRAM BERDASAR¬ 
KAN INGATAN | || || | | 

RESPONDEN.2 |_||_||_||_| 

TIDAK TAHU. 99998 

YA TDK TT 

MULAS.1 2 8 

PERDARAHAN.1 2 8 

SUHU DAN LENDIR.1 2 8 

KEJANG & PINGSAN.... 1 2 8 

KETUBAN PECAH. i 2 8 

TIDAK KUAT 

MENGEJAN.1 2 8 

GELISAH/KESAKITAN... 1 2 8 

LAINNYA. 1 2 8 

(TULISKAN) 


427 


Apakah (NAMA) ditimbang ketika dilahirkan? 


428 


Berapakah berat badan (NAMA) ketika 
dilahirkan? 

CATAT BERAT BADAN DARI KMS/BUKU 
KIA, JIKA ADA. 


428A 


Pada saat Ibu/Saudari melahirkan (NAMA), 

apakah Ibu/Saudari mengalami: 

- Mulas yang kuat dan teratur lebih dari 
sehari semalam? 

- Perdarahan lebih banyak dibandingkan 
dengan biasanya (lebih dari 3 kain)? 

- Suhu badan tinggi dan atau keluar lendir 
berbau? 

- Kejang-kejang dan pingsan? 

- Keluar air ketuban lebih dari 6 jam sebelum 
anak lahir? 

- Tidak kuat mengejan? 

- Gelisah/Kesakitan? 

-Apakah ada kesulitan/komplikasi lain? 

JIKA ADA, tuliskan. 


W-27 


Lampiran Kuesioner WUS • 319 



























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

ANAK TERAKHIR 

NAMA 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NAMA 

429 

Siapa saja yang menolong Ibu/Saudari 
ketika melahirkan (NAMA)? 

Ada yang lain? 

TANYAKAN SIAPA PENOLONG 
PERSALINAN DAN CATAT SEMUA 

YANG MENOLONG PERSALINAN 

JIKA RESPONDEN MENGATAKAN TIDAK 
ADA YANG MENOLONG, TANYAKAN 
APAKAH ADA ORANG DEWASA YANG 
MENEMANI PADA SAAT MELAHIRKAN 

PETUGAS KESEHATAN 

DOKTER UMUM. A 

DOKTER KANDUNGAN. B 

PERAWAT. C 

BIDAN. |) 

BIDAN DI DESA. E 

ORANG LAIN 

DUKUN BAYI PARAJI. G 

TEMAN/KELUARGA. H 

LAINNYA X 

TULISKAN 

TIDAK ADA. Y 

PETUGAS KESEHATAN 

DOKTER UMUM. A 

DOKTER KANDUNGAN. B 

PERAWAT. C 

BIDAN. D 

BIDAN DI DESA. E 

ORANG LAIN 

DUKUN BAYI PARAJI. G 

TEMAN/KELUARGA. H 

LAINNYA X 

TULISKAN 

TIDAK ADA. Y 

430 

Di mana Ibu/Saudari melahirkan (NAMA)? 

JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN 

APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK 
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 
SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 

(NAMA TEMPAT) 

RUMAH 

RUMAH RESPONDEN. ^ 

(TERUS KE 434) 4—1 
RUMAH ORANG LAIN. 12 

UKBM 

POS KESD ES/POL 1N D ES. 21 

POSYANDU. 22 

LAINNYA 9 ? 

RUMAH 

RUMAH RESPONDEN. ^ 

(TERUS KE 434) 4— 
RUMAH ORANG LAIN. ; 2 

UKBM 

POS KESD ES/POLI N DES. 21 

POSYANDU. 22 

LAINNYA 9 ? 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. 31 

KLINIK PEMERINTAH.32 

PUSKESMAS. 33 

PUSTU/PUSLING. 34 

BIDAN DI DESA. 35 

LAINNYA 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. 31 

KLINIK PEMERINTAH.32 

PUSKESMAS. 33 

PUSTU/PUSLING. 34 

BIDAN DI DESA. 35 

LAINNYA 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. 41 

KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/ 

BALAI PENGOBATAN.42 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN 

DAN KEBIDANAN. 43 

PRAKTIK DOKTER UMUM.44 

PRAKTIK BIDAN. 45 

PRAKTIK PERAWAT. 46 

LAINNYA 47 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. 41 

KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/ 

BALAI PENGOBATAN.42 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN 

DAN KEBIDANAN. 43 

PRAKTIK DOKTER UMUM.44 

PRAKTIK BI DAN. 45 

PRAKTIK PERAWAT. 46 

LAINNYA 47 

(TULISKAN) 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

(TERUS KE 434) 4—1 

(TULISKAN) I 

(TERUS KE 434) 4—^ 

431 

Berapa lama Ibu/Saudari dirawat setelah 
melahirkan (NAMA)? 

JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT 

DALAM JAM 

JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT 
DALAM HARI 

JAM. 1 [ 

HARI. 2 [ 

MINGGU. 3 [ 

TIDAK TAHU. 998 


431A 

Apakah suami/pasangan Ibu/Saudari 
mendampingi ketika persalinan (NAMA)? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

YA. 1 

TIDAK. 2 

432 

Apakah (NAMA) dilahirkan melalui operasi 
caesar, yaitu perut dibedah untuk 
mengeluarkan bayi? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 434)4-1 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 434)4—1 


W-28 


320 


Lampiran Kuesioner WUS 






















































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

ANAK TERAKHIR 

NAMA 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NAMA 

433 

Apakah operasi caesar tersebut sudah 
direncanakan sebelumnya? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

YA. 1 

TIDAK. 2 

434 

Setelah (NAMA) lahir, apakah segera 
diletakkan di dada Ibu/Saudari? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 434B) «—| 
TIDAK TAHU. 8 


YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 459) <— 

TIDAK TAHU. 8 

434A 

Apakah kulit (NAMA) bersentuhan langsung 
dengan kulit Ibu/Saudari? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

434B 

Kapan bayi dimandikan pertama kali, setelah 
lahir? 

< 1 JAM SETELAH LAHIR. 1 

1-6 JAM SETELAH LAHIR. 2 

>6 JAM SETELAH LAHIR. 3 

TIDAK TAHU. 8 

< 1 JAM SETELAH LAHIR. 1 

1-6 JAM SETELAH LAHIR. 2 

>6 JAM SETELAH LAHIR. 3 

TIDAK TAHU. 8 

434C 

LIHAT430: TEMPAT MELAHIRKAN 

SELAIN KODE ‘11’, '12' 
ATAU ‘96’ DILINGKARI 

’ 

m 

f 

KODE 11’, ‘12’ATAU ‘96’ | 
DILINGKARI 

(TERUS KE 449)4— 



435 

Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari 
mengenai pemeriksaan kesehatan Ibu/ 

Saudari setelah melahirkan. Setelah (NAMA) 
dilahirkan, apakah ada yang memeriksa 
kesehatan Ibu/Saudari saat masih di fasilitas 
kesehatan? 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 438) <-1 

436 

Berapa lama setelah melahirkan 
pemeriksaan pertama dilakukan? 

JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT 

DALAM JAM 

JAM. 1 

HARI. 2 

TIDAK TAHU. 998 


437 

Siapa yang memeriksa Ibu/Saudari saat itu? 

CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI 
TERBAIK. 

PETUGAS KESEHATAN 

DOKTER KANDUNGAN. 11 

DOKTER UMUM. 12 

BIDAN. 13 

PERAWAT. 14 

ORANG LAIN 

DUKUN BAYI/PARAJI. 21 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

438 

Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari 
mengenai pemeriksaan kesehatan (NAMA) 
setelah lahir. Setelah (NAMA) dilahirkan, 
apakah ada yang memeriksa kesehatan 
(NAMA) saat masih di fasilitas kesehatan? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 441) <— 
TIDAK TAHU. 8 

439 

Berapa lama setelah (NAMA) lahir 
pemeriksaan pertama dilakukan? 

JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT 

DALAM JAM 

JAM. 1 

HARI. 2 

TIDAK TAHU. 998 



W-29 


Lampiran Kuesioner WUS 


321 





































































ANAK TERAKHIR 


SEBELUM ANAK TERAKHIR 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


NAMA 


440 


441 


442 


443 


Siapa yang memeriksa (NAMA) saat itu? 


CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI 
TERBAIK. 


444 


PETUGAS KESEHATAN 

DOKTER ANAK. 11 

DOKTER KANDUNGAN. 12 

DOKTER UMUM. 13 

BIDAN. 14 

PERAWAT. 15 


ORANG LAIN 

DUKUN BAYI/PARAJI. 


LAINNYA 


21 

96 


(TULISKAN) 


Apakah ada yang memeriksa kesehatan 
Ibu/Saudari setelah meninggalkan fasilitas 
kesehatan? 


YA. 

TIDAK.. 


(TERUS KE 445) 


Berapa lama setelah melahirkan 
pemeriksaan dilakukan? 

JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT 
DALAM JAM 

JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT 
DALAM HARI 


JAM. 

..... □□ 

HARI. 

.... 2 □□ 

MINGGU. 

.... 3 nn 

TIDAK TAHU. 

. 998 


Siapa yang memeriksa Ibu/Saudari saat itu? 


CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI 
TERBAIK. 


PETUGAS KESEHATAN 

DOKTER KANDUNGAN. 11 

DOKTER UMUM. 12 

BIDAN. 13 


PERAWAT. 

ORANG LAIN 
DUKUN BAYI/PARAJI. 
LAINNYA_ 


. 14 


21 

96 


(TULISKAN) 


Di mana tempat pemeriksaan itu dilakukan? 


JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN 
APAKAH RUMAH SAKITATAU KLINIK 
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 
SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 


RUMAH 

RUMAH RESPONDEN. 
RUMAH ORANG LAIN.. 


(NAMA TEMPAT) 


UKBM 

POS KESDES/POLIN DES. 2 1 

POSYANDU. 22 

LAINNYA_ 23 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. 31 

KLINIK PEMERINTAH.32 

PUSKESMAS. 33 

PUSTU/PUSLING. 34 

BIDAN DI DESA. 35 

LAINNYA _ 36 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. 41 

KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/ 

BALAI PENGOBATAN. 42 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN 

DAN KEBIDANAN. 43 

PRAKTIK DOKTER UMUM. 44 

PRAKTIK BIDAN. 45 

PRAKTIK PERAWAT. 46 

LAIN NY A_ 

(TULISKAN) 


96 


W- 30 


NAMA 


322 


Lampiran Kuesioner WUS 























































ANAK TERAKHIR 


SEBELUM ANAK TERAKHIR 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


NAMA 


445 


448 


Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari 
mengenai pemeriksaan kesehatan (NAMA) 
setelah Ibu/Saudari meninggalkan fasilitas 
kesehatan. Dalam 2 bulan setelah lahir, 
apakah ada petugas kesehatan atau dukun 
yang memeriksa kesehatan (NAMA)? 


YA. 

TIDAK.. 


TIDAK TAHU.. 


(TERUS KE 457) H 


446 


Berapa jam, hari, atau minggu sesudah 
(NAMA) lahir, pemeriksaan kesehatan 
(NAMA) dilakukan? 

JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT 
DALAM JAM 

JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT 
DAtAM HARI 


JAM. 

.... 1 □□ 

HARI. 

... , □□ 

MINGGU. 

.... 3 □□ 

TIDAK TAHU. 

. 998 


447 


Siapa yang memeriksa (NAMA) saat itu? 


CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI 
TERBAIK. 


PETUGAS KESEHATAN 

DOKTER ANAK. 11 

DOKTER KANDUNGAN. 12 

DOKTER UMUM. 13 

BIDAN. 14 

PERAWAT. 15 


ORANG LAIN 
DUKUN BAYI/PARAJI. 


LAINNYA 


(TULISKAN) 


21 

96 


Di mana tempat pemeriksaan (NAMA)? 


JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN 
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK 
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 
SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 


(NAMA TEMPAT) 


449 


Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari 
tentang pemeriksaan kesehatan Ibu/Saudari 
setelah melahirkan. Apakah ada yang 
memeriksa kesehatan Ibu/Saudari setelah 
melahirkan (NAMA)? 


RUMAH 

RUMAH RESPONDEN. 

RUMAH ORANG LAIN. 12 - 

UKBM 

POSKESDES/POLINDES. 21- 

POSYANDU. 22- 

LAINNYA_ 23- 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. 31 - 

KLINIK PEMERINTAH. 32- 

PUSKESMAS. 33 - 

PUSTU/PUSLING. 34 - 

BIDAN DI DESA. 35 - 

LAINNYA _ 36_ 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. 41 - 

KLINIK SWASTA/RUMAH 
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. 42- 

PRAKTIK DOKTER ANAK. 43 - 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN 

DAN KEBIDANAN. 44 

PRAKTIK DOKTER UMUM. 45 - 

PRAKTIK BIDAN. 46 - 

PRAKTIK PERAWAT. 47 - 

LAINNYA_ 48- 

(TULISKAN) 

(TERUS KE 457) ◄- 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 453) 4—1 


W-31 


NAMA 


Lampiran Kuesioner WUS 


323 























































ANAK TERAKHIR 


SEBELUM ANAK TERAKHIR 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


NAMA_ 

JAM. . i □□ 

HARI. . 2 □□ 

MINGGU. . 3 □□ 

TIDAK TAHU. 998 

PETUGAS KESEHATAN 

DOKTER KANDUNGAN. 11 

DOKTER UMUM. 12 

PRAKTIK BIDAN/ 

BIDAN DI DESA. 13 

PERAWAT. 14 


NAMA 


450 


Berapa jam, hari, atau minggu sesudah 
melahirkan (NAMA), pemeriksaan kesehatan 
Ibu/Saudari pertama kali dilakukan? 

JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT 
DALAM JAM 

JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT 
DALAM HARI 


451 


Siapa yang memeriksa Ibu/Saudari saat itu? 


CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI 
TERBAIK. 


ORANG LAIN 

DUKUN BAYI/PARAJI. 21 


LAINNYA_ 96 

(TULISKAN) 


452 


Di mana tempat pemeriksaan itu dilakukan? 


JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN 
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK 
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 
SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 


(NAMA TEMPAT) 


RUMAH 

RUMAH RESPONDEN. 

RUMAH ORANG LAIN. - 2 

UKBM 

POS KESDES/POLINDES. 21 

POSYANDU. 22 

LAINNYA _ 23 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. 31 

KLINIK PEMERINTAH. 32 

PUSKESMAS. 33 

PUSTU/PUSLING. 34 

BIDAN DI DESA. 35 

LAINNYA _ 36 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. 41 

KLINIK SWASTA/RUMAH 
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. 42 
PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN 

DAN KEBIDANAN. 43 

PRAKTIK DOKTER UMUM. 44 

PRAKTIK BIDAN. 45 

PRAKTIK PERAWAT. 46 


LAIN NY A_ 

(TULISKAN) 


47 


453 


Saya ingin berbicara dengan Ibu/Saudari 
mengenai pemeriksaan kesehatan (NAMA) 
setelah lahir. Dalam 2 bulan setelah lahir, 
apakah ada petugas kesehatan atau dukun 
yang memeriksa kesehatan (NAMA)? 


YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 457) H 
TIDAK TAHU. 8 


454 


Berapa jam, hari, atau minggu sesudah 
(NAMA) lahir, pemeriksaan kesehatan 
(NAMA) dilakukan? 

JIKA KURANG DARI SEHARI, CATAT 
DALAM JAM 

JIKA KURANG DARI SEMINGGU, CATAT 
DALAM HARI 


JAM. 

. 1 

□n 

HARI. 


□□ 

MINGGU. 

.... = 1 

□□ 

TIDAK TAHU. 



998 


W-32 


324 


Lampiran Kuesioner WUS 





















































ANAK TERAKHIR 


SEBELUM ANAK TERAKHIR 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


NAMA_ 

PETUGAS KESEHATAN 

DOKTER ANAK. 11 

DOKTER KANDUNGAN. 12 

DOKTER UMUM. 13 

PRAKTIK BIDAN/ 

BIDAN DI DESA. 14 

PERAWAT. 15 

ORANG LAIN 

DUKUN BAYI/PARAJI. 21 

LAINNYA_ 96 

(TULISKAN) 

RUMAH 

RUMAH RESPONDEN. u 

RUMAH ORANG LAIN. 12 

UKBM 

POSKESDES/POLINDES. 21 

POSYANDU. 22 

LAINNYA_ 23 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. 31 

KLINIK PEMERINTAH. 32 

PUSKESMAS. 33 

PUSTU/PUSL ING. 34 

BIDAN DI DESA. 35 

LAINNYA_ 36 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. 41 

KLINIK SWASTA/RUMAH 
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. 42 

PRAKTIK DOKTER ANAK. 43 

PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN 

DAN KEBIDANAN. 44 

PRAKTIK DOKTER UMUM. 45 

PRAKTIK BIDAN. 46 

PRAKTIK PERAWAT. 47 

LAINNYA_ 48 

(TULISKAN) 


455 


456 


457 


457A 


Siapa yang memeriksa (NAMA) saat itu? 


CATAT ORANG DENGAN KUALIFIKASI 
TERBAIK. 


Di mana tempat pemeriksaan (NAMA) 
dilakukan? 


JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN 
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK 
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 
SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 


(NAMA TEMPAT) 


Selama dua hari pertama setelah (NAMA) 

lahir, apakah ada petugas kesehatan yang 

melakukan hal-hal berikut: 

a. Memeriksa tali pusat? 

b. Mengukur suhu tubuh (NAMA)? 

c. Memberi konsultasi kepada Ibu/Saudari 
tentang tanda bahaya pada bayi yang 
baru lahir? 

d. Memberi tahu Ibu/Saudari tentang 
menyusui? 

e. Mengamati ketika (NAMA) disusui? 


YA TDK TT 

a. TALI PUSAT. 1 2 8 

b. SUHU. 1 2 8 

c. TANDA BAHAYA... 1 2 8 

d. KONSUL 

MENYUSUI. 1 2 8 

e. MENGAMATI 

SAAT DISUSUL... 1 2 8 


Bagaimana cara Ibu/Saudari merawat tali 
pusat bayi? 


DIRAWAT SECARA TERBUKA, 
KERING DAN BERSIH. 1 

DIBUBUHI SESUATU. 2 

TIDAK TAHU. 8 


W-33 


NAMA 


Lampiran Kuesioner WUS 


325 















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

ANAK TERAKHIR 

NAMA 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NAMA 

457B 

LIHAT 457A: 

KODE‘2' 
DI¬ 
LINGKARI 
' 

—i KODE ‘1’ j- 

- ATAU ‘8’- 

DILINGKARI 

' (TERUS KE 457D)<J 


457C 

Apa yang Ibu/Saudari bubuhkan pada tali 
pusat bayi? 

ALKOHOL. A 

BETADIN. B 

ABU. C 

RAMUAN DARI DEDAUNAN. D 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 

457D 

Dalam waktu dua bulan setelah (NAMA) lahir, 
apakah Ibu/Saudari mendapatkan pelayanan 
KB pasca salin? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

457E 

Dalam waktu dua bulan setelah kelahiran 
(NAMA), apakah Ibu/Saudari mendapat 
vitamin A seperti ini? 

TUNJUKKAN LEAFLET KAPSUL VITAMIN A 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

458 

Apakah Ibu/Saudari sudah mendapatkan 
haid lagi setelah melahirkan (NAMA)? 

YA. 1 , 

(TERUS KE 460) <- ' 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 461) 4- ' 

459 

Apakah Ibu/Saudari pernah mendapat haid 
antara kelahiran (NAMA) dengan kehamilan 
berikutnya? 


YA. 1 

TIDAK. 2—i 

(TERUS KE 463) i -1 

460 

Berapa bulan setelah kelahiran (NAMA) Ibu/ 
Saudari tidak mendapat haid? 

BULAN. [ 

TIDAK TAHU. 98 

BULAN. [ 

TIDAK TAHU. 98 

461 

LIHAT 226: 

APAKAH RESPONDEN HAMIL? 

TDK 

HAMIL 

i 

-1 HAMIL ATAU |- 

- 1 TDK YAKIN 1 - 

, (TERUS KE 463) <- 


462 

Apakah Ibu/Saudari sudah berhubungan 
seksual setelah kelahiran (NAMA)? 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 464) 4- ' 

463 

Berapa bulan setelah kelahiran (NAMA) Ibu/ 
Saudari tidak berhubungan seksual? 

BULAN. [ 

TIDAK TAHU. 98 

BULAN. [ 

TIDAK TAHU. 98 

464 

Apakah Ibu/Saudari pernah menyusui 
(NAMA)? 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 465) 4 -1 

YA. 1 

TIDAK. 2—i 

(TERUS KE 468) <- ' 

464A 

Berapa bulan Ibu/Saudari menyusui 
(NAMA)? 

BULAN. | || 1 —| 

TIDAK TAHU. 98 - 

(TERUS KE 466) 4 - 

BULAN.C 

TIDAK TAHU. 98 


W-34 


326 


Lampiran Kuesioner WUS 


































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

ANAK TERAKHIR 

NAMA 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NAMA 

465 

LIHAT 404: 

APAKAH (NAMA) MASIH HIDUP? 

HIDUP MENINGGAL 

□ □ 

(TERUS (TERUS 

KE 470) ^ KE 471) ^ 


466 

Berapa lama setelah melahirkan, Ibu/ 

Saudari menyusui (NAMA) pertama kali? 

JIKA KURANG DARI 1 JAM, LINGKARI 

KODE '000', JIKA KURANG DARI 24 JAM, 
TULIS DALAM JAM, JIKA 24 JAM ATAU 
LEBIH TULIS DALAM HARI. 

SEGERA. 000 

JAM. 1 

HARI. 2 [ 

467 

Dalam tiga hari setelah melahirkan, 
sebelum air susu Ibu/Saudari keluar 
(mengalir) dengan lancar, apakah (NAMA) 
diberi minuman selain ASI? 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 468) i - ' 

467A 

Minuman apa sajakah yang diberikan 
kepada (NAMA)? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN 

DAN LINGKARI SETIAP KODE 

JAWABAN YANG DISEBUT. 

SUSU (SELAIN ASI). A 

AIR PUTIH. B 

AIR GULA. C 

GRIPE WATER. D 

LARUTAN AIR GULA-GARAM.... e 

JUS BUAH. F 

SUSU BAYI. g 

TEH. H 

MADU. | 

AIR TAJIN. J 

LAINNYA y 

(TULISKAN) 

468 

LIHAT 404: 

APAKAH (NAMA) MASIH HIDUP? 

b 

1 

IDUP MENINGG 

!□ IH 

(TERUS KE 471) ◄- 

AL 

h 

1 

IDUP MENINGGAL 

H H 

(TERUS KE 471)-4- 

469 

Apakah Ibu/Saudari masih menyusui 
(NAMA)? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


470 

Apakah kemarin dan tadi malam (NAMA) 
diberi minum dari botol dengan dot? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

471 


KEMBALI KE 405 PADA KOLOM 
BERIKUTNYA; ATAU, JIKA TIDAK 
ADA KELAHIRAN SEBELUMNYA 
TERUS KE 501 A. 

KEMBALI KE 405 PADA KOLOM 
BERIKUTNYA; ATAU, JIKA TIDAK 

ADA KELAHIRAN SEBELUMNYA 
TERUS KE 501 A. 


W-35 


Lampiran Kuesioner WUS • 327 



















































BAGIAN 5A. IMUNISASI ANAK (KELAHIRAN TERAKHIR) 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

501A 

LIHAT 215 PAD4 

YA 

' 

RIWAYAT KELAHIRAN, APAKAH ADA KELAHIRAN PADA 2014-2017? 

] TIDAK | 




502A 

TULISKAN NAMA DAN NOMOR URUT KELAHIRAN DARI RIWAYAT KELAHIRAN 212 YANG MERUPAKAN 
ANAK TERAKHIR YANG DILAHIRKAN PADA TAHUN 2014-2017 

NAMA ANAK TERAKHIR NO. URUT KELAHIRAN.| ][ 


503A 

LIHAT 216: 

1 

' 

1IDUP MENINGGAL 

P □_ 

f 

—► 501B 

504A 

Apakah Ibu/Saudari mempunyai buku KIA atau kartu 
imunisasi atau KMS balita untuk (NAMA)? 

YA, HANYA PUNYA BUKU KIA. •, 

YA, HANYA PUNYA KARTU IMUNISASI/ 

KMS. 2 

YA, HANYA PUNYA DOKUMEN LAIN. 3 

YA, PUNYA KARTU IMUNISASI/KMS/KIA 

DAN DOKUMEN LAIN. 4 

TIDAK PUNYA. 5 

—► 507A 

—► 507A 

—► 507A 

505A 

Apakah Ibu/Saudari pernah mempunyai kartu imunisasi 
untuk (NAMA)? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


506A 

LIHAT 504A: 

KODE ‘3' 
DILINGKARI 

' 

- 1 KODE ‘5’ |- 1 

-1 DILINGKARI 1__ 

y 

—► 511A 

507A 

Bolehkah saya lihat buku KIA/kartu imunisasi/KMS balita/ 
dokumen lain untuk (NAMA) tersebut? 

YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN 

BUKU KIA. 1 

YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN 

KARTU IMUNISASI/KMS. 2 

YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN 

DOKUMEN LAIN. 3 

YA, DAPAT MENUNJUKKAN KARTU 
IMUNISASI/KMS/KIA DAN DOKUMEN 

LAIN. 4 

TIDAK DAPAT MENUNJUKKAN KARTU. 5 

—► 511A 


W-36 


328 • Lampiran Kuesioner WUS 









































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


NAMA ANAK TERAKHIR 


NO. URUT KELAHIRAN. 


□□ 


508A 


SALIN DARI KARTU TANGGAL-TANGGAL IMUNISASI UNTUK SETIAP JENIS IMUNISASI. 


TULIS '44' DI KOLOM 'TGL', JIKA KARTU MENUNJUKKAN BAHWA IMUNISASI DIBERIKAN, TETAPI 
TANGGALNYA TIDAK ADA. 


TGL BLN TAHUN 

HEPATITIS BO 
BCG 
POLIO 1 
DPT 1 
HEPATITIS BI 
POLIO 2 
DPT 2 
HEPATITIS B2 
POLIO 3 
DPT 3 
HEPATITIS B3 
POLIO 4 
CAMPAK 


509A 


LIHAT 508A: APAKAH HEPATITIS BO SAMPAI CAMPAK TERCATAT SEMUA? 


TIDAK 


YA 


□ 


>■ 


50 IB 


510A 


Apakah (NAMA) juga mendapat imunisasi yang tidak dicatat 
pada buku KIA/kartu imunisasi/KMS balita termasuk 
imunisasi yang diberikan pada pekan imunisasi nasional ? 


CATAT ‘YA' JIKA RESPONDEN MENYEBUT SETIDAKNYA 
SATU JENIS IMUNISASI YANG ADA PADA 508A. 


YA 


1 -, 


(TANYAKAN IMUNISASINYA TULIS '66' 
PADA KOLOM TANGGAL YANG 
BERSANGKUTAN DI 508A DAN 
TULISKAN ‘00’ PADA KOLOM TANGGAL 
UNTUK IMUNISASI YANG TIDAK 
DIDAPATKAN) — 

(TERUS KE 501B) 





TIDAK. 

TIDAK TAHU. 



501B 


W-37 


Lampiran Kuesioner WUS • 329 





































































NO 

NAMA ANAK TERAKHIR 

NO, URUT KhlAIIIRAN. _j 

TERUS KE 

511A 

Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi, untuk 
mencegah penyakit termasuk imunisasi yang diberikan 
pada pekan imunisasi nasional ? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

J—►SOI B 

512A 

Apakah (NAMA) pernah mendapatkan imunisasi BCG untuk 
mencegah TBC, yang biasanya disuntikkan di lengan atas 
dan meninggalkan bekas? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


513A 

Dalam waktu 24 jam setelah lahir, Apakah (NAMA) pernah 
mendapat imunisasi Hepatitis B0 yang biasanya disuntikkan 
di paha bagian luar? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


514A 

Apakah (NAMA) pernah mendapatkan imunisasi polio, 
cairan yang diteteskan 2 tetes ke mulut untuk mencegah 
penyakit polio? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

J—►SITA 

515A 

Apakah (NAMA) pertama kali diimunisasi polio pada dua 
minggu setelah lahir atau kemudian? 

DALAM DUA MINGGU PERTAMA. 1 

SETELAH DUA MINGGU PERTAMA. 2 


516A 

Berapa kali (NAMA) diimunisasi polio? 

KALI. 


517A 

Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi DPT untuk 
mencegah dipteri, pertusis, dan tetanus yang biasanya 
disuntikkan di paha dan diberikan bersama dengan imunisasi 
polio? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

J—►SISA 

517AA 

Berapa kali (NAMA) diimunisasi DPT? 

KALI. 


518A 

Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi Hepatitis B 
yang biasanya disuntikkan di paha bagian luar? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

J—► 523A 

518AA 

Berapa kali (NAMA) diimunisasi Hepatitis B? 

KALI. 


523A 

Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi campak 
yang biasanya disuntikkan di lengan kiri bagian atas? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

J—►SOI B 

524A 

Berapa kali (NAMA) mendapatkan imunisasi campak? 

KALI. 



W-38 


330 


Lampiran Kuesioner WUS 


















































BAGIAN 5B. IMUNISASI ANAK (KELAHIRAN SEBELUM ANAK TERAKHIR) 

NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

501B 

LIHAT 215: PAD/ 
PAD/ 

YA 

' 

\ RIWAYAT KELAHIRAN, APAKAH ADA KELAHIRAN SEBELUM ANAK TERAKHIR 
\ 2014-2017? 

TIDAK | | 


r 


502B 

TULISKAN NAMA DAN NOMOR URUT KELAHIRAN DARI RIWAYAT KELAHIRAN 212 YANG MERUPAKAN 
ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR YANG DILAHIRKAN PADA TAHUN 2014-2017 

NAMA ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR NO. URUT KELAHIRAN. [ 1 


503B 

LIHAT 216: 

1 

’ 

HIDUP MENINGGAL 

P □_ 

—► 526B 

504 B 

Apakah Ibu/Saudari mempunyai buku KIA atau kartu 
imunisasi atau KMS balita untuk (NAMA)? 

YA, HANYA PUNYA BUKU KIA. 1 

YA, HANYA PUNYA KARTU IMUNISASI/ 

KMS. 2 

YA, HANYA PUNYA DOKUMEN LAIN. 3 

YA, PUNYA KARTU IMUNISASI/KMS/KIA 

DAN DOKUMEN LAIN. 4 

TIDAK PUNYA. 5 

—► 507B 

—► 507B 

—► 507B 

505B 

Apakah Ibu/Saudari pernah mempunyai kartu imunisasi 
untuk (NAMA)? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


506B 

LIHAT 504B: 

KODE ‘3’ 
DILINGKARI 

' 

- 1 KODE ‘5’ j-j 

-1 nil INHKARI 1 1 

p. ^ 11 R 



507B 

Bolehkah saya lihat buku KIA/kartu imunisasi/KMS balita/ 
dokumen lain untuk (NAMA) tersebut? 

YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN 

BUKU KIA. 1 

YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN 

KARTU IMUNISASI/KMS. 2 

YA, HANYA DAPAT MENUNJUKKAN 

DOKUMEN LAIN. 3 

YA, DAPAT MENUNJUKKAN KARTU 
IMUNISASI/KMS/KIA DAN DOKUMEN 

LAIN. 4 

TIDAK DAPAT MENUNJUKKAN KARTU. 5 

—► 511B 


W- 39 


Lampiran Kuesioner WUS 


331 









































KODE 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


TERUS KE 


NAMA ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR 


NO. URUT KELAHIRAN 


□□ 


508B 


SALIN DARI KARTU TANGGAL-TANGGAL IMUNISASI UNTUK SETIAP JENIS IMUNISASI. 

TULIS '44' DI KOLOM ‘TGL’, JIKA KARTU MENUNJUKKAN BAHWA IMUNISASI DIBERIKAN, TETAPI 
TANGGALNYA TIDAK ADA. 


TGL BLN TAHUN 

HEPATITIS BO 
BCG 
POLIO 1 
DPT 1 
HEPATITIS BI 
POLIO 2 
DPT 2 
HEPATITIS B2 
POLIO 3 
DPT 3 
HEPATITIS B3 
POLIO 4 
CAMPAK 


509B 


LIHAT 508B: APAKAH HEPATITIS BO SAMPAI CAMPAK TERCATAT SEMUA? 


TIDAK 



YA 


□ 


+- 


526B 


510B 


Apakah (NAMA) juga mendapat imunisasi yang tidak 
dicatat pada buku KIA/kartu imunisasi/KMS balita 
termasuk imunisasi yang diberikan pada pekan imunisasi 
nasional ? 


CATAT 'YA' JIKA RESPONDEN MENYEBUT SETIDAKNYA 
SATU JENIS IMUNISASI YANG ADA PADA 508B. 


YA. 

(TANYAKAN IMUNISASINYA TULIS '66' 
PADA KOLOM TANGGAL YANG 
BERSANGKUTAN DI 508B DAN 
TULISKAN '00' PADA KOLOM TANGGAL 
UNTUK IMUNISASI YANG TIDAK 

DIDAPATKAN) -, 

(TERUS KE 526B) i -> 


1 -, 


TIDAK. 

TIDAK TAHU. 



526B 


W-40 


332 


Lampiran Kuesioner WUS 





































































NO 

NAMA ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NO. URUT KELAHIRAN. | 

TERUS KE 

511B 

Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi, untuk 
mencegah penyakit termasuk imunisasi yang diberikan 
pada pekan imunisasi nasional ? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

► 526B 

512B 

Apakah (NAMA) pernah mendapatkan imunisasi BCG untuk 
mencegah TBC, yang biasanya disuntikkan di lengan atas 
dan meninggalkan bekas? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


513B 

Dalam waktu 24 jam setelah lahir, Apakah (NAMA) pernah 
mendapat imunisasi Hepatitis BO yang biasanya disuntikkan 
di paha bagian luar? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


514B 

Apakah (NAMA) pernah mendapatkan imunisasi polio, 
cairan yang diteteskan 2 tetes ke mulut untuk mencegah 
penyakit polio? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

► 517B 

515B 

Apakah (NAMA) pertama kali diimunisasi polio pada dua 
minggu setelah lahir atau kemudian? 

DALAM DUA MINGGU PERTAMA. 1 

SETELAH DUA MINGGU PERTAMA. 2 


516B 

Berapa kali (NAMA) diimunisasi polio? 

KALI. 


517B 

Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi DPT untuk 
mencegah dipteri, pertusis, dan tetanus yang biasanya 
disuntikkan di paha dan diberikan bersama dengan imunisasi 
polio? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

J—► 518B 

517BB 

Berapa kali (NAMA) diimunisasi DPT? 

KALI.P 


518B 

Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi Hepatitis B 
yang biasanya disuntikkan di paha bagian luar? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

J—► 523 B 

518BB 

Berapa kali (NAMA) diimunisasi Hepatitis B? 

KALI.L] 


523 B 

Apakah (NAMA) pernah mendapat imunisasi campak 
yang biasanya disuntikkan di lengan kiri bagian atas ? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

J—► 526B 

524 B 

Berapa kali (NAMA) mendapatkan imunisasi campak? 

KALI. LP 



W-41 


Lampiran Kuesioner WUS • 333 


















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 


NAMA ANAK SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NO. URUT KELAHIRAN. .1 1 


526B 

LIHAT 215 PADA RIWAYAT KELAHIRAN, APAKAH ADA KELAHIRAN LAGI PADA 2014-2017? 

YA | | TIDAK | 


1 

(LANJUTKAN 502B PADA 

KUESIONER TAMBAHAN) 



W- 42 


334 


Lampiran Kuesioner WUS 













BAGIAN 6. KESEHATAN DAN GIZI ANAK 


601 

LIHAT 224: 

SATU ATAU LEBIH KELAHIRAN 

SEJAK JANUARI 2012 

Z 

r 

TIDAK ADA KELAHIRAN -1 

SEJAK JANUARI 2012 --► 648 

602 

LIHAT 215: TULISKAN NOURUT KELAHIRAN PADA 603 DAN NAMA BESERTA STATUS KELANGSUNGAN HIDUP PADA 
604 UNTUK SETIAP KELAHIRAN SEJAK JANUARI 2012. MULAILAH DARI ANAK TERAKHIR. JIKA TERDAPAT LEBIH DARI 

2 KELAHIRAN, GUNAKAN KOLOM TERAKHIR PADA KUESIONER TAMBAHAN. 

Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan mengenai kesehatan anak Ibu/Saudari yang lahir dalam lima tahun 
terakhir. (Kita akan membicarakan seorang demi seorang). 

603 

NOMOR URUT KELAHIRAN DARI 

RIWAYAT KELAHIRAN 212 

ANAK TERAKHIR 

NO. URUT KELAHIRAN.Q 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NO. URUT KELAHIRAN. \^ 

604 

DARI 212 DAN 216 

NAMA 

NAMA 


HIDUP MENINGGA 

Zl z 

(TERUS KE 646) <- 

r 

L 

HIDUP MENINGGAL 

Z z 

(TERUS KE 646) 4- 

▼ 

605 

Apakah (NAMA) menerima vitamin A 
seperti ini selama 6 bulan terakhir? 

TUNJUKKAN LEAFLET KAPSUL. 

YA, MERAH. 1 

YA, BIRU. 2 

TIDAK. 3 

TIDAK TAHU. 8 

YA, MERAH. 1 

YA, BIRU. 2 

TIDAK. 3 

TIDAK TAHU. 8 

607 

Apakah (NAMA) menerima obat cacing 
selama 6 bulan terakhir? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

608 

Apakah (NAMA) pernah buang-buang air 
(mencret/diare) dalam dua minggu terakhir? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 618) i — 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 618) <—| 
TIDAK TAHU. 8 

608A 

LIHAT 469: 

APAKAH ANAK TERAKHIR MASIH 
DISUSUI? 

1 

YA TIDA 

z z 

(TERUS KE 608D) 

K 

h 


608 B 

Selama (NAMA) sakit mencret/diare, 
apakah Ibu/Saudari mengubah jumlah 
pemberian Air Susu Ibu (ASI)? 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 608D) i - ' 

608C 

Anakah riikuranoi. ditambah atau 

dihentikan sama sekali? 

DIKURANGI. 1 

DITAMBAH. 2 

DIHENTIKAN SAMA SEKALI. 3 

608 D 

Apakah ada darah dalam tinja? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


W-43 


Lampiran Kuesioner WUS 


335 




































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

ANAK TERAKHIR 

NAMA 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NAMA 

609 

LIHAT 469: APAKAH SEKARANG SEDANG 
MENYUSUI? 

YA -1 ! TIDAK/ TDK -1 

- 1 | DITANYAKAN - 1 

T Y 

Sekarang saya j Sekarang saya 

ingin menanyakan j ingin menanyakan 

mengenai j mengenai 

pemberian minum i pemberian minum 

termasuk ASI j kepada (NAMA) 

kepada (NAMA) j selama ia mencret/ 

selama ia mencret/ j diare. Apakah 

diare. Apakah j (NAMA) diberi 

1NAMA1 diberi i minum kurano dari 

minum kurana dari i biasanva. sama, 

biasanva. sama. i atau lebih banvak 

atau lebih banvak : dari biasanva? 

dari biasanva? 

| JIKA KURANG 

JIKA KURANG j DARI BIASANYA, 

DARI BIASANYA, i TANYAKAN: 

TANYAKAN: apakah (NAMA) 

apakah (NAMA) i diberi minum 

diberi minum i sangat kurang 

sangat kurang i (KODE 1) atau 

(KODE 1) atau i sedikit kurang dari 

sedikit kurang dari biasanya 

biasanya 1 (KODE 2)? 

(KODE 2)? 

SANGAT KURANG. 1 

KURANG. 2 

SAMA. 3 

LEBIH BANYAK. 4 

TIDAK SAMA SEKALI. 5 

TIDAK TAHU. 8 

SANGAT KURANG. 1 

KURANG. 2 

SAMA. 3 

LEBIH BANYAK. 4 

TIDAK SAMA SEKALI. 5 

TIDAK TAHU. 8 

610 

Apakah (NAMA) diberi makan kurang dari 
biasanya, sama, atau lebih banyak dari 
biasanya? 

JIKA KURANG DARI BIASANYA, 

TANYAKAN: Apakah (NAMA) diberi makan 
sangat kurang (KODE 1) atau sedikit kurang 
dari biasanya (KODE 2)? 

SANGAT KURANG. 1 

KURANG. 2 

SAMA. 3 

LEBIH BANYAK. 4 

TIDAK DIBERI MAKANAN. 5 

BELUM PERNAH DIBERI 

MAKANAN. 6 

TIDAK TAHU. 8 

SANGAT KURANG. 1 

KURANG. 2 

SAMA. 3 

LEBIH BANYAK. 4 

TIDAK DIBERI MAKANAN. 5 

BELUM PERNAH DIBERI 

MAKANAN. 6 

TIDAK TAHU. 8 

611 

Apakah Ibu/Saudari pernah mencari 
pertolongan/obat untuk mengobati mencret/ 
diare untuk (NAMA)? 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 615) <- ' 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 615)4-1 


W- 44 


336 


Lampiran Kuesioner WUS 



























































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


ANAK TERAKHIR 

NAMA_ 

UKBM 

POS KESDES/POLINDES. a 

POSYANDU. B 

LAINNYA_ c 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. D 

KLINIK PEMERINTAH. E 

PUSKESMAS. | 

PUSTU/PUSLING. G 

BIDAN DI DESA. H 

LAINNYA _ | 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. j 

KLINIK SWASTA/RUMAH 
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. K 

PRAKTIK DOKTER ANAK. | 

PRAKTIK DOKTER UMUM. M 

PRAKTIK BIDAN. n 

PRAKTIK PERAWAT. O 

APOTEK/TOKO OBAT. p 

LAINNYA_ Q 

(TULISKAN) 

LAINNYA 

DUKUN/PARAJI. R 

WARUNG/TOKO. g 

LAINNYA_ X 

(TULISKAN) 


SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NAMA_ 

UKBM 

POS KESDES/POLINDES. a 

POSYANDU. B 

LAINNYA_ c 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. D 

KLINIK PEMERINTAH. E 

PUSKESMAS. | 

PUSTU/PUSLING. G 

BIDAN DI DESA. H 

LAINNYA _ | 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. j 

KLINIK SWASTA/RUMAH 
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. K 

PRAKTIK DOKTER ANAK. | 

PRAKTIK DOKTER UMUM. M 

PRAKTIK BIDAN. n 

PRAKTIK PERAWAT. O 

APOTEK/TOKO OBAT. P 

LAINNYA_ Q 

(TULISKAN) 

LAINNYA 

DUKUN/PARAJI. R 

WARUNG/TOKO. g 

LAINNYA_ X 

(TULISKAN) 


612 


Ke mana Ibu/Saudari mencari pertolongan/ 
perawatan? 

Ke mana lagi? 

JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN 
APAKAH RUMAH SAKIT ATAU KLINIK 
DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 
SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 


(NAMA TEMPAT) 


JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN 
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN 
YANG DISEBUT. 


613 


LIHAT 612: 


DUA ATAU 
LEBIH KODE 
DILINGKARI 


HANYA SATU 
KODE DI¬ 
LINGKARI 


(TERUS KE 615) 


DUA ATAU 
LEBIH KODE 
DILINGKARI 


HANYA SATU 
KODE DI¬ 
LINGKARI 


(TERUS KE 615) 


614 


Dimana Ibu/Saudari pertama kali mencari 
pertolongan/perawatan? 

GUNAKAN KODE DARI 612. 


TEMPAT PERTAMA.. 


n 


TEMPAT PERTAMA.. 


□ 


615 


Ketika mencret/diare, apakah (NAMA) diberi 
minuman seperti: 

a. Oralit ? 

b. Cairan yang dibuat sendiri (larutan gula 
dan garam) sesuai anjuran pemerintah? 

c. Tablet atau sirup Zinc? 


YA TDK TT 

ORALIT. 1 2 8 

CAIRAN BUATAN 

SENDIRI. 1 2 8 

ZINC. 1 2 8 


YA TDK TT 

ORALIT. 1 2 8 

CAIRAN BUATAN 

SENDIRI. 1 2 8 

ZINC. 1 2 8 


W-45 


Lampiran Kuesioner WUS 


337 



































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

ANAK TERAKHIR 

NAMA 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NAMA 



616 

LIHAT 615 

ADA ‘YA’ YANG 
DILINGKARI 

’ 

a) Apakah ada la 
yang diberikan u r 
mengobati menc 
diare? 

Z 

' 

gi 

itu k 
et/ 

SEMUANYA 
TIDAK ATAU 
TIDAK TAHU , 

b) Apakah ada 
diberikan untul 
mengobati me 
diare? 

Zl 

yang 

icret/ 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE 618) <— 

TIDAK TAHU. 8 

YA. 1 

TIDAK. 2 

(TERUS KE618) 4 —| 
TIDAK TAHU. 8 

617 

LIHAT 615 




PIL ATAU SIRUP 


PIL ATAU SIRUP 



ADA ‘YA’ YANG 

1 

SEMUANYA 

i 

ANTIBIOTIK. 

A 

ANTIBIOTIK. 

A 


DILINGKARI 

_ 1 

TIDAK ATAU 

_i 

ANTIMOTILITY. 

B 

ANTIMOTILITY. 

B 


1 

' 

TIDAK TAHU , 

r 

LAINNYA (SELAIN ANTIBIOTIK 


LAINNYA (SELAIN ANTIBIOTIK 



a) Obat/ramuan apa 



ANTIMOTILITY, ATAU ZINC) 

c 

ANTIMOTILITY, ATAU ZINC) 

c 


lagi yang diberikan? 

b) Obat/ramuan apa 

PIL/SIRUP YANG TIDAK 


PIL/SIRUP YANG TIDAK 





yang diberikan? 

DIKETAHUI. 

D 

DIKETAHUI. 

D 






SUNTIKAN 


SUNTIKAN 



LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN 







YANG DISEBUT. 




ANTIBIOTIK. 

E 

ANTIBIOTIK. 

E 






NON-ANTIBIOTIK. 

F 

NON-ANTIBIOTIK. 

F 






SUNTIKAN YANG TIDAK 


SUNTIKAN YANG TIDAK 







DIKETAHUI. 

G 

DIKETAHUI. 

G 






SUNTIKAN PEMBULUH 


SUNTIKAN PEMBULUH 







DARAH. 

H 

DARAH. 

H 






OBAT RAMUAN/JAMU. 

1 

OBAT RAMUAN/JAMU. 

1 






LAINNYA 

X 

LAINNYA 

X 






(TULISKAN) 


(TULISKAN) 


618 

Apakah (NAMA) pernah sakit demam/panas 

YA. 

1 

YA. 

1 


dalam dua minaau terakhir? 











TIDAK. 

2 

TIDAK. 

2 






TIDAK TAHU. 

8 

TIDAK TAHU. 

8 

620 

Apakah (NAMA) pernah sakit batuk dalam 

YA. 

1 

YA. 

1 


dua minggu terakhir? 



TIDAK. 

2 

TIDAK. 

2 






(TERUS KE 623) i — 

(TERUS KE 623) i —| 






TIDAK TAHU. 

8 

TIDAK TAHU. 

8 

621 

Ketika (NAMA) sakit batuk, apakah ia 


YA. 

1 

YA. 

1 


bernafas lebih cepat atau tersengal-sengal 
dalam dua minaau terakhir? 

TIDAK. 

2 

TIDAK. 

2 






(TERUS KE 623) 4 — 

(TERUS KE 623) i —| 






TIDAK TAHU. 

8 

TIDAK TAHU. 

8 

622 

Apakah nafas cepat atau tersengal-sengal 

DADA SAJA. 

1 ~| 

DADA SAJA. 

1_ l 


yang dialami disebabkan permasalahan pada 






dada atau karena hidung tersumbat/meler? 

HIDUNG SAJA. 

2 - 

HIDUNG SAJA. 

2 - 






KEDUANYA. 

3- 

KEDUANYA. 

3- 






LAINNYA 

6 - 

LAINNYA 

6 - 






(TULISKAN) 


(TULISKAN) 







TIDAK TAHU. 

8 - 

TIDAK TAHU. 

8 - 






(TERUS KE 624)- 

(TERUS KE 624) 



W-46 


338 


Lampiran Kuesioner WUS 














































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

ANAK TERAKHIR 

NAMA 

SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NAMA 



623 

LIHAT 618 DAN 620: 

APAKAH DEMAM/PANAS/BATUK? 

YA TIDAK ATAU 

-1 TIDAK TAHU 

- 1 d 

, r (TERUS KE 646) <- 

YA TIDAK ATAU 

-1 TIDAK TAHU 

- 1 q 

, r (TERUS KE 646) 4 - 

623A 

Sekarang Saya ingin mengetahui berapa 
banyak (NAMA) diberi minum (termasuk ASI) 
selama sakit demam/panas/batuk. 

Apakah diberi minum lebih sedikit dari 
biasanya, kurang lebih sama, atau lebih 
banyak dari biasanya? 

JIKA KURANG DARI BIASANYA, 

TANYAKAN : Apakah (NAMA) diberi minum 
sangat kurang (KODE 1) atau sedikit kurang 
dari biasanya (KODE 2)? 

SANGAT KURANG. 1 

KURANG. 2 

SAMA. 3 

LEBIH BANYAK. 4 

TIDAK DIBERI MINUM. 5 

TIDAK TAHU. 8 

SANGAT KURANG. 1 

KURANG. 2 

SAMA. 3 

LEBIH BANYAK. 4 

TIDAK DIBERI MINUM. 5 

TIDAK TAHU. 8 

623B 

Jika (NAMA) mengalami demam/panas/ 
batuk, apakah dia diberi makan lebih sedikit 
dari biasanya, kurang lebih sama, atau lebih 
banyak dari biasanya? 

JIKA KURANG DARI BIASANYA, 

TANYAKAN : Apakah (NAMA) diberi makan 
sangat kurang (KODE 1) atau sedikit kurang 
dari biasanya (KODE 2)? 

SANGAT KURANG. 1 

KURANG. 2 

SAMA. 3 

LEBIH BANYAK. 4 

TIDAK DIBERI MAKANAN. 5 

BELUM PERNAH DIBERI 

MAKANAN. 6 

TIDAK TAHU. 8 

SANGAT KURANG. 1 

KURANG. 2 

SAMA. 3 

LEBIH BANYAK. 4 

TIDAK DIBERI MAKANAN. 5 

BELUM PERNAH DIBERI 

MAKANAN. 6 

TIDAK TAHU. 8 

624 

Apakah Ibu/Saudari pernah mencari 
pertolongan/obat untuk mengobati sakit 
demam/panas/batuk (NAMA)? 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 629) i -1 

YA. 1 

TIDAK. 2-i 

(TERUS KE 629) i -1 

625 

Ke mana Ibu/Saudari mencari pertolongan/ 
obat untuk mengobati sakit demam/panas/ 
batuk (NAMA)? 

Ke mana lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN 
LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN 

YANG DISEBUT. 

UKBM 

POSKESDES/POLINDES. A 

POSYANDU. B 

LAINNYA r. 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. D 

KLINIK PEMERINTAH. E 

PUSKESMAS. F 

PUSTU/PUSLING. G 

BIDAN DI DESA. H 

LAINNYA i 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. J 

KLINIK SWASTA/RUMAH 
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. K 
PRAKTIK DOKTER ANAK. [_ 

PRAKTIK DOKTER UMUM. M 

PRAKTIK BIDAN. n 

PRAKTIK PERAWAT. O 

APOTEK/TOKO OBAT. p 

LAINNYA n 

(TULISKAN) 

LAINNYA 

DUKUN/PARAJI. R 

WARUNG/TOKO. s 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

UKBM 

POSKESDES/POLINDES. A 

POSYANDU. B 

LAINNYA r. 

(TULISKAN) 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. D 

KLINIK PEMERINTAH. E 

PUSKESMAS. F 

PUSTU/PUSLING. G 

BIDAN DI DESA. H 

LAINNYA i 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/ 

RS BERSALIN. J 

KLINIK SWASTA/RUMAH 
BERSALIN/BALAI PENGOBATAN.. K 
PRAKTIK DOKTER ANAK. |_ 

PRAKTIK DOKTER UMUM. M 

PRAKTIK BIDAN. |\| 

PRAKTIK PERAWAT. 0 

APOTEK/TOKO OBAT. p 

LAINNYA n 

(TULISKAN) 

LAINNYA 

DUKUN/PARAJI. R 

WARUNG/TOKO. s 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


W-47 


Lampiran Kuesioner WUS 


339 




























































































ANAK TERAKHIR 



SEBELUM ANAK TERAKHIR 

NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 









NAMA 


NAMA 










626 

LIHAT 625: 

DUA ATAU HANYA SATU 

DUA ATAU HANYA SATU 



LEBIH KODE KODE DI- 

LEBIH KODE KODE DI- 



DILINGKARI LINGKARI 

DILINGKARI LINGKARI 




Z c 



Zl z 




1 

r (TERUS KE 628) 4- 


1 

r (TERUS KE 628) 4 - 


627 

Dimana Ibu/Saudari pertama kali mencari 








pertolongan/perawatan? 

TEMPAT PERTAMA. 

TEMPAT PERTAMA. 

□ 


GUNAKAN KODE DARI 625. 






628 

Berapa hari setelah sakit demam/panas/ 
batuk, Ibu/Saudari pertama kali mencari 







HARI. .1 I 

hari. .. 


pertolongan/perawatan? 








JIKA PADA HARI YANG SAMA 

TULISKAN '00' 







629 

Apakah (NAMA) minum obat selama sakit 

YA 


1 

YA. 

1 


demam/panas/batuk? 

TIDAK. 

2 

TIDAK. 

2 




(TERUS KE 646) 4—1 


(TERUS KE 646) 4—1 



TIDAK TAHU. 

8 

TIDAK TAHU. 

8 

630 

Obat apa yang diminum (NAMA)? 

OBAT ANTIMALARIA 


OBAT ANTIMALARIA 




SP/FANSIDAR. 

A 

SP/FANSIDAR. 

A 



CHLOROOUINE. 

B 

CHLOROOUINE. 

B 


Apakah ada obat lain yang diminum? 

AMODIAOUINE. 

OUININE. 

C 

D 

AMODIAOUINE. 

OUININE. 

C 

D 



KOMBINASI DENGAN 


KOMBINASI DENGAN 




ARI EMISI M N. 

E 

ARTEMISININ. 

E 



ANTIMALARIA LAINNYA 


ANTIMALARIA LAINNYA 



CATAT SEMUA YANG DISEBUTKAN. 



F 



F 



(TULISKAN) 



(TULISKAN) 




OBAT ANTIBIOTIK 


OBAT ANTIBIOTIK 




PIL/SIRUP. 

G 

PIL/SIRUP. 

G 



SUNTIKAN. 

H 

SUNTIKAN. 

H 



OBAT DEMAM/PANAS 


OBAT DEMAM/PANAS 




ASPIRIN. 

1 

ASPIRIN. 

1 



PARACETAMOL/ 


PARACETAMOL/ 




ACETAMINOPHEN. 

J 

ACETAMINOPHEN. 

J 



IBUPROFEN. 

K 

IBUPROFEN. 

K 



OBAT BATUK 


OBAT BATUK 




OBH. 

L 

OBH. 

■ L 



AMBROXOL. 

M 

X 

AMBROXOL. 

M 

X 



LAINNYA 

LAINNYA 




(TULISKAN) 



(TULISKAN) 




TIDAK TAHU. 

Z 

TIDAK TAHU. 

Z 

646 


KEMBALI KE 604 PADA KOLOM 


KEMBALI KE 604 PADA KOLOM 



BERIKUTNYA, ATAU JIKA TIDAK 


BERIKUTNYA, ATAU JIKA TIDAK 



ADA KELAHIRAN SEBELUMNYA, 

ADA KELAHIRAN SEBELUMNYA, 



TERUSKAN KE 647. 


TERUSKAN KE 647. 



W-48 


340 


Lampiran Kuesioner WUS 





























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

647 

LIHAT 615 (a): 

TIDAK ADA ANAK 
YANG MINUM 
ORALIT , 

Zl 

f 

ADA ANAK YANG 1-1 

MINUM ORALIT 1 - 1 - 

-► 648A 

648 

Apakah Ibu/Saudari pernah mendengar tentang ORALIT yang 
bisa dipakai untuk mengobati (mengatasi) diare? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


648A 

LIHAT 218: 

PUNYA SATU ANAK 
ATAU LEBIH YANG 
TINGGAL DENGAN 
RESPONDEN ’ 

TIDAK ADA ANAK YANG 

-1 TINGGAL DENGAN i- 1 

- 1 RESPONDEN/ 1_1_ 

r TIDAK DITANYAKAN 

-► 701 

648B 

Ketika anak Ibu/Saudari (salah seorang anak Ibu/Saudari) 
menderita sakit keras, apakah Ibu/Saudari dapat memutuskan 
sendiri untuk mencari pengobatan medis untuk anak Ibu/ 

Saudari? 

JIKA TIDAK ADA ANAK YANG MENDERITA SAKIT KERAS, 
TANYAKAN: Seandainya anak Ibu/Saudari (salah seorang anak 
Ibu/Saudari) menderita sakit keras, apakah Ibu/Saudari dapat 
memutuskan sendiri untuk mencari pengobatan medis untuk 
anak Ibu/Saudari? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TERGANTUNG. 3 


648C 

Siapa yang membuat keputusan akhir mengenai apakah 
anak yang sakit diobati secara medis atau tidak? 

RESPONDEN. 01 

SUAMI. 02 

SUAMI BERSAMA RESPONDEN. 0 3 

SUAMI BERSAMA ORANG LAIN. 04 

RESPONDEN BERSAMA ORANG 

LAIN. 05 

ORANG LAIN. 06 


649 

LIHAT 215 DAN 218: 

PUNYA PALING SEDIKIT 
SATU ANAK YANG LAHIR 
SEJAK JANUARI 2015 DAN 
TINGGAL DENGAN 
RESPONDEN 

’ 

TULIS NAMA ANAK'i 
TINGGAL DENGAN 
LANJUTKAN KE 650 

( 

-. TIDAK PUNYA ANAK _ 

YANG LAHIR SEJAK 


JANUARI 2015 DAN 

TINGGAL DENGAN 

RESPONDEN 

' 

/ANG TERKECIL YANG 

RESPONDEN (DAN 

NAMA) 



W-49 


Lampiran Kuesioner WUS • 341 






































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


650 


Sekarang saya ingin bertanya tentang makanan atau minuman yang dimakan/diminum (NAMA DARI 649) 
selama seharian kemarin mulai dari pagi hingga malam hari. Saya ingin mengetahui apakah anak Ibu/Saudari 
memakan/meminum rincian yang saya sebutkan meskipun merupakan kombinasi dengan jenis makanan lain. 


Apakah (NAMA DARI 649) memakan/meminum: 


YA 

TIDAK 

TT 

a) 

Air putih? 

a) 

1 

2 

8 

b) 

Jus atau sari buah? 

b) 

1 

2 

8 

c) 

Air kaldu (seperti kaldu ayam, kaldu daging, atau kaldu ikan)? 

c) 

1 

2 

8 

d) 

Susu lainnya, seperti: susu kental manis, susu bubuk, atau susu segar? 

d) 

1 

2 

8 


JIKA YA: Berapa kali (NAMA) meminum susu? 

JIKA 7 KALI ATAU LEBIH, CATAT 'T. 

JUMLAH MEMINUM 
SUSU 

□ 

e) 

Susu formula bayi/balita? 

JIKA YA: Berapa kali (NAMA) meminum susu formula bayi/balita? 

JIKA 7 KALI ATAU LEBIH, CATAT 'T. 

e) 

JUMLAH 

1 2 

MEMINUM 

SUSU 

8 

□ 

f) 

Minuman/cairan lainnya (seperti air gula, teh, air tajin, susu kedelai, dll)? 

f) 

1 

2 

8 

g) 

Yogurt? (tidak termasuk Yakult, vitacarm dll) 

JIKA YA: Berapa kali (NAMA) meminum yogurt? 

JIKA 7 KALI ATAU LEBIH, CATAT 'T. 

g) 

JUMLAH 

1 2 

MEMINUM 

YOGURT 

8 

□ 

h) 

Makanan bayi bermerek, misalnya Sun, Milna, Cerelac dll? 

h) 

1 

2 

8 

i) 

Nasi, roti, mie, bubur, jagung, sagu atau makanan lain yang dibuat dari padi- 
padian seperti beras, gandum, sorgum, dll? 

i) 

1 

2 

8 

j) 

Labu kuning, wortel, atau ubi jalar yang berwarna kuning atau oranye di 
dalamnya? 

j) 

1 

2 

8 

k) 

Kentang, ubi kayu/ketela pohon/singkong, talas, dan makanan lain dari akar- 
akaran atau akar umbi? 

k) 

1 

2 

8 

1) 

Sayuran hijau (bayam, kangkung, katuk, daun singkong, daun labu dll.)? 

1) 

1 

2 

8 

m) 

Buah-buahan yang kaya vitamin A yang masak, seperti mangga, pepaya, 
nangka, cempedak, kesemek, melon kuning? 

m) 

1 

2 

8 

n) 

Buah atau sayuran lainnya (seperti apel, alpukat, kapri, terong, oyong dll)? 

n) 

1 

2 

8 

o) 

Hati, ampela, ginjal, jantung, atau jeroan lainnya? 

o) 

1 

2 

8 

P) 

Daging: ayam, sapi, kambing, babi atau itik? 

P) 

1 

2 

8 

q) Telur? 

q) 

1 

2 

8 

r) 

Ikan/kerang segar atau asin? 

r) 

1 

2 

8 

s) 

Makanan dari kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang merah, kacang tolo, 
kacang jogo, kacang hijau, kacang babi, kacang tanah, tahu, tempe, dll.)? 

s) 

1 

2 

8 

t) 

Keju atau makanan lain yang terbuat dari susu? 

t) 

1 

2 

8 

a) 

Makanan padat, setengah padat, makanan lumat lainnya termasuk kue-kue 
seperti kue pisang, cucur, pancong, bakwan, risoles, atau permen? 

u) 

1 

2 

8 


651 


LIHAT 650 (KATEGORI "g" SAMPAI "u"): 

TIDAK SATU PUN 
JAWABAN "YA" 
DILINGKARI 


PALING SEDIKIT 
ADA SATU "YA" | | 


DILINGKARI 


-> 653 


W-50 


342 • Lampiran Kuesioner WUS 
































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

652 

Apakah (NAMA DARI 649) memakan makanan padat, setengah 
padat, atau makanan lumat selama seharian kemarin mulai dari 
pagi hingga malam hari? 

JIKA 'YA' TANYAKAN : 

Apakah jenis makanan padat, setengah padat, atau makanan 
lumat yang dimakan (NAMA)? 

YA. 1 | 

(KEMBALI KE 650 MENGENAI <- ' 

MAKANAN YANG DIMAKAN KEMARIN) 

(KEMUDIAN LANJUTKAN KE 653) i - 1 

TIDAK. 2 

—► 654 

653 

Berapa kali (NAMA DARI 649) memakan makanan padat, 
setengah padat, atau makanan lumat selama seharian 
kemarin mulai dari pagi hingga malam hari? 

JIKA 7 KALI ATAU LEBIH, CATAT 'T. 

KALI. [^] 

TIDAK TAHU. 8 


654 

Terakhirkah (NAMA DARI 649) buang air besar, dimanakah 
kotoran tersebut dibuang? 

ANAK MENGGUNAKAN KAKUS. 01 

KOTORAN DIBUANG/DISIRAM KE 

KAKUS. 02 

KOTORAN DIBUANG/DISIRAM KE 

SELOKAN. 03 

KOTORAN DIBUANG KE TEMPAT 

SAMPAH. 04 

KOTORAN DIKUBUR. 05 

KOTORAN DIBIARKAN SAJA. 06 

LAINNYA qr 

(TULISKAN) 



W-51 


Lampiran Kuesioner WUS • 343 





















BAGIAN 7. PERKAWINAN DAN KEGIATAN SEKSUAL 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


701 


Apakah Ibu/Saudari sekarang berstatus kawin atau hidup 
bersama? 


YA, KAWIN. 

YA, HIDUP BERSAMA.. 
TIDAK. 


>- 


704 


702 


Apakah Ibu/Saudari pernah menikah atau hidup bersama? 


YA, PERNAH KAWIN. 

YA, PERNAH HIDUP BERSAMA.. 
TIDAK. 


-> 711C 


703 


Apa status perkawinan Ibu/Saudari sekarang: cerai mati, cerai 
hidup, atau pisah? 


CERAI MATI. 

CERAI HIDUP. 
PISAH. 


► 709 


704 


Apakah suami/pasangan Ibu/Saudari tinggal bersama Ibu/ 
Saudari atau tinggal di tempat lain? 


TINGGAL BERSAMA. 

TINGGAL DI TEMPAT LAIN.. 


705 


TULISKAN NAMA SUAMI/PASANGAN DAN NOMOR URUT 
DARI DAFTAR RUMAH TANGGA. JIKA IA TIDAK ADA 
DALAM DAFTAR RUMAH TANGGA, TULISKAN ‘00'. 


NAMA 


NOMOR URUT. 


□□ 


709 


Apakah Ibu/Saudari menikah atau hidup bersama hanya satu 
kali atau lebih dari satu kali? 


HANYA SATU KALI. 1 

LEBIH DARI SATU KALI. 2 


710 


709A 


Apa alasan utama Ibu/Saudari menikah atau hidup bersama 
lebih dari satu kali? 


SUAMI/PASANGAN MENINGGAL. 01 


ADANYA PERSELINGKUHAN. 

ADANYA KEKERASAN DALAM RT.... 

SUAMI/PASANGAN TIDAK MAMPU 
MEMBERI KEBUTUHAN MATERI.. 
MASALAH PEMENUHAN 

KEBUTUHAN BIOLOGIS. 05 

SERING BERTENGKAR/CEKCOK. 06 

PISAH TERLALU LAMA. 07 

TIDAK PUNYA ANAK. 08 


04 


LAINNYA 


96 


(TULISKAN) 


710 


LIHAT 709: 

MENIKAH/ 
HIDUP 
BERSAMA 
HANYA SATU 
KALI 


a) Pada bulan dan tahun 
berapa Ibu/Saudari 
memulai kehidupan 
dengan suami/pasangan 
Ibu? 


MENIKAH/ 
HIDUP 
BERSAMA 
LEBIH DARI 
SATU KALI 


b) Sekarang saya ingin 

menanyakan suami/pasangan 
pertama Ibu/Saudari. Pada 
bulan dan tahun berapa Ibu/ 
Saudari memulai kehidupan 
dengannya? 


BULAN. . □□ 

TIDAK TAHU BULAN. 98 


TAHUN.. 


□□□□ 


71 IA 


TIDAK TAHU TAHUN.. 


9998 


711 


Berapa umur Ibu/Saudari ketika menikah/mulai hidup bersama 
dengan suami/pasangan Ibu/Saudari (yang pertama)? 


UMUR. 


□□ 


W- 52 


344 


Lampiran Kuesioner WUS 



















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

71 IA 

Apakah Ibu/Saudari pernah mendapat imunisasi TT ? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

J -► 711C 

71 IB 

a. Berapa kali Ibu/Saudari diberi imunisasi TT sebelum 
menikah/hidup bersama (yang pertama)? 

b. Berapa kali Ibu/Saudari diberi imunisasi TT setelah 
menikah/hidup bersama (yang pertama)? 

JIKA TIDAK PERNAH, TULISKAN '0' 

JIKA 5 KALI ATAU LEBIH, TULIS‘5', JIKA TIDAK TAHU, 

TULIS '8' 

a. JUMLAH SEBELUM. [ 

b. JUMLAH SETELAH. 


711C 

PADA KOLOM 4 TENTUKAN BULAN-BULAN RESPONDEN BERSTATUS TIDAK KAWIN/KAWIN/ 

HIDUP BERSAMA SEJAK JANUARI 2012. TULISKAN ‘X’ UNTUK SETIAP BULAN RESPONDEN 

DALAM STATUS KAWIN ATAU 'B’ JIKA HIDUP BERSAMA, TULISKAN ‘O' UNTUK SETIAP BULAN BAGI 
RESPONDEN BERSTATUS TIDAK KAWIN SEJAK JANUARI 2012. 

UNTUK WANITA YANG MENIKAH/HIDUP BERSAMA LEBIH DARI SATU KALI: TANYAKAN KAPAN 
TELAH MENIKAH/HIDUP BERSAMA LAGI, TANGGAL MENIKAH/HIDUP BERSAMA DAN CERAI/ 

PISAH PADA PERKAWINAN SEBELUMNYA. 

UNTUK WANITA YANG SEKARANG BERSTATUS JANDA/PISAH ATAU KAWIN/HIDUP BERSAMA 
LEBIH DARI SATU KALI: TANYAKAN BULAN-BULAN MENJANDA/PISAH, DAN PERMULAAN DARI 
BULAN PERKAWINAN/HIDUP BERSAMA BERIKUTNYA. 


712 

PERIKSA KEHADIRAN ORANG LAIN. SEBELUM DILANJUTKAN, USAHAKAN MENJAMIN KENYAMANAN RESPONDEN. 

713 

Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan 
mengenai kegiatan seksual untuk mendapatkan 
pemahaman yang lebih baik mengenai beberapa masalah 
penting kehidupan. Jawaban Ibu/Saudari akan dijaga 
kerahasiaannya dan tidak akan diberitahu kepada 
siapapun. Jika kita sampai pada pertanyaan yang Ibu tidak 
ingin jawab, beritahukan kepada saya dan kita akan 
lanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Berapa umur Ibu/ 

Saudari ketika pertama kali berhubungan seksual? 

TIDAK PERNAH. 00 


UMUR DALAM TAHUN. 

KETIKA MENIKAH/HIDUP BERSAMA.... 95 


714 

Kapan Ibu /Saudari terakhir kali berhubungan seksual? 

JIKA KURANG DARI 12 BULAN JAWABAN DICATAT DALAM 
BULAN, MINGGU ATAU HARI. JIKA 12 BULAN ATAU LEBIH 
JAWABAN HARUS DICATAT DALAM TAHUN. 

HARI YANG LALU. 1 [_ 

MINGGU YANG LALU. 2 E 

BULAN YANG LALU. 3 E 

TAHUN YANG LALU. 4 E 


714A 

Dapatkah Ibu/Saudari mengatakan "tidak" kepada suami/ 
pasangan jika tidak ingin melakukan hubungan seksual? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


714B 

Dapatkah Ibu/Saudari meminta suami/pasangan untuk 
menggunakan kondom? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 



W-53 


Lampiran Kuesioner WUS 


345 






































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

714C 

Apakah Ibu/Saudari mengetahui tanda-tanda adanya bahaya 
(komplikasi) pada waktu hamil? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 714F 

714D 

Masalah kesehatan apakah yang dapat membahayakan 
seorang wanita ketika hamil? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

MULAS BERKEPANJANGAN.A 

PERDARAHAN. B 

DEMAM YANG TINGGI. C 

KEJANG-KEJANG. D 

JANIN DALAM POSISI YANG SALAH. E 

BENGKAK. F 

PINGSAN. G 

SUSAH BERNAPAS. H 

LELAH. | 

LAINNYA. X 


714E 

Apakah yang harus dilakukan oleh wanita hamil jika 
mengalami masalah tersebut? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TIDAK MELAKUKAN APA-APA.A 

ISTIRAHAT. B 

MINUM OBAT. C 

MINUM JAMU. D 

KE DUKUN. E 

KE BI DAN. F 

KE DOKTER.G 

FASILITAS KESEHATAN. H 

LAINNYA. X 

TIDAK TAHU. Z 


714F 

Masalah kesehatan apa saja yang dapat membahayakan wanita 
selama melahirkan? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

AIR KETUBAN PECAH TERLALU 

CEPAT.A 

PERDARAHAN YANG BANYAK 

SELAMA MELAHIRKAN DAN 

SESUDAH BAYI LAHIR.B 

DEMAM YANG TINGGI.C 

MULAS BERKEPANJANGAN.D 

PINGSAN.E 

KEJANG-KEJANG.F 

PLASENTA TIDAK MAU KELUAR.G 

BAYI MENINGGAL SEBELUM LAHIR.H 

LAINNYA. X 

TIDAK TAHU. Z 

-► 714H 

714G 

Apakah yang harus dilakukan? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TIDAK MELAKUKAN APA-APA.A 

ISTIRAHAT. B 

MINUM OBAT.C 

MINUM JAMU. D 

KE DUKUN. E 

KE BI DAN. F 

KE DOKTER.G 

FASILITAS KESEHATAN. H 

LAINNYA. X 

TIDAK TAHU. Z 



W-54 


346 


Lampiran Kuesioner WUS 























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

714H 

Masalah apa saja yang dapat membahayakan pada seorang 
wanita selama masa nifas? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

PERDARAHAN LEBIH BANYAK 

DIBANDING DENGAN BIASANYA 
(LEBIH DARI 3 KAIN). A 

PINGSAN. B 

KEJANG-KEJANG. C 

DEMAM YANG TINGGI. D 

LENDIR YANG BERBAU TIDAK SEDAP... E 

RASA NYERI DI PAYUDARA. F 

RASA SEDIH DAN TERTEKAN. G 

LAINNYA. X 

TIDAK TAHU. Z 



7141 

Apakah yang harus dilakukan terhadap wanita tersebut? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 

KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

Tl DAK MELAKU KAN APA-APA. A 

ISTIRAHAT. B 

MINUM OBAT. C 

MINUM JAMU. D 

KE DUKUN. E 

KE BI DAN. F 

KE DOKTER. G 

FASILITAS KESEHATAN. H 

LAINNYA. X 

TIDAK TAHU. Z 


731 

PERIKSA KEHADIRAN ORANG LAIN 

YA TIDAK 

ANAK <10 TAHUN. 1 2 

LAKI-LAKI DEWASA. 1 2 

WANITA DEWASA. 1 2 



W-55 


Lampiran Kuesioner WUS 


347 

































BAGIAN 8. PREFERENSI FERTILITAS 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


801 


LIHAT 304: 


TIDAK DITANYAKAN 
ATAU RESPONDEN DAN 
SUAMI/PASANGAN TIDAK 
DISTERILISASI 


RESPONDEN DAN ATAU _ 

SUAMI/PASANGAN 

DISTERILISASI 


-> 813 


802 


LIHAT 226: 


HAMIL 


TIDAK HAMIL/ 
TIDAK TAHU 


► 804 


803 


Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan 
mengenai masa yang akan datang. Setelah melahirkan 
anak yang Ibu/Saudari kandung sekarang, apakah Ibu/ 
Saudari ingin mempunyai anak lagi atau tidak ingin 
mempunyai anak lagi? 


INGIN ANAK LAGI. 1 

TIDAK INGIN ANAK LAGI. 2 

BELUM MEMUTUSKAN/TIDAK TAHU.... 8 

INGIN ANAK. 1 

TIDAK INGIN ANAK. 2 

TIDAK DAPAT HAMIL. 3 

TIDAK TAHU. 8 

BULAN. 1 □□ 

TAHUN. .* □□ 

SEGERA/SEKARANG. 993 

REPONDEN TIDAK DAPAT HAMIL. 994 

SEGERA SETELAH MENIKAH. 995 

LAINNYA_ 996 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 998 


H 


805 
812 


804 


Sekarang saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan 
mengenai masa yang akan datang. Apakah Ibu/Saudari 
ingin mempunyai anak (lagi) atau tidak ingin mempunyai 
anak (lagi)? 


-► 807 
-> 813 
► 811 


805 


LIHAT 226: 

TIDAK HAMIL/ 
TIDAK TAHU 


Berapa lama Ibu/ 
Saudari ingin menunggu 
mulai dari sekarang 
sampai kelahiran anak 
(berikutnya)? 


HAMIL 


Berapa lama Ibu/ 
Saudari ingin menunggu 
sesudah melahirkan 
anak yang Ibu/Saudari 
kandung sampai 
kelahiran anak 
berikutnya? 


-> 811 
-> 813 


-► 811 


806 


LIHAT 226: 


TIDAK HAMIL/ 
TIDAK TAHU 


HAMIL [ 


-> 812 


807 


LIHAT 303: 


TIDAK PAKAI 
ALAT/CARA KB 


PAKAI ALAT/CARA KB [ 


-> 813 


808 


LIHAT 805: 

TIDAK 

DITANYAKAN 


24 BULAN ATAU LEBIH 

— 

00-23 BULAN 


ATAU 

_ 

ATAU 



► 812 


809 


LIHAT 714: 


KODE 'l’, ATAU '2' 
ATAU ‘3’ 
DILINGKARI 


KODE '4’ 
DILINGKARI 


O. 


-> 811 


TIDAK 

DITANYAKAN 


► 811 


W-56 


348 


Lampiran Kuesioner WUS 




























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

810 

LIHAT 804: 

INGIN PUNYA -1 i TIDAK INGIN -1 

ANAK LAGI - 1 j ANAK - 1 

Y Y 

Ibu/Saudari i lbu/Saudari 

mengatakan bahwa Ibu/ i mengatakan bahwa 

Saudari ingin anak lagi i 'bu/Saudari tidak 

tapi tidak dalam waktu 2 j mgin anak lagi, tetapi 

tahun ini, sementara i Ibu/Saudari tidak 

Ibu/Saudari tidak j menggunakan alat/ 

menggunakan alat/cara i cara ^ a P a P un 

KB apapun untuk i untuk mencegah 

mencegah kehamilan. j kehamilan. Dapatkah 

Dapatkah Ibu/Saudari i Ibu/Saudari 

mengatakan i mengatakan 

alasannya? j ainnya? 

Ada alasan lain? Ada alasan lain? 

JANGAN BACAKAN PILIHAN JAWABAN. 

TIDAK KAWIN. A 

ALASAN FERTILITAS 

PUASA KUMPUL. B 

JARANG KUMPUL. C 

MENOPAUSE/HISTEREKTOMI. D 

TIDAK DAPAT HAMIL. E 

BARU MELAHIRKAN. F 

MENYUSUI. G 

KEPERCAYAAN. H 

MENENTANG UNTUK MEMAKAI 

RESPONDEN MENENTANG. | 

SUAMI/PASANGAN MENENTANG. J 

ORAN G LAIN M ENE NTAN G. K 

LARANGAN AGAMA/ADAT. L 

KURANG PENGETAHUAN 

TIDAK TAHU ALAT/CARA KB. M 

TIDAK TAHU SUMBER. N 

ALASAN ALAT/CARA KB 

MASALAH KESEHATAN. O 

TAKUT EFEK SAMPING. P 

KURANGNYA AKSES/TERLALU JAUH. Q 

BIAYA TERLALU MAHAL. R 

ALAT/CARA KB YG DIPILIH TIDAK 

TERSEDIA. S 

ALAT/CARA KB TIDAK TERSEDIA. j 

TIDAK NYAMAN. U 

MENJADI GEMUK/KURUS. V 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


811 

LIHAT 303: 

TIDAK DITANYAKAN ATAU 
TIDAK PAKAI 
ALAT/CARA KB ’ 

YA, PAKAI ALAT/1 | 


CARA KB- 

r 

-► 813 

812 

Apakah Ibu/Saudari berpikir akan menjadi peserta KB 
untuk menunda atau mencegah kehamilan di masa 
yang akan datang? 

YA . -i 

TIDAK . 2 

TIDAK TAHU . 8 

-► 813 

812A 

Apa alasan utama Ibu/Saudari tidak menggunakan 
alat/cara KB di masa yang akan datang? 

ALASAN FERTILITAS 

JARANG/PUASA KUMPUL. 11 

MENOPAUSE/HISTEREKTOMI. 12 

TIDAK SUBUR/MANDUL. 13 

INGIN ANAK SEBANYAK MUNGKIN. 14 

KEPERCAYAAN. 15 

MENENTANG UNTUK MEMAKAI 

RESPONDEN MENENTANG. 21 

SUAMI MENENTANG. 22 

ORANG LAIN MENENTANG. 23 

LARANGAN AGAMAADAT. 24 

KURANG PENGETAHUAN 

TIDAK TAHU ALAT/CARA KB. 31 

TIDAK TAHU SUMBER. 32 

ALASAN ALAT/CARA KB 

MASALAH KESEHATAN. 41 

TAKUT EFEK SAMPING. 42 

KURANGNYA AKSES/TERLALU JAUH. 43 

BIAYA TERLALU MAHAL. 44 

TIDAK NYAMAN. 45 

MENJADI GEMUK/KURUS. 46 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 98 



W-57 


Lampiran Kuesioner WUS • 349 

































































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


813 


LIHAT 216: 
MEMILIKI ANAK 
MASIH HIDUP 


Seandainya Ibu/Saudari 
dapat kembali ke waktu 
Ibu/Saudari baru saja 
menikah dan belum 
mempunyai anak dan 
Ibu/Saudari dapat 
menentukan jumlah 
anak yang Ibu/Saudari 
inginkan selama hidup, 
berapakah jumlah anak 
tersebut? 


AJUKAN PERTANYAAN UNTUK MENDAPATKAN 
JAWABAN BERUPAANGKA. 


TIDAK ADA ANAK 
MASIH HIDUP/ 
TIDAK DITANYAKAN 

Seandainya Ibu/Saudari 
dapat menentukan 
jumlah anak yang Ibu/ 
Saudari inginkan 
selama hidup, 
berapakah jumlah anak 
tersebut? 


TIDAK INGIN ANAK . 

JUMLAH. 

LAINNYA 


00 


rn 


96 


(TULISKAN) 


815 


815 


814 


Dari jumlah tersebut, berapa anak laki-laki yang diinginkan, 
berapa anak perempuan yang diinginkan, dan berapa anak 
yang diharapkan tanpa memperhatikan jenis kelamin? 

'APA SAJA' ADALAH JUMLAH ANAK YANG DIINGINKAN 
TANPA PREFERENSI JENIS KELAMIN TERTENTU. 


LK 


PR APA SAJA 


JUMLAH... 

LAINNYA 


(TULISKAN) 


999996 


815 


Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah: 

a) Mendengar tentang KB di radio? 

b) Melihat tayangan tentang KB di televisi? 

c) Membaca tentang KB di koran/majalah? 

d) Membaca tentang KB di poster/pamflet/leaflet? 

e) Membaca tentang KB melalui billboard/spanduk/umbul- 
umbu l/mural? 

f) Membaca tentang KB melalui internet? 


YA TIDAK 

a) RADIO. 1 2 

b) TELEVISI. 1 2 

c) KORAN/MAJALAH. 1 2 

d) POSTER/PAMFLET/ 

LEAFLET. 1 2 

e) BILLBOARD/SPANDUK/ 

UMBUL-UMBUL/MURAL. 1 2 

f) INTERNET. , 2 

YA . i 

TIDAK . 2 

SUAMI/PASANGAN. A 

IBU. B 

BAPAK. C 

SAUDARA PEREMPUAN. D 

SAUDARA LAKI-LAKI. E 

ANAK PEREMPUAN. F 

ANAK LAKI-LAKI. G 

IBU MERTUA. H 

TEMAN/TETANGGA. | 

LAINNYA_ x 

(TULISKAN) 

YA TIDAK 

a) PETUGAS LAPANGAN KB.... i 2 

b) GURU. -| 2 

c) TOKOH AGAMA. -| 2 

d) DOKTER. -| 2 

e) BIDAN ATAU PERAWAT. -| 2 

f) PEMIMPIN DESA/ 

TOKOH MASYARAKAT.... -| 2 

g) PKK/KADER DI DESA. -| 2 

h) APOTEKER. -| 2 


816A 


Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah 
membicarakan KB dengan teman, tetangga, atau keluarga? 


-> 816C 


816B 


Dengan siapa? 


Siapa lagi? 


JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 


816C 


Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari mendapatkan 
penerangan tentang KB dari: 

a) Petugas lapangan KB? 

b) Guru? 

c) Tokoh agama? 

d) Dokter? 

e) Bidan atau perawat? 

f) Pemimpin desa/tokoh masyarakat? 

g) PKK/Kader di desa? 

h) Apoteker/petugas di apotek/toko obat? 


W-58 


350 


Lampiran Kuesioner WUS 























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

816D 

Dalam 6 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari mendapatkan 
penerangan tentang KB dari: 

a) Mobil unit penerangan KB? 

b) Kesenian? 

YA TIDAK 

a) MUPEN KB. 1 2 

b) KESENIAN. 1 2 


817 

LIHAT 701: STATUS PERKAWINA 

KAWIN/ 
HIDUP BERSAMA 

i 

N 

TIDAK KAWIN DAN 1 - j 


r 


818 

LIHAT 303: 

TIDAK |-1 

DITANYAKAN __ 


PAKAI ALAT/CARA 
KB 

' 

D 

r 

TIDAK PAKAI |-1 

Al AT/P.ARA KR 1 1 




819 

Apakah memakai alat/cara KB merupakan keputusan 
Ibu/Saudari, keputusan suami/pasangan Ibu/Saudari, 
atau keputusan bersama? 

RESPONDEN. 1 

SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2 

RESPONDEN DENGAN SUAMI/ 

PASANGAN. 3 

LAINNYA fi 

► 820A 

(TULISKAN) 

820 

Apakah tidak memakai alat/cara KB merupakan 
keputusan Ibu/Saudari, keputusan suami/pasangan Ibu/ 
Saudari, atau keputusan bersama? 

RESPONDEN . 1 

SUAMI/PASANGAN RESPONDEN . 2 

RESPONDEN DENGAN SUAMI/ 

PASANGAN. 3 

LAINNYA fi 


(TULISKAN) 

820A 

Sekarang saya ingin bertanya tentang pendapat suami/ 
pasangan Ibu/Saudari mengenai KB. 

Menurut Ibu/Saudari, apakah suami/pasangan Ibu/ 

Saudari setuju atau tidak setuju jika suatu pasangan 
menggunakan alat/cara KB untuk mencegah kehamilan? 

SETUJU . 1 

TIDAK SETUJU . 2 

TIDAK TAHU . 8 


820 B 

Dalam 6 bulan terakhir, sesering apakah Ibu/Saudari 
membicarakan tentang KB dengan suami/pasangan Ibu/ 
Saudari? 

TIDAK PERNAH . 1 

SEKALI ATAU DUA KALI . 2 

SERINGKALI . 3 


821 

LIHAT 304: 

RESPONDEN DAN 
SUAMI/PASANGAN 
TIDAK DISTERILISASI 

i 

RESPONDEN DAN ATAU 

SUAMI/PASANGAN 1 1 


DISTERILISASI 

r 


822 

Apakah suami/pasangan Ibu/Saudari menginginkan 
jumlah anak yang sama, lebih banyak, atau lebih sedikit 
dari yang Ibu/Saudari inginkan? 

JUMLAH SAMA . 1 

LEBIH BANYAK ANAK . 2 

LEBIH SEDIKIT ANAK . 3 

TIDAK TAHU . 8 



W-59 


Lampiran Kuesioner WUS 


351 

















































BAGIAN 9. LATAR BELAKANG SUAMI/PASANGAN DAN PEKERJAAN RESPONDEN 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

901 

LIHAT 701: STATUS PERKAWINAN 

KAWIN/ -1 TIDAK KAWIN DAN |-1 


▼ 


902 

Berapa umur suami/pasangan Ibu pada ulang tahun terakhir? 

UMUR. [ 


903 

Apakah suami/pasangan Ibu pernah sekolah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 906 

904 

Apakah jenjang sekolah tertinggi yang pernah/sedang diduduki 
oleh suami/pasangan Ibu: sekolah dasar, sekolah menengah 
pertama, sekolah menengah atas, akademi, atau universitas? 

SEKOLAH DASAR. 1 

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. 2 

SEKOLAH MENENGAH ATAS. 3 

AKADEM l/D l/D 1 l/D II1. 4 

DIPLOMA IV/UNIVERSITAS. 5 

TIDAK TAHU. 8 

-► 906 

905 

Apakah tingkat/kelas tertinggi yang diselesaikan oleh suami/ 
pasangan Ibu pada jenjang tersebut? 

PADA TAHUN PERTAMA = 0 TAMAT = 7 

KELAS/TINGKAT. [ 

TIDAK TAHU. 8 


906 

Apakah suami/pasangan Ibu bekerja dalam 7 hari yang lalu? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

-► 908 

907 

Apakah suami/pasangan Ibu bekerja dalam 12 bulan yang lalu? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

||—► 909 

908 

Apakah jenis pekerjaan utama suami/pasangan Ibu? 

(TULIS SELENGKAP MUNGKIN, JANGAN MELINGKARI 

KODE JAWABAN DAN JANGAN MENGISI KOTAK) 

PROFESIONAL, TEKNISI. 01 

KEPEMIMPINAN DAN 

KETATALAKSANAAN. 02 

PEJABAT PELAKSANA DAN TATA 

USAHA. 03 

TENAGA USAHA PENJUALAN. 04 

TENAGA USAHA JASA. 05 

TENAGA USAHA PERTANIAN. 06 

TENAGA PRODUKSI. 07 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 98 


nn 

(DIISI BPS) 

909 

Sekarang saya ingin menanyakan kegiatan Ibu/Saudari selama 
tujuh hari yang lalu. 

Selain mengurus rumah tangga, apakah Ibu/Saudari bekerja 
minimal satu jam terus-menerus dalam tujuh hari yang lalu? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 913 

910 

Seperti Ibu/Saudari ketahui, wanita bisa bekerja dengan 
mendapat bayaran uang atau barang. Ada yang berjualan, 
mempunyai usaha kecil-kecilan, atau bekerja di pertanian 
atau usaha keluarga. Selama tujuh hari yang lalu, apakah Ibu/ 
Saudari melakukan kegiatan seperti itu paling sedikit satu jam 
terus menerus? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 913 

911 

Meskipun Ibu/Saudari tidak bekerja dalam tujuh hari yang lalu, 
apakah Ibu/Saudari mempunyai pekerjaan tetap tetapi 
sementara tidak bekerja karena cuti, sakit, cuti hamil, bepergian 
atau alasan lain? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 913 


W-60 


352 


Lampiran Kuesioner WUS 































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

912 

Dalam 12 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah bekerja? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



913 

Apakah jenis pekerjaan utama Ibu/Saudari? 

(TULIS SELENGKAP MUNGKIN, JANGAN MELINGKARI 

KODE JAWABAN DAN JANGAN MENGISI KOTAK) 

PROFESIONAL, TEKNISI. 01 

KEPEMIMPINAN DAN 

KETATALAKSANAAN. 02 

PEJABAT PELAKSANA DAN TATA 

USAHA. 03 

TENAGA USAHA PENJUALAN. 04 

TENAGA USAHA JASA. 05 

TENAGA USAHA PERTANIAN. 06 

TENAGA PRODUKSI. 07 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 98 



□□ 

- (DIISI BPS) 


914 

Apakah Ibu/Saudari bekerja sebagai pekerja keluarga, buruh/ 
karyawan atau mempunyai usaha sendiri? 

PEKERJA KELUARGA. 1 

BURUH/KARYAWAN. 2 

BERUSAHA/MEMPUNYAI USAHA. 3 


915 

Apakah Ibu/Saudari bekerja sepanjang tahun, musiman, atau 
sesekali saja? 

SEPANJANG TAHUN. 1 

MUSIMAN. 2 

SESEKALI. 3 


916 

Apakah Ibu/Saudari dibayar dengan uang atau barang atau 
tidak dibayar sama sekali untuk pekerjaan tersebut? 

UANG. 1 

UANG DAN BARANG. 2 

BARANG. 3 

TIDAK DIBAYAR. 4 


917 

LIHAT 701: STATUS PERKAWINAN 

KAWIN/ 1 TIDAK KAWIN DAN 1 


HIDUP BERSAMA ' TIDAK HIDUP BERSAMA 


918 

LIHAT 916. KODE T ATAU '2' 1-1 

DILINGKARI -1 

i 

KODE'3'ATAU'4' 

DILINGKARI ( 


TAU TIDAK DITANYAKAN 


919 

Siapa yang biasanya menentukan penggunaan uang yang Ibu 
peroleh: Ibu sendiri, suami/pasangan Ibu, atau Ibu dengan 
suami/pasangan Ibu? 

RESPONDEN. 1 

SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2 

RESPONDEN DENGAN SUAMI/ 

PASANGAN. 3 

LAINNYA R 

(TULISKAN) 


920 

Apakah penghasilan yang Ibu peroleh lebih besar, lebih kecil, 
atau sama dengan penghasilan yang diperoleh suami/ 
pasangan Ibu? 

LEBIH BESAR. 1 

LEBIH KECIL. 2 

SAMA. 3 

SUAMI/PASANGAN TIDAK PUNYA 

PENGHASILAN. 4 


TIDAK TAHU. 8 


921 

Siapa yang biasanya menentukan penggunaan penghasilan 
yang diperoleh suami/pasangan Ibu: Ibu sendiri, suami/ 
pasangan Ibu, atau Ibu dengan suami/pasangan Ibu? 

RESPONDEN. 1 

SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2 

RESPONDEN DENGAN SUAMI/ 

PASANGAN. 3 

SUAMI/PASANGAN TIDAK PUNYA 

PENGHASILAN. 4 

LAINNYA R 

(TULISKAN) 



W-61 


Lampiran Kuesioner WUS 


353 




























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

922 

Siapa yang biasanya memutuskan mengenai perawatan 
kesehatan Ibu: Ibu sendiri, suami/pasangan Ibu, Ibu dengan 
suami/pasangan Ibu, atau orang lain? 

RESPONDEN. 1 

SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2 

RESPONDEN DENGAN SUAMI/ 

PASANGAN. 3 

ORANG LAIN. 4 

LAINNYA. 6 


923 

Siapa yang biasanya membuat keputusan untuk pengeluaran 
yang besar dalam rumah tangga? 

RESPONDEN. 1 

SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2 

RESPONDEN DENGAN SUAMI/ 

PASANGAN. 3 

ORANG LAIN. 4 

LAINNYA. 6 


924 

Siapa yang biasanya membuat keputusan untuk mengunjungi 
famili atau keluarga? 

RESPONDEN. 1 

SUAMI/PASANGAN RESPONDEN. 2 

RESPONDEN DENGAN SUAMI/ 

PASANGAN. 3 

ORANG LAIN. 4 

LAINNYA. 6 


925 

Apakah Ibu/Saudari memiliki rumah, baik milik sendiri maupun 
milik bersama dengan orang lain? 

SENDIRI. 1 

BERSAMA. 2 

SENDIRI DAN BERSAMA. 3 

TIDAK MEMILIKI. 4 

-► 928 

926 

Apakah Ibu/Saudari memiliki surat kepemilikan rumah? 

YA, ATAS NAMA SENDIRI. 1 

YA, ATAS NAMA PASANGAN. 2 

YA, ATAS NAMA ORANG LAIN. 3 

TIDAK. 4 


928 

Apakah Ibu/Saudari memiliki tanah, baik milik sendiri maupun 
milik bersama dengan orang lain? 

SENDIRI. 1 

BERSAMA. 2 

SENDIRI DAN BERSAMA. 3 

TIDAK MEMILIKI. 4 

-► 931 

929 

Apakah Ibu/Saudari mempunyai surat kepemilikan tanah? 

YA, ATAS NAMA SENDIRI. 1 

YA, ATAS NAMA PASANGAN. 2 

YA, ATAS NAMA ORANG LAIN. 3 

TIDAK. 4 


931 

CATAT KEHADIRAN ORANG LAIN PADA PERTANYAAN INI 
(HADIR DAN MENDENGARKAN, HADIR TETAPI TIDAK 
MENDENGARKAN, ATAU TIDAK HADIR). 

HADIR/ HADIR/ TDK 
DENGAR TDK HADIF 
DENGAR 

ANAK-ANAK < 10 TH. 1 2 3 

SUAMI/PASANGAN. 1 2 3 

LAKI-LAKI LAIN. 1 2 3 

PEREMPUAN LAIN. 1 2 3 


932 

Menurut pendapat Ibu/Saudari, apakah seorang suami berhak 
untuk memukul istrinya jika: 

- Istri pergi tanpa memberi tahu suaminya? 

- Istri menelantarkan anak-anak? 

- Istri bertengkar dengan suaminya? 

- Istri menolak untuk berhubungan seks dengan suaminya? 

- Istri memasak makanan hingga hangus? 

YA TDK TT 

PERGI TANPA IZIN. 1 2 8 

MENELANTARKAN ANAK 1 2 8 

BERTENGKAR. 1 2 8 

MENOLAK SEKS. 1 2 8 

MASAKAN HANGUS. 1 2 8 



W- 62 


354 • Lampiran Kuesioner WUS 


























































BAGIAN 10. HIV-AIDS 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


1001 


Sekarang saya ingin membicarakan hal lain. 

Apakah Ibu/Saudari pernah mendengar tentang suatu penyakit 
yang disebut HIV-AIDS? 


YA. 

TIDAK. 


KODE 


1001A 


Dari mana Ibu/Saudari mengetahui tentang HIV-AIDS? 


Ada sumber lain? 


JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 


RADIO. 

TELEVISI. 

SURAT KABAR/MAJALAH. 

SELEBARAN/POSTER. 

PETUGAS KESEHATAN. 

PERKUMPULAN KEAGAMAAN 

SEKOLAH/GURU. 

PERTEMUAN MASYARAKAT... 

TEMAN/KELUARGA. 

TEMPAT KERJA. 

INTERNET. 

LAINNYA_ 


1002 Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus HIV-AIDS 
dengan membatasi hubungan seks hanya dengan seseorang 
yang tidak terinfeksi virus HIV-AIDS dan tidak mempunyai 
pasangan lain? 

1003 Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS melalui gigitan 
nyamuk? 


1004 Bisakah seseorang mengurangi risiko tertular virus HIV-AIDS 
dengan memakai kondom setiap melakukan hubungan seks? 


1005 Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS dengan makan 
sepiring bersama orang yang terinfeksi virus HIV-AIDS? 


YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU. 

YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU. 

YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU. 

YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU. 


(TULISKAN) 


1006 


Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena diguna-guna 
atau didukuni atau disantet? 


YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU 


1006A 


Bisakah seseorang tertular virus HIV-AIDS karena 
menggunakan jarum suntik yang sama secara bergantian? 


YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU 


1007 


Apakah mungkin seseorang yang penampilannya tampak 
sehat ternyata ia telah tertular virus HIV-AIDS? 


YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU 


1008 


Apakah virus HIV-AIDS dapat ditularkan dari seorang ibu ke 
anaknya: 


- Selama hamil? 

- Saat melahirkan? 

- Dengan menyusui? 


SELAMA HAMIL. 

SAAT MELAHIRKAN.. 
DENGAN MENYUSUI 


YA 

1 

1 

1 


TDK 

2 

2 

2 


TERUS KE 



1042 


A 

B 

C 

D 

E 

F 

G 

H 

1 

J 

K 

X 

1 

2 
8 

1 

2 

8 

1 

2 

8 

1 

2 

8 

1 

2 

8 

1 

2 

8 

1 

2 

8 


TT 

8 

8 

8 


W-63 


Lampiran Kuesioner WUS 


355 
























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1008A 

Bagaimana cara mengetahui seseorang terinfeksi virus HIV- 
AIDS? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

DENGAN MENGENALI FISIK. A 

DENGAN MENGENALI PERILAKU. B 

DENGAN TES DARAH. C 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


1008B 

Apakah Ibu/Saudari tahu tentang adanya tes HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 1032A 

1031 

Apakah Ibu/Saudari mengetahui di mana memperoleh 
pelayanan tes HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

- ► 1032A 

1032 

Dimana? 

Ada lagi? 

JIKA TIDAK DAPAT MENENTUKAN APAKAH RUMAH SAKIT 
ATAU KLINIK DIKELOLA OLEH PEMERINTAH ATAU 

SWASTA, TULISKAN NAMANYA. 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. A 

PUSKESMAS. B 

PUSTU/PUSLING. C 

KLINIK. D 

KLINIK KHUSUS VCT. E 

LAINNYA F 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT. G 

KLINIK. H 

KLINIK KHUSUS VCT. I 

PRAKTIK DOKTER. J 

BIDAN/PERAWAT. K 

LAINNYA l 

(TULISKAN) 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


(NAMA TEMPAT) 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG SESUAI. 

1032A 

LIHAT 701: 

KAWIN/ 
HIDUP BERSAMA 

i 

TIDAK KAWIN DAN 1 


TIDAK HIDUP BERSAMA -- 

f 


1032B 

Apakah Ibu/Saudari pernah membicarakan dengan suami/ 
pasangan Ibu/Saudari cara agar tidak tertular virus HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1035 

Apakah Ibu/Saudari akan membeli sayuran segar dari petani 
atau penjual yang Ibu/Saudari ketahui terinfeksi HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


1035A 

Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS, 
apakah Ibu/Saudari akan merahasiakannya? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


1035B 

Jika salah satu anggota keluarga tertular virus HIV-AIDS, 
apakah Ibu/Saudari bersedia merawatnya di rumah Ibu/ 

Saudari? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


1036 

Apakah menurut Ibu/Saudari, anak-anakyang menderita 
HIV-AIDS boleh bersekolah bersama dengan anak-anakyang 
bukan penderita HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 



W-64 


356 


Lampiran Kuesioner WUS 




























































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1037 

Menurut Ibu/Saudari, seseorang yang ragu melakukan tes 
HIV-AIDS apakah disebabkan kekhawatiran mereka atas 
reaksi orang lain jika hasil tesnya positif? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


1038 

Menurut Ibu/Saudari, apakah orang akan berkata buruk 
terhadap penderita HIV-AIDS atau orang yang diduga sebagai 
penderita HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


1039 

Menurut Ibu/Saudari, apakah penderita HIV-AIDS atau orang 
yang diduga sebagai penderita HIV-AIDS akan tidak dihargai 
oleh orang lain? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


1040 

Apakah Ibu/Saudari setuju dengan pernyataan berikut: Saya 
merasa malu jika salah seorang dari keluarga saya menderita 
HIV-AIDS? 

SETUJU. 1 

TIDAK SETUJU. 2 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


1041 

Apakah Ibu/Saudari takut tertular HIV-AIDS jika terkena air liur 
penderita HIV-AIDS? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

RESPONDEN PENDERITA HIV-AIDS... 3 

TT/TIDAK YAKIN/TERGANTUNG. 8 


1042 

LIHAT 1001: 

PERNAH DENGAR 1 1 j TIDAK PERNAH 1 

TENTANG - 1 ; DENGAR TENTANG - 1 

HIV-AIDS^ r j HIV-AIDS , r 

Selain HIV-AIDS, apakah j Apakah Ibu/Saudari pernah 

Ibu/Saudari pernah I mendengar infeksi yang 

mendengar infeksi lain yang 1 dapat ditularkan melalui 

dapat ditularkan melalui j hubungan seksual? 

hubungan seksual? : 

YA. 1 

TIDAK. 2 




1042A 

Infeksi apa yang Ibu/Saudari ketahui? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

SIPHILIS/RAJA SINGA. A 

GONORRHEA/KENCING NANAH. B 

KONDILOMA AKUMINATA/ 

JENGGER AYAM. C 

CHANCRO D LUKA NYERI. D 

CLAMYDIA/BENGKAK PADA 

SKROTUM. E 

KANDIDIASIS/KEPUTIHAN KARENA 

JAMUR. F 

HERPES GENITAL/BINTIL-BINTIL. G 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


1042B 

Dari manakah Ibu/Saudari memperoleh informasi tentang 
infeksi menular seksual (IMS)? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE SUMBER YANG DISEBUT. 

RADIO. A 

TELEVISI. B 

SURAT KABAR/MAJALAH. C 

SELEBARAN/POSTER. D 

PETUGAS KESEHATAN. E 

PERKUMPULAN KEAGAMAAN. F 

SEKOLAH/GURU. G 

PERTEMUAN MASYARAKAT. H 

TEMAN/KELUARGA. | 

TEMPAT KERJA. J 

INTERNET. K 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 



W-65 


Lampiran Kuesioner WUS 


357 























































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


1042C 


Jika seorang laki-laki tertular infeksi menular seksual (IMS), 


NYERI PERUT 


KODE 


apakah gejala-gejalanya? 


NANAH KELUAR DARI ALAT 
KELAMIN (KENCING NANAH). 


Ada lagi? 


CAIRAN BAU KELUAR DARI 
ALAT KELAMIN. 


RASA NYERI/PANAS PADA 
SALURAN KENCING. 


TERUS KE 


A 

B 

C 

D 


JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE GEJALA YANG DISEBUT. 


KEMERAHAN / RADANG PADA 
ALAT KELAMIN. E 

BENGKAK PADA ALAT KELAMIN. F 

LUKA / BISUL PADA ALAT KELAMIN... G 

KUTIL PADA ALAT KELAMIN. H 

GATAL PADA ALAT KELAMIN. | 

KENCING DARAH. J 

BERAT BADAN TURUN. K 

IMPOTEN. L 


LAINNYA_ X 

(TULISKAN) 

TIDAK BERGEJALA/TAMPAK. Y 


TIDAK TAHU. 


1042D 


Jika seorang perempuan tertular infeksi menular seksual (IMS), 
apakah gejala-gejalanya? 


Ada lagi? 


JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE GEJALA YANG DISEBUT. 


NYERI PERUT. 

KEPUTIHAN. 

KEPUTIHAN YANG BERBAU. 

RASA NYERI/PANAS PADA 
SALURAN KENCING. 

KEMERAHAN / RADANG PADA 
ALAT KELAMIN. 

BENGKAK PADA ALAT KELAMIN. 

LUKA / BISUL PADA ALAT KELAMIN 

KUTIL PADA ALAT KELAMIN. 

GATAL PADA ALAT KELAMIN. 

KENCING DARAH. 

BERAT BADAN TURUN. 

SULIT HAMIL. 

LAINNYA_ 


(TULISKAN) 


Z 

A 

B 

C 

D 

E 

F 

G 

H 

I 

J 

K 

L 

X 


TIDAK BERGEJALA/TAMPAK.. 
TIDAK TAHU. 


1043 


LIHAT 713: HUBUNGAN SEKSUAL 

PERNAH 

BERHUBUNGAN SEKSUAL 


TIDAK PERNAH I I 
BERHUBUNGAN SEKSUAL 1 - L 


1051 


1044 


LIHAT 1042: PERNAH MENDENGAR INFEKSI MENULAR SEKSUAL 

KODE T -1 KODE‘2’ 

DILINGKARI -1 DILINGKARI 


O. 


1046 


W- 66 


358 • Lampiran Kuesioner WUS 












































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1045 

Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan 
mengenai kesehatan Ibu/Saudari dalam 12 bulan terakhir. 
Selama 12 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah terkena 
penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


1046 

Kadang-kadang wanita mengalami keluarnya cairan putih 
yang berbau, berubah warna, dan gatal pada kelamin 
(keputihan berbau). Selama 12 bulan terakhir, apakah Ibu/ 
Saudari pernah mengalami hal tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


1047 

Kadang-kadang wanita mengalami luka/bisul pada kemaluan/ 
kelamin. Selama 12 bulan terakhir, apakah Ibu/Saudari pernah 
mengalami hal tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


1048 

LIHAT 1045, 1046 DAN 1047: 

ADA KODE '1' | TIDAK ADA KODE'1' | 


YANG DILINGKARI - YANG DILINGKARI - 

▼ 


1049 

Terakhir kali Ibu/Saudari mengalami (MASALAH DARI 1045/ 
1046/1047), apakah Ibu/Saudari mencari nasehat atau 
pengobatan? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 1051 

1050 

Kemana Ibu/Saudari pergi? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

PEMERINTAH 

RUMAH SAKIT. A 

PUSKESMAS. B 

PUSTU/PUSLING. C 

KLINIK. D 

LAINNYA F 

(TULISKAN) 

SWASTA 

RUMAH SAKIT. F 

KLINIK. G 

PRAKTIK DOKTER. H 

BIDAN/PERAWAT. | 

APOTEK. J 

LAINNYA K 

(TULISKAN) 

TOKO OBAT/WARUNG. L 

DIOBATI SENDIRI. M 

DUKUN/’ORANG PINTAR'. N 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


1051 

Jika seorang istri mengetahui suaminya memiliki penyakit 
yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual, apakah 
dibenarkan jika dia meminta suaminya menggunakan kondom 
ketika berhubungan seksual? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


1052 

Apakah seorang istri dibenarkan untuk menolak berhubungan 
seksual dengan suaminya ketika dia tahu bahwa suaminya 
berhubungan seksual dengan wanita lain? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 



W-67 


Lampiran Kuesioner WUS • 359 




















































BAGIAN 11. ISU KESEHATAN LAINNYA 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


1101 


Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan 
lain yang berhubungan dengan masalah kesehatan. 
Apakah Ibu/Saudari pernah mendapat suntikan dengan 
alasan apapun dalam 12 bulan terakhir? 


JUMLAH SUNTIKAN 


JIKA YA: Berapa banyak suntikan? 

JIKA JUMLAH SUNTIKAN 90 ATAU LEBIH, ATAU SETIAP 
HARI SELAMA 3 BULAN ATAU LEBIH, TULISKAN '90'. 


TIDAK. 


JIKA JAWABAN BUKAN ANGKA, PROBING UNTUK 
MENDAPATKAN PERKIRAAN. 


1102 


Diantara suntikan tersebut, berapa banyak yang dilakukan 
oleh dokter, perawat, dokter gigi, atau petugas kesehatan 
lainnya? 

JIKA JUMLAH SUNTIKAN 90 ATAU LEBIH, ATAU SETIAP 
HARI SELAMA 3 BULAN ATAU LEBIH, TULISKAN '90'. 


JUMLAH SUNTIKAN 


TIDAK. 


TERUS KE 


□□ 


□□ 


JIKA JAWABAN BUKAN ANGKA, PROBING UNTUK 
MENDAPATKAN PERKIRAAN. 


1103 


Terakhir kali Ibu/Saudari mendapat suntikan dari petugas 
kesehatan, apakah dia mengambil jarum suntik yang baru 
dari paket yang belum dibuka? 


YA. 

TIDAK. 

TIDAK TAHU. 


1104 


Apakah saat ini Ibu/Saudari merokok setiap hari, kadang- 
kadang, atau tidak sama sekali? 


SETIAP HARI. 

KADANG-KADANG. 

TIDAK SAMA SEKALI. 


1105 


Berapa rata-rata batang rokok yang Ibu/Saudari hisap setiap 
hari? 


BATANG ROKOK 


1106 


Apakah saat ini Ibu/Saudari mengkonsumsi jenis/bentuk 
tembakau lain setiap hari, kadang-kadang, atau tidak sama 
sekali? 


SETIAP HARI. 

KADANG-KADANG. 

TIDAK SAMA SEKALI. 


1107 


Apa jenis/bentuk tembakau lain tersebut? 


PIPA CANGKLONG. 


. 1 

. 2 

. 8 

. 1 

. 2 

. 3 

□□ 

. 1 

. 2 

. 3 

. A 



1106 


► 1108 


Ada lagi? 


JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG SESUAI. 


CERUTU. B 

SHISHA. C 

DIHIRUP MELALUI MULUT. D 

DIHIRUP MELALUI HIDUNG. E 

TEMBAKAU KUNYAH. F 


MENGUNYAH SIRIH DAN TEMBAKAU. G 


LAINNYA 


1108 


Beberapa faktor yang berbeda dapat menghalangi wanita 
untuk mendapatkan perawatan kesehatan atau pengobatan. 
Ketika Ibu/Saudari sakit dan ingin mendapatkan perawatan 
kesehatan atau pengobatan, apakah hal-hal berikut ini 
merupakan masalah atau tidak? 


(TULISKAN) 


MASALAH 


X 


BUKAN 

MASALAH 


- Mendapatkan izin untuk pergi ke dokter? 

- Mendapatkan uang untuk perawatan atau pengobatan? 

- Jarak ke tempat fasilitas kesehatan? 

- Tidak mau pergi sendiri? 


IZIN PERGI. 

UANG. 

JARAK. 

PERGI SENDIRI 


1 

1 

1 

1 


2 

2 

2 

2 


W-68 


360 


Lampiran Kuesioner WUS 












































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1109 

Apakah Ibu/Saudari mempunyai asuransi kesehatan? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

-► 1201 

1110 

Apa jenis asuransi kesehatan tersebut? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG SESUAI. 

JAMKESDA. A 

KARTU JKN/BPJS PBI. B 

KARTU JKN/BPJS NON PBI. C 

ASURANSI KESEHATAN SWASTA. D 

TUNJANGAN/PENGGANTIAN BIAYA 

OLEH PERUSAHAAN. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


1110A 

LIHAT 1110: 

KODE 'B' 
DILINGKARI 

’ 

| KODE 'B' | | 


- TIDAK DILINGKARI - 


1110B 

Apa saja jenis pelayanan kesehatan yang Ibu/Saudari gunakan 
dengan kartu JKN/BPJS PBI? 

Ada lagi? 

PEMERIKSAAN KEHAMILAN. A 

PELAYANAN PERSALINAN. B 

PELAYANAN KESEHATAN IBU NIFAS. C 

PELAYANAN KESEHATAN BAYI BARU 
LAHIR. D 

PELAYANAN KONTRASEPSI. E 

RAWAT INAP. F 

RAWAT JALAN/PEMERIKSAAN 

KESEHATAN. U 

BELUM PERNAH DIGUNAKAN. H 



W- 69 


Lampiran Kuesioner WUS • 361 






























BAGIAN 12. LATAR BELAKANG TAMBAHAN RESPONDEN 


NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


KODE 


TERUS KE 


1201 


LIHAT 106: UMUR 


15-24 TAHUN 


25 TAHUN KE ATAS 


► 1735 


1202 


LIHAT 701, 702: 


BELUM KAWIN 


KAWIN/HIDUP 
BERSAMA/CERAI MATI/ 
CERAI HIDUP/PISAH 


-> 1735 


1203 


Apakah Saudari masih sekolah? 


YA. 1 

TIDAK. 2 

SUDAH SELESAI/MERASA CUKUP. 01 

HAMIL. 02 

MENGURUS ART LAIN. 03 

DIBUTUHKAN MEMBANTU USAHA 

KELUARGA. 04 

TIDAK ADA BIAYA. 05 

PERLU CARI UANG. 06 

TIDAK SUKA SEKOLAH (LAGI). 07 

TIDAK LULUS UJIAN. 08 

SEKOLAH JAUH(TAK TERJANGKAU) 09 

LAIN NYA_ 96 

(TULISKAN) 


-> 1205 


1204 


Mengapa Saudari tidak bersekolah lagi? 


JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI KODE JAWABAN YANG PALING UTAMA. 


1205 


LIHAT 113: MEMBACA SURAT KABAR/MAJALAH 


KODE'1'ATAU KODE '2' 
DILINGKARI 


P 


KODE '3' 
DILINGKARI 


-► 1207 


1206 


Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudari pernah membaca 
artikel di surat kabar/majalah: 

- Tentang penundaan usia perkawinan? 

- Tentang HIV-AIDS? 

- Tentang infeksi menular seksual (IMS)? 

- Tentang iklan/penerangan kondom? 

- Tentang narkoba? 

- Tentang minuman keras? 

- Tentang bagaimana mencegah kehamilan/KB? 


YA TIDAK 

PENUNDAAN USIA KAWIN. i 2 

HIV-AIDS. 1 2 

IMS. i 2 

IKLAN KONDOM. ■) 2 

NARKOBA. i 2 

MINUMAN KERAS. 1 2 

MENCEGAH HAMIL. i 2 


1207 


LIHAT 114: MENDENGARKAN RADIO 


KODE'1'ATAU KODE 

DILINGKARI 


'2' Q 
RI h- 1 


KODE '3' I I 

DILINGKARI 1 - L 


-► 1209 


1208 


Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudari pernah mendengar 
radio yang menyiarkan: 

- Tentang penundaan usia perkawinan? 

- Tentang HIV-AIDS? 

- Tentang infeksi menular seksual (IMS)? 

- Tentang iklan/penerangan kondom? 

- Tentang narkoba? 

- Tentang minuman keras? 

- Tentang bagaimana mencegah kehamilan/KB? 


YA TIDAK 

PENUNDAAN USIA KAWIN. i 2 

HIV-AIDS. i 2 

IMS. i 2 

IKLAN KONDOM. i 2 

NARKOBA. i 2 

MINUMAN KERAS. i 2 

MENCEGAH HAMIL. i 2 


W- 70 


362 


Lampiran Kuesioner WUS 































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1209 

LIHAT 115: MENONTON TELEVISI 

KOD E ' 1' ATAU KO DE ’2’ 1 

DILINGKARI J-- 1 

KODE'3' 1 1 




1210 

Dalam 6 bulan terakhir, apakah Saudari pernah menonton 
televisi yang menyiarkan/menayangkan: 

- Tentang penundaan usia perkawinan? 

- Tentang HIV-AIDS? 

- Tentang infeksi menular seksual (IMS)? 

- Tentang iklan/penerangan kondom? 

- Tentang narkoba? 

- Tentang minuman keras? 

- Tentang bagaimana mencegah kehamilan/KB? 

YA TIDAK 

PENUNDAAN USIA KAWIN. i 2 

HIV-AIDS. i 2 

IMS. i 2 

IKLAN KONDOM. i 2 

NARKOBA. i 2 

MINUMAN KERAS. i 2 

MENCEGAH HAMIL. -| 2 



W-71 


Lampiran Kuesioner WUS • 363 



















BAGIAN 13. PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN MENGENAI SISTEM REPRODUKSI MANUSIA 


Sekarang saya akan bertanya mengenai perubahan dari anak-anak ke remaja, sistem reproduksi, dan hal-hal yang terkait. 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1301 

Kalau seorang anak laki-laki mulai menjadi remaja, biasa 
disebut akil baliq atau puber, ia mengalami perubahan pada 
tubuh. Dapatkah Saudari menyebutkan perubahan- 
perubahan itu? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

BADAN MULAI BEROTOT. a 

SUARA MENJADI BESAR. B 

TUMBUH RAMBUT DI WAJAH, 

SEKITAR ALAT KELAMIN, KETIAK, 

DADA, KAKI ATAU LENGAN. c 

GAIRAH SEKS MENINGKAT. D 

MIMPI BASAH. E 

TULANG JAKUN MENONJOL. | 

LAINNYA y 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. z 


1302 

Kalau seorang anak perempuan mulai menjadi remaja, ia 
juga mengalami perubahan pada tubuh. Dapatkah Saudari 
menyebutkan perubahan-perubahan itu? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TUMBUH RAMBUT DI SEKITAR ALAT 

KELAMIN ATAU KETIAK. A 

PAYUDARA MEMBESAR. B 

PINGGUL MEMBESAR. c 

GAIRAH SEKS MENINGKAT. d 

MULAI HAID. E 

LAINNYA Y 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. z 


1303 

LIHAT 1301 DAN 1302: 

TIDAK ADA KODE'Z'YANG -1 

DILINGKARI ATAU SALAH SATU -1 

KODE'Z' DILINGKARI v 

KEDUANYA 1-1 



W \ ouo 

1304 

Dari mana Saudari mendapat informasi mengenai perubahan 
pada tubuh dari anak-anak ke remaja? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TEMAN. A 

IBU. B 

BAPAK. c 

SAUDARA KANDUNG. D 

KELUARGA. E 

GURU. p 

PETUGAS KESEHATAN. G 

TOKOH AGAMA. H 

TELEVISI. | 

RADIO. J 

BUKU/MAJALAH/SURAT KABAR. K 

INTERNET. L 

LAINNYA y 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU . z 


1305 

Berapa umur Saudari ketika pertama kali haid? 

BELUM HAID. 00 

UMUR DALAM TAHUN. | | 

—► 1309 

1306 

Sebelum Saudari haid, apakah ada seseorang yang 
berbicara dengan Saudari tentang haid? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1308 


W- 72 


364 


Lampiran Kuesioner WUS 




















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1307 

Siapa yang berbicara tentang haid dengan Saudari? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TEMAN. A 

IBU. B 

BAPAK . c 

SAUDARA KANDUNG. D 

KELUARGA. E 

GURU. p 

PETUGAS KESEHATAN. G 

PEMUKA AGAMA. H 

LAINNYA x 

(TULISKAN) 


1308 

Ketika pertama kali Saudari mendapatkan haid, apakah 

Saudari membicarakannya dengan seseorang? 

JIKA YA: Dengan siapa? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TEMAN. a 

IBU. B 

BAPAK. c 

SAUDARA KANDUNG. j 

KELUARGA. e 

GURU. p 

PETUGAS KESEHATAN. q 

PEMUKA AGAMA. h 

LAINNYA y 

(TULISKAN) 

TIDAK ADA. z 


1309 

Apakah seorang wanita dapat hamil hanya dengan sekali 
melakukan hubungan seksual? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


1310 

Apakah Saudari tahu bagaimana cara menghindari kehamilan? 

JIKA 'TAHU': Bagaimana caranya? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

TIDAK BERHUBUNGAN SEKS. a 

MENGGUNAKAN ALAT/CARA KB. B 

LAINNYA y 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. z 


1311 

Menurut pendapat Saudari, pelayanan KB apa yang perlu 
tersedia bagi remaja yang belum menikah? 

- Penyuluhan: Kegiatan yang menjelaskan kesehatan 
reproduksi dan alat/cara KB? 

- Konseling: Konsultasi penggunaan alat/cara KB? 

- Penyediaan: Penyediaan dan pelayanan alat KB? 

YA TIDAK 

PENYULUHAN. -] 2 

KONSELING. -j 2 

PENYEDIAAN. 1 2 


1312 

Sekarang saya akan membacakan beberapa pernyataan 
tentang penggunaan kondom. Apakah Saudari setuju atau 
tidak setuju dengan pernyataan ini: 

- Kondom dapat digunakan untuk mencegah kehamilan. 

- Kondom dapat mencegah penularan HIV-AIDS dan infeksi 
menular seksual lainnya. 

- Kondom dapat dipakai ulang. 

TDK 

SE- SE- TDK 

TUJU TUJU TAHU 

CEGAH HAMIL. i 2 8 

CEGAH HIV-AIDS DAN 

IMS LAIN. -| 2 8 

PAKAI ULANG. 1 2 8 


1313 

Sekarang saya ingin membicarakan tentang suatu penyakit 
yang disebut anemia. 

Apakah Saudari pernah mendengar anemia? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1401 


W-73 


Lampiran Kuesioner WUS 


365 















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1314 

Menurut Saudari apakah anemia tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

HAEMOGLOBIN (Hb) RENDAH. A 

KURANG ZAT BESI. B 

KEKURANGAN SEL DARAH MERAH... C 

KURANG DARAH. D 

KURANG VITAMIN. E 

TEKANAN DARAH RENDAH. F 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. z 


1315 

Menurut Saudari mengapa seseorang dapat menderita 
anemia? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

KURANG MAKAN DAGING, AYAM, 

IKAN, HATI. A 

KURANG MAKAN SAYUR-SAYURAN 

DAN BUAH-BUAHAN. B 

PERDARAHAN. C 

SEDANG MENDAPAT HAID. D 

KURANG MAKAN. E 

PENYAKIT MENULAR. p 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


1316 

Dapatkah anemia diobati? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

—► 1401 

1317 

Bagaimana cara mengobati penderita anemia? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

MINUM PIL TAMBAH DARAH. A 

MINUM PIL ZAT BESI. b 

BANYAK MAKAN DAGING, AYAM, 

IKAN, HATI. C 

BANYAK MAKAN SAYUR-SAYURAN 

DAN BUAH-BUAHAN YANG 
MENGANDUNG ZAT BESI. D 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 



W-74 


366 


Lampiran Kuesioner WUS 


































BAGIAN 14. PERKAWINAN DAN ANAK 


Sekarang saya akan menanyakan pendapat Saudari mengenai perkawinan dan anak. 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1401 

Pada umur berapa Saudari merencanakan untuk menikah? 

UMUR DALAM TAHU N. H 

TIDAK AKAN KAWIN. 95 

TIDAK TAHU. 98 


1402 

Menurut pendapat Saudari, pada umur berapa seorang 
perempuan sebaiknya menikah? 

UMUR DALAM TAHU N. CZ1 _ 

TIDAK TAHU. 98 


1403 

Menurut pendapat Saudari, pada umur berapa seorang 
laki-laki sebaiknya menikah? 

UMUR DALAM TAHUN. Cl[ j 

TIDAK TAHU. 98 


1404 

Menurut Saudari apakah pasangan yang akan menikah perlu 
memeriksakan kesehatannya? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

—► 1406 

1405 

Pemeriksaan apa? 

Ada lagi? 

JAWABAN JANGAN DIBACAKAN DAN LINGKARI SETIAP 
KODE JAWABAN YANG SESUAI. 

BADAN. A 

DARAH. B 

AIR SENI. C 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


1406 

Siapakah yang akan menentukan pasangan Saudari ketika 
Saudari menikah nantinya: Saudari sendiri, orang tua 

Saudari, keluarga lainnya, atau bersama? 

SENDIRI. 1 

ORANG TUA. 2 

KELUARGA LAINNYA. 3 

BERSAMA. 4 


1409 

Menurut pendapat Saudari, siapa yang seharusnya menentukan 
jumlah anak: istri, suami, Istri dan suami atau lainnya? 

ISTRI. 1 

SUAMI. 2 

ISTRI DAN SUAMI. 3 

LAINNYA. 6 

TIDAK TAHU. 8 


1410 

Menurut Saudari pada umur berapa sebaiknya seorang 
wanita mempunyai anak pertama kali? 

UMUR DALAM TAHUN. 

TIDAK TAHU. 98 


1411 

Menurut Saudari pada umur berapa sebaiknya seorang 
laki-laki mempunyai anak pertama kali? 

UMUR DALAM TAHU N. 1 II 

TIDAK TAHU. 98 


1412 

Menurut Saudari berapa sebaiknya jarak antara dua 
kelahiran? 

BULAN. 1 1 11 1 

TAHUN. 2 1 ll _ 1 

TIDAK TAHU. 998 



W-75 


Lampiran Kuesioner WUS • 367 


















































NO 


PERTANYAAN DAN SARINGAN 


Jika seorang wanita hamil, tetapi ia tidak menginginkan 
kandungannya, menurut Saudari apa yang seharusnya ia 
lakukan: melahirkan dan merawat sendiri bayinya, melahirkan 
dan memberikan bayinya kepada orang lain untuk diasuh, 
menggugurkan kandungannya, atau terserah kepada wanita 
itu? 

MELAHIRKAN DAN DIRAWAT SENDIRI 1 

MELAHIRKAN DAN DIASUH ORANG 

LAIN. 2 

MENGGUGURKAN. 3 

TERSERAH KEPADA WANITA ITU. 4 

TIDAK TAHU. 8 

Ada beberapa keadaan yang menyebabkan seorang wanita 





mungkin mempertimbangkan untuk menggugurkan 



TDK 


kandungannya. 


SE- 

SE- 

TDK 

Menurut Saudari apakah seorang wanita berhak menggugurkan 


TUJU 

TUJU 

TAHU 

kandungannya karena: 





- Kehamilannya membahayakan kesehatan ibu dan janin? 

KESEHATAN. 

1 

2 

8 

- Kehamilannya mengancam jiwa ibu dan janin? 

JIWA. 

1 

2 

8 

- Janin cacat tubuh? 

JANIN CACAT. 

1 

2 

8 

- Hamil akibat pemerkosaan? 

DIPERKOSA. 

1 

2 

8 

- Wanita belum menikah? 

BELUM NIKAH. 

1 

2 

8 

- Pasangan suami-istri tak mampu merawat anak? 

TIDAK MAMPU. 

1 

2 

8 

- Masih sekolah? 

MASIH SEKOLAH. 

1 

2 

8 


KODE 


TERUS KE 


1413 


1414 


W-76 


368 


Lampiran Kuesioner WUS 



















BAGIAN 15. PERAN KELUARGA, SEKOLAH, DAN MASYARAKAT 

Sekarang saya ingin menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai sumber 
informasi tentang kesehatan reproduksi yaitu hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas dan infeksi menular seksual termasuk 
HIV-AIDS, serta hal lain seperti penggunaan obat-obat terlarang dan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya). 


NO PERTANYAAN DAN SARINGAN 


1501 Saya ingin tahu dengan siapa Saudari membicarakan atau 
menanyakan hal-hal mengenai kesehatan reproduksi. 
Apakah Saudari pernah membicarakan hal-hal itu dengan: 


KODE 


Teman? 

Ibu? 

Bapak? 

Saudara kandung? 
Keluarga? 

Guru? 

Petugas kesehatan? 
Pemuka agama? 


TEMAN. 

IBU. 

BAPAK. 

SAUDARA KANDUNG.... 

KELUARGA. 

GURU. 

PETUGAS KESEHATAN. 
PEMUKAAGAMA. 


1502 


Kalau Saudari ingin tahu lebih jauh mengenai hal-hal yang 
berhubungan dengan kesehatan reproduksi, pada siapa Saudari 
akan bertanya? 


Siapa lagi? 


TEMAN. 

IBU. 

BAPAK. 

SAUDARA KANDUNG.... 

KELUARGA. 

GURU. 

PETUGAS KESEHATAN. 


TERUS KE 


YA TIDAK 

. 1 2 

.. 1 2 

. 1 2 

. 1 2 

.. 1 2 

...1 2 

..1 2 

..1 2 

.A 

. B 

. C 

. D 

. E 

. F 

.G 


JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 


PEMUKA AGAMA. 


H 


LAINNYA_ 

TIDAK TAHU. 


(TULISKAN) 


X 

Z 


1503 


LIHAT 107: APAKAH PERNAH/SEDANG SEKOLAH 

YA 


P 


TIDAK 


>- 1506 


TOPIK 

1504. Apakah Saudari pernah diberi 
pelajaran di sekolah tentang 
(TOPIK)? 

1505. Apakah jenjang sekolah Saudari 

ketika pertama kali diberi pelajaran 
di sekolah tentang (TOPIK)? 

A. Sistem reproduksi manusia. 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 —| 

TIDAK TAHU. 8 - 

1 

r 

SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTs/SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3 

AKAD EM l/D l/D 1 l/D II1. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 

B. Cara mengatur kelahiran. 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 —| 

TIDAK TAHU. 8 - 

1 

r 

SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTs/SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3 

AKAD EM l/D l/D 1 l/D 111. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 

C. HIV-AIDS. 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 —| 

TIDAK TAHU. 8 - 

’ 

’ 

SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTs/SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3 

AKAD EM l/D l/D 1 l/D 1II. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 

D. Infeksi Menular Seksual lainnya 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 —| 

TIDAK TAHU. 8 - 

1 


SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTs/SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3 

AKAD EM l/D l/D 1 l/D 111. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 

E. NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, 
dan Zat adiktif lainnya) 

YA. 1 — 

TIDAK. 2 —| 

TIDAK TAHU. 8 - 

1 


SD/MI/SEDERAJAT. 1 

SMP/MTs/SEDERAJAT. 2 

SMA/SMK/MA/SEDERAJAT. 3 

AKAD EM l/D l/D 1 l/D 111. 4 

DIPLOMA IV/UNIV. 5 

TIDAK TAHU. 8 


W-77 


Lampiran Kuesioner WUS • 369 





























































































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1506 

Apakah Saudari pernah menghadiri pertemuan masyarakat 
yang membahas kesehatan reproduksi? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1508 

1507 

Apakah bentuk pertemuan masyarakat yang pernah Saudari 
hadiri? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

KARANG TARUNA. A 

PERKUMPULAN AGAMA. B 

BINA KELUARGA REMAJA/BKR. C 

PENYULUHAN DARI LSM. D 

PENYULUHAN PEMERINTAH. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


1508 

Apakah Saudari pernah mendengar tentang wadah/tempat bagi 
remaja untuk memperoleh informasi dan konsultasi mengenai 
kesehatan reproduksi remaja? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1601 

1509 

Apa nama wadah tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

PIK-R/M. A 

PUSKESMAS PKPR. B 

YOUTH CENTRE. C 

LAINNYA. X 

TIDAK INGAT/TIDAK TAHU. Z 


1510 

Apakah Saudari mengetahui di mana tempat tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1601 

1511 

Apakah Saudari pernah mengunjungi tempat tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1601 

1512 

Pelayanan apa saja yang sudah tersedia di tempat tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

INFORMASI KESPRO. A 

KONSELING. B 

PEMERIKSAAN KESEHATAN. C 

PENGOBATAN IMS. D 

ALAT/CARA KB. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 


1513 

Pelayanan kesehatan reproduksi apa saja yang Saudari 
inginkan tersedia di tempat tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

INFORMASI KESPRO. A 

KONSELING. B 

PEMERIKSAAN KESEHATAN. C 

PENGOBATAN IMS. D 

ALAT/CARA KB. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. Z 



W- 78 


370 


Lampiran Kuesioner WUS 















































BAGIAN 16. ROKOK, MINUMAN BERALKOHOL DAN OBAT-OBATAN TERLARANG 

Sekarang saya akan menanyakan beberapa hal mengenai merokok, minum minuman beralkohol, dan pemakaian obat-obatan terlarang. 
Seperti telah saya katakan, Saudari dapat menolak untuk menjawab beberapa atau semua pertanyaan. Meskipun demikian, saya harap 
Saudari akan terbuka dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini karena pendapat Saudari sangat penting. Informasi yang Saudari 
berikan akan dirahasiakan dan hanya akan digunakan untuk studi ilmiah. 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1601 

LIHAT 1104: MEROKOK 

KODE '3' DILINGKARI^ | 

KODE ’l ATAU 2' ,-, 

DILINGKARI 1 1 




1602 

Apakah Saudari pernah mencoba merokok? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1605 

1603 

Umur berapa Saudari pertama kali merokok? 

UMUR DALAM TAHUN. | 

TIDAK INGAT. 98 


1604 

Umur berapa Saudari mulai merokok secara teratur? 

UMUR DALAM TAHU N. | || j 

HANYA MENCOBA. 94 

TIDAK PERNAH TERATUR. 95 

TIDAK INGAT/TIDAK TAHU. 98 


1605 

Apakah Saudari pernah mengajak/mempengaruhi teman/orang 
lain untuk merokok? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1606 

Apakah Saudari pernah mengingatkan/mengajak teman/orang 
lain untuk tidak merokok? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1607 

Sekarang saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan 
mengenai minuman beralkohol seperti arak, tuak, bir, dsb. 

Apakah Saudari pernah minum minuman beralkohol? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1611 

1608 

Umur berapa Saudari pertama kali minum minuman 
beralkohol? 

UMUR DALAM TAHUN. | 

TIDAK INGAT. 98 


1609 

Dalam tiga bulan terakhir, berapa hari Saudari minum 
minuman beralkohol? 

JIKA SETIAP HARI : CATAT ‘90’. 

JUMLAH HARI. [ [ 

TIDAK PERNAH. 95 


1610 

Apakah Saudari pernah mabuk karena minum minuman 
beralkohol? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1611 

Apakah Saudari pernah mengajak/mempengaruhi teman/orang 
lain untuk minum minuman beralkohol? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1612 

Apakah Saudari pernah mengingatkan/mengajak teman/orang 
lain untuk tidak minum minuman beralkohol? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



W-79 


Lampiran Kuesioner WUS 


371 
















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1613 

Ada obat-obatan, seperti ganja, putau, shabu-shabu, dsb, 
yang bisa dikonsumsi untuk bersenang-senang, atau ngehai, 
ngeflai, ngeboat, berfantasi. 

Apakah Saudari mengetahui seseorang yang mengkonsumsi 
obat-obatan seperti itu? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1614 

Apakah Saudari sendiri pernah mencoba mengkonsumsi obat- 
obatan seperti itu? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1622 

1615 

Bagaimana cara Saudari memakainya ? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

DIHISAP. A 

DIHIRUP. B 

DISUNTIK. C 

DIMINUM/DITELAN. D 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


1616 

LIHAT 1615: 

KODE 'A', 'B', 'D' ATAU 'X' 1-1 

DILINGKARI -1 

KODE 'C' I-1 

nil IMf^KARI 1 1 




1617 

Apakah Saudari pernah nyuntik obat-obatan yang bisa 
berakibat teler, flai, hai, on ? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1622 

1618 

Umur berapa Saudari pertama kali nyuntik obat-obatan 
tersebut? 

UMUR DALAM TAHUN. | [ 

TIDAK INGAT. 98 


1619 

Apakah Saudari nyuntik obat-obatan tersebut dalam 12 bulan 
terakhir? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1621 

1620 

Sesering apakah Saudari nyuntik obat-obatan tersebut? 

SETIAP HARI. 01 

BEBERAPA HARI DALAM SEMINGGU 02 

SETIAP MINGGU. 03 

KURANG DARI SEKALI SEMINGGU.... 04 

SETIAP BULAN. 05 

KURANG DARI SEKALI SEBULAN. 06 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 


1621 

Apakah Saudari pernah menggunakan alat suntik yang sama 
secara bergantian? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1622 

Apakah Saudari pernah mengajak/mempengaruhi teman/ 
orang lain untuk menggunakan obat-obatan terlarang? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1623 

Apakah Saudari pernah mengingatkan/mengajak teman/ 
orang lain untuk tidak menggunakan obat-obatan terlarang? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1624 

Apakah Saudari pernah mendengar mengenai IPWL 
(Institusi Penerima Wajib Lapor)? 

YA. 1 

TIDAK. 2 



W-80 


372 


Lampiran Kuesioner WUS 


















































BAGIAN 17. PACARAN DAN PERILAKU SEKSUAL 


Sekarang saya akan menanyakan beberapa pertanyaan berhubungan dengan seksualitas. Kita Ingin mengetahui apakah orang muda 
seusia Saudari aktif secara seksual. Informasi yang Saudari berikan akan dirahasiakan dan hanya digunakan untuk studi ilmiah. 


NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1701 

Apakah Saudari sekarang mempunyai pacar? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 1703 

1702 

Apakah Saudari pernah punya pacar? 

YA . 1 

TIDAK . 2 

—► 1705 

1703 

Berapa umur Saudari ketika pertama kali punya pacar? 

UMUR DALAM TAHU N . | J| j 

TIDAK INGAT . 98 


1704 

Dalam berpacaran, pada saat berduaan dengan pasangan 
(pacar yang sekarang ataupun yang sebelumnya), untuk 
mengungkapkan rasa kasih sayang atau sekadar mencoba 
ataupun ingin tahu, apakah Saudari pernah: 

- Berpegangan tangan atau jemari? 

- Berpelukan? 

- Berciuman bibir? 

- Meraba (diraba) bagian tubuh lain yang senstif seperti 

sekitar alat kelamin, payudara, paha, dll? 

YA TIDAK 

PEGANG TANGAN . 1 2 

BERPELUKAN . 1 2 

CIUM BIBIR . 1 2 

MERABA/DIRABA . 1 2 



JIKA RESPONDEN MERASA TIDAK NYAMAN DENGAN PERTANYAAN INI, KATAKAN BAHWA 

PERTANYAAN INI MEMANG SENSITIF TAPI SANGAT PENTING UNTUK MENDAPATKAN INFORMASI 

YANG AKURAT. YAKINKAN SEKALI LAGI BAHWA KERAHASIAAN INFORMASI INI TERJAMIN. 


1705 

LIHAT 713: PERNAH/TIDAK PERNAH BERHUBUNGAN SEKSU 

PERNAH 1 

AL 

TIDAK PERNAH | | 




1706 

Apa alasan utama Saudari melakukan hubungan seksual 
untuk pertama kalinya? 

JANGAN MEMBACAKAN ALTERNATIF JAWABAN. 

SALING CINTA . 01 

TERJADI BEGITU SAJA . 02 

PENASARAN/INGIN TAHU . 03 

DIPAKSA . 04 

MEMERLUKAN UANG UNTUK HIDUP/ 

SEKOLAH . 05 

INGIN MENIKAH . 06 

IKUTAN TEMAN . 07 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

TIDAK INGAT . 98 


1707 

Di mana Saudari melakukan hubungan seksual untuk pertama 
kalinya? 

JANGAN MEMBACAKAN ALTERNATIF JAWABAN. 

DI RUMAH SENDIRI . 01 

DI RUMAH PASANGAN . 02 

HOTEL/MOTEL . 03 

TEMPAT KOS . 04 

TEMPAT PELACURAN . 05 

KENDARAAN . 06 

LAINNYA 96 

(TULISKAN) 

TIDAK INGAT . 98 


1708 

Umur berapa Saudari ketika pertama kali melakukan 
hubungan seksual? 

UMUR DALAM TAHU N . | ][ ] 

TIDAK INGAT . 98 



W-81 


Lampiran Kuesioner WUS • 373 


















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1709 

Dengan siapa Saudari melakukan hubungan seksual yang 
pertama kali? 

JANGAN MEMBACAKAN ALTERNATIF JAWABAN. 

TEMAN. 01 

PACAR. 02 

KELUARGA. 03 

BAPAK. 04 

PEKERJA SEKS. 05 

LAINNYA Pfi 

(TULISKAN) 


1710 

Pada waktu pertama kali melakukan hubungan seksual 
tersebut, apakah Saudari atau pasangan memakai pencegah 
kehamilan/alat/cara KB? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU/TIDAK INGAT. 8 

]-► 1712 

1711 

Pencegah kehamilan/alat/cara KB apa yang Saudari atau 
pasangan Saudari pakai? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

KONDOM. A 

PIL. B 

KONTRASEPSI DARURAT. C 

SANGGAMA TERPUTUS. D 

PANTANG BERKALA/KALENDER. E 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 


1712 

Apakah Saudari mempunyai teman yang sudah melakukan 
hubungan seksual sebelum menikah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 

'J - ► 1714 

1713 

Karena Saudari mempunyai teman yang sudah melakukan 
hubungan seksual, apakah Saudari merasakan semacam 
dorongan atau pengaruh untuk melakukan hubungan seksual? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


1714 

Apakah Saudari setuju atau tidak setuju dengan pernyataan 
berikut: 

- Setuju bila seorang pria mempunyai banyak pasangan/pacar 
pada waktu bersamaan 

- Setuju bila seorang wanita mempunyai banyak pasangan/ 
pacar pada waktu bersamaan 

YA TDK TT 

LAKI-LAKI BANYAK 

PACAR. 12 8 

PEREMPUAN BANYAK 

PACAR. 1 2 8 


1715 

Apakah Saudari setuju jika seorang wanita melakukan 
hubungan seksual sebelum menikah? 

SETUJU. 1 

TIDAK SETUJU. 2 

TERGANTUNG. 8 


1716 

Apakah Saudari setuju jika seorang pria melakukan hubungan 
seksual sebelum menikah? 

SETUJU. 1 

TIDAK SETUJU. 2 

TERGANTUNG. 8 


1717 

Apakah Saudari setuju seseorang melakukan hubungan 
seksual sebelum menikah, jika: 

- Kedua belah pihak sama-sama senang melakukan hubungan 

- Keduanya saling mencintai 

- Keduanya merencanakan untuk menikah 

- Wanita sudah dewasa dan sadar terhadap akibat-akibat yang 
akan timbul 

- Ingin menunjukkan rasa cinta 

TDK 

SETUJU SETUJU 

SUKA-SAMASUKA. 1 2 

SALING CINTA. 1 2 

AKAN MENIKAH. 1 2 

WAN ITA DEWASA. 1 2 

TUNJUKKAN CINTA. 1 2 



W-82 


374 


Lampiran Kuesioner WUS 

















































NO 

PERTANYAAN DAN SARINGAN 

KODE 

TERUS KE 

1718 

Apakah Saudari sangat setuju, setuju, atau tidak setuju dengan 
pendapat bahwa mempertahankan keperawanan sebelum 
menikah penting bagi wanita? 

SANGAT SETUJU. 1 

SETUJU. 2 

TIDAK SETUJU. 3 


1719 

Menurut pendapat Saudari apakah laki-laki pada umumnya 
masih menganggap penting keperawanan bagi wanita? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TIDAK TAHU. 8 


1720 

LIHAT 713:PERNAH/TIDAK PERNAH BERHUBUNGAN SEKSUAL 

TIDAK PERNAH | PERNAH | 


▼ 


1721 

Jika Saudari belum pernah melakukan hubungan seksual, 
apakah Saudari "sudah punya niat untuk" melakukannya 
sebelum menikah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

TERGANTUNG. 8 


1722 

Apakah Saudari pernah mempengaruhi teman/orang lain untuk 
melakukan hubungan seksual sebelum menikah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1723 

Apakah Saudari pernah mengingatkan teman/orang lain untuk 
tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah? 

YA. 1 

TIDAK. 2 


1724 

Apakah Saudari pernah hamil tapi sebenarnya tidak 
menginginkan kehamilan tersebut? 

YA. 1 

TIDAK. 2 

—► 1732 

1725 

Berapa kali terjadi kehamilan yang tidak diinginkan? 

SEKALI. 1 

BEBERAPA KALI. 2 


1726 

LIHAT 1725: 

KODE T 1 ! KODE'2' 1 

DILINGKARI [ - 1 j DILINGKARI [ - 1 

Ketika kehamilan yang tidak j Ketika kehamilan yang tidak 
diinginkan tersebut terjadi, j diinginkan tersebut terjadi, 

apa yang Saudari lakukan j apa yang Saudari lakukan 

terhadap kehamilan itu? j terhadap kehamilan yang 

j terakhir? 

MENERUSKAN KEHAMILAN . 1 

BERUSAHA MENGGUGURKAN 

KANDUNGAN TETAPI GAGAL. 2 

MENGGUGURKAN KANDUNGAN. 3 

KEGUGURAN. 4 

LAINNYA fi 

(TULISKAN) 

TIDAK TAHU. 8 





1727 

Siapa yang memutuskan untuk meneruskan kehamilan atau 
menggugurkan kandungan ketika Saudari mengalami 
kehamilan yang tidak diinginkan tersebut? 

Ada lagi? 

JANGAN MEMBACAKAN JAWABAN. 

LINGKARI SETIAP KODE JAWABAN YANG DISEBUT. 

RESPONDEN. a 

PASANGAN. B 

ORANG TUA. C 

SAUDARA KANDUNG. D 

KELUARGA. E 

TEMAN. F 

LAINNYA X 

(TULISKAN) 



W-83 


Lampiran Kuesioner WUS • 375 























































W-84 


376 


Lampiran Kuesioner WUS 




















































PENGAMATAN PEWAWANCARA 


DIISI SETELAH WAWANCARA SELESAI 


KOMENTAR TENTANG RESPONDEN: 


KOMENTAR PADA PERTANYAAN KHUSUS: 


KOMENTAR LAINNYA: 


PENGAMATAN PENGAWAS 


NAMA PENGAWAS : 


TANGGAL: 


PENGAMATAN EDITOR 


NAMA EDITOR : 


TANGGAL: 


W-85 


Lampiran Kuesioner WUS 


377 





































KALENDER 


INSTRUKSI: 

HANYA SATU KODE UNTUK SETIAP KOTAK (BULAN). 

UNTUK KOLOM 1 DAN 4, SEMUA KOTAK (BULAN) HARUS DIISI. 

KETERANGAN KODE UNTUK MASING-MASING KOLOM: 

KOL. 1: KELAHIRAN. KEHAMILAN. PENGGUNAAN ALAT/CARA KB 

L LAHIR HIDUP 
H KEHAMILAN 
K KEGUGURAN 
A DIGUGURKAN 
S LAHIR MATI 

0 TIDAK MEMAKAI ALAT/CARA KB 

1 STERILISASI WANITA 

2 STERILISASI PRIA 

3 IUD/AKD R/SPIRAL 

4 SUNTIKAN 

5 SUSUK KB/IMPLAN 

6 PIL 

7 KONDOM 

M MTD MENYUSUI ALAMI/AMENORRHEA LAKTASI 
P PANTANG BERKALA/KALENDER 
T SANGGAMA TERPUTUS 

X LAINNYA_ 

(TULISKAN) 

KOL. 2: SUMBER ALAT/CARA KB 

1 RUMAH SAKIT UMUM 

2 KLINIK PEMERINTAH 

3 PUSKESMAS 

4 PUSTU/PUSLING 

5 POS KESD ES/POL IN D ES 

6 POSYANDU 

7 TKBK/TMK/M U YAN/BAK SOS 

8 PETUGAS LAPANGAN KB 

9 POS KB/PPKBD 

10 BIDAN DI DESA 

A RUMAH SAKIT SWASTA/RSIA/RS BERSALIN 
B KLINIK SWASTA/RUMAH BERSALIN/BALAI PENGOBATAN 
C PRAKTIK DOKTER KANDUNGAN DAN KEBIDANAN 
D PRAKTIK DOKTER UMUM 
E PRAKTIK BIDAN 
F PERAWAT 
G APOTEK/TOKO OBAT 
H TOKO/WARUNG 

X LAINNYA_ 

(TULISKAN) 

KOL. 3: ALASAN BERHENTI (GANTI) MEMAKAI ALAT/CARA KB 

0 JARANG BERHUBUNGAN SEKS/SUAMI JAUH 

1 HAMIL KETIKA MEMAKAI 

2 INGIN HAMIL 

3 SUAMI TIDAK SETUJU 

4 INGIN CARA YANG LEBIH EFEKTIF 

5 MASALAH KESEHATAN 

6 EFEK SAMPINGAN 

7 SUKAR DIPEROLEH/TEMPAT JAUH 

8 BIAYA MAHAL 

9 TIDAK NYAMAN 

F TIDAK PE DU LI/MASA BO DO H 
M MENOPAUSE/MATI HAID 
C CERAI/PISAH/SUAMI/PASANGAN MENINGGAL 
N LEPAS SENDIRI 

X LAINNYA_ 

(TULISKAN) 

Z TIDAK TAHU 


KOL. 4: STATUS PERKAWINAN 

X KAWIN 
B HIDUP BERSAMA 
0 TIDAK KAWIN 




1 

2 

3 

4 





D ES 

1 






1 

DES 



NOV 

2 






2 

NOV 



OKT 

3 






3 

OKT 



SEP 

4 






4 

SEP 


2 

AGT 

5 






5 

AGT 

2 

0 

JUL 

6 






6 

JUL 

0 

1 

JUN 

7 






7 

JUN 

1 

7 

MEI 

8 






8 

MEI 

7 


APR 

9 






9 

APR 



MAR 

10 






10 

MAR 



FEB 

11 






11 

FEB 



JAN 

12 






12 

JAN 



DES 

13 






13 

DES 



NOV 

14 






14 

NOV 



OKT 

15 






15 

OKT 



SEP 

16 






16 

SEP 


2 

AGT 

17 






17 

AGT 

2 

0 

JUL 

18 






18 

JUL 

0 

1 

JUN 

19 






19 

JUN 

1 

6 

MEI 

20 






20 

MEI 

6 


APR 

21 






21 

APR 



MAR 

22 






22 

MAR 



FEB 

23 






23 

FEB 



JAN 

24 






24 

JAN 



DES 

25 






25 

DES 



NOV 

26 






26 

NOV 



OKT 

27 






27 

OKT 



SEP 

28 






28 

SEP 


2 

AGT 

29 






29 

AGT 

2 

0 

JUL 

30 






30 

JUL 

0 

5 

JUN 

31 






31 

JUN 

5 

MEI 

32 






32 

MEI 


APR 

33 






33 

APR 



MAR 

34 






34 

MAR 



FEB 

35 






35 

FEB 



JAN 

36 






36 

JAN 



DES 

37 






37 

DES 



NOV 

38 






38 

NOV 



OKT 

39 






39 

OKT 



SEP 

40 






40 

SEP 


2 

AGT 

41 






41 

AGT 

2 


JUL 

42 






42 

JUL 


4 

JUN 

43 






43 

JUN 

4 


MEI 

44 






44 

MEI 



APR 

45 






45 

APR 



MAR 

46 






46 

MAR 



FEB 

47 






47 

FEB 



JAN 

48 






48 

JAN 



DES 

49 






49 

DES 



NOV 

50 






50 

NOV 



OKT 

51 






51 

OKT 



SEP 

52 






52 

SEP 


2 

AGT 

53 






53 

AGT 

2 

0 

JUL 

54 






54 

JUL 

0 

1 

3 

JUN 

55 






55 

JUN 

1 

MEI 

56 






56 

MEI 



APR 

57 






57 

APR 



MAR 

58 






58 

MAR 



FEB 

59 






59 

FEB 



JAN 

60 






60 

JAN 



DES 

61 






61 

DES 



NOV 

62 






62 

NOV 



OKT 

63 






63 

OKT 



SEP 

64 






64 

SEP 


2 

0 

AGT 

65 






65 

AGT 

2 

JUL 

66 






66 

JUL 


2 

JUN 

67 






67 

JUN 

2 


MEI 

68 






68 

MEI 



APR 

69 






69 

APR 



MAR 

70 






70 

MAR 



FEB 

71 






71 

FEB 



JAN 

72 






72 

JAN 



W- 86 


378 • Lampiran Kuesioner WUS